hiCoachTeddyRachmat

- 02 Apr 2024

News Image

Bagaimana cara mengukur kekuatan hembusan angin?

Ada lahan bisnis yang anginnya kencang, ada juga yang sepoi-sepoi. Michael Porter dalam bukunya Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitor (1980) memperkenalkan model yang disebut five forces analysis yang menerangkan lima kekuatan yang mempengaruhi struktur sebuah industri.

Kelima kekuatan yang dimaksudkan adalah:

1.Sesama kompetitor; jika sebuah perusahaan bertanding di medan kompetisi yang banyak pelakunya maka daya saingnya akan berkurang.

2.Ancaman pendatang baru; bisnis yang dengan mudah dimasuki pemain baru akan rawan menciptakan persaingan ketat.

3.Ancaman produk pengganti; produk yang perannya gampang digantikan sangat sensitive terhadap persaingan.

4.Daya tawar pembeli; beberapa produk rawan terhadap tawaran pembeli, terutama jika produk yang mereka pilih sifatnya opsional. Artinya, jika tidak membeli pun tak jadi masalah.

5.Daya tawar pemasok; jika pemasok sangat dominan maka perusahaan bisa sangat bergantung padanya.

Dengan kerangka five forces analysis ini, dapat diukur seberapa besar angin yang bertiup dalam sebuah lahan bisnis. Semakin banyak ancaman (kompetitor, pendatang baru, dan produk pengganti) serta semakin tinggi daya tawar (pembeli dan pemasok), semakin kecil angin yang bertiup.

Jika kita memasuki bisnis yang kompetitif (yang penuh ancaman dan ketergantungan), tak ada pilihan lain selain harus mempertajam strategi bisnis dan memperkuat eksekusinya.

Sumber :

eMicrobook Pembelajaran

TP Rachmat

Bagian 2


Scroll to Top
×