Keanekaragaman Senyawa Bahan Alam dari Invertebrata Laut Indonesia dan Potensinya sebagai Bahan Baku Obat

Screenshot (156)

Categories

,

Published

December 13, 2023

HOW TO CITE

Masteria Yunovilsa Putra

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.924

Keywords:

indonesia, invertebrata laut, senyawa metabolit sekunder, bahan baku obat

Synopsis

Eksplorasi invertebrata laut sebagai sumber senyawa aktif baru meningkat pesat dalam 50 tahun terakhir, di mana spons yang paling banyak dieksplorasi. Spons laut yang berasal dari Indonesia berada pada peringkat kedua setelah Jepang sebagai penghasil senyawa baru yang menghasilkan aktivitas farmakologi, seperti antikanker, antimikrob, antiviral, antiinflamasi, dan antiparasit. Dari hasil riset mengenai spons, telah didapatkan beberapa molekul aktif yang di masa mendatang, bisa di jadikan untuk bahan baku obat. Salah satunya adalah leucettamol A (25) dan leucettamol B (26) yang mempunyai potensi sebagai analgesik dan antiinflamasi.

Selain spons, karang lunak dan tunikata merupakan dua kelompok invertebrata yang sangat menarik untuk diteliti dalam menghasilkan senyawa-senyawa aktif.  Dari hasil riset karang lunak didapatkan dua potensi senyawa yang potensial untuk dikembangkan menjadi obat, yaitu senyawa gorgosterol (17) dan sarcophytoxide (19). Senyawa gorgosterol (17), mempunyai potensi untuk pengobatan kolestasis atau batu empedu, yang menunjukkan aktivitas yang konsisten sebagai antagonis FXR. Senyawa sarcophytoxide (19), menunjukkan aktivitas sebagai antibakteri dan neuroproteksi.

Teripang merupakan biota laut yang banyak dikembangkan sebagai nutraseutikal atau suplemen makanan.  Beberapa ekstrak dan senyawa aktif dari teripang Indonesia menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, dan sitotoksik. Senyawa-senyawa aktif yang didapatkan dari spons dan karang lunak, seperti gorgosterol (17), sarcophytoxide (19), leucettamol A (25), dan leucettamol B (26) menunjukkan aktivitas farmakologis bisa dikembangkan menjadi obat. Untuk memperkuat justifikasi saintifikasi pengembangan, keempat senyawa aktif telah diisolasi dari spons dan karang lunak, tahapan selanjutnya adalah  perlunya memahami mechanisms of actions (MOA) dan structure activity relationship (SAR) dari kedua senyawa tersebut sehingga nantinya bisa dilanjutkan ke dalam tahap investigational new drugs (IND) dengan uji praklinis dan klinis.

Author Biography

Masteria Yunovilsa Putra, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Memperoleh gelar sarjana dari Jurusan Kimia di Universitas Andalas (2007), gelar magister sains di bidang bioteknologi kelautandari Marche Polytechnic University, Italia tahun 2008, dan gelar doktor bidang biologi kelautan dari Marche Polytechnic University, Italia tahun 2012.

Berbagai pelatihan nonformal yang terkait dengan bidang kompetensinya, seperti pascadoktoral di University of Florida pada tahun 2018, pascadoktoral di University of Oldenburg pada tahun 2016–2017. Kemudian mengikuti International Summer School on Natural Products (ISSNP) di University of Naples, Italia. Mengikuti Pelatihan Cara Uji Klinik Baik (CUKB) dari IASMED tahun 2020.

Memperoleh penghargaan Timmerman Award (2nd Winner) dari Perhimpunan Kimia Medisinal Indonesia (PERAKMI) tahun 2013, Presenter Terbaik pada Seminar Internasional ke-9 dari Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tahun 2017, 11 Terbaik Kategori The Future Leader Anugerah ASN 2021 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan menerima tanda penghargaan Satya Lancana Wira Karya tahun 2021 dari Presiden Republik Indonesia.

References

C., Wulandari, D. A., & Putra, M. Y. (2022). Study in Mass Spectrometry-based Metabolomics Approach and Cytotoxic Activity of Methanolic Extracts of Sea Cucumbers. AIP Conference Proceedings, 2563, 050002. https://doi.org/10.1063/5.0103213

Ardiansyah, A., Nugroho, A., Rasyid, A., & Putra, M. Y. (2021). Screening of Antioxidant and Anti-Acne Activities in 16 Sea Cucumber in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 695, 012048. https://doi.org/10.1088/1755-1315/695/1/012048

Casertano, M., Imperatore, C., Luciano, P., Aiello, A., Putra, M. Y., Gimmelli, R., Ruberti, G., & Menna, M. (2019). Chemical investigation of the indonesian tunicate Polycarpa aurata and evaluation of the effects against schistosoma mansoni of the novel alkaloids polyaurines A and B. Marine Drugs, 17(5), 278. https://doi.org/10.3390/md17050278

Chianese, G., Fattorusso, E., Putra, M. Y., Calcinai, B., Bavestrello, G., Moriello, A. S., Petrocellis, L. De, Marzo, V. Di, & Taglialatela-scafati, O. (2012). Leucettamols, Bifunctionalized Marine Sphingoids, Act as Modulators of TRPA1 and TRPM8 Channels. Marine Drugs, 19, 2435–2447. https://doi.org/10.3390/md10112435

Corley, D. G., Herb, R., Moore, R. E., & Scheuer, P. J. (1988). Laulimalides: New Potent Cytotoxic Macrolides from a Marine Sponge and a Nudibranch Predator. Journal of Organic Chemistry, 53(15), 3644–3646. https://doi.org/10.1021/jo00250a053

Donia, M. S., Wang, B., Dunbar, D. C., Desai, P. V., Patny, A., Avery, M., & Hamann, M. T. (2008). Mollamides B and C, cyclic hexapeptides from the indonesian tunicate Didemnum molle. Journal of Natural Products, 71(6), 941–945. https://doi.org/10.1021/np700718p

Engelbrecht, J. P., Tursch, B., & Djerassi, C. (1972). A new sterol from an alcyonarian. Steroids, 20(1), 121–126. https://doi.org/10.1016/0039-128X(72)90123-7

Esposito, R., Federico, S., Bertolino, M., Zupo, V., & Costantini, M. (2022). Marine Demospongiae: A Challenging Treasure of Bioactive Compounds. Marine Drugs, 20(4), 244. https://doi.org/10.3390/md20040244

Fattorusso, E., Luciano, P., Putra, M. Y., Taglialatela-scafati, O., Ianaro, A., Panza, E., Bavestrello, G., & Cerrano, C. (2011). Chloroscabrolides , chlorinated norcembranoids from the Indonesian soft coral Sinularia sp. Tetrahedron, 67(41), 7983–7988. https://doi.org/10.1016/j.tet.2011.08.024

Fernandez, R., Bayu, A., Hadi, T. A., Bueno, S., Perez, M., Cuevas, C., & Putra, M. Y. (2020). Unique Polyhalogenated Peptides from the Marine Sponge Ircinia sp,. Marine Drugs, 18, 396, https://doi.org/10.3390/md18080396.

Scroll to Top
×