Model Kebijakan yang Memihak Kelompok/Orang Miskin Berbasis Good Governance

Screenshot 2024-05-28 150621

Categories



Published

December 9, 2014

HOW TO CITE

Moch. Nurhasim, Agus R. Rahman, heru Cahyono, Rahadi T. Wiratama

Keywords:

Kebijakan, Good Governance, Penanggulangan Kemiskinan

Synopsis

Penulis: Moch. Nurhasim, Agus R. Rahman, heru Cahyono, Rahadi T. Wiratama

Editor: Moch. Nurhasim

Model kebijakan yang memihak kelompok/orang miskin berbasis good governance adalah sebuah konsep kebijakan yang disusun atas dasar temuan-temuan riset selama dua tahun bertema “pembangunan, good governance, dan penanggulangan kemiskinan di perdesaan Indonesia.” Kajian ini tergabung dalam program critical sosial and strategic isue (CSSI) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Penyusunan model ini didasarkan pada kajian selama dua tahun, yang antara lain memfokuskan pada konsep kebijakan pembangunan, good governance dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Secara khusus, fokus kajian ini menganalisis upaya penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan, infrastruktur dan kapasitas di perdesaan, yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri) Perdesaan, PUAP, dan PPIP, dan juga program-program yang berasal dari pemerintah daerah.

Garis besar dari model kebijakan yang memihak kelompok orang miskin berbasis good governance, berawal dari kelemahan program penanggulangan kemiskinan di perdesaan. Dari kelemahan yang ditemukan, para peneliti mencoba mencari exit condition (keluar dari kondisi/situasi) kemiskinan yang dihadapi. Hasil analisis itu berupa tawaran model, sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi atau menanggulangi masalah kemiskinan di perdesaan.

Minimal terdapat enam kelemahan utama program penanggulangan kemiskinan yang saat ini masih berjalan di perdesaan. Keenam hal tersebut adalah: (1) program penanggulangan kemiskinan yang ada di perdesaan, kurang dapat menjadi solusi utama untuk mengurai penyebab kemiskinan; (2) sasaran utama kebijakan (program penanggulangan kemiskinan di perdesaan) adalah wilayah dan masyarakat desa secara luas—bukan kelompok/orang miskin; (3) titik berat program penanggulangan kemiskinan di perdesaan lebih pada penyebaran dan pembelajaran hak-hak politik kelompok miskin; (4) program penanggulangan kemiskinan di perdesaan kurang dapat menjangkau sekaligus pemberdayaan bagi orang miskin; (5) terjadi proses distorsi pemberdayaan, yang justru dinikmati oleh sedikit orang yang mampu; dan (6) karakter kemiskinan dan kelompok/orang miskin belum menjadi basis dalam penentuan program.

 Copyeditor :  Setya Iswanti Layouter : Rahma Hilma Taslima Cover designer  : Junaedi Mulawardana Registrasi : ISBN 978-979-799-773-1 Halaman : xii + 105 hlm. Dimensi : A5 (14,8 x 21 cm)

©2014 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

References

Addison, Tony, David Hulme, dan Ravi Kanbur(Ed.). 2009.Poverty Dynamics: Interdisciplinary Perspectives. New York: Oxford University Press.

Agung, A.A. Gde Putra. 2006. Peralihan Sistem Birokrasi dari Tradisional ke Kolonial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Alamsyah. 2008. “Langkah-langkah dan Pijakan Awal Kebijakan Pro­Poor”. Prosiding Seminar Perumusan Awal Gagasan dan Kerangka Implementasi Kebijakan Publik Daerah yang Berpihak Kepada Rakyat Miskin. Perkum- pulan Inisiatif Bandung, Bandung, 26 Februari 2008.

Ali, Madekhan. 2007. Orang Desa: Anak Tiri Perubahan. Malang: Averroues Press.

Anonim. 1998. e Impact of Globalization on the Social­Cultural Lives of Grassroots People in Asia. Jakarta: AsiaDHRRA Secretariat.

Anonim. 2006. Berita Resmi Statistik, 9 (47).

Anonim. 2006. Era Baru dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia. Jakarta:

Bank Dunia, November.

Antlov, Antlov. 1996. “Rural Development in New Order Indonesia: Land and

Labour in a West Java”. Dalam Mason C. Hodley dan Christer Gunnarsson (Ed.). e Village Concept in the Transformation of Rural Southeast Asia. Hlm. 162–182. Richmond, Surrey: Curzon Press.

Antlov, Hans dan Sven Cederoth (Ed.). 2001. Kepemimpinan Jawa Tengah Perintah Halus, Pemerintahan Otoriter. Jakarta: Yayasan Obor.

Arnstein, Sherry R. 1969.“A Ladder of Citizen Participation”.Journal of the American Institute of Planners: 35, 216–224, dalam http://www.unsystem. org/ngls/documents/publications.en/voices.africa.

Arnstein, Sherry R. 1971. “Eight Rungs on e Ladder of Citizen Participation”. Dalam Edgar S. Cahn danBary A. Passet.Citizen Participation: E ecting Community Change. Hlm. 69–91. New York: Praeger Publishers.

Bahagiyo, Sugeng dan Rusdi Tagaroa (Ed.). 2005. Orde Partisipasi: Bunga Rampai Partisipasi dan Politik Anggaran. Jakarta: Perkumpulan PraKarsa. Bank Dunia. 2007.Era BarudalamPengentasanKemiskinan di Indonesia. Jakarta:

Bank Dunia Kantor Jakarta.

Benhabib, Seyla. 1996. “Toward a Deliberative Model of Democratic Legiti- macy”. Dalam Seyla Benhabib. Democracy and Di erence: Contesting the Boundaries of Political. New Jersey: Princeton University Press.

Bennholdt- omsen, Veronika dan Maria Mies. 1999. e Subsistene Perspective. London: Zed Books.

Bhardwaj, R.C. dan K. Vijayakrishnan. 1998. Democrarcy and Development: Allies or Adversaries. London: Ashgate.

Bremen, Jan. 1996. “ e Village on Java and the Early Colonial State”. Dalam Mason C. Hoadley dan Christer Gunnarsson (Ed.). e Village Concept in the Transformation of Rural Southeast Asia. Hlm. 3–28. Richmond, Surrey: Curzon Press.

Budi, Hardiman, F. 2006. “Demokrasi Deliberatif: Re eksi tentang Pilihan Demokrasi dan Syarat Kemungkinannya di Indonesia”. Makalah untuk kegiatan Seri Diskusi Demokrasi CESDA­LP3ES. Jakarta: Agustus.

Budiman, Arief. 1991. Negara dan Pembangunan Studi Tentang Indonesia dan Korea Selatan. Jakarta: Yayasan Padi dan Kapas.

Cahyono, Heru (Ed.). 2006. Dinamika Demokratisasi Desa di Beberapa Daerah di Indonesia Pasca 1999. Jakarta: LIPI.

Chilcote, Ronald H. 2004. Teori Perbandingan Politik Penelusuran Paradigma. Jakarta: Rajawali Pers.

Cohen, Joshua. 1996. “Procedure and Substance in Deliberative Democracy”. Dalam Seyla Benhabib (Ed.). Democracy and Di erence: Contesting the Boundaries of the Political. Hlm. 95–119. Princeton: Princeton University Press.

Coulombe, Harold dan Andrew McKay. 1994. “ e Causes of Poverty: A Study Based on the Mauritania Living Standars Survey 1989–1990”. Dalam Tim Lloyd dan Oliver Morrissey (Ed.). Poverty, Inequality and Rural Develop­ ment: Case­Studies in Economic Development Volume 3. Hlm. 33–66. New York: St. Martin Press.

Djadijono, M., I Made Leo Wiratama dan T.A. Legowo (Ed.). 2006. Membangun Indonesia dari Daerah. Jakarta: CSIS.

Dove, Michael R. 1988. “Traditional Culture and Development in Contem- porary Indonesia”. Dalam Michael R. Dove (Ed.). e Real and Imagined Role of Culture in Development, Case Studies from Indonesia. Honolulu: University of Hawaii Press.

Dwipayana, A.A.G.N. dan Sutoro Eko. 2003. Membangun Good Governance di Desa. Yogyakarta: IRE Press.

Ekadjati, Edi S. 2005. Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah. Jakarta: Balai Pustaka.

Feith, Herbert. 1962. e Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.

Firmanzah. 2007. Globalisasi: Sebuah Proses Dialektika Sistemik. Jakarta: Yayasan Sad Satria Bhakti.

Galbraith, John Kenneth. 1983. Hakikat Kemiskinan Massa. Hlm. 13. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Grindle, Merilee (Ed.). 1997. Getting Good Governance Capacity Building in the Public Sectors of Developing Countries. Boston, MA: Desktop Publishing & Desain Co.

Habermas, Jurgen. 1996. “ ree Normative Models of Democracy”. Dalam Seyla Benhabib. Democracy and Di erence: Contesting the Boundaries of Political. New Jersey: Princeton University Press.

Hadad, Ismid. 1980. “Persoalan dan Perkembangan Pemikiran dalam Teori Pembangunan”. Prisma, April: 25-43.

Haddad, Laurence dan John Hoddinott. 1994. “Household Resource Allocation in the Cote d’Ivoire: Inference from Expenditure Data”. Dalam Tim Lloyd dan Oliver Morrissey (Ed.). Poverty, Inequality and Rural Development: Case­Studies in Economic Development Volume 3. Hlm. 67–88. New York: St. Martin Press.

Hana , Imam. 2000. “Good Governance, Demokrasi Keadilan Atas Akses Sumber daya”. Jurnal Administrasi Negara Vol. II, No. 1, September. Haris, Syamsuddin (Ed.). 2007. Partai & Parlemen Lokal: Era Transisi Demokrasi

di Indonesia. Jakarta: LIPI.

Hoadley, Anna-Greta Nilsson dan Mason C. Hoadley. 1996. “Developing

Indonesia’s Village Co-operative”. Dalam Mason C. Hoadley dan Chris- ter Gunnarsson (Ed.). e Village Concept in the Transformation of Rural Southeast Asia. Hlm. 183–201. Richmond, Surrey: Curzon Press.

Hoadley, Mason C. dan Christer Gunnarsson (Ed.). 1996. e Village Concept in the Transformation of Rural Southeast Asia. Richmond, Surrey: Curzon Press. Hungtinton, Samuel P. 2003. Tertib Politik di Tengah Pergeseran Kepentingan

Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Jingan, M. L.1999. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Hlm. 519–521.

Jakarta: Rajawali Press.

Kahn, Joel S. 1993. Constituting the Minangkabau: Peasants, Culture, and

Modernity in Colonial Indonesia. Oxford: Berg.

Kartohadikoesoemo, Soetardjo. 1984. Desa. Jakarta: Balai Pustaka.

Knight, John. 1994. “Is China Egalitarian?”. Dalam Tim Lloyd dan Oliver

Morrissey (Ed.). Poverty, Inequality and Rural Development: Case­Studies in

Economic Development Volume 3. Hlm. 89–99. New York: St. Martin Press. Korten, David C. 1984. Pembangunan yang Memihak Rakyat: Kupasan tentang

Teori dan Metode Pembangunan. Jakarta: Lembaga Studi Pembangunan. Lanjouw, Peter. 1994. “Living Standards in a North Indian Village: An Analysis within the Stochastic Dominance Framework”. Dalam Tim Lloyd dan

Oliver Morrissey (Ed.). Poverty, Inequality and Rural Development: Case­

Studies in Economic Development Volume 3. New York: St. Martin Press. Lesmana, Teddy. 2007. “De sit Tata Kelola Yang Baik (Good Governance

De cit)”. Dalam Batam Pos, 16 Januari 2007.

Lewis, Oscar.1966. La Vida: a Puerto Rican Family in the Culture of Poverty.

New York: Random House.

Lewis, Oscar. 1970. Anthropological Essays. New York: Random House. Mahoney, Timothy. 1981. “Local Political and Economic Structures.” Dalam

Gary E. Hansen (Ed.). Agricultural and Rural Development in Indonesia.

Hlm. 180–196. Boulder, Colorado: Westview Press.

Marijan, Kacung. 1993. “Telaah Terhadap Pendekatan Balanced Development

di Jawa Timur”. Masyarakat Kebudayaan dan Politik, 7 (5–6).

Marsden, T. dan J. Murdoch. “Editorial: the Shifting Nature of Rural Gover- nance and Community Participation”. Journal of Rural Studies, 14 (1): 1–4. Mas’oed, Mohtar. 1994. Politik, Birokrasi dan Pembangunan. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Mukherjee, Nilanjana. 2006. Voices of the Poor: Making Services Work for the

Poor in Indonesia. Jakarta: Bank Dunia Kantor Jakarta.

Muhammad, Marie. 2004. “Anatomi Kemiskinan di Indonesia”. Tempo, 12

Juli 2004.

Ng’ethe, Njuguna, Musambayi Katumanga, dan Gareth Williams. 2004.

Strengthening the Incentives for Pro­Poor Policy Change: An Analysis of Drivers

of Change in Kenya. Hlm. 7. Laporan Akhir. London: DFID.

Nordholt, Henk Schulte. 2006. e Spell of Power: Sejarah Politik Bali

–1940. Jakarta: KITLV.

Nurhasim,Moch.(Ed.). 2009.Masalah dan Kelemahan Penanggulangan Kemiski­

nan di Perdesaan: Kajiantentang Pembangunan, Good Governance dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Perdesaan. Hlm. 136–139. Jakarta: P2P LIPI.

Nurkse, Ragnar. 1953. Problems of Capital Formation in Underdeveloped Coun­ tries. Oxford: Oxford University Press.

PBB. 2004. Human Rights and Poverty Reduction: A Conceptual Framework. United Nations: New York dan Geneva.

Pelras, Christian. 2006. Manusia Bugis. Jakarta: Nalar.

Pratikto, Fadjar. 2000. Gerakan Rakyat Kelaparan: Gagalnya Politik Radikalisasi

Petani. Yogyakarta: Media Pressindo.

Putra, Yerri S. (Ed.) 2007. Minangkabau di Persimpangan Generasi. Padang:

Fakultas Sastra Universitas Andalas.

Rhodes, R. 1996. “ e New Governance: Governing Without Governement”.

Political Studies, 44 : 652–657.

Riggs, Fred W. 1995. Administrasi Negara­Negara Berkembang: Teori Masyarakat Prismatik. Jakarta: Airlangga.

S. Rahoyo. “Pendekatan Holistik (Holistic Approach) sebagai Upaya Efektif Pengentasan Kemiskinan: Studi Kasus pada Tiga Keluarga Miskin”. (http:// stefanusrahoyo. blogspot. com/2007/10/ makalah.html).

Sahdan, Gregorius (Ed.). 2005. Transformasi Ekonomi dan Politik Desa. Yog- yakarta: APMD Press.

Sajogyo. n.d. “Pertanian dan Kemiskinan”. Dalam http://marx83.wordpress.com/ pertanian­dan­kemiskinan, diakses 3 September 2010.

Sajogyo. 2002. “Pertanian dan Kemiskinan”. Jurnal Ekonomi Rakyat, 1 (1). Sakri, Diding (Ed.). 2008. Dari Konsep ke Tindakan: Upaya Mewujudkan Kebijakan Publik yang Pro­Rakyat Miskin. Bandung: Perkumpulan Inisiatif. Saphiro, Ian. 1997. “Components of the Democratic Ideal”. Dalam Albert Breton et al. Understanding Democracy: Economic and Political Perspectives.

Hlm. 211–248. Cambridge: Cambridge University Press.

Schneider, Aaron, dkk. 2009. “Pro-Poor Governance and the Policy Process: A

Framework”. Hlm. 9. Oslo Governance Center Framework Paper 2. Seligman, Adam B. 1992. e Idea of Civil Society. New York: Free Press. Sen, Amartya K. 1979. “Utilitarianism and Welfarism”. e Journal of Philosophy,

Sen, Amartya K. 1985. Commodities and Capabilities. Oxford: Oxford University

Press.

Sen, Amartya K.1999. Development as Freedom. New York: Knopf Press. Sorensen, Georg. 2003. Demokrasi dan Demokratisasi: Proses dan Prospek dalam

Sebuah Dunia yang Sedang Berubah. Yogyakarta: CCSS dan Pustaka Pelajar. Sosialismanto, Duta. 2001. Hegemoni Negara: Ekonomi Politik Pedesaan Jawa.

Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama.

Stoker, G. 1997. “Public-Private Partnerships and Urban Governance”. Dalam

G. Stoker (Ed.). Partners in Urban Governance: European and American

Experience. London: Macmillan.

Stoker, G. 1998. “Governance as eory: Five Propositions”. International Social

Science Journal, 155.

Sumardi, Mulyantodan Hans-Dieter Evers (Ed.). 1999.KemiskinandanKebutu­

hanPokok.Hlm. 21. Jakarta: Rajawali Press.

Sundaya, Y. n.d.“MeredamKemiskinanPetani di Jawa Barat”.Dalam http://

sundaya.blogspot.com/2010/08/meredam­kemiskinan­petani­di­jawa­barat.

html, diaksespada 3 September 2010.

Suparlan, Parsudi (Ed). 1993. Kemiskinan di Perkotaan. Jakarta: Yayasan Obor

Indonesia.

Suwarno, P.J. 2003. Tatanegara Indonesia: Dari Sriwijaya sampai Indonesia

Modern. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma

Swasono, Sri-Edi dan Fauzie Ridjal (Ed.). 2002. Satu Abad Bung Hatta: De­ mokrasi Kita, Bebas Aktif, Ekonomi Masa Depan. Hlm. 109–129. Jakarta: UI Press.

orbecke, Erik dan eodore van de Pluijm. 1993. Rural Indonesia: Socio­ Economic Development in a Changing Environment. New York: New York University Press.

orbecke, Erik, dan eodore van de Pluijm. 1993. Rural Indonesia: Socio­ Economic Development in a Changing Environment. New York: New York University Press.

orbecke, Erik. 2007. “Multi-Dimensional Poverty: Conceptual and Measure- ment Issues”.Dalam Nanak Kakwanidan Jacques Silber (Ed.). e Many Dimensions of Poverty.Basingstoke: Palgrave Macmillan.

Tjiptoherijanto, Prijono dan Yumiko M. Prijono. 1983. Demokrasi di Pedesaan Jawa. Jakarta: LPFE UI.

Todaro, Michael P. Economic Development in the ird World. Fourth edition. Essex: Longman, 1991.

Valentinov, Vladislav. “Rural Partnership as a Governace Mechanism: Toward an Organizational Economics Perspective on Rural Governance”. Journal of Rural Development, 28 (2): 159–183.

Vandemoorele, Jan. 2003. e MDGs and Pro­Poor Policies: Can External Partners Make a Di erence?. New York: UNDP.

vanNiel, Robert. 2003.SistemTanamPaksa di Jawa. Jakarta: LP3ES.

Waidl, Abdul, Sudjito, Arie dan Sugeng Bahagijo (Ed.). 2008. Mendahulukan

Si Miskin: Buku Sumber bagi Anggaran Pro Rakyat. Yogyakarta: LKiS. Winarno, Budi. 2003. Komparasi Organisasi Pedesaan dalam Pembangunan: Indonesia vis a vis Taiwan, ailand dan Filipina. Yogyakarta: Media

Pressindo.

Wiranto, Tatag. Direktur Kerja sama Pembangunan Sektoral dan Daerah,

Bappenas. “Pro l Kemiskinan di Perdesaan”. Info URDI, 14.

Young, Iris Morion. 1996. “Communication and the Other: Beyond Deliberative Democracy”. Dalam Seyla Benhabib. Democracy and Di erence: Contesting

the Boundaries of Political. New Jersey: Princeton University Press, Zamroni, Sunaji dan M. Zainal Anwar (Ed.). 2008. Menabur Benih di Ladang Tandus, pelajaran berharga dari advokasi perencanaan dan penganggaran di

Bantul dan Kebumen. Yogyakarta: IRE. http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php.

Scroll to Top
×