Keselamatan Reaktor Nuklir: Kecelakaan Dasar Desain dan Kecelakaan Parah

Screenshot (186)

Categories



Published

February 28, 2023

HOW TO CITE

Anhar Riza Antariksawan

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Mulya Juarsa

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.572

Keywords:

Nuklir, Reaktor, Keselamatan, Kecelakaan Dasar Desain, Kecelakaan Parah

Synopsis

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) telah memberikan kontribusi yang siginifikan pada pembangkitan energi dunia. Meskipun demikian, pertanyaan tentang keselamatan PLTN masih menjadi perdebatan. Tiga kecelakaan terburuk pada PLTN komersial yang terjadi dalam sejarah dunia, yaitu kecelakaan PLTN Three Mile Island unit 2 di Amerika Serikat, PLTN Chernobyl unit 4 di Ukraina, dan PLTN Fukushima Dai-ichi unit 1–4 di Jepang, menjadi salah satu subjek debat tentang keselamatan reaktor nuklir. Di sisi lain, ketiga kecelakaan tersebut juga menjadi dasar dari perbaikan keselamatan PLTN. Kecelakaan-kecelakaan tersebut telah mendorong dilakukannya banyak penelitian dalam rangka melakukan perbaikan dan mengevaluasi standar keselamatan PLTN.

Buku ini menjelaskan apa yang terjadi pada ketiga kecelakaan tersebut dan upaya perbaikan melalui riset yang dilakukan serta hasil-hasilnya, terutama yang dilakukan oleh penulis. Pembahasan berfokus pada kecelakaan dasar desain dan kecelakaan parah seperti yang terjadi pada ketiga reaktor nuklir di atas. Lingkup pembahasan buku ini adalah kecelakaan pada reaktor berbasis air ringan, khususnya pada reaktor air bertekanan (pressurized water reactor, PWR). Dari aspek keilmuan, buku ini membahas kecelakaan reaktor nuklir dari sisi keilmuan termohidraulika.

Buku ini sangat tepat dibaca bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, serta masyarakat pemerhati nuklir. Buku ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang keselamatan reaktor nuklir dengan contoh kecelakaan PLTN dan hasil-hasil riset terkait kecelakaan PLTN.

Author Biographies

Anhar Riza Antariksawan, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Anhar Riza Antariksawan lahir di Semarang 6 November 1962. Sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas diselesaikan di Semarang. Kemudian, melanjutkan pendidikan Strata 1 di Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada 1981 dan memperoleh gelar Insinyur pada tahun 1986. Sejak tahun itu pula menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Melanjutkan pendidikan Strata 2 dan Strata 3 di Prancis sejak tahun 1987. Gelar DEA dan Doktor diperoleh dari Ecole National Supérieure de Physique de Grenoble (ENSPG), Institut National Polytechniques de Grenoble (INPG) pada tahun 1993 dengan bidang kompetensi termohidraulika. Setelah menyelesaikan program doktoral, kembali ke BATAN bekerja di Pusat Peneltian Teknologi dan Keselamatan Reaktor (PPTKR) BATAN yang sekarang bernama Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN). Menggeluti riset di bidang keselamatan reaktor, khususnya analisis kecelakaan reaktor baik secara eksperimental maupun simulasi numerik. Pernah menerima dua kali pendanaan riset kompetitif dari Kementrian Riset dan Teknologi melalui program Riset Unggulan Terpadu ke III (1995–1998) dan ke VIII (2001–2003). Menjalani pertukaran peneliti (research exchange) dan post doctoral di JAERI pada tahun 1998 dan 2000 dalam bidang kecelakaan parah. Dalam jabatan struktural, pernah menduduki jabatan Kepala Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir, Deputi Kepala BATAN Bidang Peneltian Dasar dan Terapan, Deputi Kepala BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, serta yang terakhir sebagai Kepala BATAN. Dalam kegiatan profesional lainnya, berpengalaman sebagai editor buletin Sigma Epsilon, editor Majalah BATAN dan Atom Indonesia, serta menjadi reviewer di jurnal nasional dan internasional. Pengalaman lain, mengikuti berbagai kegiatan di tingkat internasional dan regional, juga berbagai kegiatan di International Atomic Energy Agency (IAEA), Association of South East Asian Nations (ASEAN) di bidang energi, Regional Cooperative Agreement (RCA), dan Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA). Saat ini bekerja sebagai peneliti di Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Mulya Juarsa, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Mulya Juarsa lahir di Kota Bogor pada tanggal 8 September 1969. Anak sulung dari 5 bersaudara pasangan (alm.) M. Hartono, D.S. dan Titi Rukmawati. Menempuh pendidikan formal dari SD hingga SMA di Kota Bogor. Melanjutkan jenjang pendidikan sarjana dalam bidang Fisika Energi di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Padjdjaran Bandung, lulus tahun 1996 dengan beasiswa DIKTI Kemedikbud. Mulai berkarir sebagai peneliti pada bidang Pengkajian Keselamatan Reaktor di kantor BATAN Pusat sejak tahun 1997 hingga 1999, kemudian berpindah pada bidang Litbang Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir di BATAN Kawasan PUSPIPTEK Tangerang Selatan. Selama bekerja di BATAN, berkesempatan memperoleh dua beasiswa. Beasiswa STAID-BPPT tahun 2000 untuk menempuh studi magister pada bidang Heat Transport di Department of Fundamental Energy Science, Graduate School of Energy Science, Kyoto University, Jepang dan lulus tahun 2003. Kemudian, beasiswa BATAN untuk menempuh studi doktoral pada bidang Konversi Energi di Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok dan lulus pada tahun 2014. Bidang penelitian yang digeluti adalah Termohidrolika Eksperimental dengan dasar keilmuan perpindahan panas, dinamika fluida, dan proses pendidihan dalam kepakaran Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir. Saat ini bekerja sebagai peneliti di Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selama menjadi peneliti di PTKRN-BATAN, penulis telah memperoleh beberapa hibah penelitian, yaitu Program Insentif Riset Dasar KNRT TA.2007–2009, dilanjutkan hibah DIKTI yaitu Hibah Bersaing Nasional tahun 2011, Hibah Strategis Nasional tahun 2014, kemudian di tahun 2017 memperoleh hibah internasioanal dari International Atomic Energy Agency dalam Coordinated Research Program (CRP) untuk tahun 2017–2019, terakhir memperoleh hibah Program Insinas Pratama Kemitraan Kemenristekdikti tahun 2017–2019. Menulis karya tulis ilmiah hasil penelitian pada media ilmiah pusat, nasional akreditasi, seminar nasional dan konferensi internasional, serta jurnal internasional bereputasi. Pernah memperoleh Best Paper Award Atom Indonesia tahun 2010 juara pertama, 2013 juara keempat, dan tahun 2016 juara keempat. Serta terlibat dalam beberapa kegiatan proyek di BATAN. Penulis juga aktif membimbing tugas akhir mahasiswa dan mengajar pada Perguruan Tinggi Swasta.

References

Abramson, P. B. (Ed.). (1985). Guidebook to light water reactor safety analysis. Hemisphere Publishing Corporation.

Allison, C. M., & Johnson, E. C. (Ed.). (1989). SCDAP/RELAP5/MOD2 Code Manual: User’s guide and input requirements (NUREG/CR-5273, EGG-2555). U.S. Nuclear Regulatory Commission.

Andreeva, M., Pavlova, M. P., & Groudev, P. P. (2008). Overview of plant specific severe accident management strategies for Kozloduy nuclear power plant, WWER-1000/320. Annals of Nuclear Energy, 35(4), 555–564. https://doi.org/10.1016/j.anucene.2007.08.005

Antariksawan, A. R. (1991). Interaction thermique combustible-refrigerant: Etude bibliographique. STI/LASP/91.19/A.A. CENG-CEA. STI/LASP/91.19/A.A. CENG-CEA.

Antariksawan, A. R. (1993). Interaction thermique acier inoxydable fondu – Eau sur i’installation SEIZIES [Disertasi tidak diterbitkan]. Ecole National Superieure de Physique de Grenoble. INP Grenoble.

Antariksawan, A. R. (1994). Studi mekanisme ledakan uap pada kecelakaan reaktor Chernobyl. Prosiding pertemuan dan presentasi ilmiah PPNY-BATAN: Buku I (184–91).

Antariksawan, A. R. (1996). Fenomena ledakan uap pada reaktor nuklir. Sigma Epsilon, 2(10–16).

Antariksawan, A. R. (1999a). Parametric model of water-molten stainless steel interaction under impact condition. Atom Indonesia, 25(1), 1–19.

Antariksawan, A. R. (1999b). Simulasi eksperimental kecelakaan kehilangan air pendingin pada reaktor jenis air tekan menggunakan fasilitas uji integral. Sigma Epsilon, 12, 28–36.

Antariksawan, A. R. (2000a). Analisis degradasi teras PWR pada kejadian kehilangan catu daya. Tri Dasa Mega, 2(3), 83–97.

Antariksawan, A. R. (2000b). Analisis kecelakaan kehilangan catu daya dengan kebocoran seal pompa pada PWR menggunakan MELCOR 1.8.4. Prosiding seminar teknologi dan keselamatan PLTN serta fasilitas

nuklir ke-6 (87–105).

Antariksawan, A. R. (2001). Analysis of intentional depressurization during station blackout accident in a pressurized water reactor. Atom Indonesia, 27(1).

Antariksawan, A. R., Bambang, T., Handono, K., Prasetyo, J., & Handoyo, I. (2002). Analisis awal karakteristik penukar panas shell-and-tube “SEPHIA-K.” MESIN, 4(3), 166–176.

Antariksawan, A. R., Bambang, T., Handono, K., Prasetyo, J., Handoyo, I., Sumarno, E., Giarno, & Kiswanta. (2003). Analisis karakteristik penukar panas cangkang dan tabung “SEPHIA-K” pada berbagai laju alir. MESIN, 5(2), 144–154.

Antariksawan, A. R., Handono, K., Handoyo, I., Prasetyo, J., Sumarno, E., & Kiswanta. (2001). Prediksi dan pengamatan pendidihan film pada bagian uji QUEEN. Sigma Epsilon, 20, 20–21.

Antariksawan, A. R., Hidaka, A., Moriyama, K., & Hashimoto, K. (2001). Depressurization analyses of PWR station blackout with MELCOR 1.8.4 (JAERI-Tech 2001-011). Japan Atomic Energy Research Institute.

Antariksawan, A. R., Juarsa, M., Prasetyo, J., Sumarno, E., Kiswanta, & Handoyo, I. (2007). Simulasi efek ukuran dan lokasi kebocoran pipa pendingin reaktor nuklir menggunakan fasilitas eksperimen UUTR. Mod-1. MESIN, 9(2), 77–85.

Antariksawan, A. R., Kasma, E., Sumbarjo, S., Ridwan, M., & Susyadi. (2002). Simulasi kejadian LB-LOCA pada PWR menggunakan program RELAP5/Mod3.2. Sigma Epsilon, 24–25.

Antariksawan, A. R., Khairul, K., Umbara, H., Kristuti, E., & Purnomo, B. (2018). Conducting nuclear security culture self-assessment in nuclear research facilities using IAEA methodology. International Journal of Nuclear Security, 4(1), 4.

Antariksawan, A. R., Moriyama, K., Park, H., Maruyama, Y., & Sugimoto, J. (1998). Study on vapor explosion in stratified geometry: Assessment of stratified application of MC3D code. JAERI Memo, 10–170.

Antariksawan, A. R., Moriyama, K., Park, H., Maruyama, Y., Yang, Y., & Sugimoto, J. (1998). The premixing and propagation phases of fuel coolant interactions: A review of recent experimental studies and code developments (JAERI-Review 98-012). Japan Atomic Energy Research Institute. https://inis.iaea.org/collection/NCLCollectionStore/_Public/30/008/30008105.pdf

Antariksawan, A. R., Prasetyo, B., Wirawan, M., Satriyanto, H., Prasetyo, J., & Handoyo, I. (2008). Penukar panas dengan aliran fluida berpilin di sisi shell (Nomor Paten ID 00008829S). Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Antariksawan, A. R., & Sugiyanto. (2001). Transpor radionuklida dalam sistem pendingin reaktor PWR selama kecelakaan parah. Majalah BATAN, XXXIV(3/4).

Antariksawan, A. R., Sriyono, & Aji, B. (1996). Program perhitungan perancangan pembangkit uap. Risalah lokakarya komputasi dalam sains dan teknologi nuklir VI (407–424).

Antariksawan, A. R., Susyadi, Handono, K., Prasetyo, J., Sumarno, E., Widodo, S., Handoyo, I., Kiswanta, & Giarno. (2003). Analisis kebocoran pipa primer untai uji termohidraulika reaktor termodifikasi menggunakan RELAP5/Mod3.2. Prosiding Presentasi Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir VII (61–73).

Antariksawan, A. R., Tjahyono, H., Handoyo, I., Prasetyo, J., Haryanto, D., Sumarno, E., Abtokhi, A., & Juarsa, M. (1996). Eksperimen kebocoran uap pada pressurizer menggunakan untai uji termohidraulika reaktor. Prosiding Seminar Teknologi dan Keselamatan PLTN Serta Fasilitas Nuklir IV (119–134).

Antariksawan, A. R., Tjahyono, H., Sudarno, Nurhanan, Handono, K., Handoyo, I., & Prasetyo, J. (1999a). Hasil awal simulasi eksperimental kecelakaan kehilangan air pendingin dengan UUTR.Mod-1: Efek daya sisa. Tri Dasa Mega, 1(1), 29–42.

Antariksawan, A. R., Tjahyono, H., Sudarno, Nurhanan, Handono, K., Handoyo, I., & Prasetyo, J. (1999b). Analisis karakteristik sistem sekunder untai uji termohidraulika reaktor termodifikasi. Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah PPNY-BATAN: Buku I (161–169).

Antariksawan, A. R., Tjiptono, T. W., Juarsa, M., & Syarip. (2006). Aplikasi program RELAP/SCDAPSIM/MOD3.4 untuk perhitungan termohidraulik reaktor kartini. Dalam Prosiding PPI-PDIPTN.

Antariksawan, A. R., Umar, E., Widodo, S., Juarsa, M., & Kusuma, M., (2017). TRIGA-2000 research reactor thermal-hydraulic analysis using RELAP/SCDAPSIM/MOD3.4. International Journal of Technology, 8(4), 698–708. https://doi.org/10.14716/ijtech.v8i4.9494

Antariksawan, A. R., Wahyono, P.I., & Taxwim. (2017). Steady state and LOCA analysis of Kartini reactor using RELAP5/SCDAP code: The role of passive system. Journal of Physics: Conference Series, 962, 12048.

Antariksawan, A. R., Widodo, S., & Tjahyono, H. (2017). Parametric study of LOCA in TRIGA-2000 using RELAP5/SCDAP CODE. Jurnal Teknologi Reaktor Nuklir Tri Dasa Mega, 19(2), 59. https://doi.org/10.17146/tdm.2017.19.2.3279

Auracher, H. (2003). Some remarks on the Nukiyama curve. JSME TED Newsletter, 41.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). A green economy for a net zero future: How Indonesia can build back better after covid-19 with low carbon development initiative (LCDI). https://lcdi-indonesia.id/wp-content/uploads/2021/10/GE-Report-English-8-Oct-lowres.pdf

Barre, F., & Bernard, M. (1990). The CATHARE code strategy and assessment. Nuclear Engineering and Design, 124(3), 257–284. https://doi.org/10.1016/0029-5493(90)90296-A

Basu, S., & Ginsberg, T. (1996). A reassessment of the potential for an alphamode containment failure and a review of the current understanding of broader fuel-coolant interaction issues: Second steam explosion review group workshop (NUREG-1524). U.S. Nuclear Regulatory Commission. ttps://www.osti.gov/biblio/319665%0Ahttps://www.osti.gov/servlets/purl/319665

Scroll to Top
×