Satu Kampung Tiga Maestro: Biografi Sardono W Kusuma, Mlayawidada, dan S. Ngaliman

Screenshot 2024-01-30 151314

Categories



Published

August 31, 2022

HOW TO CITE

Heri Priyatmoko

Universitas Sanata Dharma

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.460

Keywords:

Maestro, Kemlayan, Sardono W Kusumo, Mlayawidada, S Ngaliman

Synopsis

Maestro tari Sardono W Kusuma hampir ucul nyawanya ditabrak mobil jeep, imbas dari pementasan Samgita tahun 1971 di Solo. Dianggap merusak pakem, orang Jawa “garis keras” melabrak lelaki yang kelak menjadi guru besar IKJ tanpa ijazah sarjana tersebut. Empu karawitan gaya Surakarta, Mlayawidada saban pagi mengelilingi separuh kutha sambil mulutnya ndremimil menghapal ratusan gending. Buahnya, ia dijuluki ensiklopedi gending, bukan hanya jago menabuh bonang menirukan bunyi kentut. Demikian pula maestro tari tradisional gaya Surakarta, S. Ngaliman Tjondropangrawit jempolan mengawinkan unsur tari dengan karawitan yang digumuli bersama kerabat dan tetangganya.

Ketiga maestro terkemuka ini pernah menorehkan tinta emas di Kemlayan, sebuah kampung dijejali lorong sempit. Tempo doeloe, ruang sosial itu didiami rombongan abdi dalem seniman istana Kasunanan yang memengaruhi proses kreatif penghuninya. Selama satu dekade, saya menyuntuki kisah unik kampung yang tersingkir dari panggung sejarah Jawa. Pustaka ini berusaha menyajikan roncean cerita apik yang nyaris melenyap.

Author Biography

Heri Priyatmoko, Universitas Sanata Dharma

Heri Priyatmoko, lahir di Kota Solo pada 1985. Bekerja sebagai staf pengajar di Prodi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Menuntaskan pendidikan Pascasarjana Sejarah, FIB, UGM (2013). Hobi menekuni sejarah lokal mengantarkannya menjadi narasumber dan kolumnis Solo tempo doeloe di media massa nasional maupun lokal. Juga menjadi tenaga ahli di bidang sejarah-budaya pada lembaga plat merah.

Kerap diminta “mendongeng” dalam acara festival dan pemandu jelajah sejarah budaya di Kota Bengawan. Sering pula diminta sebagai instruktur dalam workshop jurnalistik berbasis arsip. Institusi tempatnya bekerja pernah mengganjar penghargaan sebagai dosen terproduktif menulis di media massa (2016, 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021). Tercatat sebagai founder Solo Societeit, komunitas kawula muda yang bergerak dalam bidang produksi, diseminasi, dan apresiasi sejarah-budaya lokal di Solo.

Aktif melakukan riset di bidang sejarah serta menghasilkan buku Keplek Ilat: Sejarah Wisata Kuliner Solo (Kemdikbud, 2017). Sementara buku yang ditulis bersama tim, di antaranya Toponim Kota Yogyakarta (Kemendikbud, 2019), Toponim Kota Magelang (Kemendikbud, 2018), dan Kretek: Dari Nasionalisme Hingga Warisan Budaya (2014). Selain merampungkan buku Satu Kampung Tiga Maestro, di tahun yang sama menyusun pustaka Toponim Berlatar Rempah di Jepara dan Semarang (Kemdikbud, 2020). Untuk kepentingan berbincang, dapat dihubungi ke alamat email: heripriyatmoko@usd.ac.id

References

A. Arsip

Almanak Narpowandowo

Dalil-dalil Akademi Kesenian.

Kabar Paprentahan

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0211/P/1974.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0294/U/1976.

Keputusan Pimpro ASKI No. 0120/PAK-I/K/76-77 Tanggal 17 Mei 1977.

Keputusan Rektor ISI Yogyakarta tentang Daftar Tenaga Luar Biasa

Pada ISI Yogyakarta 1989-1990.

Keputusan No 22/1970 Kementerian Pendidikan dan Kebudajaan Republik Indonesia No 022/1970.

Pambabaripun Radhio Prajapangrawitan

Roentoehnya Swapradja Soerakarta, no. S.278.

Sêrat Kridha Pradangga.

Serat Penanggalan

Sêrat Wedha Purwaka

Serat Paramalagu

Sêrat pratelan, ingkang mugi kaatur ing ngarsanipun parentah agêng Kapatihan, Koleksi Arsip PA VI

Surat Kekancingan Titimangsa 30 Mulud 1845.

Surat Keputusan Residen Surakarta No 13/5k/Kar 29 November 1948.

Surat Direktur Pendidikan/Pembinaan Kebudayaan RI No. 37/I/B/1968.

Surat Pensiun dan Tunjangan Kepala Kantor Urusan Pegawai RI 16 Maret 1970.

Surat Pengangkatan Guru Tidak Tetap Tahun Ajaran 1973, Direktorat Jenderal Kebudayaan No. 90/C.III/1973.

B. Surat Kabar dan Majalah

Angkatan Bersenjata, 17 April 1966.

Bromartani 18 Maret 1874

Bromartani April 1874

Bromartani, 30 November 1882

Bromartani 29 Mei 1879

Bromartani 2 Februari 1892

Darmo Kondo, 6 November 1916.

…………….., 3 Februari 1926.

…………….., 11 April 1927.

…………….., 15 November 1906.

…………….., 20 Juni 1907.

…………….., 19 Oktober 1912.

…………….., 28 Februari 1907.

…………….., 10 Januari 1907.

…………….., 3 April 1920.

Kedaulatan Rakjat, 20 Desember 1945.

………………….., 17 Djanuari 1946

………………….., 24 Mei 1946.

………………….., 4 Mei 1946.

Kompas, 8 April 1971

Madjalah Budaja No. 20 Djuni 1950.

Madjalah Batari Th. IV No. 3 Nopember 1958.

Merdeka, 3 Mei 1946.

Solopos, 03 Februari 2009.

C. Buku, Tesis, dan lain-lain.

Ahmat Adam, Sejarah Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan 1855-1913. Jakarta: Hastra Mitra, 2003.

Anik Dwi Sukristyarini, “Metode Pengajaran Tari S. Ngaliman Tjondripangrawit”. Surakarta: STSI Surakarta Skripsi Sarjana, 2002.

Anonim, Suplement of het Triwindoe-Gedenkboek Mangkoe Nagoro VII. Surakarta: Reksopustoko Mangkunegaran, 1940.

Anonim, Dies Natalis XXII Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta, 15 Juli 1964-1986.

Anonim, Jati Diri SMK N 8 Surakarta: Sejarah Singkat Sekolah. Surakarta: SMK N 8 Surakarta, 1999.

Bambang Purwanto, “Menulis Kehidupan Sehari–hari Jakarta: Memikirkan Kembali Sejarah Sosial Indonesia”, dalam Henk Shulte Nordholt, Bambang Purwanto dan Ratna Saptari (editor), Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia-KITLV; Denpasar: Pustaka Larasan, 2008.

Bambang Tri Atmadja, S. Ngaliman dan Kampung Kemlayan. Surakarta: Tesis Program Studi Penciptaan Seni Minat Tari Nusantara STSI, 2004.

Bambang Tri Atmadja, S. Ngaliman Tjondropangrawit Sang Pembaharu: Jelajah Spiritual Kesenimanan Tradisi. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, 2018.

Basit Adnan, Sejarah Masjid Agung dan Gamelan Sekaten di Surakarta. Surakarta: Yayasan Mardikintoko, 1996.

Becker, Judith, Traditional Musik in Modern Java: Gamelan in a Changing Society. Honolulu: The University Press of Hawai.

Danarto, “Melihat Retno Maruti Menari”, dalam Pagelaran Tari Dewabrata Karya Retno Maruti, Jakarta: Bentara Budaya Jakarta, 1997

Darsiti Soeratman, Kehidupan Dunia Kraton Surakarta 1830-1839. Yogyakarta: Taman Siswa, 1989.

Darsono, Cokrodihardjo dan Sunarto Cipto Suwarno: Pengrawit Unggulan Luar Tembok Keraton. Surakarta: Citra Etnika Surakarta, 2002.

David Kaplan, Robert A. Manners, Teori Budaya, terjemahan Landung Simatupang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2002

Departeman Penerangan Republik Indonesia Provinsi Djawa Tengah. Djakarta: Departeman Penerangan Republik Indonesia, 1956.

Dhanang Respati Puguh, “Mengagungkan Kembali Seni Pertunjukan Tradisi Keraton: Politik Kebudayaan Jawa Surakarta, 1950an-1990an”, disertasi FIB UGM.

Geertz, Clifford, Abangan, Santri, dan Priyayi. Jakarta: Pustaka Jaya, 1981.

Haryono, S. Ngaliman Tjondropangrawit: Dari Seorang Pengrawit Menjadi Empu Tari Sebuah Biografi. Yogyakarta: Tesis Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan UGM, 1997.

Heather Sutherland, Terbentuknya Sebuah Elite Birokrasi. Jakarta: Sinar Harapan, 1983.

Heri Priyatmoko, “Gamelan Di Kemlayan: Studi Sejarah Kampung Abdi Dalem Niyaga Di Surakarta”, Patrawidya BPNB DIY, Vol.19 No. 2 2018.

……………………., “Seniman dan Seni Pertunjukan di Kampung Kemlayan Surakarta 1930-1970”, jurnal Jantra BPNB DIY Vol 14 No 2 2019.

………………., “Identitas Ganda Seniman-Priyayi Kemlayan Surakarta 1950-an-1970-an” jurnal Literasi, Universitas Jember Volume 3, No.2, Edisi Desember 2013.

Hersapandi, Wayang Wong Sriwedari: Dari Seni Istana Menjadi Seni Komersial. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia, 1999.

Holt, Claire, The Development of The Art of Dancing In The Mangkunegaran. Surakarta: Reksopustoko Mangkunegaran, 1939.

Ignas Kleden, 2004, Understanding Culture from Within: Notes from Essays by Sardono W Kusuma. Paper National Serial of Indonesian Performing Arts Seminar Juli 2004. ISI Surakarta

Imam Budhi Santoso, Kisah Polah Tingkah: Potret Gaya Hidup Transformatif. Yogyakarta: LKis, 2001.

Indra Tranggono dkk, 30 Profil Budayawan Indonesia. Yogyakarta, TVRI, 1990.

Istijabatul Aliyah, Landasan Konsep Konservasi Kampung Kemlayan Sebagai Kawasan Seni dan Budaya Jawa di Surakarta. Semarang: Tesis Program Magister Teknik Arsitektur UNDIP, 2002.

Jasawidagda, Kirti Njunjung Drajat. Weltevreden: Bale Pustaka, 1924.

Julianto Ibrahim, Bandit dan Pejuang di Simpang Bengawan: Kriminalitas dan Kekerasan Masa Revolusi Surakarta. Wonogiri: Bina Citra Pustaka, 2004.

K.M. Soerjaatmadja, “Konservatori Karawitan Indonesia”, dalam majalah Budaja I/5 1957.

Kamadjaja, Solo Di Waktu Malam. tanpa kota penerbit: Roman Gapura, 1950.

Kartomi, Margaret J, Gamelan Digul Di Balik Sosok Pejuang: Hubungan Antara Australia dan Revolusi Indonesia. Jakarta: YOI, 2005.

Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka, 1984.

Kuntowijoyo, “Sastra Priyayi Sebagai Sebuah Jenis Karya Sastra Jawa” dalam Poer Adhie Prawoto (editor), Keterlibatan Sosial Sastra Jawa Modern. Solo: Tri Tunggal Tata Fajar, 1991, hlm. 51-59.

…………………, “Sumur Ajaib: Dominasi dan Budaya Tandingan di Surakarta Awal Abad XX”, dalam Radikalisasi Petani. Yogyakarta: Bentang, 1993.

…………………, Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya, 1995.

…………………, Raja, Priyayi, dan Kawula. Yogyakarta: Ombak, 2006.

Larson, George. D, Masa Menjelang Revolusi: Kraton dan Kehidupan Politik di Surakarta, 1912-1914. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1990.

Marbangun Hardjowirogo, Adat Istiadat Jawa. Bandung: Patma, 1980.

…………………, Manusia Jawa. Jakarta: Inti Idayu Press, 1984.

Martapangrawit, “Iki Dudu Dongeng”, tanpa tahun.

Mlayawidada, Gending Jawa Gaya Surakarta tiga jilid. Surakarta: ASKI, tanpa tahun.

Moch. Nursjahid, “S. Mlayawidada Pemegang Anugerah Seni 1979”, dalam Minggu Ini Suara Merdeka 16 September 1979.

…………………, “Empu Karawitan Sumardi Mloyowidada: Aku Saiki Kijenan,” dalam Jawa Anyar, 24 Februari – 2 Maret 1994.

Moeljono, R.W.Y. Larassumbogo: Karya dan Pengabdiannya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, 1989.

Mohamad Saleh, Riwayat Singkat Pemerintah Karesidenan Surakarta. Surakarta: tanpa Penerbit, 1956.

Murtidjono, Menuju Senja: Biografi Sadinoe. Yogyakarta: Patundra, 2004.

P. Sorgdrager, “Percakapan saya dengan Pangeran Doyokisworo”, penerjemah RT. Husado Pringgokusumo. Surakarta: Reksopustoko Mangkunegaran, 1989.

Padmosusastra, Serat Tata Cara, penerjemah Soenarko H. Pospito. Jakarta: Depdikbud, 1980.

Pamberton, John, Jawa: On the Subject of Java. Yogyakarta: Mata Bangsa, 2003.

Papenhuyzen, Clara Brakel, Seni Tari Jawa: Tradisi Surakarta dan Peristilahannya. Jakarta: ILDEP-RUL, 1991.

Paul W. van der Veur, Kenang-kenangan Dokter Soetomo. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1984

Pemerintah Kotamadia Daerah Tingkat II Surakarta, Kenangan Emas 50 Tahun Surakarta. Surakarta: Pemerintah Kotamadia Daerah Tingkat II Surakarta, 1997.

Poro Wayah Dalem, Serat Jatno Hisworo. tanpa kota penerbit: Djawa Timoer, 1952.

Pradjapangrawit, Wedhapradangga: Serat Sujarah Utawi Riwayating Gamelan. Surakarta: STSI Surakarta dan The Ford Foundation, 1990.

R. Soetrisno, Sejarah Karawitan. Yogyakarta: ASTI, 1981.

RM. Sayid, Babad Sala. Surakarta: Reksopustoko Mangkunegaran, 2001.

RM. Soedarsono, Seni Pertunjukan: Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi. Yogyakarta: UGM Press, 2003.

Rabimin, Sejarah Karawitan II. Surakarta: ISI Press Surakarta, 2009.

Radjiman, Sejarah Mataram Kartasura Sampai Surakarta Hadiningrat. Surakarta: Toko Buku Krida, 1984.

Rahayu Supanggah, “Sistem Pendidikan Kesenian Dewa Ruci: Sebuah Tawaran”, dalam Dewa Ruci, Jurnal Pengkajian & Penciptaan Seni Program Pascasarjana STSI Surakarta, Vol. 1, Bo. 1 Januari 2002, hlm. 137.

…………………, “Kata Pengantar” dalam buku Sumarsam, Hayatan Gamelan: Kedalaman Lagu, Teori dan Perspektif. Surakarta: STSI Press, 2002.

Riyadi, “Sejarah Sosial Komunitas Tionghoa Di Kampung Balong Surakarta Paruh Kedua Abad XX”, Tesis Program Studi Sejarah Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, 2011.

Rustopo (editor), Gendhon Humardani: Pemikiran dan Kritiknya. Surakarta: STSI Press 1991.

…………………, Gendhon Humardhani Sang Gladiator: Arsitek Kehidupan Seni Tradisi Modern. Yogyakarta: Yayasan Mahavhira, 2001.

…………………, Menjadi Jawa: Orang-orang Tionghoa dan Kebudayaan Jawa. Yogyakarta: Ombak, 2007.

…………………, Otobiografi Go Tik Swan Hardjonagoro. Yogyakarta: Ombak, 2008.

Rusini, Gathutkaca di Panggung Sukarno. Surakarta: STSI Press, 2003.

S.D. Humardani, Kumpulan Kertas tentang Kesenian. Surakarta: ASKI, 1979/1980.

Sal Murgiyanto, “Awal Karier Retno Maruti 1947-1969” dalam Pagelaran Tari Dewabrata Karya Retno Maruti, Jakarta: Bentara Budaya Jakarta, 1997.

………………, “Tahun-tahun di Jakarta dan Padneswara Awal 1970”, dalam Pagelaran Tari Dewabrata Karya Retno Maruti, Jakarta: Bentara Budaya Jakarta, 1997

Saptono, Mloyowidodo Sebagai Sumber Sejarah Lisan: Sebuah Biografi. Yogyakarta: Tesis Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan UGM, 1998.

Santoso, “Patronase dan Kehidupan Komunitas Gamelan” dalam Jurnal Dewa Ruci. Surakarta: STSI Surakarta, No. 2 Oktober 2002.

Sardono W Kusuma, “Putri Solo Pengembara Tari” dalam Pagelaran Tari Dewabrata Karya Retno Maruti, Jakarta: Bentara Budaya Jakarta, 1997.

……………………, Arjuna dan Koreografer Wanita (1997) dalam Pagelaran Tari Dewabrata Karya Retno Maruti, Jakarta: Bentara Budaya Jakarta, 1997.

…………………………, Hanuman, Tarzan, Homo Erectus. Jakarta: kubuku, 2004.

Sartono Kartodirdjo, Modern Indonesia: Tradision and Transformation. Yogyakarta: UGM Press, 1984.

…………………, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia, 1992.

Sartono Kartodirdjo, dkk. Perkembangan Peradaban Priyayi. Yogyakarta: UGM Press, 1989.

Shils, Edward, Tradition. Chicago: The University of Chicago Press, 1983.

Siegel, James T, Solo in the New Order: Language and Hierarchy in an Indonesian City. Princenton: Princenton University Press, 1986.

Sindhunata, Mata Air Bulan. Yogyakarta: Kanisius, 1998.

Soedarmono, Mbok Mase: Penguasa Batik di Laweyan Solo Awal Abad 20. Jakarta: Yayasan Warna Warni Indonesia, 2006.

Soejono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali, 1985.

Soemardjo Hardjoprasonto, Bunga Rampai Seni Tari Solo. Jakarta: Taman Mini Indonesia Indah, 1997.

Soemarsaid Moertono, Negara dan Usaha Bina-Negara Di Jawa Masa Lalu. Jakarta: Yayasan Obor, 1985.

Soetarno dan Sarwanto, Wayang Kulit dan Perkembangannya. Surakarta: ISI Surakarta, 2010.

Soetono, dkk., Kenang-kenangan Kota Besar Surakarta 1945-1953. Surakarta: Djawatan Penerangan Kota Besar Surakarta, 1953.

Soewidji, Kisah Nyata di Pinggir Jalan Slamet Riyadi di Surakarta. Surakarta: Yayasan Sastra Jawa/Indonesia, 1973.

Sri Juari Santoso, Suara Nurani Keraton Surakarta. Yogyakarta: Komunitas Studi Didaktika, 2002.

Suhatno BA dan Suhartinah Suhartono, Riwayat Hidup dan Pengabdian Ki Sindoesawarno, KRMT Wiryadiningrat, dan KRT. Waitodipuro. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1980.

Sukirman Dharmamulya, RMNG. Wignyahambeksa: Hasil Karya dan Pengabdiannya. Jakarta: Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, 1981.

Sumarsam, Kendangan Gaya Solo. Surakarta: ASKI, 1976.

…………………, Hayatan Gamelan: Kedalaman Lagu, Teori dan Perspektif. Surakarta: STSI Press, 2002.

Supariadi, Kyai dan Priyayi di Masa Transisi. Surakarta: Pustaka Cakra: 2001.

Suphardi, Solo Peteng. Surakarta: Wignjasoeroto, 1938.

Suseno, Franz Magnis, Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia, 1985.

Sutton, R. Anderson, Traditions of Gamelan Musik in Java: Musikal Pluralism and Regional Identity (Cambridge: Cambridge University Press, 1991).

Suyatno, “Feodalisme dan Revolusi di Surakarta 1945-1950,” dalam majalah Prisma Agustus 1978, hlm. 49-56.

T Slamet Suparno, “Pendekatan Sosiologis dalam Penelitian Karawitan”, dalam Waridi (editor), Menimbang Pendekatan Pengkajian & Penciptaan Musik Nusantara. Surakarta: STSI Surakarta, 2005.

Tiknopranoto, Sejarah Kutha Sala, Kraton Sala, Bengawan Sala, Gunung Lawu. Surakarta: tanpa penerbit, tanpa tahun.

Tiknopranoto, Sekar Wijaya Kusuma, Surakarta: tanpa penerbit, 1970

Timbul Haryono, “Penabuh dan Gamelan Jawa: Suatu Perspektif Arkeomusikologis” dalam Jurnal IDEA Edisi III/01, tahun 2002, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Yogyakarta, hlm 1-21.

Waridi, Martapangrawit Empu Karawitan Gaya Surakarta. Yogyakarta: Mahavhira, 2001.

…………………, Karawitan Jawa Masa Pemerintahan PB X: Perspektif Historis dan Teoritis. Surakarta: ISI Press Surakarta, 2006.

…………………, Gagasan dan Kekaryaan Tiga Empu Karawitan: Pilar Kehidupan Karawitan Jawa Gaya Surakarta 1950-1970-an (Ki Martapengrawit, Ki Tjakrawarsita, Ki Nartasabda). Bandung: Etnoteater Publisher, BAAC, Pascasarjana ISI Surakarta, 2008.

Waridi (editor), Kehidupan Karawitan Pada Masa Pemerintahan Paku Buwana X, Mangkunegaran IV, dan Informasi Oral. Surakarta: ISI Press Surakarta, 2007.

Warsodiningrat, Weda Pradangga. Surakarta: SMKI, 1979.

Widaryanto, FX. Ekokritikisme Sardono W Kusumo: Gagasan, Proses Kreatif, dan Teks-teks Penciptaannya. Jakarta: PascaIKJ, 2015.

Yasaharjana, Babad Taman Sriwedari. Surakarta: Liem Gwan Bie, 1926.

Yasawidagda, Bocah Mangkunegaran. Surakarta: Reksopustoko Mangkunegaran, 1937.

D. Internet

Balai Konservasi Borobudur. (28 Desember 2017). Pohon Bodhi. Diakses dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bkborobudur/pohon-bodhi/

Joshua Chrystian H. R [@jo.chryst]. (29 Oktober 2021). Instagram. https://www.instagram.com/p/CVnWKfohBJJ/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Penantra News.com. (22 November 2011). “…OPERA DIPONEGORO The JAVA WAR 1825-000…” Sosok Diponegoro dalam Perspektif Mpu Tari Sardono W. Kusumo. Diakses dari https://penanusantara.wordpress.com/2011/11/22/opera-diponegoro-the-java-war-1825-000-sosok-diponegoro-dalam-perspektif-mpu-tari-sardono-w-kusumo/

Potret Lawas [@potretlawas]. (4 Desember 2018) Prosesi pengebumian Sunan Solo Paku Buwono X, 22 Feb 1939 [tweet]. Twitter. https://twitter.com/potretlawas/status/1069925807089344512/photo/3

Sardono W Kusumo [@masdon.art]. (26 Agustus 2020). Instagram. https://www.instagram.com/p/CEWAJAigQ4V/?utm_medium=copy_link

Tempo.co. (16 November 2016). Sardono Kembali Gelar Pertunjukan di Pabrik Gula Colomadu. Diakses dari https://seleb.tempo.co/read/820579/sardono-kembali-gelar-pertunjukan-di-pabrik-gula-colomadu

Umar Kayam Foundation [@yu_umarkayam]. (5 Juli 2017). Priyayi utama itu, Sastro, tidak hanya akan gagah dalam kemenangan, tetapi juga dalam kekalahan. – UK (Umar Kayam) posted & edited by @shiki.rez . Instagram. https://www.instagram.com/p/BWJ1_9jglm5/?utm_medium=copy_link

Scroll to Top
×