Panduan Geowisata: Menelusuri Jejak Dinamika Bumi pada Rangkaian Pegunungan Serayu dan Pantai Selatan Jawa

Screenshot 2024-03-04 093225

Categories



Published

November 30, 2016

HOW TO CITE

Chusni Ansori, Yugo Kumoro, Defry Hastria, dan Kris awan Widiyanto

Keywords:

Geowisata, Pegunungan Serayu, Pantai Selatan Jawa

Synopsis

Bagi Anda para penggemar wisata, terutama wisata alam, istilah ekowisata dan agrowisata mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, sudah pernahkah Anda mengikuti tur geowisata menyusuri keindahan morfologi gunung gua sambil mempelajari tumbukan lempeng pembentuknya? Atau menelusuri gua bawah tanah dengan sungainya sekaligus mencari tahu jenis batuan yang ada di dalamnya? Geowisata sebagai salah satu pariwisata minat khusus menawarkan keunikan pengalaman berwisata yang tidak dapat Anda temukan pada wisata alam lain pada umumnya. Anda dapat berwisata sambil melihat secara langsung berbagai fenomena kebumian, mulai dari bukti-bukti tektonik hingga struktur batuan pada sebuah singkapan, sesuatu yang mungkin selama ini hanya dapat dilihat di buku pelajaran geografi atau ensiklopedia. Buku ini akan mengupas tuntas potensi geowisata yang ada di sekitar Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, yakni daerah Pegunungan Serayu dan Pantai Selatan Jawa. 

References

Andreastuti, S., Sulistiyo, Y., Sartini, E., & Mariana. (2007). Kaitan variasi kandungan Hg dengan karakteristik litologi dan arah sesar di daerah Dieng. Bandung: Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Ben- cana Geologi.

Anonim. (1991). Field trip guidebook. Dalam Symposium on the Dynamics of Subduction and Its Products: e Geology of Luk Ulo, Karangsambung, Kebumen, Central Java. Bandung: Puslitbang Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Anonim. (2005). Buku laporan tahunan tahun 2005. Kebumen: UPT BIKK LIPI.

Anonim. (2005). Gunung Slamet. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Bandung.

Ansori, C. (1998). Potensi pengembangan obyek wisata Kabupaten Kebumen, sebagai obyek geowisata. Dalam Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Ke-27, Yogyakarta.

Ansori, C. (1999). Potensi pengembangan objek wisata Kabupaten Kebumen sebagai objek geowisata. Dalam Proceeding Pemaparan Hasil Litbang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung.

Ansori, C., & Sapri, H. (2002). Karakteristik fragmen endapan olistostrome di Karangsambung, Kebumen. Dalam Buku Geologi Jawa Tengah-Yogya- karta. Publikasi Khusus IAGI Komda Jateng-DIY, Yogyakarta.

Ansori, C. (2004). Panduan geowisata Karangsambung. Kebumen: UPT BIKK LIPI.

Ansori, C. (2007). Petrogenesa basalt Sungai Medana Karangsambung, ber- dasarkan analisis geokimia. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, 17(1), 37–50. Bandung: Puslit Geoteknologi LIPI.

Ansori, C. (2011). Potential of geotourism object development at south Gom- bong karst area. Dalam Proceeding of International Conference and Field Seminar, Asian Trans-Disciplinary Karst Conference, Yogyakarta, March 2011. Polydoor & Faculty of Geography UGM.

Ansori, C., Sudarsono, & Saefudin. (2011). Karakteristik mineralogi pasir besi pada jalur Pantai Selatan Kebumen-Kutoarjo. Buletin Sumber Daya Geologi, 6(2). Bandung: Pusat Sumber Daya Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM.

Ardli, E., R. & Matthias W. (2008). Land use and land cover change a ect- ing habitat distribution in the Segara Anakan lagoon, Java, Indonesia. Springer Verlag, 9, 235–243.

Asikin, S. (1974). Evolusi geologi Jawa Tengah ditinjau dari segi teori tektonik dunia yang baru (Disertasi doktor). ITB, Bandung.

Asikin, S., Harsolumakso, A. H., Busono, H., & Gafoer, S. (1992). Peta geologi lembar Kebumen. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Asikin, S., & Suyoto. (1994). IPA post convention eld trip, Banyumas Basin, Central Java. Field Trip Guidebook.

Asikin, S. (2003). Wawancara Kunjungan Bimbingan Kuliah Lapangan Ma- hasiswa pada bulan Juni 2003, Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan

Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.

Asikin, S., Handoyo, A., Prastihisto, B., & Gafoer, S. (1992). Peta geologi lem-

bar Banyumas. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Atmadja, R. S., Maury, R. C., Bellon, H., Pringgoprawiro, H., Polve, M., & Priadi, B. (1994). Tertiary magmatic belts in Java. Journal of Southeast Asian Earth Sciences, 9, 13–27.

Bemmelen, van R.W. (1949). e geology of Indonesia. e Haque: Marti- nus Nyhoff.

Bronto S., & Hartono, H. (2001). Volcanic debris avalanches in Indonesia. Dalam Proceedings e 3rd Asian Symposium on Engineering Geology and the Environment (ASEGE), Yogyakarta, September 3–6, 2001. 449– 462.

Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen. (1997). Studi potensi objek wisata Kabupaten Kebumen sebagai objek geowisata. Kebumen.

Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. (2000). Panduan pengelolaan wisata minat khusus gua berwawasan lingkungan. Semarang.

Direktorat Bina Obyek dan Daya Tarik Wisata. (1998). Kajian pengembangan wisatawan nusantara dan internasional. Jakarta.

Djuhri, M., Samodra, H., Amin, T. C., & Gafoer, S. (1996). Peta geologi Lem- bar Purwokerto dan Tegal Jawa Tengah. Bandung: P3G.

Ernst, K., Mike, M., & Wolfgang, W. (1983). Java caves. Report of a visit to Indonesian by Austrian and British Cavers.

IUCN Protected Area Programme. (1997). Guidelines for cave and karst pro- tection. Canberra: Goanna Print.

Keputusan Menteri ESDM No. 2817K.40/MEM/2006 tentang Penetapan Ka- wasan Cagar Alam Geologi Karangsambung.

Ketner, K. B. (1976). Pre-eocene rocks of Java, Indonesia. Journal Research USGS, 4.

Kusmanto, E., & Setyawan, W. B. (2011). Arus rip di Teluk Parigi Pangandaran. Jakarta: Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia.

PT Semen Gombong. (1996). Analisis mengenai dampak lingkungan penam- bangan batugamping dan batulempung serta pengoperasian pabrik se- men di Kecamatan Buayan dan Rowokele, Kabupaten Kebumen.

Rahardjo, W., Sukandarrumidi, & Rosidi, H. M. S. (1995). Peta Geologi lem- bar Yogyakarta skala 1 : 100.000. Bandung: Puslitbang Geologi.

Samodra, H. (2005). Sumber daya alam karst di Indonesia, nilai strategis, pe- manfaatan, dan perlindungannya secara berkelanjutan. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Sapri, H., Djoehanah, S., & Mulyadi, D. (1998). Nanoplankton paleogen dari sedimen olistostrome di Daerah Luk Ulo, Jawa Tengah. Laporan hasil penelitian. Bandung: Puslitbang Geoteknologi LIPI.

Setyawan, W. B., Kusmanto, E., Ulumuddin, Y. I., Hasanudin, Natsir, S. M., & Ongkosongo, O. S. R. (2011). Geomorfologi kawasan pesisir Teluk Parigi Ciamis, Jawa Barat. Jakarta: Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia.

Simanjuntak, T. O., & Surono. (1992). Peta geologi lembar Pangandaran, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Suparka, M. E. (1988). Studi petrologi dan geokimia batuan o olit di daerah Karangsambung Utara, Luk Ulo, Jawa Tengah (Disertasi doktor). ITB, Bandung.

Wakita, K., Munasri, & Widoyoko, B. (1991). Nature and age of sedimentary rocks of Luk Ulo Melange Complex in Karangsambung Area, Central Java, Indonesia. Dalam Symposium on Dynamic of Subduction and Its Product, Yogyakarta.

Yuliono, T., Setyobudi Y.T., Zulfa, A. D., & Febriana, W. (2008). Survei potensi dan pasar dalam rangka pengembangan ekowisata kawasan pesisir Sela- tan Mirit. Riset Unggulan Daerah Bappeda Kebumen.

Yuwono, Y. S. (1997). e occurence of submarine arc-vocanism in the accretionary complex of Luk Ulo area, Central Java. Buletin Geologi, Jurusan Teknik Geologi ITB, 27(1/3).

www.uis-speleo.org/. Internasional Union of Spheleology. Diakses pada Ok- tober 2016.

Scroll to Top
×