Intoleransi dan Politik Identitas Kontemporer di Indonesia

Screenshot 2024-02-12 131204

Categories



Published

January 18, 2021

HOW TO CITE

Cahyo Pamungkas, Pusat Penelitian kewilayahan LIPI; Yogi Setya Permana, Pusat Penelitian Politik LIPI; Septi Satriani, Pusat Penelitian Politik LIPI; Saiful Hakam, Pusat Penelitian kewilayahan LIPI; Anggi Afriansyah, Pusat Penelitian Kependudukan LIPI; Amin Mundzakkir, Pusat Penelitian Kewilayahan; Sri Yanuarti, Pusat Penelitian Politik LIPI; Usman, Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya; Saiful Rohman, Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya; Ibnu Nadzir, Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya

DOI: https://doi.org/10.14203/press.308

Keywords:

intoleransi, Politik Identitas, Indonesia

Synopsis

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat dekat dengan keberagaman. Terdiri dari kurang lebih 1.300 suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, setiap suku tersebut memilki budaya, bahasa, dan cara hidup yang berbeda-beda, bahkan dapat juga menganut sistem kepercayaan atau agama tersendiri. Terbukti, dengan kekayaan perbedaan tersebut, Indonesia dapat berdiri sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Namun, sejak 2005 kita dihadapi pada fenomena baru, yakni meningkatnya kasus intoleransi dan radikalisme yang mengatasnamakan isu primordial, seperti agama dan etnis. Mudah saja jika kita mengasumsikan bahwa konflik semata terjadi karena kesalahpahaman antarkelompok semata, atau sebagai akibat dari kesenjangan ekonomi yang menimbulkan kecemburuan sosial. Padahal, yang sebenarnya terjadi tidak lah sesederhana itu. Buku bungai rampai ini akan menelusuri serta menguak kasus-kasus intoleransi dan radikalisme yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Data terkini yang telah dikumpulkan melalui observasi mendetail di lapangan serta wawancara eksklusif dengan narasumber yang kompeten akan dianalisis dengan metode ilmiah untuk menghasikan suatu temuan dan kesimpulan yang berkualitas. Dengan demikian, diharapkan buku bunga rampai ini dapat menjadi katalis bagi para pembacanya untuk dapat membangun kehidupan yang lebih positif dalam bingkai keindonesiaan di lingkungan masing-masing.

Chapters

  • PendahuluanIntoleransi dan Radikalisme dalam PertanyaanCahyo Pamungkas
  • Ulama-Dayah, Politik Lokal, dan Toleransi di AcehYogi Setya Permana
  • Narasi Agama dalam Pilkada Sumatera Utara 2018Septi Satriani
  • Banten: Di antara Toleransi dan IntoleransiSaiful Hakam
  • Rohis, Persemaian Intoleransi, Serta Ekosistem Pendidikan Yang Menegasikan Orientasi Humanistik: Kasus Sekolah Menengah Atas di DKI JakartaAnggi Afriansyah
  • Mobilisasi Islam dan politik di Jawa Barat: Sebelum dan sesudah rangkaian Aksi 212Amin Mundzakkir
  • Dinamika Intoleransi dan Toleransi di Jawa TengahSri Yanuarti
  • Potret Buram (In)toleransi di Yogyakarta dan Faktor-faktor PemicunyaUsman
  • Intoleransi dan Radikalisme di Jawa TimurStudi tentang Dinamika di NU dan Pembangunan Narasi Positif di Grassroot NUSaiful Rohman
  • Perda Syariah dan Perubahan Bentuk Intoleransi di Sulawesi SelatanIbnu Nadzir
  • Catatan Refleksi atas Intoleransi di IndonesiaYogi Setya Permana

Author Biographies

Cahyo Pamungkas, Pusat Penelitian kewilayahan LIPI

Peneliti Ahli Utama

Septi Satriani, Pusat Penelitian Politik LIPI

Peneliti

Saiful Hakam, Pusat Penelitian kewilayahan LIPI

Peneliti

Anggi Afriansyah, Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

Peneliti

Amin Mundzakkir, Pusat Penelitian Kewilayahan

Peneliti

Sri Yanuarti, Pusat Penelitian Politik LIPI

Peneliti

Usman, Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya

Peneliti

Saiful Rohman, Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya

Peneliti

Ibnu Nadzir, Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya

Peneliti

Scroll to Top
×