Implementasi Model Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam Pengendalian Vektor Demam Dengue pada Masyarakat Heterogen

submission_451_445_coverImage_en_US_t

Series



Categories



Published

June 14, 2022

HOW TO CITE

Muhammad Rasyid Ridha, Badan Riset dan Inovasi Nasional; Liestiana Indriyati, Kemenkes RI; Juhairiyah, Badan Riset dan Inovasi Nasional; Budi Hairani, Kemenkes RI; Jusniar Ariati, Kemenkes RI; Harninda Kusumaningtyas, Kemenkes RI

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.451

Keywords:

Demam Berdarah Dengue, Nyamuk, Jumantik, Demam Dengue, Pencegahan, Masyarakat Heterogen

Synopsis

Juru pemantau jentik (jumantik) adalah orang yang melakukan pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk, khususnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jumantik berperan memantau keberadaan nyamuk di tempat penampungan air, mengecek kolam ikan, serta memastikan ruangan kosong bebas jentik. Buku ini merupakan model implementasi dalam upaya menurunkan kejadian demam dengue (DD) dengan melibatkan partisipasi jumantik dan masyarakat, khususnya masyarakat dengan karakteristik heterogen. Dalam buku ini selain mengulas epidemiologi DD, baik dari aspek virus dan gejalanya maupun mekanisme penularannya, juga membahas model implementasi jumantik sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam upaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Buku ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat umum dan menjadi referensi ilmiah bagi peneliti dan akademisi, tetapi juga bisa dijadikan bahan acuan pengambilan kebijakan kesehatan dalam upaya pengendalian dengue dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Selamat membaca!

Author Biographies

Muhammad Rasyid Ridha, Badan Riset dan Inovasi Nasional
Peneliti Ahli Muda di Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional ini menyelesaikan Magister Parasitologi dan Entomologi Kesehatan di Institut Pertanian Bogor Tahun 2014. Beberapa penelitian telah dilakukannya pada bidang demam berdarah dengue dan malaria. Ia juga kontributor penulis dalam buku Kajian Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan Tahun 2013: Kajian Upaya Kesehatan Ibu dan Anak pada Daerah Bermasalah Kesehatan Katagori Daerah Miskin Dengan Rasio Bidan Kurang. Ia juga aktif menulis publikasi ilmiah di berbagai macam jurnal, beberapa Publikasi Ilmiah yang telah ditulis diantaranya Perilaku Menghisap Darah dan Perkiraan Umur Populasi di Alam Nyamuk Potensial Vektor Filariasis di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah; Biodiversity of mosquitoes and Mansonia uniformis as a potential vector of Wuchereria bancrofti in Hulu Sungai Utara District, South Kalimantan, Indonesia; Dengue vector surveillance (Aedes albopictus) with ovitrap and attractants from imperata immersion (Imperata cylindrica); Penggunaan Insektisida Program dan Rumah Tangga dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Aedes aegypti di Kalimantan Utara; Spatial analysis of malaria in Kotabaru, South Kalimantan, Indonesia: an evaluation to guide elimination strategies; Efektifitas Campuran Rendaman Jerami (Oryza sativa L) dan Temefos Sebagai Atraktan Terhadap Lethal Ovitrap Aedes aegypti; Efektivitas Air Rendaman Jerami Alang-Alang (Imperata cylindrica) sebagai Atraktan terhadap Jumlah Telur Aedes aegypti; Implementasi Kebijakan Eliminasi Filariasis di Kabupaten Kotawaringin Barat. E-mail: ridho.litbang@gmail.com

Liestiana Indriyati, Kemenkes RI
Peneliti Ahli Pertama dengan Kepakaran Kesehatan Lingkungan di Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Badan Litbangkes Kemenkes RI. Menyelesaikan Pendidikan Magister Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Universitas Lambung Mangkurat Tahun 2018. Beberapa penelitian telah dilakukan pada bidang Kecacingan dan Malaria. Beberapa publikasi ilmiah yang telah ia tulis diantarannya “Evaluasi Keberhasilan Program Pemberian Obat Cacing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di SDN Pagatan I Kecamatan kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu”; “Kerugian Finansial Akibat Kecacingan: studi di Kabupaten Nunukan”; “Kerugian ekonomi penambang intan akibat Hookworm”; “Tempat perkembangbiakan Spesifik Anopheles sp di Tambang Emas Kura-Kura Banian (Perubahan Perilaku Anopheles sp)”; “Aplikasi IJEN (Infeksi Jamur Entomopatogen pada Nyamuk): (Jamur Metarhizium anisopliae pada Nyamuk Aedes aegypti”. E-mail: lis_alla@yahoo.com

Liestiana Indriyati, Kemenkes RI
Peneliti Ahli Pertama dengan kepakaran Kebijakan dan Manajemen Kesehatan di Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional ini menyelesaikan Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Lambung Mangkurat Tahun 2008. Beberapa penelitian telah dilakukan dalam Bidang Filariasis. Selain itu ia juga telah menulis beberapa Publikasi Ilmiah diantaranya Ascariasis di Kalimantan Selatan, Kajian Pelaksanaan Kebijakan Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Tanah Bumbu, Prevalensi Infeksi Cacing pada Murid Sekolah Dasar Negeri 1 Harapan Maju Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu, Periodesitas Non Periodik Brugia Malayi di Kabupaten Tabalong, Keanekaragaman Jenis dan Perilaku Nyamuk pada Daerah Endemis Filariasis di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, Evaluasi Program Pemberian Obat Pencegah Massal (POPM) Filariasis Tahun Ke 3 Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kepatuhan Masyarakat Minum Obat Pencegah Massal Filariasis (Kaki Gajah) Desa Bilas Kabupaten Tabalong, Kebijakan Pengendalian Filariasis di Kabupaten Tabalong Berdasarkan Prevalensi dan Perkiraan Umur Relatif Nyamuk di Alam, Gambaran Kasus Stunting pada 10 Desa di Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2018, Implementasi Kebijakan Eliminasi Filariasis di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kontaminasi Telur dan Larva Cacing Usus pada Tanah di Desa Juku Eja Kabupaten Tanah Bumbu, Spatial analysis of malaria in Kotabaru, South Kalimantan, Indonesia: an evaluation to guide elimination strategies, Prevalensi dan Kepadatan Mikrofilaria pada Desa Non-Endemis Pasca Pengobatan Massal Tahun Keempat di Kabupaten Tanah Bumbu, Penggunaan Insektisida Program dan Rumah Tangga dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Aedes aegypti di Kalimantan Utara. E-mail: ju2_juju@yahoo.com

Budi Hairani, Kemenkes RI
Peneliti Ahli Pertama dengan Kepakaran Biologi Lingkungan di Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Badan Litbangkes Kemenkes RI. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Biologi di Universitas Lambung Mangkurat Tahun 2006. Beberapa penelitian telah dilakukan pada bidang distribusi parasit pencernaan dan Fasciolopsis buski. Beberapa publikasi ilmiah yang telah ia tulis diantarannya Efektivitas Air Rendaman Jerami Alang-Alang (Imperata cylindrica) sebagai Atraktan terhadap Jumlah Telur Aedes aegypti, Konfirmasi keberadaan Fasciola gigantica dan Hospes Perantara Di Lingkungan Pemukiman Ekosistem Rawa Kabupaten Hulu Sungai Utara, Intensitas Infeksi Trichuris trichiura Pada Siswa SDN I Manurung Di Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Identifikasi Serkaria Fasciolopsis buski dengan PCR untuk Konfirmasi Hospes Perantara di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Indonesia. E-mail: budihaira@gmail.com

Jusniar Ariati, Kemenkes RI
Peneliti Ahli Madya dengan Kepakaran Biologi Lingkungan di Pusat Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes Kemenkes RI ini menyelesaikan Pendidikan Sarjana Biologi di Universitas Nasional Tahun 1994 dan Magister Jurusan Entomologi Kesehatan Institut Pertanian Bogor Tahun 2002. Beberapa penelitian telah ia lakukan di bidang kevektoran, khususnya penyakit Demam Berdarah Dengue, Malaria dan Filariasis. Ia aktif menulis publikasi ilmiah diantaranya Pemetaan Resistensi Insektisida Golongan Organophospat dan Pirotroid di Indonesia. E-mail: yusniarariati@yahoo.com

Jusniar Ariati, Kemenkes RI
Statistisi Ahli Pertama di Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Badan Litbangkes Kemenkes RI. Menyelesaikan Pendi­dikan Sarjana Statistika di Universitas Islam Indonesia Tahun 2017. Ia aktif menjadi tim penelitian di Balai Litbangkes Tanah Bumbu. Ia juga menjadi kontributor penulis Publikasi Ilmiah “Pengetahuan, sikap, dan perilaku pekerja hutan terhadap malaria di Desa Miing Kabupaten Tanah Bumbu”, “Discovery of Malaria Cases on Forest Workers In Public Health Center, Teluk Kepayang, Tanah Bumbu, South Kalimantan”, “Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kasus cacingan anak sekolah dasar di Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan”, “Detection DNA Brugia Malayi Post Transmission Assessment Survey in North Hulu, Sungai District, South Kalimantan Province, Indonesia”, “Biodiversity of mosquitoes and Mansonia uniformis as a potential vector of Wuchereria bancrofti in Hulu Sungai Utara District, South Kalimantan, Indonesia”, “Detecting Brugia Malayi in Lymphatic Filariasis Mosquito Vector in North Hulu Sungai District, South Kalimantan, Indonesia”. E-mail: harnindaa@gmail.com.

References

Adnyana, N. W. D. (2011). Beberapa aspek bionomik Anopheles sp di Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Media Litbang kesehatan, 21(2), 62–70.

Ahmad, I., Astari, S., Rahayu, R., & Hariani, N. (2009). Status kerentanan Aedes aegypti (diptera: Culicidae) pada tahun 2006–2007 terhadap malation di Bandung, Jakarta, Surabaya, Palembang dan Palu. Biosfera, 26(2), 85–89.

Ahammad, F., Tengku Abd Rashid, T. R., Mohamed, M., Tanbin, S., & Ahmad Fuad, F. A. (2019). Contemporary strategies and current trends in designing antiviral drugs against dengue fever via targeting host-based approaches. Microorganisms, 7(9), 296.

Aini, R., Widiastuti, R., & Nadhifa, N. A. (2016). Uji efektivitas formula spray dari minyak atsiri herba kemangi (Ocimum sanctum L) sebagai repelent nyamuk Aedes aegypti’. Jurnal Ilmiah Manuntung, 2(2), 189–197.

Arsin, A. (2013). Epidemiologi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Diedit oleh A. Sade. Masagena Press.

Aryati & Wardhani, P. (2010). Profil Virus Dengue di Surabaya Tahun 2008-2009. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 17(1), 21–24.

Astrid, S. (2003). Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Grafindo Persada.

Åström, C., Rocklöv, J., Hales, S., Béguin, A., Louis, V., & Sauerborn, R. (2012). Potential distribution of dengue fever under scenarios of climate change and economic development. Ecohealth, 9(4), 448–454.

Ayukekbong, J.A., Oyero, O.G., Nnukwu, S.E., Mesumbe, H.N., & Fobisong, C.N.. (2017). Value of routine dengue diagnosis in endemic countries., World journal of virology, 6(1), 9.

Baba, M., Jandouwe Villinger, J., & Masiga, D.K. (2016). Repetitive dengue outbreaks in East Africa: a proposed phased mitigation aroach may reduce its impact. Reviews in Medical Virology, 26(3), 183–196.

Bharadwaj, S., Lee, K. E., Dwivedi, V.D., Yadava, U., Panwar, A., Lucas, S.J., Pandey, A., & Kang, S.G.. (2019). Discovery of Ganoderma lucidum triterpenoids as potential inhibitors against Dengue virus NS2B-NS3 protease. Scientific Reports, 9(1), 1–12.

Bintarto, R. (1983). Interaksi desa-kota dan permasalahannya. Ghalia Indonesia.

Bishop, C., Rhys Parry, R., & Asgari, S. (2019). Effect of Wolbachia wAlbB on a positive-sense RNA negev-like virus: a novel virus persistently infecting Aedes albopictus mosquitoes and cells. The Journal of General Virology, 17(December).

Boesri, H. (2011). Biologi dan peranan Aedes albopictus (Skuse) 1894 sebagai penular penyakit. Aspirator, 3(2), 117–125.

Boesri, H.B., Heriyanto, B., Susanti, L., & Handayani, S.W. (2015). Uji repelan (daya tolak) beberapa ekstrak tumbuhan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti vektor demam berdarah Dengue. Vektora, 7(2), 79–84.

Brady, O.J., Johansson, M.A., Guerra, C.A., Bhatt, S., Golding, N., Pigott, D.M., Delatte, H., Grech, M.G., Leisnham, P.T., Maciel-de-Freitas, R., Styer, L.M., Smith, D.L., Scott, T.W., Gething, P.W., & Hay, S.I. (2013). Modelling adult Aedes aegypti and Aedes albopictus survival at different temperatures in laboratory and field settings. Parasites & Vectors, 6(1), 1–12.

Brady, O.J., Golding, N., Pigott, D.M., Kraemer, M.U.G., Messina, J.P., Reiner Jr, R.C., Scott, T.W., Smith, D.L., Gething, P.W., & Hay, S.I. (2014). Global temperature constraints on Aedes aegypti and Ae. albopictus persistence and competence for dengue virus transmission. Parasites & Vectors, 7(1), 1–17.

Brady, O.J., Kharisma, D.D., Wilastonegoro, N.N., O’Reilly, K.M., Hendrickx, E., Bastos, L.S., Yakob, L., & Shepard, D.S.. (2020). The potential cost-effectiveness of controlling dengue in Indonesia using wMel Wolbachia released at scale: a modelling study. BMC Medicine, 18(186), 1–12.

Campbell, L.P., Luther, L., Moo-Llanes, D., Ramsey, J.M., Danis-Lozano, R., & Peterson, A.T. (2015). Climate change influences on global distributions of dengue and chikungunya virus vectors. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 370(1665), 1–9.

Carrington, L.B., Armijos, M.V., Lambrechts, L., Barker, C.M., &. Scott, T.W. (2013). Effects of fluctuating daily temperatures at critical thermal extremes on Aedes aegypti life-history traits. PloS one, 8(3), p. e58824.

Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Life cycle of Aedes aegypti and Ae. albopictus Mosquitoes.

Chakraborty, S., Bhattacharya, S., & Bhattacharya, S. (2008). Control of mosquitoes by the use of fish in Asia with special reference to India: retrospects and prospects (Pengendalian nyamuk dengan penggunaan lkan di Asia dengan rujukan khusus ke India: tinjauan masa lalu dan masa depan). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 15(3), 147–156.

Chandrashekhar, C., Balaji, K., Vasudev, P.H., Panachiyil, G.M., & Babu, T. (2019). Estimation of serum neopterin level as an early marker for detecting severe dengue infection. International Journal of Pediatrics and Adolescent Medicine, 6(4), 151–154.

Chelvam, R. & Pinatih, I. G. N. I. (2017). Gambaran perilaku masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN DBD) dan kemampuan mengamati jentik di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II. DOAJ (Directory of open access journals), 8(3), 164.

Cholil, M. (1994). Sosiologi masyarakat kota dan desa. Usaha Nasional.

da Costa, C.F., dos Passos, R.A., Lima, J.B.P., Roque, R.A., de Souza Sampaio, V., Campolina, T.B., Secundino, N.F.C., & Pimenta, P.F.P. (2017). Transovarial transmission of DENV in Aedes aegypti in the Amazon basin: a local model of xenomonitoring. Parasites & Vectors, 10(1), 249.

Cucunawangsih & Lugito, N. P. H. (2017). Trends of dengue disease epidemiology. Virology: Research and Treatment, 8, 1178122–17695836.

D’iaz-Quijano, F. A. & Waldman, E. A. (2012). Factors associated with dengue mortality in Latin America and the Caribbean, 1995–2009: an ecological study. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 86(2), 328.

Delatte, H., Gimonneau, G., Triboire, A., & Fontenille, D. (2009). Influence of temperature on immature development, survival, longevity, fecundity, and gonotrophic cycles of Aedes albopictus, vector of chikungunya and dengue in the Indian Ocean. Journal of medical entomology, 46(1), 33–41.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. (2013). Pedoman pengendalian demam berdarah dengue di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Ditjen P2P Kemenkes. (2004). Petunjuk pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN DBD) oleh juru pemantau jentik (Jumantik). Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.

Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes. (2016). Petujuk teknis implementasi PSN 3M Plus dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ebi, K. L. and Nealon, J. (2016). Dengue in a changing climate. Environmental Research, 151, 115–123. http://dx.doi.org/10.1016/j.envres.2016.07.026.

Fakhriadi, R., Yulidasari, F., & Setyaningrum, R. (2015). Faktor risiko penyakit demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung Kota Banjarbaru (Tinjauan terhadap faktor manusia, lingkungan, dan keberadaan jentik). Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), 8.

Farjana, T., & Tuno, N. (2013). Multiple blood feeding and host-seeking behavior in Aedes aegypti and Aedes albopictus (Diptera: Culicidae). Journal of medical entomology, 50(4), 838–846.

Firmansyah, M. A., Werdiningsih, I., & Purwanto, P. (2015). Perbedaan daya makan ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia), ikan wader bintik dua (Puntius binotatus), dan ikan kepala timah (Aplocheilus panchax) sebagai predator jentik nyamuk Aedes sp. SANITASI: Jurnal Kesehatan dan Lingkungan, 6(4), 151–156.

Fischer, D., Thomas, S. M., Neteler, M., Tjaden, N. B., & Beierkuhnlein, C. (2014) Climatic suitability of Aedes albopictus in Europe referring to climate change projections: comparison of mechanistic and correlative niche modelling aroaches. Eurosurveillance, 19(6), 20696.

Ghozali, A. L., Prakoso, M. I., & Muin, A. A. (2017). Penerapan sistem pakar diagnosa demam berdarah dengue menggunakan certainy factors methods. INSYPRO, 2(2), 1–6.

Ghweil, A. A., Osman, H. A., Khodeary, A., Okasha, A., & Hassan, M. H. (2019). Relative frequency of acute pancreatitis from dengue outbreaks as a late complication, in Egypt. Virus Diseases, 30(4), 498–503.

Gogireddy, R. R., Kumar, V., Ranjit, S., Natraj, R., Venkatachalapathy, P., Jayakumar, I., & Margabandhu, S. (2019). Thrombotic thrombocytopenic purpura in a 2.5-year-old boy with dengue infection: a rare complication. Paediatrics International Child Health, 31(December), 1–4.

Guzman, M. G., Gubler, D. J., Izquierdo, A., Martinez, E., & Halstead, S. B. (2016) Dengue infection. Nature reviews Disease primers, 2(1), 1–25.

Hadinegoro, S. R. S., Kadim, M. and Devaera, Y. (2012). Update management of infectious diseases and gastrointestinal disorders. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

Hartoyo, E. (2008). Spektrum klinis demam berdarah dengue pada anak. Sari Pediatri, 10(3), 145–150.

Herbuela VRDM, de Guzman FS, Sobrepeña GD, Claudio ABF, Tomas ACV, Arriola-delos Reyes CM, Regalado RA, Teodoro MM, & Watanabe K. (2019). Depressive and anxiety symptoms among pediatric in-patients with dengue fever: a case-control study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(1), 1–14.

Husna, R. N., Wahyuningsih, N. E., & Dharminto, D. (2016). Hubungan perilaku 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang (Studi di Kota Semarang wilayah atas). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(5), 170–177.

Indriani, C., Tantowijoyo, W., Rancès, E., Andari, B., Prabowo, E., Yusdi, D., Ansari, M.R., Wardana, D.S., Supriyati, E., Nurhayati, I., Ernesia, I., Setyawan, S., Fitriana, I., Arguni, E., Amelia, Y., Ahmad, R.A., Jewell, N.P., Dufault, S.M., Ryan, P.A., Green, B. R., McAdam, T. F., O’Neill, S. L., Tanamas, S. K., Simmons, C. P., Katherine L Anders, K. L., & Utarini, A. (2020). Reduced dengue incidence following deployments of Wolbachia-infected Aedes aegypti in Yogyakarta, Indonesia: A quasi-experimental trial using controlled interrupted time series analysis. Gates Open Research, 4(May), 1–16.

Johansson, M. A., Cummings, D. A., & Glass, G. E. (2009). Multiyear climate variability and dengue—El Nino southern oscillation, weather, and dengue incidence in Puerto Rico, Mexico, and Thailand: a longitudinal data analysis. PLoS Medicine, 6(11), e1000168.

Juranah, J., Juhdi, I., Fitri, L. E., Zuhriyah, L., & Arasy, A. A. (2019). Ovitrap index and transovarial transmission rate of dengue virus of male and female Aedes aegypti mosquitoes in Makassar, South Sulawesi, Indonesia. J. Trop. Life Sci., 9(1), 9.

Muhadi, D., Arif, M., & Bahar, B. (2018). Uji Hematologi Pasien Terduga Demam Berdarah Dengue Indikasi Rawat Inap. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 17(3), 139-142.

Muhadi, D., Arif, M., & Bahar, B. (2018). Uji hematologi pasien terduga demam berdarah dengue indikasi rawat inap. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 17(3), 139-142.

Kamuh, S. S. P., Mongan, A. E. and Memah, M. F. (2015). Gambaran nilai hematokrit dan laju endap darah pada anak dengan infeksi virus dengue di Manado. Jurnal e-Biomedik, 3(3), 738–742.

Karyanti, M. R., Uiterwaal, C. S., Kusriastuti, R., Hadinegoro, S. R., Rovers, M. M., Heesterbeek, H., Hoes, A. W., & Bruijning-Verhagen, P. (2014). The changing incidence of dengue haemorrhagic fever in Indonesia: a 45-year registry-based analysis. BMC Infectious Diseases, 14(1), 1–7.

Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2018 [Indonesia Health Profile 2018].

Kemenkes RI. (2020). Laporan DBD 2019. Jakarta, Indonesia.

Khin, M. M. & Than, K. A. (1983). Transovarial transmission of dengue 2 virus by Aedes aegypti in nature. The American journal of tropical medicine and hygiene, 32(3), 590–594.

Widjajanti, W. W., & Ayuningrum, F. D. (2017). Kepadatan jentik vektor demam berdarah dengue di daerah endemis di Indonesia (Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah dan Papua). Indonesian Journal of Health Ecology, 16(1), 1–9.

Knowlton, K., Rotkin-Ellman, M., & Soloman, G. (2009). Mosquito-Borne dengue fever threat spreading in the Americas. Natural Resources Defense Council.

Krayenhoff, E. S., Moustaoui, M., Broadbent, A. M., Gupta, V., & Georgescu, M. (2018). Diurnal interaction between urban expansion, climate change and adaptation in US cities. Nature Climate Change, 8(12), 1097–1103.

Kularatnam, G. A. M., Jasinge, E., Gunasena, S., Samaranayake, D., Senanayake, M. P., & Wickramasinghe, V. P. (2019). Evaluation of biochemical and haematological changes in dengue fever and dengue hemorrhagic fever in Sri Lankan children: a prospective follow up study. BMC Pediatrics, 19(1), 1–9.

Kurniawan, H. (2011). Peran faktor lingkungan terhadap penyakit dan penularan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 11(1), 48–53.

Lee, C. and Lee, H. (2019). Probable female to male sexual transmission of dengue virus infection. Infectious Diseases, 51(2), 150–152.

Lestari, F. D. and Simaremare, E. S. (2017). Uji potensi minyak atsiri daun zodia (Evodia suaveolens Scheff) sebagai insektisida nyamuk Aedes aegypti L dengan metode elektrik. Pharmacy, 14(01), 1–10.

Listyorini, P. I. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada masyarakat Karangjati Kabupaten Blora. INFOKES, 6(1), 6–15.

Liew, C. H. (2020). The first case of sexual transmission of dengue in Spain. Journal of travel medicine, 27(1), taz087.

Liu-Helmersson, J., Stenlund, H., Wilder-Smith, A., & Rocklöv, J. (2014). Vectorial capacity of Aedes aegypti: effects of temperature and implications for global dengue epidemic potential. PloS One, 9(3), e89783.

Livina, A., Rotty, & Panda. (2014). Hubungan trombositopenia dan hematokrit dengan manifestasi perdarahan pada penderita DD dan demam berdarah dengue’, E-Clinic, 2(1), 1–8.

Lukas, J. L., Adrianto, H., & Darmanto, A. G. (2021). Kemampuan Predasi ikan kepala timah aplocheilus panchax jantan dan betina terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Andalas, 9(4), 387.

de Abreu, L. V., Oliveira, C. B., Bordini, C. A., & Valença, M. M. (2020). New daily persistent headache following dengue fever: report of three cases and an epidemiological study. Headache: The Journal of Head and Face Pain, 60(1), 265–268.

Maciel-de-Freitas, R., Koella, J. C., & Lourenço-de-Oliveira, R. (2011). Lower survival rate, longevity and fecundity of Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) females orally challenged with dengue virus serotype 2. Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene, 105(8), 452–458.

Messina, J. P., Brady, O. J., Scott, T. W., Zou, C., Pigott, D. M., Duda, K. A., Bhatt, S., Katzelnick, L., Howes, R. E., Battle, K. E., Simmons, C. P., & Hay, S. I. (2014). Global spread of dengue virus types: mapping the 70 year history. Trends in Microbiology, 22(3), 138–146.

Messina, J. P., Brady, O. J., Pigott, D. M., Golding, N., Kraemer, M. U., Scott, T. W., Wint, G. R. W., Smith, D. L., & Hay, S. I. (2015). The many projected futures of dengue. Nature Reviews Microbiology, 13(4), 230–239.

Messina, J. P., Brady, O. J., Golding, N., Kraemer, M. U., Wint, G. R., Ray, S. E., Pigott, D. M., Shearer, F. M., Johnson, K., Earl, L., Marczak, L. B., Shirude, S., Weaver, N. D., Gilbert, M., Velayudhan, R., Jones, P., Jaenisch, T., Scott, T. W., Reiner Jr., R. C., & Hay, S. I. (2019). The current and future global distribution and population at risk of dengue. Nature Microbiology, 4(9), 1508–1515.

Monaghan, A. J., Sampson, K. M., Steinhoff, D. F., Ernst, K. C., Ebi, K. L., Jones, B., & Hayden, M. H. (2018). The potential impacts of 21st century climatic and population changes on human exposure to the virus vector mosquito Aedes aegypti. Climatic Change, 146(3), 487–500.

Morin, C. W., Comrie, A. C., & Ernst, K. (2013). Climate and dengue transmission: evidence and implications. Environmental Health Perspectives, 121(11–12), 1264–1272.

Muller, D. A., Depelsenaire, A. C., & Young, P. R. (2017). Clinical and laboratory diagnosis of dengue virus infection. The Journal of Infectious Diseases, 215(suppl_2), S89–S95.

Mulligan, K., Dixon, J., Joanna Sinn, C. L., & Elliott, S. J. (2015). Is dengue a disease of poverty? A systematic review. Pathogens and Global Health, 109(1), 10–18.

Mulyatno, K. C., Yamanaka, A., & Konishi, E. (2012). Resistance of Aedes aegypti (L.) larvae to temephos in Surabaya, Indonesia. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health, 43(1), 29.

Mutmainah, S., Prasetyo, E. and Sugiarti, L. (2017). Daya predasi ikan cupang (Betta splendens) dan ikan guy (Poecilia reticulate) terhadap larva instar III nyamuk Aedes aegypti sebagai upaya pengendalian vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD). Jurnal Sains Natural, 4(2), 98.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nurjayati, S. (2006). Teknologi nuklir dalam pengendalian vektor penyakit malaria. Buletin Alara, 8(1), 43–48.

Peer, O. H. P. (1941). A note on David Bylon and dengue. Annals of medical history, 3(5), 363–368.

Perwitasari, D., Musadad, D. A., Manalu, H. S. P., & Munif, A. (2015). Pengaruh beberapa dosis Bacillus thuringiensis Var Israelensis serotype H14 terhadap larva Aedes aegypti di Kalimantan Barat. Indonesian Journal of Health Ecology, 14(3), 229–237.

Pinto SB, Riback TIS, Sylvestre G, Costa G, Peixoto J, Dias FBS, dkk. (2021) Effectiveness of Wolbachia-infected mosquito deployments in reducing the incidence of dengue and other Aedes-borne diseases in Niterói, Brazil: A quasi-experimental study. PLoS Negl Trop Dis 15(7): e0009556.

Prasetyani, R. D. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue factors. Majority, 4(7), 61–66.

Pratheeba, T., Taranath, V., Gopal, D. S., & Natarajan, D. (2019). Antidengue potential of leaf extracts of Pavetta tomentosa and Tarenna asiatica (Rubiaceae) against dengue virus and its vector Aedes aegypti (Diptera: Culicidae). Heliyon, 5(11), e02732.

Prayogo, Y. (2006a). Sebaran dan efikasi berbagai genus cendawan entomopatogen terhadap Riptortus linearis pada kedelai di lampung dan Sumatera Selatan. Jurnal Hama Penyakit Tanaman Tropika, 6(1), 14–22.

Prayogo, Y. (2006b). Upaya mempertahankan keefektifan cendawan entomopatogen untuk mengendalikan hama tanaman pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 25(2), 47–54.

Priesley, F., Reza, M., & Rusdji, S. R. (2018). Hubungan perilaku pemberantasan sarang nyamuk dengan menutup, menguras dan mendaur ulang plus (PSN M Plus) terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di kelurahan andalas. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), 124–130.

Proestos, Y., Christophides, G. K., Ergüler, K., Tanarhte, M., Waldock, J., & Lelieveld, J. (2015). Present and future projections of habitat suitability of the Asian tiger mosquito, a vector of viral pathogens, from global climate simulation. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 370(1665), 20130554.

Pusarawati, S., Ideham, B., Kusmartisnawati, T. I., & Basuki, S. (2013). Atlas parasitologi kedokteran. EGC.

Putro, P. and Supriyatna, N. (2014). Perbandingan daya proteksi losion anti nyamuk dari beberapa jenis minyak atsiri tanaman pengusir nyamuk. Biopropal Industri, 5(2), 79–84.

Rabbaniyah, F. (2015). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn.) terhadap Peningkatan Trombosit pada Pasien Demam Berdarah Dengue. MAJORITY, 4(7), 91–96.

Rampengan, T. and Laurentz, I. (1993) Penyakit Infeksi Tropik pada Anak. EGC.

Rathore, A. P., Farouk, F. S., & John, A. L. S. (2020). Risk factors and biomarkers of severe dengue. Current Opinion in Virology, 43, 1–8.

Reiskind, M. H. and Lounibos, L. P. (2009). Effects of intraspecific larval competition on adult longevity in the mosquitoes Aedes aegypti and Aedes albopictus. Medical and Veterinary Entomology, 23(1), 62–68.

Rey, F. A. (2003). Dengue virus envelope glycoprotein structure: New insight into its interactions during viral entry. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 6899–6901.

Rianasari, R., Suhartono, S., & Dharminto, D. (2016). Hubungan faktor risiko lingkungan fisik dan perilaku dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Mustikajaya Kota Bekasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(5), 151–159.

Ribeiro, C. F., Lopes, V. G. S., Brasil, P., Coelho, J., Muniz, A. G., & Nogueira, R. M. R. (2013). Perinatal transmission of dengue: a report of 7 cases. The Journal of Pediatrics, 163(5), 1514–1516..

Ridha, M. R., Fadilly, A., & Rosvita, N. A. (2017). Aktivitas nokturnal Aedes (stegomyia) aegypti dan Aedes (stegomyia) albopictus di berbagai daerah di Kalimantan. JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases, 3(2), 50–55.

Rozendaal, J. A. (1997). Vector control (Methods for use by individuals and communities). World Health Organization.

Dari, S., Nuddin, A., & Rusman, A. D. P. (2020). Profil kepadatan hunian dan mobilitas penduduk terhadap prevalensi demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Cempae Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 3(2), 155–162.

Salaki, C., & Sembiring, L. (2019). Prospek pemanfaatan bakteri entomopatogenik sebagai agensia pengendali hayati serangga hama. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, 21–27.

Salsabila, Z., Martini, M., Wurjanto, M. A., Hestiningsih, R., & Henry, S. (2021). Gambaran demam berdarah dengue (DBD) Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara tahun 2020. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 1(1).

Sandra, T., Sofro, M. A., Suhartono, S., Martini, M., & Hadisaputro, S. (2019). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue pada anak usia 6-12 tahun di kecamatan tembalang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 4(1), 1–10.

Sari, M., & Aditya, R. (2018). Pengenalan ikan cupang (betta fish) menggunakan augmented reality. Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM), 3(1), 26–34.

Sasmono, R. T., Taurel, A. F., Prayitno, A., Sitompul, H., Yohan, B., Hayati, R. F., Bouckenooghe, A., Hadinegoro, S. R., & Nealon, J. (2018). Dengue virus serotype distribution based on serological evidence in pediatric urban population in Indonesia. PLoS Neglected Tropical Diseases, 12(6), e0006616.

Seidl, R., Thom, D., Kautz, M., Martin-Benito, D., Peltoniemi, M., Vacchiano, G., Jan W., Ascoli D., Petr M., Honkaniemi J., Lexer M. J., Trotsiuk V., Mairota P., Svoboda M., Fabrika M., Nagel T. A., & Reyer, C. P. (2017). Forest disturbances under climate change. Nature climate change, 7(6), 395–402.

E Setiati, T., FP Wagenaar, J., D de Kruif, M., TA Mairuhu, A., CM van Grop, E., & Soemantri, A. (2006). Changing epidemiology of dengue haemorrhagic fever in Indonesia. BMC infectious diseases,14(1), 1-7

Sholihah, N. A., Weraman, P., & Ratu, J. M. (2020). Analisis spasial dan pemodelan faktor risiko kejadian demam berdarah dengue tahun 2016–2018 di Kota Kupang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 52–61.

Soedarto. (2012). Demam Berdarah Dengue Dengue Haemoohagic fever. Sagung Seto.

Sofia, S., Suhartono, S., & Wahyuningsih, N. E. (2014). Hubungan kondisi lingkungan rumah dan perilaku keluarga dengan kejadian demam berdarah dengue di Kabupaten Aceh Besar.

Sukesi, T. Y., Supriyati, S., & Satoto, T. T. (2018). Pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian demam berdarah dengue (literature review). Jurnal Vektor Penyakit, 12(2), 67–76.

Sukohar A. (2014). Demam berdarah dengue. Medula, 2(2), 1–14.

Suryaningkunti, J. A., Setyaningrum, E., & Susanto, G. N. (2019). Pengaruh Bacillus thuringiensis israelensis sebagai larvasida vektor demam berdarah dengue (DBD) terhadap Benur Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Journal of Biological Research Bio Wallacea, 6(1), 936–943.

Susanto, S., Hariyana, B., & Utami, A. (2018). Hubungan faktor lingkungan institusi pendidikan dan perilaku siswa dengan kejadian demam berdarah dengue anak usia 5–14 tahun. Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 7(4), 1696–1706.

Sutanto, I., Inge, I., Suhariah, S., Pudji K., & Sungkar, S. (2008). Parasitologi kedokteran. Keempat. Balai Penerbit FKUI.

Suwandono, A., Kosasih, H., Kusriastuti, R., Harun, S., Ma’roef, C., Wuryadi, S., Herianto, B., Yuwono, D., Porter, K. R., Beckett, C. G., & Blair, P. J. (2006). Four dengue virus serotypes found circulating during an outbreak of dengue fever and dengue haemorrhagic fever in Jakarta, Indonesia, during 2004. Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene, 100(9), 855–862.

Tangendjaja, B., Yusdja, Y., & Ilham, N. (2002). Analisis ekonomi permintaan jagung untuk pakan. Ekonomi Jagung Indonesia, 229–254.

Tantowijoyo, W., Andari, B., Arguni, E., Budiwati, N., Nurhayati, I., Fitriana, I., Ernesia, I., Daniwijaya, E. W., Supriyati, E., Yusdiana, D. H., Victorius, M., Wardana, D. S., Ardiansyah, H., Ahmad, R. A., Ryan, P. A., Simmons, C. P., Hoffmann, A. A., Rancès, E., Turley, A. P., Johnson, P., Utarini, A., & O’neill, S. L. (2020). Stable establishment of wMel Wolbachia in Aedes aegypti populations in Yogyakarta, Indonesia. PLoS Neglected Tropical Diseases, 14(4), e0008157.

Thongrungkiat, S., Maneekan, P., Wasinpiyamongkol, L., & Prummongkol, S. (2011). Prospective field study of transovarial dengue-virus transmission by two different forms of Aedes aegypti in an urban area of Bangkok, Thailand. Journal of Vector Ecology, 36(1), 147–152.

Vasilakis, N., Cardosa, J., Hanley, K. A., Holmes, E. C., & Weaver, S. C. (2011). Fever from the forest: prospects for the continued emergence of sylvatic dengue virus and its impact on public health. Nature Reviews Microbiology, 9(7), 532–541.

Wahyuningsih, N. E. (2016). Hubungan kondisi lingkungan rumah dan perilaku keluarga dengan kejadian demam berdarah dengue di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 13(1), 30–38.

WHO (2009) Dengue: guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. World Health Organization.

WHO (2014). Dengue and severe dengue. Eastern Mediterranean.

World Health Organization. Regional Office for South-East Asia. (2011). Comprehensive guidelines for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever. Revised and expanded edition. SEARO Technical. WHO Regional Office for South-East Asia. https://apps.who.int/iris/handle/10665/204894

Widiyanto, T. (2007) Kajian manajemen lingkungan terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kota Purwokerto Jawa Tengah. [Tesis], Magister Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro Semarang.

Wijayanti, S. P., Sunaryo, S., Suprihatin, S., McFarlane, M., Rainey, S. M., Dietrich, I., Schnettler, E., Biek, R., & Kohl, A. (2016). Dengue in Java, Indonesia: relevance of mosquito indices as risk predictors. PLoS Neglected Tropical Diseases, 10(3), e0004500..

Wijirahayu, S. and Sukesi, T. W. (2019). Hubungan kondisi lingkungan fisik dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(1), 19–24.

Williams, C. R., Mincham, G., Faddy, H., Viennet, E., Ritchie, S. A., & Harley, D. (2016). Projections of increased and decreased dengue incidence under climate change. Epidemiology & Infection, 144(14), 3091–3100.

Winter, P. E., Yuill, T. M., Udomsakdi, S., Gould, D., Nantapanich, S., & Russell, P. K. (1968). An insular outbreak of dengue hemorrhagic fever. I. Epidemiologic observations. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 17(4), 590–99.

Wowor, R. (2017). Pengaruh kesehatan lingkungan terhadap perubahan epidemiologi demam berdarah di Indonesia. Jurnal e-Clinic, 5(2), 105–113.

Yang, X., Quam, M. B., Zhang, T., & Sang, S. (2021). Global burden for dengue and the evolving pattern in the past 30 years. Journal of Travel Medicine, 28(8), taab146.

Yudhastuti, R. (2013). Model pengendalian demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 7(11), 522–528.

Zen, S. (2012). Biokontrol jentik nyamuk Aedes aegypti dengan predator ikan pemakan jentik sebagai pendukung materi ajar insekta. Jurnal Pendidikan Biologi, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v3i1.206.

Zhao, N., Charland, K., Carabali, M., Nsoesie, E. O., Maheu-Giroux, M., Rees, E., Yuan, M., Balaguera, C. G., Ramirez, G. J., & Zinszer, K. (2020). Machine learning and dengue forecasting: Comparing random forests and artificial neural networks for predicting dengue burden at national and sub-national scales in Colombia. PLoS Neglected Tropical Diseases, 14(9), e0008056.

Zulaikha, F., Permata, N. I., & Muis, A. (2020). Hubungan antara kadar trombosit dan kadar hematokrit terhadap kejadian demam berdarah pada anak di Puskesmas Mangkurawang Tenggarong. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 3(2), 16–21.

Scroll to Top
×