Pengenalan Ilmu Fisika dalam Operasi Reaktor Nuklir

Screenshot (181)

Categories



Published

March 27, 2023

HOW TO CITE

Iman Kuntoro

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Surian Pinem

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Tagor Malem Sembiring

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.584

Keywords:

Reaktor Nuklir, Ilmu Fisika, Siklus Neutron, Reaktor

Synopsis

Reaktor nuklir merupakan fasilitas atau instalasi yang menghasilkan energi panas dan radiasi yang bekerja berdasarkan reaksi fisi atau reaksi pembelahan dari inti bahan bakar nuklir. Reaktor nuklir dapat dimanfaatkan energi panasnya, baik untuk listrik maupun untuk industri, disebut dengan reaktor daya yang biasanya digunakan dalam suatu instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Reaktor nuklir juga mengandung radiasi nuklir yang berbahaya. Oleh karena itu, keselamatan menjadi faktor utama dan pertama yang harus diperhatikan dalam pengoperasian reaktor nuklir.

Hadirnya buku Pengenalan Ilmu Fisika dalam Operasi Reaktor Nuklir ini diharapkan dapat memberikan gambaran pengoperasian reaktor, terutama kepada operator reaktor (termasuk supervisor), yang merupakan salah satu unsur sangat penting ketika melaksanakan prinsip-prinsip keselamatan operasi. Buku ini menjelaskan berbagai fenomena fisika dari awal dan selama reaktor beroperasi. Buku ini dapat dijadikan acuan bagi para mahasiswa, praktisi, maupun peneliti keteneganukliran dalam memahami ilmu fisika reaktor nuklir. Selamat membaca!

Author Biographies

Iman Kuntoro, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Peneliti Utama di bidang teknologi reaktor nuklir di PRTRN BRIN, lahir di Purwokerto, 4 Oktober 1954. Penulis merupakan Sarjana Teknik, Insinyur, dari Fakultas Teknik UGM jurusan Teknik Nuklir dengan spesialisasi Tekno­­logi Reaktor, 1980. Masuk pertama kali di BATAN pada 1 Januari 1978 sebagai staf di ­Dinas Reaktor BATAN Yogyakarta. Jabatan struktural yang ­pernah disandang adalah Kasubbid Bahan Bakar Reaktor, 1981–1985; di PRSG BATAN Serpong sebagai Kabid Operasi Reaktor, 1986–1992; Kabid Fisika Reaktor, 1992–1996, Kabid Pengembangan ­Teknologi Reaktor, 1999–2002; dan Kepala Pusat, 2002–2007, Kepala Pusat ­PTBIN, 2008–2011. Tugas luar negeri: Partisipasi desain reaktor RSG-GAS di Interatom, Jerman, 6 bulan, 1983; Manajemen operasi reaktor riset di JAERI, Jepang, 2 bulan, 1988; Analisis Keselamatan In Pile Loop di Ansaldo, Italia, 1 bulan, 1994; Partisipasi Desain TC-ISFSF di AEA, Inggris, 5 minggu, 1997; Mengikuti kegiatan ­pembangunan dan komisioning reaktor RSG-GAS, 1985–1992. ­Penulis juga pernah mengikuti beberapa workshop tentang Utilization of Research Reactor and Reactor Safety di Jepang, 1999, Australia, 2003; Korea, 2003, ­Vietnam, 2004, Thailand, 2005, dan Tiongkok, 2006; ­Mengikuti beberapa kali IAEA Technical Meeting bidang reactor safety, di Austria, (2003–2006). ­Kegiatan lainnya, yaitu terlibat dalam Tim ­P­­embangunan Reaktor ­Kartini, BATAN, Yogyakarta, 1979; Tim ­Desain RSG-GAS BATAN, 1983; Tim Komisioning RSG-GAS BATAN, 1985–1987; Panitia ­Keselamatan RSG-GAS, 1988–2022.

Surian Pinem, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Profesor Riset Bidang Fisika Nuklir, di PR-TRN BRIN, lahir di Medan, 16 Juni 1957. Penulis meraih gelar Sarjana Fisika di Universitas Sumatera Utara pada tahun 1985, selanjutnya meraih gelar Magister Sains, Fakultas MIPA Universitas Indonesia, jurusan Sain Bahan pada tahun 1986. Masuk pertama di BATAN pada 1 Maret 1986 sebagai peneliti di Bidang Fisika Reaktor di PRSG, Serpong. Pada tahun 2002, mutasi ke Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di PPTRN yang pada tahun 2021 menjadi PR-TRN BRIN. Meraih gelar Profesor Riset pada tahun 2008. Mengikuti kegiatan pembangunan dan komisioning reaktor RSG-GAS 1986–1992. Kegiatan ilmiah yang pernah diikuti di antaranya ialah Diklat Keahlian Dasar Bidang Nuklir, Yogyakarta (1986), Diklat Pengantar Fortran dan Aplikasi Komputer, Serpong (1988), Diklat Operator dan Supervisor Reaktor Nuklir, Serpong (1989). Tugas luar negeri dalam rangka training dan workshop adalah ITC on Nuclear and Neutron Do- simetry, Uni Soviet (1989), Training in DSA and Reactor Noise Analysis, Belanda (1992), Nuclear Engineering ND, Technology, Hungaria (1996), Neutron Flux Measurement, Jepang (1996), Neutron Spectrum Measurement, Korea Selatan (1996), Candu Physics Analysis, Kanada (2000), Research Reactor Technology, Malaysia (2006), dan The Utilization of Research Reactors, Filipina (2007).

Tagor Malem Sembiring, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Pensiunan BATAN, tahun 2021, sebagai Peneliti Utama Bidang Fisika Nuklir, lahir di Medan, 12 Oktober 1965. Sarjana Teknik, Insinyur, Fakultas Teknik UGM jurusan Teknik Nuklir dengan spesialisasi Teknologi Reaktor, 1992. Masuk pertama di BATAN pada 1 Maret 1993 sebagai peneliti di Bidang Fisika Reaktor PRSG, Serpong. Pada tahun 2002, yang bersangkutan mutasi ke Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir dan meraih jabatan fungsional Peneliti Utama pada tahun 2017. Jabatan struktural yang pernah disandang adalah Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Reaktor, 2014–2015 di PTRKN. Mengikuti kegiatan percobaan fisika reaktor RSG-GAS mulai 1993–2002. Kegiatan ilmiah yang pernah diikuti di antaranya ialah Tim Komisioning RSG-GAS, mengajar diklat operator supervisor reaktor, diklat perhitungan fisika reaktor, editor jurnal TDM. Tugas luar negeri dalam rangka training, seminar, dan workshop ke Hungaria, Korea, Jepang, Austria, dan Belgia.

References

Agrawal, K. C. (2001). Industrial power engineering and application handbook. Newnes.

Ali, L., Ansari, S. A., Shami, Q. D., & Iqbal, M. (1994). Neutron flux measurements in the full power LEU core of PARR-1. Nuclear Engineering Division, Pakistan Institute of Nuclear Science & Technology.

Boeck, H. (1991). Reaktor kinetics [Diktat]. Lecture for the IAEA, Regional Training Course on the Use or Personal Computer in Research Reaktor Operation. International Atomic Energy Agency.

Bohr, N. (1913). On the constitution of atoms and molecules. The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 26(151), 1–25. DOI: 10.1080/14786441308634955

CEA. (2016). Nuclear reactors [Buklet]. https://www.cea.fr/english/Documents/thematic-publications/cea-nuclear-reactors.pdf

Duderstadt, J. J., & Hamilton, L. J. (1976). Nuclear reactor analysis. John Wiley & Sons.

Garland, Wm. J. (2005). Reactor physics: Point kinetics [Materi kuliah]. http://www.nuceng.ca/ep4d3/text/10-kinetics-r1.pdf

Gambogi, J. (2012). 2010 minerals yearbook: Zirconium and hafnium. US Geological Survey.

International Atomic Energy Agency. (1970). Neutron fluence measurements (Technical Reports Series No 107). https://inis.iaea.org/collection/NCLCollectionStore/_Public/34/065/34065175.pdf

International Atomic Energy Agency. (2010). Research reactors: Purpose and future [Brosur]. https://www.iaea.org/sites/default/files/18/05/research-reactors-purpose-and-future.pdf

International Atomic Energy Agency. (2021). Nuclear power reactors in the world (Reference Data Series No. 2, 2021 Edition). https://www-pub.iaea.org/MTCD/publications/PDF/RDS-2-41_web.pdf

Krane, K. S. (2019). Introductory nuclear physicss (4th ed.). Wiley.

Kuntoro, I. (2018). Keselamatan reaktor nulir: Reaktor serba guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS). BATAN Press.

Lamarsh, J. R., & Baratta, A. J. (2001). Introduction to nuclear engineering 3rd edition. Prentice Hall.

Nuclear Power. (2019). Power distribution in conventional reactors. Diakses pada 20 Februari, 2020, dari https://www.nuclear-power.com/nuclear-power/reactor-physics/neutron-diffusion-theory/power-distribution-conventional-reactors/.

Pinem, S., & Kuntoro, I. (1993). Pengukuran spektrum neutron pada sistem rabbit RSG-GAS. Dalam Prosiding Seminar Teknologi dan Keselamatan PLTN serta Fasilitas Nuklir. PRSG, PPTKR – BATAN.

Pinem, S., Tukiran, & Susilo, J. (2004). Pengukuran parameter kinetik teras silisida dengan kerapatan 2,96 g U/cc reaktor RSG-GAS. Jurnal Fisika Himpunan Fisika Indonesia, A4(0218).

Pinem, S., & Sembiring, T. M. (2019). Accuracy of Batan-3DIFF and MCNP6 codes for thermal neutron flux distribution at the irradiation position of RSG-GAS reactor. International Journal of Nuclear Energy Science and Technology, 13(4), 295–312. https://doi.org/10.1504/IJNEST.2019.106050

Pusat Reaktor Serba Guna. (1992). Kumpulan pelaksanaan eksperimen teras VIII RSG G.A. Siwabessy [Laporan internal tidak dipublikasikan].

Pusat Reaktor Serba Guna. (2005). Prosedur start-up, menaikkan daya, mengoperasikan reaktor pada daya konstan otomatis & manual, menurunkan daya, scram, dan shut-down reaktor G.A. Siwabessy (No. Ident: TRR.OR.55.02.42.05) [Laporan internal tidak dipublikasikan].

Pusat Reaktor Serba Guna. (2011). Multipurpose reactor G.A. Siwabessy safety analysis report (Rev. 10) [Laporan internal tidak dipublikasikan].

Pusat Reaktor Serba Guna. (2020a). Laporan operasi teras no. 100 reaktor RSG-GAS [Laporan internal tidak dipublikasikan].

Pusat Reaktor Serba Guna. (2020b). Safety analysis report of the RSG-GA Siwabessy reactor (Rev. 11) [Laporan internal tidak dipublikasikan].

Sembiring, T. M., & Pinem, S. (2002). Analisis koefisien reaktivitas umpan balik teras silisida RSG-GAS. Jurnal Teknologi Reaktor Nuklir-Tri Dasa Mega, 4(2).

Stacey, W. M. (2018). Nuclear reactor physics (3rd ed.). Wiley-VCH.

Volkmer, M. (1982). Basiswissen zum Thema Kernenergie: die wichtigsten Erkenntnisse aus Kernphysik und Kerntechnik. Electricitäts-Werke.

Scroll to Top
×