Studi Sastra: Teori dan Aplikasi

Screenshot 2024-01-15 135017

Categories



Published

August 29, 2023

HOW TO CITE

Tirto Suwondo

Badan Riset dan Inovasi Nasional

https://orcid.org/0000-0002-1064-7866

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.649

Keywords:

Sastra Indonesia, Studi Sastra, Teori Sastra

Synopsis

Kehadiran buku ini sama sekali tidak dimaksudkan sebagai counter atas fenomena yang banyak terjadi di dunia sastra, tetapi semata untuk mengisi sudut-sudut kecil di ruang-ruang kosong, khususnya di bidang studi, kritik, dan/atau apresiasi sastra. Maksud tersebut bukan tanpa alasan karena buku ini memang sekadar memberikan beberapa alternatif cara pemahaman (pemaknaan) sastra dengan menggunakan sudut pandang (teori) tertentu, sementara cara lain masih begitu banyak. Kendati demikian, cukuplah bagi kita sebagai sebuah rangsangan untuk dengan suntuk memasuki dunia studi sastra. Diharapkan di masa depan para ahli sastra segera melahirkan buku-buku serupa.

Author Biography

Tirto Suwondo, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Tirto Suwondo, lahir di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, pada 1962. Pendidikan formal yang telah ditempuhnya yaitu S-1 (FPBS IKIP Muhammadiyah Yogyakarta, 1987), S-2 (Sastra UGM, 2000), S-3 (PBI UNS, 2015). Sejak 1982 bekerja sebagai Staf Tata Usaha di Balai Bahasa Yogyakarta dan pada 1988 diangkat sebagai tenaga peneliti. Pernah bekerja sebagai wartawan majalah Detik (1988), harian Media Indonesia (1989–1991), dan majalah wanita Kartini (1991–1993). Pada 2007–2017 menjabat Kepala Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2017–2020 menjabat Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah. Sejak Januari 2022 menjadi periset di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Sejak masih kuliah (diawali saat mendirikan majalah kampus Citra) aktif menulis artikel, resensi, dan feature tentang sastra, budaya, dan pendidikan di Kedaulatan Rakyat, Bernas, Masa Kini, Minggu Pagi, Yogya Pos, Suara Merdeka, Wawasan, Bahari, Merdeka, Pikiran Rakyat, Republika, Solo Pos, Jawa Pos, Prioritas, Swadesi, Simponi, Media Indonesia, Suara Karya, Detik, Kebudayaan, dan Horison. Pernah menulis puisi dan cerpen yang dimuat di Masa Kini, tetapi tidak diteruskan. Lima esai-sastranya telah dimuat di Pangsura (Jurnal Pengkajian Sastera Asia Tenggara) Brunei Darussalam. Telah 12 kali menjuarai lomba penulisan esai, kritik, dan naskah radio tingkat lokal dan nasional, terakhir, masuk sepuluh besar sayembara kritik sastra tingkat nasional Dewan Kesenian Jakarta (2007). Selain menjadi dewan redaksi (dan mitra bestari) beberapa jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan (Poetika, Bahastra, Widyaparwa, Jentera, Undas, Metasastra, Multilingual, Kelasa, Gramatika, Alayasastra, Widyasastra), pernah pula aktif menjadi editor buku di beberapa penerbit di Yogyakarta.

Buku karya bersama tim yang telah terbit, Nilai-Nilai Budaya Susastra Jawa (Pusat Bahasa, 1994), Sastra Jawa Modern Periode 1920 sampai Perang Kemerdekaan (Pusat Bahasa, 1996), Karya Sastra         Indonesia di Luar Penerbitan Balai Pustaka (Pusat Bahasa, 1997), Ikhtisar Perkembangan Sastra Jawa Modern Periode Prakemerdekaan (Gama Press, 2001), Ikhtisar Perkembangan Sastra Jawa Modern Periode Kemerdekaan (Kalika, 2001), Sastra Jawa Balai Pustaka 1917–1942 (Mitra Gama Widya, 2001), Kritik Sastra Jawa (Pusat Bahasa, 2003), Pengarang Sastra Jawa Modern (Adiwacana, 2006), Pedoman Pe-nyuluhan Sastra Indonesia (Balai Bahasa, 2008), Sastra Yogya Periode 1945–2000 (Curvaksara, 2009), Kritik Sastra Indonesia di Yogyakarta Periode 1966–1980 (Elmatera, 2009), dan Keberadaan Sastra dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Sekolah Dasar (Elmatera, 2010).

Buku karya sendiri yang telah terbit, Suara-Suara yang Terbungkam: Olenka dalam Perspektif Dialogis (Gama Media, 2001); Studi Sastra: Beberapa Alternatif (Hanindita, 2003); Muryalelana: Seorang “Pejuang” Sastra Jawa (Balai Bahasa, 2005); Karya Sastra Indonesia dalam Majalah Gadjah Mada dan Gama (Jentera Intermedia, 2006); Esai/Kritik Sastra dalam Minggu Pagi, Masa Kini, dan Semangat (Gama Media, 2007); Mencari Jatidiri (Elmatera Publishing, 2010); Sastra Jawa dan Sistem Komunikasi Modern (Gama Media, 2011); Membaca Sastra, Membaca Kehidupan (Hikayat, 2011); R. Intojo: Penyair Dua Bahasa (Azzagrafika, 2012); Pragmatisme Pascakolonial: Trilogi Gadis Tangsi dalam Sistem Komunikasi Sastra (Pustaka Pelajar, 2016); dan Membaca Olenka dalam Perspektif Bakhtin (Penerbit BRIN, 2022).

Buku cerita anak-anak (hasil saduran dari sastra lisan-daerah) karyanya yang telah terbit, yaitu Sang Pangeran dari Tuban (1996); Gagalnya Sebuah Sayembara (1998); Sepasang Naga di Telaga Sarangan (2004); Tugas Rahasia Si Buruk Rupa (2005); dan Dewi Anggraeni Si Putri Kerandan (2006). Kelima buku ini diterbitkan oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, dan telah dibagikan ke berbagai sekolah di Indonesia. Alamat pos-el: tirt003@brin.go.id; suwondotirto2016@gmail.com.

References

Abrams, M. H. (1979). The mirror and the lamp: Romantic theory and the critical tradition. Oxford University Press.

Abrams, M. H. (1981). A glossary of literary term. Holt, Rinehart and Winston.

Ajidarma, S. G. (1993). Pelajaran mengarang: Cerpen pilihan kompas 1993. Penerbit Buku Kompas.

Ali, F. (1986). Refleksi paham kekuasaan Jawa dalam Indonesia modern. Gramedia.

Allen, P. (2004). Membaca dan membaca lagi (B. Sumanto, Penerj.). Indonesia Tera. (Karya original diterbitkan 1999).

Anderson, B. R. O. G. (1983). Masa kegelapan dan masa terang benderang. Dalam A. Reid & D. Marr (Ed.). Dari raja ali haji hingga hamka. Grafiti Press.

Any, A. (1984). Menyingkap serat wedotomo. Aneka Ilmu.

Ashcroft, B., Griffiths, G., & Tiffin, H. (1989). The empire writes back theory and practice in post-colonial literatures. Routledge.

Ashcroft, B., Griffiths, G., & Tiffin, H. (2003). Menelanjangi kuasa bahasa: Teori dan praktik sastra poskolonial (F. Soewandi & A. Mokamat, Penerj.). Kalam. (Karya original diterbitkan 1989).

Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.

Azevedo, R. V. (2010). The other in me: The “in between” identities of two immigrant autobiographers. Babilónia: Revista Lusófona de Línguas, Culturas e Tradução, 89. 11–26. http://hdl.handle.net/10437/2152

Bachmid, T. (1985, September). Pendekatan struktural pada sebuah lakon modern: “Kapai-Kapai” karya Arifin C. Noer. Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia, 3, Thn. VI.

Barbour, J. D. (2007, September). Edward said and the space of exile. Literature & Theology, 21(3), 293–301. https://www.jstor.org/stable/23927126

Baried, S. B. (1985). Unsur kepahlawanan dalam sastra Jawa klasik. Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Barry, P. (2010). Beginning theory: Pengantar komprehensif teori sastra dan budaya (H. Widiawati, & E. Setyarini, Penerj.). Jalasutra. (Karya original diterbitkan 1995).

Barthes, R. (1974). S/Z. (R. Miller, Penerj.). Hill and Wang. (Karya original diterbitkan 1973).

Barthes, R. (1981). Theory of the text. Dalam R. Young (Ed.), Untying the text: A post structuralist reader. Routledge & Kegan Paul.

Barthes, R. (1984). The death of the author (S. Heath, Penerj.). Dalam Image, Music, Text (142–148). Hill and Wang.

Bhabha, H. K. (1990). Nation and narration. Routledge.

Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. Routledge.

Bogdan, R. & Taylor, S. J. (1992). Introduction to qualitative research methods: A phenomenological approach to the social sciences. John Wiley & Sons.

Brata, S. (2002). Saksi mata. Penerbit Buku Kompas.

Brata, S. (2004). Gadis tangsi. Penerbit Buku Kompas.

Brata, S. (2005). Mencari sarang angin. Grasindo.

Brata, S. (2006). Kerajaan raminem. Penerbit Buku Kompas.

Brata, S. (2007). Mahligai di ufuk timur. Penerbit Buku Kompas.

Brata, S. (2009). Republik jungkir balik. Narasi.

Burger, D. H. (1983). Perubahan-perubahan struktur dalam masyarakat Jawa. Bhratara.

Chatman, S. (1980). Story and discourse: Narrative structure in fiction and film. Cornell University Press.

Culler, J. (1977). Structuralist poetics: Structuralism, linguistics, and the study of literature. Routledge & Kegan Paul.

Culler, J. (1981). Beyond interpretation. Dalam the pursuit of signs: Semiotics, literature, deconstruction. Routledge & Kegan Paul.

Culler, J. (1982). Literature and Linguistics. Dalam J. P. Barricelli & J. Gibaldi (Ed.), Interrelations of literature. The Modern Language Association of America.

Culler, J. (1985). The identity of the literary text. Dalam M. J. Valdes & O. Miller (Ed.), Identity of the literary text. University of Toronto Press.

Damono, S. D. (1984). Sosiologi Sastra: Sebuah pengantar ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Damono, S. D. (1986). Chairil Anwar dan Kita. Dalam Eneste, P. (ed.). Chairil Anwar: Aku ini binatang jalang. Gramedia.

Damono, S. D. (1993). Novel Jawa tahun 1950-an: Telaah fungsi, isi, dan struktur. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Danarto. (1990, 21 Januari). Dinding waktu. Kompas.

Darma, B. (1990, Agustus). Perihal studi sastra. Basis.

Darma, B. (1983). Olenka. Balai Pustaka.

Darma, B. (1984). Moral dalam sastra. Dalam A. Zoeltom (Ed.), Budaya sastra. Rajawali.

Darma, B. (1995a). Kritik sastra dan karya sastra. Dalam N. Sahid (Ed.), Harmonium. Pustaka Pelajar.

Darma, B. (1995b). Stagnasi kritik sastra. Dalam N. Sahid (Ed.), Harmonium. Pustaka Pelajar.

de Jong, D. J. (1985). Salah satu sikap hidup orang Jawa. Kanisius.

de Man, P. (1986). The resistance to theory. University of Minnesota Press.

Djamin, N. (1988). Ombak dan pasir. Pustaka Karya Grafika Utama.

Eagleton, T. (1988). Teori kesusasteraan: Satu pengenalan (M. H. Salleh, Penerj.). Dewan Bahasa dan Pustaka.

Edkins, J. & William, N. V. (eds.). (2009). Critical theorists and international relations. Routledge.

Ellis, J. M. (1989). Against deconstruction. Princeton University Press.

Eneste, P. (ed.). (1986). Chairil Anwar: Aku ini binatang jalang. Gramedia.

Eneste, P. (1988). Ikhtisar kesusastraan Indonesia modern. Djambatan.

Faruk. (1994). Pengantar sosiologi sastra: Dari strukturalisme genetik sampai postmodernisme. Pustaka Pelajar.

Faruk. (2007). Belenggu pasca-kolonial: Hegemoni dan resistensi dalam sastra Indonesia. Pustaka Pelajar.

Forum Pecinta Sastra Bulaksumur. (1994). Maling. Pustaka Pelajar.

Forum Pecinta Sastra Bulaksumur. (1994). Nyidam. Pustaka Pelajar.

Foucault, M. (1974). What is an author? Dalam The order things. Tavistock Publications.

Foulcher, K. & Day, T. (2008). Sastra Indonesia modern: Kritik postkolonial. Edisi revisi. Clearing a space. KITLV dan Obor.

Geertz, C. (1989). Abangan, santri, priyayi dalam masyarakat Jawa. Pustaka Jaya.

Gesick, L. (1989). Pusat, simbol, dan hierarki kekuasaan. Obor.

Goldmaan, L. (1975). Toward A sociology of the novel. Tavistock Publications.

Goldmaan, L. (1980). Method in the sociology of literature. Basil Blackwell.

Gunarwan, A. (1994). Pragmatik: Pandangan mata burung. Dalam S. Dardjowidjojo (Ed.), Mengiring rekan sejati: Festchrift buat Pak Ton. Unika Atma Jaya.

Hakim, Z. (1996). Edisi kritis puisi Chairil Anwar. Dian Rakyat.

Hardjowirogo, M. (1989). Manusia Jawa. Haji Mas Agung.

Harnaeni. (1986). Damarwulan. Citra Budaya.

Harun, C. (1982). Sastra sebagai human control. Dalam Dewan Kesenian Jakarta. Dua puluh sastrawan bicara. Sinar Harapan.

Hasjim, N. (1984). Hikayat galuh digantung. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Hasjmy, A. (1978). Suara azan dan lonceng gereja. Bulan Bintang.235

Hasjmy, A. (1984). Apa tugas sastrawan sebagai khalifah Allah? Bina Ilmu.

Hastjarja, P. E. (1984, Januari). Variasi sistem nilai budaya Jawa. Basis, 1, Thn. XXXIII.

Hawkes, T. (1978). Structuralism and semiotics. Methuen & Co. Ltd.

Herfanda, A. Y. (1990). Sajak penari. MPI Komisariat IKIP Muhammadiyah.

Heryanto, A. (ed.). (1985). Perdebatan sastra kontekstual. Rajawali.

Hirsch, E. D. (1979). Validity in interpretation. Yale University Press.

Honko, L. (1984). The problem of defining myth. Dalam A. Dundes (Ed.), Sacred narative: Reading in the theory of myth. University of California Press.

Hoerip, S. (1984, 21 Februari). Sastra dan kemiskinan intelektual kita. Kompas.

Indriani, R., Mardianto, H., Rahayu, P., & Nugraha, C.W. (1992/1993). Cerita rakyat dalam majalah berbahasa jawa 1980-an [Laporan penelitian tidak diterbitkan]. Proyek Penelitian dan Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Iser, W. (1987). The act of reading. The Johns Hopkins University Press.

Jassin, H.B. (1996). Chairil Anwar pelopor angkatan 45. Grasindo.

Jauss, H. R. (1974). Literary history as a challange to literary theory. Dalam R. Cohen (Ed.), New directions in literary history. Routledge & Kegan Paul.

Jedamski, D. (2009). Chewing over the west: Occidental narratives in nonwestern readings. Rodopi.

Jefferson, A. & Robey, D. (eds.). (1988). Teori kesusasteraan: Perkenalan secara perbandingan. Dewan Bahasa dan Pustaka.

Juhl, P. D. (1980). Interpretation: An essay in the philosophy of literary criticism. Princeton University Press.

Junus, U. (1983). Karya sebagai sumber makna: Pengantar strukturalisme. Dewan Bahasa dan Pustaka.

Junus, U. (1986). Sosiologi sastra: Persoalan teori dan metode. Dewan Bahasa dan Pustaka.

Junus, U. (1989). Stilistik: Satu pengantar. Dewan Bahasa dan Pustaka.

Kartodirdjo, S., Sudewa, A., & Hatmosuprobo, S. (1988). Berbagai segi etika dan etiket Jawa. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Bagian Jawa.

Kartodirdjo, S., Sudewa, A., & Hatmosuprobo, S. (1993). Perkembangan peradaban priyayi. Gadjah Mada University Press.

Kats. (1915). Dewi Cri. Martinus Nijhoff.

Kayam, U. (1992). Para priyayi. Pustaka Utama Grafiti.

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Gramedia.

Koentjaraningrat. (1987). Sejarah teori antropologi I. Universitas Indonesia.

Kridalaksana, H. (1982). Kamus linguistik. Gramedia.

Kuntowijoyo. (1987). Budaya dan masyarakat. Tiara Wacana.

Kuntowijoyo. (1988, September). SSastra priyayi sebagai sebuah jenis sastra jawa. Basis, 9, Thn. XXXVII.

Kuntowijoyo. (1994). Pasar. Bentang Intervisi Utama.

Kurzweil, E. (1980). The age of structuralism: from Levi-Strauss to Foucault. Columbia University Press.

Laksono, P.M. (1985). Tradisi dalam struktur masyarakat Jawa: Kerajaan dan pedesaan. Gadjah Mada University Press.

Lefevere, A. (1977). Literary knowledge: A polemical and programmatic essay on its nature, growth, relevance, and transmission. Van Gorcum & Comp. B.V.

Levi-Strauss, C. (1963). Structural anthropology. Basic Books.

Lotman, J. (1977). The structure of the artistic text. University of Michigan.

Maleki, N. & Navidi, M. (2011). Etude postcolonial: En mettant a l’avant les choses d’achebe fall. Canadian Social Science, 7(6), 10–15.

Mangunwijaya. (1981). Burung-burung manyar. Djambatan.

Mas, K. (Sasterawan Negara). (1990). Perbincangan gaya bahasa sastera. Dewan Bahasa dan Pustaka.

Mawadah, A. H. (2009, 5–7 Agustus). Semangat Nasionalis Tokoh Teyi dalam ”Gadis Tangsi” karya Suparto Brata di Antara Masyarakat Multikultur [Presentasi makalah]. Konferensi Internasional HISKI di UPI Bandung. https://adoc.pub/queue/semangat-nasionalisme-tokohteyi-dalam-novel-gadis-tangsi-ka.html237

Moedjanto, G. (1987). Konsep kekuasaan Jawa. Kanisius.

Moedjanto, G. (ed.). (1994). Tantangan kemanusiaan universal. Kanisius.

Moertono, S. (1985). Negara dan usaha bina-negara di Jawa masa lampau: Studi tentang masa Mataram II abad XVI sampai XIX. Obor.

Muljana, S. (2008). Kesadaran nasional: Dari kolonialisme sampai kemerdekaan. LkiS Pelangi Aksara.

Mulyono, S. (1978). Apa dan siapa semar. Gunung Agung.

Mulyono, S. (1979). Simbolisme dan mistikisme dalam wayang. Gunung Agung.

Najib, E. A. (1988). Cahaya maha cahaya. LP3S.

Najib, E. A. (1993). Sesobek buku harian Indonesia. Bentang Intervisi Utama.

Nasution, J.U. & Sartuni, R. (1981). A. Hasjmy: Tokoh angkatan pujangga baru. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Noth, W. (1990). Handbook of semiotics. Indiana University Press.

Ong, W.J. (2013). Kelisanan dan Keaksaraan (R. Iffati, Penerj.). Gading Publishing. (Karya original diterbitkan 1982).

Petterson, L. (1985). The Logic of textual criticism and the way of genius. Dalam J. J. McGann (Ed.), Textual criticism and literary interpretation. The University of Chicago Press.

Pigeaud, T. G. H. (1967). Literature of Java: Synopsis of javanesse literature, 900-1900 A.D. Martinus Nijhoff.

Pinto, P. M. (2010). Postcolonial Language: Rejection and subversion. Babilónia: Revista Lusófona de Línguas, Culturas e Tradução, 8–9.

Poerbatjaraka, R. M. Ng. (1952). Kapustakan Jawi. Jambatan.

Poyk, G. (1973). Sang guru. Pustaka Jaya.

Prabowa, D. P. (1995). Damarwulan versi Harnaeni: Suatu tanggapan pengarang untuk bacaan anak-anak. Bahasa dan Sastra, 1, Thn. XIII.

Pradopo, R. D. (1993). Stilistika. (Makalah). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Pradopo, S. W., Maharto, S. S., Soeratno, M., Haryono, R. I., & Triyono, A. (1985). Struktur cerita pendek Jawa. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Propp, V. (1975). Morphology of the folktale. Scott, L. (trans.). University of Texas Press.

Propp, V. (1984). Theory and history of folklore (A. Y. Martin, Penerj.). University of Minnesota Press.

Propp, V. (1987). Morfologi cerita rakyat (N. Taslim, penerj.). Dewan Bahasa dan Pustaka.

Purwo, B. K. (1990). Pragmatik dan pengajaran bahasa. Kanisius.

Puryanti, L. (2005). Mencari sarang angin: Modernitas dan lokalitas, perspektif pascakolonial [Naskah lomba esai sastra tidak diterbitkan]. Fakultas Sastra UNAIR.

Putra, H. S. A. (1984, April). Strukturalisme Levi-Strauss: Sebuah tanggapan. Basis, 4.

Rahardi, K. (2009). Sosiopragmatik. Erlangga.

Rahmanto, B. (1993, September). Ke arah pemahaman lebih baik tentang mitos. Basis, 9.

Recanati, F. (2006). Pragmatics and semantics. Dalam L. R. Horn & G. Ward (Ed.), The handbook of pragmatics. Blackwell Publishing.

Reid, A. & Marr, D. (eds.). Dari raja ali haji hingga hamka. Grafiti Press.

Rendra, W.S. (1993). Orang-orang Rangkas Bitung. Bentang Intervisi Utama.

Ricoeur, P. (1985). The text as dynamic identity. Dalam M. J. Valdes & O. Miller (Ed.), Identity of the literary text. University of Toronto Press.

Ricoeur, P. (1987). What Is a text? Explanation and understanding. Dalam V. Lambropoulos & D. N. Miller (Ed.), Twentieth century literary theory. State University of New York Press.

Rimmon-Kenan, S. (1986). Narrative fiction: Contemporary poetics. Methuen.

Ryan, M. (2011). Teori sastra: Sebuah pengantar praktis (B. A. Ismayasari, Penerj.). Jalasutra. (Karya original diterbitkan 1998).

Sagimun. (1963). Danawa Sari putri raja raksasa. Dalam Tjeritera Rakjat. Jawatan Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Said, E. W. (1978). Orientalism. Pantheon.

Said, E. W. (1993). Culture and imperalism. Vintage Books.

Said, E. W. (2010). Orientalisme: Menggugat hegemoni barat dan mendudukan timur sebagai subjek (A. Fawaid, Penerj.). Orientalism (1978). Pustaka Pelajar.239

Sastrowardoyo, S. (1980). Sosok pribadi dalam sajak. Pustaka Jaya.

Sayuti, S. A. (1990). Syair-syair cinta. MPI Komisariat IKIP Muhammadiyah.

Schiffrin, D. (2007). Ancangan kajian wacana. Unang (Penerj.). Pustaka Pelajar.

Schleifer, R. (1987). A. J. Greimas and the nature of meaning: Linguistics, semiotics, and discourse theory. Croom Helm.

Scholes, R. (1977). Structuralism in literature: An introduction. Yale University Press.

Segers, R. T. (1978). The evaluation of literary texts. The Peter de Ridder Press.

Selden, R. (1991). Panduan pembaca teori sastra masa kini (R. D. Pradopo, Penerj.). Gadjah Mada University Press.

Seung, T.K. (1982). Semiotics and thematics in hermeneutics. Columbia University Press.

Shils, E. (1981). Kaum Cendekiawan. Dalam Hartoko, D. (ed.). Golongan cendekiawan, mereka yang berumah di angin. Obor.

Siregar, A. (1979). Jentera lepas. Sipres.

Soekanto, S. (1982). Sisiologi: Suatu pengantar. Rajawali.

Spivak, G. C. (1987). Other world: Essays in cultural politics. Routledge.

Spivak, G. C. (1988). Can the subaltern speak? Dalam C. Nelson & L. Grossberg (Ed.), Marxism and the interpretation of culture. University of Illionis Press.

Stanton, R. (1965). An introduction to fiction. Holt, Rinehart, and Winston Inc.

Sudewa, A. (1989). Fungsi serat piwulang dalam politik kerajaan. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Jawa.

Sudjiman, P. (1993). Bungai rampai stilistika. Pustaka Utama Grafiti.

Sumardjo, J. (1982). Novel Indonesia mutakhir: Sebuah kritik. Nur Cahaya.

Sumardjo, J. (1983). Pengantar novel Indonesia. Karya Unipress.

Sungkowati, Y. (2010). Ambivalensi dalam mencari sarang angin. Humaniora, 22, No. 1. https://doi.org/10.22146/jh.986

Sungkowati, Y. (2011). Citra Belanda dalam karya prosa Suparto Brata. Balai Bahasa Surabaya.

Suryadi, L. (1988). Pengakuan Pariyem. Sinar Harapan.

Suseno, F. M. (1988). Etika Jawa: Sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Gramedia.

Suwondo, T. (2022). Membaca olenka dalam perspektif bakhtin. Penerbit BRIN. https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/541

Suyono. (1990). Pragmatik: Dasar-dasar dan pengajarannya. FPBS IKIP.

Swingewood, A. & Laurenson, D. (1972). Sociology of literature. Paladin.

Syazliyati, I., Razanawati, N., & Nor, A. A. (2009). Malay women’s responses to a changing world: A feminist postcolonial reading of Ellina binti Abdul Majid’s perhaps in paradise. Canadian Social Science, 5(5).

Tanaka, R. (1976). System models for literary macro-theory. The Peter de Ridder Press.

Teeuw, A. (1983a). Membaca dan menilai sastra. Gramedia.

Teeuw, A. (1983b). Teori Sastra dan Penelitian Sastra [Makalah Lokakarya Pengembangan Metode Pengajaran]. Fakultas Sastra UGM.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Pustaka Jaya.

Teeuw, A. (1991). The Text. Dalam J. J. Ras & S. O. Robson (Ed.), Variation, transformation, and meaning: Studies on Indonesian literatures in honour of A. Teeuw. KITLV Press.

Tim Penyusun Naskah Cerita Rakyat Daerah Jawa Tengah. (t.t.). Dewi Sri. Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Departemen P dan K.

Todorov, T. (1985). Tata sastra. Zaimar, O. K. S, Djokosujatno, A, &

Bahmid, T. (penerj.). Djambatan.

Triulzi, A. (2006). The return of colonial memories in postcolonial Italy. Interventions, 8(3).

Turner, G. W. (1977). Stylistics. Penguin Books.

Uhlenbeck, E. M. (1991). Linguistics, interpretation, and the study of literature. Dalam J. J. Ras & S. O. Robson (Ed.), Variation,

transformation, and meaning: studies on Indonesian literatures in honour of a. teeuw. KITLV Press.

Van-Zoest, A. (1990). Fiksi dan nonfiksi dalam kajian semiotik. Intermasa.

Van-Zoest, A. (1993). Semiotika: Tentang tanda, cara kerjanya, dan apa yang kita lakukan dengannya (A. Soekowati, Penerj.). Yayasan Sumber Agung.

Veuger, J. (1983). Psikologi perkembangan, epistomologi genetik, dan strukturalisme menurut Jean Peaget. Yayasan Studi Ilmu dan Teknologi.

Watson, C. W. (1972). The sociology of Indonesian novel 1920–1955 [Thesis]. University of Hull.

Wellek, R. & Warren, A. (1968). Theory of literature. Harcourt, Brace & World Inc.

Wellek, R. & Warren, A. (1990). Teori kesusastraan (M. Budianta, Penerj.). Gramedia.

Widati, S., Riyadi, S., Suwondo, T., Prabowo, D.P. Pardi, Utomo, I.B., & Mardianto, H. (2001). Ikhtisar perkembangan sastra jawa modern periode kemerdekaan. Kalika Press.

Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-dasar pragmatik. Andi Offset.

Winet, E. D. (2010). Indonesian postcolonial theatre: Spectral genealogies and absent faces. Palgrave MacMillan.

Zaimar, O. K. S. (1991). Menelusuri makna ziarah karya Iwan Simatupang. Intermassa.

Zaimar, O. K. S. (1992, Februari). Analisis dongeng damarwulan dan panji semirang. Lembaran Sastra, 14.

Zaimar, O. K. S. (2008). Semiotik ddan penerapannya dalam karya sastra. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Zaimar, O. K. S. (2014). Semiotika dalam analisis karya sastra. Komodo Books.

Zhaoguo, D. (2011). On resistance in anti-colonial marxist writings. Canadian Social Science, 7(1)

Scroll to Top
×