Perkerasan Beton untuk Jalan dengan Volume Lalu Lintas Rendah

Screenshot 2024-02-05 100816

Categories



Published

October 25, 2021

HOW TO CITE

Rulli Ranastra Irawan

Rulli

Nyoman Suaryana Gelgel

Panji Krisna Wardana

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.450

Keywords:

perkerasan beton, jalan, lalu lintas

Synopsis

Perkerasan beton merupakan perkerasan jalan yang berumur panjang dan tahan terhadap air, namun relatif lebih mahal dibandingkan perkerasan jalan beraspal. Perkerasan beton dapat digunakan, baik untuk jalan dengan volume lalu lintas berat maupun untuk jalan dengan volume lalu lintas rendah. Pada saat ini buku yang mengulas metode perancangan dan pelaksanaan perkerasan beton untuk jalan dengan volume lalu lintas rendah, yaitu jalan dengan volume lalu lintas di bawah 500 kendaraan niaga per hari, belum banyak tersedia di Indonesia. Buku tentang perkerasan beton untuk jalan dengan volume kendaraan yang rendah (volume lalu lintas rendah) mempunyai perbedaan dibanding dengan buku perkerasan beton lainnya, yaitu pada penggunaan mutu beton yang lebih rendah, yakni K250 dan mempunyai ketebalan yang tipis, yaitu sampai dengan 15 cm. Dengan adanya perbedaan tersebut maka metode perhitungan yang digunakan akan berbeda karena tidak dapat menggunakan tabelaris yang tersedia, namun harus dihitung terlebih dahulu dengan metode empiris-mekanistik. Demikian juga metode pelaksanaan konstruksi akan menjadi lebih sederhana.

Author Biographies

Rulli Ranastra Irawan, Rulli

RULLY RANASTRA IRAWAN, penulis dilahirkan di Bandung pada tanggal 4 September 1976, dan lulus dari SMA Negeri 2 Bandung pada tahun 1995. Menamatkan pen-didikan sarjana pada tahun 2001 di Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung. Pada tahun 2003–2006 mengikuti program Magister Teknik Sipil Rekayasa Manajemen Infrastruktur di Institut Teknologi Bandung. 

Sejak tahun 2001–2009 bekerja sebagai pegawai tidak tetap (teknisi laboratorium pengujian material jembatan) di Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai PNS. Pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 ditugaskan sebagai Penyelia Laboratorium di Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan, Puslitbang Jalan dan Jembatan.

Pada tahun 2015, penulis menyelesaikan diklat peneliti Tk. I LIPI dan tahun 2016 sampai sekarang sebagai Kepala Subbidang Diseminasi dan Kerja Sama disamping tugas fungsionalnya sebagai Peneliti Muda bidang teknik konstruksi.

Penulis memiliki satu orang putri bernama Naimaa Suryaning Pertiwi (3 tahun) dari pernikahannya dengan Retno Anggraeni pada tahun 2009.

Nyoman Suaryana Gelgel

NYOMAN SUARYANA GELGEL, penulis dilahirkan pada bulan Januari 1965 di Bali dan lulus dari SMA Negeri Singaraja Bali pada tahun 1983. Memperoleh gelar Sarjana pada tahun 1988 di Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan gelar Magister pada tahun 1992 di Jurusan Sistem dan Teknik Jalan Raya (STJR). Pada tahun 2014, penulis berhasil menyelesaikan program Doktor Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung. 

Tahun 1988 sampai dengan tahun 1997 bekerja di Konsultan PT Indah Karya (Persero) sebagai tenaga ahli bidang Jalan. Sejak tahun 1998 menjadi Pegawai Negeri Sipil dan ditempatkan di Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Badan Litbang Kementerian PUPR.


Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2015 diberi amanah sebagai Kepala Balai Bahan dan Perkerasan Jalan, tahun 2015 sampai dengan Maret 2017 sebagai Kepala Bidang Standardisasi dan Kerja Sama, dan April 2017 sampai dengan sekarang sebagai Kepala Balai Litbang Per-kerasan Jalan. Hal ini dikerjakan di samping tugas fungsionalnya sebagai Peneliti Utama.


Penulis menikah dengan Lia Gusliani pada tahun 1990 dan mempunyai tiga orang anak, yaitu Gede Wiyasa (23 tahun), Made Semeru (19 tahun), dan Nyoman Raditya (almarhum).

Panji Krisna Wardana

PANJI KRISNA WARDANA, penulis dilahirkan pada bulan September 1974  di Bandung, dan lulus dari SMA Negeri 1 Bandung pada tahun 1993. Memperoleh gelar sarjana pada tahun 1997 di Jurusan Teknik Sipil UNPAR Bandung dan gelar Magister pada tahun 2000 di Jurusan Teknik Sipil In-stitut Teknologi Bandung. Sejak tahun 1999 menjadi Pegawai Negeri Sipil dan ditempatkan di Kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.


Pada tahun 2011 sampai tahun 2015 diberi amanah sebagai Kepala Seksi Penerapan dan Pelayanan Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan. Sementara itu, pada tahun 2016–sekarang sebagai Kepala Seksi Layanan Balai Litbang Geoteknik Jalan.


Penulis menikah dengan Vidya Setiawan, S. H. pada tahun 2001 dan mempunyai 1 (satu) orang anak yaitu Faza Deizia Wardana.

References

ACI, SNI

American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO). 1993. Guide for Design of Pavement Structures. Wash-ington DC: AASHTO.

American Concrete Institute (ACI). 2002. Guide for Design of Jointed Concrete Pavements and Local Roads. ACI 325.12R-02. California: ACI. Diakses pada Maret 2015. https://www.concrete.org/.

_______________. 2006. Guide for Specification for Hot Weather Concrete. ACI 05.1-06. California: ACI. Diakses pada Maret 2015. https://www.concrete.org/.

AUSTROADS. 1992. Pavement Design: A Guide to the Structural Design of

Pavement. Sydney: AUSTROADS.

Bina Marga. 2010. Spesifikasi Umum 2010 Revisi 2. Jakarta: Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

________________. 2013. Manual Desain Perkerasan Jalan. No. 02/M/BM/201. Jakarta: Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

________________. 2015. Overview Rencana Pengembangan Jalan di Indonesia. Jakarta: Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

________________. 2016. Spesifikasi Umum Jalan 2010 Revisi 3. Jakarta: Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Badan Standarisasi Nasional. 1990. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. SNI 03-1974-1990. Jakarta: BSN.

________________. 1997. Metode Pengujian Kuat Lentur Normal dengan Dua Titik Pembebanan. SNI 03-4431-1997. Jakarta: BSN.________________. 2000. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. SNI 03-2834-2000. Jakarta: BSN.

________________. 2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk

Bangunan Gedung. SNI 03-2847-2002. Jakarta: BSN.

Cement Concrete and Aggregates Australia. 2010. Concrete Basics : A Guide

to Concrete Practice 7th Edition. Australia: CCAA.

Huang, Y. H. 1993. Pavement Analysis and Design. New Jersey: Prentice

Hall.

Indian Roads Congress (IRC). 2014. Guidelines for Design and Construction of Cement Concrete Pavement for Low Volumen Roads. IRC:SP:62-2014. India: IRC. Diakses pada Januari 2015. http://www. irc.nic.in/.

________________. 2011. Guidelines for the Design of Plain Jointed Rigid Pavement for Highways. IRC:58/2011. India: IRC. Diakses pada Ja-nuari 2015. http://www.irc.nic.in/.

Kementerian PU. 2003. Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton. Pd

T–14–2003. Jakarta: Kementerian PU.

________________. 2004. Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton

Semen. Pd T– 05–2004–B. Jakarta: Kementerian PU.

________________. 2011. Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Peran-

cangan Teknis Jalan No.19/PRT/M/2011. Jakarta: Kementerian PU.

________________. 2016. Panduan Pembangunan Jalan untuk Perdesaan.

Jakarta: Kementerian PUPR.

National Cooperative Highway Research Program (NCHRP). 2004. Guide for Mechanistic-Empirical Design of New and Rehabilitated Pavement Structures Part 4: Low Volume Roads. Washingthon DC: Transpor-tation Research Board.

Neville, A. M. & J. J., Brooks. 2010. Concrete Technology, 2th Edition.

England: Prentice Hall.

Portland Cement Association (PCA). 1995. Thickness Design for Concrete

Highway and Street Pavement. Washington DC: PCA.

Perrie, B. D. 2008. Low-Volume Concrete Road. Gauteng: Cement and Concrete Institute (CCI).

Taylor P. C., Steven H. Kosmatka, Gerald F. Voigt dkk. 2007. Integrated Materials and Construction Practice for Concrete Pavement: A State of the Practice Manual. Techical Report No : FHWA HIF-07-004. Washington DC: Federal Highway Administration Office (FHWA).

Yoder, E. J. dan M. W., Witczak. 1975. Principles of Pavement Design. UK: Wiley and Sons Inc.

Scroll to Top
×