Inovasi Pengembangan Vaksin untuk Budidaya Ikan Air Tawar Berkelanjutan

Screenshot 2024-01-30 134055

Categories



Published

September 27, 2022

HOW TO CITE

Angela Mariana Lusiastuti

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.659

Keywords:

Vaksin, Pengembangan, Pencegahan, Penyakit Ikan Tawar

Synopsis

Munculnya penyakit pada budidaya ikan menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Infeksi Aeromonas sp. (penyakit merah) mengakibatkan kerugian 400 miliar rupiah per tahun. Infeksi parasit Ichthyophthyrius multifiliis (bintik putih) mengakibatkan kematian ikan 25% hingga 100% dalam waktu singkat, dengan kerugian 50 miliar rupiah per tahun. Serangan Streptococcus sp. pada ikan nila mengakibatkan kematian yang signifikan, yaitu 20%–50% dari total populasi dan menelan kerugian 15 miliar rupiah per tahun. Penyakit koi herpesvirus (KHV) sejak tahun 2002 mengakibatkan kerugian pada budidaya ikan mas dan koi lebih dari 50 miliar rupiah per tahun. Wabah ­Megalocytivirus pada ikan gurami dari tahun 2018 sampai sekarang mengakibatkan kematian 50%–100% pada benih dan induk ikan gurami dalam waktu singkat. Pencanangan Gerakan Vaksinasi Ikan (Gervikan) sejak tahun 2014 bertujuan untuk menyosialisasikan penggunaan vaksin yang aman, efektif, dan murah serta mendorong produsen obat untuk memproduksi vaksin ikan. Oleh sebab itu, inovasi pengembangan vaksin ikan dibutuhkan untuk pencegahan pe­nyakit sebagai kunci sukses di dalam budidaya ikan berkelanjutan.

Author Biography

Angela Mariana Lusiastuti, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Menamatkan Sekolah Dasar Santa Maria, tahun 1973, Sekolah Menengah Pertama Santa Agnes, tahun 1976, Sekolah Menengah Atas Frateran Surabaya, tahun 1980. Memperoleh gelar Dokter Hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya tahun 1986, gelar Magister Sains di bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor tahun 1994, dan gelar Doktor di bidang Sains Veteriner dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor tahun 2003. Mengikuti beberapa pelatihan yang terkait dengan bidang kompetensinya, antara lain: DAAD Sandwich Program di Justus Liebig University Gießen, Jerman (tahun 2003), DAAD Research and Training Stay di Hessisches Landeslabor Standort Gießen, Jerman (2011), Gill Health Symposium di Singapore (2018), dan Bactivac Network Workshop on Mucosal Vaccine for Tilapia di Vietnam (2019). Menghasilkan 196 karya tulis ilmiah (KTI), baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lain dalam bentuk buku, jurnal dan prosiding. Sebanyak 54 KTI ditulis dalam bahasa Inggris. Ikut serta dalam pembinaan kader ilmiah, yaitu sebagai pembimbing dan penguji mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 di Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Brawijaya Malang. Aktif dalam organisasi profesi ilmiah, yaitu sebagai anggota World Aquaculture Society (2018–2020), anggota Asian Fisheries Society (2018–2022), pengurus Himpunan Peneliti Indonesia (2020–2022), pengurus organisasi Masyarakat Iktiologi Indonesia (2018–2022), anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (1986–2022), dan pengurus organisasi Indonesian Network of Fish Health Management (2010–2022). Menerima tanda penghargaan Adi Bakti Mina Bahari dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI untuk Penelitian Terbaik Vaksin Ikan (tahun 2012, 2014, dan 2015), Satyalancana Karya Satya X Tahun (tahun 1997), XX Tahun (tahun 2007), dan XXX Tahun (tahun 2018) dari Presiden RI.

References

Kementerian Kelautan dan Perikanan. Laporan Tahunan 2017. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan; 2018.

Snieszko SF. The effects of environmental stress on outbreaks of infectious diseases of fishes. Journal of Fish Biology. 1974;6(2):197–208.

Lusiastuti AM, Gustiano R, Kristanto AH. Gambaran umum dan kebijakan penggunaan probiotik di Indonesia. Dalam: Kristanto AH, Wiadnyana NN, Gustiano R, Sunarno MTD, Widiati A, Lusiastuti AM, editor. Bunga Rampai Probiotik. Bogor: PT Penerbit IPB Press;2015:1–10.

Lusiastuti AM, Taukhid. Direktori Herbal. Bogor: PT Penerbit IPB Press; 2011:2.

Lusiastuti AM. Obat Ikan. Bogor: PT Penerbit IPB Press; 2017.

Lusiastuti AM, Taukhid, Maskur, Murwantoko, Prayitno SB, Sugiani D, Caruso D. 2020. Building and improving the capacity of fish and environmental health management strategy in Indonesia. Dalam: IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Vol 521, No. 1. IOP Publishing; 2020.

Bergmann SM, Lusiastuti AM, Zeng WW, Wang Y, Wang Q, Li Y, Leu M, Lorenzen-Schmidt FG, Avarre JC, Hwang J. Global warming and viral diseases – Tilapia Lake Virus (TiLV) on tilapia, common carp, crucian carp and rainbow trout – First results –Proceeding International Seminar Fish and Fisheries Science, 2021.

Assefa A, Abunna F. Maintenance of fish health in aquaculture: Review of epidemiological approaches for prevention and control of infectious disease of fish. Veterinary Medicine International. 2018; https://doi.org/10.1155/2018/5432497

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021 tentang tindakan tanggap darurat dan pengendalian penyakit ikan [Internet]. Kementerian Kelautan dan Perikanan; 2021 [diakses 30 Mei 2021]. Diunduh dari http://jdih.kkp.go.id/peraturan/7b135-permen-kp-13-tahun-2021.pdf

Ma J, Bruce TJ, Jones EM, Cain KD. A Review of fish vaccine development strategies: conventional method and modern biotechnological approach. Microorganisms. 2019; 7(11): 569.

Lusiastuti AM, Taukhid. Prospek Vaksin Polivalen Untuk Pencegahan Penyakit Potensial Pada Perikanan Budidaya. Media Akuakultur. 2009;4(1):67–72.

Barnes A, Silajeva O, Landos M, Dong HT, Lusiastuti AM, Phuoc LH, Delamare-Deboutteville J. 2021. Can Norway’s successful reduction of antibiotic use in aquaculture through vaccination be replicated in developing countries? A case for locally produced autogenous vaccines. Reviews in Aquaculture 2021; DOI: 10.1111/raq.12633

Kurath G, Garver KA, Corbeil S, Elliot DG, Anderson ED, LaPatra SE. Protective immunity and lack histopathological damage two years after DNA vaccination against infectious haematopoietic necrosis virus in trout. Vaccine. 2006; 24:345–354.

Sepulveda D, Lorenzen N. Can VHS virus bypass the protective immunity induced by DNA vaccination in rainbow trout? PLoS One. 2016; 11(4):e0153306.

Von Gersdorff Jorgensen L, Sigh J, Kania PW, Holten-Andersen L, Buchmann K, Clark T, Rasmussen JS, Einer-Jensen K, Lorenzen N. Approaches toward DNA vaccinations against a skin ciliate parasite in fish. PLoS One. 2012;7(11):e48129.

Lorenzen N, and LaPatra SE. DNA vaccines and aquacultured fish. Review Science and Technology. 2005;24(1):201–213.

Nuryati S, Maswan NA, Alimuddin, Sukenda, Sumantadinata K, Pasaribu FH, Soejoedono RD, Santika A. Haematology of common carp following DNA vaccination and koi herpesvirus challenge test. Jurnal Akuakultur Indonesia. 2010;9(1):9–15.

Pasnik DJ, Smith SA. Immunogenic and protective effects of a DNA vaccine for Mycobacterium marinum in fish. Veterinary Immunology and Immunopathology. 2005;103:195–206.

King WL, Siboni N, Kahlke T, Green TJ, Labbate M, Seymour JR. A New high throughput sequencing assay fro characterization the diversity of natural Vibrio communities and its application to a Pasific oyster mortality event. Frontiers in Microbiology. 2019;10:2907. doi: 10.3389/fmicb.2019.02907.

Embregts CWE, Rigaudeau D, Tacchi L, Pijlman GP, Kampers L, Vesely T. Vaccination of carp against SVCV with an oral DNA vaccine or an insect cells-based subunit vaccine. Fish and Shellfish Immunology. 2019;85:66–77.

Monsang SJ, Acharya A, Idrish Raja Khan Md, Kamilya D. In vitro effects of Asparagus racemosus ethanolic root extract on cellular immune response and immune-related gene expression of Labeo rohita (Hamilton, 1822) leucocytes and anti-Aeromonas hydrophila activity. Aquaculture Research. 2021;52(10):4724–4734

Pardi N, Hogan MJ, Porter FW, Weissman D. mRNA vaccines—A new era in vaccinology. Nature Review Drug Discovery. 2018;17(4):261–279

Pantjara B, Lusiastuti AM, Kristanto AH, Taukhid, Prihadi TH. Industri vaksin mendukung budidaya catfish di Indonesia. Dalam: Pantjara B, Gustiano R, Kristanto AH, Lusiastuti AM, editor. Bunga Rampai Penyakit Catfish: Prospek budidaya, permasalahan, dan pengendaliannya. Bogor: PT Penerbit IPB Press; 2020:129–141.

Liao IC, Chao N, Leano EM. Biosecurity in shrimp aquaculture in Progress of Shrimp and Prawn Aquaculture in the World. National Taiwan Ocean University 2016. 444 hal

Lusiastuti AM, Taukhid, Anggi I, Caruso D. Dry green leaves of Indian Almond (Terminalia catappa) to prevent Streptococcal infection in Juveniles of the Nile Tilapia (Oreochromis niloticus). Bulletin of the European Association of Fish Pathologist. 2017;37(3):119–125.

Taukhid, Purwaningsih U, Sumiati T, Lusiastuti AM. Vaksinasi untuk mencegah penyakit bakterial pada ikan nila. Dalam: Yulianti, Nuryadi, Sumarwan NA, Nastiti DM, editor. Bunga Rampai Ikan Nila Best. Bogor: PT Penerbit IPB Press; 2016:87–108.

Sugiani D, Sukenda, Harris E, Lusiastuti AM. Vaksin ikan tilapia (Oreochromis niloticus) menggunakan vaksin monovalen dan bivalen untuk pencegahan penyakit Motile Aeromonas Septicemia dan Streptococcosis. Jurnal Riset Akuakultur. 2013;8(2):229–239.

Reynalta R, Yuhana M, Lusiastuti AM. Efektivitas vaksin bacterial Streptococcus agalactiae dengan penyalut berbeda terhadap peningkatan kinerja imunitas ikan nila Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758). Jurnal Iktiologi Indonesia. 2018;19(2):205–215.

Andriyanto S, Aryati Y, Sumiati T, Lusiastuti AM, Nurhidayat, Kurniawan, Kuswatun R, Nuraeni N. The Potential Roles of Gut Microbiota in Modulating the Immune Response of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Vaccinated with Aeromonas hydrophila. Hayati Journal of Biosiences 2021; Vol XX NoX DOI: 10.4308/hjb.XX. in press.

Sugiani D, Taukhid, Purwaningsih U, Lusiastuti AM. Vaksin kering beku sel utuh bakteri Aeromonas hydrophila untuk pencegahan penyakit Motile Aeromonas Septicemia pada ikan lele, nila dan gurami. Jurnal Riset Akuakultur. 2018;13(2):159–167.

Gardenia L, Koesharyani I, Mufidah T. Immunogenicity assestment for determination of the most potential isolates of Koi Herpesvirus. Indonesian Aquaculture Journal. 2015; 10(2):155–162.

Lusiastuti AM, Novita H, Gardenia L, Taukhid, Bergmann HSM. 2020. Combination vaccines against Koi Herpesvirus and Aeromonas hydrophila coinfections in Koi and Common Carp. Indonesian Aquaculture Journal. 2020;15(2):93–102.

Gardenia L, Lusiastuti AM, Koesharyani T, Novita H, Sumiati T. Vaksin Koi Herpes Virus. Paten Indonesia No. IDP000052190. 2018 Agustus 2.

Purwaningsih U, Taukhid, Lusiastuti AM, Sugiani D, Sumiati T. Sediaan vaksin Mycobacterium fortuitum isolat lokal yang efektif untuk pencegahan penyakit Mycobacteriosis pada ikan gurami, Osphronemus gourami. Jurnal Riset Akuakultur. 2015;10(3): 423–433

Purwaningsih U, Indrawati A, Lusiastuti AM. Proteksi vaksin monovalen dan koktail sel utuh terhadap ko-infeksi Mycobacterium fortuitum dan Aeromonas hydrophila pada ikan gurame, Osphronemus gouramy. Jurnal Riset Akuakultur. 2014;9(2): 283–294.

Purwaningsih U, Indrawati A, Lusiastuti AM. Patogenesis ko-infeksi penyakit fish tuberculosis dan Motile Aeromonads Septicemia pada ikan gurame (Osphronemus gouramy). Jurnal Riset Akuakultur 2015;10(1):99–107.

Fatimah S, Indrawati A, Lusiastuti AM. Toksisitas dan imunogenisitas produk ekstraseluler Mycobacterium fortuitum pada ikan gurame Osphronemus guramy. Jurnal Riset Akuakultur 2015;10(2):231–241.

Agriandini M, Sukenda, Widanarni, Lusiastuti AM. Fate and tissue distribution of Mycobacterium fortuitum through immersion challenge as a model of natural infection in Osphronemus goramy. Aquaculture International 2021. doi: 10.1007/s10499-021-00729-y.

Purwaningsih U, Lusiastuti AM, Sugiani D, Aryati Y. Uji multilokasi vaksin Mycofortyvac Mycobacterium fortuitum untuk pencegahan penyakit mycobacteriosis pada budidaya ikan gurami (Osphronemus gourami). Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Surabaya: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan; 2016:803–811.

Purwaningsih U, Lusiastuti AM, Sugiani D, Aryati Y. Penerapan skala lapang teknologi vaksinasi pada budidaya ikan gurami (Osphronemus gouramy) melalui penggunaan vaksin Mycobacterium fortuitum untuk pencegahan penyakit Mycobacteriosis. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan; 2015: 541–550.

Sugiani D, Purwaningsih U, Lusiastuti AM, Taukhid, Mufidah T, Aryati Y. Vaksin bivalen kombinasi Mycobacterium fortuitum dan Aeromonas hydrophila dan proses pembuatannya. Paten Indonesia No. IDP000071864. 2020 Oktober 01.

Lusiastuti AM, Supriyadi H, Purwaningsih U, Wadidy E. Studi patologi anatomi penyakit streptococcosis pada ikan nila dan gurame. Prosiding Seminar Nasional Tahun V Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan Jurusan Perikanan dan Kelautan UGM. Yogyakarta: UGM; 2008.

Lusiastuti AM, Gardenia L, Mufidah T, Aryati Y. First report of Streptococcus agalactiae of tilapia (Oreochromis niloticus) from Cirata reservoir of West Java. Indonesian Aquaculture Journal 2009;4(1):47–51.

Lusiastuti AM, Sugiani D, Mufidah T, Andriyanto S. Penyakit infeksi potensial pada ikan nila. Dalam: Yulianti, Nuryadi, Sumarwan NA, Nastiti DM, editor. Bunga Rampai Ikan Nila BEST. Bogor: PT Penerbit IPB Press; 2016:63–86.

Suhermanto A, Sukenda, M Zairin Jr, Lusiastuti AM, Nuryati S. 2019. Characterization of Streptococcus agalactiae bacterium isolated from tilapia (Oreochromis niloticus) culture in Indonesia. AACL Bioflux 2019;12(3):756–766.

Hardi EH, Saptiani G, Lusiastuti AM. 2014. Characterization of extracellular proteins produced by Aeromonas hydrophila cultured at different conditions. Proceedings of International Conference of Aquaculture Indonesia (ICAI), Bandung: Indonesian Aquaculture Society; 2014:80–85.

Lusiastuti AM, Taukhid, Kusrini E, Hadie W. 2009. Sequence analysis of Streptococcus agalactiae: A pathogen causing streptococcus in tilapia (Oreochromis niloticus). Indonesian Aquaculture Journal. 2009;4(2):87–92.

Lusiastuti AM, Hardi EH, Sukenda, Taukhid. Potensi uji postulat Koch terhadap tingkat keganasan Streptococcus agalactiae. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010 Buku 2. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya; 2010:917–920.

Lusiastuti AM, Soraya SD, Wahyudi A. Tingkat Resistensi Antibiotika dan Virulensi Klinis Streptococcus iniae dan Streptococcus agalactiae Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Prosiding Seminar Nasional Perikanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta: UGM; 2009.

Lusiastuti AM, Purwaningsih U, Hadie W. Potensi imunogenik sel utuh (whole cell) Streptococcus agalactiae yang diinaktivasi dengan formalin untuk pencegahan penyakit Streptococcosis pada ikan nila, Oreochromis niloticus. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010 Buku 2. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya; 2010:891–900.

Lusiastuti AM, Textor M, Seeger H, Akineden O, Zschock The occurrence of Streptococcus agalactiae sequence type 261 from fish disease outbreaks of tilapia Oreochromis niloticus in Indonesia. Aquaculture Research. 2014;45(7):1260–1263.

Lusiastuti AM, Seeger H, Indrawati A, Zschoek M. The comparison of Streptococcus agalactiae isolated from fish and bovine using multilocus sequence typing. Hayati Journal of Biosciences. 2013;20(4):157–162.

Lusiastuti AM, Seeger H, Sugiani D, Mufidah T, Novita H. Deteksi polimorphisme dengan substitusi nukleotida tunggal pada Streptococcus agalactiae isolat lokal Indonesia. Media Akuakultur. 2015;10(2):91–95.

Kayansamruaj P, Pirarat N, Hirono I, Rodkhum C. Increasing temperature induces pathogenicity of Streptococcus agalactiae and the up-regulation of inflammatory related genes in infected nile tilapia (Oreochromis niloticus). Veterinary Microbiology 2014;172(1-2):265–271.

Sugiani D, Sukenda, Harris E, Lusiastuti AM. Pengaruh ko-infeksi bakteri Streptococcus agalactiae dengan Aeromonas hydrophila terhadap gambaran hematologi dan histopatologi ikan tilapia (Oreochromis niloticus). Jurnal Riset Akuakultur 2012;7(1):85–91.

Sugiani D, Lusiastuti AM. Kerentanan Ikan Tilapia (Oreochromis niloticus) terhadap serangan Ko-Infeksi Streptococcosis dan MAS. Prosiding Seminar Tahunan VIII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2011.

Lusiastuti AM, Purwaningsih U, Sumiati T. Isolasi bakteriofaga terhadap Streptococcus agalactiae dari ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Riset Akuakultur. 2016;5(2):237–243.

Lusiastuti AM. Terapi bakteriofaga: bisakah sebagai alternatif pengganti antibiotika pada akuakultur? Media Akuakultur. 2008;3(2):161–165.

Taukhid, Lusiastuti AM, Sumiati T, Sugiani D, Purwaningsih U. Pengembangan vaksin bivalen untuk pencegahan penyakit Motile Aeromonad Septicemia dan Streptococcosis pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Prosiding Seminar hasil Penelitian Terbaik. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan; 2014:1–18.

Sukenda S, Suhermanto A, Lusiastuti AM. Virulence gene profiling and pathogenicity of Streptococcus agalactiae isolated from tilapia (Oreochromis niloticus) farms in Indonesia. Indonesia Aquaculture Journal. 2021;16(2):119–125.

Sukenda, Sumiati T, Nuryati S, Lusiastuti AM, Hidayatullah D. Specific immune response kinetics and mortality patterns of tilapia Oreochromis niloticus on post-cocktail vaccination period against the infection of Aeromonas hydrophila and Streptococcus agalactiae. Omni-Akuatika. 2017;13(2):6–15.

Taukhid, Lusiastuti AM, Sugiani D, Sumiati T, Purwaningsih U. Vaksin anti Streptococcus agalactiae untuk ikan nila. Paten Indonesia No. IDP000049427. 2018 Februari 14.

Sumiati T, Sugiani D, Lusiastuti AM, Taukhid, Purwaningsih U. Vaksin kombinasi Aeromonas hydrophila-Streptococcus agalactiae untuk ikan nila (Oreochromis niloticus) dan proses pembuatannya. Paten Indonesia No. IDP000065965. 2019 Desember 31.

Suhermanto A, Sukenda, M. Zairin Jr, Lusiastuti AM, Nuryati S. Vaksin anti Streptococcus agalactiae dan proses pembuatannya. No. Pendaftaran Paten P00202001505. 2020 Februari.

Lusiastuti AM, Sumiati T, Hadie W, Sularto, Taukhid. Studi kasus super infeksi aeromoniasis terhadap edwardsiellosis pada benih patin di kabupaten Subang, Jawa Barat. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya; 2012:765–771.

Lusiastuti AM, Hadie W, Sularto. Studi kasus aeromoniasis: potensi frekuensi infeksi kontak langsung patogen Aeromonas hydrophila terhadap benih ikan patin. Prosiding Seminar Nasional Perikanan Indonesia; 2010.

Purwaningsih U, Sukenda S, Lusiastuti AM, Alimuddin A, Widanarni W, Nuryati S. The phenotypic, genotypic and pathogenicity comparison of Edwardsiella ictaluri Indonesian local isolates causing enteric septicemia of catfish. Aquaculture Research. 2022;53(10):3608–3625. doi: 10.1111/are.15865.

Kurniawan K, Gustiano R, Kusmini I, Prakoso VA. Genetic resources preservation and utilization of Indonesian native freshwater fish consumption. Ecology, Environment and Conservation. 2021;27(1):227–233.

Scroll to Top
×