Permata: Perlindungan Mata Air di Bali

Screenshot 2024-01-26 134709

Categories



Published

December 30, 2022

HOW TO CITE

Fadhlan Muchlas Abrori

Universitas Borneo Tarakan

Wawan Sujarwo

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.665

Keywords:

Bali, danau, mata air, pencemaran lingkungan, Subak

Synopsis

Air sebagai salah satu penyokong kehidupan manusia lambat laun semakin menurun kualitasnya. Penurunan kualitas disebabkan oleh tercemarnya mata air yang sebagian besar terjadi karena ulah dari manusia. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya pencemaran mata air adalah dengan kegiatan Perlindungan Mata Air (PERMATA). Komik ini bercerita tentang dua orang mahasiswa yang melakukan studi lapangan terkait perlindungan mata air di Bali. Dari hasil studi lapang mereka, banyak ditemukan kasus pencemaran mata air karena faktor pencemaran yang bermula dari aktivitas manusia seperti limbah rumah tangga, pariwisata, pertanian, dan faktor penyebab lainnya. Beberapa upaya sudah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah di Bali dalam memperbaiki sekaligus melindungi sumber mata air, baik pelestarian lingkungan dan juga readaptasi budaya lokal Subak. 

Author Biographies

Fadhlan Muchlas Abrori, Universitas Borneo Tarakan

Fadhlan Muchlas Abrori merupakan seorang Dosen di Universitas Borneo Tarakan dengan bidang keahlian pengembangan media visual terkait konten etnobiologi dan isu sosiosaintifik dalam kajian Biologi. Beberapa penelitiannya banyak memfokuskan tentang potensi edukasional komik pembelajaran baik dalam bentuk cetak dan juga digital. Selain itu, dia juga mulai banyak memperkenalkan pendekatan visual dalam mendiseminasikan hasil penelitian di bidang etnobiologi. Ia memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang, dan juga gelar Master di Universitas Negeri Malang. Saat ini, dia sedang menjalani PhD pada bidang STEM Education di Johannes Kepler University Linz di Austria dengan topik riset terkait digital comics pada pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering & Mathematics). Email: fadhlan1991@gmail.com

Wawan Sujarwo, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Dr. Wawan Sujarwo adalah seorang Peneliti Ahli Utama dengan bidang kepakaran etnobotani di Badan
Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Perhimpunan Masyarakat Etnobiologi Indonesia (PMEI) dan editor-in-chief Journal of Tropical Ethnobiology. Area penelitiannya adalah mempelajari hubungan antara tumbuhan dan komunitas masyarakat lokal. Ia telah banyak mendokumentasikan pengetahuan etnobotani Bali di banyak jurnal internasional. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kebun Raya Cibodas, dan Kepala Jasa dan Informasi Kebun Raya Bali. Ia memperoleh gelar Sarjana dan Master Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada, dan gelar PhD dalam bidang biodiversity and ecosystem analysis dari Università degli Studi Roma Tre, Italia. Email: wawan.sujarwo@brin.go.id

References

Abrori, F. M. (2021). Ketika komikus bertemu etnobotanis: Cross-project pengembangan komik etnobiologi. Prosiding Seminar Nasional PMEI V, 71-77.

Darma, I. D. P., Priyadi, A., & Sujarwo W. (2017). Analisis vegetasi tumbuhan air di Kawasan Tri Danau (Beratan, Buyan, Tamblingan) Bali. Limnotek: Perairan Darat Tropis di Indonesia, 24(1), 36-43.

Lansing, J. S. (2009). Priests and programmers: Technologies of powers in the engineered landscape of Bali. Princeton University Press.

Ludwig, D., & El-Hani, C. N. (2020). Philosophy of ethnobiology: Understanding knowledge integration and its limitations. Journal of Ethnobiology, 40(1), 3-20.

Peters, J. H. (2013). Tri Hita Karana. Kepustakaan Populer Gramedia.

Oktavia, G. A. E., Darma, I. D. P., & Sujarwo, W. (2017). Studi etnobotani tumbuhan obat di kawasan sekitar Danau Buyan-Tamblingan, Bali. Buletin Kebun Raya, 20(1), 1-16.

Sriartha, I. P., Giyarsih, S. R. (2015). Spatial zonation model of local irrigation system sustainability (a case of Subak system in Bali). The Indonesian Journal of Geography, 47(2), 142-150.

Starr, F., Starr, K., & Loope, L. (2003). Ficus benjamina. United States Geological Survey-Biological Resources Division. Haleakala Field Station, Maui, Hawaii.

Sujarwo, W., & Darma, I. D. P. (2011). Analisis vegetasi dan pendugaan karbon tersimpan pada pohon di sekitar Gunung dan Danau Batur Kintamani Bali. Jurnal Bumi Lestari, 11(1), 85-92.

Sukarma, I. W. (2016). Tri Hita Karana theoretical basic of moral Hindu. International Journal of Linguistics, Literature, and Culture, 2(3), 102-116.

Swasrina, D. (2021). KJA di Danau Batur melebihi batas. https://balipost.com

Scroll to Top
×