Kopi Arabika Sumatra Utara: Komoditas Ekspor untuk Kesejahteraan Petani

Screenshot 2024-01-17 104827

Categories



Published

November 17, 2023

HOW TO CITE

Palmarum Nainggolan

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Setia Sari Br Girsang

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Moral Abadi Girsang

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Tommy Purba

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.633

Keywords:

Kopi, Petani, Kesejahteraan, Ekspor

Synopsis

Kopi arabika merupakan komoditas andalan Sumatra Utara. Sejak dahulu kala, kopi telah dijadikan minuman pada acara-acara adat dan acara sosial lainnya di masyarakat. Potensi peningkatan produksi kopi di wilayah Sumatra Utara masih terbuka karena wilayah tersebut bergantung pada sumber daya alam yang ada.

Buku ini mengulas tentang kopi arabika yang merupakan trademark dari Provinsi Sumatra Utara. Potensi sumber daya kopi arabika, perbenihan, upaya budi daya, pascapanen, serta pengolahan kopi arabika diulas tuntas dalam buku ini. Salah satu varietas unggul anjuran kopi arabika dari Sumatra Utara disebut Sigarar Utang (Bahasa Batak Toba) yang artinya membayar utang. Buku ini bertujuan mengubah persepsi petani yang selama ini menganggap kopi arabika hanya sekadar tanaman sampingan untuk melunasi utang atau menabung biaya sekolah, menjadi tanaman penting yang dapat meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara.

Buku ini tepat dibaca untuk lebih mengenal kopi arabika dari Sumatra Utara. Selain itu, buku Kopi Arabika Sumatra Utara: Komoditas Ekspor untuk Kesejahteraan Petani diharapkan bisa menjadi panduan bagi petani, penyuluh, mahasiswa, praktisi pertanian, maupun pemerintah daerah dalam pengembangan usaha tani kopi di Sumatra Utara.

Selamat Membaca!

Author Biographies

Palmarum Nainggolan, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Palmarum Nainggolan dilahirkan di Humbahas pada tanggal 18 April 1956. Gelar sarjana diperoleh dari Universitas Sumatra Utara jurusan Pengelolaan Tanah Tahun 1981. Gelar Magister Sains (MS) diperoleh dari Institut Pertanian Bogor tahun 1989. Bekerja tahun 1983 di Sub Balithorti Brastagi. Bergabung di BPTP Sumut sejak tahun 1998. Sejak 1 Juni 2022 sebagai Peneliti Ahli Utama bidang budidaya dan produksi tanaman Hortikultura dan Perkebunan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pernah melakukan penelitian dan diseminasi tentang produksi benih kopi arabika dan pendampingan teknologi budidaya kopi di Kawasan Pengembangan Kopi Arabika di Sumatra Utara.

Setia Sari Br Girsang, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Setia Sari Br Girsang merupakan Peneliti Ahli Madya di Badan Riset dan Inovasi Nasional sejak 1 Juni 2022 dengan kepakaran ilmu tanah, agroklimatologi, dan hidrologi. Sebelumnya, merupakan peneliti di Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian periode Desember 2002–Mei 2022. Gelar sarjana dan master diperoleh dari Universitas Sumatra Utara, prodi Ilmu Tanah masing-masing pada tahun 2000 dan 2007. Gelar Doktor diperoleh dari University of the Philippines Los Banos tahun 2016. Penelitian yang sudah dilakukan berkaitan dengan kopi adalah optimalisasi lahan kering dataran tinggi mendukung peningkatan produktivitas kopi di kebun percobaan Gurgur, serta publikasi yang berjudul Optimization of Dry Land Through Intercropping of Coffee and Potatoes to Support Farmers’ Income.

Moral Abadi Girsang, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Moral Abadi Girsang dilahirkan di Karo pada tanggal 18 Desember 1967. Gelar sarjana diperoleh dari Universitas Sam Ratulangi, prodi Manajemen Sumberdaya Perairan pada tahun 1992 dan gelar magister diperoleh dari University of the Philippines Los Banos. Bergabung di BPTP Sumut pada tahun 1996 dan sejak 1 Juni 2022 sebagai peneliti ahli muda di bidang sistem usaha pertanian di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tommy Purba, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Tommy Purba dilahirkan di Jakarta tanggal 30 Juli 1980. Gelar sarjana diperoleh dari Universitas Sumatra Utara, Jurusan Teknologi Pertanian pada tahun 2003 dan untuk gelar magister diperoleh di universitas yang sama pada prodi Agibisnis tahun 2021. Bergabung di BPTP Kalimantan Barat tahun 2006 dan BPTP Sumatra Utara pada tahun 2016. Sejak 1 juni 2022 sebagai peneliti ahli pertama di bidang sistem usaha pertanian di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pernah melakukan penelitian mengenai peningkatan kualitas kopi arabika dataran tinggi Sumatra Utara.

References

Anas, M. (2017). Mekanisme Penyediaan Benih Berkelanjutan dalam Rangka Percepatan Kegiatan Perbenihan Perkebunan APBN-P 2017 dan APBN 2018. Materi disampaikan pada Rapat Koordinasi Perbenihan Komoditas Perkebunan Dan Hortikultura, Makassar, 29-30 Agustus 2017.

Arimarsetiowati, R. (2013). Seleksi Pohon Induk Kopi Arabika untuk Sumber Eksplan Perbanyakan Somatic Embryogenesis (SE). Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. 25(1) : 1-4.

Balittri. (2017a). Mekanisme dan Prosedur Produksi Benih Kopi, Kakao, dan Karet. Makalah disampaikan pada Rapat Koordinasi Perbenihan Komoditas Perkebunan Dan Hortikultura, Makassar, 29-30 Agustus 2017.

Balittri. (2017b). Petunjuk Teknis Perbanyakaan Bahan Tanam Kopi Arabika Secara Generatif. Badan Litbang Pertanian.

Baon, J.B., Hulupi, R., Abdoellah, S., Sugiyono, Y., Wibawa, A., dan Suhartono. (2013). Prospek Budidaya Kopi Liberoid Berkelanjutan di Lahan Gambut. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian : Bogor. p 369-378.

BPS Sumatra Utara. (2021). Provinsi Sumatra Utara Dalam Angka 2021. p 1-993.

BPS Sumatra Utara. (2016-2020). Provinsi Sumatra Utara Dalam Angka 2016-2020. p 1-963.

BPS Sumatra Utara. (2020). Statistik Perdaganga Luar Negeri Ekspor Propinsi Sumatra Utara. Badan Pusat Statistik Sumatra Utara.

CIRAD. (2004). The brocap trap. http://frenchagricultura lresearchforinternational development.pdf.

Clifford, M.N. & Ramirez-Martinez, J.R. (1991). Tannins in wet processed coffee beans and coffee pulp. Food Chemistry, 40, 191—200.

CNN. (2020). Memahami Lima Perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190716183041-262-412692/memahami-5-perbedaan-kopi-arabika-dan-kopi-robusta. Diunduh tanggal 10 Mei 2022.

Daras, U., Trisilawati, O., dan Sobari, I. (2013). Pengaruh Mikoriza dan Amelioran terhadap Pertumbuhan Benih Kopi. Bul. Ristri 4(2): 145-156.

Dinas Perkebunan Sumatra Utara. (2020). Data Profil Indikasi Geografis Kopi Provinsi Sumatra Utara. http://disbun.sumutprov.go.id/dashboard/web/index.

Dirjend Perkebunan. (2020). Statistik Perkebunan Indonesia 2018-2020. Sekretariat Direktoral Jenderal Perkebunan RI. 61 Hal.

Djaenudin, D., Marwan, H., Subagjo, H., dan Hidayat, A. (2011). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Bogor. 36p.

Duarte, G., Pereira, A. & Farah, A. (2008). Chemical composition of Brazilian green coffee seeds processed by dry and wet post-harvesting methods. Proceedings 22nd International Conference on Coffee Science (ASIC) 2008. p. 593—596. Campinas, Brazil.

Erdiansyah, N.P., Soemarno, Dj., dan Mawardi, S. (2013). Produksi Kopi Sidikalang. Warta Puslitkoka 25 (1): 10-14.

Falahuddin, I., Raharjeng, A. R. P., Harmeni, L. (2016). Pengaruh Pupuk Organik Limbah Kulit Kopi (Coffea Arabica L.) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi. Jurnal Bioilmi Vol 2 No 2 (2016): Bioilmi: Jurnal Pendidikan

Harni, R., Samsudin, Amaria, A., Indriati, G., Soesanthy, F., Khaerati, Taufik, E., Hasibuan, A.M., dan Hapsari, A.D.. (2015). Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kopi. Indonesian Agency for Agricutural Research and Development. IAARD PRESS. 48 p.

Hartobudoyo, S. (1989). Perkembangan hasil penelitian kopi dan kakao yang dapat dimanfaatkan untuk propinsi-propinsi penghasil kopi dan kako di Indonesia. Pusat Penelitian Perkebunan Jember.

Herlyana. (2012). Fenomena coffee shop sebagai gejala gaya hidup baru kaum muda. ThaqÃfiyyÃT, Vol. 13, No. 1, Juni 2012

Hifnalisa. (2020). P status of Andisol and Its correlation with P content of Arabica coffee leaves in Bener Meriah District. The 1st International Conference on Agriculture and Bioindustry 2019, IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 425 (2020) 012064. IOP Publishing doi:10.1088/1755-1315/425/1/012064

Hulupi, R., dan Martini. E. (2013). Pedoman Budidaya dan Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun Campuran. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute) bekerja sama dengan AGFOR Sulawesi. 63 Hal.

ICO. (2017). International Coffee Organitation. Historical Data. http://www.ico.org/new.historical.asp.

ICO. (2019). International Coffee Organitation. Trade Statistic. http://www.ico.org/trade_statistic.asp.

Indriati, G., dan Samsudin. (2013). Kutu hijau (Coccus viridis) pada pertanaman kopi (pp. 175–178). Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Kopi. Bogor, 28 Agustus 2013.

Kadir, M., Clarita, I.R., Syatrawati, dan Sagita, N.A. (2020). Perkecambahan, Perakaran dan Pertumbuhan Hipokotil Benih Kopi Arabika Varietas Catuai pada Aplikasi Berbagai Kosentrasi Giberelin (GA3). J. Agroplantae, Vol.9 No.2 :95 – 104

Karim, A., Wiradisastra, U.S., Sudarsono, dan Yahya, S. (2012). Pengelolaan Lahan Kopi Arabika Gayo Berbasis Satuan Lahan dan Hubungannya dengan Indikasi Geografis. Makalah pada Seminar: Balanced Nutrition and Sustainable Soil Fertility Management in Arabica Coffee Production in North Sumatra and Aceh, Medan.

Kementerian Perindustrian. (2017). Peluang Usaha IKM Kopi. Kementerian Perindustrian RI.

Kementan. (2015). Penetapan Kawasan Perkebunan Nasional No. 46/ Kepmentan/KB.020/.. /2015

Kementan. (2015). Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Kopi No. 319/Kpts/KB.020/9/2015

Kirom, M. (2005). Nikmat kopi hilang karena cacat biji. Iptek/Kesehatan. Kopi Indonesia ,124, 25.

KPPU. (2020). Penelitian Pelaku Usaha Dan Struktur Pasar Pada Komoditas Kopi. Komisi Pengawas Persaingan Usaha RI.

Lestari, D., Risa L., Mukarlina. (2016). Pematahan Dormansi dan Perkecambahan Biji Kopi Arabika (Coffea arabika L.) dengan Asam Sulfat (H2SO4) dan Giberelin (GA3). Jurnal Protobiont. 5(1):8—13.

Litbang Pertanian. (2010). Status Komoditas Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) dan Daerah Pengembangannnya di Indonesia. Badan Litbang Pertanian. p

Lumbantobing, I.M. (2009). Pengendalian Fermentasi Dengan Pengaturan Konsentrasi Ragi dan lama Fermentasi Terhadap Mutu Kopi Instan Secara Mikroenkapsulasi. Skripsi.Departemen Teknologi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatra Utara.

Mawardi S., Retno, H., Aris, W., Soekadar, W., dan Yusianto. (2008). Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo, Banda Aceh.

Marbun, P. (2019). Evaluasi Produktivitas Lahan Kopi Arabika dan Robusta pada Daerah Sentra Produksi Kopi Sumatra Utara. Disertasi Program Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara. Universitas Sumatra Utara. p 1-216.

Mburu, J.N., Minai, J.M., and Luusa, J. (2017). Coffee Nutrition. KALRO Advisory Bulletin Series No. 2017/001 Kshs. 50

Mitchell, H. W. (1988). Cultivation and harvesting of Arabica Coffee Tree. In Coffee Vol. 4 eds Clark R.J. and Macrae, R.A, Elsevier, London pp. 43-90.

Mix Toffin. (2020). Brewing In Indonesia: Insights for Successful Coffee Shop Business. Toffin Insight.

Muliani dan Nildayanti. (2018). Inventarisasi Hama dan Penyakit pada Pertanaman Kopi Organik. J. Agroplantae. VII (2) :14-19

Nainggolan, P, Purba, T., Girsang, M.A. (2021). Foto koleksi pribadi.

Nainggolan, P., Sebayang, L. dan Parhusip. D. (2018a). Pemeliharaan Benih Sebar Kopi Arabika di Sumatra Utara. Laporan Akhir Hasil Pengkajian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara. 29 Hal.

Nainggolan, P, Purba, T., Girsang, M.A. (2018b). Foto koleksi pribadi.

Nainggolan, P., Sebayang, L., dan Parhusip, D. (2016). Pendampingan Penerapan Teknologi Mendukung Pengembangan Kawasan Tanaman Perkebunan Komoditas Kopi di Humbang Hasundutan. Laporan Akhir Hasil Pengkajian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara. 36 Hal.

Parhusip, D., dan Sebayang, L. (2016). Pendampingan Komoditas Kopi pada Kawasan Pengembangan Kopi Arabika di Sumatra Utara. Laporan Akhir Hasil Pengkajian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara.

Permentan, (2015). Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Tanaman Perkebunan No. 50/Permentan/KB.020 /9/2015

Peraturan Menteri Pertanian. (2012). Pedoman Penanganan Pascapanen Kopi.

Prastowo, B., Karnawati, E., Rubijo, Siswanto, Indrawanto, C., dan Munarso, S.J. (2010). Budidaya dan Pasca Panen Kopi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. 70 halaman.

Prastowo, B., Karmawati, E., Rubiyo, Siswanto, Indrawanto, Ch., dan Munarso, S.J. (2010). Budidaya dan Pasca Panen Kopi. Badan Litbang Pertanian. 70 hal.

Purba, T. (2021). Foto koleksi pribadi.

Purba, T. (2019). Kajian Peningkatan Kualitas Kopi Arabika di Sumatra Utara. Laporan Akhir Penelitian Tahun anggaran 2019. BPTP Sumater Utara, Badam Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

Pusdatin. (2021). Data Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Tanaman Perkebunan. http://database.pertanian.go.id/eksim/index1.asp. 21 Februari 2022.

Puslat Penelitian Kopi & Kakao Jember. (2006). Pedoman Teknis Tanaman Kopi. 96 hal.

Putra, D., Rabaniyah, R., dan Nasrullah. (2011). Pengaruh Suhu Dan Lama Perendaman Benih Terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada. 10 hal.

Rukmana, R. (2014). Untung Selangit dari Agribisnis Kopi. Yogyakarta: LyliPublisher. hlm: 31

Ritung, S., Nugroho, K., Mulyani, A., dan Suryani, E. (2011). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian (Edisi Revisi). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 168 hal.

Rubiyo, Martono, B., dan Dani. (2014). Perakitan Teknologi untuk Peningkatan Produksi dan Mutu Hasil Perkebunan Kopi Rakyat. Eds. Elna K. dkk. Penguatan Inovasi Teknologi Mendukung Kemandirian Usahatani Perkebunan Rakyat. Puslitbang Perkebunan. Hal. 29 – 43.

Sartika. (2017). Analisis Tingkat Efesiensi Usahatani Kopi Arabika (Coffea Arabica L.). Jurnal Agrotekda Volume 3 Nomor 2, 2017 (September) ; 66-73

Saefuddin dan Wardana, E. (2013). Pengaruh Varietas dan Tingkat Kematangan Buah Terhadap Perkecambahan dan Fisik Benih Kopi Arabika. Buletin RISTRI 4 (3): 245-256

Sembiring, T.P., Munir, A.P., Sumono, dan Rohanah, A. (2014). Uji Suhu Penyangraian Pada Alat Penyangrai Kopi Mekanis Tipe Rotary Terhadap Mutu Kopi Jenis arabika (Coffea arabica). J. Rekayasa Pangan dan Pertanian. Vol.2. No.1.

Siswoputranto, P.S. (2001). Kopi Internasional dan Indonesia. Kanisius. Yogyakarta.

Sivetz, M. (1963). Coffee Processing Technology. The Avi Publishing Company, Inc. Westport, Connecticut.

Smith, A.W. (1985). Agricultural Practices. p. 18—23. In: R.J. Clarke & R. Macrae (Eds.). Coffee Chemistry. Amsterdam, Elsevier, Applied Science

Syah, H., Yusmanizar, dan Maulana, O. (2013). Karakteristik Fisik Bubuk Kopi arabika Hasil penggilingan Mekanis Dengan Penambahan Kopi dan Beras Ketan. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol.5. No1.

Taveira, J.D.S., Borém, F.M., Oliveira, P.D., Giomo, G.S., Isquierdo, E.P., Fortunato, V.A. (2015). Post-harvest effects on beverage quality and physiological performance of coffee beans. Embrapa Café-Artigo em periódico indexado (ALICE).

Uganda Coffee Development Authority. (2019). Robusta Coffee Handbook. Uganda Coffee Development Authority. https://bukomansimbi.go.ug/sites/files/Arabic%20Coffee%20 Handbook-web2.pdf

van der Vossen, H., Charrier, A., and Bertrand, B. (2015). Next generation variety development for sustainable production of arabica coffee (Coffea arabica L.): a review. Euphytica DOI 10.1007/s10681-015-1398-z

Wibowo, A. (2021). Kopi Komasti, Primadona Baru Bahan Tanam Kopi Arabika. https://iccri.net/kopi-komasti-primadona-baru-bahan-tanam-kopi-arabika/

Willson, K.C. (1985). Climate and Soil for Coffee. In Coffee: Botany, Biochemistry, and Production Beans and Beverage. Ed. Clifford, M.N. and Willson K.C. The AVI-Westport.

Wiryadiputra. S. (2006). Penggunaan Perangkap Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo, Hyphotenemus hampei). Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Pelita Perkebunan 22(2), 101—118.

Yahmadi, M. (2007). Rangkaian perkembangan dan permasalahan budidaya dan pengolahan kopi di Indonesia. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Jatim.

Yusianto dan Nugroho, D. (2014). Mutu Fisik dan Citarasa Kopi Arabika yang Disimpan Buahnya Sebelum di-Pulping. Pelita Perkebunan, Volume 30, Number 2, Edition August 2014.

Yusianto dan Widyotomo, S. (2013). Mutu dan Citarasa Kopi Arabika Hasil Beberapa Perlakuan Fermentasi: Suhu, Jenis Wadah, dan Penambahan Agens Fermentasi. Pelita Perkebunan, Volume 29, Nomor 3, Edisi Desember 2013.

Scroll to Top
×