Silase Pakan Lengkap Jerami Padi dan Murbei sebagai Pakan Kambing

Screenshot (172)

Series



Categories



Published

June 5, 2023

HOW TO CITE

Fitriawaty

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Nurhafsah

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Intan Dwi Novieta

Universitas Muhammadiyah Parepare

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.528

Keywords:

Pakan Ternak, Silase, Hewan Ruminansia, Pakan Lengkap

Synopsis

Tingginya harga pakan adalah salah satu kendala dalam pengembangan peternakan kambing skala rumah tangga di Indonesia sehingga mencari substitusi konsentrat dengan mempertimbangkan kandungan nutrisi dan tingkat kecernaannya dapat mewujudkan kemandirian pakan. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dan sentuhan teknologi pakan yang mudah diadaptasi oleh peternak dan penyuluh lapangan adalah solusi yang ditawarkan dalam buku ini.

Bertempat di Sulawesi Selatan dan Barat, penulis meneliti potensi limbah jerami padi dan tanaman murbei sebagai pakan lengkap untuk kambing. Buku ini tidak hanya mengemukakan langkah-langkah praktis  pembuatan silase pakan lengkap, namun juga membahas dasar-dasar pengetahuan mengenai potensi, nutrisi, parameter keberhasilan, hingga uji coba pakan yang dihasilkan secara in vivo pada kambing. Terlepas dari segala kekurangan atau usaha yang lebih keras dalam memproduksi pakan secara mandiri, setidaknya penulis menawarkan alternatif dalam mengatasi persoalan kenaikan harga pakan yang mencekik berdasarkan data-data penelitian.

Walau teknologi silase telah banyak diadopsi oleh industri peternakan yang besar, pemanfaatannya pada peternakan skala rumah tangga belum banyak dilakukan. Selain itu, pemanfaatan limbah pertanian yang melimpah misalnya jerami padi, semakin menegaskan bahwa limbah tidak selamanya menjadi sampah.

Author Biographies

Fitriawaty, Badan Riset dan Inovasi Nasional

FITRIAWATY, lahir di Pajekko, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan pada 29 Maret 1989. Gelar Master (S-2) diperoleh di Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS) pada Program Studi Ilmu dan Teknologi Peternakan pada tahun 2015. Perjalanan karier dimulai tahun 2016 sebagai Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial RI dan saat itu aktif mengajar di Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare. Kemudian tahun 2019 melanjutkan pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Barat, Badan Penelitian, dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI. Saat ini, penulis adalah Peneliti di Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN. Penulis aktif mengikuti kegiatan penelitian di Kelompok Riset Teknologi Produksi dan Prosesing Bahan Pakan Ruminansia. Email: fitrics94@gmail.com.

Nurhafsah, Badan Riset dan Inovasi Nasional

NURHAFSAH, lahir di Leworeng Kabupaten Soppeng pada 18 Juli 1982. Saat ini menduduki jabatan sebagai Peneliti Muda di Pusat Riset Agroindustri, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pendidikan Magister (S-2) di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2014–2017 Jurusan Ilmu dan Teknologi Pertanian. Penulis diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pertanian dengan penempatan BPTP Sulawesi Selatan pada tahun 2009. Sejak tahun 2011 ditugaskan di BPTP Sulawesi Barat dengan jabatan fungsional Peneliti kepakaran pascapanen. Namun pada 2022, penulis bergabung di BRIN pada Pusat Riset Agroindustri. Saat ini aktif melaksanakan kegiatan penelitian di Kelompok Riset Pengembangan Produk Hilir. Email: nurhafsah_tiro@yahoo.com.

Intan Dwi Novieta, Universitas Muhammadiyah Parepare

INTAN DWI NOVIETA, lahir di Parepare pada 2 November 1977, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Lahir dari pasangan Bapak Drs. Hamir Hamid Aly, M.Si. dan Ibu Rosdiati. Penulis menempuh pendidikan di SD Tamalanrea Makassar, SMP Negeri 2 Parepare, SMA Negeri 1 Parepare, dan lulus jenjang S-1 di Jurusan Ilmu dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar pada 2000. Penulis melanjutkan program Magister pada Ilmu dan Teknologi Peternakan di Universitas Hasanuddin Makassar dan selesai pada tahun 2015. Penulis aktif sebagai tenaga dosen terhitung sejak 2004 di Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare. Penulis juga aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yaitu kegiatan pengolahan dan pengawetan hijauan pakan ternak, serta dalam bidang teknologi pengolahan hasil ternak. Email: intan0211@gmail.com.

References

Agustini, N. (2010). Manajemen Pengelolaan Limbah Pertanian Untuk Pakan Ternak Sapi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

Almeida, D.J. E., & Fonseca, T.C. (2002). Mulberry germplasm and cultivation in brazil. In : Sánchez, M. & Speedy, A. Mulberry for Animal Production. Proceedings FAO Electronic Conference on Mulberry For Animal Production, 1-30. https://www.fao.org/ag/AGA/agap/frg/Mulberry/Papers/PDF/Almeida1.pdf

Alvianto, A., Muhtarudin, & Erwanto. (2015). Pengaruh Penambahan Berbagai Jenis Sumber Karbohidrat pada Silase Limbah Sayuran Terhadap Kualitas Fisik dan Tingkat Palatabilitas Silase. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4), 196-200.

Amin, M., Hasan, S. D., Yanuarianto, O., & Iqbal, M. (2015). Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Jerami Padi Amoniasi yang Ditambah Probiotik Bacillus Sp. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. 1(1), 8- 13.

Amin, M., Hasan, S. D., Yanuarianto, O., Iqbal, M., & Karda, I.W. (2004). Peningkatan Kualitas Jerami Padi Menggunakan Teknologi Amoniasi Fermentasi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia, 2 (1), 96 – 103.

Anggorodi, R. (1995). Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia Pustaka.

Arora, S. P. (1995). Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press.

Atmosoedarjo, S., Kartasubrata, J., Kaomini, M., Saleh, W., & Moerdoko, W.(2000). Sutera Alam Indonesia. Yayasan Sarana Wana Jaya.

Badruddin, U. (2011). Teknologi Amoniasi untuk Mengolah Limbah Jerami Padi Sebagai Sumber Pakan Ternak Bermutu di Desa Pabuaran Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. ABDIMAS, 5 (1), 52-58.

Balai Persuteraan Alam. (2007). Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Murbei (Morus spp.). Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan.

Batubara, A., Doloksaribu, M., & Tiesnamurti, B. (2006). Potensi Keragaman Sumberdaya Genetik Kambing Lokal Indonesia. Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Daya Genetik di Indonesia: Manfaat Ekonomi untuk Mewujudkan Ketahanan Nasional, 206-216.

Batubara, A., Mahmilia, F., Inounu, I,. Tiesnamurti, B., & Hasinah, H. (2012). Rumpun Kambing Kacang di Indonesia. IAARD Press.

Budiman, A., Dhalika, T., & Ayuningsi, B. (2006). Uji Kecernaan Serat Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dalam Ransum Lengkap Berbasis Hijauan Daun Pucuk Tebu (Saccharum officinarum). Jurnal Ilmu Ternak, 6 (2), 132 – 135. DOI:10.24198/jit.v6i2.2281

Chalisty, V.D., Utomo, R., & Bachruddin, Z. (2017). Pengaruh Penambahan Molasses, Lactobacillus Plantarum, Trichoderma Viride dan Campurannya Terhadap Kualitas Total Campuran Hijauan. Buletin Peternakan, 41(4), 4311–4318. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v41i4.17337

Cherney, D. J. R. (2000). Characterization Fof Forages by Chemical Analysis. In Given, D.I., Owe, E., Axford, R.F.E., Omed, H.M (Ed). Forage Evaluation in Ruminant Nutrition. Wollingford: CABI Publishing : 281-300. DOI: 10.1079/9780851993447.0281

Datta, R.K., Sarkar, A., Rao, P.R.M., & Singhvi, N.R. (2002). Utilization of mulberry as animalfodder in India. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2014). Pedoman Pembibitan Kambing dan Domba Yang Baik. Direktorat Perbibitan Ternak, Dirjen PKH.

Ediset. (2020). Introduksi Inovasi Peternakan Rujukan Akademisi dan Praktisi Peternakan. Andalas University Press.

Ekastuti, D. R. (1996). Pemeliharaan Berbagai Jenis Tanaman Murbei. [Laporan Penelitian]. Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

Elieser, S., Doloksaribu, M., Batubara,A. (2014). Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Produksi Induk Kambing. Prosiding. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner (355-362). https://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2014-p.355-362

Fernandez, D., Ahrens, C.A. (2016). Nutrition of Meat Goats. University of Arkansas. United States Department of Agriculture and Country Goverments Cooperating.

Fitriawaty. (2015). Evaluasi Pakan Lengkap Berbentuk Silase Yang Diformulasi dengan Bahan Utama Jerami Padi dan Biomassa Murbei Pada Kambing [Tesis Tidak Diterbitkan]. Program Pascasarjana, Ilmu dan Teknologi Peternakan, Universitas Hasanuddin.

Ginting, S. P. (2009). Prospek Penggunaan Pakan Komplit pada Kambing: Tinjauan Manfaat dan Aspek Bentuk Fisik Pakan serta Respon Ternak. Wartazoa, 9 (2), 64-75.

Gustiani, E. & Permadi, K. (2015). Kajian Pengaruh Pemberian Pakan Lengkap Berbahan Baku Fermentasi Tongkol Jagung Terhadap Produktivitas Ternak Sapi PO di Kabupaten Majalengka. Jurnal Peternakan Indonesia, 17 (1), 12- 18. https://doi.org/10.25077/jpi.17.1.12-18.2015

Gonzalez, J., Faria-Marmol, J., Rodriguez, C.A., & Martinez, A. (2007). Effects of Ensiling on Ruminal Degradability and Intesitinal Digestibility of Italian rye-gras. Animal Feed Scices and Technology, 136, 38-50. https://doi.org/10.1016/j.anifeedsci.2006.08.022

Hadi, R.F., Kustantinah, & Hartadi, H. (2011). Kecernaan In Sacco Hijauan Leguminosa dan Hijauan Non Leguminosa Dalam Rumen Sapi Peranakan Ongole. Buletin Peternakan, 35 (2), 79 – 85. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v35i2.594

Hart, S. (2015). Introduction to Goat Nutrition. Agricultural Research and Extension Programs. Langston University.

Hettkamp, H., Legler, G., & Bause, E. (1984). Purification by affinity chromatography of glucosidase I, an endoplasmic reticulum hydrolase involved in the prosessing of asparagines-linked oligosaccharides. Eur. J. of Biochem, 142, 85-90. https://doi.org/10.1111/j.1432-1033.1984.tb08253.x

I., P., Aryanto, A.T., & Kartini, P.D.M.H. (2019). Kemadirian Pakan Berbasis Hijauan Lokal Untuk Kerbau Di Provinsi Banten. Pastura, 7(2), 83 – 87. https://doi.org/10.24843/Pastura.2018.v07.i02.p06

Isnan, W & Muin, N. (2015). “Tanaman Murbei“ Sumber Daya Hutan Multimanfaat. Info Teknis EBONI , 12(2), 111 – 119. https://doi.org/10.20886/buleboni.5062

Johnson, P.N., Grundy, H.F., & Stanway, A.P. (1998). The effect of aninoculant additive on the fermentation characteristics of grass silage and bovine performance. Proceeding of British Society of Animal Science. https://doi.org/10.1017/S1752756200597968

Jones, C.M., Heinrichs, A.J., Roth, G.W., & Ishler,V.A. (2004). From Harvest to Feed : Understanding Silage Mangement. Pennstate. Collage of Africulture Sciences. Agricultural Research and Cooperative Extension.

Kamal, M. (1994). Nutrisi Ternak I Rangkuman. Gadjah Mada University Press.

Kuncoro, D.C., Muhtaruddin, & Fathul, F. (2015). Pengaruh Penambahan Berbagai Starter Pada Silase Ransum Berbagai Limbah Pertanian Terhadap Protein Kasar, Bahan Kering, Bahan Organik, dan Kadar Abu. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4), 234-238. http://dx.doi.org/10.23960/jipt.v3i4.p%25p

Kurniawan, D., Erwanto, dan Fathul, F. (2015). Pengaruh Penambahan Berbagai Starter Pada Pembuatan Silase Terhadap Kualitas Fisik dan pH Silase Ransum Berbasis Limbah Pertanian. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3 (4), 191-195.

Knicky, M. (2005). Possibilites to Improve Silage Conservation. Effect of Crop, Ensiling Tecnology and Additive [Doctoral Thesisis]. Faculty of Veterinary Medicine and Animal Science, Uppsala.

Natsir, A. (2012). Fibre Utilization by Ruminants. Makassar. Masagena Press.

Maesya, A., & Rusdiana, S. (2018). Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak. Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Agriekonomika, 7(2), 135-148. http://doi.org/10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Makarim, A. K., Sumarno, & Suyamto. (2007). Jerami Padi : Pengelolaan dan Pemanfaatannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Makka, D. (2004). Tantangan dan Peluang Pengembangan Agribisnis Kambing ditinjau dari Aspek Perwilayahan Sentra Produksi Ternak. Prosiding Lokakarya Nasional Kambing Potong: Kebutuhan Inovasi Teknologi Mendukung Agribisnis Kambing yang Berdayasaing. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Muin, N., Suryanto, H., Minarningsih. (2015). Ujicoba Hibrid Morus Khunpai dan Morus Indica Sebagai Pakan Ulat Sutera (Bombyx Mori. Linn). Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 4(2), 137-145. http://dx.doi.org/10.18330/jwallacea.2015.vol4iss2pp137-145

Nelson, D.C., & Cox, M.M. (2000). Lehninger Principle of Biochemistry. 3rd Ed. Chem Educator, 6(1), 69-72. https://doi.org/10.1007/s00897000455a

NRC. 1981. Nutrisit Requirements of Goats. National Academy Press. Washington, D.C. United States of America.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Universitas Indonesia Press.

Prayitno, A. H., Pantaya, D & Prasetyo, B. (2020). Buku Panduan Pembuatan Silase. Politeknik Negeri Jember.

Priyanti, A. (2022). Penerapan Bioteknologi di Sektor Pertanian Dalam Mewujudkan Kemandirian Pakan. IAARD Press.

Purnamasari, L., Rahayu, S., & Baihaqi, M. (2018). Respon Fisiologi dan palatbilitas Domba Ekor Tipis Terhadap Limbah Tauge dan Kangkung Kering Sebagai Pakan Pengganti Rumput. Journal of Livestock Science and Production, 2(1), 56-63.

Rashid, M. (2008). Goats and Their Nutritiont. Manitoba Agriculture.

Ratnakomala, S., Ridwan, R., Kartina., G., & Widiastuti, Y. (2006). Pengaruh Inokulum Lactobacillus plantarum 1A-2 dan 1BL-2 terhadap Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Biodiversitas, 7 (2), 131-134. https://doi.org/10.13057/biodiv/d070208

Ridwan, R., Ratnakomala, S., Kartina, G., & Widyastuti, Y. (2005). Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Lactobacillus planlarum lBL-2 dalam Pembuatan Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum). Media Peternakan, 28(3), 117-123.

Regan, C.S. (1997). Forage Concervation in The Wet/ Dry Tropics for Small Landholder Farmers [Thesis ]. Faculty of Science. Notherm Territory University, Darwin Australia. https://doi.org/10.25913/5e7c14042cde3

Saun ,R. J. V., & Heinrichs, A. J. (2008). Troubleshooting Silage Problems: How To Identify Potential Problem. Proceddings Of The Mid-Atlantic Conference. PennState Extension. https://extension.psu.edu/troubleshooting-silage-problems

Samsijah & Andadari, L. (1992). Petunjuk Teknis Budidaya Murbei (Morus sp). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.

Sanchez, M.D. (2002). World distribution and utilization of mulberry and its potential for animal feeding. In : Sánchez, M. & Speedy, A (ed). Mulberry for Animal Production. Proceedings FAO Electronic Conference on Mulberry For Animal Production, 1-11. https://www.fao.org/ag/AGA/agap/frg/Mulberry/Papers/PDF/Intro.pdf

Santoso, B., Hariadi, B. T., & Widayati, T. W. (2019). Pembuatan Pakan Komplit Blok Berbasis Limbah Pertanian dan Industri Pangan Untuk Penggemukan Sapi di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Buletin Udayana Mengabdi, 18 (2), 59-64. https://doi.org/10.24843/BUM.2019.v18.i02.p10

Santoso, U. (2006). Manajemen Usaha Ternak Potong. Penebar Swadaya.

Sapienza. D. A., & Bolsen, K.K. (1993). Teknologi Silase (Penanaman, Pembuatan dan Pemberian pada Ternak)(Martoyoedo, R.B.S, Penerj.). Pionner Seeds.

Sitindaon, S. H. (2013). Inventarisasi Potensi Bahan Pakan Ternak Ruminansia Di Provinsi Riau. Jurnal Peternakan, 10(1), 18-23.

Suningsih, N., Ibrahim, W., Liandris, O., & Yulianti, R. (2019). Kualitas Fisik dan Nutrisi Jerami Padi Fermentasi pada Berbagai Penambahan Starter. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 14(2), 191-200. https://doi.org/10.31186/jspi.id.14.2.191-200

Sutama, I. K., Budiarsana, I.G.M., Supryati, Sumanto & Priyatno, D. (2011). Perakitan Kambing Sapera dengan Produksi Susu 2 Liter dan Pertumbuhan Pasca Sapih >100 G/hari. [Laporan Akhir Program Insentif Riset Terapan]. Balai Penelitian Ternak.

Syamsu, J.A., Sofyan, L.A., Mudikdjo,K., & Sa’id, E.G. (2003). Daya Dukunh Limbah Pertanian Sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia di Indonesia. Wartazoa, 13(1), 30-37.

Spencer, R. 2018. Nutrisi Requirements of Sheep and Goats. Alabama Cooperative Extension System.

Syahrir, S. (2009). Potensi Daun Murbei Dalam Meningkatkan Nilai Guna Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong. [Disertasi Doktor] Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/22647

Syahrir. S., Wiryawan, K.G., Parakkasi, A., Winugroho, M., & Sari, O.N.P. (2009). Efektivitas Daun Murbei Sebagai Pengganti Konsentrat dalam Sistem Rumen in Vitro. Media Peternakan, 32 (2), 112-119.

Singh, A.K. (2018). Feeding management of Goat. Indian Farmer,5 (9), 995-1000.

Singh, B., & Makkar, H. P. S. (2002) . The potential of mulberry foliage as a feed supplement in India. In : Sánchez, M. & Speedy, A (ed). Mulberry for Animal Production. Proceedings FAO Electronic Conference on Mulberry For Animal Production, 1-20. https://www.fao.org/livestock/agap/frg/mulberry/Papers/PDF/Singh&m.pdf

Suparjo. (2008). Prinsip dan Faktor yang Berpengaruh Dalam Pembuatan Silase. http://jajo66.files.wordpress.com/2008/06/prinsip-pembuatan-silase.pdf.

Suparjo. (2010). Analisis Bahan Pakan secara Kimiawi: Analisis Proksimat dan Analisis Serat. Fakultas Peternakan Universitas Jambi Press.

Tillman A.D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo. S., & Lebdosoekojo, S. (1998). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan Kedua. Gadjah Mada University Press.

Trisnadewi, A. A. A. S., Cakra, I. G. L. O., Yadnya T. G. B., Budiasa, I. K. M., Suarna, I. W., & Udayana, I. D. G. A. (2016). Teknologi Pengawetan Hijauan Sebagai Alternatif Peningkatan Ketersediaan Pakan di Desa Sebudi Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. Jurnal Udayana Mengabdi, 15(3), 203-218.

Untung. (2016). Kualitas Bibit Kambing Pada Kelompok Tani ‘Dadi Akeh’ di Kampung Wadio Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire. Jurnal Fapertanak : Jurnal Pertanian dan Peternakan, 1(2), 1-8.

Utari, F.D., Prasetiyono, B.W.H.E., & Muktiani, A. (2012). Kualitas Susu Kambing Perah Peranakan Ettawa Yang Diberi Suplementasi Protein Terproteksi Dalam Wafer Pakan Komplit Berbasis Limbah Agroindustri. Animal Agriculture Journal, 1 (1), 427-441.

Pangestu, E. (2003). Evaluasi Potensi Nutrisi Fraksi pucuk Tebu Pada Ternak Ruminansia. Med Pet, 5, 65-70.

Pembayun, A. I. H., Purnomoadi & Dartosukarno, S. (2013). Tingkah Laku Makan Kambing Kacang yang Diberi Pakan dengan Level Protein-Energi Berbeda. Animal Agriculture Journal, 2 (4), 31-36.

Wajizah, S., Samadi, Usman, Y., & Mariana, E. (2015). Evaluasi Nilai Nutrisi dan Kecernaan In Vitro Pelepah Kelapa Sawit (Oil Palm Fronds) yang di Fermentasi Menggunakan Aspergillus niger dengan Penambahan Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Agripet, 15(1), 13-19.

Wati, W.S., Mashudi & Irsyammawati, A. (2018). Kualitas Silase Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv.Mott) dengan Penambahan Lactobacillus Plantarum dan Molasses Pada Waktu Inkubasi yang Berbeda. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 1(1), 45-53. https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2018.001.01.6

Widayati. E., & Widalestari, Y. (1996). Limbah untuk Pakan Ternak. Trubus Agrisarana.

Widyastuti, Y. (2008). Fermentasi Silase dan Manfaat Probiotik Silase Bagi Ruminansia. Media Peternakan, 31(3), 225-232.

Widyastuti, Y. (2021). Inovasi Produk Pakan Sapi Potong Berbasis Bakteri Asam Laktat untuk Mendukung Usaha Peternakan Nasional. Lipi Press. https://doi.org/10.14203/press.412

Wilkins, R. J. (1988). The Preservation of Forage In: E. R. Orskov (Ed.). Feed science. Elsevier Science Publisher BV, 231-255

Williamson, G., & Payne, W. J. A.. (1993). Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Universitas Gajah Mada.

Yanuartono, S., Indarjulianto, H., Purnamaningsih, A., Nururrozi & Raharjo, S. (2019). Fermentasi: Metode untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi Jerami Padi. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14(1), 49-60. DOI: https://doi.org/10.31186/jspi.id.14.1.49-60

Yani, A. (2001). Teknologi Hijauan Pakan . Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Yanuarianto, O., Amin, M., Iqbal, M., & Hasan, S. D. (2015). Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Jerami Padi yang Difermentasi dengan Kombinasi Kapur Tohor, Bacillus s., dan Air Kelapa pada Waktu yang Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia, 1(1), 55-61.

Yanuartono, Purnamaningsih, H., Indarjulianto, S., & Nururrozi, A. (2017). Potensi Jerami Sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(1), 40-62. http://dx.doi.org/10.21776/ub.jiip.2017.027.01.05

Yulia, Baga, L.M., & Tinaprilla, N. (2015). Peran dan Strategi Pengembangan Subsektor Peternakan Dalam Pembangunan Kabupaten Agam Sumatera Barat. Jurnal Agribisnis Indonesia, 3(2), 159-176.

Yuliyati, Y. B., Solihudin., Saadah, D.R., Syafri, I., Rustaman, Darwatidan, & Atiek, R.N. (2019). Pembuatan Silase Dari Rumput Gajah untuk Pakan Ternak di Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2 (7).

Yulistiani, D., Jelan, Z.A., & Liang, J.B. (2008). Degradability of Mulberry (Morus Alba) And Rice Bran in The Rumen Of Sheep Fed Different Diets. JITV, 13 (4), 264 – 272.

Yulistiani, D. 2012. Tanaman Murbei Sebagai Sumber Protein Hijauan Pakan Domba dan Kambing. Wartazoa, 22(1), 46-52.

Scroll to Top
×