Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Adaptasi Perubahan Iklim

Screenshot (159)

Categories



Published

December 29, 2023

HOW TO CITE

Elza Surmaini (ed)

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Lilik Slamet Supriatin (ed)

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Yeli Sarvina (ed)

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901

Keywords:

Climate change, Local knowledge, Technology, Adaptation

Synopsis

Perubahan iklim telah terjadi secara alamiah di lapisan biosfer sepanjang waktu. Namun, perubahan iklim yang terjadi saat ini makin meningkat intensitas dan lajunya dikarenakan aktivitas manusia melalui emisi antropogenik gas rumah kaca (GRK). Meningkatnya konsentrasi GRK dan suhu permukaan bumi telah menyebabkan pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim yang memberikan dampak yang kompleks pada semua sektor kehidupan manusia.

Adaptasi sangatlah penting untuk menjaga keberlanjutan sistem kehidupan di bumi. Adaptasi diartikan sebagai tindakan menyesuaikan diri untuk antisipasi dampak perubahan iklim dengan tujuan meringankan dampak buruk yang dihadapi. Kegiatan adaptasi diharapkan dapat meningkatkan resiliensi terhadap dampak negatif perubahan iklim. Adaptasi dapat berbentuk teknologi, langkah aksi, maupun kebijakan. Selain itu, kearifan lokal menjadi hal yang sangat penting dan memiliki peran sentral dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim di Indonesia.

Buku ini memperkenalkan berbagai teknologi adaptasi dan kearifan lokal pada sektor prioritas RPJMN 2020–2024, yaitu sektor pesisir dan kelautan, ketersediaan sumber daya air, pertanian dan pangan, serta kesehatan. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber literasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim. Lebih lanjut, teknologi dan kearifan lokal untuk adaptasi perubahan iklim yang ada diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat yang lebih luas.

Dampak Perubahan Iklim pada Sektor Prioritas

Elza Surmaini, Lilik Slamet Supriatin, Yeli Sarvina

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c716

Bab 1

Melampaui Kearifan Lokal: Dari Dekolonisasi Teknologi sampai Krisis Iklim Antroposen

Rangga Kala Mahaswa, Jagat Patria

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c717

Bab 2

Padi Walik Jerami: Kearifan Lokal Adaptasi Kekeringan pada Lahan Sawah Tadah Hujan

Anicetus Wihardjaka, Elisabeth Srihayu Harsanti

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c718

Bab 3

Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Adaptasi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian

Yayan Apriyana, Woro Estiningtyas, Ai Dariah, Elsa Rakhmi Dewi

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c719

Bab 4

Solusi Adaptif Dampak Kenaikan Muka Air Laut

Al Mukhollis Siagian

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c720

Bab 5

Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Adaptasi Perubahan Iklim pada Sumber Daya Air

Nani Heryani, Popi Rejekiningrum, Budi Kartiwa, Hendri Sosiawan

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c721

Bab 6

Topi Anti DBD: Inovasi Adaptasi Perubahan Iklim pada Sektor Kesehatan

Tri Astuti Sugiyatmi

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c722

Bab 7

Sistem Pemeliharaan Ternak Ruminansia yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim

Yeni Widiawati, Mohammad Ikhsan Shiddieqy, Eni Siti Rohaeni, Yenny Nur Anggraeny, Firsoni, Wahidin Teguh Sasongko, Setiasih, Antonius, Maureen Chrisye Hadiatry, Wardi, Agustin Herliatika, Slamet Widodo, Sharli Asmairicen, Hadriana Bansi, Sigit Puspito, Susi Riyanti, Else Mei Wike Andreas, Winwin Widaringsih, Nila Miraya

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c723

Bab 8

Kearifan Lokal dan Ekosofi (Ekologi Filosofi) untuk Perubahan Pesantren Menuju Penyelamatan Lingkungan

Darlina Kartika Rini

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c724

Bab 9

Peran Radio Komunitas sebagai Aktor Lokal dalam Rehabilitasi Kerusakan Lingkungan

Dede Lilis Chaerowati, Idi Subandy Ibrahim

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c725

Bab 10

Solusi Adaptasi Perubahan Iklim: Integrasi Teknologi dengan Kearifan Lokal

Elza Surmaini, Lilik Slamet Supriatin, Yeli Sarvina

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.901.c726

Bab 11

Author Biographies

Elza Surmaini, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Elza Surmaini adalah Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional, sejak bulan Agustus 2022. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Ia menyelesaikan pendidikan doktor di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2015. Selama 28 tahun, ia mengabdi pada bidang penelitian dengan fokus riset terkait ­pengelolaan risiko iklim, terutama pada sektor pertanian, climate model impact, dan adaptasi perubahan iklim. E-mail: elza001@brin.go.id.

Lilik Slamet Supriatin, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Lilik Slamet Supriatin adalah Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ia menyelesaikan pendidikan doktor di Program Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia, pada tahun 2014. Ia memiliki fokus riset terkait kimia atmosfer dan perubahan iklim. E-mail: lili012@brin.go.id.

Yeli Sarvina, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Yeli Sarvina adalah Peneliti Ahli Muda di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ia menyelesaikan pendidikan doktor di Prog­ram Studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor. Ia memiliki fokus riset terkait agroklimat serta dampak dan adaptasi perubahan iklim pada sektor pertanian (produksi, kesesuaian iklim, serta hama dan penyakit tanaman). E-mail: yeli002@brin.go.id.

Rangga Kala Mahaswa, Universitas Gadjah Mada

Rangga Kala Mahaswa lahir di Semarang, 07 Februari 1995. Penulis menjadi dosen filsafat di Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, sejak tahun 2022. Saat ini, penulis mengajar beberapa mata kuliah utama, seperti Epistemologi, Filsafat Teknologi, Filsafat Ilmu, dan Kapita Selekta Filsafat Ilmu dan Teknologi. Beberapa karya ilmiahnya telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi, antara lain “The Pluriverse of the Anthropocene: One Earth, Many Worlds” (Q1, 2023) dan “Romanticizing the Past, Glorifying the Future: Working with Ecological Modernization and Developmentalism” (Q3, 2023), serta karya artikel bunga rampainya berjudul “Introducing the Pluriverse of the Anthropocene: Toward an Ontological Politics of Environmental Governance in Indonesia” (Springer, 2023). Selain mengajar, penulis aktif dalam berbagai aktivitas ilmiah mulai dari pengembangan komunitas epistemik lokal sampai mengikuti konferensi internasional secara berkala. Selain itu, penulis juga sedang mengembangkan pendekatan filosofis dalam kajian geologi Antroposen, spekulatif realisme, dan materialisme baru. E-mail: mahaswa@ugm.ac.id.

Jagat Patria, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan

Jagat Patria lahir di Tangerang, pada Rabu, 4 Desember 1996. Penulis menyelesaikan S-1 di Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Universitas Brawijaya, Malang, pada tahun 2022. Setelah menyelesaikan S-1 di bidang Perikanan, kini penulis sedang menempuh pendidikan S-2 di Program Studi Sosiologi Pedesaan, Departemen Komunikasi Pembangunan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB). Sejak S-1, penulis memiliki perhatian khusus pada isu lingkungan dan sosial. Penulis memiliki pengalaman penelitian sosial sejak tahun 2019, yaitu melakukan penelitian sosial Kebudayaan dan Peradaban di sepanjang DAS Citarum dengan hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pada tahun 2020 hingga sekarang, penulis tergabung sebagai staf dan peneliti pada Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), organisasi masyarakat sipil yang berfokus melakukan riset, advokasi pada isu pertanian dan pangan, sekaligus melakukan pendampingan pada petani. Pada tahun 2023, penulis menjadi salah satu penulis dalam buku Sekolah Situ: Gerakan Penyelamatan Ekosistem Situ dengan Pendekatan Pendidikan Kritis dan Perencanaan Partisipatif (ISBN: 978-623-467-620-4). Penulis aktif dalam penelitian di bidang sosial dan lingkungan khususnya pada ruang lingkup masyarakat pedesaan. Email: jagatpatria@kedaulatanpangan.org.

Anicetus Wihardjaka, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Anicetus Wihardjaka adalah periset di Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Penulis menyelesaikan S-1 di Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tahun 1990; S-2 di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, tahun 2001; dan S-3 di Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 2011. Penulis telah memublikasikan hasil-hasil riset dalam bidang kesuburan tanah dan lingkungan pertanian di jurnal nasional maupun internasional, prosiding nasional maupun internasional, dan buku dalam bentuk bunga rampai. Email: anic001@brin.go.id; awihardjaka@gmail.com.

Elisabeth Srihayu Harsanti, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Elisabeth Srihayu Harsanti adalah periset di Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Penulis menyelesaikan pendidikan S-1 dari Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 1994, S-2 dari Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 2008, dan S-3 dari Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia, Jakarta, tahun 2017. Beberapa karya tulis ilmiah terkait ilmu lingkungan telah dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, prosiding nasional maupun internasional, dan buku dalam bentuk bunga rampai. Email: elis010@brin.go.id; esharsanti@gmail.com.

Yayan Apriyana, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Yayan Apriyana dilahirkan di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, pada 10 Maret 1966. Penulis menempuh pendidikan sarjana pada Program Studi Agronomi (Ilmu Tanah), Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1984–1990) dengan kajian skripsi tentang Pengaruh Pemberian Mulsa pada Berbagai Tingkat Kadar Air Tanah terhadap Kebutuhan Air, Pertumbuhan, dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) pada Tanah Podzolik Merah Kuning. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan pada Magister Ilmu Agronomi, Program Pascasarjana di Centre National D’etudes Agronomiques Des Régions Chaudes (CNEARC), Montpellier, Prancis (2001–2003) dengan kajian tesis tentang Kontribusi Analisis Agroklimat pada Evaluasi Kemungkinan Pengembangan Tanaman Sayuran di Dua Wilayah yang Berbeda Secara Ekologis di Jawa, Indonesia (kasus Pagerejo, Jawa Tengah dan Selopamioro, Yogyakarta), dan menempuh pendidikan doktor di bidang Klimatologi Terapan, Sekolah Pascasarjana IPB (2006–2011), dengan kajian disertasi tentang Penetapan Kalender Tanam Padi Berdasarkan Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan IOD (Indian Ocean Dipole) di Wilayah Monsunal dan Equatorial. Pada tahun 2013, penulis melanjutkan post-doctoral di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman. Penulis kini menjadi periset di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional, sejak tahun 2022, dengan bidang riset Perubahan Iklim, Iklim Urban, dan Pembangunan Berkelanjutan. Sebelumnya, pada tahun 2021–2022, penulis menjadi Kepala Balai dan Plt. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku Utara, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Pada tahun 2013–2021, penulis menjadi Ketua Kelompok Peneliti Agroklimat di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi. Penulis telah menghasilkan lebih dari 50 artikel ilmiah yang didiseminasikan pada berbagai pertemuan ilmiah dan dipublikasikan pada prosiding seminar, jurnal ilmiah nasional, dan jurnal internasional. Sebanyak sembilan belas buku dan tiga belas paten telah dihasilkan oleh penulis. Penulis pernah menjadi Asesor dan Tim Penilai Peneliti Unit (TPPU), pernah melakukan kerja sama penelitian dengan FAO sebagai koordinator, dan pernah menjadi penanggung jawab kerja sama dengan Ibaraki University, Jepang. Penulis aktif sebagai mitra bestari pada dua jurnal ilmiah nasional dan lima jurnal ilmiah internasional. Penulis tergabung dalam organisasi profesi, yaitu (1) Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI), (2) Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI), (3) Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), dan (4) Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI). Email: yaya028@brin.go.id; yanapri66@gmail.com; atau yanapri@yahoo.com.

Woro Estiningtyas, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Woro Estiningtyas dilahirkan di Kota Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada tanggal 8 Oktober 1967. Penulis menempuh pendidikan sarjana pada Program Studi Agrometeorologi di Institut Pertanian Bogor (1987–1992) dengan kajian skripsi tentang Penentuan Waktu Panen Tanaman Tebu Berdasarkan Akumulasi Bahang. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan magister pada Program Studi Sains Atmosfer di Institut Teknologi Bandung (2002–2004) dengan kajian Prediksi Curah Hujan dengan Metode Filter Kalman Mendukung Perencanaan Tanam. Pendidikan doktor dilanjutkan di Institut Pertanian Bogor (2008–2012) pada Program Studi Klimatologi Terapan dengan kajian Pengembangan Model Asuransi Indeks Iklim untuk Meningkatkan Ketahanan Petani Padi dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Sejak tahun 1992, penulis bekerja sebagai Peneliti di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat yang selanjutnya bergabung di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Mulai Juni 2022 sampai dengan sekarang, penulis bekerja sebagai Peneliti pada Kelompok Riset Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan, Pusat Riset Riset Iklim dan Atmosfer, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sejak tahun 1992, penulis melakukan penelitian dan kajian di bidang iklim, hidrologi, dan agroklimat, khususnya klimatologi terapan. Penulis aktif melakukan riset dan kajian tentang pengelolaan risiko iklim dan adaptasi perubahan iklim. Hasil-hasil penelitian dan kajian yang dilakukan penulis telah diterbitkan dalam bentuk prosiding, buku, bagian dari buku, bunga rampai, jurnal nasional, maupun jurnal internasional. E-mail: woro004@brin.go.id.

Ai Dariah, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Ai Dariah dilahirkan di Bandung, pada tanggal 10 Februari 1962. Penulis menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Ilmu Tanah, Institut Pertanian Bogor (1980–1984). Penulis menempuh pendidikan pascasarjananya pada bidang Ilmu Tanah, Strata 2 pada tahun 2009 dan Strata 3 pada tahun 2010–2014. Sejak tahun 1987, penulis bekerja sebagai Peneliti di Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Mulai Desember 2022 hingga sekarang, penulis bekerja sebagai Peneliti Ahli Utama bidang Pengelolaan Lahan di Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Sejak tahun 1987, penulis melakukan penelitian dan kajian bidang Ilmu Tanah, khususnya konservasi tanah dan rehabilitasi lahan. Selanjutnya, penulis aktif melakukan riset dan kajian tentang teknologi pengelolaan lahan untuk meningkatkan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Hasil-hasil penelitian dan kajian yang dilakukan penulis telah diterbitkan, baik dalam bentuk prosiding, buku, bagian dari buku, bunga rampai, jurnal nasional, maupun jurnal internasional.  E-mail: aida003@brin.go.id.

Elsa Rakhmi Dewi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Elsa Rakhmi Dewi dilahirkan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 8 November 1975. Penulis menempuh pendidikan sarjana pada Program Studi Agronomi di Universitas Padjadjaran, Bandung, (1994–2000) dengan kajian skripsi tentang Pengaruh Penerapan Effective Microorganism 4 (EM-4) dan Mulsa Jerami Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Granola di Lahan Medium. Penulis melanjutkan pendidikan Master of Science dengan studi utama terkait Nutrisi Tanaman di Leibniz University of Hannover, Jerman (2003–2005), dengan kajian Perbedaan Genetopik dalam Efisiensi Nitrogen pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea). Pendidikan doktor dilanjutkan di Georg August University of Gottingen, Jerman (2012–2016), pada program studi Tanaman dan Sistem Produksi di Daerah Tropis dengan kajian Mengintensifkan Sistem Lahan Bera di Asia Tenggara dengan Tanaman Palawija dan/atau Tanaman Musim Kemarau: Analisis Menggunakan Eksperimen dan Simulasi Lapangan. Sejak tahun 2009, penulis bekerja sebagai Peneliti di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat yang selanjutnya bergabung di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Mulai Juni 2022 sampai dengan sekarang, penulis bekerja sebagai Peneliti pada Kelompok Riset Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan, Pusat Riset Riset Iklim dan Atmosfer, Organisasi Riset Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sejak tahun 2009, penulis melakukan penelitian dan kajian di bidang iklim, hidrologi, dan agroklimat, khususnya perubahan iklim dan model simulasi tanaman. Penulis aktif melakukan riset dan kajian tentang pengelolaan risiko iklim dan adaptasi perubahan iklim terhadap produksi tanaman. Hasil-hasil penelitian dan kajian yang dilakukan penulis telah diterbitkan dalam bentuk prosiding, buku, bagian dari buku, jurnal nasional, maupun jurnal internasional.

Al Mukhollis Siagian, Common Ground Research Networks

Al Mukhollis Siagian lahir pada 5 November 1998 di salah satu desa terpelosok dari Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2019, penulis mendirikan lembaga riset bernama AS Institute. Penulis telah memproduksi lebih dari 300 judul karya tulis populer di media cetak dan online dari tingkat lokal hingga internasional serta buku dan artikel ilmiah. Sejak tahun 2021 hingga sekarang, penulis aktif menjadi reviewer jurnal internasional di Common Ground Research Networks. Penulis dinilai menjadi contoh baik bagi khalayak ramai oleh beberapa penulis sejawat dan jurnalis. Mereka menuliskan beberapa bagian dari pemikiran penulis sebagai berikut.

Beberapa judul buku yang telah penulis publikasikan, yaitu (1) The Dinamics of Life (Alra Media, ISBN 978-623-7516-81-1, 2020); (2) Recover Together Recover Stronger 2 (Perpusnas Press, ISBN 978-623-313-487-3, 2022); (3) Kata Pengantar untuk buku Catatan Untuk Negeri (Ruang Karya Bersama, ISBN 978-623-353-117-7, 2022); dan (4) Antologi Puisi Nusantara (BPPD APWI, ISBN 978-623-5275-39-0, 2023). Penulis dapat dihubungi di e-mail: almukhollis1998@gmail.com, WhatsApp: 0821-7324-2601, dan Instagram: almukhollis.

Nani Heryani, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Nani Heryani adalah Peneliti Utama pada Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional, kepakaran bidang Pengelolaan Lahan, Air, dan Iklim. Penulis menyelesaikan pendidikan S-1 di Jurusan Agonomi, Institut Pertanian Bogor (IPB), pada tahun 1981. Pendidikan S-2 dan S-3 diselesaikan di IPB pada Program Studi Agroklimatologi (2001) dan Ilmu Pengelolaan DAS (2012). Penelitian yang dilakukan selama menjadi Peneliti di Badan Litbang Kementerian Pertanian, kemudian bergabung ke BRIN sejak 1 September 2022, antara lain pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya tanah, iklim dan air pada berbagai agroekosistem, panen air untuk kebutuhan irigasi dan domestik, dan irigasi hemat air. Buku dan bunga rampai yang pernah ditulis, antara lain buku Grand Design Pembangunan Berketahanan Iklim dan Rendah Karbon di Sektor Pertanian (2022); Perubahan Iklim dan Fisiologi Adaptasi Tanaman (2021); Membangkitkan Empat Juta Hektar Lahan Sawah Tadah Hujan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan (2018); dan Handbook Iklim Pertanian Indonesia (2018); serta bunga rampai Manajemen Sumber Daya Alam dan Produksi Mendukung Pertanian Modern (2019); Sinergi Inovasi Sumberdaya dan Kelembagaan Menuju Kesejahteraan Petani (2018); Irigasi Desa Mendukung Kemampuan Pertanian Rakyat (2018); Memperkuat Kemampuan Wilayah Menghadapi Perubahan Iklim (2017); Pembangunan Pertanian Berbasis Ekoregion dari Perspektif Pengelolaan Sumber Daya Lahan dan Air (2015); dan Ketahanan Air Mendukung Ketersediaan Air Pulau-Pulau Kecil (2013). E-mail: naniheryanids@gmail.com.  

Popi Rejekiningrum, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Popi Redjekiningrum menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, dengan Jurusan Ilmu Tanah, pada tahun 1987. Pendidikan S-2 diselesaikan di Institut Pertanian Bogor pada Program Studi Agroklimatologi. Gelar Doktor diperoleh di Program Studi Klimatologi Terapan, Institut Pertanian Bogor, pada tahun 2010. Sejak tahun 1992–2004, penulis menjadi Peneliti di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Kemudian, pada tahun 2004–2022, penulis menjadi Peneliti bidang Pengelolaan Lahan, Air, dan Iklim di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balitbangtan. Dengan adanya aturan reformasi lembaga riset, terhitung mulai September 2022, penulis menjadi Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sekitar 145 buah karya tulis ilmiah berupa prosiding, jurnal, dan buku ilmiah telah dipublikasikan oleh penerbit nasional maupun internasional. Beberapa buku ilmiah yang telah dipublikasikan, yaitu (1) Perubahan Penggunaan Lahan, Iklim dan Produktivitas Tanaman; (2) Penyelamatan Tanah, Air, dan Lingkungan; (3) Sistem Informasi Sumberdaya Iklim dan Air; (4) Road Map Penelitian dan Pengembangan Lahan Kering; (5) Politik Pembangunan Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim; (6) Road Map Strategi Sektor Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim; (7) Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian; (8) Pedoman Umum Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian; (9) Kedelai Lahan Rawa Pasang Surut Mendukung Swasembada Pangan dan Bioindustri; (10) Panen Air Menuai Kesejahteraan Petani; dan (11) Menata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada PanganE-mail: popirejeki@gmail.com; popi003@brin.go.id.

Budi Kartiwa, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Budi Kartiwa dilahirkan di Bogor pada 30 Maret 1968. Lulus S-1 dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 1993; lulus S-2 dari ENSA de Rennes, Prancis, tahun 1999, dan lulus S-3 dari Universite d’Anger, Prancis, tahun 2004. Sejak tahun 1994, penulis bekerja sebagai Peneliti di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Dengan adanya aturan reformasi lembaga riset, terhitung sejak 17 Juni 2022, penulis menjadi Peneliti di Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam organisasi profesi, penulis aktif sebagai anggota PERHIMPI, HITI, serta KNI ICID. Pengalaman penelitiannya dimulai pada tahun 1993 dengan topik pemodelan hidrologi. Beberapa karya ilmiah telah dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Pada tahun 2011 dan 2012, penulis pernah menjalankan tugas sebagai tenaga ahli pengelolaan air pada Proyek Pengembangan Padi di Sudan, Afrika. Daftar buku yang pernah ditulis: Gambut, Sawit, dan Lingkungan (IPB Press, 2021); Manajemen Kebijakan, Teknologi dan Kelembagaan Mendukung Pertanian Moderen: Drone Dalam Pertanian Presisi (IAARD Press, 2020); Menata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan (IAARD Press, 2018); Lahan Rawa Lebak: Sistem Pertanian dan Pengembangannya: Sistem Polder untuk Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Lahan Rawa Lebak (IAARD Pres, 2017); dan Redefining Diversity and Dynamics of Natural Resources Management in Asia, Volume 1, “Chapter 17 – Can Uplanders and Lowlanders Share Land and Water Services? (A Case Study in Central Jawa Indonesia)” (Elsevier, 2017). E-mail: budi.kartiwa@brin.go.id.

Hendri Sosiawan, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Hendri Sosiawan dilahirkan di Blitar pada 13 Maret 1963. Lulus S-1 dari Universitas Gadjah Mada tahun 1963; lulus S-2 dari ENSA de Montpellier, Prancis, tahun 2022. Sejak tahun 1990, penulis bekerja sebagai Peneliti di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Dengan adanya aturan reformasi lembaga riset, terhitung sejak 17 Juni 2022, penulis menjadi Peneliti di Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam organisasi profesi, penulis aktif sebagai anggota PERHIMPI, HITI, serta KNI ICID. Pengalaman penelitiannya dimulai pada tahun 1992 dengan topik pedogenesis tanah Spodosol. Beberapa karya ilmiah telah dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Pada tahun 2009–2010, penulis pernah menjalankan tugas sebagai tenaga ahli pengelolaan air pada Proyek Pengembangan Padi di PNG. Daftar buku yang pernah ditulis: Pengelolaan Lahan Berkarakter Khusus (IAARD Press, 2021); Buku Inovasi Pengelolaan Lahan Rawa Menuju Pertanian Maju, Mandiri (Rajawali Pers, 2021); Strategies and Technologies for the Utilization and Improvement of Rice (IAARD Press, 2020); Tropical Wetlands: Innovation in Mapping and Management (CRC Press, 2020); Optimalisasi Lahan Rawa Akselerasi Menuju Lumbung Pangan Dunia (Rajawali Pers, 2020); dan Kunci Taksonomi Tanah (Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. 2016). E-mail: hendri.sosiawan@brin.go.id.

Tri Astuti Sugiyatmi, Universitas Borneo Tarakan

Tri Astuti Sugiyatmi menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, pada tahun 1998. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan ke S-2 Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan di FK UGM yang diselesaikan pada tahun 2012 dengan tesis tentang Biaya Mutu dalam Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan di Puskesmas. Pada tahun 2017–2021, penulis menempuh program doktornya di Program Studi S-3 Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKM, Universitas Airlangga, dengan kajian disertasi tentang pengaruh Job Demands dan Job Resources pada Burnout dan Resiliensi Dokter di Rumah Sakit. Penulis kini menjadi dosen pada Program Studi D-3 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Mata kuliah yang diampu, antara lain Kegawatdaruratan Daerah Pesisir, Kebidanan Komunitas, Anatomi Fisiologi, Organisasi dan Kepemimpinan, dan Metodologi Penelitian. Sebelumnya, penulis pernah mengajar tentang manajemen puskesmas dan epidemiologi penyakit. Sebelum di universitas, penulis pernah bekerja di puskesmas di Cilacap, Jawa Tengah, kemudian pindah ke puskesmas di Kota Tarakan, Dinas Kesehatan Kota Tarakan, serta Badan Perencanaan Pembangunanan Daerah (Bappeda) Kota Tarakan. Penulis memiliki kepakaran dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bidang yang ditekuni ialah hal-hal yang terkait dengan kebijakan dan administrasi kesehatan. Buku yang pernah ditulis secara solo berjumlah empat, yang berjudul Bangga sebagai Relawan Kawasan Tanpa Rokok (Relakataro)Kumpulan Opini Kesehatan dengan Tema Pencegahan dan Pengendalian Penyakit MenularMemaknai dan Menyikapi Pandemi Corona; dan Biaya Kegagalan dalam Konteks Kehidupan Sehari-hari. Untuk buku bunga rampai, penulis menulis dalam berbagai tema, seperti mutu pelayanan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, manajemen fasilitas pelayanan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan pengendalian penyakit, termasuk kesehatan mental tenaga kesehatan, Covid-19, dan  kesehatan wilayah pesisir. Judul-judul buku bunga rampai sebagai berikut: (1) Penyakit Berbasis Lingkungan; (2)  Kesehatan Lingkungan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja; (3)  Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit; (4) Manajemen Rumah Sakit dan Puskesmas; (5) Penyakit Akibat Kerja dan Pencegahannya;  (6) Pelayanan Telehealth dan Telemedicine; (7) Ilmu Kesehatan Masyarakat; (8) Kebijakan dan Tatalaksana Stunting; (9) Kiat Sukses Menyusui Eksklusif; (10)  Faktor Pendukung Ibu Sukses Menyusui;  (11) Covid-19 di Mata Dosen;  (12) Covid-19 dalam Ragam Tinjauan Perspektif; (13) Epidemiologi Kesehatan Reproduksi; (14)  Anatomi Fisiologi Manusia; (15) Disaster: A Multidisciplinary Perspective; (16) Komunikasi Kesehatan; dan (17) Biaya Kualitas.

Yeni Widiawati, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Yeni Widiawati lahir di Bandung pada 3 Juni 1968. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang peternakan pada 1993 dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Penulis menyelesaikan program master dan doktor di bidang Nutrisi dan Fisiologi Ternak Ruminansia di James Cook University Townsville, Australia, pada 1998–2003, dengan disertasi berjudul “Utilisation of Shrub Legumes Leucaena leucocepalaGliricidia sepium and Calliandra callothyrsus as Feed for Ruminant Animals”. Penulis bekerja di Balai Penelitian Ternak sejak 1993 sampai tahun 2021 dan melanjutkan kariernya sebagai peneliti di Pusat Riset Peternakan, BRIN, sejak 2021 sampai sekarang di bidang Nutrisi Ruminansia dan Perubahan Iklim Subsektor Peternakan. Sejak 2017, terlibat sebagai tim penyusunan Refinement Book IPCC 2019, yang diorganisasi oleh IPCC, dan juga menjadi anggota Tim Perubahan Iklim Kementerian Pertanian untuk bidang peternakan. Penulis aktif menjadi delegasi Indonesia di Livestock Research Group (LRG) dan Global Research Alliance. Bekerja sama dengan AgResearch New Zealand untuk memperbaiki dan membangun sistem inventori nasional subsektor peternakan. Buku yang pernah ditulis, yaitu Livestock Activity Data Guidance (L-ADG) Methods and guidance on compilation of activity data for Tier 2 livestock GHG inventories; “Chapter 10 Emissions from Livestock and Manure Managements” dalam Volume 4: Agriculture, Forestry And Other Land Use, IPCC Guidelines for National Greenhouse Gasses InventoryPotensi Vegetasi Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Pakan Ruminansia; Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan Metode Tier 2 IPCC; Metode Penilaian Adaptasi dan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Sektor Pertanian: Emisi Dari Subsektor Peternakan. Alamat korespondensi: yeni_widiawati14@yahoo.com. 

Mohammad Ikhsan Shiddieqy, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Mohammad Ikhsan Shiddieqy lahir di Bandung pada 17 Februari 1985. Penulis menyelesaikan program sarjana di Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, pada 2006 dan program magister di Wageningen University and Research pada 2019 dengan tesis yang berjudul “Analysis of N2O Losses from Different Manure Applications for Cultivation of Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Taiwan)”. Penulis bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Kementerian Pertanian, sejak 2014. Kemudian, pada 2022, penulis bekerja sebagai Peneliti di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. Alamat korespondensi: moha085@brin.go.id.

Eni Siti Rohaeni, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Eni Siti Rohaeni adalah seorang Pejabat Fungsional Peneliti di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian. Penulis lahir di Cirebon pada tanggal 1 Juni 1965, sebagai putri bungsu dari pasangan Bapak Haerudin dan Ibu Nursih. Pendidikan SD sampai SLTA diselesaikan di Cirebon. Penulis melanjutkan kuliah S-1 di IPB pada tahun 1984 dan selanjutnya masuk Fakultas Peternakan. Penulis menyelesaikan pendidikan S-1 pada bulan Maret 1989. Penulis menikah pada tahun 1990 dan menetap di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pada tahun 1993, penulis bekerja di Sub Balitvet Banjarbaru sebagai seorang Peneliti. Kemudian, pada tahun 2001, mendapatkan kesempatan beasiswa pada S-2 di Fakultas Peternakan, UGM, dan lulus pada bulan Maret 2003. Tahun 2011, penulis kembali mendapatkan kesempatan untuk studi S-3 di Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, yang diselesaikan pada bulan April 2014 dengan Program Studi Agribisnis Peternakan. Pada November 2019, penulis mutasi ke Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian hingga Agustus 2022. Mulai Agustus 2022, penulis bergabung dengan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga sekarang. Selama berkarier mulai dari tahun 1994 hingga 2021, penelitian dan kegiatan telah dilakukan, baik sebagai ketua tim atau anggota, antara lain tentang peternakan ayam lokal, itik lokal, sapi lokal, kerbau, dan juga tentang pakan, manajemen, dan integrasi tanaman dan ternak. Karya tulis ilmiah yang telah diterbitkan, lebih dari 200 judul, baik dalam seminar nasional, seminar internasional, jurnal nasional, jurnal internasional, bunga rampai, serta makalah non-ilmiah/praktis.

Yenny Nur Anggraeny, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Yenny Nur Anggraeny lahir di Malang pada 18 April 1974. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang peternakan pada 1997 dari Universitas Brawijaya, Malang, dengan judul skripsi “Pengaruh By Pas Protein menggunakan formadehida pada bungkil kelapa terhadap daya cerna bahan kering dan bahan organic secara in vitro”. Penulis menyelesaikan program magister di bidang Nutrisi dan Pakan Ternak Ruminansia pada tahun 2001 di Universitas Brawijaya, Malang, dengan judul tesis “Uji Potensi Bakteri Asam Laktat Usus Halus Sapi Perah sebagai Probiotik Ternak Ruminansia” dan program doktor di bidang Nutrisi dan Pakan Ternak Ruminansia pada tahun 2014 di Universitas Brawijaya, Malang, dengan judul disertasi “Sinkronisasi Protein dan Energi terhadap Produktivitas Sapi PO Jantan Lepas Sapi”. Penulis merupakan Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dengan bidang kepakaran Peternakan dan Ilmu Ternak serta Nutrisi dan Teknologi Pakan. Penulis mengawali kariernya sebagai Peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong sejak 2001 hingga tahun 2021. Pada tahun 2022, penulis berpindah menjadi Fungsional Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pangan dan Pertanian, dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. Alamat korespondensi: yennysahim@gmail.com dan yenn012@brin.go.id.

Firsoni, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Firsoni lahir di Padang Panjang pada 28 Juli 1967. Penulis menyelesaikan program sarjana di Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang, pada tahun 1990. Penulis menyelesaikan program Magister di Bidang Nutrisi dan Pakan Ternak Ruminansia pada tahun 2005 di Universitas Brawijaya, Malang, dengan judul tesis “Manfaat Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) dan Glirisidia (Gliricidia sepium, Jacq.) sebagai Sumber Protein dalam Urea Mollases Blok (UMB) terhadap Metabolisme Pakan Secara In vitro dan Produksi Susu Sapi Perah”. Buku yang pernah diterbitkan berjudul Petunjuk Teknis Suplementasi Pakan Urea Molases Multinutrien Blok (UMMB) untuk Ruminansia (penulis: Firsoni dan L. Andini, tahun 2013, penerbit: Smart Writing Grup, CV. Writing Revolution, Yogyakarta, ISBN 978-602-7858-17-6). Penulis merupakan Peneliti Ahli Muda di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dengan bidang kepakaran Peternakan dan Ilmu Ternak serta Nutrisi dan Teknologi Pakan. Penulis mengawali kariernya sebagai peneliti di kelompok penelitian Pakan Ternak di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Pada tahun 2022, penulis berpindah menjadi Fungsional Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam Organisasi Riset Pangan dan Pertanian Pusat Riset Peternakan dan tergabung pada Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. Alamat korespondensi: firsoni@gmail.com dan firs001@brin.go.id.

Wahidin Teguh Sasongko, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Wahidin Teguh Sasongko lahir di Pemalang, 31 Juli 1973. Penulis memperoleh gelar Sarjana Muda (A.Md) Farming pada tahun 1994, dari Sekolah Tinggi Farming Semarang. Pada tahun 2002, penulis memperoleh gelar sarjana (SP) Sosial Ekonomi Pertanian/Agrobisnis dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang. Pada tahun 2008, penulis memperoleh beasiswa dari Kemenristekdikti untuk melanjutkan program magister di Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Penulis memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) pada tahun 2010 pada Program Studi Ilmu Peternakan, dengan judul tesis “Pemanfaatan Tanin Daun Nangka untuk Meningkatkan Nilai Rumen Undegraded Protein pada Bahan Pakan Protein Tinggi”. Tahun 2019, penulis memperoleh penghargaan Satya Lancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Penulis mengawali karier sebagai Peneliti di Kelompok Nutrisi Ternak Ruminansia, Bidang Pertanian, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sejak tahun 1999–2021. Pada tahun 2021, penulis berpindah instansi ke Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan, Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selama kariernya sebagai peneliti, penulis aktif dalam kegiatan penelitian serta berkontribusi sebagai pemakalah pada seminar ilmiah nasional dan internasional bidang peternakan, khususnya nutrisi ruminansia. Penulis juga aktif dalam berkolaborasi bersama lembaga riset International Atomic Energy Agency (IAEA). Alamat korespondensi: wteguhs@gmail.com dan wahi003@brin.go.id.

Setiasih, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Setiasih lahir di Jombang, 22 Mei 1973. Pendidikan SD dan SMP ditempuh di Kabupaten Jombang. Penulis kemudian menempuh Pendidikan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Penanggunan Malang Jurusan Peternakan (SNAKMA) dan lulus tahun 1992. Kemudian, penulis melanjutkan jenjang S-1 di Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, dengan Jurusan Nutrisi dan Makan Ternak dan lulus pada tahun 1997. Pada tahun 1998, penulis mendapatkan Beasiswa Unggulan URGE dari Bank Dunia untuk melanjutkan jenjang pendidikan S-2 di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya pada Jurusan Ilmu Ternak dan lulus pada tahun 2001. Program doktor diambil dengan Beasiswa Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian pada Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang, tahun 2019. Pengalaman kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) dimulai pada tahun 2006 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur,  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Karier sebagai Fungsional Peneliti dimulai pada tahun 2010.  Pada tahun 2022, penulis berpindah menjadi Fungsional Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pangan dan Pertanian, dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. E-mail: seti015@brin.go.id dan setiasihchaidar@gmail.com.

Antonius, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Antonius lahir di Payakumbuh pada 23 September 1983. Penulis menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, dan lulus pada tahun 2006. Program master dan doktor diselesaikan di Sekolah Pascasarjana IPB dengan Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan pada tahun 2014 dan 2023 dengan judul disertasi ”Ekstrak Daun Gambir Sebagai Pakan Aditif: Pengaruhnya Terhadap Fermentasi Rumen, Performa dan Kualitas Daging Kambing”. Penulis merupakan Peneliti Muda di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dengan bidang kepakaran Nutrisi dan Pakan Ternak. Penulis aktif berkontribusi sebagai pemakalah pada seminar ilmiah nasional dan internasional bidang peternakan. Beberapa artikel penulis diterbitkan pada prosiding dan jurnal ilmiah terindeks global yang merupakan hasil penelitiannya di bidang peternakan, terutama penelitian-penelitian pakan aditif untuk meningkatkan performa ternak ruminansia serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Buku yang pernah ditulis, antara lain Potensi Limbah Pertanian dan Perkebunan untuk Makanan Ternak Ruminansia dan Upaya Mengurangi Gas Metan dari Sektor PeternakanE-mail: anto023@brin.go.id dan antoniuschaniago83@gmail.com.

Maureen Chrisye Hadiatry, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Maureen Chrisye Hadiatry lahir di Jakarta pada 5 Januari 1978. Penulis menyelesaikan program sarjana di Jurusan Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, pada 2003. Selanjutnya, penulis menyelesaikan studi pascasarjana pada program Animal Sciences di Wageningen University and Research dengan spesialisasi Animal Production Systems pada 2016. Penulis mengawali kariernya dengan bekerja di Kementerian Pertanian sejak 2006. Kemudian, pada 2022, penulis melanjutkan tugasnya sebagai Peneliti di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. Alamat korespondensi: maur003@brin.go.id.

Wardi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Wardi lahir di Rajabasa Baru pada 10 Agustus 1986. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang peternakan pada 2009 dari Institut Pertanian Bogor dan program magister di bidang Ilmu Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada tahun 2022. Penulis telah menerbitkan beberapa karya tulis ilmiah dalam bentuk prosiding, jurnal nasional, dan prosiding internasional. Penulis merupakan Peneliti Ahli Pertama di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dengan bidang kepakaran Peternakan dan Ilmu Ternak serta Nutrisi dan Teknologi Pakan. Penulis mengawali kariernya sebagai Peneliti di BPTP Sulawesi Tengah sejak 2018 hingga tahun 2021. Pada tahun 2022, penulis berpindah menjadi Fungsional Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pangan dan Pertanian, dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. Alamat korespondensi: wardiok1@gmail.com dan ward008@brin.go.id.

Agustin Herliatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Agustin Herliatika lahir di Kota Waringin Timur pada 21 Agustus 1993. Penulis menye­lesaikan program sarjana di Jurusan Ilmu ­Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas ­Peternakan, Institut Pertanian Bogor pada 2011 dan program master di Nutrisi dan Teknologi Pakan pada 2017. Penulis ­bekerja di Balai ­Penelitian Ternak, Kementerian ­Pertanian ­sejak 2019. Kemudian, pada 2022 bekerja sebagai peneliti di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tergabung pada Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. E-mail: agustin.herliatika@brin.go.id

Slamet Widodo, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Slamet Widodo lahir di Gunungkidul, 31 Maret 1993. Penulis memperoleh gelar Sarjana Peternakan (S.Pt) dari Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, pada tahun 2015. Pada tahun 2016, penulis memperoleh beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan program magister di Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Penulis memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) pada tahun 2018 dengan bidang konsentrasi Nutrisi dan Makanan Ternak. Penulis mengawali karier sebagai Peneliti di Balai Penelitian Ternak, Kementerian Pertanian, pada tahun 2020. Pada tahun 2022, penulis berpindah instansi ke Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selama kariernya sebagai Peneliti, penulis aktif dalam kegiatan penelitian pada bidang nutrisi ruminansia dan upaya adaptasi serta mitigasi perubahan iklim. Penulis juga aktif dalam berkolaborasi bersama lembaga riset internasional, antara lain New Zealand Agricultural Greenhouse Gas Research Centre (NZAGRC) dan International Atomic Energy Agency (IAEA). E-mail: slam028@brin.go.id.

Sharli Asmairicen, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Sharli Asmairicen lahir di Sungai Sarik Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat pada 16 Mei 1981. Penulis menyelesaikan program sarjana di Jurusan Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas pada tahun 2004. Selan­jutnya, menyelesaikan studi Pasca Sarjana pada program Ilmu Ternak di Universitas Andalas pada tahun 2010 dengan Tesis berjudul “ Pengaruh Waktu Pelapisan Spermatozoa pada Media TALP yang disuplementasi 4% Bovine Serum Albumin (BSA) terhadap Perbandingan Jenis Kelami Embrio In Vitro. Penulis mengawali karirnya dengan dengan bekerja di Kementerian Pertanian sejak tahun 2015. Kemudian, pada tahun 2022 melanjutkan tugasnya sebagai peneliti di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tergabung pada Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. E-mail: Shar002@brin.go.id

Hadriana Bansi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Hadriana Bansi lahir di Raha, 1 Maret 1978. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Ilmu Nutrisi Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, pada 2001. Selanjutnya, penulis menyelesaikan studi pascasarjana pada program Animal Sciences di University of New England, Australia, dengan tesis yang berjudul “Utilization of Infra-red Thermography on Livestock Production”. Penulis mengawali kariernya dengan bekerja di Kementerian Pertanian sejak 2011. Kemudian, pada 2021 melanjutkan tugasnya sebagai Peneliti di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. Alamat korespondensi: hadr0023@brin.go.id.

Sigit Puspito, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Sigit Puspito lahir di Boyolali, 20 April 1983. Penulis menyelesaikan program sarjana di Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, pada tahun 2006. Saat ini penulis sedang menyelesaikan studi Master of Animal Science di Universitas Gadjah Mada dengan topik penelitian pemanfaatan ekstrak tanaman lokal sebagai antimetanogenic pada ruminansia serta efeknya terhadap keragaman bakteri rumen. Penulis mengawali kariernya sebagai Peneliti Pertama di Badan Litbang Kementerian Pertanian sejak 2018. Kemudian, pada 2021, penulis melanjutkan tugasnya sebagai peneliti di Pusat Riset Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. Penulis aktif dalam beberapa penelitian dan telah memublikasikan beberapa artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional. Alamat korespondensi: sigi027@brin.go.id.

Susi Riyanti, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Susi Riyanti lahir di Bogor pada 6 Agustus 1983. Penulis menyelesaikan program diploma di bidang Analisis Kimia pada 2004 dari Institut Pertanian Bogor. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang Kimia pada tahun 2012 di Institut Pertanian Bogor, dengan skripsi berjudul “Arang Aktif Serbuk Kayu Mindi sebagai Bio Absorben Limbah Tekstil Cibacron Red”. Penulis bekerja sebagai Teknisi Litkayasa di Laboratorium Pelayanan Kimia, Balai Penelitian Ternak, sejak 2011 sampai 2022, kemudian melanjutkan kariernya sebagai Teknisi Litkayasa di Pusat Riset Peternakan BRIN dan saat ini beralih ke Direktorat Pengelolaan Laboratorium Fasilitas Riset, Kawasan Sains dan Teknologi BRIN. Alamat korespondensi: susi020@brin.go.id.

Else Mei Wike Andreas, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Else Mei Wike Andreas lahir di Brebes, 3 Mei 1994. Pendidikan SD dan SMP ditempuh di kawasan Kecamatan Salem, Brebes, serta pendidikan SMA ditempuh di SMA Negeri 1 Brebes dan lulus pada tahun 2009. Penulis melanjutkan pendidikan diploma tiga di Institut Pertanian Bogor dan lulus pada tahun 2015, kemudian melanjutkan lagi studi S-1 Kimia di Universitas Nusa Bangsa, Bogor, dan lulus pada tahun 2018. Penulis memiliki pengalaman kerja sebagai analis kimia pada tahun 2015–2018 di Laboratorium Pengujian Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat yang kini telah berganti nama menjadi Balai Pengujian Standar Intrumen Tanaman Obat, Rempah, dan Aromatik, Kementerian Pertanian.

Winwin Widaringsih, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Winwin Widaringsih lahir di Bogor, 28 April 1974. Pendidikan SD dan SMP ditempuh di Cigombong, Lido, Kabupaten Bogor. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Pertanian Pembangunan SPP SNAKMA Negeri Cinagara, Bogor, dan lulus pada tahun 1992. Pengalaman kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) dimulai tahun 2007 di Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor. Karier sebagai Fungsional Tekninisi Litkayasa dimulai tahun 2011, menjadi pelaksana di Laboratorium Nutrisi Ruminansia Besar. Pada tahun 2022, penulis berpindah menjadi Fungsional Teknisi Litkayasa di Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pangan dan Pertanian, dan tergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubagan Iklim Sektor Peternakan. Alamat korespondensi: winw001@.brin,go.id dan wien.widaringsih@gmail.com.

Nila Miraya, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Nila Miraya lahir di Bogor 5 Februari 1971. Penulis menempuh pendidikan di Bogor. Selepas SMA, penulis meneruskan ke Akademi Kimia Analis Bogor dan lulus pada tahun 1992. Pengalaman kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) dimulai pada tahun 1999 di Balai Penelitian Ternak, Badan Pene­litian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian. Karier sebagai Fungsional Teknisi Litkayasa dimulai pada tahun 2011, menjadi pelaksana di Labora­torium Teknologi Pakan. Pada tahun 2022, penulis berpindah men­jadi Fungsional Teknisi Litkayasa pada Badan Riset dan Inovasi Nasional, dalam Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pangan dan Pertanian, dan bergabung dalam Kelompok Riset Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Peternakan. E-mail: nila010@brin,go.id dan ladita_obit@yahoo.com.

Darlina Kartika Rini, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah

Darlina Kartika Rini lahir di Demak, Jawa Tengah, pada tanggal 30 Mei 1971. Pendidikan sarjana diperoleh di Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto, pada tahun 1989–1993. Magister Sains diperoleh dari Program Studi Biofisika di Sekolah Pascasarjana IPB pada tahun 2007–2010. Pendidikan doktor diperoleh dari Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Sekolah Pascasarjana IPB pada tahun 2018–2022. Penulis adalah dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sirojul Falah (STIT SIFA) Bogor, yang merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) di bawah Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat dan Banten di lingkup Kementerian Agama RI. Penulis mengajar pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (S-1) dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S-2). Fokus pengembangan keilmuannya adalah Ilmu Alamiah Dasar untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Filsafat Ilmu. Penulis telah memublikasikan lima artikel di jurnal nasional dan internasional bereputasi terindeks Scopus dan SINTA. E-mail: darlinakartikarini@gmail.com dan rinidarlinakartika@gmail.com.

Dede Lilis Chaerowati, Universitas Islam Bandung

Dede Lilis Chaerowati menyelesaikan pendidikan sarjana dalam bidang Manajemen Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran (Unpad) (1997); pendidikan magister dalam bidang Ilmu Komunikasi di Program Pascasarjana Unpad (2009); dan pendidikan doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi di Program Pascasarjana Unpad (2017). Sejak 1997, penulis merupakan dosen tetap di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Islam Bandung (Unisba). Sebagai pengajar di Program S-1, S-2, dan S-3 Ilmu Komunikasi Unisba, penulis mengampu beberapa mata kuliah yang terkait minat risetnya. Minat kajian dan risetnya adalah pada bidang komunikasi komunitas dan media komunitas, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan anak, perempuan dan komunitas marjinal, serta pemberdayaan media komunitas, termasuk radio komunitas. Bukunya yang sudah terbit ialah Media Anak Indonesia: Representasi Idola Anak dalam Majalah Anak-Anak (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014). Beberapa hasil risetnya telah terbit sebagai bab buku, seperti dalam buku Kedaulatan Komunikasi, berjudul “Kedaulatan Perempuan melalui Radio Komunitas: Perjuangan Mengentaskan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan” (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia/ISKI, 2015) dan dalam buku Riset Komunikasi dan BudayaPerspektif Teoretik dan Agenda Riset, berjudul “Menyuarakan Hak-Hak Anak Melalui Radio Komunitas Anak: Pengalaman Radio Komunitas Anak Karangsambung (RKS)” (Rajawali Pers, 2021). Penulis juga menjadi editor beberapa buku, antara lain Media dan Perubahan Sosial: Suara Perlawanan melalui Radio Komunitas (karya Eni Maryani, Rosdakarya, 2011) dan Transforming Woman’s Voices: Catatan Pengalaman 5 Tahun Pejuang Perempuan di Parlemen (karya Mooryati Soedibyo, Mooryati Institute, 2011). Penulis telah melakukan penelitian sejak 1998 dan mendapatkan beberapa hibah dari dalam dan luar kampus, seperti hibah dari Dirjen Dikti Kemendikbudristek RI. Hasil penelitiannya telah disajikan di berbagai konferensi nasional dan internasional serta diterbitkan di jurnal nasional dan internasional. Salah satu fokus risetnya sejak tahun 2013 ialah tentang kiprah radio komunitas di berbagai daerah perdesaan di Jawa Barat. Saat ini penulis menjadi editor-in-chief di Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, Unisba. E-mail: dede.lilis@unisba.ac.id.

Idi Subandy Ibrahim, Universitas Pasundan

Idi Subandy Ibrahim (usia 55), menyelesaikan pendidikan Sarjana dalam Bidang Ilmu ­Jurnalistik di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) (1997); pendi­dikan Magister dalam Bidang Manajemen Komunikasi Politik di Departemen Ilmu ­Komunikasi, Universitas Indonesia (UI) (2010); dan pendidikan Doktor dalam Bidang Ilmu Komunikasi di FISIP UI (2015).
Sejak 2015, penulis merupakan dosen tetap di Program Magister Ilmu Komunikasi (MIK) Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung; dosen luar biasa di Program MIK Pascasarjana FISIP Universitas Brawijaya (UB) Malang; dan dosen luar biasa Program Doktor Agama dan Media/Studi Agama- Agama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung. Dia juga pernah menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti di Program Studi Arsitektur ITB untuk materi kuliah “Arsitektur dan Gaya Hidup”.
Dengan minat kajian budaya popular, komunikasi politik, serta representasi budaya dan media, dia pernah terlibat dalam beberapa penelitian lapangan dan menjadi editor selama lebih tiga dekade, termasuk pernah sebagai editor empat buku hasil penelitian para peneliti LIPI yang diterbitkan bekerjasama dengan Penerbit Mizan. Selain pernah sebagai reviewer beberapa jurnal nasional dan internasional, Idi telah menerjemahkan sembilan buah buku, puluhan artikel ilmiah, telah memberi Kata Pengantar sebanyak 20 buku karya para penulis lain, dan selama tujuh tahun pernah menjadi redaktur dan editor Jurnal Komunikasi (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia) ketika masih edisi cetak. Menulis beberapa buku, di antaranya: Jurnalisme Kemiskinan: Representasi Kemiskinan di Media Lokal (Penerbit Buku Kompas, 2020); Budaya Populer sebagai Komunikasi: Dinamika Popscape dan Mediascape di Indonesia Kontemporer (Jalasutra, 2011); Kritik Budaya Komunikasi: Budaya, Media, dan Gaya Hidup dalam Proses Demokratisasi di Indonesia (Jalasutra, 2011); Kecerdasan Komunikasi: Seni Berkomunikasi kepada Publik (Simbiosa, 2007); Dari Nalar Keterasingan Menuju Nalar Pencerahan: Ruang Publik dan Komunikasi dalam Pandangan Soedjatmoko (Jalasutra, 2004); Sirnanya Komunikasi Empatik: Krisis Budaya Komunikasi dalam Masyarakat Kontemporer (Pustaka PBQ, 2004).
Idi merupakan salah seorang perintis kajian budaya populer dalam ilmu komunikasi di Indonesia dan pemikirannya telah diteliti menjadi beberapa skripsi. Sebagai pencinta literasi dan buku, dia pernah menjadi tim juri/verifikasi Panasonic Awards (ajang penghargaan insan televisi), kolumnis Pikiran Rakyat (2001–2007), dan kini merupakan salah seorang kolumnis analisis budaya Kompas. E-mail: idi.subandy@unpas.ac.id

References

Aldrian, E., Surmaini, E., Marwanto, S., Apriyana, Y., Maftu’ah, E., Pramudia, A., Fanggidae, Y. R., Supari, Syafrianno, A. A., Khoir, A. N., Chandrasa, G. T., Muharsyah, R., Suradi, Perdinan, Anggraeni, L., Adi, R. F., Tjahjono, R. E. P., Infrawan, D. Y. D., & Sulistyowati, D. (2022). Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian Indonesia: Fokus komoditas padi dan kopi (arabika dan robusta). PI-AREA.

Choi, G., Collins, D., Ren, G., Trewin, B., Baldi, M., Fukuda, Y., Afzaal, M., Pianmana, T., Gomboluudev, P., Huong, P. T. T., Lias, N., Kwon, W. T., Boo, K. O., Cha, Y. M., & Zhou, Y. (2009). Changes in means and extreme events of temperature and precipitation in the Asia-Pacific Network region, 1955–2007. International Journal of Climatology, 29(13), 1906–1925. https://doi.org/10.1002/joc.1979

Endo, N., Matsumoto, J., & Lwin, T. (2009). Trends in precipitation extremes over Southeast Asia. Sola, 5, 168–171.

Forster, H., Sterzel, T., Pape, C. A., Moneo-Lain, M., Niemeyer, I., Boer, R., & Kropp, J. P. (2011). Sea-level rise in Indonesia: On adaptation priorities in the agricultural sector. Regional Environmental Change, 11(4), 893–904. https://doi.org/10.1007/s10113-011-0226-9

Haryanto, B., Lestari, F., & Nurlambang, T. (2020). Extreme events, disaster, and health impact in Indonesia. Dalam R. Akhtar (Ed.), Extreme weather events and human health (227–245). Springer.

IPCC. (2023). Summary for policymakers. Dalam Core Writing Team, H. Lee, & J. Romero (Ed.), Climate change 2023: Synthesis report. Contribution of Working Groups I, II and III to the sixth assessment report of the Intergovernmental Panel on Climate Change (1–34). https://www.ipcc.ch/report/ar6/syr/downloads/report/IPCC_AR6_SYR_SPM.pdf

Kementerian PPN/Bappenas. (2019). Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020–2024.

Kementerian PPN/Bappenas. (2021). Daftar lokasi & aksi ketahanan iklim.

Kinose, Y., Masutomi, Y., Shiotsu, F., Hayashi, K., Ogawada, D., Gomez-Garcia, M., Matsumura, A., Takahashi, K., & Fukushi, K. (2020). Impact assessment of climate change on the major rice cultivar ciherang in Indonesia. Journal of Agricultural Meteorology, 76(1), 19–28. https://doi.org/10.2480/agrmet.D-19-00045

Kirtman, B., Power, S. B., Adedoyin, J. A., Boer, G. J., Bojariu, R., Camilloni, I., Doblas-Reyes, F. J., Fiore, A. M., Kimoto, M., Meehl, G. A., Prather, M., Sarr, A., Schär, C., Sutton, R., van Oldenborgh, G. J., Vecchi, G., & Wang, H. J. (2013). Near-term climate change: Projections and predictability. Dalam T. F. Stocker, D. Qin, G.-K. Plattner, M. Tignor, S. K. Allen, J. Boschung, A. Nauels, Y. Xia, V. Bex, & P. M. Midgley (Ed.), Climate change 2013: The physical science basis. Contribution of working group I to the fifth assessment report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Cambridge University Press. https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/2018/02/WG1AR5_Chapter11_FINAL.pdf

Le Bars, D., Drijfhout, S., & de Vries, H. (2017). A high-end sea level rise probabilistic projection including rapid Antarctic ice sheet mass loss. Environmental Research Letters, 12(4). https://doi.org/10.1088/1748-9326/aa6512

Nababan, B., Hadianti, S., & Natih, N. M. N. (2015). Dinamika anomali paras laut perairan Indonesia. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 7(1), 259–272.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). (2023). Laboratory for satellite altimetry/sea level rise: Regional sea level time series: Indonesian. Diakses 30 September, 2023, dari https://www.star.nesdis.noaa.gov/socd/lsa/SeaLevelRise/slr/slr_sla_int_keep_txj1j2_90.pdf

Ngai, S. T., Juneng, L., Tangang, F., Chung, J. X., Supari, S., Salimun, E., Cruz, F., Ngo-Duc, T., Phan-Van, T., Santisirisomboon, J., & Gunawan, D. (2022). Projected mean and extreme precipitation based on bias-corrected simulation outputs of CORDEX Southeast Asia. Weather and Climate Extremes, 37. https://doi.org/10.1016/j.wace.2022.100484

Ningsih, N. S., Azhari, A., & Al-Khan, T. M. (2023). Wave climate characteristics and effects of tropical cyclones on high wave occurrences in Indonesian waters: Strengthening sea transportation safety management. OceanandCoastal Management, 243. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2023.106738

Rahman, M. S., Huang, W. C., Toiba, H., Putritamara, J. A., Nugroho, T. W., & Saeri, M. (2023). Climate change adaptation and fishers’ subjective well-being in Indonesia: Is there a link? Regional Studies in Marine Science, 63. https://doi.org/10.1016/j.rsma.2023.103030

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (2009). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38771/uu-no-32-tahun-2009

Seneviratne, S. I., Zhang, X., Adnan, M., Badi, W., Dereczynski, C., Di Luca, A., Ghosh, S., Iskandar, I., Kossin, J., Lewis, S., Otto, F., Pinto, I., Satoh, M., Vicente-Serrano, S. M., Wehner, M., & Zhou, B. (2023). Weather and climate extreme events in a changing climate. Dalam V. Masson-Delmotte, P. Zhai, A. Pirani, S. L. Connors, C. Pean, S. Berger, N. Caud, Y. Chen, L. Goldfarb, M.I. Gomis, M. Huang, K. Leitzell, E. Lonnoy, J. B. R. Matthews, T. K. Maycock, T. Waterfield, O. Yelekci, R. Yu, & B. Zhou (Ed.), Climate change 2021: The physical science basis. Contribution of working group I to the sixth assessment report of the Intergovernmental Panel on Climate Change (1513–1766). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781009157896.013

Sofian, I., Wijanarto, A., & Karsidi, A. (2013). Estimating the steric sea level rise in Indonesian seas using an oceanic general circulation model. International Journal of Geoinformatics, 9(3). https://www.researchgate.net/publication/278031767

Sopaheluwakan, A. (2020). Projection of climate change in Indonesia: Preliminariy analysis for the Bengawan Solo River [Bahan paparan dalam Orientation Seminar on Climate Change Adaptation: In the Pilot Case of Solo River Basin]. https://www.pwri.go.jp/icharm/special_topic/20200319_indonesia/06_Ardhasena%20Sopaheluwkan.pdf

Supari, Tangang, F., Juneng, L., & Aldrian, E. (2017). Observed changes in extreme temperature and precipitation over Indonesia. International Journal of Climatology, 37(4), 1979–1997. https://doi.org/10.1002/joc.4829

Supari, Tangang, F., Juneng, L., Cruz, F., Chung, J. X., Ngai, S. T., Salimun, E., Mohd, M. S. F., Santisirisomboon, J., Singhruck, P., PhanVan, T., Ngo-Duc, T., Narisma, G., Aldrian, E., Gunawan, D., & Sopaheluwakan, A. (2020). Multi-model projections of precipitation extremes in Southeast Asia based on CORDEX-Southeast Asia simulations. Environmental Research, 184. https://doi.org/10.1016/j.envres.2020.109350

Surmaini, E., & Faqih, A. (2016). Kejadian iklim ekstrem dan dampaknya terhadap pertanian tanaman pangan di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 10(2), 115–128.

Susanti, E., Surmaini, E., & Estiningtyas, W. (2018). Parameter iklim sebagai indikator peringatan dini serangan hama penyakit tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan, 12(1), 59–70.

Adams, M. (2020). Anthropocene psychology: Being human in a more-than-human world. Routledge.

Ananda, R. R., & Widodo, T. (2019). A general assessment of climate change -Loss of agricultural productivity in Indonesia [Makalah]. Munich Personal RePEc Archive. https://ideas.repec.org/p/pra/mprapa/91316.html

Benyus, J. M. (2009). Biomimicry: Innovation inspired by nature (Nachdr.). Perennial.

Besari, M. S. (2008). Teknologi di Nusantara: 40 abad hambatan inovasi. Salemba Teknika.

BMKG. (2023). Analisis dinamika atmosfer dasarian III Oktober 2023. https://www.bmkg.go.id/iklim/dinamika-atmosfir.bmkg

Bruchac, M. M. (2014). Indigenous knowledge and traditional knowledge. Dalam C. Smith (Ed.), Encyclopedia of global archaeology (3814–3824). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4419-0465-2_10

Budianto, Y. (2023, 5 Juni). Krisis iklim yang mengancam keberlang­sung­an hidup manusia. Kompas. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/06/04/krisis-iklim-yang-mengancam-keberlangsungan-hidup-manusia

Burton, I. (1987). Report on reports: Our common future: The world commission on environment and development. Environment: Science and Policy for Sustainable Development, 29(5), 25–29.

Cruz, C. C. (2021). Decolonizing philosophy of technology: Learning from bottom-up and top-down approaches to decolonial technical design. Philosophy & Technology, 34(4), 1847–1881. https://doi.org/10.1007/s13347-021-00489-w

Di Gregorio, M., Fatorelli, L., Paavola, J., Locatelli, B., Pramova, E., Nurrochmat, D. R., May, P. H., Brockhaus, M., Sari, I. M., & Kusumadewi, S. D. (2019). Multi-level governance and power in climate change policy networks. Global Environmental Change, 54, 64–77. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2018.10.003

Foster, J. B. (2012). The planetary rift and the new human exemptionalism: A political-economic critique of ecological modernization theory. Organization & Environment, 25(3), 211–237. https://doi.org/10.1177/1086026612459964

Heeks, R. (2002). Information systems and developing countries: Failure, success, and local Improvisations. The Information Society, 18(2), 101–112. https://doi.org/10.1080/01972240290075039

Jerez, M. M. (2021). UN/DESA policy brief #101: Challenges and opportunities for indigenous peoples’ sustainability [Policy brief]. Department of Economic and Social Affairs, United Nations. https://www.un.org/development/desa/dpad/publication/un-desa-policy-brief-101-challenges-and-opportunities-for-indigenous-peoples-sustainability/

Klinenberg, E., Araos, M., & Koslov, L. (2020). Sociology and the climate crisis. Annual Review of Sociology, 46(1), 649–669. https://doi.org/10.1146/annurev-soc-121919-054750

Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan. (2021). Persepsi masyarakat atas dampak perubahan iklim pada sektor pertanian: Laporan kajian partisipatif [Laporan tidak diterbitkan].

Leiponen, A., & Helfat, C. E. (2011). Location, decentralization, and knowledge sources for innovation. Organization Science, 22(3), 641–658. https://www.jstor.org/stable/20868884

Lemmens, P., Blok, V., Zwier, J., & Philosophy Documentation Center. (2017). Toward a terrestrial turn in philosophy of technology. Techné: Research in Philosophy and Technology, 21(2–3), 114–126. https://doi.org/10.5840/techne2017212/363

Lenton, T. M., Xu, C., Abrams, J. F., Ghadiali, A., Loriani, S., Sakschewski, B., Zimm, C., Ebi, K. L., Dunn, R. R., Svenning, J.-C., & Scheffer, M. (2023). Quantifying the human cost of global warming. Nature Sustainability. https://doi.org/10.1038/s41893-023-01132-6

Ley, L. (2021). Building on borrowed time: Rising seas and failing infrastructure in Semarang. University of Minnesota Press.

Li, C., Ting, Z., & Rasaily, R. G. (2010). Farmer’s adaptation to climate risk in the context of China -: A research on Jianghan Plain of Yangtze River Basin. Agriculture and Agricultural Science Procedia, 1, 116–125. https://doi.org/10.1016/j.aaspro.2010.09.014

Magni, G. (2017). Indigenous knowledge and implications for the sustainable development agenda. European Journal of Education, 52(4), 437–447. https://doi.org/10.1111/ejed.12238

Mahaswa, R. K., & Kim, M. S. (2023). Introducing the pluriverse of the Anthropocene: Toward an ontological politics of environmental governance in Indonesia. Dalam A. Triyanti, M. Indrawan, L. Nurhidayah, & M. A. Marfai (Ed.), Environmental governance in Indonesia, vol. 61 (15–31). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-15904-6_2

Marseva, A. D., Putri, E. I. K., & Ismail, A. (2016). Analisis faktor resiliensi rumah tangga petani dalam menghadapi variabilitas iklim. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 17(1), 15–27. https://doi.org/10.21002/jepi.v17i1.632

Mathews, A. S. (2022). Trees are shape shifters: How cultivation, climate change, and disaster create landscapes. Yale University Press.

Mathews, F. (2011). Towards a deeper philosophy of biomimicry. Organization & Environment, 24(4), 364–387. https://doi.org/10.1177/1086026611425689

McCarthy, J. J., Canziani, O. F., Leary, N. A., Dokken, D. J., & White, K. S. (Ed.). (2001). Climate change 2001: Impacts, adaptation, and vulnerability: Contribution of Working Group II to the third assessment report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Cambridge University Press.

Merhav, M. (2015). Technological dependence, monopoly, and growth (1st ed.). Pergamon Press.

Mignolo, W. D. (2011). The darker side of Western modernity: Global futures, decolonial options. Duke University Press.

Mustika, P. P. (2022, 28 Juni). Hidup selaras dengan alam, tumpuan atasi krisis iklim.. Kompas. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2022/06/23/praktik-hidup-selaras-dengan-alam-tumpuan-atasi-krisis-iklim

Nugroho, H. Y. S. H., Indrawati, D. R., Indrajaya, Y., & Yuwati, T. W. (2023). Does indigenous wisdom still exist? Toward the involvement of indigenous peoples in disaster risk reduction. Dalam G. K. Panda, U. Chatterjee, N. Bandyopadhyay, M. D. Setiawati, & D. Banerjee (Ed.), Indigenous knowledge and disaster risk reduction (107–125). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-26143-5_6

Paeni, M. (2009). Sejarah kebudayaan Indonesia. Rajawali Pers.

Pittock, A. B. (2009). Climate change: The science, impacts and solutions (2nd ed.). Earthscan.

Reyes-García, V., Álvarez-Fernández, S., Benyei, P., García-del-Amo, D., Junqueira, A. B., Labeyrie, V., Li, X., Porcher, V., Porcuna-Ferrer, A., Schlingmann, A., & Soleymani, R. (2023). Local indicators of climate change impacts described by indigenous peoples and local communities: Study protocol. PLOS ONE, 18(1), Article e0279847. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0279847

Rijanta, R., Hizbaron, D. R., & Baiquni, M. (Ed.). (2014). Modal sosial dalam manajemen bencana (Cetakan pertama). Gadjah Mada University Press.

Schrape, J. F. (2019). The promise of technological decentralization. A brief reconstruction. Society, 56(1), 31–37. https://doi.org/10.1007/s12115-018-00321-w

Shah, K. U., Dulal, H. B., Johnson, C., & Baptiste, A. (2013). Understanding livelihood vulnerability to climate change: Applying the livelihood vulnerability index in Trinidad and Tobago. Geoforum, 47, 125–137. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2013.04.004

Smith, M. E., Ortman, S. G., & Lobo, J. (2023). Heritage sites, climate change, and urban science. Urban Climate, 47, Article 101371. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2022.101371

Soekiman, D. (2011). Kebudayaan Indis: Dari zaman kompeni sampai revolusi. Komunitas Bambu.

Steffen, W., Broadgate, W., Deutsch, L., Gaffney, O., & Ludwig, C. (2015). The trajectory of the Anthropocene: The Great Acceleration. The Anthropocene Review, 2(1), 81–98. https://doi.org/10.1177/2053019614564785

Sundberg, J. (2014). Decolonizing posthumanist geographies. Cultural Geographies, 21(1), 33–47. https://doi.org/10.1177/1474474013486067

Turangan, L., Willyanto, & Gunawan, F. (2014). Seni budaya & warisan Indonesia. Aku Bisa.

Widuri, N. R., Tupan, Yoganingrum, A., Rachmawati, R., Sulaksana, N., & Zakaria, Z. (2023). Indigenous knowledge of disaster risk reduction in Indonesia. Dalam G. K. Panda, U. Chatterjee, N. Bandyopadhyay, M. D. Setiawati, & D. Banerjee (Ed.), Indigenous knowledge and disaster risk reduction (229–255). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-26143-5_11

Wihardjaka, A. (2015). Mitigasi emisi gas metana melalui pengelolaan lahan sawah. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 34(3), 95–104.

Williston, B. (2021). Philosophy and the climate crisis: How the past can save the present. Routledge.

Zalasiewicz, J., Waters, C. N., Ellis, E. C., Head, M. J., Vidas, D., Steffen, W., Thomas, J. A., Horn, E., Summerhayes, C. P., Leinfelder, R., McNeill, J. R., Galuszka, A., Williams, M., Barnosky, A. D., Richter, D. D. B., Gibbard, P. L., Syvitski, J., Jeandel, C., Cearreta, A., … Zinke, J. (2021). The Anthropocene: Comparing its meaning in geology (chronostratigraphy) with conceptual approaches arising in other disciplines. Earth’s Future, 9(3), Article e2020EF001896. https://doi.org/10.1029/2020EF001896

Zwart, H. (2019). What is mimicked by biomimicry? Synthetic cells as exemplifications of the threefold biomimicry paradox. Environmental Values, 28(5), 527–549. https://doi.org/10.3197/096327119X15579936382356

Adu-Poku, D., Ackerson, N. O. B., Devine, R. N. O. A., & Addo, A. G. (2022). Climate mitigation efficiency of nitrification and urease inhibitors: impact on N2O emission–A review. Scientific African, 16, e01170. https://doi.org/10.1016/j.sciaf.2022.e01170

Al Viandari, N., Wihardjaka, A., Pulunggono, H. B., & Suwardi. (2022). Sustainable development strategies of rainfed paddy fields in Central Java, Indonesia: A review. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 37(2), 275–288. https://doi.org/10.20961/carakatani.v37i2.58242

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2011a). Pedoman umum: Adaptasi perubahan iklim sektor pertanian.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2011b). Roadmap strategi sektor pertanian menghadapi perubahan iklim (Edisi revisi).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2019). Pedoman umum: Inventarisasi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim sektor pertanian.

Boling, A. A., Bouman, B. A. M., Tuong, T. P., Murty, M. V. R., & Jatmiko, S. Y. (2007). Modelling the effect of groundwater depth on yield-increasing interventions in rainfed lowland rice in Central Java, Indonesia. Agricultural Systems, 92(1–3), 115–139. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2006.05.003

Boling, A., Tuong, T. P., Jatmiko, S. Y., & Burac, M. A. (2004). Yield constraints of rainfed lowland rice in Central Java, Indonesia. Field Crops Research, 90(2–3), 351–360. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2004.04.005

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Indonesia 2021. https://www.bps.go.id/publication/2021/02/26/938316574c78772f27e9b477/statistik-indonesia-2021.html

Dianga, A.-I., Musila, R. N., & Joseph, K. W. (2022). Rainfed rice farming production constrains and prospects, the Kenyan situation. Dalam M. Huang (Ed.), Integrative advances in rice research. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.95205

El-Nahhal, I., & El-Nahhal, Y. (2021). Pesticide residues in drinking water, their potential risk to human health and removal options. Journal of Environmental Management, 299. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2021.113611

Halder, K., Islam, M., Manir, M., & Ali, M. (2019). Moisture Stress and Different Rates of Nutrients on Growth and Yield of Rice. Bangladesh Rice Journal, 22(2), 23–30. https://doi.org/10.3329/brj.v22i2.44039

Ladha, J. K., Wade, L. J., Dobermann, A., Reichardt, W., Kick, G., J. D., & Piggin, C. (Ed.). (1998). Rainfed lowland rice: Advances in nutrients management research. International Rice Research Institute. https://books.google.co.id/books/about/Rainfed_Lowland_Rice.html?id=qW5Ysc3-f40C&redir_esc=y

Kalsum, U., Sabat, E., & Imadudin, P. (2020). Analisa hasil rendemen giling dan kualitas beras pada penggilingan padi kecil keliling. Agrosaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 2(2), 125-130.

Kang, S. W., Yun, J. J., Park, J. H., Cheong, Y. H., Park, J. H., Seo, D. C., & Cho, J. S. (2021). Effects of biochar and barley straw application on the rice productivity and greenhouse gas emissions of paddy field. Applied Biological Chemistry, 64(1). https://doi.org/10.1186/s13765-021-00666-7

Kasno, A., Rostaman, T., & Setyorini, D. (2016). Peningkatan produktivitas lahan sawah tadah hujan dengan pemupukan hara N, P, K dan penggunaan padi varietas unggul. Jurnal Tanah dan Iklim, 40(2), 147-157.

Khatri-Chhetri, A., Sapkota, T. B., Maharjan, S., Cheerakkollil Konath, N., & Shirsath, P. (2023). Agricultural emissions reduction potential by improving technical efficiency in crop production. Agricultural Systems, 207, Article 103620. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2023.103620

Kim, Y., Chung, Y. S., Lee, E., Tripathi, P., Heo, S., & Kim, K. H. (2020). Root response to drought stress in rice (Oryza sativa L.). International Journal of Molecular Sciences, 21(4), 12–14. https://doi.org/10.3390/ijms21041513

Mulyadi, M., & Wihardjaka, A. (2014). Emisi gas rumah kaca dan hasil gabah dari tiga varietas padi pada lahan sawah tadah hujan bersurjan. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 33(2), 116–121. https://doi.org/10.21082/jpptp.v33n2.2014.p116-121

Mulyani, A., Mulyanto, B., Barus, B., Panuju, D. R., Litbang, B., & Lahan, S. (2022). Analisis kapasitas produksi lahan sawah untuk ketahanan pangan nasional menjelang tahun 2045. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16(1), 33–50. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jsl/article/view/3314

Nikmah, K., & Musni, M. (2019). Peningkatan kemampuan serapan nitrogen (N) tanaman padi (Oryza sativa L.) melalui mutasi gen secara kimiawi. Agritrop, 17(1), 1–20. http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/AGRITROP/article/view/2182/1765

Norberg, L., Hellman, M., Berglund, K., Hallin, S., & Berglund, Ö. (2021). Methane and nitrous oxide production from agricultural peat soils in relation to drainage level and abiotic and biotic factors. Frontiers in Environmental Science, 9, 1–11. https://doi.org/10.3389/fenvs.2021.631112

Noviana, I., Haryati, Y., Sari, R., & Sunandar, N. (2021). Adaptation to climate change by using drought tolerant and early maturing rice varieties in Majalengka Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 648(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/648/1/012118

Nurrahma, A. H. I., & Melati, M. (2013). Pengaruh jenis pupuk dan dekomposer terhadap pertumbuhan dan produksi padi organik. Buletin Agrohorti, 1(1), 149–155. https://doi.org/10.29244/agrob.1.1.149-155

Oertel, C., Matschullat, J., Zurba, K., Zimmermann, F., & Erasmi, S. (2016). Greenhouse gas emissions from soils—A review. Chemie Der Erde, 76(3), 327–352. https://doi.org/10.1016/j.chemer.2016.04.002

Pandey, V., & Shukla, A. (2015). Acclimation and tolerance strategies of rice under drought stress. Rice Science, 22(4), 147–161. https://doi.org/10.1016/j.rsci.2015.04.001

Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional. (2021). https://peraturan.go.id/id/perpres-no-98-tahun-2021

Raza, S. M. A., Farrukh Saleem, M., Mustafa Shah, G., Jamil, M., & Haider Khan, I. (2013). Potassium applied under drought improves physiological and nutrient uptake performances of wheat (Triticum aestivun L.). Journal of Soil Science and Plant Nutrition, 13(1), 175–185. https://doi.org/10.4067/s0718-95162013005000016

Sutamihardja, R. (2009). Perubahan lingkungan global: Sebuah antologi tentang bumi kita. Yayasan Pasir Luhur.

Sutriadi, M. T., Harsanti, E. S., Wahyuni, S., & Wihardjaka, A. (2019). Pestisida nabati: Prospek pengendali hama ramah lingkungan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 13(2), 89–101.

Wade, L. J., George, T., Ladha, J. K., Singh, U., Bhuiyan, S. I., & Pandey, S. (1998). Opportunities to manipulate nutrient-by-water interactions in rainfed lowland rice systems. Field Crops Research, 56(1–2), 93–112. https://doi.org/10.1016/S0378-4290(97)00142-1

Wihardjaka, A. (2015). Mitigasi emisi gas metana melalui pengelolaan lahan sawah. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 34(3), 95. https://doi.org/10.21082/jp3.v34n3.2015.p95-104

Wihardjaka, A., & Harsanti, E. S. (2021). Dukungan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah pada pengelolaan padi sawah ramah lingkungan. Pangan, 30(1), 53–64. https://doi.org/10.33964/jp.v30i1.496

Wihardjaka, A., Pramono, A., & Sutriadi, M. T. (2020). Peningkatan produktivitas padi sawah tadah hujan melalui penerapan teknologi adaptif dampak perubahan iklim. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14(1), 25–36.

Wihardjaka, A., Yulianingsih, E., & Yulianingrum, H. (2020). Methane flux from high-yielding Inpari rice varieties in Central Java, Indonesia. SAINS TANAH – Journal of Soil Science and Agroclimatology, 17(2), 128–134. https://doi.org/10.20961/stjssa.v17i2.38459

Aldrian, E., Gates, L. D., & Widodo, F. H. (2007). Seasonal variability of Indonesia rainfall in ECHAM4 simulations and in the reanalyses: The role of ENSO. Theoretical and Applied Climatology, 87, 41–59.

Aminatun, Widyastuti, S. H., & Djuwanto. (2014). Pola kearifan masyarakat lokal dalam sistem sawah surjan untuk konservasi ekosistem pertanian. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(1), 65–76.

Andika, K. K. (2020, 11 Agustus). Kearifan lokal kebekolo sebagai solusi konservasi lahan miring. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/kurniakrisandika6564/5f3273aa097f360f61537572/kearifan-lokal-kebekolo-sebagai-solusi-konservasi-lahan-miring

Apriyana, Y., Surmaini, E., Estiningtyas, W., Pramudia, A., Ramadhani, F., Suciantini, Susanti, E., Purnamayani, R., & Syahbuddin, H. (2021). The integrated cropping calendar information system: A coping mechanism to climate variability for sustainable agriculture in Indonesia. Sustainability, 13(11), 6495. https://doi.org/10.3390/su13116495

Aldrian, E., Karmini, M., & Budiman. (2011). Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klima­tologi, dan Geofisika.

Cahyono, W. E., & Supriatin, L. S. (2015). Pemanasan global: Penyebab dan dampaknya pada ekosistem., Dalam Polusi udara dan gas rumah kaca (38–45). Media Akselerasi.

Cordova, M.J., Walser, R., Neff, J., & Ruzek, J. I. (2005). Predictors of emotional adjusment following traumatic injury: Personal, social, and material resources. Prehospital & Disaster Medicine, 20(1), 7–13.

Findayani, A. (2015). Kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan banjir di Kota Semarang. Jurnal Geografi, 12(1).

Godish, T. (2004). Air quality (4th edition). Lewis Publishers.

Khairullah, I., Ar-Riza, I., & Nurita. (2017). Kearifan lokal petani lahan rawa lebak. IAARD Press. Diunduh pada 15 Mei, 2023, dari https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/a272c6db-a52e-48bf-85f0- 9ac531838fab/content

Kementerian PPN/Bappenas. (2014). Rencana aksi nasional adaptasi perubahan iklim.

Komariah, Ariyanto, D. P., Sumani, Yanti, Y., Setyawati, A., & Priswita, R. P. W. (2021). Kearifan lokal padi ratun sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo. Jurnal Semar, 10(1), 7–12.

Kusumasanyoto, S. (2009). Pembangunan sumber daya air dalam dimensi hamemayu hayuning bawono. Hasta Cipta Mandiri.

Maridi. (2015). Mengangkat budaya dan kearifan lokal dalam sistem konservasi tanah dan air. Dalam Prosiding seminar nasional XII pendidikan biologi FKIP UNS (20–39). https://jurnal.uns.ac.id/prosbi/article/view/6672

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. (2008). https://peraturan.bpk.go.id/Details/4833

Smit, B., Burton, I., Klein, R. J. T., & Street, R. (1999). The science of adaptation: A framework for assessment. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 4, 199–213.

Supriatin, L. S. (2014). Sistem pertanian padi sawah berkelanjutan pada iklim tropika basah [Disertasi]. Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia.

Syahputra, A., Asyiah, I. N., & Iqbal, M. (2019). Studi etnologi pengendalian hama dan penyakit tanaman pada masyarakat Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dalam Prosiding seminar nasional masyarakat biodiversitas Indonesia, volume 5, nomor 3 (438–443).

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). https://peraturan.bpk.go.id/Details/39901/uu-no-24-tahun-2007(2007).

Vávra, J., Lapka, M., Cudlinova, E., & Dvorakova-Liskova, Z. (2015). Local perception of floods in the Czech Republic and recent changes in state flood management strategies. Journal of Flood Risk Management, 10, 238–252. https://doi.org/10.1111/jfr3.12156

Wisnubroto, S. (1999). Pengenalan waktu tradisional pranata mangsa dan wariga menurut jabaran meteorologi: Manfaatnya dalam pertanian dan sosial. Mitra Gama Widya.

Athoillah, A., Prabowo, D. P., & Marwanto. (2019). Sejarah pertanian surjan di Kulon Progo. Dinas Kabupaten Kulon Progo.

Aulia, T. O. S., & Dharmawan, A. H. (2010). Kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya air di Kampung Kuta. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, 4(3), 345–355.

Kementerian PPN/Bappenas. (2019). Rancangan teknokratik: Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024: Indonesia berpenghasilan menengah-tinggi yang sejahtera, adil, dan berke­sinambungan.

Baveye, P. C., Schnee, L. S., Boivin, P., Laba, M., & Radulovich, R. (2020). Soil organic matter research and climate change: Merely re-storing carbon versus restoring soil functions. Frontiers in Environmental Science, 8, 579904. https://doi.org/10.3389/fenvs.2020.579904

Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Indonesia 2019.

Damayanti,A. F. (2021). The Bali Wariga calculation system: An analysis of season determination in astronomic perspective [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Dariah, A. (2013). Sistem pertanian efisien karbon sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi sektor petanian terhadap perubahan iklim. Dalam H. Soeparno, E. Pasandaran, M. Syarwani, A. Dariah, S. M. Pasaribu, & N. S. Saad (Ed.), Politik embangunan pertanian menghadapi perubahan Iklim (195–213). IAARD Press.

Dariah, A., & Nurzakiah, S. (2014). Pengelolaan tata air lahan gambut. Dalam N. L. Nurida & A. Wihardjaka (Ed.), Panduan pengelolaan berkelanjutan lahan gambut terdegradasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Dariah, A., & Yufdi, M. (2017). Pertanian organik sebagai upaya mitigasi emisi gas rumah kaca dan peningkatan adaptasi terhadap perubahan iklim. Dalam E. Pasandaran, M. Syakir, R. Heriawan, & M. P. Yufdi (Ed.), Memperkuat kemampuan wilayah menghadapi perubahan iklim. IAARD Press.

Dariah, A., Susanti, E., & Avianto, N. (2018). Peningkatan kemampuan petani dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim (Improving farmers’ ability to adapt). IAARD Press.

Dariah, A., Nurida, L. N., Yustika, R. D., & Suryani, E. (2022). Annual upland agriculture as a vulnerable system to climate change. Dalam E. Husen, S. Marwanto, & F. Agus (Ed.), Strengthening agricultural resilience against climate change through climate smart agriculture (49–52). Indonesian Agency for Agricultural Research and Development, Ministry of Agriculture.

Djadjadi, Mastur, Dalmadiyo, G., & Murdiyati, A. S. (2004). Efektivitas teknik konservasi lahan dalam menekan erosi dan penyakit lincat. Jurnal Litri, 10(4), 135–141.

Delgado, A. J., Groffman, P. M., Nearing, M. A., Goddard, T., Reicosky, D., Lal, R., Kitchen, N. R., Rice, C. W., Towery, D., & Salon, P. (2011). Conservation practices to mitigate and adapt to climate change. Journal of Soil And Water Conservation, 66(4), 118–129. https://doi.org/10.2489/jswc.66.4.118A

Evalina, L. W. (2016). Vertical communication based on local wisdom: A study of world class university. Pertanika Journal Social Sciences & Humanities, 24(S), 59–70.

Fajarini, U. (2014). Peranan kearifan lokal dalam pendidikan karakter. Sosio Didaktika, 1(2), 123–130.

Fankhauser, S. (2016). Adaptation to climate change (Centre for Climate Change Economics and Policy Working Paper No 287, Grantham Research Institute on Climate Change and the Environment Working Paper No 255). http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.2869292

Gonzalez-Sanchez, E. J., Moreno-Garcia, M., Kassam, A., Holgado-Cabrera, A., Trivino-Tarradas, P., Carbonell-Bojollo, R., Pisante, M., Veros-Gonzalez, O., & Basch, G. (2021). Conservation agriculture: Making climate change mitigation and adaptation real in Europe. European Conservation Agriculture Federation (ECAF).

Gross, J. E., Woodley, S., Welling, L. A., & Watson, J. E. M. (2016). Adapting to climate change: Guidance for protected area managers and planners (Best practices protected area guidelines series No. 24). IUCN. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.CH.2017.PAG.24.en

Gusli, S., Sumeni, S., Sabodin, R., Muqfi, I. H., Nur, M., Hairiah, K., Useng, D., & van Noordwijk, M. (2020). Soil organic matter, mitigation of and adaptation to climate change in cocoa-based agroforestry systems. Land, 9(9), 323. https://doi.org/10.3390/land9090323

Hamada, J. I., Yamanaka, M. D., Matsumoto, J., Fukao, S., Winarso, P. A., & Sribimawati, T. (2002). Spatial and temporal variations of the rainy season over Indonesia and their link to ENSO. Journal of the Meteorological Society of Japan, 80(2), 285–310.

Hapsari, H., Hapsari, D., Karyani, T., & Fatimah, S. (2019). Adaptation of indigenous community agricultural systems on climate change (case study of Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi Regency, West Java). Dalam IOP conference series: Earth and environmental science (Vol. 306, 012031). IOP Publishing.

Harini, R., Aulia, D. N., Ningrum, E. C., Hanifah, K., Fitria, L., & Dewanti, T. (2020). Kearifan lokal pertanian, permasalahan, dan arahan strategi dalam pengelolaan pertanian di Desa Sembungan. Majalah Geografi Indonesia, 34(2), 125–129.

Hermanto, Agus, F., Alihamsaya, T, Surmaini, E., Dariah, A., Estuningtyas, W., Heryani, N., Susanti, E., Tiesnamurti, B., Ikhsan, M., Zuziana, Sumarman, E. H., Chaidirsyah, R. M., Waryanto, B., Adhie, S., Semoadji, T., & Salampessy, Y. N. (2022). Grand design pembangunan rendah karbon dan berketahahan iklim. Kementerian Pertanian.

Ichdayati, L. I. (2014). Respon petani dan adaptasinya terhadap perubahan iklim. Jurnal Agribisnis, 8(2), 155–170.

Jacinthe, R., & Lal, R. (2001). A mass balance approach to assess carbon dioxide evolotion during erosion event. Land Degradation & Development, 12(4), 329–339.

Kamarulzaman, N. H., Vaiappuri, S. K. N., Ismail, N. A., & Mydin, M. A. O. (2016). Local knowledge of flood preparedness: Current phenomena to future action. Jurnal Teknologi, 78(5), 85–89.

Kasno, A., Setyorini , D., & Nurjaya. (2003). Status C-organik lahan sawah di Indonesia. Dalam Prosiding kongres nasional VIII himpunan ilmu tanah Indonesia (HITI).

Khairullah, I., Ar-Riza, I., & Nurita. (2017). Kearifan lokal petani lahan rawa lebak. IAARD Press.

Komariah, Ariyanto, D. P., Sumani, Yanti, Y., Setyawati, A., & Priswita, R. P. W. (2021). Kearifan lokal padi ratun sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo. Jurnal Semar, 10(1), 7–12.

Lahati, B. K., & Abdullatif, Z. (2018). Memasyarakatkan Trichoderma sp lokal sebagai agen pengendali hayati organisme pengganggu tanaman cabai (Capsicum annum). Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 65–73.

Lal, R. (1995). Global soil erosion by water and carbon dynamic. Dalam R. Lal, J. M. Kimble, E. Levine, & B. A. Stewart, Soil and global change (131–141). CRC Press.

Limpo, S. Y., Fahmid, I. M., Fattah, A., Rauf, A. W., Surmaini, E., Muslimin, Saptana, Syahbuddin, H., & Andri, K. B. (2022). Integrating indigenous and scientific knowledge for decision making of rice farming in South Sulawesi, Indonesia. Sustainability, 14(5), 2952. https://doi.org/10.3390/su14052952

Maridi. (2015). Mengangkat budaya dan kearifan lokal dalam sistem konservasi tanah dan air. Dalam Prosiding seminar nasional XII pendidikan biologi FKIP UNS. Universitas Sebelas Maret.

Navarro-Pedreño, J., Almendro-Candel, M. B., & Zorpas, A. A. (2021). The increase of soil organic matter reduces global warming. Sci, 3(1). https://www.researchgate.net/publication/349923449

Nurida, N. L., & Jubaedah. (2014). Teknologi peningkatan cadangan karbon lahan kering dan potensinya pada skala nasional. Dalam F. Agus (Ed.), Konservasi tanah menghadapi perubahan iklim (53–82). IAARD Press.

Prabowo, Y. B., & Sudrajat. (2021). Kasepuhan Ciptagelar: Pertanian sebagai simbol budaya dan keselarasan alam. Jurnal Adat dan Budaya, 3(1), 6–16.

Putra, A. W. S., Hariadi, S. S., & Subejo. (2016). Peran Kejreun Blang terhadap perilaku petani dalam pengelolaan air pertanian di Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam Prosiding seminar nasional multi disiplin ilmu dan call for papers Unisbank. Universitas Stikubank.

Putri, A. W. S. (2015). Kolaborasi dengan kearifan lokal. Dalam Buletin STMKG Media komunikasi dan dokumentasi (Edisi ketiga). Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Rafiqa, N. (2022, 14 Juli). Kenali pranata mangsa, penanggalan jawa yang tepat untuk bercocok tanam. AyoSemarang.com. https://www.ayosemarang.com/umum/pr-773889721/kenali-pranata-mangsa-penanggalan-jawa-yang-tepat-untuk-bercocok-tanam

Reuter, T., & Dariah, A. (2019). Pertanian, ketahanan pangan, dan peru­bahan iklim. Dalam S. Nurbaya, N. Masripatin, S. Adiwibowo, Y. Sugandi, & T. Reuter (Ed.), Trilogi Indonesia menghadapi perubahan iklim (32–42). Kompas Media Nusantara.

Rimanang, A. (2016). Pranatamangsa: Astrologi Jawa kuno. Kepel Press.

Rumpel, C., Amiraslani, F., Chenu, C., Cardenas, M. G., Kaonga, M., Koutika, L. S., Ladha, J., Madari, B., Shirato, Y., Smith, P., Soudi, B., Soussana, J. F., Whitehead, D., & Wollenberg, E. (2020). The 4p 1000 initiative: Opportunities, limitations and challanges for implementing soil organic carbon sequestration as a sustainable development strategy. Ambio, 49, 350–360. https://doi.org/10.1007/s13280-019-01165-2

Ryals, R., Hartman, M. D., Parton, W. J., DeLonge, M. S., & Silver, W. L. (2015). Long-term climate change mitigation potential with organic matter management on grasslands. Ecological Society of America, 25(2), 531–545. https://doi.org/10.1890/13-2126.1

Sarwani, M. (2002). Pengelolaan air di lahan pasang surut. Dalam I. Ar-Riza, M. Sarwani, & T. Alihamsyah (Ed.), Pengelolaan air dan tanah di lahan pasang surut. Balai Penelitian Tanaman Pangan Lahan Rawa.

Sarwani, M., Nurida, L. N., & Agus, F. (2013). Greenhouse gas emissions and land use issues related to the use of bioenergy in Indonesia. J. Litbang Pert., 32(2), 56–66.

Sindhunata. (2011). Pranata mangsa. Kepustakaan Populer Gramedia.

Smit, B., Pilifosova, O., Burton, I., Challenger, B., Huq, S., Klein, R. J. T., Yohe, G., Adger, N., Downing, T., Harvey, E., Kane, S., Parry, M., Skinner, M., Smith, J., & Wandel, J. (2018). Adaptation to climate change in the context of sustainable development and equity.

Sobirin, S. (2018). Pranata mangsa dan budaya kearifan lingkungan. Jurnal Budaya Nusantara, 2(1), 250–264.

Sulaiman, A. A., Agus, F., Noor, M., Dariah, A., Irawan, B., & Surmaini, E. (2018). Jurus jitu menyikapi iklim ekstrim El Nino dan La Nina untuk pemantapan ketahanan pangan. IAARD Press.

Suprihati. (2019, 11 Desember). “Nyabuk gunung”, Budaya memuliakan tanah dan menekan erosi. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/nprih/5df0945fd541df69d204f0d3/nyabuk-gunung-budaya-menekan-erosi-dan-memuliakan-tanah

Sutton, M. A., & Bleeker, A. (2013). Environmental science: The shape of nitrogen to come. Nature, 494, 435–437. https://doi.org/10.1038/nature11954

Syahputra, A., Asyiah, I. N., & Iqbal, M. (2019). Studi etnologi pengendalian hama dan penyakit tanaman pada masyarakat Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dalam Prosiding seminar nasional masyarakat biodiversitas Indonesia volume 5 nomor 3 (438–443).

Timmermann, A. (2001). Changes of ENSO stability due to greenhouse warming. Geophysical Research Letter, 28(10), 2061–2064.

Timmermann, A., Oberhuber, J., Bacher, A., Esch, M., Latif, M., & Roeckner, E. (1999). Increased El Nino frequency in a climate model forced by future greenhouse warming. Nature, 398, 694–697.

Widjaja-Adhi, I. P. (1995). Pengelolaan tanah dan air dalam pengembangan sumber daya lahan rawa untuk usaha tani berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Windia, W., Pusposutardjo, S., Sutawan, N., Sudira, P., & Arif, S. S. (2005). Sistem irigasi subak dengan landasan Tri Hita Karana (THK) sebagai teknologi sepadan dalam pertanian beririgasi. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 5(3), 43939. https://ojs.unud.ac.id/index.php/soca/article/view/4095

Yulia, E., Widiantini, F., & Kurniawan, W. (2018). Pengendalian penyakit tanaman padi dan sayuran dengan ekstrak binahong di Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(7).

Alphen, J. V. (2016). The Delta Programme and updated flood risk management policies in the Netherlands. Journal of Flood Risk Management, 9, 310–319.

Badan Informasi Geospasial. (2020). Gazeter nasional tahun 2020. https://sinar.big.go.id/detail/download/MS1HYXpldGVyLU5hc2lvbmFsLTIwMjAyLnBkZg==

Boret, S. P., & Gerster, J. (2021). Social lives of tsunami walls in Japan: Concrete culture, social innovation and coastal communities. Dalam IOP conference series: Earth and environmental science 630 (012029).

Brady, A. F., & Boda, C. S. (2017). How do we know if managed realignment for coastal habitat compensation is successful? Insights from the Implementation of the EU Birds and Habitats Directive in England. Ocean & Coastal Management, 143, 164–174.

Bragg, W. K., Gonzalez, S. T., Rabearisoa, A., & Stoltz, A. D. (2021). Communicating managed retreat in California. Water, 13(6), 781.

Charmaz, K. (2006). Constructing grounded theory: A practical guide through qualitative analysis. Sage Publications.

Cho, I. (1996). A guide to places of historical interest in the lower Yoshino Basin (in Japanese). Tokushima Work Office, Ministry of Construction.

Church, J. A., & White, N. J. (2011). Sea-level rise from the late 19th to the early 21st century. Surv Geophys, 32, 585–602. https://doi.org/10.1007/s10712-011-9119-1.

Crist, M. (2018, 22 Februari). Beside, I’ll be dead. London Review of Books. Diakses pada tanggal 15 Juli, 2022, dari https://www-lrb-co-uk.translate.goog/the-paper/v40/n04/meehan-crist/besides-i-ll-be-dead?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=op,sc

Dennis, B., & Mooney, C. (2016, 30 Maret). Scientists nearly double sea level rise projections for 2100, because of Antarctica. The Washington Post. Diakses pada 15 Juli, 2022, dari https://www.washingtonpost.com/news/energy-environment/wp/2016/03/30/antarctic-loss-could-double-expected-sea-level-rise-by-2100-scientists-say/

Dorkenoo, K., Scown, M., & Boyd, E. (2022). A critical review of disproportionality in loss and damage from climate change. WIREs Climate Change, 13(4), e770.

Ennas, G., & Di Guardo, M. C. (2015). Features of Top-Rated Gold Open Access Journals: An Analysis of the Scopus Database. Journal of Informetrics, 9(1), 79–89.

Erban, L. E., Gorelick, S. M., & Zebker, H. A. (2014). Groundwater extraction, land subsidence, and sea-level rise in the Mekong Delta, Vietnam. Environmental Research Letters, 9(8), 084010.

Goeldner-Gianella, L., Bertrand, F., Annaig, O., & Grancher, D. (2015). Depolderisation policy against coastal flooding and social acceptability on the French Atlantic coast: The case of the Arcachon Bay. Ocean and Coastal Management, 116, 98–107.

Haddaway, N. R., Collins, A. M., Coughlin, D., & Kirk, S. (2015). The role of Google Scholar in evidence reviews and its applicability to grey literature searching. PLoS ONE, 10(9), Article 0138237.

Haigh, I. D., Nicholls, R. J., Penning-Rowsell, E. C., & Sayers, P. (2020). Impacts of climate change on coastal flooding, relevant to the coastal and marine environment around the UK. MCCIP Science Review, 2020, 546–565.

Hampton Roads Sanitation District. (2016). Interim financial report for subordinate wastewater bonds. https://www.hrsd.com/sites/default/files/assets/HRSDBondsPDFs/InterimFinancialReportforSubordinateWastewaterBondsSeries2016-ForthePeriodEndedJanuary312023.pdf

Handwerger, L. R., Sugg, M. M., & Runkle, J. D. (2021). Present and future sea level rise at the intersection of race and poverty in the Carolinas: A geospatial analysis. The Journal of Climate Change and Health, 3, Article 100028.

Herrera-Garcia, G., Ezquerro, P., Tomas, R., Bejar-Pizarro, M., Lopez-Vinielles, J., Rossi, M., Mateos, R. M., Carreon-Freyre, D., Lambert, J., Teatini, J., Cabral-Cano, E., Erkens, G., Galloway, D., Hung, W. C., Kakar, N., Sneed, M., Tosi, L., Wang, H., & Ye, S. (2021). Mapping the global threat of land subsidence. Science, 371(6524), 34–36.

Hinkel, J., Lincke, D., Vafeidis, A. T., Perrettec, M., Nicholls, R. J., Tol, R. S. J., Marzeion, B., Fettweis, X., Ionescu, C., & Levermann, A. (2014). Coastal flood damage and adaptation cost under 21st century sea-level rise. Procedings of the National Academy of Scienses, 111(9), 3292–3297.

Hofstede, J. (2019). Kustenschutz in Schleswig-Holstein: ein Uberblick uber Strategien und Maßnahmen. Dalam Die Kuste 87 (287–302). Westholsteinische Verlagsanstalt Boyens und Co.

Huismans, Y., van der Spek, A., Lodder, Q., Zijlstra, R., Elias, E., & Wang, Z. B. (2022). Development of intertidal flats in the Dutch Wadden Sea in response to a rising sea level: Spatial differentiation and sensitivity to the rate of sea level rise. Ocean and Coastal Management, 216, Article 105969.

Kantamaneni, K., Rice, L., Du, X., Allali, B., & Yenneti, K. (2022). Are current UK coastal defences good enough for tomorrow? An assessment of vulnerability to coastal erosion. Coastal Management, 50(2), 142–159.

Kenney, M. A., & Gerst, M. D. (2021). Synthesis of indicators, datasets, and frameworks available to establish resilience and adaptation indicators: Case study of Chesapeake Bay Region, USA. Current Climate Change Reports, 7, 35–44.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar. (2017). https://jdih.setkab.go.id/PUUdoc/175209/Keppres%20No%206%20Tahun%202017.pdf

Kulp, S. A., & Strauss, B. H. (2019). New elevation data triple estimates of global vulnerability to sea-level rise and coastal flooding. Nature Communications, 10, Article 4844.

Lawrence, J., Boston, J., Bell, R., Olufson, S., Kool, R., Hardcastle, M., & Stroombergen, A. (2020). Implementing pre-emptive managed retreat: Constraints and novel insights. Current Climate Change Reports, 6, 66–80.

Le, T. D. N. (2020). Climate change adaptation in coastal cities of developing countries: Characterizing types of vulnerability and adaptation options. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 25, 739–761.

Lee, M. (2001). Coastal defence and the habitats directive: Predictions of habitat change in England and Wales. The Geographical Journal, 167(1), 39–56.

Ngo, L. M., & Hoang, H. Y. (2020). Climate change and sea level rise response solutions for Can Gio District, Ho Chi Minh City: Potential to adapt ideas from selected developed countries. Dalam L. T. T. Huong & G. M. Pomeroy (Ed.), AUC 2019: Proceedings of the 15th international asian urbanization conference, Vietnam. Springer. https://www.springerprofessional.de/en/climate-change-and-sea-level-rise-response-solutions-for-can-gio/18480562

Nicholls, R. J., Hanson, S. E., Lowe, J. A., Slangen, A. B. A., Wahl, T., Hinkel, J., & Long, A. J. (2021). Integrating new sea-level scenarios into coastal risk and adaptation assessments: An ongoing process. WIREs Climate Change, 12(3), Article e706.

Nicholls, R. J., Townend, I. H., Bradbury, A. P., Ramsbottom, D., & Day, S. A. (2013). Planning for long-term coastal change: Experiences from England and Wales. Ocean Engineering, 71, 3–16.

NOAA Climate.gov. (2022). Sea level change (1993-2001). https://www.climate.gov/media/14660

Oblogov, G. E., Vasiliev, A. A., Streletskaya, I. D., Zadorozhnaya, N. A., Kuznetsova, A. O., Kanevskiy, M. Z., & Semenov, P. B. (2020). Methane content and emission in the permafrost landscapes of Western Yamal, Russian Arctic. Geosciences, 10(10), Article 412.

OECD. (2014). Water governance in the Netherlands: Fit for the future?OECD Publishing.

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. J Clin Epidemiol, 134, 178–189.

Prasetyo, Y., Bashit, N., Sasmito, B., & Setianingsih, W. (2019). Impact of land subsidence and sea level rise influence shoreline change in the coastal area of Demak. Dalam IOP conference series: Earth and environmental science volume 280 (012006).

Purwanto, E. (2009). “Rumah panggung” for the settlement with sea level rise problem in the fishermen settlement of Tambak Lorok Semarang. Journal of Coastal Development, 13(2), 1–14.

Putri, E. E., Galib, M., & Mubarak. (2021). Analysis of inundation area as an impact of sea level rise in Kota Pariaman District, West Sumatera Province. Jurnal of Coastal and Ocean Scienses, 2(3),193–200.

Robert, S., & Schleyer-Lindenmann, A. (2021). How ready are we to cope with climate change? Extent of adaptation to sea level rise and coastal risks in local planning documents of Southern France. Land Use Policy, 104, Article 105354.

Saputra, E. (2020). Land Subsidence as a Sleeping Disaster Case studies from Indonesia [Disertasi]. Utrecht University.

Sesana, E., Gagnon, A. S., Ciantelli, C., Cassar, J., & Hughes, J. J. (2021). Climate change impacts on cultural heritage: A literature review. WIREs Climate Change, 12(4), Article e710.

Siagian, A. (2022a, 1 April). Perubahan iklim dan teknologi stabilitas volume air laut. Bisnis Indonesia. Diakses pada 21 Juli, 2022, dari https://bisnisindonesia.id/article/perubahan-iklim-dan-teknologi-stabilitas-volume-air-laut

Siagian, A. (2022b). Urgensi intervensi sea level rise di Indonesia. Generasi Peneliti. Diakses pada 21 Juli, 2022, dari https://generasipeneliti.id/tulisan.php?id=IDfUVBiDhX6QPV&judul=Urgensi-Intervensi-Sea-Level-Rise-di-Indonesia

Siagian, A. [@almukhollis]. (2022c, 12 Mei). Gagasan CHI A GIAN [Reel]. Instagram. https://www.instagram.com/reel/Cddmk_njUT2/?igshid=MDJmNzVkMjY=

Siders, A. R. (2019). Managed retreat in the United States. One Earth, 1(2), 216–225.

Sierra-Correa, P. C., & Kintz, J. R. C. (2015). Ecosystem-based adaptation for improving coastal planning for sea-level rise: A systematic review for mangrove coasts. Marine Policy, 51, 385–393. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2014.09.013

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia. (1996). https://peraturan.go.id/id/uu-no-6-tahun-1996

University of Leeds. (2018, 13 Juni). Antarctica ramps up sea level rise. www.leeds.ac.uk/news/article/4250/antartica_ramps_up_sea_level_rise

University of Oxford. (2020). Sea-level rise in a 4 degree world [Video presentasi]. https://podcasts.ox.ac.uk/sea-level-rise-4-degree-world

Van de Vuurst, P., & Escobar, L. E. (2020). Perspective: Climate change and the relocation of Indonesia’s capital to Borneo. Frontiers in Earth Science, 8, 5.

Wallace-Wells, D. (2019). Bumi yang tak dapat dihuni. Gramedia Pustaka Utama.

World Bank (2018). Senegal – Saint-Louis emergency recovery and resilience project (P166538): Combined project information documents / integrated safeguards datasheet (PID/ISDS) (Report No: PIDISDSA24100).

Yong, E. L. (2021). Understanding the economic impacts of sea-level rise on tourism prosperity: Conceptualization and panel data evidence. Advances in Climate Change Research, 12(2), 240–253.

Yu, H., Gong, H., & Chen, B. (2022). Analysis of superposition effect of land subsidence and sea level rise in Tianjin Coastal area and its emerging risks. Authorea. https://d197for5662m48.cloudfront.net/documents/publicationstatus/77699/preprint_pdf/7a0ba30512ba1c0d26dda6598f772135.pdf

Zeebe, R. E., Ridgwell, A., & Zachos, J. C. (2016). Anthropogenic carbon release rate unprecedented during the past 66 million years. Nature Geoscience, 9, 325–329.

Adams, R. M., & Peck, D. E. (2008). Effects of climate change on water resources. CHOICES The magazine of food, farm, and resource issues (vol. 23, nomor 1). https://www.choicesmagazine.org/2008-1/theme/04.pdf

Aerts, J. C. J. H., Kriek, M., & Schepel, M. (1999). STREAM (Spatial tools for river basins and environment and analysis of management options): ‘Set up and requirements’. Phys. Chem. Earth (B), 24(6), 591–595. https://www.researchgate.net/publication/329736838

Aldrian, E., Karmini, M., & Budiman. (2011). Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Balitbangtan. (2017). Petunjuk teknis implementasi infrastruktur panen air. Kementerian Pertanian.

Barnett, T. P., Adam, J. C., & Lettenmaier, D. P. (2005). Potential impacts of a warming climate on water availability in snow-dominated regions. Nature, 438, 303–309. https://doi.org/10.1038/nature04141

Beza, A. I., Lilis H, Y., & Suprayogi, I. (2016). Kajian pemanfaatan air hujan sebagai pemenuhan kebutuhan air bersih di Pulau Kecil (Studi kasus: Desa Concong Tengah Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir). Jom FTEKNIK, 3(1), 1–10.

BWS Sumatera IV. (2021). Pembangunan akuifier buatan simpanan air hujan (ABSAH). Diakses pada15 Mei 2023, dari https://sda.pu.go.id/balai/bwssumatera4/post/detail/pembangunan-akuifier-buatan-simpanan-air-hujan-absah

Chiew, F. H. S., & Mcmahon, T. A. (1996). Trends in historical streamflow records. Dalam J. A. A. Jones, C. Liu, M. K. Woo, H. T. Kung (Ed.), Regional hydrological response to climate change (63–68). Kluwer Academic Publisher.

Firdaus, U. (2022, 5 Maret). Peran komunitas Mat Peci dalam optimalisasi pemanfaatan air hujan di era new normal [Pemaparan]. Kongres Memanen Air Hujan IV, Yogyakarta.

Giyanto. (2022, 17 Desember). Merajut harapan, Memanen air hujan [Pemaparan]. Kongres Memanen Air Hujan V Tahun 2022, Yogyakarta.

Grehenson, G. (2018). Pakar UGM ajak masyarakat memanen air hujan. Diakses pada 7 Mei, 2023, dari https://www.ugm.ac.id/id/berita/17044

Hadimuljono, B. (2021, Januari 13). Manfaatkan air hujan, Padat karya ABSAH Kementerian PUPR TA 2021 mencakup 273 Lokasi. Diakses pada 13 Mei, 2023, dari https://pu.go.id/berita/manfaatkan-air-hujan-padat-karya-absah-kementerian-pupr-ta-2021-mencakup-273-lokasi

Heryani, N. (2021). Pengembangan teknologi panen air untuk memenuhi kebutuhan domestik. Jurnal Sumberdaya Lahan, 15(2), 117–129. https://doi.org/10.21082/jsdl.v15n2.2021.117-129

Heryani, N. (2022). Dam parit bertingkat dan teknologi irigasi hemat air untuk optimalisasi pemanfaatan sumberdaya air di lahan kering. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 41(2), 74–84. https://doi.org/10.21082/jp3.v41n2.2022.p74-84

Heryani, N., Kartiwa, B., Sosiawan, H., Rejekiningrum, P., Adi, S. H., Apriyana, Y., Pramudia, A., Yufdy, M. P., Tafakresnanto, C., Rivaie, A. A., Suratman, Dariah, A., Malik, A., Yusuf, & Setiani, C. (2022). Analysis of climate change impacts on agricultural water availability in Cimanuk Watershed, Indonesia. Sustainability (Switzerland), 14(23), Article 16236. https://doi.org/10.3390/su142316236

Heryani, N., Sawiyo, & Pujilestari, N. (2013). Pemberian irigasi sumplementer pada lahan kering berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan produktivitas lahan. Dalam Prosiding seminar nasional matematika, sains dan teknologi volume 4, tahun 2013, 58–71.

Heryani, N., Sosiawan, H., & Hari Adi, S. (2014). Penilaian kesesuaian pembangunan dam parit bertingkat untuk antisipasi kekeringan: Studi kasus Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Sumber Daya Air, 10(2), 113–124.

Heryani, N., Sudarman, K., Talaohu, S. H., & Sawiyo. (2013). Disain teknologi panen hujan untuk kebutuhan rumah tangga studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 16(3), 170–182.

IPCC. (2013). Climate change 2013: The physical science basis. Contribution of working group I to the fifth assessment report of Intergovernmental Panel on Climate Change (T. F. Stocker, D. Qin, G. K Plattner, M. Tignor, S. K. Allen, J. Boschung, A. Nauels, Y. Xia, V. Bex, & P. M. Midgley [Ed.]). Cambridge University Press. https://www.researchgate.net/publication/266208027

IPCC. (2014). Climate change 2014: Synthesis report. Contribution of working groups I, II, and III to the fifth assessment report of the Intergovernmental Panel on Climate Change (Core Writing Team, R. K. Pachauri, & L.A. Meyer [Ed.]).

Janrosi, M. R. E., Sujatmoko, B., & Fauzi, M. (2018). Pemanenan air hujan secara komunal di Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Teknik, 5(2), 1–7.

Joleha, Sujatmoko, B., Djuniati, S., Gussafri, H., Bochari, Hendri, A., & Suprasman. (2019). Penerapan teknologi pemanenan air hujan menuju desa mandiri air bersih di Pulau Merbau. Unri Conference Series: Community Engagement, 1, 317–324. https://doi.org/10.31258/unricsce.1.317-324

Julian, M. M., Nishio, F., Poerbandono, & Ward, P. J. (2011). Simulation of river discharges in major watersheds of Northwestern Java From 1901 To 2006. International Journal of Technology, 2(1), 37–46.

Kartiwa, B. (2018). SIEMPRITA: Sistem irigasi embung terkoneksi tampungan renteng irit air [Presentasi poster]. Pembahasan Hasil Penelitian Blok Program di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Kartiwa, B. (2021). Pengembangan teknologi hemat air untuk efisiensi irigasi di lahan sawah tadah hujan Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Status lingkungan hidup Indonesia 2020.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2008). Kajian risiko dan adaptasi terhadap perubahan iklim Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kementerian PPN/Bappenas. (2009). Indonesia climate change sectoral roadmap (M. Irving, S. Thamrin, H. von Luepke, P. Guizol, Medrilzam, C. Panjiwibowo, L. Stender, T. Harrison, F. K. Ursula, A. Amalia, I. Ni Tua, & T. D. Virgyanti [Ed.]).

Kementerian PPN/Bappenas. (2014). Rencana aksi nasional adaptasi perubahan iklim (RAN-API).

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 11/PRT/M/2014 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Hujan pada Bangunan Gedung dan Persilnya. (2014). https://peraturan.bpk.go.id/Details/104493/permen-pupr-no-11prtm2014-tahun-2014

Srivastav, A. L., Dhyani, R., Ranjan, M., Madhav, S., & Sillanpää, M. (2021). Climate-resilient strategies for sustainable management of water resources and agriculture. Environmental Science and Pollution Research, 28, 41576–41595. https://doi.org/10.1007/s11356-021-14332-4

Loo, Y. Y., Billa, L., & Singh, A. (2015). Effect of climate change on seasonal monsoon in Asia and its impact on the variability of monsoon rainfall in Southeast Asia. Geoscience Frontiers, 6(6), 817–823. https://doi.org/10.1016/j.gsf.2014.02.009

Malek, K., Adam, J. C., Stockle, C. O., & Peters, R. T. (2018). Climate change reduces water availability for agriculture by decreasing non-evaporative irrigation losses. Journal of Hydrology, 561, 444–460. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2017.11.046

Pawenrusi, F. (t.t.) Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) [Bahan paparan PPT]. Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Poerbandono, Ward, P. J., & Julian, M. M. (2009). Set up and calibration of a spatial tool for simulating river discharge of Western Java in recent decades: Preliminary results and assessments. Journal of Engineering and Technological Sciences, 41(1), 50–64.

Radhika, Firmansyah, R., & Hatmoko, W. (2017). Perhitungan ketersediaan air permukaan di Indonesia berdasarkan data satelit. Jurnal Sumber Daya Air, 13(2), 115–130.

Ranesh, K. Y. (2014). Impact of climate change on water resources. J Earth Sci Clim Change, 5(3), 185. https://doi.org/10.4172/2157-7617.1000185

Rejekiningrum, P. (2014). Dampak perubahan iklim terhadap sumberdaya air: Identifikasi, simulasi, dan rencana aksi. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8(1), 1–15.

Rejekiningrum, P. (2021). Pengembangan teknologi hemat air untuk efisiensi irigasi di lahan kering iklim kering. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Rivaie, A. A. (2021). Pengembangan teknologi hemat air untuk efisiensi irigasi di lahan kering masam. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Sekolah Vokasi UGM. (2022, 17 Desember). Komunitas pecinta pemanenan air hujan [Pemaparan]. Kongres Memanen Air Hujan V Tahun 2022, Yogyakarta.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2017). 111 pulau ini ditetapkan Presiden Jokowi sebagai pulau-pulau kecil terluar. Diakses pada 12 Mei, 2023, dari https://setkab.go.id/111-pulau-ini-ditetapkan-presiden-jokowi-sebagai-pulau-pulau-kecil-terluar/

Sen, Z. (2021). Reservoirs for water supply under climate change impact—A review. Water Resources Management, 35(11), 3827–3843). https://doi.org/10.1007/s11269-021-02925-0

Setiyo. (2022, 17 Desember). Peran kelompok masyarakat dalam me­manfaatkan air hujan untuk memenuhi kecukupan air di Desa Sruni, Boyolali, Komunitas Agni Mandiri, Desa Sruni Musuk, Boyolali [Pemaparan]. Kongres Memanen Air Hujan V Tahun 2022, Yogyakarta.

Sosiawan, H. (2015). Penelitian dan pengembangan model food smart village pada lahan kering untuk adaptasi perubahan iklim. Balai Penelitian Agroklimat Dan Hidrologi, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Stocker, T. F., Qin, D., Plattner, G., Alexander, L., Allen, S., Bindoff, N., Bréon, F., Church, J., Cubasch, U., Emori, S., Forster, P., Friedlingstein, P., Gillett, N., Gregory, J., Hartmann, D., Jansen, E., Kirtman, B., Knutti, R., Kanikicharla, K. K., … Tangang, F. (2013). Technical summary. Dalam T. F. Stocker, D. Qin, G.-K. Plattner, M. Tignor, S. K. Allen, J. Boschung, A. Nauels, Y. Xia, V. Bex, & P. M. Midgley (Ed.), Climate change 2013: The physical science basis. Working group I contribution to the fifth assessment report of the Intergovernmental Panel on Climate Change.

Subagiyo, A. (2021). Perubahan iklim dan ketahanan sumber daya air. Aris Subagiyo. Diakses pada 16 Mei, 2023, dari http://arissubagiyo.lecture.ub.ac.id/2021/05/perubahan-iklim-dan-ketahanan-sumber-daya-air/

Sutrisno, E., Siregar, Y. I., & Nofrizal. (2016). Pengembangan sistem pemanenan air hujan untuk penyediaan air bersih di Selatpanjang Riau. Dinamika Lingkungan Indonesia, 3(1), 1–8.

Sutrisno, N. (2019). Model pengelolaan air terpadu untuk meningkatkan indeks pertanaman tanaman pangan dan produksi pertanian. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Sutrisno, N., Heryani, N., Nurbani. (2012). Ketahanan air mendukung ketersediaan pangan pulau-pulau kecil. Dalam E. Pasandaran, E. E. Ananto, K. Suradisastra, S. N. Sutrisno, B. Irawan, H. Soeparno, & A. Hendriadi (Ed.), Membangun kemandirian pangan pulau-pulau kecil dan wilayah perbatasan. IAARD Press.

Tan, L., Feng, P., Li, B., Huang, F., Liu, D. L., Ren, P., Liu, H., Srinivasan, R., & Chen, Y. (2022). Climate change impacts on crop water productivity and net groundwater use under a double-cropping system with intensive irrigation in the Haihe River Basin, China. Agricultural Water Management, 266. https://doi.org/10.1016/j.agwat.2022.107560

Tan, V., & Wora, M. (2021). Kajian pemanfaatan air hujan sebagai pemenuhan kebutuhan air bersih di Pulau Ende. TEKNOSIAR, 15(1), 9–17.

Tarekegn, N., Abate, B., Muluneh, A., & Dile, Y. (2022). Modeling the impact of climate change on the hydrology of Andasa watershed. Modeling Earth Systems and Environment, 8(1), 103–119. https://doi.org/10.1007/s40808-020-01063-7

The World Bank. (2013). Turn down the heat: Climate extremes, regional impacts, and the case for resilience.

Tolentino, P. L. M., Poortinga, A., Kanamaru, H., Keesstra, S., Maroulis, J., David, C. P. C., & Ritsema, C. J. (2016). Projected impact of climate change on hydrological regimes in the Philippines. PLoS ONE, 11(10). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0163941

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. (2007). https://peraturan.bpk.go.id/Details/39911/uu-no-27-tahun-2007

UNESCO, & UN Water. (2020). United Nations world water development report: Water and climate change.

WALHI-FoE Indonesia. (t.t.). Small islands and profound impact of the climate crisis [Buklet].

Wang, Xj., Zhang, Jy., Ali, M., Shahid, S., He, Rm., Xia, Xh., & Jiang, Z. (2016). Impact of climate change on regional irrigation water demand in Baojixia irrigation district of China. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 21(2), 233–247. https://doi.org/10.1007/s11027-014-9594-z

WMO. (2016, 8 November). The global climate 2011-2015: Hottest five year period on record. Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2016/11/161108122748.htm#

Ahmed, T. U., Saifur Rahman, G. M., Bashar, K., Shamsuzzaman, M., Samajpati, S., Sultana, S., Hossain, M. I., Banu, N. N., & Rahman, M. S. (2007). Seasonal prevalence of dengue vector mosquitoes in Dhaka City, Bangladesh. Bangladesh J. Zool, 35(2), 205–212.

Aisya, N. S. (2019). Politik adaptasi perubahan iklim dalam pendekatan multilevel governance di Kota Semarang. Jurnal Hubungan Inter­nasional, 8(1). https://doi.org/10.18196/hi.81143

Akanda, A. S., & Johnson, K. (2018). Growing water insecurity and dengue burden in the Americas. The Lancet Planetary Health, 2(5), e190–e191. https://doi.org/10.1016/S2542-5196(18)30063-9

Bai, L., Morton, L. C., & Liu, Q. (2013). Climate change and mosquito-borne diseases in China: A review. Globalization and Health, 9(1), 1–22. https://doi.org/10.1186/1744-8603-9-10

Bakhsh, K., Sana, F., & Ahmad, N. (2018). Dengue fever in Punjab, Pakistan: Knowledge, perception and adaptation among urban adults. Science of the Total Environment, 644, 1304–1311. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2018.07.077

Bambrick, H. J., Capon, A. G., Barnett, G. B., Beaty, R. M., & Burton, A. J. (2011). Climate change and health in the urban environment: adaptation opportunities in Australian cities. Asia Pacific Journal of Public Health, 23(2 SUPPL.). https://doi.org/10.1177/1010539510391774

Banu, S., Hu, W., Guo, Y., Hurst, C., & Tong, S. (2014). Projecting the impact of climate change on dengue transmission in Dhaka, Bangladesh. Environment International, 63, 137–142.

Bardosh, K. L., Ryan, S., Ebi, K., Welburn, S., & Singer, B. (2017). Addressing vulnerability, building resilience: Community-based adaptation to vector-borne diseases in the context of global change. Infectious Diseases of Poverty, 6(1), 1–21. https://doi.org/10.1186/s40249-017-0375-2

Bhardwaj, D., Chawla, S., Sahoo, I., Rathore, P., Sharma, A., & Siddique, N. (2020). Dengue in pregnancy. Medical Journal of Dr. D.Y. Patil Vidyapeeth, 13(3), 264–267. https://doi.org/10.4103/mjdrdypu.mjdrdypu_195_19

Bhatt, S., Gething, P. W., Brady, O. J., Messina, J. P., Farlow, A. W., Moyes, C. L., Drake, J. M., Brownstein, J. S., Hoen, A.G., Sankoh, O., Myers, M. F., George, D. B., Jaenisch, T., William Wint, G. R., Simmons, C. P, Scott, T. W., Farrar, J. J., & Hay, S. I. (2013). The global distribution and burden of dengue. Nature, 496(7446), 504–507. https://doi.org/10.1038/nature12060

Borg, F. H., Andersen, J. G., Karekezi, C., Yonga, G., Furu, P., Kallestrup, P., & Kraef, C. (2021). Climate change and health in urban informal settlements in low- and middle-income countries–a scoping review of health impacts and adaptation strategies. Global Health Action, 14(1). https://doi.org/10.1080/16549716.2021.1908064

Bouzid, M., Colón-González, F. J., Lung, T., Lake, I. R., & Hunter, P. R. (2014). Climate change and the emergence of vector-borne diseases in Europe: Case study of dengue fever. BMC Public Health, 14(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/1471-2458-14-781

Brown, A., Dayal, A., & Rumbaitis Del Rio, C. (2012). From practice to theory: Emerging lessons from Asia for building urban climate change resilience. Environment and Urbanization, 24(2), 531–556. https://doi.org/10.1177/0956247812456490

Cahyorini, Azhar, K., & Veridona, G. (2019). Dengue Hemorrhagic Fever vulnerability indicators valuation due to climate change in Semarang City. Dalam IOP conference series: Earth and environmental science, volume 363. IOP Publishing. https://doi.org/10.1088/1755-1315/363/1/012012

Carabali, M., Hernandez, L. M., Arauz, M. J., Villar, L. A., & Ridde, V. (2015). Why are people with dengue dying? A scoping review of determinants for dengue mortality. BMC Infectious Diseases, 15(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12879-015-1058-x

Case, M., Ardiansyah F., & Spector, E. (2007). Climate change in Indonesia: Implications for humans and nature (Summary). World Wide Fund for Nature (WWF). http://assets.panda.org/downloads/inodesian_climate_change_impacts_report_14nov07.pdf

Chotigeat, U., Kalayanarooj, S., & Nisalak, A. (2003). Vertical transmission of dengue infection in Thai infants: Two case reports. Journal of the Medical Association of Thailand, 86(SUPPL. 3).

Fankhauser, S., McDermott, T. K. J. (2014). Understanding the adaptation deficit: Why are poor countries more vulnerable to climate events than rich countries? Global Environmental Change, 27(1), 9–18.

Friedman, E. E., Dallah, F., Harville, E. W., Myers, L., Buekens, P., Breart, G., & Carles, G. (2014). Symptomatic dengue infection during pregnancy and infant outcomes: A retrospective cohort study. PLoS Neglected Tropical Diseases, 8(10). https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0003226

Kementerian Kesehatan RI (2021). Strategi nasional penanggulangan dengue 2021–2025. https://p2pm.kemkes.go.id/storage/publikasi/media/file_1631494745.pdf

Kementerian Lingkungan Hidup. (2012). Kajian resiko dan adaptasi peru­bahan iklim: Kota Tarakan, Sumatera Selatan, dan Malang Raya, Ringkasan untuk pembuat kebijakan.

Levy, K., Smith, S. M., & Carlton, E. J. (2018). Climate change impacts on waterborne diseases: moving toward designing interventions. Current Environmental Health Reports, 5(2), 272–282. https://doi.org/10.1007/s40572-018-0199-7

Malhotra, N., Chanana, C., & Kumar, S. (2006). Dengue infection in pregnancy. International Journal of Gynecology and Obstetrics, 94(2), 131–132. https://doi.org/10.1016/j.ijgo.2006.05.002

Measey, M. (2010). Indonesia: A vulnerable country in the face of climate change. Global Majority E-Journal, 1(1), 31–45.

Morrow, G., & Bowen, K. (2014). Accounting for health in climate change policies: A case study of Fiji. Global Health Action, 7(1), 1–11. https://doi.org/10.3402/gha.v7.23550

Negev, M., Paz, S., Clermont, A., Pri-Or, N. G., Shalom, U., Yeger, T., & Green, S. (2015). Impacts of climate change on vector borne diseases in the mediterranean basin — implications for preparedness and adaptation policy. International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(6), 6745–6770. https://doi.org/10.3390/ijerph120606745

Paixao, E. S., Harron, K., Campbell, O., Teixeira, M. G., Costa, M. D. C. N., Barreto, M. L., & Rodrigues, L. C. (2018). Dengue in pregnancy and maternal mortality: A cohort analysis using routine data. Scientific Reports, 8(1), 1–6. https://doi.org/10.1038/s41598-018-28387-w

RS Sari Asih Ciputat. (2016, 9 Februari). Demam Berdarah Dengue adalah satu jenis penyakit infeksi yang di timbulkan oleh Virus Dengue (genus Flavivirus), virus ini [Terlampir gambar] [Status update]. Facebook. Diakses 31 Oktober, 2020, dari https://www.facebook.com/rssariasihciputat/photos/a.1655722034699714/1679222022349715/

Tarakan endemis DBD: P2PL perkenalkan Topi Anti DBD. (2012, 15 Desember). Radar Tarakan. Diakses pada 17 Desember, 2012. https://www.radartarakan.co.id/index.php/kategori/detail/Tarakan/29144

Tim Redaksi JPNN. (2012, 15 Desember). Endemis, Tarakan kenalkan Topi Anti DBD. JPNN.com. https://www.jpnn.com/news/endemis-tarakan-kenalkan-topi-anti-dbd?page=3

Rocque, R. J., Beaudoin, C., Ndjaboue, R., Cameron, L., Poirier-Bergeron, L., Poulin-Rheault, R. A., Fallon, C., Tricco, A. C, & Witteman, H. O. (2021). Health effects of climate change: An overview of systematic reviews. BMJ Open, 11(6). https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-046333

Skipetrova, A., Wartel, T. A., & Gailhardou, S. (2018). Dengue vaccination during pregnancy – An overview of clinical trials data. Vaccine, 36(23), 3345–3350. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2018.04.050

Sugiyatmi, T. A. (2014, 20 Desember 2014). Implementasi “Topi anti DBD (TAD)” sebagai alternatif upaya preventif pengendalian vektor DBD di kawasan permukiman pesisir [Presentasi]. Kick off meeting: Pelaksanaan program TAD strategi adaptasi perubahan iklim, Tarakan, Indonesia.

Sugiyatmi, T. A. (2016, 18 Oktober 2016). Anti DHF covering system (TADs) in water container as preventive action in vector control in coastal settlement area of Tarakan, North Kalimantan Indonesia [Presentasi makalah]. Ministry of Health: International Seminar as part of the 52nd Indonesia Health Day, Jakarta, Indonesia.

Thornton, P. K., Ericksen, P. J., Herrero, M., & Challinor, A. J. (2014). Climate variability and vulnerability to climate change: A review. Global Change Biology, 20(11), 3313–3328. https://doi.org/10.1111/gcb.12581

Valentová, A., & Bostik, V. (2021). Climate change and human health. Military Medical Science Letters (Vojenske Zdravotnicke Listy), 90(2), 93–99. https://doi.org/10.31482/mmsl.2021.010

World Health Organization. (2022a). Virtual meeting of regional technical advisory group for dengue and other arbovirus diseases.

World Health Organization. (2022b, 14 Juli). Laboratory testing for Zika virus and dengue virus infections: Interim guidance. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-ZIKV_DENV-LAB-2022.1

World Health Organization. (2022c, 29 November). Surveillance and control of arboviral diseases in the WHO African region: Assessment of country capacities. https://www.who.int/publications/i/item/9789240052918

Abbas, Q., Han, J., Adeel, A., & Ullah, R. (2019). Dairy production under climatic risks: Perception, perceived impacts and adaptations in Punjab, Pakistan. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(20), 4036. https://doi.org/10.3390/ijerph16204036

Kholidi, A. K., Iqbal, L. M., Faizun, A., & Masdani. (2023). Program pendidikan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan dalam mewujudkan green village di Montong Sapah, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 3(1), 349–354.

Anton, A., Kasip, L. M., Pribadi, L. W., Depamede, S. N., & Asih, A. R. S. (2016). Perubahan status fisiologis dan bobot badan sapi bali bibit yang diantarpulaukan dari Pulau Lombok ke Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia, 2(1), 86–95.

Archana, P. R., Sejian, V., Ruban, W., Bagath, M., Krishnan, G., Aleena, J., Manjunathareddy, G. B., Beena, V., & Bhatta, R. (2018). Comparative assessment of heat stress induced changes in carcass traits, plasma leptin profile and skeletal muscle myostatin and HSP70 gene expression patterns between indigenous Osmanabadi and Salem Black goat breeds. Meat Science, 141, 66–80. https://doi.org/10.1016/j.meatsci.2018.03.015

Astuti, A., Erwanto, & Santosa, P. E. (2015). Pengaruh cara pemberian konsentrat-hijauan terhadap respon fisiologis dan performa sapi peranakan Simmental. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4), 201–207.

Astuti, N., Soeprobowati, T. R., & Budiyono. (2013). Produksi Biogas dari enceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) dan limbah ternak sapi di Rawa Pening. Dalam Prosiding seminar nasional X Pendidikan Biologi FKIP UNS.

Badan Ketahanan Pangan. (2021). Direktori perkembangan konsumsi pangan. https://ditjenpkh.pertanian.go.id/uploads/download/3e8f561f9e61f478b634605ccf1effb4.pdf

Beauchemin, K. A., McAllister, T. A., & McGinn, S. M. (2009). Dietary mitigation of enteric methane from cattle. CABI reviews. https://doi.org/10.1079/PAVSNNR20094035

Bernabucci, U. (2019). Climate change: Impact on livestock and how can we adapt. Animal Frontiers, 9(1), 3–5. https://doi.org/10.1093/af/vfy039

Bett, B., Kiunga, P., Gachohi, J., Sindato, C., Mbotha, D., Robinson, T., Lindahl, J., & Grace, D. (2017). Effects of climate change on the occurrence and distribution of livestock diseases. Preventive Veterinary Medicine, 137, 119–129.

Bogale, G. A., & Erena, Z. B. (2022). Drought vulnerability and impacts of climate change on livestock production and productivity in different agro-ecological zones of Ethiopia. Journal of Applied Animal Research, 50(1), 471–489, https://doi.org/10.1080/09712119.2022.2103563

Badan Pusat Statistik. (2020). Peternakan dalam angka 2020. https://www.bps.go.id/publication/2020/06/10/93c6d3265760176e2a87c8cf/peternakan-dalam-angka-2020.html

Badan Pusat Statistik. (2022). Peternakan dalam angka 2022. https://www.bps.go.id/publication/2022/06/30/4c014349ef2008bea02f4349/peternakan-dalam-angka-2022.html

Caro, D., Davis, S. J., Bastianoni, S., & Caldeira, K. (2014). Climatic Change, 126, 203–216. https://doi.org/10.1007/s10584-014-1197-x

Cheng, M., McCarl, B., & Fei, C. (2022). Climate change and livestock production: A literature review. Atmosphere, 13(1), 140. https://doi.org/10.3390/atmos13010140

Dharmayanti, N. L. P. I. (2020). Mewaspadai dan merespons zoonosis emerging and re-emerging infectious disease. Dalam Prosiding seminar nasional teknologi peternakan dan veteriner (8–13). http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2020-p.8-13

Dittmar, J., Janssen, H., Kuske, A., Kurtz, J., & Scharsack, J. P. (2014). Heat and immunity: an experimental heat wave alters immune functions in three-spined sticklebacks (Gasterosteus aculeatus). Journal of Animal Ecology, 83, 744–757. https://doi.org/10.1111/1365-2656.12175

Empat kebijakan pemerintah untuk perubahan iklim. (2021). Merdeka.com. https://www.merdeka.com/uang/empat-kebijakan-pemerintah-untuk-perubahan-iklim.html

Promket, D., Kenchaiwong, W., & Ruangwittayanusorn, K. (2020). Effects of climate change on milk yield and milk composition in Thai crossbred holstein cows. International Journal of Geomate, 18(67), 108–113. https://doi.org/10.21660/2020.67.5807

Feliciano, R. J., Boué, G., & Membré, J.-M. (2020). Overview of the potential impacts of climate change on the microbial safety of the dairy industry. Foods, 9(12), 1794. https://doi.org/10.3390/foods9121794

Feng, X., Qiu, H., Pan, J., & Tang, J. (2022). The impact of climate change on livestock production in pastoral areas of Tiongkok. Science of The Total Environment, 770, Article 144838. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.144838

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2021). AQUASTAT – FAO’s global information system on water and agriculture.

Gerber, P. J., Steinfeld, H., Henderson, B., Mottet, A., Opio, C., Dijkman, J., Falcucci, A., & Tempio, G. (2013). Tackling climate change through livestock – A global assessment of emissions and mitigation opportunities. Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO).

Grossi, G., Goglio, P., Vitali, A., & Williams, A. G. (2019). Livestock and climate change: Impact of livestock on climate and mitigation strategies. Animal Frontiers, 9(1), 69–76.

Harrison, S. P., Gornish, E. S., & Copeland, S. (2015). Climate-driven diversity loss in a grassland community. Proceedings of the National Academy of Sciences, 112(28), 8672–8677.

Heinke, J., Lannerstad, M., Gerten, D., Havlík, P., Herrero, M., Notenbaert, A. M. O., Hoff, H., & Müller, C. (2020). Water use in global livestock production—Opportunities and constraints for increasing water productivity. Water Resources Research, 56(12).

Hempel, S., Menz, C., Pinto, S., Galán, E., Janke, D., Estellés, F., Müschner-Siemens,T., Wang, X., Heinicke, J., Zhang, G., Amon, B., del Prado, A., & Amon, T. (2019). Heat stress risk in European dairy cattle husbandry under different climate change scenarios – uncertainties and potential impacts. Earth System Dynamics, 10(4), 859–884. https://doi.org/10.5194/esd-10-859-2019

Henry, B., Charmley, E., Eckard, R., Gaughan, J. B., & Hegarty, R. (2012). Livestock production in a changing climate: adaptation and mitigation research in Australia. Crop & Pasture Science, 63, 191–202. https://doi.org/10.1071/CP11169

Herrero, M., Henderson, B., Havlík, P., Thornton, P. K., Conant, R. T., Smith, P., Wirsenius, S., Hristov, A. N., Gerber, P., Gill, M., Butterbach-Bahl, K., Valin, H., Garnett, T., & Stehfest, E. (2016). Greenhouse gas mitigation potentials in the livestock sector. Nature Climate Change, 6, 452–461. https://doi.org/10.1038/nclimate2925

Hoffmann, I. (2013). Adaptation to climate change–exploring the potential of locally adapted breeds. Animal, 7, 346–362.

Homann-Kee Tui, S., Valdivia, R. O., Descheemaeker, K., Senda, T., Masikati, P., Makumbe, M. T., & van Rooyen, A. F. (2020). Crop-livestock integration to enhance ecosystem services in sustainable food systems. Dalam L. Rusinamhodzi (Ed.), The role of ecosystem services in sustainable food systems (141–169). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-816436-5.00008-1

Hopkins, A., & Del Prado, A. (2007). Implications of climate change for grassland in Europe: impacts, adaptations and mitigation options: a review. Grass and Forage Science, 62(2), 118–126.

Jayanegara, A. (2008). Reducing methane emissions from livestock: nutritional approaches. Dalam Proceedings of Indonesian Students Scientific Meeting (ISSM), Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) European Chapter (18–21).

Jayanegara, A., Makkar, H. P. S., & Becker, K. (2009). Emisi metana dan fermentasi rumen in vitro ransum hay yang mengandung tanin murni pada konsentrasi rendah. Media Peternakan, 32(3), 184–194.

Joy, A., Dunshea, F. R., Leury, B. J., Clarke, I. J., DiGiacomo, K., & Chauhan, S. S. (2020). Resilience of small ruminants to climate change and increased environmental temperature: A review. Animals, 10(5), 867.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Laporan inventarisasi gas rumah kaca dan monitoring, pelaporan verifikasi.

Khatibi, F. S., Dedekorkut-Howes, A., Howes, M., & Torabi, E. (2021). Can public awareness, knowledge and engagement improve climate change adaptation policies? Discover Sustainability, 2, Article 18. https://doi.org/10.1007/s43621-021-00024-z

Kimaro, E. G., Mor, S. M., & Toribio, J.-A. L. M. L. (2018). Climate change perception and impacts on cattle production in pastoral communities of northern Tanzania. Pastoralism: Research, Policy and Practice, 8, Article 19 (2018). https://doi.org/10.1186/s13570-018-0125-5

Naimah, K., Zen, M. R., Arirohman, I. D., Fahmi, A. G., Handayani, K. Y., Khanafi, M., Hadi, F. S., Julio, A., Simanjuntak, H., & Muslimah, S. (2022). Produksi dan manajemen energi biogas dari kotoran sapi sebagai pengganti LPG di Kampung Totokaton, Lampung Tengah. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 2(6), 1923–1932.

Lee, M. A., Davis, A. P., Chagunda, M. G. G., & Manning, P. (2017). Forage quality declines with rising temperatures, with implications for livestock production and methane emissions. Biogeosciences, 14, 1403–1417.

Malalantang, S. S., Tamod, Z. E., Rumambi, A., Waani, M. R., & Pontoh, C. J., (2018). Pengolahan limbah pertanian tanaman jagung pada kelompok tani Kobatunan dan Sukamaju Desa Mundung. Pastura, 8(1), 26–28.

Malihah, L. (2022). Tantangan dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan: sebuah tinjauan. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 17(2), 219–232.

Mariana, E., Allaily, A., & Latif, H. (2021). Modifikasi lingkungan dan manajemen pakan untuk mengatasi cekaman panas pada kambing perah di Gampong Lamlumpu Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar (Environmental modifications and feed management to cope heat stress of dairy goat in Lamlumpu Village, Peukan Bada Sub-District, Aceh Besar District). Buletin Pengabdian, 1(3).

Mariyam, Muliani, S., Kadir, M., & Nurlaila. (2016). Reduksi pencemaran limbah ternak sapi dengan pengolahan menjadi pupuk organik untuk mendukung Go-Organik di Desa Gona Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Jurnal Dinamika Pengabdian, 2(1), 54–63.

McDowell, R. E. (1972). Improvement of livestock production in warm climates. W. H. Freeman and Company.

Montcho, M., Padonou, E. A., Montcho, M., Mutua, M. N., & Sinsin, B. (2022). Perception and adaptation strategies of dairy farmers towards climate variability and change in West Africa. Climatic Change, 170, Article 38 (2022). https://doi.org/10.1007/s10584-022-03311-4

Naqvi, S. M. K., Kumar, D., De, K., & Sejian, V. (2015). Climate change and water availability for livestock: Impact on both quality and quantity. Dalam V. Sejian, J. Gaughan, L. Baumgard, & C. Prasad (Ed.), Climate change impact on livestock: Adaptation and mitigation (81–96). Springer.

Mayasari, M., Firmansyah, I., & Ismiraj, M. R. (2020). Penyuluhan Teknik Pengolahan Limbah Peternakan Sapi Potong di Kelompok Peternak Putra Nusa, Desa Kondangdjaja, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 9(3), 194–198.

Nuriyasa, I. M., Dewi, G. A. M. K., & Budiari, N. L. G. (2015). Indeks kelembaban suhu dan respon fisiologi sapi bali yang dipelihara secara feed lot pada ketinggian berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan, 18(1), 5–10.

Oldham, J. D. (2017). The ruminant nutrition system: An applied model for predicting nutrient requirements and feed utilization in ruminants. The Journal of Agricultural Science, 155(7), 1188–1189.

Petersen-Rockney, M. (2022). Farmers adapt to climate change irrespective of stated belief in climate change: a California case study. Climatic Change, 173, 23. https://doi.org/10.1007/s10584-022-03417-9

Reynolds, C., Crompton, L., & Mills, J. (2010). Livestock and climate change impacts in the developing world. Outlook on Agriculture, 39(4), 245–248.

Rinca, K. F., Mubdi, R., Kristanto, D., Putra, I. P. C., Luju, M. T., Bollyn, Y. M. F., & Gultom, R. (2022). Faktor resiko yang mempengaruhi respon termoregulasi ternak ruminansia. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 24(3), 304–314.

Rondhi, M., Khasan, A. F., Mori, Y., & Kondo, T. (2019). Assessing the role of the perceived impact of climate change on national adaptation policy: The case of rice farming in Indonesia. Land, 8(5), 81. https://doi.org/10.3390/land8050081

Roque, B. M., Venegas, M., Kinley, R. D., de Nys, R., Duarte, T. L., Yang, X., & Kebreab, E. (2021). Red seaweed (Asparagopsis taxiformis) supplementation reduces enteric methane by over 80 percent in beef steers. PLoS One, 16, Article e0247820. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0247820

Schauberger, G., Mikovits, C., Zollitsch, W., Hörtenhuber, S. J., Baumgartner, J., Niebuhr, K,, Piringer, M., Knauder, W., Anders, I., Andre, K., Hennig-Pauka, I., & Schönhart, M. (2019). Global warming impact in confined livestock buildings: Efficacy of adaptation measures to reduce heat stress for growing-fattening pigs. Climatic Change, 156, 567–587. https://doi.org/10.1007/s10584-019-02525-3

Setyanto, P., Susanti, E., Las, I., Amien, I., Makarim, A. K., Nusyamsi, D., Rubiyo, Anwar, K., Widarto, H. T., Rejekiningrum, P., Surmaini, E., Estiningtyas, W., Suciantini, Pujilestari, N., Sutarya, R., Harmanto, Miranti, Hamdani, A., Sukarman, …, Thalib, A. (2011). Pedoman umum inventarisasi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim sektor pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Silanikove, N., & Koluman, N. (2015). Impact of climate change on the dairy industry in temperate zones: Predictions on the overall negative impact and on the positive role of dairy goats in adaptation to earth warming. Small Ruminant Research, 123, 1, 27–34. doi.org/10.1016/j.smallrumres.2014.11.005

Stephen, C., & Soos, C. (2021). The implications of climate change for Veterinary Services. Rev. Sci. Tech. Off. Int. Epiz., 40(2), 1–17. https://doi.org/10.20506/rst.40.2.3234.

Suwarno, N., & Mushawwir, A. (2019). Model prediksi metabolit melalui jalur glikogenolisis berdasarkan fluktuasi mikroklimat lingkungan kandang sapi perah. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 5(2), 97–107.

Swanepoel, F., Stroebel, A., & Moyo, S. (2010). The role of livestock in developing communities: Enhancing multifunctionality. University of the Free State and CTA. https://cgspace.cgiar.org/handle/10568/3003

Syarifah, I., & Widiawati, Y. (2017). Profil emisi gas rumah kaca dari sapi potong di 34 provinsi menggunakan metode Tier-2. Dalam Prosiding seminar nasional teknologi peternakan dan veteriner 2017 (280–291). IAARD Press.

Tadesse, M. (2015). GHG emission assessment guideline: Volume III: Guideline on data collection and estimation of GHG emission from livestock and manure management. Ministry of Agriculture, Federal Democratic Republic of Ethiopia.

Thornton, P. K., van de Steeg, J., Notenbaert, A., & Herrero, M. (2009). The impacts of climate change on livestock and livestock systems in developing countries: A review of what we know and what we need to know. Agricultural Systems, 101, 113–127.

Tully, K., Gedan, K., Epanchin-Niell, R., Strong, A., Bernhardt, E. S., Bendor, T., Mitchell, M., Kominoski, J., Jordan, T. E., Neubauer, S. C., & Weston, N. B. (2019). The invisible flood: The chemistry, ecology, and social implications of coastal saltwater intrusion. BioScience, 69(5), 368–378.

Weindl, I., Lotze-Campen, H., Popp, A., Müller, C., Havlík, P., Herrero, M., & Rolinski,

S. (2015). Livestock in a changing climate: production system transitions as an adaptation strategy for agriculture. Environmental Research Letters, 10(9), Article 094021.

Widiawati, Y. (2013). Estimation of methane emission from enteric fermentation and manure management of domestic livestock in Indonesia. Dalam Proceedings of the 5th greenhouse gasses and animal agriculture conference. Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/core/services/aop-cambridge-core/content/view/8CE9B35EE62DB2092EAD3FC6B41B9CDE/S2040470013000101a.pdf/poster_presentations_monday.pdf

Wiersma, F., Armstrong, D. V., Welchert, W. T., & Lough, D. G. (1984). Housing system for dairy production under warm weather condition. World Animal Review, 50, 16–23.

Alikodra, H. S. (2020). Era baru konservasi sumber daya alam dan lingkungan: Membumikan ekosofi bagi keberlanjutan umat. IPB Press.

Altieri, M. A., Nicholls, C. I., Henao, A., & Lana, M. (2015). Agroecology and the design of climate change-resilient farming system. Agronomy for Sustainable Development, 35, 869–890. https://doi.org/10.1007/s13593-015-0285-2

Amaliah, I., Aspirianti, T., & Purnamasari, P. (2015). The impact of the value of islamic job satisfaction in Tasikmalaya West Java, Indonesia, industrial centre. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 211, 984–991. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.131

Amongjati, S. A., Kolopaking, L. M., & Saharudin. (2019). Inovasi sosial pesantren dalam menggerakkan pertanian dan perubahan sosial di desa. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 7(2), 159–166. https://doi.org/10.22500/sodality.v7i2.26221

Asnawi, Y. H., Soetarto, E., Damanhuri, D. S., & Sunito, S. (2016). Values and tradition inheritance in the pesantren. Research on Humanities and Social Sciences, 6(8), 27–31. https://www.iiste.org/Journals/index.php/RHSS/article/view/30277/31102

Giddens, A., & Duneier, M. (2000). An introduction to sociology. W.W. Norton and Company Incorporated.

Gorjestani, N. (2005). Indigenous knowledge and achieving the millenium development goals. Indigenous knowledge – Learning from local communities: Global distance learning course [Bahan paparan].

Indraddin, & Irwan. (2016). Strategi dan perubahan sosial. Penerbit Deepublish.

Kuasa, W., Rianse, U., Widayati, W., Sidu, D., Abdullah, W. G., Zulfikar Z. L., Syukur L. O., & Rianse, I. S. (2015). Local wisdom of farmers in meeting of local food. IJSTAS, 2(1), 53–60. https://ojs.uho.ac.id/index.php/ijstas/article/view/635/440

Levesque, S. (2016). Two version of ecosophy: Arne Naess, Félix Guattari, and their connection with semiotics. Sign Systems Studies, 44(4), 511–541. https://dx.doi.org/10.12697/SSS.2016.44.4.03

Liliana, L. (2016). A new model of Ishikawa diagram for quality assessment. Dalam IOP conference series: Material science and engineering, 161 (012099). https://dx.doi.org/10.1088/1757-899X/161/1/012099

Pesurnay, A. J. (2018). Local wisdom in a new paradigm: Applying system theory to the study of local culture in Indonesia. Dalam IOP conference series: Earth and environmental science,volume175 (012037). https://doi.org/10.1088/1755-1315/175/1/012037

Rini, D. K., Adiwibowo, S., Alikodra, H. S., Hariyadi, & Asnawi Y. H. (2022). Pendidikan Islam pada pesantren untuk membangun ekosofi (ekologi filosofi) untuk penyelamatan lingkungan. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(03), 559–579. https://doi.org/10.30868/ei.v11i02.2779

Rini, D. K., Adiwibowo, S., Alikodra, H. S., Hariyadi, & Asnawi Y. H. (2023). Sustainability indicators of ecological philosophy (ecosophy) based on the agroecology islamic boarding school. The International Journal of Interdisciplinary Educational Studies, 18(1), 13–34. https://doi.org/10.18848/2327-011X/CGP/v18i01/13-34

Wang, C. L., & Ahmed, P. K. (2003). Organisational learning: a critical review. The Learning Organization, 10(1), 8–17. https://doi.org/10.1108/09696470310457469

Warfield, J. N. (2003). A proposal for system science. Journal of System Research and Behaviour Science, 20(6), 507–520. https://doi.org/10.1002/sres.528

Wahab, R. (2004). Sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Alfabeta. http://library.fip.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=3431

Welton, M. (1993). Social revolutionary learning: The new social movements as learning sites. Adult Education Quarterly, 43(3), 152–164. https://doi.org/10.1177/0741713693043003002

Widodo, S. (2011). Konsep, teori, dan paradigma pembangunan pertanian. Dalam T. Yuwono (Ed.), Pembangunan pertanian: Membangun kedaulatan pangan. Gadjah Mada University Press.

Wilken, G. C. (1990). Good farmers: Traditional agricultural resource management in Mexico and Central America. University of California Press.

Zald, M. N., & McCarthy, J. D. (2017). Social movement is an organizational society: Collected essays. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315129648

Ziemek, M. (1986). Pesantren dalam perubahan sosial (B. B. Soendjojo, penerj.). P3M.

Abda, I. (Ed). (2008). Radio komunitas Indonesia: Dari gagasan dan potret lapangan. JRKI.

Birowo, M. A. (2010). The use of community radio in managing natural disasters in Indonesia. Bulletin of the American Society for Information Science and Technology, 36(5), 18–21.

Chaerowati, D. L. (2017). Transformasi masyarakat melalui radio komunitas [Disertasi tidak diterbitkan]. Universitas Padjadjaran.

Chaerowati, D. L., & Ibrahim, S. I. (2019). Utilization of information technology for sustainable rural development. Dalam Journal of physics: Conference series, volume 1375 (012058).

Chaerowati, D. L., Yuliati, N., & Rochim, M. (2013). Mengusung masyarakat madani melalui radio komunitas. MIMBAR, 29(2), 145–154.

Chaerowati, D. L., Rochim, M., & Yuliati, N. (2016). Voluntarism as social capital of community radio management: a case study in Jarik III Cirebon. KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture, 8(1), 73–84.

Fraser, C., & Estrada, S. R. (2001). Community radio handbook. New Delhi: UNESCO.

Harvey, B. (2011). Climate airwaves: Community radio, action research, and advocacy for climate justice in Ghana. International Journal of Communication, 5, 2035–2058.

Ibrahim, I. S. & Akhmad, B. A. (2014). Komunikasi dan komodifikasi: Mengkaji media dan budaya dalam dinamika globalisasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Jurriëns, E. (2003). Radio komunitas di Indonesia: ‘New Brechtian theatre’ di era reformasi? Antropologi Indonesia, XXVII(72), 116–130.

Maryani, E. (2011). Media dan perubahan sosial: Suara perlawanan melalui radio komunitas. PT Remaja Rosdakarya.

Purbo, O. W. (2004). Pengalaman berjuang tanpa merengek pemerintah. Infotek Digital Journal Al-Manär, I(2004). https://mirror.unpad.ac.id/orari/library/cd-al-manaar-digilib/bahan/3.%20INFOTEK/1.%20ARTIKEL/5-Pengalaman%20Berjuang%20Tanpa%20Merengek%20Pemerintah.pdf

United Nations. (t.t.-a). The Paris agreement. Diakses pada 20 Agustus, 2023, dari https://www.un.org/en/climatechange/paris-agreement#

United Nations. (t.t.-b). Communicating on climate change. Diakses pada 20 Agustus, 2023, dari https://www.un.org/en/climatechange/communicating-climate-change#

United Nations Climate Change. (t.t.). Introduction: Adaptation and resilience. Diakses pada 20 Agustus, 2023, dari https://unfccc.int/topics/adaptation-and-resilience/the-big-picture/introduction

Wabwire, J. (2013). The role of community radio in development of the rural poor. New Media and Mass Communication, 10, 40–47.

Wahyudin, A., Saputra, D., Pramono, I. E., Hikmat, M. M., Syaifurohman, M., F, N. A., Buldansah, Sakti S., R., Suryadireja, & Rohayati, Y. (Ed.). (2015). Direktori lembaga penyiaran berizin di Provinsi Jawa Barat 2015: Radio televisi. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Jawa Barat.

Scroll to Top
×