Knowledge-Intensive Entrepreneurship dan Sistem Inovasi: Studi Kasus Pelaku Industri Telematika di Indonesia

Screenshot 2024-03-26 132609

Categories



Published

December 1, 2015

HOW TO CITE

Hadi Kardoyo, Sayim Dolant, Setiowiji Handoyo, dan Sri Mulatsih

Keywords:

Entrepreneurship, Telematika

Synopsis

Secara umum, buku ini memberikan gambaran empiris aktivitas entrepreneurship dalam kerangka sistem inovasi pada sektor telematika di Indonesia, khususnya layer 0—1 (industri konten dan industri aplikasi telematika), dengan menggunakan pendekatan Knowledge—Intensive Entrepreneurship yang melihat interaksi elemen sistem inovasi mampu menciptakan technological, market, dan institutional opportunities dengan memunculkan bentuk aktivitas baru atau melibatkan aktivitas entrepreneurship. Selain itu, buku ini menunjukkan bahwa salah satu perusahaan telematika lebih dominan memanfaatkan aspek institutional opportunities dibanding dua aspek lainnya dalam proses kemunculan dan berkembangnya perusahaan IT yang mapan (PT Gamatechno). Adapula perusahan dimana aspek technological opportunities dan market opportunities menjadi dua aspek yang berpengaruh besar bagi proses kemunculan dan berkembangnya aktivitas dua pelaku usaha tersebut di industri telematika nasional (PT Onebit Media dan PT Nuansa Digital Cipta). Sedangkan perusahaan startup Scripthink & Instudia muncul dari aspek entrepreneurial pelaku dan dorongan aspek technological opportunities dan market opportunities. Berangkat dari temuan di atas maka rekomendasi kebijakan guna peningkatan aktivitas knownledge intensive entrepreneurship lokal di industri telematika layer 0-1 dalam negeri dapat dilakukan melalui: (i) Sistem dan skema pembiayaan perbankan yang bisa diakses oleh pelaku industri telematika layer 0-1; (ii) Dukungan infrastruktur, program pembinaan, pelatihan, ajang kompetisi, dan promosi; dan (iii) Kebijakan perpajakan yang adil dan berpihak pada pelaku mikro/startup telematika.

References

Arianti, Defanie. (2011). Bakrie Telecom Alokasi Rp100 Miliar untuk Start-up Lokal. http://techno.okezone.com/read/2011/03/31/54/441052/bakrie­ telecom­alokasi­rp100­miliar­untuk­startup­lokal, diakses 25 Februari 2013.

Bartelsman, E., Haltiwanger, J., & Scarpetta, S. (2005). Comparative analysis of rm demographics and survival evidence from micro­level sources in OECD countries. Industrial and Corporate Change, 14(3).

Baumol, W. (2002). e free-market innovation machine: Analyzing the growth miracle of capitalism. Princeton: Princeton University Press.

Bergek, A., Jacobsson, S., Carlsson, B., Lindmark, S., & Rickne, A. (2008). Analyzing the functional dynamics of technological innovation systems: A scheme of analysis. Research Policy No. 37.

BPPT. (2011). Press Release Pengembangan Teknopreneur di Indonesia untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional, Kamis, 16 Juni 2011. http://www. bppt.go.id/index.php/berita/press­release/press­release­2011/1153­press­ release­pengembangan­teknopreneur­di­indonesia­untuk­meningkatkan­ daya­saing­nasional­kamis­16­juni­2011, diakses 10 Desember 2014.

Breschi S., Malerba, F., & Orsenigo, L. (2000). Technological regimes and Schumpeterian patterns of innovation. e Economic Journal 110 (April), pp. 388–410.

Dahlstrand, A.L., & Lois, S. (2007). Linking innovation and entrepreneurship policy. Swedia: IPREG.

Departemen Perindustrian. (2009). Buku V peta panduan (roadmap) pengem­ bangan klaster industri prioritas industri penunjang industri kreatif dan industri kreatif tertentu tahun 2010–2014.

De Soto, H.D. (2000). e mystery of capital: Why capitalism triumphs in the west and fails everywhere else. New York: Basic Books.

Drucker, P. (1985). Innovation and entrepreneurship: Practice and principles. New York: William Heinemann Ltd.

Eng, Pierre van der. (2008). e sources of long­term economic growth in Indonesia, 1880–2007. Working Paper in Economics & Econometrics. School of Management, Marketing & International Business College of Business and Economics, Australian National University (ANU).

Freeman, C. (1987). Technology policy and economic performance: Lessons from Japan. London: Pinter Publisher.

Freeman, C. (1995). e national system of innovation in historical perspec­ tive. Journal of Economics. Cambridge.

Golden, W., Higgins, E., & Lee, S.H. (2003). National innovation systems and entrepreneuship. CISC Working Paper. 08. Centre for Innovation and Structural Change.

Inkubator Industri Telematika. Pusat­Pusat Pengembangan Industri Telema­ tika. http://iubtt.kemenperin.go.id/ictcenter/ diakses 25 Februari 2013.

Kementerian PPN/BAPPENAS (2011). Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025, http://bappe­ nas.go.id/berita­dan­siaran­pers/kegiatan­utama/master­plan­percepatan­ dan­perluasan­pembangunan­ekonomi­indonesia­mp3ei­2011­2025/, diakses 5 Pebruari 2013.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2011). Roadmap industri telematika.

Kirzner, M.I. (1973). Competition and Entrepreneurship. Chicago and London: e University of Chicago Press.

Langlois, R.N. (2003). Schumpeter and the obsolescence of the entrepreneur. Advances in Austrian Economics Journal No. 6.

Leibenstein, H. (1968). Entrepreneurship and development. American Eco- nomic Review, 58.

Lundvall, B.A. (1992). National systems of innovation. Towards a eory of Innovation and Interactive Learning. London: Pinter Publishers.

Malerba, F. (2002). Sectoral systems of innovation and production. Research Policy No. 31.

Nelson, R.R. (1993). National innovation systems: A comparative analysis. New York, NY: Oxford University Press.

OECD. (2002). Small and medium enterprise outlook. Paris, France. OECD. (2003). Entrepreneurship and Local Economic Development: Programme

and Policy Recommendations. Paris: OECD.

Peraturan Menteri Perindustrian No. 128 Tahun 2009 tentang Roadmap

Klaster Telekomunikasi.

______, No. 129 Tahun 2009 tentang Roadmap Klaster Komputer dan Peralatan.

______, No. 130 Tahun 2009 tentang Klaster Perangkat Lunak dan Konten Multimedia.

Pe?rez, C. (2003). Financial Capital and Technological Revolutions. Cheltenham: Edward Elgar.

Perpres No. 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional.

PT GI (2013). http://www.PT GI.com/news, diakses 07 September 2013.

PT GI (2013). Management, http://www.gamatechno.com/about/manage­ ment, diakses 10 Mei 2013.

PT. ND (2013). http://www.ngaturduit.com, diakses 20 Maret 2013

Radosevic, S. (2010). Entrepreneurship as factor or as property of innovation system, Mimeo.

Radosevic, S., Yoruk, E., Edquist, C. & Zabala, J.M. (2012). Innovation systems and knowledge-intensive entrepreneurship: Analytical framework and guidelines for case study research. Circle. Lund University.

Rao, H. (2004). Institutional activism in the early American automobile industry. Journal of Business Venturing 19, pp. 359–384.

Schmid, A. (2004). Con ict and cooperation. Institutional and Behaviour Economics: Blackwell Publishing.

Schumpeter, J.A. (1942). Capitalism, socialism, and democracy. New York: Harper and Brothers.

Schumpeter, J. (1949) Economic theory and entrepreneurial history. Change and the entrepreneur, pp. 63–48. Reprinted in Schumpeter J. (1989) Essays on entrepreneurs, innovations, business cycles and capitalism (edited

by Clemence R.V.), pp. 253–271. Transaction Publisher, New Bruns­ wick, New Jersey.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indone­ sia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025.

Shane, S. (2003). A general theory of entrepreneurship: e individual–oppor- tunity nexus. Cheltenham: Edward Elgar.

Szirmai, A., Naude?, W., & Goedhuys, M. (2011). Entrepreneurship, in­ novation, and economic development. WIDER Studies in Development Economics Journal.

Tau k, T.A. (2005). Pengembangan sistem inovasi daerah: Perspektif kebijakan. Jakarta: BPPT dan KRT.

Telkomsel. (2011). Telkomsel Start-up Bootcamp Buka Peluang Teknoprener Indonesia Go Global. http://www.telkomsel.com/about/news/818­tel­ komsel­startup­bootcamp­buka­peluang­teknoprener­indonesia­go­global. html/, diakses 25 Februari 2013.

Scroll to Top
×