Pranata Mangsa dalam Tinjauan Sains

Screenshot 2024-01-22 135336

Categories



Published

June 6, 2023

HOW TO CITE

Rif’ati Dina Handayani

Universitas Jember

Zuhdan Kun Prasetyo

Universitas Negeri Yogyakarta

Insih Wilujeng

Universitas Negeri Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.691

Keywords:

filsafat jawa, kejawen, sains, pranata mangsa

Synopsis

Masyarakat Jawa memiliki sistem kalender khusus sebagai pedoman masa bercocok tanam dan menangkap ikan yang dikenal dengan pranata mangsa. Pengetahuan lokal ini penuh dengan kearifan dalam membaca tanda-tanda alam, seperti letak matahari, arah angin, cuaca, serta perilaku hewan dan tumbuhan. Lalu bagaimana pranata mangsa ini ditinjau dari aspek sains?

Buku ini mengupas hal-hal yang berkaitan dengan pranata mangsa dengan tinjauan ilmiah. Di dalamnya dibahas tentang mitologi dan astronomi Jawa, tinjauan ilmiah pranata mangsa, dan penerapan pranata mangsa dalam pertanian di Jawa. Selain itu, dibahas pula sikap ilmiah yang terkandung dalam nilai-nilai luhur masyarakat Jawa.

Pembaca akan mendapatkan gambaran bahwa pengetahuan tradisional yang telah digunakan sejak lebih dari satu abad yang lalu ini dapat bersifat ilmiah. Kearifan lokal masyarakat Jawa juga dapat dipelajari dari buku ini. Terlebih lagi, informasi dalam buku ini dapat dijadikan bahan referensi untuk mengintegrasikan pengetahuan pranata mangsa dalam pembelajaran sains di sekolah sebagai upaya pelestarian kebudayaan dan pengetahuan tradisional.

Author Biographies

Rif’ati Dina Handayani, Universitas Jember

Penulis lulus sarjana (S-1) pada tahun 2005 di Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Jember; lulus magister (S-2) di Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, tahun 2010; dan lulus doktor (S-3) di Program Studi Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, tahun 2019. Ia adalah dosen tetap di Universitas Jember pada program studi Pendidikan Fisika sejak tahun 2006 sampai sekarang. Ia aktif menulis buku sejak tahun 2016, aktif menulis artikel dalam jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional terindeks dan bereputasi, serta aktif menjadi pemakalah di seminar nasional dan internasional, dalam negeri maupun luar negeri.

Zuhdan Kun Prasetyo, Universitas Negeri Yogyakarta

Penulis lulus sarjana (S-1) Program Studi Pendidikan Fisika, FMIPA IKIP Yogyakarta, tahun 1984; lulus magister (S-2) di University of Houston College of Education, Texas, USA, dengan bidang ilmu Curriculum and Instruction in Primary Science Education, tahun 1995; dan lulus doktor (S-3) tahun 2004 di Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Ia adalah dosen tetap di Universitas Negeri Yogyakarta. Ia aktif meneliti dan menulis buku mengenai pembelajaran sains. Ia juga aktif menulis artikel di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional terindeks dan bereputasi serta menjadi pemakalah, pemateri, dan narasumber dalam seminar nasional dan internasional.

Insih Wilujeng, Universitas Negeri Yogyakarta

Penulis lulus sarjana (S-1) di Program Studi Pendidikan Fisika, FMIPA IKIP Yogyakarta, tahun 1991; lulus magister (S-2) di Program Studi Pendidikan Sains, Universitas Negeri Surabaya, tahun 1999; dan menyelesaikan program doktor (S-3) tahun 2011 di Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Ia adalah dosen tetap di Universitas Negeri Yogyakarta. Ia aktif menulis mengenai pendidikan serta pembelajaran dalam jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional terindeks dan bereputasi, seperti IJESE dan JPII. Ia juga aktif menjadi pemakalah serta narasumber dalam seminar nasional dan international. Ia pernah menjadi dosen berprestasi tahun 2015 di Universitas Negeri Yogyakarta. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Sains Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta.

References

Ahimsa-Putra, H. S. (2012). Baik dan buruk dalam budaya Jawa: sketsa tafsir nilai-nilai budaya Jawa (Good and bad in Javanese culture: Sketches of Javanese cultural values). Patrawidya, 13(3), 383–409.

Alessa, L., Kliskey, A., Gamble, J., Fidel, M., Beaujean, G., & Gosz, J. (2016). The role of Indigenous science and local knowledge in integrated observing systems: moving toward adaptive capacity indices and early warning systems. Sustainability Science, 11, 91–102. https://doi.org/10.1007/s11625-015-0295-7

Astiyanto, H. (2012). Filsafat Jawa: Menggali butir-butir kearifan lokal. Warta Pustaka.

Badrudin, A. (2014). Pranata mangsa Jawa (Cermin besar yang menggambarkan peradaban satu bangsa. Adabiyyat, 13(2), 229–252.

Bratasiswara, H. (2000). Bauwarna: Adat tata cara Jawa (Buku 2 [N-Z]). Yayasan Suryasumirat.

Budiarja, M. (1917). Serat Pranata Mangsa [karya tidak diterbitkan]. Keraton Yogyakarta.

Daldjoeni, N. (1983). Penanggalan pertanian Jawa pranatamangsa: Peranan bioklimatologis dan fungsi sosiokulturalnya. Proyek Javanologi, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Daldjoeni, N., & Hidayat, B. (1987). Astronomical aspects of “pranotomongso” of the 19th century Central Java. International Astronomical Union Colloquium, 91, 249–252. https://doi.org/10.1017/S0252921100106128

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud. (2016). Mengenal wayang jawa timuran. Diakses pada 11 Januari, 2023, dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mengenal-wayang-jawa-timuran/

Doyodipuro, H. (2016). Horoskop Jawa: Misteri pranata mangsa. Dahara Prize.

Endraswara, S. (2003). Falsafah hidup Jawa (Cetakan pertama). Cakrawala.

Fidiyani, R., & Kamal, U. (2012). Penjabaran hukum alam menurut pikiran orang Jawa berdasarkan pranata mangsa. Jurnal Dinamika Hukum, 12(3), 421–436. https://doi.org/10.20884/1.jdh.2012.12.3.117

Hadikoesoemo, S. (1985). Filsafat ke-Jawan: Ungkapan lambang ilmu gaib dalam seni-budaya peninggalan leluhur zaman purba. Yudhagama Corporation.

Hariwijaya, M. (2014). Filsafat Jawa: Ajaran leluhur warisan leluhur. Gelombang Pasang.

Hermanu. (2013). Pawukon 3000 (Edisi ke-1). Bentara Budaya.

Hersapandi, Dana, I. W., Suradjinah, & Hadiprayitno, K. (2005). Suran: Antara kuasa tradisi dan ekspresi seni. Pustaka Marwa.

Herusatoto, B. (2012). Mitologi Jawa. Oncor Semesta Ilmu.

Kartapranata, G. (2011). Mataram sultanate in Sultan Agung reign. Diakses pada 11 Januari, 2023, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Mataram_Sultanate_in_Sultan_Agung_Reign_id.svg

Kartodirdjo, S. (1982). Pemikiran dan perkembangan historiografi Indonesia: Suatu alternatif. Gramedia.

Kasidi. (2017). Estetika pedalangan: Ruwatan murwakala kajian estetika dan etika budaya Jawa. Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa (Edisi kedua). Balai Pustaka.

Magni, G. (2017). Indigenous knowledge and implications for the sustainable development agenda. European Journal of Education, 52(4), 437–447. https://doi.org/10.1111/ejed.12238

McKinley, E., & Stewart, G. (2012). Out of place: Indigenous knowledge in the science curriculum. Dalam B. J. Fraser, K. Tobin, & C. J. McRobbie (Ed.), Second international handbook of science education (541–554). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-9041-7

Prawiroatmojo, S. (1985). Bausastra Jawa-Indonesia (Jilid 1). Gunung Agung.

Priatmojo, G., & Krisanti, W. T. (2022, 10 Agustus). Tak hiraukan perubahan iklim, petani di Bantul tetap lestarikan metode pranta mangsa untuk tentukan masa tanam. SuaraJogja.id. https://jogja.suara.com/read/2022/08/10/173056/tak-hiraukan-perubahan-iklim-petani-di-bantul-tetap-lestarikan-metode-pranta-mangsa-untuk-tentukan-masa-tanam#:~:text=Para%20petani%20biasa%20menggunakan%20pedoman%20pranata%20mangsa%20untuk,mangsa%20masih%20digunakan%20oleh%20petani%20di%20Kabupaten%20Bantul

Raffles, T. S. (1817). The history of Java (Volume 1). John Murray. http://www.gutenberg.org/files/49843/49843-h/49843-h.htm

RB-DESKKART. (t.t.). Karte_von_java. Diakses pada 11 January, 2018, dari https://www.welt-atlas.de/karte_von_java_6-619

Retnowati, A., Anantasari, E., Marfai, M. A., & Dittmann, A. (2014). Environmental ethics in local knowledge responding to climate change: An understanding of seasonal traditional calendar pranotomongso and its phenology in karst area of GunungKidul, Yogyakarta, Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 20, 785–794. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2014.03.095

Rupa, I. W., Ariani, N. L., & Sugianto, I. B. (2014). Kajian astronomi tradisional (palelintangan) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ombak.

Sardjono, M. A. (1995). Paham Jawa: Menguak falsafah hidup manusia Jawa lewat karya fisi mutakhir Indonesia. Pustaka Sinar Harapan.

Sastronaryatmo, M. (1986). Serat babad ila-ila 1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sindhunata. (2011). Pranata mangsa (Edisi pertama). Kepustakaan Populer Gramedia.

Sobur, A. (2003). Semiotika komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Stasiun Klimatologi Yogyakarta. (2018, 20 Maret). Prakiraan awal musim dan puncak musim kemarau 2018 wil. DIY [Infografis]. Facebook. https://www.facebook.com/staklimjogja/posts/pfbid02Gbp1HTGSEZxipkJu46BkRp7KSacrKXJGNniyLAisfKFYC9t6yYSkyi845qhpsC5Bl

Stasiun Klimatologi Yogyakarta. (2018, 21 Agustus). Prakiraan Curah hujan Okt ‘18,seluruh DIY kategori rendah (0-100mm) [Infografis]. Facebook. https://www.facebook.com/staklimjogja/posts/pfbid02EqhZoCEG3nQvZxD4GuTPkxzSt2BQqf5N4FjpB1bBdtk6bvkR4sbCnSiD97qsjr3Fl

Stasiun Klimatologi Yogyakarta. (2018, 22 Januari). Kaleidoskop iklim 2017 D.I Yogyakarta [Infografis]. Facebook. https://www.facebook.com/staklimjogja/photos/a.624191497732526/966145726870433/

Stasiun Klimatologi Yogyakarta. (2022). Selisih suhu. Diakses pada 13 Maret, 2023, dari https://staklimyogyakarta.com/2022/10/12/selisih-suhu/#

StellariumWeb. (t.t.-a). [Rasi bintang Orion]. Diakses pada 1 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-b). [Rasi bintang Orion pada tanggal 8 Maret 1856]. Diakses pada 13 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-c). [Rasi bintang Orion pada 25 November 1856]. Diakses pada 8 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-d). [Rasi bintang Pleiades pada tanggal 29 Maret 1856]. Diakses pada 8 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-e). [Rasi bintang Taurus pada 29 November 1856]. Diakses pada 8 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-f). [Rasi bintang Crux pada tanggal 13 April 1856]. Diakses pada 13 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-g). [Rasi bintang Centaurus pada tanggal 12 Maret 1856]. Diakses pada 8 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-h). [Rasi bintang Ursa Mayor pada tanggal 12 Maret 1856]. Diakses pada 8 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

StellariumWeb. (t.t.-i). [Rasi bintang Skorpio pada tanggal 12 Juni 1856]. Diakses pada 8 Maret, 2023, dari https://stellarium-web.org/

Sudharta, T. R., Dhermawan, I. G. O., & Winduwan, W. (2008). Kalender 301 tahun (tahun 1800 s/d 2100). Balai Pustaka.

Sujamto. (1991). Refleksi Jawa. Dahara Prize.

Sulaksono, D. (2016). Filsafat Jawa. Yuma Pustaka.

Sujana, S. H. (1926). Serat pralambanging jagad. Boekhandel Tan Khoen Swie.

van Peursen, C. A. (1976). Strategi kebudayaan (D. Hartoko, Penerj.). Yayasan Kanisius. (Karya original diterbitkan 1920).

WG. (2016, 6 Desember). Bathok bathuk beruk. KabarHandayani. https://kabarhandayani.com/bathok-bathuk-beruk/

Wisnubroto, S. (1995). Pengenalan waktu tradisional pranata mangsa menurut jabaran meteorologi dan pemanfaatannya. Jurnal Agro­met, 11(1 & 2). http://journal.ipb.ac.id/index.php/agromet/article/view/3639/2494

Wisnubroto, S. (1998). Sumbangan pengenalan waktu tradisional “pranata mangsa” pada pengelolaan hama terpadu. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 4(1), 46–50. https://www.jurnal.ugm.ac.id/jpti/article/view/9881

WorldAtlas. (t.t.). Java island. Diakses pada 11 Januari, 2023, dari https://www.worldatlas.com/islands/java-island.html

Yulianto, S., Prasetyo, J., Dwi, K., & Bistok, H. (2017). Kearifan lokal “ngelmu titen pranatamangsa” sebagai indikator peramalan bencana hidrometeorologi. Dalam P. C. Harnita & B. W. Astuti (Ed.), Bunga Rampai Komunikasi Indonesia (347–354). http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/13386/10/BOOK_Sri Yulianto JP%2C Kristoko DH%2C Bistok H_Kearifan Lokal.pdf

Scroll to Top
×