Prosiding Geodiversity Seminar Nasional Ilmu Kebumian 2019:Riset Ilmu Kebumian untuk Pengembangan Geopark Nasional

Screenshot 2024-02-07 092832

Categories



Published

June 3, 2021

HOW TO CITE

Eko Haryono, Indonesian Institute Of Sciences; Haryadi Permana, Indonesian Institute Of Sciences; Sofyan Rahman, Indonesian Institute Of Sciences; Chusni Ansori, Indonesian Institute Of Sciences; Puguh Dwi Raharjo , Indonesian Institute Of Sciences; Eko Puswanto, Indonesian Institute Of Sciences; Dimas Aryo WibowoArdhan Farisan, Indonesian Institute Of Sciences

DOI: https://doi.org/10.14203/press.353

Keywords:

Geodiversity, Geopark

Synopsis

Seminar Nasional Ilmu Kebumian yang diselenggarakan Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI bertujuan untuk menghimpun hasil penelitian terkait potensi, kebaruan informasi, penggunaan metode baru, serta pengembangan pendidikan dan penelitian dalam bidang ilmu kebumian ke arah pembangunan nasional. Seminar ini mengangkat tema “Riset Ilmu Kebumian untuk Pengembangan Geopark Nasional”. Tema tersebut dipilih dengan alasan untuk memberikan perhatian bagi pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah dan pemerintah pusat, untuk memberikan perhatian lebih bagi pengembangan geopark di Tanah Air. Karya tulis ilmiah yang telah didiskusikan dalam seminar ini memiliki beberapa artikel dengan tema yang berkaitan dengan bidang geologi, yaitu 1) Petrologi dan Sumber Daya Mineral, 2) Lingkungan, Kebencanaan, dan Sistem Informasi Geografis, 3) Geodinamika (Tektonik, Paleontologi, Sedimentologi-Stratigrafi), dan 4) Geowisata (Pendidikan Geologi, Geodiversity, Biodiversity, Culture). Semoga buku prosiding ini dapat bermanfaat bagi peneliti/akademisi, mahasiswa, dosen, dan terutama bagi pemerintah agar dapat mengoptimalkan setiap daerah memiliki tempat wisata untuk dapat menambah penghasilan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar tempat wisata.

References

Ariyani, I. & Setyaningsih, W. (2017). Mengungkap potensi Kabupaten Rembang sebagai

geowisata dan laboratorium lapangan geografi. Jurnal Geografi, 14(1), 1–17.

Astari, C. (2011). Proses implementasi lanskap ecopark di kawasan rekreasi Taman Impian Jaya

Ancol, Jakarta (Skripsi tidak dipublikasikan, Institut Pertanian Bogor).

Dowling, R.K. (2011). Geotourism’s global growth. Geoheritage, 3(1), 1–13.

DOI: 10.1007/s12371-010-0024-7

Nisa, M.Z. (2017). Pengelolaan panen dan pascapanen bunga potong jengger ayam (Celosia cristata)

di perusahaan A.J.P. Vansanten, Maasdijk, Belanda Selatan (Skripsi tidak dipublikasikan,

Institut Pertanian Bogor).

Sjarifudin, M.Z. & Hamidi, S. (1992). Peta geologi lembar Blitar, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian

dan Pengembangan Geologi.

van Bemmelen, R.W. (1949). The geology of Indonesia (Vol. IA). Leiden: The Hague, Martinus

Nijhoff.

van Zuidam, R.A. (1985). Aerial photo: Interpretation in terrain analysis and geomorphologic

mapping. The Hague, Belanda: Smith Publisher.

Verstappen, H.Th. (1983). Applied geomorphology: Geomorphological surveys for environmental

development. Amsterdam: Elsevier.

Brahmantyo, B. & Salim, B. (2006). Klasifikasi bentuk muka bumi (landform) untuk pemetaan

geomorfologi pada skala 1:25.000 dan aplikasinya untuk penataan ruang. Jurnal Geoaplika,

(2), 71–78.

Dowling, R.K. & Newsome, D. (Eds.). (2006). Geotourism sustainability, impacts and management.

Burlington, Massachussets, AS: Elsevier Butterworth-Heinemann.

Gordon, J.E. (2018). Geoheritage, geotourism, and the cultural landscape: Enhancing the visitor

experience and promoting geoconservation. MDPI Journal Geosciences, 8(4), 136–160.

Hermawan, H. & Ghani, Y.A. (2018). Geowisata solusi pemanfaatan kekayaan geologi yang

berwawasan lingkungan. Jurnal Sains Terapan Geowisata, 3(3), 391–408.

Howard, A.D. (1967). Drainage analysis in geologic interpretation: A summation. AAPG Bulletin,

(11), 2246–2259.

Kubalíková, L. (2013). Geomorphosite assesment for geotourism purposes. Czech Journal of

Tourism, 2(2), 80–104.

Prijono, S. (2013). Situs Batu Goong di Desa Sukasari, Pandeglang: Kajian aspek arkeologis.

Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 2(1), 118–130.

Santosa, S. (1991). Peta geologi lembar Anyer, Jawa Barat. Bandung : Pusat Penelitian dan

Pengembangan Geologi.

Sigurdsson, H., Houghton, B., Rymer, H., Stix, J., & McNutt, S. (1999). Encyclopedia of volcanoes

(1

st

Edition). Cambridge, Massachussets, AS: Academic Press.

Stueve, A.M., Cook, S.D., & Drew, D. (2002). The geotourism study: Phase 1 executive summary.

Washington D.C., AS: National Geographic Traveller, Travel Industry Association of

America.

van Bemmelen, R.W. (1949). The geology of Indonesia (Vol. IA). Leiden: The Hague, Martinus

Nijhoff.

Scroll to Top
×