Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital

Categories



Published

December 29, 2023

HOW TO CITE

Moch Lukluil Maknun (ed)

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Syamsul Kurniawan (ed)

IAIN Pontianak

Winarto Eka Wahyudi (ed)

Universitas Islam Lamongan

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904

Keywords:

Toleransi, Harmonisasi, Moderasi, Moderat, Dialog Lintas Agama, Multikulturalisme, Pernikahan Beda Agama, Manuskrip, Budaya Lokal, Inklusif, Internet, Syair, Naskah, Moralitas

Synopsis

Pada hakikatnya, moderasi beragama adalah pendekatan atau sikap yang menekankan pemahaman, toleransi, dan keseimbangan dalam menjalankan praktik keagamaan. Secara etimologi, moderasi adalah istilah dari bahasa Latin, yakni moderatio yang merujuk pada keadaan sedang yang merupakan kondisi di antara keadaan berlebihan atau kekurangan. Sesungguhnya jiwa dan nilai moderasi beragama sudah ada dan mengakar sejak lama pada diri bangsa Indonesia. Konsep moderasi beragama pun sejatinya sudah tertanam pada agama-agama yang ada di Indonesia.

Buku Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital ini menyuguhkan tulisan-tulisan yang berasal dari beragam konsep, perspektif, dan best practice implementsi moderasi beragama di Indonesia. Bagian pertama Akar Teologi akan mengungkap konsep-konsep dasar dari moderasi beragama serta best practice dari konsep tersebut di masyarakat. Bagian kedua Nalar Kebudayaan berisi tulisan-tulisan yang mengangkat konsep moderasi beragama yang dirunut sebagai warisan generasi sebelumnya dari sejarah, artefak, dan teks. Kemudian, bagian ketiga Kontestasi di Ruang Digital memaparkan bagaimana praktik moderasi beragama dipahami dan diterapkan oleh generasi masa kini, khususnya di media sosial.

Buku ini diharapkan bisa menjadi salah satu referensi menarik terkait moderasi beragama dan salah satu acuan penting bagi para pemangku kepentingan, yang tengah berusaha membumikan konsep moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Moderasi Beragama di Indonesia: Peluang dan Tantangannya

Syamsul Kurniawan, Moch Lukluil Maknun

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c737

Tauhid Kedamaian: Beriman dan Berdamai dalam Keragaman Agama Masyarakat Nusantara

Moh. Rivaldi Abdul

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c738

Teologi Kasiturusan: Konstruksi Teologi Lokal Atas Hermeneutika Lukas 10:25-37

Alvary Exan Rerung

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c739

Praktik Moderasi Beragama dan Multikulturalisme: Belajar dari Azerbaijan

Moch. Riza Fahmi

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c740

Moderasi Beragama: Jejaknya dalam Sejarah Perdagangan di Gresik

Anang Harris Himawan

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c741

Makassar Kota Kosmopolit: Studi Perdagangan Era ke-17 dan Difusi Budaya

Zulkifli Mappasomba

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c742

Kristalisasi Moderasi Beragama di Kalangan Ulama Minangkabau melalui Syair

Musfeptial, Daratullaila Nasri, Mulyadi, Pramono, Ivan Adilla, Hermansyah

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c743

Spirit Moderasi Beragama dalam Cerita Burung Tempua dan Burung Puyuh

Jefri Andri Saputra

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c744

Moderasi Beragama dalam Perspektif Komunitas Perempuan Lintas Iman “Purwakanthi” Sukoharjo

Mibtadin, Lilam Kadarin Nuriyanto

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c745

Kritik Sosial terhadap Praktik Toleransi pada Keluarga Beda Agama

Danu Aris Setiyanto

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c746

Moderasi Beragama dalam Kontestasi Narasi Keagamaan di Media Sosial

Achmad Faesol

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c747

Dialog Lintas Iman: Kajian terhadap Gerakan Inklusif di Ruang Digital

Ali Mursyid Azisi

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c748

Influencing Practice: Konten Media Sosial sebagai Upaya Moderasi Beragama

Martinus Danang Pamungkas, Nuarisa Efrata Siagian, Winda Rita Dewi Lumbangaol

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c749

Quo Vadis Moderasi Beragama di Indonesia

Winarto Eka Wahyudi

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.904.c750

Author Biographies

Moch Lukluil Maknun, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Alumni Sastra Asia Barat dan Magister ­Kajian Timur Tengah UGM. Saat ini ia bekerja seba­gai Peneliti Ahli Madya pada Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan, BRIN. Sebelumnya, Maknun menjadi peneliti di bidang Lektur dan Khazanah Keagamaan, pada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Dengan demikian, bidang yang ditekuninya selama menjadi peneliti lebih fokus pada teks, manuskrip, dan tradisi, terlebih yang bersinggungan dengan Agama. Terkait kajian moderasi, pada 2022 Maknun menjadi tim inti evaluasi efektivitas pelatihan moderasi beragama pada balai Diklat Keagamaan RI juga pengukuran pemahaman mo­derasi guru dan penyuluh yang diselenggarakan Balai Litbang Agama Semarang. Di instansi sebelumnya pada tahun 2021, Maknun bersama tim meneliti produksi wacana keagamaan ulama di media sosial. Pada 2016–2018 bersama tim melakukan rangkaian kajian moderasi ber­agama meliputi idealisme ormas Islam dalam konstelasi kebangsaan, kajian rohis di SMA, dan literasi mahasiswa di kampus-kampus Islam. Maknun dapat dihubungi pada surel: lukluilmaknun84@gmail.com. Beberapa tulisannya dapat diakses pada: osf.io/u92ng dan https://scholar.google.co.id/citations?user=NLx9zcsAAAAJ&hl=en

Syamsul Kurniawan, IAIN Pontianak

Mendapatkan gelar Sarjana Theologi Islam dari Fakultas Ushuluddin UIN Sunan ­Kalijaga ­Yogyakarta. Gelar magister dan doktornya di­peroleh di kampus yang sama untuk bidang Studi Islam. Saat ini Kurniawan bekerja ­sebagai dosen di IAIN Pontianak dan menjabat ­sebagai Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam di Fakultas ­Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Di luar aktivitas sebagai dosen, ­Kurniawan adalah Ketua Lembaga Hubungan Umat Beragama dan Peradaban, PW Muhammadiyah Kalimantan Barat, Sekretaris Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Kalimantan Barat, dan Anggota Departemen Pendidikan dan Pelatihan Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat. Selain aktif memproduksi hasil-hasil penelitian seputar pemikiran, pendidikan, dan ­kehidup­an sosial beragama masyarakat muslim di Indonesia, Kurniawan juga tercatat sebagai fasilitator penguatan moderasi beragama Tim Pokja Moderasi Beragama Kementerian Agama RI. Kurniawan bisa di­hubungi pada surel: syamsulkurniawan001@gmail.com, dan tulisan-tulisannya bisa diakses pada https://scholar.google.co.id/citations?user=5BNoyPsAAAAJ&hl=id

Winarto Eka Wahyudi, Universitas Islam Lamongan

Menamatkan studi jenjang S-1 sampai S-2 di UIN Sunan Ampel Surabaya pada prog­ram studi Pendidik­an Agama Islam. Studi dok­toralnya ditempuh di Universitas Islam Malang pada Program Studi Pendidikan Islam Multikultural. Saat ini Eka—sapaan akrabnya—mengabdi di Universitas Islam Lamongan dan mendapatkan amanah sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Publikasi dan Kerjasama periode 2023–2028. Selain aktif mengajar di perguruan tinggi, Eka juga aktif di berbagai organisasi, antara lain, Koordinator Divisi Riset dan Pengembangan Kitab Kuning di Lajnah Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Timur; Sekretaris Umum Asosiasi Peneliti-Penulis Islam Nusantara seluruh Indonesia (ASPIRASI), dan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM NU Kabupaten Lamongan. Eka juga aktif menulis di beberapa media massa baik cetak maupun digital. Ia juga produktif mempublikasikan hasil risetnya pada jurnal nasional dan internasional yang fokus kajiannya seputar pendidikan Islam, kepesantrenan, sosiologi Islam, sejarah dan pemikiran Islam. Eka dapat dihubungi pada surel: ekawahyudi1926@unisla.ac.id dan hasil penelitiannya bisa diakses pada google scholar melalui link: https://scholar.google.co.id/citations?user=5UrEL8cAAAAJ&hl=en

Moh. Rivaldi Abdul, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Saat ini sedang menyelesaikan studi doktoral S-3 Konsentrasi Sejarah Kebudayaan Islam, Prodi Studi Islam, di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penulis menyelesaikan S-1 Pendidikan Agama Islam di IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2019 dan S-2 Konsentrasi Islam Nusantara Prodi Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2021. Penulis juga merupakan pengajar di IAIN Sultan Amai Gorontalo dan sering menulis terkait diskursus Islam Nusantara, khususnya terkait sejarah Islam di Bolaang Mongondow, her-story (sejarah perempuan) di Nusantara, dan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat Nusantara. Penulis dapat dihubungi pada surel:rivaldiabdul2@gmail.com dan Instagram: @mohabdul11

Alvary Exan Rerung, Sekolah Tinggi Teologi Intim Makassar

Saat ini berkuliah di Sekolah Tinggi ­Theologia Intim Makassar, tepatnya di Program Studi Sarjana Teologi. Penulis menaruh minat dan aktif melakukan penelitian pada bidang Teologi Konstruktif, Teologi Agama-agama, Teologi Kontekstual, dan Teologi ­Sistematika. Publikasi buku terbaru penulis berjudul: Menenun Injil Dengan Kearifan Lokal Toraja: Upaya Berteologi Kontekstual Untuk Penguatan Moderasi Beragama dan Krisis Ekologi (Bandung: CV Widina Media Utama, 2023) dan Beriman Secara Otentik: Menyatakan Kasih Allah dalam Peziarahan Sehari-hari (Bandung: CV Widina Media Utama, 2023). Publikasi artikel jurnal terbaru penulis berjudul: “Menangkal Radikalisme Agama Berdasarkan Paradigma Misi Kristen Yang Berlandaskan Doktrin Allah Trinitas” (SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika). Kumpulan publikasi buku dan artikel jurnal penulis bisa diakses melalui Google Scholar dengan mengetik nama lengkap penulis. Penulis bisa dihubungi melalui surel: alvaryexan@gmail.com

Moch. Riza Fahmi, IAIN Pontianak

Lahir di Pontianak Kalimantan Barat pada 29 Desember 1979. Saat ini penulis bekerja sebagai Dosen IAIN Pontianak dan menjabat sebagai Mudir (Direktur) Ma’had al-Jamiah. Penulis menyelesaikan S-1 di STAIN Pontianak, S-2 di UIN Walisongo Semarang, dan S-3 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Program Studi Studi Agama-Agama (SAA). Selain mengajar, penulis juga aktif dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah di Bidang Multikulturalisme, Indigeneous Religi dan Sosiologi Agama. Penulis dapat dihubungi melalui surel: riza00100@gmail.com

Anang Harris Himawan, PT Humaniora Gama Nusa

Merupakan peneliti utama di Rumah Sejarah Indonesia dan direktur lembaga publishing Cakra Nusantara. Keduanya adalah lini riset dan lini penerbitan dari PT Humaniora Gama Nusa. Berbekal pendidikan S-1 Program Studi Akidah & Filsafat pada Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo di Surakarta 1993–1997 dan S-2 Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret Surakarta, ia lebih berfokus pada kerja-kerja akademis pada bidang penelitian sejarah dan keagamaan. Karya-karyanya, antara lain, adalah BABAD PAJANG, Jejak Sejarah Yang Terabaikan, diterbitkan oleh Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI, hasil kerja sama dengan LP2M IAIN Surakarta Tahun 2019/2020. Kemudian, pada tahun 2021, penulis melakukan dua penelitian sekaligus, yakni
(1) Pelabuhan dan Kosmopolitanisme Islam pada Abad XIII–XVI: Studi atas Pelabuhan Palembang, Banten dan Demak, yang merupakan kerja sama Universitas Nahdhatul Ulama Indonesia (UNUSIA) dengan Kementerian Agama, (2) Moderasi Beragama dalam Perspektif Bandar Perdagangan abad XIV–XVI, yang juga hasil kerja sama dengan Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI. Selain sebagai peneliti dan penulis, penulis saat ini juga menjadi staf pengajar di Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Penulis bisa dihubungi melalui surel: anangharris089@gmail.com.

Zulkifli Mappasomba, Universitas Muhammadiyah Makassar

Lahir di Sungguminasa Gowa pada 7 Januari 1985. Saat ini penulis bekerja sebagai dosen Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis menyelesaikan pendidikan S-1 pada jurusan Geografi Universitas Negeri Makassar dan S-2 Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah Universitas Hasanuddin. Selain sebagai pengajar, penulis juga aktif dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah bidang spasial, lingkungan, wisata, dan cultural heritage. Penulis dapat dihubungi melalui surel: karem.zulkifli@gmail.com.

Musfeptial, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Lahir di Padang, 21 Februari 1970 dan meru­pakan seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan kepakaran sastra interdisipliner. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Andalas Padang dan Magister Humaniora di Universitas Diponegoro pada tahun 2007. Beberapa tulisan telah dipublikasikan, antara lain (1) Pengantar Sastra Kalimantan Barat, (2) Tradisi Pertunjukan Mendu Kalimantan Barat di Persimpangan Jalan (3) Ekokritik pada Antologi Puisi Bayang-Bayang Tembawang (2022), dan Making peace with disaster: A study of earthquake disaster communication through manuscripts and oral traditions dalam Jurnal Progress di Disaster Science 2023 (tim). Alamat surel: musfeptial@gmail.com.

Daratullaila Nasri, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Seorang peneliti sastra yang saat ini bekerja sebagai peneliti Badan Riset dan ­Inovasi Nasional (BRIN). Ibu 2 anak ini merupakan lulusan Sastra Minangkabau di Universitas Andalas dan melanjutkan studi ilmu sastra di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Karya yang pernah dipublikasikan di antaranya adalah “Warisan wawasan Ekologi dalam Kieh Minangkabau” (2022), “Teachings of Patience and Sincereness in the Oral Tradition of Childhood Nolam in Talang Maur, Lima Puluh Kota District, West Sumatra” (2022), Legenda Malin Kundang Suatu Kajian Struktural Lévi-Strauss The Legend of Malin Kundang, a Structural Study of Lévi-Strauss (2021). Penulis dapat dihubungi melalui surel: ­daratullailanasri@gmail.com

Mulyadi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Sejak tahun 2022 tercatat sebagai periset pada Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam Kelompok Riset Ekologi yang berfokus dengan penelitian tentang isu ekologi, mitigasi, dan bencana, terutama yang bersumber pada manuskrip dan tradisi lisan. Sekarang penulis bermukim di Kota Padang. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: mulyadi1830@gmail.com

Pramono, Universitas Andalas

Sejak 2003 menjadi dosen Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Sastra (saat ini Fakultas Ilmu Budaya) Universitas ­Andalas. Penulis menyelesaikan pendidikan doktor pada 2015 di Akademi Pengajian ­Melayu, Universiti Malaya, Kuala Lumpur. Ia pernah menjadi Ketua Jurusan Sastra ­Minangkabau (periode 2016–2020), ­koordinator Minangkabau Corner Universitas Andalas sejak 2014 hingga sekarang, kepala UPT Kearsipan Universitas Andalas 2020–sekarang, sekretaris Dewan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat (2014–2017), dan sekretaris Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) periode 2017–2021. Selain itu, penulis aktif melakukan publikasi ilmiah dan menjadi pemegang 300 lebih hak cipta desain motif batik yang dikembangkan dari khazanah iluminasi naskah Minangkabau. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: pramono@hum.unand.ac.id

Ivan Adilla, Universitas Andalas

Merupakan pengajar di Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Penulis menyelesaikan studi S-2 dan S-3 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tulisannya berupa kritik sastra, catatan teater, dan esai budaya dipublikasikan di beberapa media massa di Padang, ­Yogyakarta, dan Jakarta. Beberapa karyanya yang sudah dibukukan ialah A.A. Navis, Karya dan Dunianya; Cerita Rakyat dari Agam; Cerita Rakyat dari Solok; Nakhoda dari Pantai Barat; A.A. Navis, Pengarang yang Tak Senang Diam, dan—bersama Mohammad Haji Saleh—Layarkan Kapal ­dalam Embun. Penulis terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi kesenian hingga menjadi pengurus Dewan Kesenian Sumatra Barat dan menjadi dosen tamu di Hankuk University for Foreigns Studies (HUFS), Global Campus, Yongin-shi, Korea Selatan (2018–2020). Saat ini penulis sedang menyiapkan buku catatan perjalanan dan kisah naik haji dari Korea Selatan. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: ivan@fsastra_unand.ac.id

Hermansyah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Merupakan dosen Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN ­Ar-Raniry Banda Aceh. Kepakarannya di bidang manuskrip Aceh dan Melayu. Menyele­saikan bidang S-2 Theology di Aligarh Muslim University (AMU) India. Selanjutnya, S-2 di SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di bidang Filologi Islam. Penulis dikenal sebagai Filolog Aceh dan telah banyak menginventarisasi dan meneliti naskah kuno. Tulisan dan publikasi ilmiahnya berkaitan dengan pernaskahan, manuskrip, sejarah dan budaya Aceh serta yang berkaitan dengan sumber-sumber primer. Penulis merupakan pengelola website www.hermansyah.com yang dapat dihubungi me­lalui surel: hermansyah@ar-raniry.ac.id

Jefri Andri Saputra, Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Merupakan mahasiswa pascasarjana di Institut Agama Kristen Negeri Toraja pada jurusan ­Teologi Kristen, Program Studi Biblika ­Perjanjian Baru. Penulis menyelesaikan pendidikan S-1 jurusan Teologi Kristen pada tahun 2019 di ­Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja (yang sekarang berganti nama menjadi Institut Agama Kristen Negeri Toraja). Beberapa penelitian yang pernah dilakukan berfokus pada kajian teologi biblika, teologi kontekstual, serta moderasi beragama. Penulis dapat dihubungi melalui surel: jefrijefri293@gmail.com

Mibtadin, Universitas Sebelas Maret

Merupakan dosen pada Program Studi S-2 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) ­Surakarta. Pendidikan Sarjana (S-1) ditempuh di STAIN Surakarta tahun 2001–2005 pada Jurusan Ushuluddin Prodi Aqidah Filsafat. Pada tahun 2008–2010 penulis menempuh jenjang Magister (S-2) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan mengambil Program Studi Agama dan Filsafat. Penulis melanjutkan program doktor (S-3) tahun 2012–2017 atas sponsor beasiswa dari Diktis Kemenag RI dengan disertasi berjudul: “Gerakan Sosial Masyarakat Sipil. Studi Gerakan Sosial LKiS, Fahmina Institute, dan The Wahid Institute”. Selama ini penulis banyak melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang gerakan sosial Islam dan tradisi Islam Jawa, yang tersebar, baik di berbagai jurnal yang terindeks scopus maupun Sinta, Karya penulis yang telah terbit sebanyak 9 buku. Yang terakhir berjudul Agama, Tradisi, dan ­Modernisasi: Studi tentang Pergeseran Paradigma Beragama Masyarakat Magetan Jawa Timur (Lakeisha Press, 2023); dan Ormas, Keislaman, dan Keindonesiaan: Pandangan Moderasi Beragama Ormas Islam di Surakarta (Lakeisha Press, 2023). Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: mibtadianisahmad@staff.uns.ac.id

Lilam Kadarin Nuriyanto, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Merupakan peneliti Pusat Riset Agama dan ­Kepercayaan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan kepakaran Bidang Agama dan Tradisi Keagamaan. Sebelum ­bergabung dengan BRIN, ia aktif sebagai periset di Kementerian Agama. Penulis menyelesaikan pendidikan D-3 Keuangan dan Perbankan dan S-1 bidang Manajemen Keuangan di STIE Stikubank ­Semarang. Kemudian, menempuh pendidikan S-2 Manajemen di Universitas Batik Surakarta. Penulis aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang sosial humaniora. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: lilam.ltbg@gmail.com

Danu Aris Setiyanto, KUA Kecamatan Eromoko

Saat ini (tahun 2023) adalah penyuluh agama Islam di KUA Kecamatan Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah. Pengalaman mengajar di Fakultas Syariah dimulai pada tahun 2018 di UIN Raden Mas Said Surakarta. Pendidikan magisternya diselesaikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2016 dengan konsentrasi hukum keluarga dan sarjananya lulus di Fakultas Syariah di IAIN Surakarta pada tahun 2013. Kepakaran dan kajian ilmiahnya pada bidang isu-isu hukum dan pranata sosial, terutama pada hukum keluarga.
Buku yang dituliskannya, antara lain, Desain Wanita Karier Menggapai Keluarga Sakinah (2017); Sebuah Catatan Sosial tentang Ilmu, Islam, dan Indonesia (2016); dan Tuhan, Ridhoi Kami, Kajian Perkawinan Beda Agama Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (2016). Beberapa artikel pernah dipublikasikann berjudul “The Ambiguity of the Role of Working Mothers During the Covid-19 Pandemic Gender Perspective Psychology” (2022), “Strategies to Strengthen Interfaith Families to Respond to the Hegemony of Prohibiting Interfaith Marriage in Indonesia” (2022), “Resilience of Families of Different Religions in Indonesia between Social and Religious Problems” (2022), “Long-Distance Relationship Family Resilience Strategy and Its Relevance to the Development of Islamic Family Law in Indonesia” (2022), “Discourse of Middle Way in Islamic Jurisprudence on Career Women in Achieving The Sakinah Family: Reconstruction of Roles and Women’s Identity” (2020), “Fatwa Sebagai Media Social Engineering (Analisis Fatwa MUI di Bidang Hukum Keluarga Pasca Reformasi)” (2018), “Hukum Islam Sebagai Rekayasa Sosial dan Implikasinya Dalam Undang-Undang Perkawinan di Indonesia” (2017), “Kontruksi Pembangunan Hukum Keluarga di Indonesia melalui Pendekatan Psikologi” (2017), dan sebagainya. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: danuaris07@gmail.com

Achmad Faesol, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq

Merupakan akademisi di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Penulis menyelesaikan pendidikan strata satu di Institut Dirosat Islamiyah Al Amien (IDIA) Prenduan, Sumenep, Madura. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magister sosiologi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Karya-karyanya yang berfokus di bidang sosial keagamaan banyak dipublikasikan di media massa, jurnal ilmiah dan buku. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: achmadfaesol199@gmail.com atau achmadfaesol@uinkhas.ac.id

Ali Mursyid Azisi, Centre for Research and Islamic Studies (CRIS) Foundation

Lahir di Banyuwangi. Riwayat pendidikan TK Mekarsari, Pancurejo-Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi. SDN 5 ­Kebonrejo, Kalibaru, Banyuwangi. SMPN 1 ­Kalibaru, Banyuwangi. SMAN 1 Glenmore, ­Banyuwangi. Penulis lalu melanjutkan studi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya (S1-Jurusan Studi Agama-Agama, S-2 di Universitas yang sama, Program Studi Islam), Pendidikan Non-formalnya ialah pernah nyantri di Pondok Pesantren Minhajut Thullab II Krikilan, Glenmore, Banyuwangi, Ma’had Al-Jami’ah Sunan Ampel, dan Pesantren Luhur Al-Husna, Wonocolo, Surabaya. Kini tercatat sebagai aggota Centre for Research and Islamic Studies (CRIS) Foundation. Minat kajian pada bidang Studi Agama-Agama dan Studi Islam. Penulis kini diamanahi sebagai pengurus Devisi Turats dan Pesantren Asosiasi Penulis-Peneliti Islam Nusantara Se-Indonesia (ASPIRASI) dan Nine Vision Pengurus Wilayah Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTNNU) Jawa Timur. Karya tulis yang pernah diterbitkan, antara lain, Matek Aji Jaran Goyang (2020), Aku Adalah Diri-Mu (2020), Dekat Dengan yang Jauh, Jauh Dari yang Dekat (2021), Meneropong Islam Ekstrem vs Islam Moderat di Nusantara (2022), Gerakan Keagamaan Kontemporer di Indonesia (2022), Pancasila, Civil Religion, dan Nahdlatul Ulama (2023), dan sejumlah buku bersama pihak-pihak lainnya. Ia juga aktif menulis di koran dan kanal media keislaman, di antaranya koran Kompas, Jawa Pos Radar Banyuwangi, Jawa Pos Radar Jember, Koran Berita Borneo Kalimantan, koran Mata Banua Kalimantan, koran Duta Masyarakat, koran Harian Bhirawa, koran Kalimantan Post, timesindonesia.co.id, ibtimes.id, tafsiralquran.id, alif.id, iqra’.id, kabardamai.id, pesantren.id, harakatuna.com, sanadmedia.com, duniasantri.co, dawuhguru.com, hidayatuna.com, nuonline.or.id, laduni.id, nursyamcentre.com, mubadalah.id, dan beritabaru.co. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: alimursyidazisi18@gmail.com

Martinus Danang Pamungkas, Universitas Sriwijaya

Merupakan mahasiswa Aktif S-1 Jurusan Sosiologi (Konsentrasi: Perencanaan Sosial) Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sriwijaya yang saat ini menjadi Asisten Laboratorium Sosiologi FISIP Unsri Divisi Publikasi Ilmiah. Penulis pernah mengikuti kegiatan riset pemetaan sosial serta pernah menjadi asisten peneliti sekaligus surveyor pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Perkotaan. Ia tertarik dan pernah melakukan publikasi ilmiah pada bidang kajian Sosiologi Gender (Maskulinitas), Gerakan Sosial Baru dan Sosiologi Agama. Saat ini penulis sedang melakukan tugas akhir penelitian terkait gerakan moderasi beragama dengan perspektif kajian gerakan sosial baru. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: martinusdanang01@gmail.com

Nuarisa Efrata Siagian, Universitas Sriwijaya

Merupakan lulusan pendidikan S-1 program studi Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya. Semasa kuliah ia aktif tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sosiologi dan Koordinator Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa. Penelitian sejauh ini dilakukan dalam lingkup fenomena sosial dalam ranah digital. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: nuarisaefrata@gmail.com

Winda Rita Dewi Lumbangaol, Universitas Sriwijaya

Merupakan salah satu mahasiswa aktif pada program studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sriwijaya. Ia aktif dalam kegiatan keilmiahan yang berfokus pada bidang pemberdayaan masyarakat. Selain itu, penulis merupakan anggota aktif pada organisasi kemahasiswaan dan merupakan anggota aktif laboratorium sosiologi juga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai pengurus pada dinas Pemberdayaan Perempuan periode 2021/2022. Penulis dapat dihubungi me­lalui surel: windaritadewilumbangaol@gmail.com

References

Ali, M. (2008). Teologi Pluralis-Multikultural: Menghargai kemajemukan menjalin kebersamaan. Kompas.

Alius, S. (2019). Pemahaman membawa bencana: Bunga rampai penanggulangan terorisme. Gramedia Pustaka Utama.

Aspinall, E. (1999). Opposition and elite conflict in the fall of Soeharto. Dalam G. Forrester & RJ. May (Ed.), The fall of Soeharto. Select Books.

Borum, R. (2003). Understanding the Terrorist Mindset. FBI Law Enforcement Bulletin, 72(7), 7–10. https://www.ojp.gov/pdffiles1/nij/grants/201462.pdf

Bourdieau, P. (1977). Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press.

Emerson, D. K. (1999). Exit and aftermath: The crisis of 1997-98. Dalam

D. K. Emerson (Ed.), Indonesia beyond Suharto: Polity, economy, society, transition (171–175). M E Sharpe.

Foucault, M. (1995). Discipline and punish: The birth of the prison (2nd Vintage books ed). Vintage Books.

Galtung, J. (1969). Violence, peace, and peace research. Journal of Peace Research, 6(3), 167–191. https://doi.org/10.1177/002234336900600301

Hasan, N. (2006). Laskar jihad: Islam, militancy, and the quest for identity in post-new order Indonesia. Southeast Asia Program Publications, Southeast Asia Program, Cornell University.

Hasan, N. (Ed.). (2018). Literatur keislaman generasi milenial: Transmisi, apropriasi, dan kontestasi (Cetakan I). Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Press.

Ismail, H.C. (2022, November). Setara institute sebut kasus penolakan dan perusakan tempat ibadah masih tinggi [Berita]. Tempo.co. https://nasional.tempo.co/read/1657447/setara-institute-sebut-kasus-penolakan-dan-perusakan-tempat-ibadah-masih-tinggi

Koentjaraningrat. (1974). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia.

Küng, H. (1995). Christianity: Its essence and history (Second Impression). New York.

McBeth, J., & Forrester, G. (1999). Political update. Dalam Post-Soeharto Indonesia: Renewal or chaos? KITLV.

Parsons, T. (1987). On institutions and social evolution: Selected writings. Chicago University Press.

Precht, T. (2007). Home Grown Terrorism and Islamist Radicalisation in Europe: From Conversion to Terrorism (hlm. 1–98) [Laporan Penelitian]. Danish Ministry of Justice. https://www.justitsministeriet.dk/sites/default/files/media/Arbejdsomraader/Forskning/Forskningspuljen/2011/2007/Home_grown_terrorism_and_Islamist_radicalisation_in_Europe_-_an_assessment_of_influencing_factors__2_.pdf

Prensky, M. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants Part 1. On the Horizon, 9(5), 1–6. https://doi.org/10.1108/10748120110424816

Qodir, Z. (2018). Kaum muda, intoleransi, dan radikalisme agama. Jurnal Studi Pemuda, 5(1), 429. https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.37127

Saifuddin, L. H. (2023). Moderasi beragama: Tanggapan atas masalah, kesalahpahaman, tuduhan, dan tantangan yang dihadapinya (6th ed.). Yayasan Saifuddin Zuhri.

Silvia. (2023, 31 Januari). Setara: Pelanggaran kebebasan beragama 2022 meningkat dibanding tahun lalu. DETIKNEWS. https://news.detik.com/berita/d-6544319/setara-pelanggaran-kebebasan-beragama-2022-meningkat-dibanding-tahun-lalu

Sirry, M. (2023). Pendidikan dan radikalisme: Data dan teori memahami intoleransi beragama di Indonesia. SUKA Press.

Tribunnews.com. (2017, Oktober). Survei: 23,4 Persen Mahasiswa dan Pelajar Terjangkit Paham Radikal [Berita]. Tribunnews.com. https://www.tribunnews.com/nasional/2017/10/31/survei-234-persen-mahasiswa-dan-pelajar-terjangkit-paham-radikal#google_vignette

Wiktorowick, Q. (2005). Radical Islam rising: Islamic extremism in the West. Rowman & Littlefoeld.

Wiktorowicz, Q. (2004). Introduction: Islamic activism and social movement theory. Dalam Q. Wiktorowicz (Ed.), Islamic activism: A social movemnet theory approach (1–34). Indiana University Press.

Abdul, M.R. (2022). Gus Dur dan Tauhid Kedamaian. Gusdurian.net. Diakses pada 15 Mei 2023 dari https://gusdurian.net/gus-dur-dan-tauhid-kedamaian/.

Adams, C.J. (1979). Islamic religious tradition. Dalam L. Binder (Ed.), the study of the Middle East. Canada: A Wiley-Interscience Publication.

Al-Qur’an Terjemahan Al-Hasib. (t.t.). Samad.

Al-Khazin, A. (1995). Tafsir al-Khazin: Lubaab at-ta’wiil fii ma’aanii at-tanziil. Dar al-Kutub al-‘Ilmiiyah.

Armstrong, K. (2016). Fields of blood. Mizan.

As-Suyuthi, J., & J. Al-Mahalliy. (1990). Tafsir Jalalain. Edisi Terjemahan (M. Syaf dan B. Abubakar Penerj.). Sinar Baru.

Auda, J. (2017). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. The International Institute of Islamic Thought.

Azra, A. (2002). Reposisi hubungan agama dan negara: Merajut kerukunan antarumat. Kompas.

Hariqo, R. (2021, 28 Desember). Viral, video diduga pelarangan ibadah natal di Gereja GPI Tulang Bawang, Lampung. Kumparan.com. https://kumparan.com/lampunggeh/viral-video-diduga-pelarangan-ibadah-natal-di-gereja-gpi-tulang-bawang-lampung-1xCEWLHFoG7.

Karim, M.A. (2018). Islam Nusantara. Gramasurya.

Kodir, F.A. (2022). Relasi mubadalah muslim dengan umat berbeda agama. IRCiSoD.

Maarif, A.S. (2018). Islam, humanity, and the Indonesian identity: Reflection on history. Leiden University Press.

Maarif, A.S. (2006). Titik-titik kisar di perjalananku: Otobiografi Ahmad Syafii Maarif. Ombak.

Millati, H. (2022). Harmonisasi hubungan antarumat beragama (Dari Hifz al-Din Menuju al-Hurriyyah fi al-Din). Dalam N. Hasan dan Maufur (Ed.), Fikih humanisme: Meneguhkan keragaman, membela kesetaraan dan kemanusiaan. Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Press.

Prasetyadi, K.O. (2020, 30 Januari). Perusakan rumah untuk ibadah di Minahasa Utara telah ditangani. Kompas.id. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2020/01/30/perusak-kerukunan-umat-beragama-dikecam/.

Ridhwan, Naufal. (2023, 25 Maret). 7 fakta penutupan Patung Bunda Maria di Kulon Progo: didatangi ormas, lalu tutup patung atas keinginan sendiri. Tempo.co. https: //nasional.tempo.co/read/1706814/7-fakta-penutupan-patung-bunda-maria-di-kulon-progo-didatangi-ormas-lalu-tutup-patung-atas-keinginan-sendiri.

Ridwan, N. K. (2019). Ajaran-ajaran Gus Dur. Noktah.

Shihab, M.Q. (2013). Al-Asma’ al-Husna: Mengenal nama-nama Allah. Lentera Hati.

Shihab, M.Q. (2014). Menjawab pertanyaan anak tentang Islam. Lentera Hati.

Wahid, A. (Gus Dur). (2006). Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama masyarakat negara demokrasi. The Wahid Institute.

Wahid, A. (Gus Dur). (1999). Prisma pemikiran Gus Dur. Yogyakarta: LKiS.­­­­­

Wahid, A. (Gus Dur). (t.t.). Pribumisasi Islam. Gusdur.net. Diakses pada 15 Mei 2023 dari https://gusdur.net/pribumisasi-islam/.

Wahyudi, Y. (2019). Maqashid syariah dalam pergumulan politik: Berfilsafat hukum Islam dari Harvard ke Sunan Kalijaga. Nawesea Press.

Adiprasetya, J. (2013). Hospitalitas: Wajah sosial gereja masa kini. Diakses pada 24 Maret 2023 dari http://glipi.org/hospitalitas-wajah-sosial-gereja-masa-kini/

Adiprasetya, J. (2019). Teologi Konstruktif: Tren Berteologi Masa Kini. NTT.

Asrori, M. (2019). Kawal Moderasi Beragama. Litbang dan Diklat (LiDik) Kementrian Agama.

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI.

Boland, B. J. (2008). Tafsiran Alkitab Injil Lukas. BPK Gunung Mulia.

Browner, J. (2003). The Duchess Who Wouldn’t Sit Down: An Informal History of Hospitality. Bloomsbury.

Farid, A. Z. A. (2017). Kebudayaan Sulawesi Selatan. Social Politic Genius.

Febriana, M. (2018). Hospitalitas: Suatu kebajikan yang terlupakan di tengah maraknya aksi hostilitas atas nama agama. SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika, 6(1). https://doi.org/10.47596/solagratia.v6i1.68

Firman Mansir, H. P. & T. (2020). Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Sains Budaya Lokal di Sekolah dan Madrasah. TARBAWY: Indonesian Journal Os Islamic Education, 7(1), 70–79. https://ejournal.upi.edu/index.php/tarbawy/article/view/23478

France, R. T. (2004). Yesus sang radikal: Potret manusia yang disalibkan. BPK Gunung Mulia.

Gumilar, S. C. & T. (2019). Pemetaan Pengetahuan Lokal Untuk Pemberdayaan Wisata Budaya (Studi Kasus di Tatar Karang, Cipatujah, Tasikmalaya). METAHUMANIORA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 9(3), 328-339. http://jurnal.unpad.ac.id/metahumaniora/article/view/25942/12725

Isnanda, R. (2018). Sastra lisan sebagai cerminan kebudayaan dan kearifan lokal bagi masyarakat. Dalam Mulyadi, & Pujiono (Ed.), Prosiding seminar nasional lingkungan lahan basah, 3(2). http://snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/view/110/107

Jr, J. A. W. (2017). Constructing constructive theology: An introductory sketch, kindle. Fortress Press.

Kobong, T. (1992). Aluk, adat, dan kebudayaan Toraja dalam perjumpaan dengan Injil. Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja.

Kobong, T. (2008). Injil dan tongkonan: Inkarnasi, kontekstualisasi, transformasi. BPK Gunung Mulia.

Lalu, Y. (2010). Yesus Pemberi Makna Hidup. Kanisius.

Martin, L. R. (2014). Old testament foundations for Christian hospitality. Verbum et Ecclesia, 35,(1), 1–9. https://journals.co.za/doi/abs/10.4102/ve.v35i1.752

Morrison, C. L. & A. (2000). In search of hospitality: Theoretical perspectives and debates. Butterworth-Heinemann.

Munte, A. (2018). Hospitalitas sebagai praksis Kristiani dalam memberdayakan disabilitas korban kekerasan. UKI Press.

Nasution, F. H. (2019). 70 Tradisi unik suku bangsa Indonesia. Bhuana Ilmu Populer.

Nawas, G. R. A. dan S. S. A. (2021). Implementasi nilai-nilai toleransi umat bergama pada upacara rambu solo di Tana Toraja. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 23(2), 83–98. https://doi.org/10.24252/jumdpi.v23i2.23115

Paillin, W. B. (2022). Kasiturusan sebagai etika solidaritas sosial-teologis masyarakat Toraja. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 4(2), 141–159.

Panuntun, D. F. (2020). Nilai hospitalitas dalam budaya longko’ torayan. Dalam B.J. Pakpahan (Ed.), Teologi kontekstual & kearifan lokal Toraja. BPK Gunung Mulia.

Prakosa, P. (2022). Moderasi beragama: Praksis kerukunan antar umat beragama. JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity, 4(1), 45–55.

Schreiter, R. J. (2007). Constructing local theologies. Orbis Book.

Schreiter, R. J. (2015). Constructing local theologies: 30th anniversary edition. Orbis Book.

Sedmark, C. (2002). Doing local theology. Orbis Book.

Singgih, E. G. (2022). Moderasi beragama sebagai hidup yang baik: Tiga Tanggapan terhadap Buku Pedoman Kementrian Agama Republik Indonesia mengenai moderasi beragama. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 7(2), 191–215.

Susanta, Y. K. (2015). Hospitalitas sebagai upaya mencegah kekerasan dalam memelihara kerukunan dalam relasi Islam-Kristen di Indonesia. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 2(1), 281–312. https://doi.org/10.33550/sd.v2i1.62

Susilo, T. A. (2018). Kelompok sosial, kebudayaan, dan multikulturalisme. Istana Media.

Abdulla, K. (2018). Azerbaijanism and multiculturalism. Baku: Azerbaijani multiculturalism textbook for higher education

Aysel, A. (2008). Tolerance as the bedrock of confessional and sociocultural harmony in Azerbaijan.

Azra, A. (2007). Merawat kemajemukan merawat Indonesia, Yogyakarta.

Dmitrieva, E. (2016). Multiculturalism, interreligious dialogue and tolerance in Azerbaijan.

Hasanov, R. (2018). The constitutional and legal basis of multiculturalism. Baku: Azerbaijani multiculturalism textbook for higher education.

Ida, R., & Dyson, L. (2015). Konflik sunni-syiah dan dampaknya terhadap komunikasi intra-religius pada komunitas di Sampang-Madura. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 28(1), 33–49. 9. Konflik ­­Sunni-Syiah.pdf (unair.ac.id).

Kazimova, N. (2011). Culture smart Azerbaijan, (Great Britain British: Library Cataloguing In Publication Data).

Najafov. E. (2016). Multiculturalism as a factor in the successful foreign policy of The Republic of Azerbaijan (Baku: Azerbaijani multiculturalism textbook for higher education).

Abimanyu, S. (2013), Babad Tanah Jawi. Laksana.

Achmad, S.W. (2016). Politik dalam Sejarah Kerajaan Jawa. Araska Publishing.

Ambary, S. H., Harkatiningsih, S., dan Ratnawati. (1997). Berita penelitian arkeoloogi no 48. Dalam Proyek Penelitian Arkeologi. Depdikbud.

Arjanggi, S. (2010). Pedagang buah di Gresik tahun 1974-1990. AVATARA, Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(1), 1–11. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/13855/12663

ASTALOG. (t.t). Nama lain Kota Callicut. Diakses dari https://www.astalog.com/9778/nama-lain-kota-calicut.htm.

ASTALOG. (t.t). Sumber informasi dan ilmu pengetahuan. https://www.astalog.com/9778/nama-lain-kota-calicut.htm.

Berg, C.C. (1927). Kidung Sunda. Lnleiding, tekst, vertaling en aantekeningen. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 83(1), 1–161. http://www.jstor.org/stable/20770206

Brandes, J. L. A., Krom, N. J., & Lembaga Kebudajaan Indonesia. (1913). Oud-Javaansche oorkonden: Nagelaten transscripties. Albrecht ; M. Nijhoff.

Cortesao, A. (2015). Summa oriental karya Tome Pires (A. Perkasa & A. Pramesti A, Penerj.), Penerbit Ombak. (Karya orisinal diterbitkan 1944).

Damais, L.C. (1995). Epigrafi dan sejarah nusantara: Pilihan karangan Louis-Charles Damais. EFEO/Puslit Arkenas.

Djaenuderadjat, E. (2013). Atlas pelabuhan-pelabuhan bersejarah di Indonesia. Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Groeneveldt, W.P. (2018). Nusantara dalam catatan tionghoa (Triwira G., Penerj.). Komunitas Bambu. (Karya orisinal diterbitkan 1880).

Hirth & Rochill (1966). Chau Ju-kua, His Worn on Chinese and Arab Trade in Twelff.h and Thirteenth Centuries, entitled Chu-fan-chi. Oriental Press.

Kartodirdjo, S., Sudewo, A., & Suprobo, H. (1993). Perkembangan peradaban priyayi. Gajah Mada University Press.

Kasdi, A. (1995). Riwayat Sunan Giri berdasarkan sumber sejarah tradisional: Babad Gresik, Surabaya: University Press IKIP Surabaya.

Kusno, P. (2022, 26 Februari). TribunGresik.com.

Lapian, A. P. (2017). Pelayaran dan perniagaan nusantara abad ke 16 dan 17. Komunitas Bambu.

Lestari, D. (2018). Sejarah kekuasaan raja-raja jawa. Sociality.

Lombard, D. (2008). Nusa jawa, silang budaya 3 (Arifin et al., Penerj.). Gramedia Pustaka Utama. (Karya orisinal diterbitkan 1990).

Majalah Gatra. (2021, 22 Desember). Walisongo, syiar panjang tanpa pedang. Gatra.

Meilink-Roelofsz, M.A.P. (2016). Persaingan Eropa dan Asia di Nusantara. (Tim Komunitas Bambu, Penerj). Komunitas Bambu (Karya orisinal diterbitkan 1962).

Mumazziq, R. (2019). Jejak ulama Uzbekistan di Nusantara. FALASIFA: Jurnal Studi Keislaman, 10(1), 139-152.

Munoz, P.M. (2009) Kerajaan-kerajaan awal kepulauan Indonesia dan semenanjung Malaysia. (Tim Media Abadi, Penerj.) Mitra Abadi. (Karya orisinal diterbitkan 2006).

Mustakim (2010). Gresik, sejarah bandar dagang dan jejak awal Islam. CV Citra Unggul Laksana.

Nasiruddin, C. (2004). Punjer Wali Songo. Semma.

Pane, S. (2018). Sejarah Nusantara II. Sega Arsy.

Pigeaud Th., T. H. (1914). De tantu panggelaran: Een oud-javaansch prozageschrift. Rijksuniversiteit te Leiden.

Poesponegoro dan Notosusanto (2008). Sejarah nasional Indonesia. Jilid II. Balai Pustaka.

Purwanto, J. (1983, 2 Mei). Hancurnya Majapahit Bukan Akibat Munculnya Sistem Nilai Baru, tetapi Terlanda Bencana Alam. Kompas.

Rahimsyah. (1997). Biografi dan legenda walisanga. Penerbit Indah.

Raffles, T.S. (2014). The history of Java. Narasi.

Reid, A. (2014). Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450–1680 Jilid 1: Tanah di bawah angin. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sanjoyo, M. P. (2019). Canggu: Pelabuhan Sungai Masa Majapahit Abad XIV–XVI, Jember: Institut Agama Islam Negeri.

Satyana, A. H. (2007). Bencana Geologi dalam Sandhyakala Jenggala dan Majapahit: Hipotesis Erupsi Gunung lumpur Historis Berdasarkan Kitab Pararaton, Serat Kanda, Babad Tanah Jawi, Folklor Timun Mas, Analogi Erupsi LUSI, dan Analisa Geologi Depresi Kendeng Delta Brantas. Dalam The 36th IAGI, The 32nd HAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali, 13–16 November. http://www.hsf.humanitus.org.

Sen, Tan Ta. (2010). Cheng Ho, penyebar Islam dari China ke Nusantara. Kompas Media Nusantara.

Simon, H. (2000). Pengelolaan hutan bersama rakyat. Bigraf Publishing.

Soejatmi, Satari. (1991). Landasan timbul dan berkembangnya kehidupan ekonomi jaman Majapahit. Dalam Prosiding Analisis Hasil penelitian Arkeologi II. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukatno dan Mulyono (2018). Pararaton. Nusa Media.

Sunyoto, A. 2010. Pengaruh Persia pada sastra dan seni Islam Nusan­tara. Jurnal Al-Qurba, 1(1), 129–139. https://www.scribd.com/doc/170032707/6-Pengaruh-Persia-Pada-Sastra-Dan-Seni-Islam-Nusantara1

Suwandi. (1997). Perkembangan Kota Gresik sebagai kota dagang pada abad xv–xviii: kajian sejarah lokal berdasarkan wawasan sosial ekonomi. Unesa University Press.

Soekarman (1990). Babad Gresik I. Radya Pustaka.

Soekanto, S. (1982). Sosiologi suatu pengantar. PT Raja Grafindo Persada.

Sunyoto, A. (2011). Walisongo, rekonstruksi sejarah yang disingkirkan. Transpustaka.

Sunyoto, A. (2016). Atlas Walisanga, Pustaka IlMAN dan LESBUMI NU.

Taniputra, I. (2017). History of China. Ar Ruz Media.

Teguh, P., Putri, R., & Hartanto, W. (2021). Eksistensi Situs Leran di Gresik, Jawa Timur. Jurnal Sindang, 3(2), 109–121.

Thomas W. A. (2019). Sejarah lengkap penyebaran Islam. IRCiSoD.

Tjandrasasmita, U. (2000). Pertumbuhan dan perkembangan kota-kota muslim di Indonesia. Menara Kudus.

Van Brunessen, M. (1993). Kitab kuning, pesantren dan tarekat. Mizan.

Wahid, A. (2010). Membaca sejarah nusantara: 25 kolom sejarah Gus Dur. LkiS.

Widiyatmoko, B. (2014). Kronik peralihan Nusantara, liga raja-raja hingga kolonial. Matapadi Press.

Yamin, M. (1962). Tata negara Madjapahit parwa II. Prapantja.

Abidin, Z., & Sabang, S. (1999). Sejarah Sulawesi Selatan: Capita selecta. Hasanuddin University Press.

Abubakar, A., Krisdiana, R., Asba, R, Sumalyo, Y., Akbar, A., Wibawa, M. A. (2019). Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia di Sulawesi Selatan. Bank Indonesia Institute.

Ahmadi, D. (2020). Jalur rempah Nusantara-Nusantara: Interaksi Budaya, Ekonomi, Politik, dan Agama. diakses pada tanggal 29 Mei 2022. melaluiDari https://jalurrempah.kemdikbud.go.id/artikel/jalur-rempah-nusantaraNusantara-interaksi-budaya-ekonomi-politik-dan-agama pada tanggal 29 Mei 2022.

Appiah, K. A. (1999). Cosmopolitan patriots. Critical Inquiry, 23(3), 617–639. http://www.jstor.org/stable/1344038

Appiah, K. A. (2007). Cosmopolitanism (Chapter 2). Dalam Reading for Lecture 7. W. W. Norton & Co. URL: https://openlearninglibrary.mit.edu/assets/courseware/v1/43ad218cf3f4e766c54e5782ebcd94e6/asset-v1:MITx+24.02x+2T2020+type@asset+block@L7_Appiah_Chapter_2.pdf.

Bahtiar, B. (2018). Orang Melayu di Sulawesi Selatan. Walasuji, 9(2), 373–387. https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i2.54

Baker, B. (1966). South Sulawesi in 1544: aa Portuguese letter. 39(1), 61–85.

Boxer, C. R. (1967). Francisco Vieira de Figueiredo: A Portuguese merchant-adventurer in South East Asia, 1624-1667, Volumes 52–54. Brill. https://books.google.co.id/books?id=vWH0jwEACAAJ

Bulbeck, D. (1992). A tale of two kingdoms: The historical archaeology of Gowa and Tallok, South Sulawesi, Indonesia [Disertasi, Australian National University]. Open Research Library. https://openresearch-repository.anu.edu.au/handle/1885/116897

Commelin, I., Compagnie, V. O., & Janssonius, J. (Amsterdam). (1646). Begin ende voortgangh, van de Vereenighde Nederlantsche Geoctroyeerde Oost-Indische Compagnie: Vervatende de voornaemste reysen, by de inwoonderen der selver provincien derwaerts gedaen: alles nevens de beschrijvinghen der rijcken, eylanden, havenen, rev (Nomor v. 1). Jan Jansz. https://books.google.co.id/books?id=CREme2gihgUC

Commissie Voor Het Adatrecht. (1929). Adatrechtbundels, XXXI: Selebes. (1929). Martinus Nijhoff.

Cummings, W. (2007). A chain of kings: The Makassarese chronicles of Gowa and Talloq. Brill.

Cummings, W. (2011). The Makassar annals. Brill.

Effendy, M. A. R., & Saddhono, K. (2005). Jaringan perdagangan keramik: Makassar abad XVI-XVII. Bina Citra Pustaka.

Gaastra, F. S. (2007). Organisasi VOC. https://sejarah-nusantara.anri.go.id/media/userdefined/pdf/brillvocinventaris_gaastraid.pdfSejarah Nusantara ANRI, hlm 29.

Gervaise, N., & Duteil, J. P. (2003). Description historique du royaume de Macassar. Editions Kimé. https://books.google.co.id/books?id=hJEVAQAACAAJ

Gittinger, M. (1990). Splendid symbols: Textiles and tradition in Indonesia. Oxford University Press. https://books.google.co.id/books?id=aUBLAAAAYAAJ

Google. (2023). [Peta Makassar]. Diakses pada 25 Agustus, 2023, dari https://www.google.com/maps/place/Makassar,+Kota+Makassar,+Sulawesi+Selatan/@-5.1113133,119.3202248,33955m/data=!3m1!1e3!4m6!3m5!1s0x2dbee329d96c4671:0x3030bfbcaf770b0!8m2!3d-5.1615828!4d119.4359281!16zL20vMDIyaDQ3!5m1!1e4?entry=ttu

Google. (2023). [Peta Sulwesi]. Diakses pada 25 Agustus, 2023, dari https://www.google.com/maps/place/Sulawesi/@-2.6392614,122.9158412,1613276m/data=!3m1!1e3!4m6!3m5!1s0x2d8537dba9012a31:0xbc9a51d168f47742!8m2!3d-1.8479!4d120.5279!16zL20vMDczcGs!5m1!1e4?entry=ttu

Graaf, H. J. (1952). Tomé Pires’ ,,Suma Oriental” en het tijdperk van godsdienstovergang op Java. In Dalam Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia (Vol. 108). Brill https://doi.org/10.1163/22134379-90002436

Gunesch, K. (2004). Education for cosmopolitanism: Cosmopolitanism as a personal cultural identity model for and within international education. Journal of Research in International Education, 3(3), 251–275. https://doi.org/10.1177/1475240904047355

Hall, D. G. E., Soewarsha, I. P., & Mustopo, M. H. (1988). Sejarah Asia Tenggara. Usaha Nasional.

Hadi, A., Azra, A., Burhanudin, J., Hisyam, M., Sulaiman, S., & Abdullah, T. (2015). Sejarah kebudayaan Islam Indonesia Jilid I (T. Abdullah & E. Djaenuderadjat (ed.), Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. http://118.98.228.242/Media/Dokumen/5cff5f5fb646044330d686d0/36443f0d712e51edbd270f2623014dc9.pdf

Harvey, B. S. (1974). Tradition, Islam, and rebellion: South Sulawesi 1950-1965 [Disertasi. Cornell University]. URL: https://oxis.org/theses/harvey-1974.pdf

Heeres, J. E. (1889). Dagh-register gehouden int Casteel Batavia vant passerende daer ter plaetse als over geheel Nederlandts-India (Nomor v. 1661). G. Kolff. https://books.google.co.id/books?id=JaoSAAAAYAAJ.

Ihsan. (2021). Pendidikan moderasi beragama model madrasah pesantren. IAIN Kudus Press.

Jacobs, H. (1988). The jesuit Makasar documents: 1615-1682. Jesuit Historical Institute. https://books.google.co.id/books?id=KevYAAAAMAAJ

Kariadi, D. (2017). Generasi yang berwawasan global berkarakter lokal melalui harmonisasi nilai kosmopolitan dan nasionalisme dalam pembelajaran pkn. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 86–96.

Kartodirdjo, S. (1988). Pengantar sejarah Indonesia baru, 1500-1900. Gramedia.

Kassim, A.S., Jidi, K.M., Kamarolzaman, S.H., Kamarolzaman, M.T., & Aziz, M.K. (2012). Melaka: Di sinilah segala-galanya bermula. Johor: UTHM, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.UTHM Press

Kessler, C. S. (1991). Ulasan buku Book Reviews : Southeast Asia in the Aage of cCommerce 1450–-1680: Volume 1 — the Lands Below the Winds:. Anthony Reid. New Haven & London, Yale University Press, 1988. xviii + 266 pp. US$25.00 (cloth), n.p.1. (paperback). The Australian and New Zealand Journal of Sociology, 27(3), 435–437. https://doi.org/10.1177/144078339102700328

Kleingeld, P., & Brown, E. (2019). Cosmopolitanism. In E. N. Zalta (Ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy. Metaphysics Research Lab, Stanford University. Winter 2019. URL: https://plato.stanford.edu/archives/win2019/entries/cosmopolitanism/

Leur, J. C. (1955). Indonesian trade and society: Essays in Asian social and economic history. W. Van Hoeve. https://books.google.co.id/books?id=JLocAAAAIAAJ

Majid, N. (2008). Islam, kemodernan, dan keindonesiaan. Mizan. https://books.google.co.id/books?id=6ReSfWGz4OsC

Makkelo, I. D. (2020). Sejarah Makassar dan tradisi literasi. Lembaran Sejarah, 15(1), 30-48. https://jurnal.ugm.ac.id/lembaran-sejarah/article/view/59523

Mappasomba, Zulkifli. (2020). Karaeng Galesong “Warisan Sejrah dan Budaya”. Haura Publishing.

Mangemba, H. D. (1958). Kenallah Sulawesi Selatan. Timun Mas.

Mansyur, S. (2011). Jejak tata niaga rempah-rempah dalam jaringan perdagangan masa kolonial di Maluku. Kapata Arkeologi, i. Balai Arkeologi. Ambon, 7,(13), 20–39. http://sawerigading.kemdikbud.go.id/index.php/sawerigading/article/view/315

Manyambeang, A. K., & Mone, A. R. (1975). Lontarak patturioloanga ri tutalloka. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Bacaan Sastra Indonesia dan Daerah.

Marihandono, D., & Kanumoyoso, B. (2016). Rempah, jalur rempah, dan dinamika masyarakat NusantaraNusantara. Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebu­dayaan.

Mattulada. (1991). Menyusuri jejak kehadiran Makassar dalam sejarah, 1510–1700. Hasanuddin University Press.

Muljana, S. (1979). Nagarakretagama dan tafsir sejarahnya. Bhratara Karya Aksara.

Museum Nusantara. (2022, 8 Agustus). [Peta pengaruh dan kekuasaan Makassar pertengahan era ke-17] (Gambar peta). Diakses pada 25 Agustus, 2023, dari https://museumnusantaraNusantara.com/kerajaan-gowa-tallo/

Najamuddin, N. (2017). Capitalism Iin the 17th century world of trade Makassar Dalam Farida., Aryani, Farida., & Bakhtiar, M. I. (Ed.), . Tthe 1st international conference on education, science, art and technology (the 1st ICESAT) Universitas Negeri Makassar (126–129). https://ojs.unm.ac.id/icesat/article/view/3700/2110.

Nomay, U. (2009). Orang Melayu di Makassar. Yogyakarta: Ombak.

Nur, N., Purwanto, B., & Suryo, D. (2016). Perdagangan dan ekonomi di Sulawesi Selatan, pada tahun 1900-an sampai dengan 1930-an. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.34050/jib.v4i1.768

Paeni, M. (2014). Membaca Manusia Bugis Makassar. Makassar: CV. Gisna Multi Mandiri bekerjasama Kurnia kalam Semesta.

Pamuk, S. (2000). A Monetary history of the Ottoman Empire. Cambridge University Press. https://books.google.co.id/books?id=Htk3Wn789EQC

Pigeaud, T. G. T. (1963). Java in the 14th century: A study in cultural history. Springer Dordrecht. . In Java in the 14th Century. https://doi.org/10.1007/978-94-011-8778-7

Poelinggomang, L., & Mappangara, S. (2004). Sejarah Sulawesi Selatan. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pons, J.-N. S. (2020). Tardíos amores insulindios: Manila y el sultanato de Macasar en el siglo XVII / Insulindian Late Loves: Manila and the Sultanate of Makassar in the 17th Century. Dalam ULPGC (Ed), Vegueta: Anuario de la Facultad de Geografía e Historia (295–325). Universidad de Las Palmas de Gran Canaria.

Rafif, R., & Fauzi, M. (2017). Jalur rempah dan dinamika masyarakat abad X–XVI: Kepulauan Banda, Jambi, dan Pantai Utara Jawa. Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rasjid, A. (2000). Makassar sebagai kota maritim. Departemen Pendidikan Nasional.

Reid, A. (1980). The structure of cities in Southeast Asia: Fifteenth to seventeenth centuries.” jJournal of Southeast Asian Studies, 16(2), 235–250. https://www.jstor.org/stable/20070357 11 (September): 235-250. 1988. Southeast Asia in the Age of Corninerce, 1450–1680.

Reid, A. (1990). Southeast Asia in the age of commerce, 1450-1680: Volume one: The lands below the winds. Yale Univ Pr.

Reid, A. (2000). Pluralism and progress in seventeenth-century Makassar. Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 156(3), 433–449. https://doi.org/10.1163/22134379-90003834

Reid, A. (2000a). Charting the shape of early modern Southeast Asia. Silkworm Books:. https://books.google.co.id/books?id=N3ZuAAAAMAAJ.

Ricklefs, M. C. (1993). A history of modern Indonesia since c. 1200. MacMillan London.

Riddell, P. G. (2001). Islam and the Malay-Indonesian wWorld: Transmission and rResponses. Hurst. https://books.google.co.id/books?id=Tq1v%5C_V4haj4C

Robertson, R. (1992). Globalization: Social theory and global culture. London: SAGE Publ.

Rokhani, U., Salam, A., & Rochani-Adi, I. (2017). Konstruksi identitas Tionghoa melalui difusi budaya gambang kromong: Studi kasus film dikumenter anak naga beranak naga. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 16(3), 141–152. https://doi.org/10.24821/resital.v16i3.1679

Sagimun, M. (1975). Sultan Hasanudin menentang VOC. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Schley, J. van. der, Rijksmuseum Collection (t.t). [Pemandangan Kota Makassar (1747–-1779)]. Diakses pada 25 Agustus, 2023 dari Rijks Muesum https://www.rijksmuseum.nl/nl/collectie/RP-P-1908-2309

Stott, D. A. (2017). Integration and Conflict in Indonesia’s Spice Islands. ASIA-PACIFIC JOURNAL-JAPAN FOCUS, 15(11). https://apjjf.org/2017/11/Stott.html

Subrahmanyam, S. (1988). Commerce and conflict: Two views of portuguese melaka in the 1620s. Journal of Southeast Asian Studies, 19(1), 62–79. http://www.jstor.org/stable/20070992

Sutherland, H. (2001). The Makassar malays: Adaptation and identity, c. 1660–1790. Journal of Southeast Asian Studies, 32(3), 397–421. https://doi.org/10.1017/S0022463401000224.

Tobing, M. M. (2016). Kosmopolitanisme dalam setting proksemik antarbudaya. Konferensi Nasional Komunikasi (KNK) ISKI Tahun 2016, 2(4), 1–11. http://repository.uki.ac.id/1050/1/2016_ISKI Full Paper.pdf

Trove.Com. (Makasser). (1638). From the secret atlas of the East India Company (c.1670). Dalam The Hague: Martinus Nijhoff, [1925–1933]. Call Number MAP Ra 265 Vol. 5, Plates 115, 116: https://nla.gov.au/nla.obj-1071822423/view.

Valentijn, F. (1726). Oud en Nieuw Oost-Indiën, vervattende een naaukeurige en uitvoerige verhandelinge van Nederlands mogentheyd in die gewesten: Benevens eene wydluftige beschryvinge der Moluccos, Amboina, Banda, Timor, en Solor, Java, en alle de eylanden onder dezelve landb. By Joannes van Braam. https://books.google.co.id/books?id=b%5C_lGAAAAcAAJ

Van Niel, R. (1956). Indonesian trade and society. Essays in Asian social and economic history. The Far Eastern Quarterly, 15(3), 440–441. https://doi.org/10.1017/S0363691700010230

Werbner, P. (2020). Anthropology and the new cosmopolitanism: Rooted, feminist and vernacular perspectives. Taylor & Francis. https://books.google.co.id/books?id=PEQHEAAAQBAJ

Zamhari, R. (2022). Pengaruh budaya kuliner Cina dan Belanda terhadap kuliner Indonesia. Kusa Lawa, 2(1), 87–102. https://doi.org/10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.08.

Abdullah, T. (1987). Adat dan Islam: Suatu tinajuan tentang konflik di Minangkabau. Dalam Taufik Abdullah (Ed.), Sejarah dan masyarakat, lintasan historis Islam di Indonesia (2nd ed., p. 156). Pustaka Firdaus.

Akhimuddin, Y. (2007). Pemetaan naskah-naskah keagamaan di Padang Pariaman [Laporan penelitian]. STAIN Batusangkar.

Azra, A. (2004). Naskah dan rekonstruksi sejarah sosial-intelektual Nusantara [Makalah]. Simposium Internasional Pernaskahan VIII Di Wisma Syahida UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia.

Daya, B. (1990). Gerakan pembaharuan pemikiran Islam, kasus sumatera thawalib. Tiara Wacana.

Dobbin, C. E. (2008). Gejolak ekonomi, kebangkitan Islam, dan gerakan padri: Minangkabau 1784-1847 (Lilian D. Tedjasudhana, ed.). Komunitas Bambu.

Fairclough, N. & Wodak, R. (1997). Critical Discourse Analysis. Dalam T. A. Van Dijk (Ed.), Discourse As Social Interaction (2nd ed., pp. 258–284). Sage Publications Ltd.

Goudie, D. (1980). Syair Perang Siak. An Example of a misunderstood but rewarding eighteenth Century Malay Text. Archipel, 20(1), 233–254. https://doi.org/https://doi.org/10.3406/arch.1980.1604

Hicks, S. (2008). The maligned, maltreated madu: Female experiences of polygyny in three romantic Syair. Indonesia and the Malay World, 36(104), 47–66. https://doi.org/10.1080/13639810802016521

Hijjas, M. (2005). The nursemaid’s tale: Representations of the Inang in Syair Sultan Mahmud and Syair Siti Zuhrah. Indonesia and the Malay World, 33(97), 265–279. https://doi.org/10.1080/13639810500448992

Ilyas, A. F. (2017). Syekh Ahmad Khatib Minangkabau dan polemik Tarekat Naqsyabandiyah di Nusantara. Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies, 1(1), 86–112. https://doi.org/10.30821/jcims.v1i1.1008

Karim, M. (2014). Syair Mambang Jauhari: Telaah strukrural-semiotik. LINGUA: Journal of Language, Literature and Teaching, 11(1), 83–94. https://doi.org/10.30957/lingua.v11i1.31

Katkova, I. & Pramono. (2009). “Endangered Manuscripts of Western Sumatra: Collections of Sufi Brotherhoods” [Laporan Penelitian pada Programme Endangered]. British Library, London.

Murtagh, B. (2002). Syair perang Inggeris di Betawi: A Malay account of the British invasion of Java of 1811. Indonesia and the Malay World, 30(86), 27–36. https://doi.org/10.1080/13639810220134656

Nasri, D. (2021). Fungsi dan Makna Teks Nolam dalam Manuskrip Minangkabau.

Navis, A. A. (1984). Alam terkembang jadi guru, adat dan kebudayaan Minangkabau (1st ed.). Grafiti.

Pinem, M. (2012). Manuskrip dan konteks sosialnya kasus naskah Tarekat Naqsyabandiyah di Minagkabau. Jurnal Lektur Keagamaan, 2(2), 279–300.

Pramono. (2006). Tradisi Penulisan dan penyalinan naskah-naskah Islam Minangkabau: Kajian atas Imam Maulana Abdul Manaf Amin Al-Khatib dan Karya-Karyanya [Laporan Penelitian]. Lembaga Penelitian Unand.

Pramono. (2008a). Menulis untuk mendebat: Telaah teks dan konteks naskah risalah Mizan al-Qalb untuk bahan pertimbangan bagi kaum muslimin buat beramal ibadah kepada Allah karya Imam Maulana Abdul Manaf Amin al-Khatib. Wacana, Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Dan Pengajarannya Universitas Bengkulu, 11(2).

Pramono. (2008b). Puasa melihat bulan versus puasa melihat dinding: Telaah teks dan konteks naskah kitab Al-Takwim Walsiyam. Jurnal Ilmu Budaya, 5(1), 23–34. https://doi.org/https://doi.org/10.31849/jib.v5i1.883

Pramono. (2017). Syair untuk Syiar: Tradisi Bersastra dan Beragama di Kalangan Ulama Minangkabau pada Permulaan Abad XX”, Padang, FIB Universitas Andalas (Naskah Orasi Ilmiah Pada Lustrum Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas).

Putra, A., & Ahmad, C. (2011). Bibliografi karya ulama Minangkabau awal abad XX: dinamika intelektual kaum tua dan kaum muda. Komunitas Suluah (Suaka Luhung Naskah), Indonesia Heritage Centre.

Putra, A. (2017). Ulama dan karya tulis: Diskursus keislaman di Minangkabau awal abad 20. Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 1(2), 134–147. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30983/fuaduna.v1i2.434

Sahril. (2017). Tradisi akikah masyarakat melayu pentas sastra lokal “syair nyanyian anak” dalam kajian etnopuitika. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 3(1), 59–71.

Salleh, M. (1991). A sub-genre of malay syair verse (1): 155–176. Archipel, 42(1), 155–176.

Salmon, C. (1988). The batavian eastern railway co and the making of a new ‘daerah’ as reflected in a commemorative syair written by Tan Teng Kie 1890. Indonesia, 45(April, 1988), 49–62. https://doi.org/10.2307/3351175

Schrieke, B. J. O. (1973). Pergolakan agama di Sumatra Barat: Sebuah sumbangan bibliografi (S. Poerbakawatja, ed.). Bhratara.

Sudarmoko. (2008). Roman Pergaoelan. Insist Press.

Sudarmoko. (2010). Empat Karya Sastra tentang Perang Kamang.

Suryadi. (2003), Dunia penerbitan dan perbukuan di Sumatra Barat sebelum kemerdekaan, Melayu. Jurnal Dewan Bahasa dan Pustaka, 1(2), 138–156.

Suryadi. (2004). Syair Sunur: Teks dan konteks otobiografi seorang ulama Minangkabau abad ke-19. Citra Budaya.

Syaifulloh, M., & Wibowo, B. (2017). Nilai-nilai edukatif barat. Jurnal Refleksi Edukatika, 8(1).

Wieringa, E. P. (2003). Dotting the dal and penetrating the letters: The Javanese origin of the syair seribu masalah and its Bantenese spelling. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 159(4), 499–518. https://doi.org/10.1163/22134379-90003740

Yunus, Y. (2001). Protes sastra terhadap paham keagamaan: Kajian nazam kanak kanak. IAIN-IB Press.

Yusuf, M. (2006). Katalogus manuskrip dan skriptorium Minangkabau. Centre for Documentation and Area-Transcultural Studies, Tokyo University of Foreign Studies.

Zulqayyim. (2006). Boekittinggi Tempo Doeloe. Andalas University Press.

Zuriati. (2008). The Digitisation of Minangkabau’s Manuscript Collections in Suraus. British Library. https://doi.org/10.15130/EAP144

Abror, M. (2020). Moderasi beragama dalam bingkai toleransi: Kajian Islam dan keberagaman. Rusydiah, 1(2), 143–155. https://doi.org/10.35961/rsd.v1vi2i.174

Ahdar. (2017). Tinjauan kritis dan menyeluruh terhadap fundamentalisme dan radikalisme Islam masa kini. Kuriositas, 11(1), 19–36. https://doi.org/10.35905/kur.v10i1.582

Anita, A., Yessi, F., Y., & Utami, P. I. (2023). Analisis struktur dan nilai budaya dalam cerita rakyat Sumatera Selatan. Journal on Education, 5(3), 8788–8798. https://jonedu.org/index.php/joe/article/view/1675

Azanella, L. A. (2021). Bom gereja Katedral Makassar: Kronologi kejadian, keterangan polisi, dan sikap presiden. Kompas.Com. Diakses pada 15 Mei, 2023, dari https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/29/100000165/bom-gereja-katedral-makassar-kronologi-kejadian-keterangan-polisi-dan-sikap?page=all

CNN Indonesia. (2023, 20 Februari). Viral warga larang ibadah umat kristiani di Lampung, dipicu soal izin. Diakses pada 15 Mei, 2023, dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230220160619-12-915450/viral-warga-larang-ibadah-umat-kristiani-di-lampung-dipicu-soal-izin

Febrianti, B. K. (2021). Nilai-nilai multikultur dalam antologi cerita rakyat singkawan. Tuah Talino, 15(1), 14–30. https://doi.org/10.26499/tt.v15i1.3401

Fundamentalism. (t.t.). Online Etymology Dictionary. Diakses pada 14 Mei, 2023, dari https://www.etymonline.com/search?q=fundamentalism

Haryanto, J. T. (2018). Negara melayani agama dan kepercayaan. LITBANGDIKLAT PRESS.

Ichwayudi, B. (2021). Dialog lintas agama dan upaya menangkal potensi radikalisme di kalangan pemuda. Empirisma, 29(1), 41–51. https://doi.org/10.30762/empirisma.v29i1.416

Jayawati, M. T., Atisah, & Subardini, N. N. (2003). Cerita rakyat dan objek pariwisata di Indonesia: Teks dan analisis latar. Pusat Bahasa.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020, 11 Agustus). Kecam Intoleransi di Solo, Menag Minta Jajarannya Intensifkan Dialog. Diakses pada 15 Mei, 2023, dari https://kemenag.go.id/nasional/kecam-intoleransi-di-solo-menag-minta-jajarannya-intensifkan-dialog-u5aa4m

Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kristiani, D. (2014). Burung tempua dan burung puyuh. Dalam 100 Cerita Rakyat Nusantara (pp. 59–63). Bhuana Ilmu Populer.

Lestari, J. (2020). Pluralisme agama di Indonesia: Tantangan dan peluang bagi keutuhan bangsa. Al-Adyan, 1(1), 29–38. https://doi.org/10.15548/al-adyan.v1i1.1714

Listijabudi, D. K. (2018). Bukankah hati kita berkobar-kobar? Interfidei.

Mojau, J. (2012). Meniadakan atau merangkul: Pergulatan teologis protestan dengan Islam politik di Indonesia. BPK Gunung Mulia.

Pentury, T. (2019). Moderasi Beragama dan Kristen Moderat: Sebuah Tantang-Jawab. Dalam Tim Pelaksana Redaksi Buku (Ed.), Mozaik Moderasi Beragama dalam Perspektif Kristen (pp. xv–xxiv). BPK Gunung Mulia.

Puspitaningrum, D. (2022). Sastra anak cerita rakyat Nusantara dalam pembentukan pondasi karakter moderat. Jurnal Asghar, 2(2), 93–102. https://doi.org/10.28918/asghar.v2i2.6262

Putra, E. P. (2021). Usai Jozeph Paul Zhang, kini muncul Muhammad Kece. Republika.Id. Diakses pada 15 Mei, 2023, dari https://news.republika.co.id/berita/qy9qib484/usai-jozeph-paul-zhang-kini-muncul-muhammad-kece

Qardhawi, Y. (2019). Islam radikal. Era Adicitra Intermedia.

Qurtuby, S. Al. (2019). Prolog: Moderasi beragama dalam Kristen dan Islam. Dalam Tim Pelaksana Redaksi Buku (Ed.), Mozaik Moderasi Beragama dalam Perspektif Kristen (pp. xxv–xxxix). BPK Gunung Mulia.

Rohman, F., & Munir, A. A. (2018). Membangun kerukunan umat beragama dengan nilai-nilai pluralisme Gus Dur. An-Nuha, 5(2), 155–172. http://ejournal.staimadiun.ac.id/index.php/annuha /article/view/234

Sahrasad, H., & Chaidar, A. (2017). Fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme. Freedom Foundation & Centre for Strategic Studies – University of Indonesia.

Setara Institute. (2022). Mengatasi intoleransi, merangkul keberagaman kondisi kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) di Indonesia tahun 2021: Laporan kebebasan beragama/berkeyakinan 2021 Setara Institute. Diakses pada 15 Mei, 2023, dari https://drive.google.com/file/d/1JL-IU0GtDU2-wNrzmQ-GZw_uL3oKzZdn/view

Setiabudi, N. (2019). Pesan moderasi beragama dalam Pancasila dan iman Kristen. Dalam Tim Pelaksana Redaksi Buku (Ed.), Mozaik Moderasi Beragama dalam Perspektif Kristen (pp. 98–109). BPK Gunung Mulia.

Setyami, I., Apriani, E., & Fathonah, S. (2021). Sastra lisan Tidung. Syah Kuala University Press.

Sirry, M. (2023). Pendidikan dan radikalisme: Data dan teori memahami intoleransi beragama di Indonesia. Suka Press.

Sumartana, T. (2013). Tuhan dan agama dalam pergulatan batin Kartini. Gading Publishing.

Thobroni, M. (2019). Multikulturalisme cerita rakyat Kalimantan: Kutukan raja pulau mintin. Prakerta, 2(1), 106–122. https://ejournal.stkippacitan.ac.id/ojs3/index.php/prakerta/article/view/583

Wahid, M. A. (2019). Fundamentalisme dan radikalisme Islam (Telaah kritis tentang eksistensinya masa kini). Sulesana, 12(1), 61–75. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/article/view/5669

Watioly, A. (2019). Moderasi beragama dalam jagad spiritual Indonesia. Dalam Tim Pelaksana Redaksi Buku (Ed.), Mozaik Moderasi Beragama dalam Perspektif Kristen (pp. 82–97). BPK Gunung Mulia.

Badan Litbang dan Diklat. (2019). Moderasi beragama. Kementerian Agama.

Baso, A. (2006). NU studies: Pergolakan pemikiran antara fundamentalisme Islam dan fundamentalisme neo-liberal. Erlangga.

Daulay, H. (2019). Peran wanita dalam membina budaya kerukunan umat beragama. Hikmah, 12(2), 254-273. https://doi.org/10.24952/hik.v12i2.894

Ditthisampanno, B. U. (2021). The influences of pandita, youth, and women of Buddhayana to harmonious life of Buddhist in Central Java. ABIP: Agama Buddha Dan Ilmu Pengetahuan, 6(2), 59–65. https://doi.org/10.53565/abip.v3i2.227

Fanani, Z. (2002). Radikalisme keagamaan dan perubahan sosial. UMS Press.

Gaffar, A. (1999). Politik Indonesia: Transisi menuju demokrasi. Pustaka Pelajar.

Habermas, J. (1991). The structural transformations of public sphere: An inquiry in to a category of bourgeois society. MIT Press.

Hardiman, F. B. (2009). Demokrasi deliberatif: Menimbang negara hukum dan ruang publik dalam teori diskursus Habermas. Kanisius.

Kumalasari, R. (2022). Perempuan dan moderasi beragama: Potensi dan tantangan perempuan dalam mewujudkan moderasi beragama. Jurnal Hawa: Studi Pengarus Utamaan Gender Dan Anak, 4(1), 50–58. http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga.v4i1.6484

Lederach, J. P. (2003). Conflik transformation. Good Books, Intercousse.

Masdar, H. (2013). Whither Indonesia’s islamic moderatism? a reexamination on the moderate vision of Muhammadiyah and NU. Journal of Indonesian Islam, 7(1), 24–48. http://dx.doi.org/10.15642/JIIS.2013.7.1.24-48

Mibtadin. (2017). Gerakan sosial masyarakat sipil: Studi gerakan sosial lkis, fahmina, dan The Wahid Institute. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Mibtadin. (2018). The urban sufism, social change, and the smiling Islam: A case study Hubbun Nabi Kartasura Sukoharjo. Analisa, 3(1), 93–112. http://dx.doi.org/10.18784/analisa.v3i1.591

Mibtadin. (2021). Manusia, agama, dan negara: Refleksi pemikiran Gus Dur. Gerbang Media.

Muhammad, N. H. (2013). Meluruskan doktrin MTA: Kritik atas dakwah Majelis Tafsir Alquran. Muara Progresif.

Prasetyo, B. (2013). Toleransi majelis mujahidin Indonesia dalam keberagaman sosial, budaya, dan politik. Profetika, Jurnal Studi Islam, 14(1), 39–51. http://hdl.handle.net/11617/3874

Puspito, H. D. (1989). Sosiologi agama. Kanisius.

Rohmah, S., Ilahi, R. P., & Hurani, Y. (2021). Peran perempuan dalam terwujudkan moderasi beragama di era pandemi Covid-19: Studi analisis muslimah reformis. Equalita, 3(2), 143–154. http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/equalita/article/view/8749

Shihab, M. Q. (2019). Washatiyah wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati.

Syafruddin, D., Ropi, I., Nisa, F. N., Hendarmin, L., Lubis, D. A., Mubarok, M. Z., … & Rohayati, T. (2018). Gen Z: Kegalauan Identitas Keagamaan. PPIM UIN Jakarta.

Sudarminta. J. (1991). Filsafat prose: Sebuah pengantar sistematik filsafat Alfred North Whitehead. Kanisius.

Suharto, B. at. al. (2019). Moderasi beragama: Dari Indonesia untuk dunia. LKiS.

Wahid, A. (1998). Dialog agama dan masalah pendangkalan agama. Dalam Hidayat, K., & AF, A.G. (Ed.), Passing over: Melintasi batas agama. Gramedia Pustaka Utama.

Abdelnour, M. G. (2020). The islamic theology of interfaith marriages between theology, law, and individual ijtihad. S. Rajaratnam School of International Studies. https://www.jstor.org/stable/resrep40176

Adil, M., & Jamil, S. (2023). Interfaith marriage in Indonesia: Polemics and perspectives of religious leaders and community organizations. Religion & Human Rights, 18(1), 31–53. https://doi.org/10.1163/18710328-bja10031

Aini, N., Utomo, A., & McDonald, P. (2019). Interreligious marriage in Indonesia. Journal of Religion and Demography, 6(1), 189–214. https://doi.org/10.1163/2589742X-00601005

Badan Pusat Statistik. (2023). Mengulik data suku di Indonesia. https://www.bps.go.id/news/2015/11/18/127/mengulik-data-suku-di-indonesia.html

Bagley, P. J. (1992). On the practice of esotericism. Journal of the History of Ideas, 53(2), 231. https://doi.org/10.2307/2709872

Bahri, T. bin R. N. (2012). Understanding islamic moderation: The wasatiyya imperative. 4(9). https://www.jstor.org/stable/10.2307/26351088

Bell, G. F. (2023). Multiculturalism in law is legal pluralism—lessons from Indonesia, Singapore and Canada.

Bhajan, C. (2014). A mixed bag: The inter-religious marriage experience in Bali. In dependent Study Project (ISP) Collection. https://digitalcollections.sit.edu/isp_collection/1795

Bhatoo, S., & Bhowon, U. (2018). Voices of young women in interfaith marriages. Asian Journal of Social Science, 46(3), 281–303. https://doi.org/10.1163/15685314-04603004

Bourdieu, P. (1987). What makes a social class? On the theoretical and practical existence of groups. 32(1987), 1–17. https://www.jstor.org/stable/41035356

Bourdieu, P. (1989). Social space and symbolic power. Sociological Theory, 7(1), 14. https://doi.org/10.2307/202060

Bourdieu, P., Wacquant, L. J. D., & Farage, S. (1994). Rethinking the state: Genesis and structure of the bureaucratic field. Sociological Theory, 12(1), 1. https://doi.org/10.2307/202032

Bourdieu, P., & Zanotti-Karp, A. (1968). Structuralism and theory of sociological knowledge. The Johns Hopkins University Press, 35(4), 681–706.

Buttenheim, A. M., & Nobles, J. (2009a). Ethnic diversity, traditional norms, and marriage behaviour in Indonesia. Population Studies, 63(3), 277–294. https://doi.org/10.1080/00324720903137224

Connolly, J. (2009). Forbidden intimacies: Christian-Muslim intermarriage in East Kalimantan, Indonesia. American Ethnologist, 36(3), 492–506. https://doi.org/10.1111/j.1548-1425.2009.01175.x

Dardiri, A. H., Tweedo, M., & Roihan, M. I. (2013). Pernikahan beda agama ditinjau dari perspektif Islam dan HAM. Khazanah, 6(1), 99–117. https://doi.org/10.20885/khazanah.vol6.iss1.art8

Dasgupta, A. K. (2000). Gandhi on Hindu-Muslim marriage. Economic and Political Weekly, 35(11). https://www.jstor.org/stable/4409000

Douglas, M. (2023). The Effects of Modernization on religious change.

Dowd, R. A. (2013). Religious diversity and religious tolerance: Lessons from Nigeria. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2253541

Gillespie, P. (2007). Current issues in Indonesian Islam: Analysing the 2005 council of indonesian ulama fatwa no. 7 opposing pluralism, liberalism and secularism. Journal of Islamic Studies, 18(2), 202–240. https://doi.org/10.1093/jis/etm001

Gordon, S. C., & Arenstein, B. (2017). Interfaith education: A new model for today’s interfaith families. International Review of Education, 63(2), 169–195. https://doi.org/10.1007/s11159-017-9629-2

Gouwgioksiong. (1964). The marriage laws of Indonesia with special reference to mixed marriages. The Rabel Journal of Comparative and International Private Law, 711-731. https://www.jstor.org/stable/27874607

Gulick, W. B. (2013). Religious naturalism: A framework of interpretation and a Christian version. American Journal of Theology & Philosophy, 34(2), 154-174. https://doi.org/10.5406/amerjtheophil.34.2.0154

Hanna, T. (1965). A question: What does one mean by “religious literature”? Comparative Literature Studies, 2(4). https://www.jstor.org/stable/40467678

Hasan, N., & Maufur (Eds.). (2021). Membela hak-hak masyarakat rentan. Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Press.

Hassan, M. H. (2023). Wasatiyyah as explained by Prof. Muhammad Kamal Hassan: justice, excellence and balance. Counter Terrorist Trends and Analyses, 6(2), 24–30. https://www.jstor.org/stable/26351233

Kanas, A., Scheepers, P., & Sterkens, C. (2015). Interreligious contact, perceived group threat, and perceived discrimination: predicting negative attitudes among religious minorities and majorities in Indonesia. Social Psychology Quarterly, 78(2), 102–126. https://doi.org/10.1177/0190272514564790

Katz, J. S., & Katz, R. S. (1975). The new Indonesian marriage law: A m irror of Indonesia’s political, cultural, and legal systems. The American Journal of Comparative Law, 23(4), 653. https://doi.org/10.2307/839240

Kementerian Agama Republik Indonesia, T. P. (2022). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (t.t.). KBBI Daring. Diakses pada 1 Februari 2023 dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/toleransi

Kolås, Å., & Thowsen, M. P. (2023). Religious sites and the practice of religion.

Kramer, K. P. (1990). A silent dialogue: The intrareligious dimension. Buddhist-Christian Studies, 10, 127. https://doi.org/10.2307/1390194

Lester, E., & Roberts, P. S. (2006). The distinctive paradox of religious tolerance: Active tolerance as a mean between passive tolerance and recognition. Public Affairs Quarterly, 20(4), 329–362. https://www.jstor.org/stable/40441448

Liebman, C. S. (1983). Extremism as a religious norm. Journal for the Scientific Study of Religion, 22(1), 75. https://doi.org/10.2307/1385593

Lukito, R. (2008). The enigma of legal pluralism in Indonesian Islam: The case of interfaith marriage. Journal of Islamic Law and Culture, 10(2), 179–191. https://doi.org/10.1080/15288170802236457

McDonough, R. (2013). Religious fundamentalism: A Conceptual critique. Religious Studies, 49(4), 561–579. https://doi.org/10.1017/S0034412512000479

Mietzner, M., & Muhtadi, B. (2020). The myth of pluralism: Nahdlatul Ulama and the politics of religious tolerance in Indonesia. Contemporary Southeast Asia, 42(1), 58–84. https://doi.org/10.1355/cs42-1c

Monib, M., & Nurcholish, A. (2013). Fiqih keluarga lintas agama panduan multidemensi mereguk kebahagiaan sejati. Kaukaba Dipantara.

Murphy, A. R. (1997). Tolerance, toleration, and the liberal tradition. Polity, 29(4), 593–623. https://doi.org/10.2307/3235269

Newman, J. (2023). The Idea of Religious Tolerance. Nurcholish, A. (2015). Interfaith marriage in the constitution and the islamic law dinamics in Indonesia. Al-Mawarid, 15(2), 123–142. https://doi.org/10.20885/almawarid.vol15.iss2.art6

Nuruzzaman, M., & Kurnia, U. (2021). Radikalisme beragama. Hadziq Publishing.

Parker, L., Hoon, C.-Y., & Raihani. (2014). Young people’s attitudes towards inter-ethnic and inter-religious socializing, courtship and marriage in Indonesia. South East Asia Research, 22(4), 467–486. https://doi.org/10.5367/sear.2014.0230

Petersen, L. R. (1986). Interfaith marriage and religious commitment among Catholics. Journal of Marriage and the Family, 48(4), 725. https://doi.org/10.2307/352565

Pompe, S. (1988). Mixed marriages in Indonesia: Some comments on the law and the literature. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 144(2), 259–275. https://doi.org/10.1163/22134379-90003296

Quinn, P. L. (2005). On religious diversity & tolerance. Daedalus, 134(1), 136–139. https://doi.org/10.1162/0011526053124389

Rosdiana, R., & Bahtiar, A. (2020). Preferences of children’s religious interfaith marriages: Case study in The International Conference on Religion and Peace (ICRP). Justicia Islamica, 17(2), 207–222. https://doi.org/10.21154/justicia.v17i2.1967

Ryrie, A. (2014). Moderation, modernity and the reformation. Past & Present, 223(1), 271–282. https://doi.org/10.1093/pastj/gtt057

Sakai, M., & Isbah, M. F. (2014). Limits to religious diversity practice in Indonesia. Asian Journal of Social Science, 42(6), 722–746. https://doi.org/10.1163/15685314-04206003

Sharma, A. (1995). Religious tolerance in three contexts. India International Centre Quarterl, 22(1), 29–34. https://www.jstor.org/stable/23003709

Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyah wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2022). Toleransi ketuhanan, kemanusiaan, dan keberagamaan. Lentera Hati.

Sidiqah, M. (2023). Legal vacuum in interfaith marriage rules in Indonesia. IBLAM LAW REVIEW, 3(1), 99–110. https://doi.org/10.52249/ilr.v3i1.119

Sirry, M. (2013). Fatwas and their controversy: The case of the Council of Indonesian Ulama (MUI). Journal of Southeast Asian Studies, 44(1), 100–117. https://doi.org/10.1017/S0022463412000641

Katolikana. (2022, 28 Februari). Pengalaman toleransi pasangan Islam dan Katolik [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=eEedbZRyYnM

Srinivas, K. R. (2006). Cultural diversity convention. Economic and Political Weekly, 41(10), 868–871. https://www.jstor.org/stable/4417932

Suomala, K. (2012). Complex religious identity in the context of interfaith dialogue. CrossCurrents, 62(3), 360–370. https://doi.org/10.1111/j.1939-3881.2012.00247.x

Susantin, J., Rijal, S., & Khair, M. A. (2022). Peran moderasi beragama terhadap legalitas perkawinan beda agama di Indonesia. 10(2). https://doi.org/10.52185/kariman.v10i2.251

Telhalia, T., & Natalia, D. (2021). Realitas pernikahan beda agama pada masyarakat suku Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 5(2), 281–296. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v5i2.12636

Thomson, I. T. (2010). Moderation, Plain and Simple. In Culture Wars and Enduring American Dilemmas (pp. 167–174). University of Michigan Press. https://www.jstor.org/stable/j.ctt22p7hg8.9Thomson, I. T. (2023). Moderation, Plain and Simple.

Tomsa, D. (2012). Moderating islamism in Indonesia: Tracing patterns of party change in the prosperous justice party. Sage Publications, Inc. on Behalf of the University of Utah, 65(3), 486–498. https://www.jstor.org/stable/41635250

Van Der Heide, L., & Geenen, J. (2017). Children of the caliphate: Young is returnees and the reintegration challenge. Terrorism and ­Counter-Terrorism Studies. https://doi.org/10.19165/2017.1.09

Yinger, J. M. (1967). Pluralism, religion, and secularism. Journal for the Scientific Study of Religion, 6(1), 17. https://doi.org/10.2307/1384190

Abdullah, I. (2017). Di bawah bayang-bayang media: Kodifikasi, divergensi, dan kooptasi agama di era internet. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 12(2), 116–121. https://doi.org/10.14710/sabda.12.2.116-121

Adit, A. (2023, 18 Mei). Guru Besar UGM: Kini, alat utama pembelajaran bukan dari buku. Kompas. https://www.kompas.com/edu/read/2023/05/18/124146971/guru-besar-ugm-kini-alat-utama-pembelajaran-bukan-dari-buku

Akmaliah, W. (2019). Politik sirkulasi budaya pop: Media Baru, Pelintiran agama dan pergeseran otoritas. Buku Mojok.

Alauddin, A., Safitri, L. Y., & Jubba, H. (2022). Privatisasi agama di kalangan muda muslim pada era disrupsi. DIALEKTIKA, 15(2), 15–26. http://dx.doi.org/10.33477/da.v15i2.4029

Albana, H. (2022). Kontestasi narasi moderasi beragama di Instagram. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 14–27. http://dx.doi.org/10.31332/ai.v0i0.3791

Alimi, M. Y. (2018). Mediatisasi agama, post truth dan ketahanan nasional sosiologi agama era digital. LKiS.

Andriani, F. (2021, 21 Maret). Membendung Islam kaffah dengan moderasi sejarah Islam, mungkinkah? Voa-Islam.Com. http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2021/03/14/76081/membendung-islam-kaffah-dengan-moderasi-sejarah-mungkinkah/#sthash.LulcKsXy.dpb

Arrobi, M. A. (2021). Otoritas agama di era media baru: Pemetaan isu dan tren kajian. Dalam Isbah, M.F., & Wibawanto, G.R. (Ed.), Perspektif ilmu ilmu sosial di era digital: Disrupsi, emansipasi dan rekognisi (pp. 67–95). Gadjah Mada University Press. https://www.researchgate.net/publication/355773197_Otoritas_Agama_di_Era_Media_Baru_Pemetaan_isu_dan_tren_kajian

Arrobi, & Nadzifah, A. (2020). Otoritas agama di era korona: Dari fragmentasi ke konvergensi? MAARIF, 15(1), 197–215. https://doi.org/10.47651/mrf.v15i1.85

Asri, C., & Soehadha, M. (2022). Komodifikasi agama: Studi analisis terhadap tampilan agama di Instagram. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 7(1), 97–113.

Ayu, D. I. (2023, 26 Mei). Sasar anak muda, konsep moderasi beragama harus dinarasikan sederhana. Balitbangdiklat.Kemenag. https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/sasar-anak-muda-konsep-moderasi-beragama-harus-dinarasikan-sederhana

Aziz, A. (2015). Religiofikasi komoditas dan identitas agama anak muda Kota Surabaya. Al’Adalah, 18(1), 15–38.

BPS. (t.t.). Jumlah penduduk pertengahan tahun (ribu jiwa), 2021­–2023. Badan Pusat Statistik. Diakses pada 29 Agustus, 2023 dari https://www.bps.go.id/indicator/12/1975/1/jumlah-penduduk-pertengahan-tahun.html

BPS. (2022). Statistik telekomunikasi Indonesia 2021. Badan Pusat Statistik. Diakses pada 26 April, 2023 dari https://www.bps.go.id/publication/2022/09/07/bcc820e694c537ed3ec 131b9/statistik- telekomunikasi-indonesia-2021.html

CNN Indonesia. (2022). Cara kunjungi virtual Ka’bah dan ibadah haji di metaverse. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220208131007-192-756449/cara-kunjungi-virtual-kabah-dan-ibadah-haji-di-metaverse

Elvinaro, Q., & Syarif, D. (2021). Generasi milenial dan moderasi beragama: Promosi moderasi beragama oleh peace generation di media sosial. JISPO Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 11(2), 195–218. https://doi.org/10.15575/jispo.v11i2.14411

Faesol, A. (2022). Media sosial dan sufisme: Gambaran religious style pada generasi milenial. Dalam EAIC: Esoterik annual international conferences, 1(01), 27–44. http://103.35.140.33/index.php/EAIC/article/view/299

Faiz, A. (2021, 21 Maret). Ajaran dan praktik moderasi beragama dalam Islam. Alif.Id. https://alif.id/read/af/ajaran-dan-praktik-moderasi-beragama-dalam-islam-b236713p/

Fakhruroji, M., Rustandi, R., & Busro, B. (2020). Bahasa agama di media sosial: Analisis framing pada media sosial Islam populer. Jurnal Bimas Islam, 13(2), 203–234. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i2.294

Farchan, Y. (2020, 31 Juli). Islam virtual: Ekspresi keagamaan milenial muslim urban Indonesia. Times Indonesia. https://timesindonesia.co.id/kopi-times/288245/islam-virtual-ekspresi-keagamaan-milenial-muslim-urban-indonesia.

Galuh, P. R. (2021, 23 Februari). Jumlah pengguna internet Indonesia 2021 tembus 202 Juta. Kompas. https://tekno.kompas.com/read/2021/02/23/16100057/jumlah-pengguna-internet-indonesia-2021-tembus-202-juta

GusMus Channel. (2022, 3 April). Jimat Ramadhan #1: Agama adalah berbuat baik [Video]. https://youtu.be/hF_q_AHs6Bg?si=2CCtiKvsAKZgCBFj

Hakam, S., Pamungkas, C., & Budiwanti, E. (2016). Komodifikasi agama-agama di Korea Selatan. Jurnal Kajian Wilayah, 7(2), 159–168. https://doi.org/10.14203/jkw.v7i2.750

Hamdi, S., Munawarah, M., & Hamidah, H. (2021). Revitalisasi syiar moderasi beragama di media sosial: Gaungkan konten moderasi untuk membangun harmonisasi. Intizar, 27(1), 1–15. https://doi.org/10.19109/intizar.v27i1.8191

Hardiantoro, A. (2022, 9 Februari). Ramai Soal hajar aswad kabah di metaverse, apa itu metaverse? Kompas. https://www.kompas.com/tren/read/2022/02/09/183100565/ramai-soal-hajar-aswad-kabah-di-metaverse-apa-itu-metaverse-?page=all#page2

Haryadi, D. (2020). Otoritas keagamaan baru: Habituasi dan arena dakwah era digital. Islamic Insights Journal, 2(2), 69–82. https://pdfs.semanticscholar.org/935b/88dee05ed2aaf27cef454481937646978700.pdf

Haryanto, S. (2015). Sosiologi agama; Dari klasik hingga postmodern. ­­­­Ar-Ruzz.

Hefni, W. (2020). Moderasi beragama dalam ruang digital: Studi peng­arusutamaan moderasi beragama di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 1–22. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.182

Hilmy, M. (2022, 8 Januari). Eskportasi moderasi beragama. Kompas. https://www.kompas.id/baca/opini/2022/01/08/eksportasi-moderasi-beragama

Iffan, A., Nur, M. R., & Saiin, A. (2020). Konseptualisasi moderasi beragama sebagai langkah preventif terhadap penanganan radikalisme di Indonesia. PERADA, 3(2), 187. https://doi.org/10.35961/perada.v3i2.220

Indah, Y. A. (2022, 15 April). Memotret ekspresi keagamaan generasi muda di era disrupsi 4.0. Kompas. https://www.kompas.id/baca/artikel-opini/2022/04/13/memotret-ekspresi-keagamaan-generasi-muda-di-era-disrupsi-40

Jalaluddin. (2016). Psikologi agama: Memahami perilaku dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi. RajaGrafindo Persada.

Kementerian Agama. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Koma TV. (2020, 28 April). Teori spiritual marketplace wade clark roof/cak faiz/yt jurnal. . https://youtu.be/US7xrj0eKBM?si=IJV_N7DX8aWezdb4

Maulana, Y. (2021, 25 Agustus). Peneliti PKM UPI: 44 dari 100 siswa sma bandung terindikasi paham radikal. Detik. https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5696100/peneliti-pkm-upi-44-dari-100-siswa-sma-bandung-terindikasi-paham-radikal

Mihrob. (2020, 3 Mei). Daftar lengkap pengajian online Nahdlatul Ulama, ikutilah! Laduni. https://www.laduni.id/post/read/68161/daftar-lengkap-pengajian-online-nahdlatul-ulama-ikutilah

Pabbajah, M., Hannani, H., Pabbajah, T. H., & Deraman, D. (2022). Beragama di ruang digital: Pergeseran orientasi dari pemahaman agama ke spirit beragama. DIALEKTIKA, 15(2), 1–14. http://dx.doi.org/10.33477/da.v15i2.4028

PPIM. (2020). PPIM rilis temuan baru tren beragama di medsos. Https://Ppim.Uinjkt.Ac.Id/2020/11/16/Ppim-Rilis-Temuan-Baru-Tren-Beragama-Di-Medsos.

PPIM. (2021). Launching hasil penelitian PPIM UIN Jakarta beragama ala anak muda; ritual no konservatif yes. PPIM UIN Jakarta. https://ppim.uinjkt.ac.id/2021/12/09/launching-hasil-penelitian-ppim-uin-jakarta-beragama-ala-anak-muda-ritual-no-konservatif-yes/

Qodir, Z. (2018). Sosiologi agama: Teori dan perspektif keindonesiaan. Pustaka Pelajar.

Qudsy, S. Z. (2019). Pesantren online: Pergeseran otoritas keagamaan di dunia Maya. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 2(2), 169–187. https://doi.org/10.14421/lijid.v2i2.2010

Rachmadhani, A. (2021). Otoritas keagamaan di era media baru: Dakwah Gusmus di media sosial. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 5(2), 150–169. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v5i2.2636

Riyanta, S. (2022, 12 Juli). Internet, Swa-radikalisasi dan terorisme. Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2022/07/12/06300041/internet-swa-radikalisasi-dan-terorisme

Rizal, J. G. (2021, 26 Desember). Mengenal Apa itu generasi baby boomers, x, y, z, millenials, dan alpha. Kompas. https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/26/170000565/mengenal-apa-itu-generasi-baby-boomers-x-y-z-millenials-dan-alpha?page=all

Rustandi, L. R. (2020). Disrupsi nilai keagamaan dalam dakwah virtual di media sosial sebagai komodifikasi agama di era digital. Sangkep: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 3(1), 23–34. https://doi.org/10.20414/sangkep.v3i1.1036

Sholahuddin. (2022, 13 April). Ramadan, ngaji “online”, dan diseminasi moderasi Islam. Detik. https://news.detik.com/kolom/d-6030644/ramadan-ngaji-online-dan-diseminasi-moderasi-islam

Siauw, F. (2023). Home [Halaman Facebook]. Dalam Facebook. http://m.facebook.com/felixysiauw

Soraya, D. A. (2020, 13 Desember). Riset: 58 Persen milenial belajar agama di medsos. Republika. https://khazanah.republika.co.id/berita/ql9jmz430/riset-58-persen-milenial-belajar-agama-di-medsos

Suradji, A. (2021, 15 Oktober). Moderasi beragama generasi milenial. Kompas. https://khazanah.republika.co.id/berita/ql9jmz430/riset-58-persen-milenial-belajar-agama-di-medsos

Toni, H., Mercy Rolando, D., Yazid, Y., & Adity, R. (2021). Fenomena cyber religion sebagai ekspresi keberagamaan di internet pada komunitas shift. Jurnal Dakwah Risalah, 32(01), 56–74. http://repository.iaincurup.ac.id/id/eprint/529

UNUSIDA TV. (2023, 23 Februari). Konferensi Nasional 1 abad Nahdlatul Ulama || Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) . https://www.youtube.com/live/uk5AtstcmQk?si=7kWrtiRgmBYzQMOr

Wadi, H., & Bagaskara, R. (2022). Perjumpaan pasar dan dakwah: Ekspresi kesalehan anak muda dan komodifikasi agama di Muslim United Yogyakarta. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 51–60. http://dx.doi.org/10.31332/ai.v0i0.3843

Wibowo, R. W., & Nurjanah, A. S. (2021). Aktualisasi moderasi beragama abad 21 melalui media sosial. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(2), 55–62. http://dx.doi.org/10.24014/jiik.v11i2.13870

Zaenuddin, A. (2020, 23 Juni). Fenomena beragama di era disrupsi, post-truth society dan komoditas simbolik. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/alizaenuddin_/5ef2275b097f3620e50dafd2/fenomena-beragama-di-era-disrupsi-post-truth-society-dan-komoditas-simbolik

Abror, M. (2020). Moderasi beragama dalam bingkai toleransi: kajian islam dan keberagamaan. Rusdiah: Jurnal Pemikiran Islam, 1(2), 143–155 https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174

Agung, A., & Maulana, M.A. (2022). Revitalisasi pengambangan moderasi beragama pada era digital di Indonesia. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 254–529 https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1893

Akhmadi, A. (2019). Religious moderation in Indonesia’s diversity. Jurnal Diklat Keagamaaan, 13(2), 45–55 https://bdksurabaya.e-journal.id/bdksurabaya/article/view/82

Alganih, I. (2016). Konflik Poso (kajian historis tahun 1998–2001). Jurnal Criksetra, 5(10), 166–174. https://doi.org/10.36706/jc.v5i2.4814

Al-Qur’an. (2019). al-Qur’an terjemah dan tajwid. Kementerian Agama RI.

al-Qurtubi, M. bin. A. (1964). Tafsir al-Qurtubi. Dar al-Kutub al-Misriyyah. j.6.

Anwar, C. (2018). Islam dan kebhinekaan di Indonesia: Peran agama dalam merawat perbedaan. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 18(2), 1–18. https://dx.doi.org/10.31332/zjpi.v4i2.1074

APJII. (2020). Laporan survey internet asosiasi penyelenggara jasa internet indonesia (apjii) (q2) tahun 2019-2020, Indonesia Survey Center. Diakses pada 15 April, 2023, dari https://apjii.or.id/survei

APJII. (2022). Laporan survey internet asosiasi penyelenggara jasa internet indonesia (apjii) (q1) tahun 2021-2022, Indonesia Survey Center. Diakses pada 15 April, 2023, dari https://apjii.or.id/survei

Arifianto, A. R. (2017). Practicing what it preaches?: understanding the contradiction between pluralist theoogy and religious intolerance within Indonesia’s Nahdlatul Ulama. Al-Jami’ah: Journal of Islmaic Studies, 55(2), 241–264. https://doi.org/10.14421/ajis.2017.552.241-264

Aqil, M. (2020). Nilai-nilai humanisme dalam dialog antar agama perspektif Gus Dur. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 1(1), 52–64. https://doi.org/10.15548/al-adyan.v1i1.1716

Arijlmanan. (2018). Revitalisasi Islam sebagai pedoman hidup manusia. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 6(2), 141–176. http://dx.doi.org/10.30868/am.v6i02.305

Barton, G. (2016). Biografi Gus Dur the authorized biography of Abdurrahman Wahid. Diva Press.

BBC News Media. (2014, 4 Februari). Konflik agama di Afrika Tengah tewaskan 75. Diakses pada 6 April, 2023, dari https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/02/140204_afrika_sektarian

BBC News. (2001, 21 Desember). Word’s muslim leaders meet in Jakarta. Diakses pada 3 Maret, 2023, dari http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1722561.stm

Bukhari & Muslim. (2013). Hadits Shahih Bukhari dan Muslim (Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penerj.). Fathan Prima Media.

Bustomi, A. (2022). The characteristic and obstancles of islamic moderation practice. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 2(2), 111–119. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/moderatio/article/view/5779

Campbell, H. (2010). When religion meets new media. Routledge.

Efendi, M.A. (2021, 10 Desember). Menag sebut moderasi beragama solusi masalah sosial keagamaan. Diakses 25 April 2023, dari https://kemenag.go.id/read/menag-sebut-moderasi-beragama-solusi-masalah-sosial-keagamaan

El-Fadl. K. A. (2002). The place of toleran in Islam. Amazon.

Flohr, P. R. M.. (2013). Reflection on the promise and limitations off inter­faith dialogue. Europhian Judaism: A Journal for the New Europa, 46(1), 4–14. https://doi.org/10.3167/ej.2013.46.01.02

Funke, H. (2006). Gott macht amerika: ideologie, religion and politik der US-Amerikanischen Rachten, Berlin.

Hartani, M. (2020). Analisis konflik antar umat beragama di Aceh Singkil. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(2), 93–99. https://doi.org/10.24198/jkrk.v2i2.28154

Hefni, W. (2020). Religious moderation in the digital space: case study of mainstreaming religious moderation among islamic higher education instituations. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 1–22. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.182

Ida, R., & Dyson. L. (2015). Konflik sunni-syiah dan dampaknya terhadap komunikasi intra-religius pad komunitas di Sampang-Madura. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik, 28(1), 33–49. https://repository.unair.ac.id/119205/

Iqbal, M. (2022, 8 September). Warga cilegon tolak pendirian gereja, ungkit sk bupati tahun 1975. Diakses 25 April, 2023, dari https://news.detik.com/berita/d-6279957/warga-cilegon-tolak-pendirian-gereja-ungkit-sk-bupati-tahun-1975

Kamhar, M. Y. & Lestari, E. (2019). Pemanfaat sosial media youtube sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Intelegensi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 17. https://doi.org/10.33366/ilg.v1i2.1356

Kosasih, E. (2019). Literasi media sosial dalam pemasyarakatan sikap moderasi beragama. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 264–296. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.118

Kurniawati. J. (2016). Literasi media digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Komunikator, 8(2), 51–66. https://journal.umy.ac.id/index.php/jkm/article/view/2069

Madjid, N. (1992), Islam, Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemoderan. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.

Madjid, N. (2000). Islam doktrin dan peradaban; sebuah telaah kritis tentang masalah keimanan, kemanusiaan, dan kemoderenan – edisi 4. Paramadina.

Madjid, N. (2001). Kebebasan beragama dan pluralisme dalam Islam, passing over: Melintasi batas agama. Gramedia Pustaka Utama dan Paramadina.

Nasr, S.H., & Madjid, N. (1998). Tiga agama satu tuhan: Sebuah dialog/pengantar (Grose, G.B., & Benjamin, J. H., Ed.). Mizan.

Nisa, M.K., Yani, A., Andika, A., Yunus, E.M., & Rahman, Y. (2021). Moderasi beragama: landasan moderasi dalam tradisi berbagai agama dan implementasi di era disrupsi digital. Jurnal Riset Agama, 1(3), 731–748. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15100

NU Online. (2006, 20 Juni). The second international conference of islamic studies. Diakses pada 3 Maret, 2023, dari https://nu.or.id/taushiyah/the-second-international-conference-of-islamic-scholars-hIJom

Petunjuk Teknis Rumah Moderasi Beragama Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha. (2022). https://jdih.kemenag.go.id/regulation/read?id=4121&tPetunjuk+Teknis+Rumah+Moderasi+Beragama+Pada+Pergu

Qurhni, A. Y. A. (2019). Implementasi maslahah mursalah sebagai alternatif hukum Islam dan solusi problematika umat. Journal Asy Syariah, 5(1), 1–19. https://doi.org/10.55210/assyariah.v5i1.110

Rahmatullah. (2011). Islam moderat dalam perdebatan. Jurnal Dialog, 71(1), 40–48. https://doi.org/10.47655/dialog.v34i1.148

Safliana, E. (2020). Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Jihafas, 3(2), 70–85. https://jurnal.kopertais5aceh.or.id/index.php/JIHAF/article/view/194

Schroeder, R. (2017). Towards a theory of digital media. Information Communication and Society, 21(3), 1–17. https://doi.org/10.1080/1369118X.2017.1289231

Setiawan, W. (2017). Era digital dan tantangannya. Dalam Seminar Nasional Pendidikan (1–9). Universitas Muhammadiyah Sukabumi. https://eprints.ummi.ac.id/151/

Setiawan, Johan. (2019). Pemikiran Nurcholish Madjid tentang pluralisme agama dalam konteks keindonesiaan. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 5(1), 21–38. https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/zawiyah/article/view/1335/1011

Sirait, B.C. (2019). Ancaman diskriminasi minoritas dan hilangnya multikulturalisme di Indoensia: Studi kasus penutupan GKI Yasmin Bogor. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 10(1), 23–39. http://repository.uki.ac.id/2681/

Sodikin, R. A. (2003). Konsep agama dan Islam. Al-Qalam, 20(97), 1–20. https://doi.org/10.32678/alqalam.v20i97.643

Aisyah, S. (2021). Views of fiqh social on cooperation in the contruction of inter-religious houses of workship. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 2(1), 49–64. https://doi.org/10.35878/santri.v2i1.280

Shihab, M. Quraish. (2020). Wasathiyyah, Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama Cet. II. (Lentera Hati).

Sutrisno, E.. (2019). Actualization of religion moderation in education institutions. Jurnal Bimas Islam, 12(1), 324–348. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113

Thontowi, J. (2001). Yarussalem tanah suci agama samawi dalam perspektif hukum dan perdamaian. Jurnal Hukum, 8(18), 138–150. https://doi.org/10.20885/iustum.vol8.iss18.art10

Tim Penyusun Ditjen Bimas Islam Kementrian Agama. (2022). Moderasi Beragama Perspektif Bimas Islam. Sekretariat Ditjen Bimas Islam Kementrian Agama.

Wahid, A. (2006). Islamku, Islam anda, Islam kita (agama masyarakat negara demokrasi). The Wahid Institute.

Wahyudi, C. (2011). Tipologi Islam moderat dan puritan: pemikiran Khaled M. Abou el-Fadl. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 1(1), 75–92. https://doi.org/10.15642/teosofi.2011.1.1.75-92

Wahyudi, D., & Kurniasih, N. (2021). “Literasi moderasi beragama sebagai reaktualisasi “jihad milenial” era 4.0”. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 1(1), 1–20 https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/moderatio/article/view/3287

Yudha, R.P., & Irwansyah. I.I. (2018). Media baru digital sebagai peretas konteks komunikasi antar pribadi dan kelompok. Islamic Comunication Journal, 3(2), 180–192. https://doi.org/10.21580/icj.2018.3.2.2930

Arifinsyah, A., Andy, S., & Damanik, A. (2020). The urgency of religious moderation in preventing radicalism in Indonesia. Esensia, 21(1), 91–107. https://doi.org/10.14421/esensia.v21i1.2199

Dilts, A., Winter, Y., Biebricher, T., Johnson, E. V., Vázquez-Arroyo, A. Y., & Cocks, J. (2012). Revisiting Johan Galtung’s concept of structural violence. New Political Science, 34(2), e191–e227. https://doi.org/10.1080/07393148.2012.714959

Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100. https://doi.org/10.19109/intizar.v25i2.5640

Faisal, M. (2020). Manajemen pendidikan moderasi beragama di era digital. Journal of International Conference On Religion, 1(1), 195–202. https://confference.iainptk.ac.id/index.php/icrhd/article/view/17

Galtung, J. (1969). Violence, peace and peace research. Journal of Peace Research, 6(3), 167–191. https://doi.org/10.11606/issn.2238-2593.organicom.2018.150546

Galtung, J. (1990). Cultural violence. Journal of Peace Research, 27(3), 291–305. https://www.galtung-institut.de/wp-content/uploads/2015/12/Cultural-Violence-Galtung.pdf

Hatmoko, T. L., & Mariani, Y. K. (2022). Moderasi beragama dan rele­vansinya untuk pendidikan di sekolah katolik. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK), 22(1), 81–89. https://doi.org/10.34150/jpak.v22i1.390

Hefni, W. (2020). Moderasi beragama dalam ruang digital: Studi pengarusutamaan moderasi beragama di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 1–22. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.182

Herlina, L. (2018). Disintegrasi sosial dalam konten media sosial Facebook. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 1(2), 232–258. https://doi.org/10.15575/jt.v1i2.3046

Hidayah, N. (2018). Siskamling digital: Melawan intoleransi melalui gerakan anti hoaks. Ar-Risalah, XVI(2). https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/arrisalah/article/view/1013

Ilhami, H. (2022). Agama dan komunitas virtual: Studi pergeseran orientasi keagamaan di era digital. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 7(1). https://doi.org/10.14421/mjsi.71.2945

Kemenag. (2020, 30 November). Viral azan serukan jihad, wamenag ajak pimpinan ormas beri pencerahan. Kemenag.go.id. Diakses pada 4 April 2023 dari https://kemenag.go.id/nasional/viral-azan-serukan-jihad-wamenag-ajak-pimpinan-ormas-beri-pencerahan-2f1ogq

Kietzmann, J. H., Hermkens, K., Mccarthy, I. P., & Silvestre, B. S. (2011). Social media? Get serious! Understanding the functional building blocks of social media. Business Horizons, 54(3), 241-251. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2011.01.005

Komunitas Katolik Garis Lucu [@KatolikG]. (2023c, 23 April). Ketupat Lebaran, Ketupat Persaudaraan [Video]. Twitter. https://twitter.com/KatolikG/status/1649987823762812928?t=IxaX2p8g6kLPztX2zXvzZA&s=19

Komunitas Katolik Garis Lucu [@KatolikG]. (2023a, 22 April). Admin @KatolikG mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H [Tweet]. Twitter. https://twitter.com/KatolikG/status/1649584766533140480?t=yrJH7ExKnN4DO-QGwQH1eg&s=19

Komunitas Katolik Garis Lucu [@KatolikG]. (2023b, 22 Maret). Selamat hari raya nyepi bagi umat Hindu @GlHindu [Tweet] Twitter. https://twitter.com/KatolikG/status/1638406630189699075?t=aaqlVrM7UAKjxBDzRRiimA&s=19

Komunitas Katolik Garis Lucu [@KatolikG]. (2023d, 22 April). Biasanya saat Natal dan Paskah, mereka menjaga kami untuk beribadah dengan nyaman, hal sama yang bisa kami lakukan [Tweet]. Twitter. https://twitter.com/KatolikG/status/1649704365320708098?t=jOkRdkbwUjPYv-3w1dwtbA&s=19

Komunitas Katolik Garis Lucu [@KatolikG]. (2023e, 9 April). Diatas perayaan hari besar keagamaan selalu ada nilai-nilai kemanusiaan yang harus tetap dijaga, nilai kemanusiaan yang melampaui sekat agama [Tweet]. Twitter. https://twitter.com/KatolikG/status/1644763307159752704?t=NSpSXWd1RXy0V0IXn2guCw&s=19

Lasmana, Z. S., & Mulyaningsih, H.D. (2017). Analisis model bisnis canvaser pada social enterprise (studi kasus pada jelajah biru). E-Proceeding of Management, 4(2), 1766–1775. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/4133/3896

Ma’ruf, H. (2020). Pengaruh Instagram @Toleransi.id terhadap sikap toleransi beragama (analisis regresi sederhana pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta) [Skripsi]. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Makarim, M. (2012). Memaknai kekerasan. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, 1–19. https://referensi.elsam.or.id/wp-content/uploads/2014/12/MEMAKNAI-%C3%A2%E2%82%AC%C5%93KEKERAsSAN%C3%A2%E2%82%AC%C2%9D.pdf

Merchandise Peace Generation, & [@peaceshop.story]. (t.t). Home [profile Instagram]. Instagram. https://instagram.com/peaceshop.story?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Nahsohah, L. (2021). Internalisasi nilai moderasi beragama melalui pen­didikan penguatan karakter dalam masyarakat heterogen. Prosiding Nasional, 4(November), 127–146. http://prosiding.iainkediri.ac.id/index.php/pascasarjana/article/view/68

Peacegen.id. (2023d). Dampak program Peace Generation. peacegen.id/id. https://peacegen.id/id

Peacegen.id/toko. (2023n). “Katalog Produk Peace Generation.” peacegen.id/toko. https://peacegen.id/id/toko?fbclid=PAAaZL329a2CYaWYjcU7FtfzJMXndzGq5ekxXxyofXNRFyd_uJgABuhP9RwWg

PeaceGeneration [@PeaceGenID]. (2010). “Home profile Twitter

@PeaceGenID.” Twitter. https://twitter.com/PeaceGenID?t=FN6h1jYjL-diebTZlhdg6A&s=09

PeaceGenID. (2022e). “Podcast Guru Abad 21-PAI.” Youtube. https://youtube.com/playlist?list=PL1qTNaePw9BiyrMivZ5z-LGbIvNNo0mWJ&si=fEKMVhEA0gOKpMAR

Peacegenid [@peacegen.id]. (2022f). “Kasus intoleransi di sekolah bukan lagi menjadi hal baru.” Instagram. https://www.instagram.com/p/CkF-i66v9bA/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Peacegenid [@peacegen.id]. (2023h). “Tips beda keyakinan tetap berteman ala Kang Irfan.” Instagram. https://www.instagram.com/reel/CpHyXr-AEot/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Peacegenid [@peacegen.id]. (2014a). “Home profile Instagram @peacegen.id.” Instagram. https://instagram.com/peacegenid?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Peacegenid [@peacegen.id]. (2023g). “Di Indonesia demi menciptakan ruang pendidikan yang inklusif dan kondusif bagi semua orang, Kemendikbud menerbitkan Peraturan Nomor 27 tahun 2016.” Instagram. https://www.instagram.com/p/CpfYQhRvq3u/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Peacegenid [@peacegen.id]. (2023j). “Beda keyakinan gak usah musuhan.” Instagram. https://www.instagram.com/reel/CpFc4XSA4NV/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Peacegenid [@peacegen.id]. (2022e). “Sejumlah kelompok masyarakat menyerukan pemerintah untuk memasukkan pendidikan penghayat kepercayaan ke dalam naskah RUU Sisdiknas.” Instagram. https://www.instagram.com/p/https://www.instagram.com/p/Cj7qGMzvCN1/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==https://www.instagram.com/p/Cj7qGMzv CN1/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==Cj7qGMzvCN1/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Peacegenid [@peacegen.id]. (2023i). “Anak muda bicara pengalaman ber­teman lintas agama.” Instagram. https://www.instagram.com/reel/Co4am8KgawR/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

PeaceGenID [@PeaceGenID]. (2022k). “Home playlist Youtube @PeaceGenID.” Youtube. https://youtube.com/@PeaceGenID?si=Wqj7tQfeTGfWyO9v

PeaceGenID [@PeaceGenID]. (2014l). “Home profile Youtube @PeaceGenID.” Youtube. https://youtube.com/@PeaceGenID?si=miFVU6N_UL_6sOkA

Pink, S., Horst, H., Postill, J., Hjorth, L., Lewis, T., & Tacchi, J. (2016). Digital ethnography principles and practice. Dalam J. Seaman (Ed.), SAGE Publications. SAGE.

Pratiwi, P. S., Seytawati, M. P., Hidayatullah, A. F., Ismail, & Tafsir. (2021). Moderasi beragama dan media sosial (studi analisis konten Instagram & Tik-Tok). Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(1),84–94. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/intizar.v27i1.8191

Qudsy, S. Z. (2019). Pesantren online: Pergeseran otoritas keagamaan di dunia maya. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 2(2), 169–187. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/lijid.v2i2.2010

Raho, B. (2021). Teori sosiologi modern. Ledalero.

Ritzer, G. (2012). Teori sosiologi dari sosiologi klasik sampai perkembangan terakhir postmodern (W. A. Djohar (ed.); 8th ed.). Pustaka Pelajar.Safei, H. A. A. (2020). Sosiologi toleransi kontestasi, akomodasi, harmoni. Deepublish.

Kietzmann, J. H., Hermkens, K., Mccarthy, I. P., & Silvestre, B. S. (2011). Social media? Get serious! Understanding the functional building blocks of social media. Business Horizons, 54(3), 241–251. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2011.01.005

Safei, A. A. (2021). Promoting moderate Islam in a global community through the ‘english for ulama’ programme. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 77(4), 1–8. https://doi.org/10.4102/hts.v77i4.6878

Septalisa, L. (2022, 16 Desember). Belajar moderasi beragama dari perspektif gereja. Kompasiana.Com. https://www.kompasiana.com/lunaseptalisa/639c1cdc4addee50cf76bd32/belajar-moderasi-beragama-dari-perspektif-gereja-katolik

Siagian, T. U. R., & Saburi, A. (2023). The role of community @Toleransi.id in religious moderation in social media Instagram. JHSS (Journal of Humanities and Social Studies), 07(02), 395–400. https://doi.org/https://doi.org/10.33751/jhss.v7i2.7558

Sulastiana. (2017). Peran media dalam penyebaran intoleransi agama. Jurnal Ilmu Kepolisian, 11(2), 114–121. https://jurnalptik.id/index.php/JIK/article/viewFile/88/39

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(1), 323–348. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113

Toleransi.id [@toleransi.id]. (2023a, 21 April). Ehh kita bukber yuk! [Kiriman]. Instagram. https://www.instagram.com/p/CrS6j7xSRRs/

Toleransi.id [@toleransi.id]. (2023b, 22 Maret). Rahajeng rahina Nyepi semeton sareng sami. Selamat menjalankan Nyepi bagi seluruh teman-teman yang merayakan [Kiriman]. Instagram. https://www.instagram.com/p/CqFGIH5Sd3r/?img_index=1

Ummah, A. H. (2020). Dakwah digital dan generasi milenial (menelisik strategi dakwah Komunitas Arus Informasi Santri Nusantara). Tasâmuh, 18(1), 54–78. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tasamuh/article/view/2151

Wahid, A. (2020). Radikalisme di Media Sosial: Penyebutan dan Konteks Sosial Penggunaannya. Jurnal InterAct, 9(1). https://doi.org/10.25170/interact.v9i1.1711

Warta Merdeka. (2022). European Islam: Gerakan Moderasi Beragama. Wartamerdeka.Web.Id. https://www.wartamerdeka.web.id/2022/06/european-islam-gerakan-moderasi-beragama.html

Ahnaf, M. I., Maarif, S., Afwan, B. A., & Afdillah, M. (2015). Politik lokal dan konflik keagamaan: pilkada dan struktur kesempatan politik dalam konflik keagamaan di Sampang, Bekasi dan Kupang. Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies/CRCS) Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.

Arif, M. (2012). Pendidikan Agama Islam Inklusif-Multikultural. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 1–18. http://dx.doi.org/10.14421/jpi.2012.11.1-18

Hilmy, M. (2012). Quo-Vadis Islam Moderat Indonesia.” Jurnal Miqot, 36(2), 262–81. http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v36i2.127

Hornby, A. S. (1994). Oxford advanced learner’s dictionary. Oxford university Press.

Islam, T., & Khatun, A. (2016). Islamic moderation’ in perspectives: A comparison between oriental and occidental scholarships.” International Journal of Nusantara Islam, 3(2), 67–76. http://dx.doi.org/10.15575/ijni.v3i2.1414

Masroer, M. (2018). Religious inclusivism in Indonesia: Study of Pesantren An-Nida and Edi Mancoro, Salatiga, Central Java. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 19(1): 1–23. https://doi.org/10.14421/esensia.v19i1.1485

Scroll to Top
×