Penelitian dan Pengarusutamaan Gender: Sebuah Pengantar

Screenshot 2024-03-04 103729

Categories



Published

November 1, 2016

HOW TO CITE

Widjajanti M. Santoso, Agustina Situmorang, Ade Latifa, Aulia Hadi, Sentiela Oktaviana, Jane Kartika Propiana, Jaleswary Pramodhawardhani

Keywords:

Penelitian, Pengarusutamaan, Sebuah, Pengantar

Synopsis

Adanya pemikiran yang tidak imbang bahwa laki-laki dijadikan sebagai yang utama membuat posisi perempuan termarginalkan. Pada ilmu pengetahuan secara umum, gender perlu mendapat perhatian karena dalam kebijakan tentang ilmu pengetahuan pun gender belum dimasukkan sebagai sebuah kebutuhan. Pada satu sisi, ini adalah sebuah konteks harmonisasi hukum. Namun, di sisi lain ini merupakan strategi untuk menciptakan sebuah masyarakat yang berkeadilan gender. Pengarusutamaan gender (PUG) merupakan strategi untuk mengembangkan pengetahuan yang setara antara laki-laki dan perempuan. Strategi ini kemudian diimplementasikan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran yang disebut sebagai anggaran responsif gender (ARG). Oleh karena itu, antara PUG dan ARG menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan sebab keduanya akan berjalan beriringan demi terciptanya kesetaraan gender.
Buku ini diterbitkan dengan tujuan menyinergikan kebutuhan strategis dan praktis dalam implementasi PUG dan ARG. Dengan demikian, dibutuhkan sosialisasi dan diseminasi tentang PUG dan ARG, baik sebagai mekanisme maupun alat analisis, untuk mendapatkan latar belakang mengapa kebijakan ini penting secara teori dan metodologi maupun sebagai kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.

References

Abdullah, Irwan. 2003. “Penelitian Berwawasan Gender dalam Ilmu Sosial”. Jurnal Humaniora 2 (15): 265–275.

Amirudiin, Mariana. 2012. “Pejabat Perempuan dalam Situasi Politik Indo- nesia, Antara Identitas Gender dan Integritas Kepemimpinan”. Jurnal Perempuan 75 Vol. 17 No. 4.

Arivia, Gadis. 2006. Kurikulum Berperspektif Gender dalam Feminisme Sebuah Kata Hati. Jakarta: Penerbit Kompas.

Bacchi, Carol, dan Joan Eveline. 2010. Mainstreaming Politics: Gendering Process and Feminist eory. Australia: University of Adelaide Press. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 2005. Laporan Akhir

Analisis Gender dalam Perencanaan Pembangunan. Jakarta: Bappenas. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 2012. Laporan

Evaluasi Paruh Waktu RPJMN 2010–2014. Jakarta: Bappenas. Bappenas dan KPPPA. 2007. Gender Analysis Pathway, Alat Anali- si Gender untuk Perencanaan Pembangunan, dalam http://bappe- nas.go.id/files/5913/8146/3811/gap-revisi-2007–alat-analisis-gen-

der__20130716120956__0.pdf. diakses 16 Agustus 2007.

Blackburn, Susan. 2009. Perempuan dan Negara dalam Era Indonesia

Modern. Jakarta: Kalyanamitra.

Blickha?user, Angelika, dan Henning von Bargen. 2007. Gender Tool Box, Fit

for Gender Mainstreaming. Berlin. www. t-for-gender.org.

Cook, Judith A., dan Mary Margareth Fonow. 1990. “Knowledge and Women Interest, Issues of Epistemology and Methodology in Feminist Sociological Research.” Dalam Feminist Research Methods, Exemplary Reading in the Social Science, Joyce Mc Carl Nielzen (ed.). Bouldev: Westview Press.

Darwin, Muhadjir M. 2005. Negara dan Perempuan: Reorientasi Kebijakan Publik. Yogyakarta: Grha Guru dan Media Wacana.

Djohan, Eniarti, dan Widjajanti M. Santoso. 2016. “Kajian Gender dan Tantangannya bagi Perkembangan Multidisiplin di Indonesia”. Dalam Ilmu Sosial di Indonesia, Perkembangan dan Tantangannya, Widjajanti M. Santoso (ed). Jakarta: Penerbit Obor.

Fakih, Mansour. 1996. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gibb, Heather. 2001. Gender Mainstreaming, Good Practice from the Asia Paci c Region, Canada. e North-South Institute/L’Institut Nord-Sud. Diakses pada 15 Juli 2013. http://www.nsi-ins.ca; http://www.apecsec. org.sg.

Hannan, Carolyn. 2001. Gender Mainstreaming: Strategy for Promoting Gender Equality. O ce of the Special Advisor on Gender Issues and Advance- ment of Women. UN.

Harding, Sandra. 1986. e Science Question in Feminism. Ithaca: Cornell University Press.

Hassan, M.Z.Y., T. Ali, dan M. Ahmad. 2006. “A Brief Review of Various Gender Analysis Methodologies”. J. Anim. Pl. Sci. 16: 3–4. Diakses pada 6 Juni 2013. http://www.thejaps.org.pk/docs/16_3-4_2006/07-715.pdf.

Hidayat, Rachmad. 2004. Ilmu yang Seksis, Feminisme, dan Perlawanan Terha- dap Teori Sosial Maskulin. Yogyakarta: Jendela.

Husain, Djamiah. 2013. “Metodologi Penelitian Perspektif Gender.” Jurnal Kajian Perempuan Bunga Wellu 7 (1): 24–33.

Irlang, Yuda. 2006. “Kebijakan Publik dan Pengganggaran Tanggap Gender.” Jurnal Perempuan 46: 92. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

Jayawardena, Kumari. 1986. Feminism and Nationalism in the ird World. London: Zed Book.

Munti, Ratna Batara. 2006. “Sejauh Mana Negara Memperhatikan Perem- puan (CEDAW dan Pertanyaan tentang Kebijakan-Kebijakan Negara).” Jurnal Perempuan 45.

Irianto, Sulistyowati. 2006. “Apakah Hukum Boleh Berpihak? Sebuah Per- tanyaan Perempuan.” Jurnal Perempuan 45.

Kabeer, Naila. 1994. “Gender-Aware Policy and Planning: a Social-Relations Perspective.” Dalam Gender Planning in Development Agencies, Meeting the challenge, Mandy Macdonald (ed). Oxford: Oxfam.

Kementerian PPN/Bappenas. 2007. Analisis Gender dalam Perencanaan Pembangunan. Direktorat Kependudukan dan Pemberdayaan Perempuan Kedeputian Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan.

Kementerian Keuangan. 2013. Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga.

Kementerian Perindustrian. 2012. Panduan dan Perencanaan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) Bidang Perindustrian (cetakan ke-2). Jakarta: Kementerian Perindustrian dan KPPPA.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2010. Pan- duan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender Generik. Jakarta.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2011. Modul Pelatihan Fasilitator, Perencanaan, dan Penganggaran Daerah yang Responsif Gender. Jakarta: KPPPA dan GIZ.

KPPPA dan Bappenas. 2013. Pembangunan Kesetaraan Gender. Background Study RPJMN III (2015–2019). Jakarta.

KPPPA dan UNIFEM. 2010. Pedoman Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender Generik. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perem- puan dan Perlindungan Anak.

Komnas Perempuan. 2008. 40 Hak Konstitusional Setiap Warga Negara Indonesia.

Lengerman, Patricia Madoo, dan Jill Niebrugge-Bentley. 2003. “Teori Feminis Modern.” Dalam Teori Sosiologi Modern (ed 6th), George Ritzer, dan Dauglas J. Goodman. Jakarta: McGraw Hill.

Macdonald, Mandy. 1994. Gender Planning in Development Agency, Meeting the Challenge. Oxford: Oxfam.

Manuh, Takyiwaa. 2010. Gender Mainstreaming in the NUFU Programme. Norwegian Centre for International Cooperation in Higher Education.

Miroux, Anne. 2011. Mainstreaming a Gender Perspective in Science, Technol- ogy, and Innovation Policy. New York: United Nations.

Nakray, Keerty. 2006. “Gender Budgeting and Its Implications for Feminist Research.” Conference Proceedings inking Gender the NEXT Genera- tion, UK Postgraduate Conference in Gender Studies, 21–22 Juni 2006, University of Leeds, UK. E-paper No. 11.

Pratiwi, A. 2012. “Integrasi Perlindungan Hak-hak Perempuan dalam Refor- masi Hukum.” Jurnal Hukum JENTERA Edisi Perempuan dan Hukum 22: 5–24.

Raharjo, Yul ta. 2010. “Konsep Gender, Kerangka Analisis Gender Berkaitan dengan Pelaksanaan Anggaran Responsif Gender/ARG.” Dipresentasikan dalam Sosialisasi Penyusunan dan Penelaahan RKAKL yang Responsif Gen- der, pada 1 Juni 2010 di Bappenas.

Raharjo, Yul ta. 1991. “Perbedaan Penelitian yang Bersifat Umum dan yang Berperspektif Perempuan: Sebuah Pengantar.” Makalah dalam Lokakarya Membuat Rencana Penelitian yang Berperspektif Wanita. Jakarta, 25 November–7 Desember 1991.

Raharjo, Yul ta. 1995. “Pengantar Penelitian yang Berperspektif Wanita.” Kertas Kerja 13. PPT-LIPI.

Rahayu, Angger Wiji. 2012. “Mitos, Data, dan Fakta Perempuan Pemimpin.” Jurnal Perempuan 75 Vol. 17 No. 4.

Rao, Aruna, dan David Kelleher. 2005. “Is ere Life After Gender Main- streaming?” Gender and Development 13: (2) Mainstreaming a Critical Review. http://policy-practice.oxfam.org.uk/publications/is-there-life-after- gender-mainstreaming-131582.

Rathgeber, Eva M. 2006. “Towards a Gender Mainstreaming Action Plan for the Department of Technical Cooperation (TC) International Atomic Energy Agency (IAEA).” diakses 3 Januari. www.iaea.org/…/Gender/ RepTowardsActionPlan.

Reinhartz, Shulamit. 1992. Feminist Methods in Social Research. New York: Oxford University Press.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2001. “Keluarga, Perempuan dan Anak da- lam Kotak Kaca, Perubahan Sosial yang Terlewatkan.” Dalam Indonesia Menapak Abad 21 dalam Kajian Sosial dan Budaya, Muhamad Hisyam (ed). Jakarta: Peradaban.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2013. “Kajian Gender dan Tantangannya bagi Perkembangan Multidisiplin di Indonesia.” Makalah dalam Seminar Na- sional Re eksi Ilmu Sosial, Tantangan dan Perkembangan, PMB-LIPI, Widyagraha 12–13 November 2013.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2014. Pengarusutamaan Gender dalam bidang Penelitian. Jakarta, kerja sama PMB-LIPI dan KPP-PA.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2014. “Problematika Kebijakan Pe- ngarusutamaan Gender dalam Mengatasi Marginalisasi Perempuan.” Jurnal Masyarakat dan Budaya 16 (3).

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2015. “Laboratorium Ilmu Sosial P2KK: Perlindungan Hukum terhadap Perempuan dan Itsbat Nikah pada Masyarakat Desa Ligarmukti. Seminar Internal P2KK LIPI. Naskah ini merupakan perbaikan dan penambahan dari naskah laporan singkat Labsos 2014.

Santoso, Widjajanti Mulyono, dkk. 2015. “Kesejarahan Kajian Gender di LIPI”. Makalah dalam Seminar Nasional Jaringan dan Kolaborasi untuk Mewujudkan Keadilan Gender, di Pusat Kajian Jepang, Kampus Univer- sitas Indonesia. 10–13 Februari 2015.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2014. Gender di Lembaga Penelitian. Jakarta: Gading Inti Prima.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2013. “Partisipasi Perempuan di Perkotaan Mengangkat Inklusi Sosial.” Makalah dalam Dialog Pemberdayaan: Membangun Generasi Muda Perempuan yang Memiliki Semangat Sosial Pada 27 November 2013, yang Dikembangkan oleh Badan Pember- dayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM PKB) Provinsi DKI Jakarta.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2012. “Dorothy E Smith, Tokoh Feminis Sosiologi.” Dalam Re eksi 80 Tahun Melly G. Tan Perspektif Perempuan dan Pembangunan, Santoso (ed). Jakarta: PMB-LIPI dan Gading Inti Prima.

Santoso, Widjajanti Mulyono. 2015. “Kajian Gender dan Tantangannya Bagi Perkembangan Multidisiplin di Indonesia.” Dalam Perkembangan Ilmu Sosial di Indonesia, Harapan dan Tantangan. Jakarta: Penerbit Obor. Apa masih forthcoming?

Smith, Dorothy E. 1990. e Conceptual Practice of Power: A Feminist Sociol- ogy of Knowledge. Boston: Northeastern University Press.

Soetjipto, Ani. 2006. “Pemenuhan Hak-Hak Politik Perempuan, Sejauh Manakah?” Jurnal Perempuan 45.

Soetjipto, Ani. 2012. “Perempuan dalam Politik Formal: Perdebatan Kajian Teori Feminis.” Jurnal Perempuan 75 (17). Jakarta: Yayasan Jurnal Per- empuan.

Stalker, Peter. 2008. Millenium Development Goals. Diakses 19 Januari 2015. http://www.undp.or.id/pubs/docs/let%20speak%20out%20for%20 mdgs%20-%20id.pdf.

Subono, Nur Iman. 2012. “Demokrat: Kritik Feminis dan Representasi Bi- rokrasi”. Jurnal Perempuan 75 Vol. 17 No. 4.

Suprana, Jaya. 2014. Kelirumologi Genderisme. Jakarta: Elex Media Kom- putindo.

UNDP. 2006. Evaluation of Gender Mainstreaming in UNDP. New York: UNDP.

UNDP. 2013. Gender Mainstreaming Made Easy: Handbook for Programme Sta . New York: UNDP.

United Nations Development Program (UNDP). 2013. e Rise of the South: Human Progress in a Diverse World. http://www.undp.org.

UN Women Survey Report. 2014. World Survey on the Role of Women in Development 2014: Gender Equality and Sustainable Development. Diakses Januari 2015. http://www2.unwomen.org/~/media/headquarters/ attachments/sections/library/publications/2014/unwomen_surveyreport_ advance_16oct.pdf.

Usman, Nur Aissyah. 2012. Potret Keterwakilan Perempuan dalam Pemerin- tahan di Aceh. Jurnal Perempuan 75 Vol. 17 No. 4.

Wallace, Tina. 1994. “Integrating Gender Issues into Evaluation.” Dalam Gender Planning in Development Agencies, Meeting the Challenge, Mandy Macdonald (ed). Oxford: Oxfam.

Wieringa, Saskia Eleonora. 1999. Penghancuran Gerakan di Indonesia. Jakar- ta: Garba Budaya dan Kalyanamitra.

Bahan Internet

Anonim. 2013. “Siaran Pers Komnas Perempuan Memperingati Hari Ke- merdekaan NKRI Ke-68 Tahun (17 Agustus) dan Hari Konstitusi (18 Agustus)”. Diakses 28 Maret 2014. http://www.komnasperempuan. go.id/………..-bagi-perempuan-indonesia/.

Ape. 2009. “Depkumham Fokus pada Perlindungan Hak Asasi Buruh Mi- gran”. Diakses 18 Mei 2016. http://www.newsdetik.com/berita/1257713/ depkumham-fokus-pada-perlindungan-hak-asasi-buruh-migran.

Bappenas. 2007. Analisis Gender dalam Perencanaan Pembangunan. dalam http://www.bappenas.go.id/ les/5813/5228/3225/evlspug2007-versicetak-1 6april2012__20120704121916__3584__1.pdf, diakses 16 Agustus 2016.

Bappenas. 2012. Anggaran Responsif Gender dan Penyusunan Gender Based Statement. Diakses 19 Januari 2015. http://www. bappenas.go.id/ les/6513/5027/4523/arg–penyusunan-gbs__20120720144840__0.pdf.

Budlender, Debbie, dan Guy Hewitt. 2002. “Gender Budgets Make More Cents, Country Studies and Good Practice.” Commonwealth Secretariat. http://www.internationalbudget.org/wp-content/uploads/Gender-Budgets- Make-More-Cents-Country-Studies-and-Good-Practice.pdf

Circle Indonesia. 2013. Publikasi Training Gender. Diakses tanggal 25 Juli 2016. http://www.circleindonesia.or.id/id/publikasi-training-gender-14- 17-mei-2013/.

Griggs, David. 2013. “Sustainable Goal for People and Planet.” Nature, 21 Maret 2013. Diakses 27 Agustus 2014. http://sustainabledevelopment. un.org/content/documents/844naturesjournal.pdf,

http://www2.unwomen.org/~/media/headquarters/attachments/sections/li- brary/publications/2014/unwomen_surveyreport_advance_16oct.pd- f?v=1&d=20150303T172710, diakses 15 Juni 2016

Kalyanamitra. 2013. “Ancaman Target MDG, Angka Kematian Ibu Melonjak”. Diakses 27 Maret 2014. http://www. kalyanamitra. or.id/2013/09/ancaman-target-mdg-angka-kematian-ibu-melonjak-drastis/.

Mehta, Rekha dan Geeta Rao Gupta. 2006. “Gender Mainstreaming: Making It Happen.” ICRW. Diakses 25 November 2014. http://www.icrw.org/ sites/default/ les/publications/Gender-Mainstreaming-Making-It Happen. pdf.

e Research and Data Section of UN Women. 2014. World Survey on the Role of Women in Development 2014 Gender Equality and Sustainable De- velopment. http://www.unwomen.org/~/media/headquarters/attachments/ sections/library/publications/2014/unwomen_surveyreport_advance_16oct. pdf, halaman 12.

Walby, Sylvia. 2005. Gender Mainstreaming: Productive Tension in eory and Practice. Oxford University Press. Diakses 25 November 2014. DOI:10.1093/sp/jx018.

Walby, Sylvia. 2005. Measuring Women’s Progress in Global Era, UNESCO 2005. Published by Blackwell Publishing Ltd., 9600 Garsington Road, Oxford OX4 2DQ, UK and 350 Main Street,Malden, MA 02148, USA, http://www.lancaster.ac.uk/fass/resources/sociology-online-papers/ papers/walby-womensprogress.pdf, diakses 17 Agustus 2016.

http://www.worldbank.org/depweb/english/sd.html, diakses pada 24 November 2014.

PPT DJA, Kemenkeu. 2012. Anggaran Reponsif Gender dan Penyusun- an Gender Budget Statement, 202. http://www.bappenas.go.id/ les/6513/5027/4523/arg–penyusunan-gbs__20120720144840__0.pdf

Scroll to Top
×