Technological Catch-up Industri Farmasi Indonesia

Screenshot 2024-04-17 143116

Categories



Published

October 1, 2015

HOW TO CITE

Lutfah Ariana

Keywords:

Technological, Catch-up, Industri, Farmasi, Indonesia

Synopsis

Industri farmasi di dunia telah mengalami perubahan dan berkembang begitu cepat dalam satu dekade terakhir. Negara berkembang melalui perusahaan farmasinya telah berbenah dalam menyediakan paten untuk senyawa aktif baru dan melakukan reverse engineering obat paten untuk produksi obat generik. Sementara itu, konsumsi obat per kapita Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain, padahal Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dan rentan terhadap neglected tropical diseases (NTDs). Hal ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan industri farmasi di Indonesia masih sangat terbuka. Buku Technological Catch-up Industri Farmasi Indonesia membahas mengenai bagaimana percepatan pengembangan industri farmasi di Indonesia dapat dilakukan, terutama melalui metode technological catch-up. Dalam pengembangan industri farmasi, inovasi berkaitan dengan teknologi rekayasa dan penemuan obat baru. Sementara itu di Indonesia, kemampuan teknologi industri farmasi Indonesia masih terbatas pada formulasi obat. Oleh karena itu, loncatan teknologi sangat diperlukan untuk mengejar ketertinggalan industri farmasi Indonesia.
Buku ini sangat bermanfaat sebagai panduan dalam persaingan industri farmasi bagi peneliti, akademisi, dan praktisi industri yang bergerak di sektor kesehatan dan farmasi. Buku ini juga menyediakan informasi yang penting bagi para pemangku kepentingan di industri farmasi dalam proses pengambilan kebijakan di sektor kesehatan.

References

Arora, A. dan A. Gambardella. 2005. e globalization of the so ware industry: perspectives and opportunities for developed and develop- ing countries. NBER Chapters, dalam: Innovation Policy and the Economy 5, hlm. 1–32 National Bureau of Economic Research, Inc.

Bank Mandiri. 2012. Indonesia update. Economic review. http://www. bankmandiri.co.id/indonesia/eriview-pdf/MBAN50439702.pdf diakses pada 1 Oktober 2012.

Chen, D. dan R. Li-Hua. 2011. Modes of technological leapfrogging: Five case studies from China. Journal of Engineering and Technology Management, 28:93–108.

Dosi, G. dan M. Mazzucato. 2006. Introduction. Dalam Knowledge accu- mulation and industry evolution: e case of Pharma-Biotech, ed. M. Mazzucato dan G. Dosi. Cambridge: Cambridge University Press.

E endi, E.D. 1999. Identi kasi faktor-faktor produksi yang secara signi – kan berpengaruh pada output sektor industri farmasi di Indonesia: Periode tahun 1976–1997. Tesis. Program Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung.

Fagerberg, J. dan M. M. Godinho. 2004. Innovation and catching up. Dalam e Oxford Handbook of Innovation, ed. J. Fagerberg, D. Mowery, C. dan R. R. Nelson. Oxford: Oxford University Press.

Gerschenkron, A. 1962. Economic backwardness in historical perspective. Cambridge, Massachusetts: Belknap Press of Harvard University Press.

Greene, W. 2007. e emergence of India’s pharmaceutical industry and implications for the U.S. generic drug market, O ce of Economics. Working paper, U.S. International Trade Commission, Washington D.C.

Guennif, S. & S.V. Ramani. 2010. Catching up in pharmaceuticals: A comparative study of India and Brazil. Working Paper Series 01, UNU-MERIT.

IMS Health. 2012. Top ten pharmaceutical companies in Indonesia 2012. Diunduh dari www.imshealth.com

Irwan, A. dan Y. Ardi. 1998. e pharmaceutical industry in Indonesia: Combining export promotion and import substitution. Dalam Chang- ing industrial structures and business strategies in Indonesia, ed. Sato Yuri. IDE-Jetro.

International Trade Center (ITC). 2005. Indonesia: Supply and demand survey on pharmaceuticals and natural products. UNCTAD/WTO.

Jenie, U.A. 2012. Transkrip wawancara dengan narasumber dari Fakultas Farmasi UGM. Yogyakarta.

Juma, C. dan N. Clark. 2002. Technological catch-up: Opportunities and challenges for developing countries. SUPRA Occasional Paper, Re- search Centre for the Social Sciences, University of Edinburgh.

Kardono, L.B.S. 2010. Kemitraan global dalam penelitian dan pengemban- gan bahan baku obat untuk mencapai tujuan milenium Indonesia. MDGs Sebentar Lagi: Sanggupkah Kita Menghapus Kemiskinan di Dunia? Jakarta: Kompas.

Kemenkes. 2011. Riset kesehatan dasar–Riskesdas 2010. Jakarta: Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Khanna, T. & K. Palepu. 1997. Why focused strategies may be wrong for emerging markets. Harvard Business Review (Juli-Agustus) 41–51.

Koesbintoro. 2010. Strategi pengembangan bisnis farmasi: Kebutuhan in- vestasi versus kebutuhan sales perusahaan menengah dan kecil. Presentasi dari Rakernas Gabungan Perusahaan Farmasi pada 24 Mei 2010.

Krishnan, R.T. dan S.K. Vallabhaneni. 2010. Catch-up in technology- driven services: e case of the Indian so ware services industry. Seoul Journal of Economics 23(2): 263–281.

Kalbe Farma. 2011. Laporan tahunan Kalbe Farma 2008–2010. Jakarta: PT Kalbe Farma.

Liu, X. 2005. China’s development model: An alternative strategy for tech- nological catch-up. Working paper, Institute of Innovation Research Hitotsubashi University.

Media Data Riset. 2010. Pro l perusahaan farmasi di Indonesia. Jakarta: PT Media Data Riset.

OECD. 2009. Policy roundtables: Generic pharmaceuticals.

O ce of Technology Assessment (OTA), U. S. G. P. O. 1986. Intellectual property rights in an age of electronics information. Washington D.C., hlm. 228.

Pappiptek-LIPI. 2010. Indikator iptek nasional 2010: Survei penelitian dan pengembangan sektor perguruan tinggi. Jakarta: Pappiptek-LIPI.

Pharma Community. 2012. Mereviu momentum pertumbuhan industri farmasi 2011–2012. Diunduh dari http://indonesia-pharmacommunity. blogspot.com/2012/09/mereviu-momentum-pertumbuhan-industri.html.

Pollak, P. 2011. Fine chemicals: e industry and the business 2nd (Ed.) Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Porter, M.E. 1990. e competitive advantage of nations. New York: Free Press.

Posadas, R.D. 2006. Technology management and catch-up competitiveness: What the Philippines can learn from South Korea and Taiwan. Philippine Management Review, 13:42–69.

Priyambodo, B. 2007. Manajemen farmasi industri. Yogyakarta: Global Pustaka Utama, hlm. 30–35.

Ramani, S.V. dan A. Maria. 2005. Trips and its possible impact on the biotech based segment of the Indian pharmaceutical industry. Eco- nomic and Political Weekly Feb. 12–18:675–683.

Sampurno. 2007. Kapabilitas teknologi dan penguatan R&D: Tantangan industri farmasi Indonesia. Majalah Farmasi Indonesia 18(4):199–209.

Sirait, M. 2001. Tiga dimensi farmasi. Jakarta: Jakarta Mahardika. Soebandrio, A. 2012. Transkrip wawancara dengan narasumber Kement-

erian Riset dan Teknologi.

Sumaryono, W. 2012. Transkrip wawancara dengan narasumber Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila.

Sparringa, R. 2009. Menuju kedaulatan atas hidup sehat. Media Indonesia, 25 Agustus 2009.

Yong, H., S. Jingqin, and Lv. Yibo. 2011. Research on catch-up oriented industrial technological capabilities growth in developing countries. Makalah pada Proceedings of 7th International Conference on Innovation and Management.

Wie, T.K. 2012. Indonesia’s economy since independence. Institute of Souteast Asian Studies.

Wong, Poh-Kam. 1999. National innovation systems for rapid techno- logical catch-up: An analytical framework and a comparative analysis of Korea, Taiwan, and Singapore. Makalah disajikan pada the DRUID Summer Conference on National Innovation Systems, Industrial Dynam- ics and Innovation Policy, Rebild, Denmark, Juni 9–12, 1999.

World Health Organization (WHO). 2011. Pharmaceutical production and related technology transfer.

Scroll to Top
×