Syiar Sastra di Bumi Cenderawasih dalam Novel Tanah Merah Karya A. Hasjmy

Screenshot 2024-01-31 155726

Categories



Published

March 11, 2022

HOW TO CITE

Jonner Sianipar

Badan Bahasa

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.477

Keywords:

bahasa, sastra, religiositas, syiar Islam, Papua

Synopsis

Buku Syiar Sastra di Bumi Cenderawasih dalam Novel Tanah Merah Karya A. Hasjmy ditulis oleh Jonner Sianipar dan diterbitkan oleh LIPI Press Jakarta tahun 2018. Buku ini tebal 154 halaman + xii halaman, terdiri dari lima BAB dilengkapi dengan indeks. BAB 1 berisi gambaran umum tentang wilayah dan kondisi bumi cenderawasih atau Irian Barat (sekarang bernama Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat). Dalam bab ini digambarkan secara umum situasi dan kondisi masyarakat asli Papua dan daerah Papua dalam masa Perang Pasifik hingga masa-masa awal kemerdekaan Indonesia, saat dilakukan Pepera atau Penentuan Pendapat Rakyat untuk menentukan status kedaulatan Irian Barat. BAB 2 memaparkan tentang sastra bersyiar dalam arti sastra menjalankan fungsinya menyebarkan informasi, fakta, dan data beberapa peristiwa dan kondisi di sesuatu atau beberapa daerah. Dalam bab ini dijelaskan panjang lebar tentang makna-makna sastra, religiositas dan pencerahan. Dalam bab ini juga disampaikan beberapa karya sastra berbentuk buku yang mengangkat tentang peradaban dan religi masyarakat asli Irian Barat. Sebagai karya ilmiah yang terikat dengan berbagai kriteria ilmiah dalam penulisannya, maka dalam bab ini pun dijelaskan tentang kerangka teori yang dipakai dalam menulis buku ini. BAB 3 keseluruhannya menjelaskan tentang Ali Hasjmy atau A. Hasjmy sebagai penulis novel Tanah Merah yang diteliti atau dikaji dalam buku ini. BAB 4 memaparkan tentang strategi dan pelaksanaan syiar Islam atau penyebaran agama Islam kepada penduduk asli di Irian Barat. Untuk materi ini, disinggung sekilas tentang sejarah Irian Barat. Dalam memaparkan syiar Islam di Irian Barat penulis mengutip banyak teks, baik berupa narasi maupun dialog para tokoh dalam novel Tanah Merah. Kutipan-kutipan itu menggambarkan strategi dan pelaksanaan syiar Islam di Irian Barat, bahkan hasil-hasil yang diperoleh dalam penyebaran agama Islam di Irian Barat. Selain itu, pada bab empat ini juga diuraikan unsur-unsur intrinsik dari novel Tanah Merah, yaitu tema, latar, alur, cerita, dan penokohan. Hal ini diuraikan sebagai dukungan terhadap penulisan buku ilmiah. BAB 5 sebagai bab terakhir buku ini, selain menjelaskan bobot kesastraan buku Tanah Merah sebagai sebuah karya sastra novel, juga menggambarkan secara umum dan singkat tentang isi buku ini. Jika ditelisik, dalam bab ini juga berisi kesimpulan dari isi buku Syiar Sastra di Bumi Cenderawasih dalam Novel Tanah Merah Karya Hasjmy dimaksud.

Author Biography

Jonner Sianipar, Badan Bahasa

Jonner Sianipar lahir tahun 1962 di sebuah dusun kecil, Sibaganding Panei, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pendi­dikan sekolah dasar dijalani di kampung halaman, sedangkan SMP dan SMA di kota terdekat, Pematang Siantar. Ia merupakan lulusan Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, Medan, pada Desember 1986 dengan judul skripsi “Fungsi dan Kedudukan Umpasa Batak Toba dalam Upacara Perkawinan di Daerah Balige, Tapanuli Utara”. Mulai Maret 1987, ia mengais berita sebagai reporter Harian Sinar Indonesia Baru (Medan), kemudian pindah ke Majalah Media Kargo, sekaligus untuk Majalah Budaya Bona ni Pinasa terbitan Jakarta. Menikah dengan Naomi Lubis pada 1990 dan dikaruniai seorang putra, bernama Septian Gerardus Sianipar pada September 1991.
Ia memperoleh SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pusat Bahasa, Jakarta (sekarang Badan Bahasa) pada Maret 1999 dan me­nata Tata Usaha Balai Bahasa Jayapura sebagai Kasubbag mulai Agustus 2005 hingga Februari 2012. Sejak Februari 2012, menetap di Badan Bahasa, Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai peneliti bidang sastra. Buku-buku yang pernah diterbitkan, antara lain Cerpen-Cerpen Pilihan Kompas 1992–2002; Analisis Struktur (2004) bersama Atisah dan Maini Trisna Jayawati, Novel Peranakan Tionghoa Tahun 1930-an: Tinjauan Sosiologis (2007) bersama Saksono Prijanto dan Erlis Nur Mujiningsih; Profil Penelitian Kebahasan dan Kesastraan Papua (2007) bersama ­Normawati, Suharyanto, dan Yohanis Sanjoko; Makna-Makna Ritual Patung mBis Asmat (dalam novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih (2008), dan buku cerita anak berjudul Kisah Marga Sani dan Marga Mayor (2016). Beberapa artikel yang dimuat di jurnal, antara lain Membangun Papua dengan Formulasi Tradisi Lisan yang dimuat dalam Kibas Cenderawasih terbitan Balai Bahasa Jayapura Volume 6, Nomor 2, pada Oktober 2010, dan Problematika Kaum Muda dalam Dua Naskah Drama Indonesia Sebelum Kemerdekaan: Pembalasannya dan Lukisan Masa dalam Salingka terbitan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat Volume 12, Nomor 2, pada Desember 2015. Selain itu, ia juga menulis naskah dan disiarkan di Radio Republik Indonesia cabang Madya Jayapura dengan judul Kearifan Lokal dalam Sastra Lisan Papua (2006) dan Lingkungan Hidup dalam Cerita Rakyat Sorong Selatan: Terjadinya Sungai Kohoin di Teminabuan (2009). Senang bernyanyi hingga menghasilkan sebuah album lagu Pop Batak Kompilasi ”Anak Sasada” (2014) dalam bentuk Video Compact Disc (VCD). Album ini berisi 12 lagu, enam di antara­nya ciptaan sendiri. Penulis dapat dihubungi melalui alamat pos-el: johnanaxianipar@gmail.com

References

Alua, A. A. 2006. Karakteristik Dasar Agama-Agama Melanesia.

Jayapura: Biro Penelitian STFT Fajar Timur.

Baas, P. R. 1994. Pipe Si Pemenggal Kepala. Jakarta: Pustaka Utama

Grafiti.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Bahasa dan Peta Bahasa di

Indonesia. Jakarta: Badan Bahasa.

Bandiyono, S. 2004. Mobilitas Penduduk di Perbatasan Papua-

PNG, Sebuah Peluang dan Tantangan. Jakarta: Pusat Penelitian

Kependudukan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPK

LIPI).

Damono, S. D. 1978. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas.

Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Daftar Pustaka

Syiar Sastra di ….Damono, S. D. 2002. Pedoman Penelitian Sosiologi Sastra. Jakarta:

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Dharmojo. 2005. Sistem Simbol dalam Munaba Waropen Papua.Jakarta: Pusat Bahasa. Endraswara, S. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka

Widyatama.

Ghazaly, H. A. 1978. Biografi Prof. Tengku Haji Ali Hasjmy. Jakarta:

Socialia.

Hasjmy, A. 1976. Tanah Merah: Digul Bumi Pahlawan Kemerdekaan

Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang.

Hells Angels SonomaCo. “Kisah Tragis Pelakon The God Must Be

Crazy.” Terakhir dimodifikasi pada 14 April 2018. http://www.

hellsangelssonomaco.com/entertaiment/kisah-tragis-pelakon-

the-god-must-be-crazy/.

Kartodikromo, M. M. 2002. Kisah Nyata: Pergaulan Orang Buangan

di Boven Digoel. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Kesselbrenner, G. 2003. Irian Barat: Wilayah Tak Terpisahkan dari

Indonesia. Jakarta: Teplok Press dan IJCC.

Koentjaraningrat. 1970. Keseragaman dan Aneka Warna Masjarakat

Irian Barat. Djakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat. 1993. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia.

Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat. 1994. Irian Jaya, Membangun Masyarakat Majemuk.

Jakarta: Djambatan.

Koesni, Ny.S.A.M. 1989. Sejarah Perjuangan Rakyat Irian Jaya.

(Laporan Penelitian). Universitas Cenderawasih bekerja sama

dengan Bappeda Tk. I Irian Jaya.

Kontributor Wikipedia. 2018. “Ali Hasjmy.” Wikipedia, Ensiklopedia

Bebas. Terakhir diubah 9 September 2018. https://id.wikipedia.

org/w/index.php?title=Ali_Hasyimi&oldid=14173126.

Kuegler, S. 2006. Jungle Child: Rinduku pada Rimba Papua. Jakarta:

Erlangga.

Daftar Pustaka 143

Lestari, U. F. R. 2014. “Mitos Ukullek Orang Hubula di Lembah

Baliem, Papua: Sebuah Telaah Teori Struktur A.J. Greimas.”

Jurnal Aksara, 26(1): 87–98.

Lestari, U. F. R. 2016. “Karya Sastra Indonesia Papua Periode Tahun

–2016”. Dalam prosiding Seminar Nasional Kesusastraan

Indonesia Mutakhir tahun 2016 oleh Himpunan Sarjana

Kesusastraan Indonesia (Hiski) Komisariat Universitas Indonesia

bekerja sama dengan Departemen Ilmu Susastra Fakultas Ilmu

Budaya Universitas Indonesia, halaman 290–301. Depok, 15

November 2016.

Literasi Publik. 2017. Pengertian Literasi. https://www.literasipublik.

com/pengertian-literasi. Diakses 20 April 2018.

Mangunwijaya, Y.B. 1988. Sastra dan Religiositas. Yogyakarta:

Kanisius.

Nugraha, W. 2011. Negarakretagama: Terjemahan Naskah Manuskrip

Kuno Majapahit. Digitalisasi untuk History Note http://historynote.

wordpress.com. Proyek Bantuan untuk Pemeliharaan & Perbaikan

Candi Jawi di Pandaan, Jawa Timur.

Paeni, M. (Pengarah), J. R. Chaniago (Penanggung Jawab), F. Yuniarti

(Ketua Tim), dkk. 2002. Kembalinya Irian Barat. Jakarta: Arsip

Nasional Republik Indonesia (ANRI) – Proyek Pemasyarakatan

dan Desiminasi Kearsipan Nasional.

Papare, H. R. dalam berita “Sukuisme Hambat Pembangunan Papua.”

Harian Kompas edisi 8 Mei 2006, 5.

Pemerintah Provinsi Papua Barat. http://.www.papua.go.id dan laman

Provinsi Papua Barat. www.papuabaratprov.go.id., diunduh 12

April 2018.

Pengertiandefinisi.com. “Pengertian Sastra dan Fungsi Sastra dalam

Kehidupan Manusia.” Terakhir dimodifikasi pada 20 April 2018.

http://pengertiandefinisi.com/pengertian-sastra-dan-fungsi-

sastra-dalam-kehidupan-manusia/.

Prapanca, Mpu. 1365 Masehi. Negarakretagama: Terjemahan Naskah

Manuskrip Kuno Majapahit. Digitalisasi tahun 2011 oleh Wira

Syiar Sastra di ….

Nugraha untuk History Note http://historynote.wordpress.com.

Proyek Bantuan untuk Pemeliharaan & Perbaikan Candi Jawi di

Pandaan, Jawa Timur.

Pringgodigdo, A. G. (redaktur), dan Shadily, H. 1987. Ensiklopedi

Umum. Cetakan ketujuh. Yogyakarta: Kanisius.

Ratna, N. K. 2003. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Richardson, D. 1997. Penguasa-Penguasa Bumi. Bandung: Yayasan

Kalam Hidup.

Richardson, D. 2003. Anak Perdamaian: Kisah Pengkhianatan yang

luar biasa di antara suku bangsa primitif pada abad keduapuluh.

Cetakan Ketujuh. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.

Rosidi, A. 1964. Kapankah Kesusastraan Indonesia Lahir? Jakarta:

Bhratara.

Rosidi, A. 1995. Sastera dan Budaya-Kedaerahan dalam Keindonesiaan.

Jakarta: Pustaka Jaya.

Saman, S. M. 2001. Novel-Novel Perang dalam Kesusasteraan Malaysia,

Indonesia, dan Filipina: Suatu Perbandingan. Jakarta: Gaya Media

Pratama.

Schneebaum, T. 1985. Asmat Images: From the Collection of the Asmat

Museum of Culture and Progress. Diterjemahkan oleh Faridz

Soewardi. Minneapolis: Crosier Mission.

Schoorl, J. W. (Pim) (ed). 2001. Belanda di Irian Jaya, Amtenar di

Masa Penuh Gejolak 1945–1962. Jakarta: Graha Budaya.

Sekarningsih, A. 2000. Namaku Teweraut: Sebuah Roman Antropologi

dari Rimba-rawa Asmat, Papua. Cetakan kedua. Jakarta: Obor.

Shiraishi, T. 2001. Hantu Digul: Politik Pengamanan Politik Zaman

Kolonial. Yogyakarta: LKiS.

Sianipar, J. 2008. Makna-Makna Ritual Patung mBis dalam Novel

Namaku Teweraut Karya Ani Sekarningsih. Jakarta: Pusat Bahasa.

Siltzer, P. J., Helja H., dan Duane C. 1986. Peta Lokasi Bahasa-Bahasa

Daftar Pustaka 145

Daerah di Provins Irian Jaya. Jayapura: Universitas Cenderawasih

dan Summer Institute of Linguistics.

Sudjiman, P. (ed). 1984. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia.

Sugono, D. (Pemimpin Redaksi), Sugiyono (Wakil Pemimpin

Redaksi), Meity T. Q. (Ketua Redaksi Pelaksana), dkk. 2015.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV Cetakan Kesembilan.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama – Kompas Gramedia.

Sumardjo, J. 1979. Masyarakat dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: CV

Nur Cahaya.

Sumardjo, J. dan Saini K. M. 1977. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Suprapto. 1983. Kumpulan Istilah dan Apresiasi Sastra Bahasa

Indonesia. Surabaya: Indah.

Sutrisno, S. 1983. Hikayat Hang Tuah – Analisis Struktur dan Fungsi.

Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tarigan, H. G. 1981. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Thamrin, H. T. 2001. Boven Digoel Lambang Perlawanan terhadap

Kolonialisme. Surabaya: Ciscom-Cottage.

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta:

Pustaka Jaya.

Toda, D. N. 1980. Novel Baru Iwan Simatupang. Jakarta: Pustaka Jaya.

Wijaya, B. E. 1984. “Pemikiran Besar Para Pemikir Politik.” Sinar

Indonesia Baru, 11 April 1984, 4.

Yektiningtyas-Modouw, W. 2008. Helaehili dan Ehabla: Fungsinya dan

Peran Perempuan dalam Masyarakat Sentani Papua. Yogyakarta:

Adicita Karya Nusa.

Yektiningtyas-Modouw, W. 2016. “Ehabla dan Konservasi Alam ala

Masyarakat Sentani Lama, Papua.” Dalam Sastra, Kekuasaan, dan

Penyelamatan Lingkungan, diedit oleh Wiyatmi dkk., 203–222.

Yogyakarta: Hiski.

Zaidan, A. R., Anita K. Rustapa, Hani’ah. 1994. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.

Scroll to Top
×