Membaca Peta Nuklida

Screenshot (205)

Categories



Published

July 27, 2022

HOW TO CITE

Mukhlis Akhadi

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.549

Keywords:

Nuklida, Struktur

Synopsis

Berbagai upaya telah ditempuh oleh para ilmuwan untuk mengklasifikasikan berbagai jenis atom yang sudah berhasil diidentifikasi pada saat itu. Dmitri Ivanovich Mendeleev (1834-1907) dari Rusia pada 1869 menemukan pola alami tertentu dengan keteraturan yang mendasari perbedaan sifat berbagai jenis atom. Lahirlah Tabel periodik modern yang mampu membedakan berbagai jenis unsur dan menyajikannya ke dalam sebuah tabel yang cukup mudah untuk dipelajari. Perkembangan penelitian dalam fisika nuklir ternyata memberikan sumbangan yang sangat berarti terhadap pemahaman materi. Jika ilmu kimia mengidentifikasi materi pada level atom, maka fisika nuklir mampu mengidentifikasi materi hingga ke level inti atom. Dari sini para ilmuwan mengetahui bahwa atom-atom sejenis ternyata dapat membentuk isotop dengan struktur inti atom yang berbeda-beda. Karena itu, jika pada 2011 tabel periodik modern menyajikan data 112 unsur kimia, para ilmuwan sebenarnya sudah mengenali adanya sekitar 1440 jenis isotop dari berbagai unsur kimia. Karena itu, diperlukan cara lain untuk menyajikan berbagai jenis unsur beserta isotop-isotopnya dalam satu bentuk sajian yang terpadu, sehingga karakteristik dari unsur-unsur itu dapat dikenali secara lengkap. Untuk keperluan tersebut, para ilmuwan telah menghadirkan cara penyajian data unsur beserta isotopisotopnya dalam bentuk peta nuklida. Buku yang ada di tangan pembaca ini membahas tentang peta nuklida dan cara membacanya. Ada banyak informasi yang dapat digali dari peta nuklida, serta banyak manfaat yang dapat diperoleh seseorang dengan membaca peta nuklida. Lingkup bahasannya meliputi pengetahuan dasar mengenai struktur inti atom serta proses-proses fisika yang dapat terjadi di dalamnya. Keduanya diperlukan sebagai pendukung agar seseorang dapat membaca dan memahami sistem penyajian atom beserta isotopnya dalam peta nuklida. Pemahaman yang baik terhadap cara membaca peta nuklida dapat mempermudah seseorang dalam menemukan informasi data mengenai suatu nuklida.

Author Biography

Mukhlis Akhadi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Mukhlis Akhadi lahir di Yogyakarta, 17 September 1961. Menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam – Universitas Indonesia (FMIPA-UI) di Jakarta pada 1980 dan memperoleh gelar sarjana fisika pada 1985. Sejak awal 1986 sampai sekarang, penulis bekerja sebagai peneliti pada Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTKMR – BATAN) di Jakarta. Meraih jabatan fungsional tertinggi sebagai Ahli Peneliti Utama bidang fisika nuklir sejak Desember 2002. Beberapa pendidikan tambahan/spesialisasi yang pernah diperolehnya adalah: Radiation Protection Course di ANSTO (Australia 1989), Personal Dosimetry di JAERI (Jepang 1991), Working Area Monitoring di JAERI (Jepang 1992), Workshop on the Application of the ICRP’s 1990 Recommendations di Kualalumpur (Malaysia 1993), Regional School of Radiation Emergency Management di Fukushima (Jepang, 2017). Mewakili BATAN untuk mengikuti pembahasan buku Basic Safety Standars (BSS) di Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Vienna (Austria 1994). Ditunjuk BATAN menjadi anggota Radiation Safety Standards Committee (RASSC) di bawah koordinasi IAEA periode 2005-2007. Mengikuti kegiatan Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA) on QA/QC radiation dosimetry for radiotherapeutic of cancer di Cina tahun 2006. Sebagai partisipan dalam Technical Meeting to Develop a Draft Text for the Revision of the BSS di IAEA (Austria 2007). Selain sebagai peneliti, penulis juga sering diminta sebagai pengajar pada berbagai jenis diklat yang diselenggarakan oleh BATAN. Pernah menjadi dosen tidak tetap pada jurusan teknik mesin, teknik elektro dan teknik sipil Sekolah Tinggi Teknik (STT)-PLN di Jakarta. Menulis tujuh buku masing-masing dengan judul: Pengantar Teknologi Nuklir (1997), Dasar-dasar Proteksi Radiasi (2000), Ekologi Energi: Mengenali Dampak Lingkungan dari Penggunaan Sumber-Sumber Energi (2009), Isu Lingkungan Hidup: Mewaspadai Dampak Kemajuan Teknologi dan Polusi Lingkungan Global yang Mengancam Kehidupan (2014), Penanggalan Radioaktif: Mengungkap Sejarah dan Peradaban Bumi dengan Teknik Nuklir (2017), Jejak Perjalanan Teknologi Nuklir : dari Konsep Atomos hingga Traktat non-Proliferasi (2018) dan Sinar-X untuk Melihat Dunia (2018).

References

Keenan CW, Kleinfelter DC, Wood JH. Kimia untuk universitas (Alih Bahasa Handyana Pudjaatmaka). Edisi keenam, jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga; 1989.

Honour H, Fleming J. A world history of art. London: Laurence King; 2009.

Soejono RP. Tinjauan tentang pengkerangkaan prasejarah Indonesia. Aspek-aspek Arkeologi Indonesia No. 5. Jakarta : Pusat Arkeologi; 2000.

Hanny W. Nekara: peninggalan seni budaya dari zaman perunggu. Humaniora. April 2013, 4(1): 212-220.

Erlangga AM. Sejarah & kebudayaan dunia. Yogyakarta: Familia; 2013.

Norris G and Wagner M. Boeing 787 Dreamliner. Voyageur Press; 2009.

Wospakrik HJ. Dari atomos hingga quark. Jakarta 12210: Penerbit Universitas Atma Jaya/Kepustakaan Populer Gramedia; Mei 2005.

Santoso RSI. Kapita selecta sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Jakarta: Sinar Hudaya;1977.

George J. Structure of atom: the space inside of an atom is not empty. Createspace Independent Pub; 2010.

Young HD, Freedman RA. University physics. 9th ed. New York: Addison-Wesley Publishing Company; 1998.

Chang R. Kimia dasar: konsep-konsep inti. Edisi ketiga, jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2004.

Kaplan I. Nuclear physics. 2nd ed. London: Addison-Wesley Publishing Company; 1979.

J.J. Thomson’s cathode rays tube: Why does the magnetic field bend the cathode ray downward? Tersedia di: https://physics.stackexchange.com/questions/149803/j-j-thomsons-cathode-ray-tube-why-does-the-magnetic-field-bend-the-cathode-ra. Dikunjungi: 19 Maret 2018.

Krane KS. Fisika modern. Terjemahan oleh HJ Wospakrik & S Niksolihin. Salemba 4, Jakarta 10430: Penerbit Universitas Indonesia; 1992.

Balchin J. Quantum leaps, 100 ilmuwan besar paling berpengaruh di dunia. Jakarta Selatan 12520: Ufuk Press; Maret 2012.

Taylor JR, Zafiratos CD. Modern physics for scientist and engineers. New Yersey: Prentice Hall; 1991.

Millikan’s oil drop experiment. Tersedia di: https://www.thoughtco.com/millikan-oil-drop-experiment-606460. Dikunjungi: 19 Maret 2018.

Wilopo AC, editor. Seabad pemenang hadiah nobel fisika. Jakarta: Abdi Tandur; 2002.

Chember H, Johnson TE. Introduction of health physics. 4th ed. New York: Pergamon Press; 2009.

Cohen BL. Concept of nuclear physics. New Delhi: Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd; 1982.

Gautreau R, Savin W. Fisika modern. Terjemahan oleh Hans J. Wopspakirk. Jakarta 10430: Penerbit Erlangga; 1995.

Arnikar HJ. Essentials of nuclear chemistry. 4th ed. New Delhi: New Age International (P) Limited Publishers; 1996.

Keenan CW, Kleinfelter DC, Wood JH. Kimia untuk universitas (Alih Bahasa Handyana Pudjaatmaka). Edisi keenam, jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga; 1989.

Halliday D, Resnic R. Fisika modern. Alih bahasa oleh P. Silaban. Jakarta 10430: Penerbit Erlangga; 1990.

Birch B. Marie Curie. Alih bahasa oleh Alex Tri Kantjono Widodo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama;1993.

Amirudin A. Kimia inti dan radiokimia. Jakarta: PDIN-BATAN; 2009.

Martin A, Harbinson SA. An introduction to radiation protection. 3rd ed. London: Chapman and Hall; 1986.

Alonso M, Finn EJ. Fundamental university physics volume III. London: Addison-Wesley Publishing Company, 1980.

Knief RA. Nuclear energy technology, theory and practice of commercial nuclear power. London: McGraw-Hill Book Company; 1981.

Watson GW. A brief history of element discovery, synthesis, and analysis. India: Open Knowledge Foundation Network, 2011.

Wapstra AH. Criteria that must be satisfied for the discovery of a new chemical element to be recognized. Amsterdam: Nationaal Instituut voor Kernfysica en Hoge-Energiefysica, 1991.

Herman A. The new physics, the route into atomic age. Federal Republic of Germany: International Bonn-bad Godesberg, 1979.

Allison SK. Enrico Fermi 1901—1954. Washington DC: National Academy Of Sciences, 1995.

The History of Nuclear Energy. Washington DC: US Department of Energy, Office of Nuclear Energy, Science and Technology, 1990.

Macdonald F. Albert Einstein. Alih bahasa oleh Alex Tri Kantjono Widodo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1996.

The First Reactor. Washington DC 20585: US Department of Energy, December 1982.

Nuclear weapons: a comprehensive study, report of the secretary-general United Nation. New York: Department for Disarmenent Affairs, 1991.

White OR. Matahari. Dalam: Bernard SC, Lynn GB, Joseph JJ, editor. Ilmu Pengetahuan Populer Vol. 1. Jakarta: Grolier International Inc./P.T. Widyadara, 1997; hal. 65-78.

Standen A. Daftar berkala. Dalam: Bernard SC, Lynn GB, Joseph JJ, editor. Ilmu Pengetahuan Populer Vol. 4. Jakarta: Grolier International Inc./P.T. Widyadara,1997; hal. 139-161.

Modern periodic table. Tersedia di: https://www.ck12.org/chemistry/modern-periodic-table/lesson/Modern-Periodic-Table-MS-PS/. Dikunjungi: 20 April 2015.

Walker FW, Miller DG, Feiner F. Nuclides and isotopes. 14th ed. California: GE Nuclear Energy; 1989.

Friedlander G, Kennedy JW, Macias ES. Nuclear and radiochemistry. 3rd ed. New York: John Wiley & Sons; 1981.

Fontani M, Costa M, Orna MV. The lost elements: the periodic table’s shadow side. Oxford: Oxford University Press; 2015.

Life science. Facts about technetium. Tersedia di: https://www.livescience.com/34774-technetium.html. Dikunjungi: 2 Januari 2018.

Technetium 99, a pure gamma emitter widely used in nuclear medicine. Tersedia di: http://www.radioactivity.eu.com/site/pages/Technetium_99.htm. Dikunjungi: 2 Januari 2018.

Konya J, Nagy NM. Nuclear and radiochemistry. 1st ed. London: Elsevier; 2012.

Life science. Facts about promethium. Tersedia di: https://www.livescience.com/ 38128- promethium.html. Dikunjungi: 2 Januari 2018.

Isotope data for promethium-142 in the periodic table. Tersedia di: http://www.periodictable.com/Isotopes/061.142/index.dm.html. Dikunjungi: 2 Januari 2018.

Nagane Y, Hirata M. Production and properties of transuranium elements. Radiochim Acta. 2011; 98: 1-17.

Oganessian YT, Hamilton JH, Utyonkov VK. Discovery of the new element Z=117 and confirmation of 115. EPJ Web of Conferences 17, 02001. Published by EDP Sciences, 2011.

Andraos J. Names of scientists associated with discoveries of elements of periodic table. Ontario: Department of Chemistry, York University, 2014.

Seaborg GT. Transuranium elements: past, present, and future. Acc. Chem. Res. 1995; 28: 257-264.

Seaborg GT. Nuclear fission and transuranium elements-50 years ago. Journal of Chemical Education; May 1989; 66(5): 379-384.

Hoffman DC. The transuranium elements: from neptunium and plutonium to element 112. Lawrence Livermore National Laboratory; 1996. Tersedia di: http://www.iaea.org/inis/collection/NCLCollectionStore/_Public/28/017/28017156.pdf. Dikunjungi: 5 Pebruari 2018.

TEMPO.CO. Tiga pendatang baru di tabel periodik unsur. Tersedia di: https://tekno.tempo.co/read/365399/tiga-pendatang-baru-di-tabel-periodik-unsur. Dikunjungi: 12 Pebruari 2018.

Wikimedia Commons. File: table isotope en.svg. Tersedia di: https://commons. wikimedia.org/wiki/File:Table_ isotopes_en.svg. Dikunjungi: 8 Maret 2018.

Scroll to Top
×