Kesenian Gitar Klasik Lampung Tulangbawang dalam Kajian Semantik dan Musikologi

Screenshot (233)

Categories



Published

October 4, 2021

HOW TO CITE

Roveneldo

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Erizal Barnawi

Universitas Lampung

DOI: https://doi.org/10.14203/press.260

Keywords:

Gitar Klasik Lampung, Kesenian, Gitar Klasik, Lampung

Synopsis

 Budaya/tradisi lisan Lampung berupa lagu klasik Lampung yang diiringi petikan gitar tunggal merupakan peninggalan nenek moyang (leluhur) yang perlu dijaga dan dilestarikan. Peninggalan itu perlu dicatat dalam bentuk teks, dan kemudian didokumentasikan dengan tujuan untuk mengenalkan kepada dunia, khususnya kepada generasi muda Lampung.

Buku ini selain mengulas tentang sejarah dan kekayaan budaya Lampung, juga menganalisis lirik lagu dan penggunaan gitar klasik Lampung dalam kajian semantik dan musikologi. Di lingkungan masyarakat Lampung adat Pepadun, tradisi lagu klasik Lampung merupakan sarana penyampaian pesan, amanat, dan hiburan untuk bersuka cita dalam suasana santai maupun resmi.

Dengan hadirnya buku ini, diharapkan dapat memperkenalkan kepada generasi muda penerus bangsa agar kebudayaan yang sudah ada tetap dijaga dan dilestarikan sampai ke generasi berikutnya. Buku ini juga dapat menjadi bahan pengetahuan umum dan literatur bagi mahasiswa yang mempelajari sastra lisan Lampung maupun musikologi.

Selamat membaca!

Author Biographies

Roveneldo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Lahir di Penumangan, Tulangbawang Barat, Lampung, 21 Maret 1980 Kabupaten. Rovenaldo merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia mengenyam pendidikan tinggi Strata 1 dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah, Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan. Kemudian ia melanjutkan Pendidikan Strata 2 dalam bidang yang sama di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan. Kemudian Roveneldo bekerja sebagai staf di Kantor Bahasa Provinsi Lampung Kemendikbud sejak 2005. Terhitung mulai tanggal 1 Desember 2015, Rovenaldo diangkat sebagai peneliti bidang bahasa (20,01). Beberapa penelitian yang sudah dilakukannya dan terbit sebagai artikel, antara lain Korespondensi Bunyi Bahasa Lampung Dialek TulangBawang; Perbedaan Kosa kata Rumah Panggung Antara Bahasa Lampung Dialek O dan Dialek A Dalam Kajian Dialektologi; Pengembangan Kurikulum dan Silabus Pembelajaran; Studi Kelayakan Pembelajaran Baha-sa Lampung di Sekolah Dasar Negeri 3 Segalamider; Prosesi Perkawinan Lampung Pepadun: Sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Lampung; Tinjauan Etnolinguistik Pada Kosa Kata Bidang Perikanan Bahasa Lampung Dialek Tulangbawang; Kajian Makna Pada Aksesoris Pakaian Adat Lampung Pe-padun; Gaya Bahasa Repetisi Lagu Klasik Lampung Dialek O dalam Kajian Lingguistik Antropologis; Terminologi Nama Penyakit Dalam Bahasa Lam-pung Dialek A Desa Negara Ratu Dalam Kajian Etnolinguistik; Covid-19 & Disrupsi.

Erizal Barnawi, Universitas Lampung

Lahir di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Utara 17 Mei 1990. Erizal adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara. Pendidikan tinggi Strata 1 ditem-puhnya di Prodi Ilmu Etnomusikologi, ISI Yogyakarta. Kemudian ia melanjutkan studi Strata 2 di Prodi Tata Kelola Seni, ISI Yogyakarta. Saat ini, Erizal bekerja sebagai dosen tetap di Prodi Pendidikan Musik, Jurusan Pedidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung. Be-berapa karya tulisnya ialah Talo Balak dalam Begawei Mepadun Munggahi Bumei Marga Nyunyai di Kampung Kota Alam, Kabupaten Lampung Utara; Gaya Kepemimpinan Kelompok Kesenian Talo Balak Kota Alam di Lampung Utara; Marga Abung dan Marga Sungkai Bunga Mayang di Kabupaten Lampung Utara; Fungsi dan Bentuk Musik Talo Balak dalam Upacara Adat di Kampung Mulang Maya Kabupaten Lampung Utara; Notasi Pembela-jaran Musik Tradisional Gamolan Pekhing Sekala Brak Lampung; Strategi Pembelajaran Gitar Akustik Di SMPK Penabur Bandar Lampung; Eksistensi Gitar Klasik Lampung Tulangbawang dan Perkembangannya; Jelajah bagi Guru; Mengenal Lebih Dekat, Alat Musik Tradisional Lampung; Eksistensi Gitar Klasik Lampung dan Perkembangannya; Alat Musik Perunggu Lampung.

References

Amran, Frieda. Meniti Jejak Tumbai Di Lampung: Zollinger, Kohler Dan PJ Veth. ed. Udo z. Karzi. Kota: Pustaka LaBRAK. 2015.

Barnawi, Erizal. Talo Balak dalam Begawei Mepadun Munggahi Bumei Marga Nyunyai. Jurnal Selonding Etnomusikologi Indonesia, Volume IV Nomor 4 Jurusan Etnomusikologi FSP ISI Yogyakarta. 2013.

_____________. “Eksistensi Gitar Klasik Lampung Tulang Bawang Dan Pengembangannya. Kearifan Lokal Dalam Dinamika Masyarakat Multikultural. Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepala Masyarakat.” In Bandarlampung: Universitas Lampung. 2017.

_____________. Jelajah bagi Guru; Mengenal Lebih Dekat, Alat Musik Tradisional Lampung. Majalah Eduspot: Edisi 22. Bandar Lampung: EDUSPOT, 2019. 2019.

_____________. Eksistensi Gitar Klasik Lampung Tulangbawang dan Pengembangannya. Prosiding Seminar Nasional: Temu AP2SENI 2019. Makkasar: Asosisasi Prodi Pendidikan Sendratasik Indonesia. 2019.

Bandem, I Made. Etnomusikologi Penyelamat Musik Dunia dalam Selonding, Jurnal Etnomusikologi Indonesia, vol 1, No. 1, September. Yogyakarta: Masyarakat Etnomusikologi Indonesia. 2001.

¬_____________. Musik dari Sungai Mahakam. Mudra, Jurnal STSI Denpasar No. 8 Edisi Desember-April. 1986.

Banoe, Pono. Kamus Musik. Yogyakarat: Kanisius. 2003.

_____________. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. Jakarta: CV Baru. 1984.

Bramantyo, Triyono. Diseminasi Musik Barat di Timur. Yogyakarta: Yayasan untuk Indonesia. 2004.

Braginsky. Yang Indah, Berfaedah dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7–19. Jakarta: Indonesia-Netherlands Cooperation in Islamic Studies-INIS. 1998.

Broersma, R. De Lampungsche Districhten: Javasche Boehkhandel En Drukkerij. Batavia: Batavia: Rijswijk. 1916.

Bukri, Husin Sayuti, Soepangat, & Sukiji. Sejarah Daerah Lampung. ed. Sri Sutjianingsih Sutrisno Kutoyo, M. Soenjata Kartadarmadja, Anhar Gonggong Mardanas Safwan, Masjkuri, Suracman, Muchtaruddin Ibrahim. Bandarlampung: DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KANTOR WILAYAH PROVINSI LAMPUNG. 1998.

Clayton, Marvin. The Culture Study of Music: a Critical Introduction. New York: Routledge. 2003.

Cortesão. The Suma Oriental Of Tome Pires. Kraus Reprin Limited. 1967.

Dian Uswatun Hasanah, Ferdian Achsani, Iqbal Syahrul Akbar Al Aziz. “Menginterpretasikan Gaya Bahasa Yang Digunakan Dalam Puisi.” KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Vol. 5, No: Hlm: 13-26. 2019.

Echols, John M. & Hasan Shadily. Kamus Inggris-Indonesia (An English-Indonesia Dictionary). Jakarta: Gramedia Pustaka. 2003.

Fattah, Fauzi. Kamus Bahasa Lampung: Lampung-Indonesia. Bandar Lampung: Gunung Pesagi. 2002.

Ferdinandus, Peter Eduard Johannes. Alat Musik Jawa Kuno. Yogyakarta: Yayasan Mahardhika. 2003.

Harmunah. Musik Keroncong: Sejarah, Gaya dan Perkembangan. Yogyakarta: Pusat Musik Liturg. 1996.

Hasan, Hafizi. Deskripsi Musik Tradisional Gitar Tunggal. Bandar Lampung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Lampung. 1998.

Hardjana, Suka. Corat-Coret Musik Kontemporer Dulu dan Kini. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 2003.

Hendarto, Sri. Organologi dan Akustik I & II. Bandung: Lubuk Agung. 2011.

Henry, Tarigan Guntur. Pengajaran Gaya Bahasa. Penerbit Angkasa Bandung. 2013.

___________________. Pengajaran Semantik. Penerbit Angkasa Bandung. 2015.

Hidayah, Zulyani. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia (Jakarta: LP3ES,). 1996.

Hood, Mantle. The Ethnomusicologist. Ohio: Kent State University Press, New Edition. 1982.

Ihromi, T.O. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. 2017.

Irawan, Ricky. Ritme Inti pada Gambus dan Gitar Lampung Pesisir: Sebuah Kajian Transformasi Musikal di sampaikan dalam “Konferensi Internasional VI, Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah. Lampung 24–26 September. (Lampung: Ikatan Dosen Budaya Daerah Indonesia Komisariat Lampung). 2016.

Iskar. Kamus Bahasa Lampung Aksara. Edisi 2. Bandar Lampung: Smart Cipta Intelekta. 2012.

J. Kartomi, Margaret. Portuguese Influence on Indonesian Music dalam Festschrift Pfarr and Wolfgang Ruf, 2 vols, dalam seri Mainzer Studien zur Musikwissenschaft 37. Tutzing: Hans Scheineder. 1997.

Junaiyah H.M. Kamus Bahasa Lampung–Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2001.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kelima. ed. Jakarta: CV. Adi Perkasa. 2018.

Khalik, Abu Tholib. Pelatoeran Sepandjang Hadat Lampong: Deskripsi dan Terjemahan Hukum Adat Klasik Tulangbawang. Yogyakarta: Philosophy Press Badan Kerjasama Fakultas Filsafat UGM. 2002.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Revisi, 19. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Kompas Gramedia. 2015.

¬¬¬¬_____________. Pengantar Ilmu Antropologi. Edisi Revi. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. 2015.

Kristianto, Jubing. Gitarpedia. Jakarta: Gramedia. 2005.

Maria, Julia. Kebudayaan Orang Menggala. Jakarta: Universitas Indonesia Press. 1993.

Merriam, Alan P. The Anthropology of Music. Evanston: Northwestern University Press. 1964.

Misthohizzaman. Gitar Klasik Lampung Musik Dan Identitas Masyarakat Tulang Bawang. (Tesis) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 2006.

Murgiyanto, Sal. Managemen Pertunjukan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1985.

Nettl, Bruno. Theory and Method in Ethnomusicology. New York: The Free Press of Glencoe, A Division of the Malmlea Company. 1964.

Nyoman, Ratna Kutha. Stilistika Kajian Puitika Bahasa, Sastra, Dan Budaya. Pustaka Pelajar. 2017.

Poesponegoro dan Notosusanto. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka. 1993.

Rahyono. F.X. Kearifan Budaya Dalam Kata. Widya Sastra. 2015.

Randel, Don Michael. The New Harvard Dictionary of Music. (London: The Belknap Press of Harvard University Press. 1986.

Retia Kartika Dewi. Indonesia Peringkat 6 Negara Terindah Di Dunia, Lewati Islandia Dan AS. KOMPAS.com. 2019.

Roveneldo. Korespondensi Bunyi Bahasa Lampung Dialek Tulang Bawang. Madah 6 Nomor 1: 91–100. 2015.

_________. Prosesi Perkawinan Lampung Pepadun: Sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Lampung. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa 6 (2), 220–234. 2017.

_________. Gaya Bahasa Repetisi Lagu Klasik Lampung Dialek O Dalam Kajian Linguistik Antropologis. Mabasan 53(9): 1689–99. 2019.

R Abdurrahman, Paramita. Portuguese Presence and Christian Communities in Solor & Flores (1556–1630), makalah pada Conference of the Asian Studies Association of Australia di Monash University. 1982.

Rue, Helene La. Music, Literature and Etiquette: MusicaI Instruments and Sosial Identity from Castigiione to Austen dalam Martin Stokes, Ethnicity, Identity and Music: The MusicaI Construction of Place. Oxford Providence: Berg Publisher. 1994.

Sadie, Stanley. The New Grove Dictionary of Musical Instruments, vol. 2. London: Macmillan Press Limited. 1984.

Sabaruddin. Lampung Pepadun dan Saibatin/Pesisir – Dialek O/Nyo dan Dialek A/Api. Jakarta: Buletin Wai Lima Manjau. 2012.

Soeharto. Serba-Serbi Keroncong. Jakarta: Mustika. 1996.

Soedarsono, R.M. Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 2001.

Sparadley P. James. Metode Etnografi. Edisi Kedu. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana. 2007.

Sugono, Dendy. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Kelima. ed. Kementeri Pendidikan Nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. http://www.kamusbesar.com/38643/surealisme. 2008.

Supanggah, Rahayu. Bothekan Karawitan I. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 2002.

Sumardjo, Jakob. Memahami Kesusastraan. Bandung: Penerbit Alumni. 1984.

Sutrisno, Mudji. Diskusi Perlunya Kritik Kebudayaan yang Transformatif. dalam Harian Kompas. 8 Maret 2006.

Syahrial. Kias Tradisi Lisan Orang Lampung. Jagakarsa, Jakarta Wedatama Widya Sastra. Jakarta: Penerbit Wedatama Widia Sastra. 2019.

Triyanova Ismania. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Lagu Lampung Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Lampung Di Sekolah Dasar. (Tesis). Pendidikan Bahasa Dan Sastra Daerah.” FKIP Universitas Lampung. 2018.

Tylor, E.B. Primitive Cultur. New YorK: Brentano’s. 1924.

Tyler, James. The Early Guitar: a History and Handbook, Early Music Series. London: Oxford University Press. 1980.

Yampolsky, Philip. Musik Indonesia Vol. 2 “Musik Populer Indonesia: Keroncong, Dangdut, Langgam Jawa”. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 1997.

Yampolsky, Philip. Music of Indonesian 20: Indonesia Guitars. Washington: Smithsonian Folkways Recording. 1999.

Zaky, Fikra. Analisis Teknik Permainan Gitar pada Komposisi Gitar “Sunburst” Karya Andrew York. Jurnal Virtuoso Vol 2, Nov. 2019.

Sumber dari Internet

El Shinta, Pemkot Bandarlampung Gelar Festival Gitar Klasik Lampung (16 Mei 2017), diakses pada tanggal 05 Februari 2020, http://lampungnews.com/2017/05/pemkot-bandarlampung-gelar-festival-gitar-klasik-lampung/.

Nuy, Herman HN Membuka Secara Resmi Gelaran Festival Gitar Klasik Lampung (22 Januari 2020), diakses pada tanggal 05 Februari 2020, https://www.medinaslampungnews.co.id/herman-hn-membuka-secara-resmi-gelaran-festival-gitar-klasik-lampung/.

Retia Kartika Dewi. 2019. Indonesia Peringkat 6 Negara Terindah Di Dunia, Lewati Islandia Dan AS. KOMPAS.com. https://travel.kompas.com/read/2019/02/01/141239227/indonesia-peringkat-6-negara-terindah-di-dunia-lewati-islandia-dan-as (April 16, 2020).

Scroll to Top
×