Pengembangan Diagnostik Laboratorium untuk Meningkatkan Penatalaksanaan dan Pengendalian Difteri

Categories



Published

November 30, 2023

HOW TO CITE

Sunarno

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.922

Keywords:

difteri, laboratorium, penatalaksanaan, pengendalian

Synopsis

Difteri harus tetap diwaspadai karena merupakan penyakit re-emerging yang sewaktu-waktu bisa meningkat secara cepat dan berpotensi menyebabkan wabah. Dalam hal ini, laboratorium memiliki peran penting dalam penatalaksanaan dan pengendalian difteri.

Pengembangan diagnostik laboratorium dengan metode konvensional sebagai gold standard pemeriksaan difteri dapat meningkatkan sensitifitas dan kecepatan hasil pemeriksaan. Pengembangan metode PCR dapat membantu dan melengkapi keterbatasan dari metode konvensional sehingga dapat digunakan sebagai pemeriksaan pendamping.

Penerapan hasil pengembangan diagnostik laboratorium dan penggabungan metode konvensional dengan PCR akan meningkatkan kecepatan, sensitifitas, dan visibilitas pemeriksaan laboratorium difteri. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan penatalaksanaan kasus dan pengendalian difteri, terutama dalam merespon secara cepat terjadinya wabah atau kejadian luar biasa (KLB) difteri di lapangan.

Keberhasilan pengembangan diagnostik laboratorium difteri harus ditunjang dengan peran aktif semua pihak terkait, meliputi klinisi dan tenaga kesehatan lain, surveilans, laboratorium, dan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Begitu juga dengan masyarakat umum, perlu menjalankan perilaku hidup sehat dan mengikuti program pemerintah, khususnya program imunisasi.

Author Biography

Sunarno, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Sunarno, lahir di Raman Fajar, Lampung, pada tanggal 12 April 1977 adalah anak ketiga dari empat bersaudara dari Bapak Siswiyanto dan Ibu Dasilem. Menikah dengan dr. Fitriana, Sp.MK dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Ahmad Ramadhan dan Maulidya Arofah.
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2/M Tahun 2023 tanggal 9 Januari 2023 yang bersangkutan diangkat sebagai Peneliti Ahli Utama terhitung mulai 25 Januari 2023.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 294/I/HK/2023, tanggal 6 November 2023 tentang Pembentukan Majelis Pengukuhan Profesor Riset, yang bersangkutan dapat melakukan orasi pengukuhan Profesor Riset.
Menamatkan Sekolah Dasar di SDN 1 Raman Fajar, tahun 1989, Sekolah Menengah Pertama di SMPN Raman Utara, tahun 1992, dan Sekolah Menengah Atas di SPK Depkes Metro, tahun 1995. Memperoleh gelar Ahli Madya Keperawatan dari Akper Tanjung Karang tahun 2001, gelar Sarjana Keperawatan dari Universitas Diponegoro tahun 2005, gelar Magister Ilmu Biomedik dari Universitas Diponegoro tahun 2007, dan gelar Doktor bidang Ilmu Biomedik dari Universitas Indonesia tahun 2015.
Mengikuti beberapa pelatihan yang terkait dengan bidang kompetensinya, antara lain Workshop on Diphtheria in Indonesia (2015), Pelatihan Pemeriksaan Spesimen Difteri dengan Metode Kultur dan Polymerase Chain Reaction (PCR) (2018), Pelatihan Tatalaksana Spesimen Difteri (2019), dan Update Pemeriksaan Laboratorium Difteri (2019). Pelatihan lain yang diikuti antara lain ESBL Ec Tricycle project Workshop (2017 dan 2018), Workshop Data Analisis on Global Survey of ESBL E. coli Isolated from Integrated Surveillance of Antimicrobial Resistance (2019), Pelatihan Kajian dan Mitigasi Risiko Laboratorium (2020), Pelatihan Audit Mutu Internal Laboratorium Berbasis Analisa Risiko Laboratorium (2020), dan Pelatihan Penyusunan Dokumen Akreditasi Lab Standar ISO/SNI 17025: 2017 (2020).
Pernah menduduki jabatan struktural sebagai Plt. Kepala Pusat Riset Biomedis, Organisasi Riset Kesehatan, BRIN (2022) dan Kepala Pusat Riset Biomedis (2022– sekarang). Sebelumnya pernah menjadi Manajer Teknis Laboratorium Bakteriologi, Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati (2020–2021).
Jabatan fungsional peneliti diawali sebagai Peneliti Pertama golongan III/b tahun 2013, Peneliti Muda golongan III/c tahun 2014, Peneliti Ahli Madya golongan IV/a tahun 2019, dan memperoleh jabatan Peneliti Ahli Utama golongan IV/d bidang Biomedis tahun 2023. Sebelumnya pernah menduduki jabatan fungsional Perawat di Rumah Sakit Dr. H. Abdul Moeloek tahun 1996–2008.
Menghasilkan 67 karya tulis ilmiah (KTI), baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, dan prosiding. Sebanyak 29 KTI ditulis dalam bahasa Inggris dan sisanya dalam bahasa Indonesia. Selain itu menghasilkan 7 Kekayaan Intelektual (KI), berupa 4 paten dan 3 hak cipta.
Ikut serta dalam pembinaan kader ilmiah, yaitu sebagai pembimbing jabatan fungsional peneliti pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan serta Badan Riset dan Inovasi Nasional, pembimbing skripsi (S-1) pada Universitas Negeri Jakarta, penguji tesis (S-2) pada Universitas Indonesia, pembimbing disertasi (S-3) pada Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga, serta pembimbing Program Post Doctoral di BRIN.
Aktif dalam organisasi profesi ilmiah, yaitu sebagai anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) (1996–2007) dan anggota Persatuan Periset Indonesia (2022–sekarang).
Menerima tanda penghargaan Riset Kemenkes sebagai peneliti muda produktif (2018) dari Menteri Kesehatan, penghargaan Bakti Karya Husada Triwindu (2020) dari Menteri Kesehatan, dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2019) dari Presiden RI.

References

Adriati, W. E. (2018). Selektivitas Medium Agar Darah dengan Suplementasi Fosfomisin pada Identifikasi Corynebacterium diphtheriae terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus sanguinis. In Repository Universitas Brawijaya.

Ahmed, O. B. (2022). Detection of Antibiotic Resistance Genes in Pseudomonas aeruginosa by Whole Genome Sequencing. Infection and Drug Resistance, 15(December), 6703–6709. https://doi.org/10.2147/IDR.S389959

Amalia, N., Sundari, S., Subangkit, S., Sunarno, S., Rudi, H. P., Sariadji, K. (2013). Identifikasi Temuan Kontak Positif Kasus Kejadian Luar Biasa Difteria di DKI Jakarta. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 23(4), 20686.

Badell, E., Guillot, S., Tulliez, M., Pascal, M., Panunzi, L. G., Rose, S., Litt, D., Fry, N. K., Brisse, S. (2019). Improved quadruplex real-time PCR assay for the diagnosis of diphtheria. Journal of Medical Microbiology, 68(10), 1455–1465. https://doi.org/10.1099/JMM.0.001070

Dangel, A., Berger, A., Konrad, R., Sing, A. (2019). NGS-based phylogeny of diphtheria-related pathogenicity factors in different Corynebacterium spp. implies species-specific virulence transmission. BMC Microbiology, 19(1), 1–17. https://doi.org/10.1186/s12866-019-1402-1

DeZoysa, A., Efstratiou, A., Mann, G., Harrison, T. G., Fry, N. K. (2016). Development, validation and implementation of a quadruplex real-time PCR assay for identification of potentially toxigenic corynebacteria. Journal of Medical Microbiology, 65(12), 1521–1527. https://doi.org/10.1099/jmm.0.000382

Febriyana, D., Sunarno, S., Hartoyo, Y., Nursofiah, S., Febrianti, T., Saraswati, R. D., Puspandari, N., Susanti, I., Khariri, K., Sariadji, K., Rukminiati, Y., Muna, F. (2021). Analisis Gen Tox Corynebacterium Diphtheriae Penyebab Difteri di Beberapa Wilayah Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 49(1), 63–70. https://doi.org/10.22435/bpk.v49i1.3844

Fitri, N., Na-Bangchang, K., Tjitra, E., Hutagalung, J., Sunarno, S., Dewi, R. M., Handayani, S., & Chaijaroenkul, W. (2023). Host susceptibility genes of asymptomatic malaria from South Central Timor, Eastern Indonesia. Parasitol Research, 122(1), 61–75. https://doi.org/doi: 10.1007/s00436-022-07696-0. Epub 2022 Oct 26.

Fitriana, F., Amalia, N., Hartoyo, Y., Nursofiah, S., Puspandari, N., Khariri, K., Sariadji, K., Muna, F., Rukminiati, Y., Rizki, A., Febriyana, D., Febrianti, T., Susanti, I., Saraswati, R. D., Sunarno, S. (2022). Polymorphisms of dtxR Gene of Corynebacterium diphtheriae Isolated from Diphtheria Outbreak in Indonesia. Jundishapur Journal of Microbiology, 15(4), 2–7. https://doi.org/10.5812/jjm-121534

Fitriana, F., Nursofiah, S., Amalia, N., Puspandari, N., Sariadji, K., Sunarno, S. (2017). Kesalahan yang Dapat Terjadi dalam Identifikasi Bakteri Penyebab Difteri (Corynebacterium diphtheriae) Menggunakan Mesin Otomatis Vitek 2. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 6(2), 151–158.

Fitriana, F., Sunarno, S., Syarif, A. K., Karyana, M., Rosana, Y., Moehario, L. H. (2019). A new modified medium for Simultaneous Cystinase and elek tests of bacteria causing diphtheria. Bali Medical Journal, 8(1), 334. https://doi.org/10.15562/bmj.v8i1.1231

Guilfoile, P. G. (2009). Deadly diseases and epidemics: Diphtheria. Infobase Publishing.

Gunardi, H., Kartasasmita, C. B., Rezeki Hadinegoro, S. S., Irawan Satari, H., Oswari, H., Pusponegoro, H. D., Batubara, J. R., Akib, A. A., Hegar, B., Yanuarso, P. B., Wisnu Hendrarto, T. (2017). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 tahun: Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sari Pediatri, 18(5), 417–422.

Husada, D., Soegianto, S. D. P., Kurniawati, I. S., Hendrata, A. P., Irawan, E., Kartina, L., Puspitasari, D., Basuki, P. S., Ismoedijanto. (2019). First-line antibiotic susceptibility pattern of toxigenic Corynebacterium diphtheriae in Indonesia. BMC Infectious Diseases, 19(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12879-019-4675-y

Kambang, S., Sunarno, N., Pracoyo, N. E., Putranto, R. H., Abdurrahman, N. (2016). Epidemiologi Kasus Difteri di Kabupaten Lebak Provinsi Banten Tahun 2014. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 26(1), 224–235.

Kemenkes. (2020). Permenkes RI Nomor 21 Tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI, 9(May), 6.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). (2018). Pedoman Surveilans dan Penanggulangan Difteri. 10–27.

Lestari, C. S. W., Dewi, R. M., Sunarno, S., Hasugian, A. R., Handayani, S., Maha, M. S., Panjaitan, S. D., Ningrum, N., Sari, M., Fairuza, F. (2023). The effectiveness of hepatitis B vaccine in toddlers based on the five-year period national basic health research (Riskesdas 2007, 2013, and 2018) in Indonesia. PeerJ, 1–23. https://doi.org/10.7717/peerj.15199

Misnadiarly, & Sunarno. (2007). Tuberkulosis Paru dan Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Angka Kejadiannya di Indonesia Tahun 2007. In Buletin Penelitian Kesehatan Supplement. (pp. 56–63).

Mulyastuti, Y., Rahayu, S. I., Sunarno, S., Santoso, S., Wasito, E. B. (2017). Short communication: Investigation of diphtheria in Indonesia: Dtxr and tox genes analysis of Corynebacterium diphtheriae collected from outbreaks. Biodiversitas, 18(2), 784–787. https://doi.org/10.13057/biodiv/d180249

Mutahhar, A., Puspitasari, D., Husada, D., Kartina, L., Basuki, P. S., Moejito, I. (2020). Sensitivity of Erythromycin Against Toxigenic Strain of Corynebacterium Diphtheriae. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 8(1), 24–28.

Scroll to Top
×