Fauna Jawa Seri Krustasea (Dekapoda) pada Ekosistem Mangrove dan Estuari di Pulau Jawa

Screenshot 2024-01-31 155733

Categories



Published

March 11, 2022

HOW TO CITE

Dewi Citra Murniati

Pusat Penelitian Biologi

Dharma Arif Nugroho

Pusat Penelitian Biologi

Winda Dwi Kartika

Universitas Jambi

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.312

Keywords:

Kepiting, Lobster, Mangrove, Potensi

Synopsis

Ekosistem mangrove dan estuari di Pulau Jawa sebagian telah mengalami kerusakan akibat alih fungsi lahan dan kegiatan antopogenik di sekitar ekosistem. Seperti telah diketahui, ekosistem ini menyimpan keragaman fauna akuatik yang tinggi, salah satunya adalah Krustasea. Begitu banyak jenis-jenis yang belum terungkap dalam kawasan unik ini. Di antara jenis-jenis yang telah diketahui, beberapa telah dimanfaatkan secara komersiil dan beberapa hanya dianggap penghuni biasa saja. Tanpa disadari, banyak jenis-jenis krustase non komersiil yang memiliki potensi sebagai sumber protein alternatif yang dapat menjadi komoditas bagi penduduk di sekitar ekosistem ini. 

Author Biographies

Dewi Citra Murniati, Pusat Penelitian Biologi

Menjadi salah satu staf peneliti di Laboratorium Karsinologi, Bidang Zoologi (Museum Zoologicum Bogoriense), Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Bogor sejak tahun 2006. Pendidikan sarjananya ditempuh di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada Program Studi Biologi dan lulus tahun 2005 dengan topik penelitian genetika ikan Poecillia reticulata. Tahun 2010 mendapat program karyasiswa dari Kemenristek untuk Program Pascasarjana. Pendidikan pascasarjana ditempuh di Universitas Indonesia, Program Studi Biologi dan lulus tahun 2012 dengan topik penelitian biosistematika kepiting Uca di Indonesia. Sejak tahun 2006, penelitiannya berkaitan dengan ekosistem mangrove dan estuari. Saat ini menekuni biosistematika krustasea mangrove dan estuari, khususnya superfamili Ocypodoidea. Terhitung ada tujuh publikasi ilmiah nasional, tiga publikasi ilmiah global, satu buku nasional, dan lima semipopuler nasional dari penelitian yang telah dilakukan selama tahun 2006 hingga 2019.

Dharma Arif Nugroho, Pusat Penelitian Biologi

Mulai bekerja di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 2005 dan ditempatkan di Pusat Penelitian Laut Dalam, LIPI, Ambon. Saat ini menekuni bidang penelitian taksonomi kepiting dari ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang serta kepiting dari laut dalam. Terhitung sejak Januari 2020 ditempatkan di Laboratorium Karsinologi, Bidang Zoologi (Museum Zoologicum Bogoriense), Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Bogor.
Penulis menempuh pendidikan sarjana S-1 di Fakultas Biologi, Jurusan Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada tahun 1998 dan lulus tahun 2003. Tahun 2011 mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi magister (S-2) dengan topik penelitian taksonomi dan kekerabatan kepiting pada ekosistem mangrove pada Program Studi Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dan selesai pada tahun 2015. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail dharma.arif.nugroho@gmail.com.

Winda Dwi Kartika, Universitas Jambi

Salah satu staf pengajar di Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Jambi sejak tahun 2005. Beberapa penelitian dan publikasi pernah dilakukan terkait Ekologi Hewan di kawasan mangrove dan ekosistem gambut.
Pendidikan sarjana ditempuh di Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 2003 dengan fokus penelitian tentang ekofisiologi lobster karang (Panulirus homarus). Tahun 2010 mendapat kesempatan melanjutkan studi di Universitas Indonesia dengan topik penelitian ekologi lobster lumpur (Thalassina anomala).
Pada tahun 2017 hingga 2018, bersama tim pengabdian masyarakat melakukan kegiatan pengembangan ekowisata di salah satu desa di kawasan penyangga TN Bukit Duabelas dan pada tahun 2019 menerbitkan buku tentang wisata edukasi.
Tahun 2018–2019 melakukan collaboration research dengan Indonesian Center for Agricultural Land Resources Research and Development dan York University, UK, mengenai restorasi di kawasan hutan lindung gambut.

References

Admin TNUK. (2009). Letak dan luas. Taman Nasional Ujung Kulon. Diakses pada 20 Februari 2018 dari https://www.ujungkulon.org/tentang-tnuk/letak-dan-luas/

Allen, C. J. (2010). Ecology of the intertidal crab Dotilla intermedia from tsunami impacted beaches in Thailand (Doctoral Thesis, University of Southampton, Southampton, England).

Ashton, E. C., & Macintosh, D. J. (2002). Preliminary assessment of the plant diversity and community ecology of Sematan, Sarawak, Malaysia. Forest Ecology and Management, 166, 111–129.

Backwell, P. R. Y., Christy, J. H., Telford, S. R., Jennions, M. D., & Passmore, N. I. (2000). Dishonest signaling in a fiddler crabs. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 267(1444), 719–724.

Bezerra, L. E. A., Dias, C. B., Santana, G. X., & Matthews-Cascon. H. (2006). Spatial distribution of fiddler crab (genus Uca) in a tropical mangrove of Northeast Brazil. Scientia Marina, I(4), 759–766.

Botto, F., Palomo, G., Iribarne, O., & Martinez., M. M. (2000). The effect of southern Atlantic burrowing crabs on habitat use and foraging activity of migratory shorebirds. Estuaries, 23(2), 208–215.

Brower, J. E., Zar, J. H., & von Ende, C. N. (1998). Field and laboratory methods for general ecology, 3rd Edition. W. C. B. McGraw-Hill.

Cardoni, D. A., Isacch, J. P., & Iribarne, O. O. (2007). Indirect effects of the burrowing crab Chasmagnathus granulatus in the habitat use of Argentina’s South West Atlantic salt marsh birds. Estuaries and Coasts, 30(3), 382–389.

Clinton, M. (2015). Fried ghost crab sold in morning market. Dreamstime. https://www.dreamstime.com/stock-photo-fried-crab-food-ghost-sold-morning-market-image46532712.

Correa, M. O. D. A., Uieda, V. S. (2008). Composition of the aquatic invertebrate fauna associated to the mangrove vegetation of a coastal river, analyzed through a manipulative experiment. Pan-American Journal of Aquatic Sciences, 3(1), 23–31.

Crane, J. (1975). Fiddler crabs of the world: Ocypodidae: Genus Uca. Princeton University Press.

Cuisinengineer. (2011). Steamed talangka: Steamed shore crab or river crab. Reel and Grill. http://reelandgrill.blogspot.com/2011/01/steamed-talangka-steamed-shore-crabs-or.html

Daniels, S. R. (2001). Allometric growth, handedness, and morphological variation in Potamonautes warreni (Calman, 1918) (Decapoda, Brachyura, Potamonautidae) with a redescription of the species. Crustaceana, 74(3), 237–253.

Davie, P. J. F., Guinot, D., & Ng., P. K. L. (2015). Anatomy and functional morphology of brachyura in Treatise on Zoology, Anatomy, Taxonomy Biology. The Crustacea, 9C(71–2), 11–163.

Dharmawan, I. W. E., Prayudha, B., & Wahyudi, A. J. (2017). Potensi vegetasi darat dan mangrove dalam mitigasi efek rumah kaca. Dalam A. J. Wahyudi, dkk. (Eds.), Menyerap Karbon: Layanan Ekosistem Pesisir untuk Mitigasi Perubahan Iklim. Gadjah Mada University Press.

FAO. (1998). The living marine resources of the Western Central Pacific, vol. 2; cephalopods, crustaceans, holothurians, and sharks. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Firmanputri, S. (2017). Keanekaragaman dan korelasi persebaran Crustacea dengan faktor abiotik di kawasan restorasi hutan mangrove Pantai Lestari Karangsong, Kabupaten Indramayu (Skripsi, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA, Universitas Padjadjaran, Sumedang).

Fitrianto, A. C., Suwarno, Y., & Nugroho, R. (2009). Ekosistem mangrove Pulau Togean. Pusat Survei Sumber Daya Alam Laut, BIG.

Garcia, M. M. (2017). Talangka. About Filipino Food. https://www.aboutfilipinofood.com/talangka/

Giri, C., Ochieng, E,. Tieszen, L. L., Zhu, Z., Singh, A., Loveland, T., Masek, J., & Duke, N. (2011). Status and distribution of mangrove forest of the world using earth observation satellite data. Global Ecology and Biogeography, 20, 154–159.

GPS Wisata Indonesia. (2016). Hutan mangrove Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. GPS Wisata Indonesia. https://gpswisataindonesia.info/hutan-mangrove-karangsong-indramayu-jawa-barat/

Gunawan, H. (2017). Fakta dan data mangrove Karangsong. Media Brief. Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hartini, S., Saputro, G. B., Yulianto, M., & Suprajaka. (2010). Assessing the used of remotely sensed data for mapping mangroves Indonesia: Selected topics in power systems and remote sensing. Dalam 6th WSEAS International Conference on Remote Sensing (Remote ’10), Iwate Prefectural University, Japan, October 4-6, 2010, 210–215.

Ho, N. N., & Michele, S. L. (2009). The genus Thalassina Latreille, 1806 (Crustacea: Thalassinidea: Thalassinidae). The Raffles Bulletin of Zoology, 20(20), 121–158.

Hutomo, A. S. (2012). Taman Nasional Ujung Kulon. Wikiwand. Diakses pada 23 Juni 2021 dari https://www.wikiwand.com/id/Taman_Nasional_Ujung_Kulon

Johnson, D. S. (1961). The food and feeding of the mud lobster, Thalassina anomala (Herbst). Crustaceana, 2(4), 325–326.

Jones, C. M. (1990). Morphological characteristics of Bay Lobsters, Thenus Leach Species (Decapoda: Scyllaridae), from North-Eastern Australia. Crustaceana, 59(3), 265–275.

Kartika, W. D. (2015). Variasi morfometri udang ketak darat Thalassina anomala (Herbst) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Prosiding Semirata Bidang MIPA BKS PTN Barat Universitas Tanjungpura, Pontianak, 179–189.

Koch, V., & Wolff, M. (2002). Energy budget and ecological role of man-grove epibenthos in the Caete estuary, North Brazil. Marine Ecological Proceeding Series, 228(1), 119–130.

Manfaatkan lahan kritis, Skema perhutanan sosial percepat pemulihan hutan mangrove. (2017, 15 Maret). Kompas. Diakses pada 20 Februari 2018 dari https://rumahpengetahuan.web.id/manfaatkan-lahan-kritis-skema-perhutanan-sosial-percepat-pemulihan-hutan-mangrove/

Lai, J. C. Y., & Galil, B. S. (2007). A new species of Matuta Weber, 1795 (Crustacea: Decapoda: Matutidae) from Java, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology, 16, 75–79.

Lee, S. Y. (1995). Cheliped size and structure: The evolution of a multifunctional decapods organ. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 193, 161–176.

Lee, S. Y., & Seed, R. (1992). Ecological implications of cheliped size in crabs: Some data from Carcinus maenas and Liocarcinus holsatus. Marine Ecology Progress Series, 84, 151–160.

Lim, K. K. P., Murphy, D. H., Morgany, T., Shivasothi, N., Ng, P. K. L., Soong, B. C., Tan, H. T. W., Tan, K. S., & Tan, T. K. (2001). Guide to the mangroves of Singapore. Singapore Science Center.

Lim, S. S. L., & Rosiah, A. (2007). Influence of pneumatophores on the burrow morphology of Uca annulipes (H. Milne Edwards, 1837) (Brachyura, Ocyodidae) in the field and in simulated mangrove micro-habitats. Crustaceana, 80(11), 1327–1338.

Lincoln, R. J., Boxshall, G. A., & Clark, P. F. (1982). A dictionary of ecology, evolution and systematics. Cambridge University Press.

Mariappan, P., Balasundaram, C., & Schmitzh, B. (2000). Decapod crustacean chelipeds: an overview. Bioscience, 25(3), 301–313.

Martens, K. (1985). Effects of temperature and salinity on postembryonic growth in Mytilocypris henricae (Crustacea: Ostracoda). Journal of Crustacean Biology, 5(2), 258–272.

Matsuura K., Sumadhiharga, O. K., & Tsukamoto, K. (2000). Field guide to Lombok Island; Identification guide to marine organisms in seagrass beds of Lombok Island, Indonesia. Ocean Research Institute University of Tokyo.

McLaughlin, P. A. (1979). Comparative morphology of recent crustacean. W. H. Freeman and Company.

McLaughlin, P. A., & Dworschak, P. C. (2001). Reappraisal of hermit crabs species (Crustacea: Anomura: Paguridea) reported by Camill Heller in 1861, 1862, and 1865. Ann. Naturhist. Mus. Wien. 103B, 135–176.

Moh, H. H., & Chong, V. C. (2009). A new species of Thalassina (Crustacea: Decapoda: Thalassinidae) from Malaysia. The Raffles Bulletin of Zoology, 57(2), 465–473.

Mughofar, A., Masykuri, M., & Setyono, P. (2018). Zonasi dan komposisi vegetasi hutan mangrove Pantai Cengkrong Desa Karanggandu Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 8(10), 77–85.

Mulyansah, M. (2016). Analisis vegetasi mangrove sejati di kepulauan Handeuleum Taman Nasional Ujung Kulon. (Skripsi, Pendidikan Biologi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa).

Murniati, D. C. (2009). Perbandingan luas tutupan spoon tiped setae maksilliped kedua pada Uca spp. (Brachyura: Ocypodidae). Zoo Indonesia, 18(1), 1–8.

Murniati, D. C. (2015). Distribution and characteristics of deposit feeder crab (Crustacea: Brachyura) in some mangrove ecosystem types in Lombok Island. Journal of Biological Research, 21(1), 24–29.

Murniati, D. C. (2017). Jenis-jenis kepiting dari Kawinda Toi, Sumbawa dan potensinya. Fauna Indonesia, 16(2), 35–40.

Murniati, D. C., & Nurhaman, U. (2016). Mengenal kepongok, kepiting besar yang nyaris tak terlihat. Fauna Indonesia, 15(1), 17–22.

Murniati, D. C., & Pratiwi, R. (2015). Kepiting Uca di hutan mangrove Indonesia. LIPI Press.

Ng, P. K. L., & Sivasothi, N. (1999). A guide to the mangroves of Singapore II. Singapore Science Center.

Ng, P. K. L, Guinot, D., & Davie, P. J. F. (2008). Systema Brachyurorum: Part 1. An annotated checklist of extant Brachyuran crabs of the world. The Raffles Bulletin of Zoology, 17, 1–296.

Ngoc-Ho, N., & Laurent, M. S. (2009). The genus Thalassina Latreille, 1806 (Crustacea: Thalassinidea: Thalassinidae). The Raffles Bulletin of Zoology, 20, 121–158.

Nirarita, E. C. H., Wibowo, P., Susanti, S., Padmawinata, D., Kusmarini, Syarif, M., Henriani, Y., Kusnianingsih, & Sinulingga, L. B. (1996). Ekosistem lahan basah Indonesia. Wetlands International.

Pandya, P. J., & Vachhrajani, K. D., (2013). Brachyuran crab diversity of lower estuarine mud flats of Mahi River with new record of two species from Gujarat, India. Arthropods, 2(4), 242–250.

Petra, J. L., Sastrawibawa, S., & Riyantini, I. (2012). Pengaruh kerapatan mangrove terhadap laju sedimen transpor di Pantai Karangsong Kabupaten Indramayu. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(3), 329–337.

Pillai, G. (1990). Notes on the chelae of the mangrove lobster Thalassina anomala (Decapoda, Thalassinidae). Crustaceana, 59(1), 89–95.

Pinoy Cooking Channel. (2019, 23 November). How to cook shore crab: The easiest way to cook talangka [Video]. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=7qO-OJwvEKc

Poore, G. C. B. (2004). Marine decapod Crustacea of Southern Australia; A guide to identification. CSHIRO Publishing.

Poore, G. C. B., & Griffin, D. J. G. (1979). The Thalassinidea (Crustacea: Decapoda) of Australia. Records of The Australian Museum, 32(6), 217–321.

Pramudji. (2001). Ekosistem hutan mangrove dan peranannya sebagai habitat berbagai fauna akuatik. Oseana, XXVI(4), 13–23.

Pramudji. (2008). Mangrove di Indonesia dan upaya pengelolaannya. Dalam Orasi Pengukuhan Professor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Pramudji. (2015). Status mangrove di kawasan pesisir utara Jawa Barat (Karawang dan Indramayu) dan upaya pengelolaannya. Oseana, XL(2), 43–52.

Rahadian, A., Prasetyo, L. B., Setiawan, Y., & Wikantika, K. (2019). Tinjauan historis data dan informasi luas mangrove Indonesia. Media Konservasi, 24(2), 163–178.

Raharjo, S. N. I., Oktafiani, I., Irewati, A., Kadir, H. A., & Suyadnya, I. W. (Eds.). (2021). Tanah, laut, dan rakyat: Catatan perjalanan Ekspedisi Nusa Manggala di pulau kecil terluar utara Papua. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Rahayu, D. L., & Setyadi, G. (2009). Mangrove estuary crabs of the Mimika region-Papua, Indonesia. PT Freeport Indonesia.

Rahmanto, B. D. (2020). Peta mangrove nasional dan status ekosistem mangrove di Indonesia. Dalam Webinar Development for Mangrove Monitoring Tools in Indonesia. Diakses pada 9 Juli 2021 dari https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/DitJaskel/publikasi-materi-2/perkembangan-perangkat/Peta%20mangrove%20nasional%20dan%20status%20ekosistem%20mangrove%20di%20Indonesia.pdf

Rosenberg, M. S. (2001). The systematics and taxonomy of fiddler crabs: A phylogeny of the Genus Uca. Journal of Crustacean Biology, 21(3), 839–869.

Rosenberg, M. S. (2002). Fiddler crab claw shape variation: a geometric morphometric analysis across the genus Uca (Crustacea: Brachyura: Ocypodidae). Biological Journal of the Linnean Society, 75, 147–162.

Rupert, E. E. & R. D. Barnes. (1994). Invertebrate zoology. 7 th Edition. Harcourt Brace Jovanovich Publishers, Florida.

Sakai, K. (1992). The families Callianideidae and Thalassinidae, with description of two new subfamilies, one new genus and two new species (Decapoda, Thalassinidea). Naturalists, 4, 1–33.

Sankolli, K. N. (1970). The Thalassinoidea (Crustacea, Anomura) of Maharashtra. Journal of Bombay Natural History Society, 67, 235–249.

Sastranegara, M. H., Fermon, H., & Muhlenberg, M. (2003). Diversity and abundance of intertidal crabs at the east swamp managed areas in Segara Anakan Cilacap, Central Java, Indonesia. Tropentag. Diakses pada 1 Oktober 2010 dari https://www.tropentag.de/2003/abstracts/full/171.pdf

Setyawan, A. D., Winarno, K., & Purnama, P. C. (2003). Ekosistem mangrove di Jawa: 1. kondisi terkini. Biodiversitas, 4(2), 133–145.

Shih, H. T., Chan, B. K. K., Teng, S. J., & Wong, K. J. H. (2015). Crustacean fauna of Taiwan: Brachyuran crabs, Vol. II–Ocypodoidea. National Chung Hsing University.

Soedibjo, B. S., & Aswandy, I. (2007). Pengaruh tipe ekosistem terhadap struktur komunitas krustasea di Teluk Gilimanuk, Bali Barat. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 33, 455–467.

Takagi, K. K., Cherdsukjai, P., Mimura, I., Yano, Y., Adulyanukosol, K., & Tsuchiya, M. (2010). Soldier crab (Dotilla myctiroides) distribution, food resources, and subsequent role in organic matter fate in Ao Tan Khen, Phuket, Thailand. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 87(2010), 611–617.

Teo, S., Tan, H., & Ng, Peter. (2008). The lobster condominium. Dalam Peter K. L. Ng, W. L. Keng, & Kelvin K. P. Lim (Eds.), Private lives: An expose of Singapore’s mangroves. The Raffles Museum of Biodiversity Research Department of Biological Sciences, National University of Singapore, 46–62.

Tiafitrothun, D. (2018). Identifikasi populasi burung di Kawasan Mangrove Karangsong Kabupaten Indramayu (Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Pasundan), 70.

Toro, V. (1978). Beberapa catatan tentang komposisi Crustacea di kawasan mangrove gugus Pulau Pari, Pulau-Pulau Seribu, Jakarta. Dalam Seminar Ekosistem Hutan Mangrove, 114–119, Jakarta.

Tufliha, A. R., Putra, D. M., Amara, D. M., Santika, R. M., Oktavian, S. M., & Kelana, P. P. (2019). Kondisi ekosistem mangrove di Kawasan ekowisata Karangsong Kabupaten Indramayu. Jurnal Akuatika Indonesia, 4(1), 11–16.

Webley, J. A. C. (2008). The ecology of the mud crab (Scylla serrata): their colonisation of estuaries and role as scavengers in ecosystem processes (Thesis, Griffith School of Environment, Science, Environment, Engineering, and Technology, Griffith University).

Wee, D. P. C., & Ng, P. K. L. (1995). Swimming crabs of the genera Charybdis De Haan, 1833, and Thalamita Latreille, 1829 (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Portunidae) from Peninsular Malaysia and Singapore. The Raffles Bulletin of Zoology, Supplement No. 1, 128.

Widyastuti, E. (2005). Beberapa aspek biologi Calappa hepatica (Linnaeus, 1758) (Crustacea; Decapoda; Brachyura; Calappidae). Oseana, XXX(4), 11–17.

World Register of Marine Species. (2009). Clibanarius striolatus Dana, 1852. WoRMS. Diakses pada 1 Maret 2019 dari http://www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=208685

Yuwei, W. (2019). Episesarma versicolor-violet vinegar crab. Wiki.nus. Diakses pada 15 Juli 2019 dari https://wiki.nus.edu.sg/display/TAX/Episesarma+versicolor+-+Violet+vinegar+crab

Scroll to Top
×