Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan TIER 2 IPCC

Screenshot 2024-02-01 171121

Categories



Published

December 9, 2021

HOW TO CITE

R. A. Yeni Widiawati, Kementerian Pertanian; Bess Tiesnamurti, Kementerian Pertanian; Cecep Hidayat, Kementerian Pertanian; Imas Sri Nurhayati, Kementerian Pertanian; Teguh Wahyono, BATAN; Rantan Krisnan, Kementerian Pertanian; Mohammad Nasir Rofiq, BPPT; Mohammad Ikhsan Shiddique, Kementerian Pertanian; Bayu Arta Ramadhan, Kementerian Pertanian; Noor Hudhia Krishna, Kementerian Pertanian; Yenny Nur Anggraeny, Kementerian Pertanian; Simon P. Ginting, Kementerian Pertanian; Iif Syarifah Munawaroh, Kementerian Pertanian

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.461

Keywords:

gas rumah kaca, peternakan

Synopsis

Subsektor peternakan merupakan salah satu kontributor gas rumah kaca (GRK) nasional. Kontribusi GRK dari subsektor ini masih di bawah 2% dari total emisi GRK secara nasional. Kontribusi ini diasumsikan akan terus meningkat sejalan dengan upaya penambahan populasi ternak sebagai efek dari diterapkannya salah satu program pemerintah untuk pemenuhan protein hewani asal ternak. Penghitungan emisi GRK dari peternakan mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Changes (IPCC). Metode Tier 1 telah digunakan untuk menghitung emisi GRK dari peternakan yang dilaporkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam National Communication dan 1st Biennial update progress yang didaftarkan ke United Nations Development Programme (UNDP). Pada metode Tier 1, nilai faktor emisi yang digunakan adalah faktor acuan IPCC yang umum untuk wilayah Asia. Akurasi penghitungan perlu dilakukan dengan menggunakan informasi dan data lokal sehingga dapat menggambarkan emisi GRK yang sesuai dengan kondisi peternakan di Indonesia. Buku ini berisi tentang proses dan hasil penghitungan emisi GRK dengan menggunakan metode yang lebih akurat, yaitu Tier 2 pada semua jenis ternak di Indonesia. Kami berharap buku ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang bergerak di bidang perubahan iklim.

Chapters

  • BAB I AKURASI INVENTORI GAS RUMAH KACA DARI PETERNAKAN MENGGUNAKAN LOKAL FAKTOR EMISI: TIER 2R. A. Yeni Widiawati, Mohammad Nasir Rofiq
  • BAB II KONTRIBUSI SAPI POTONG PADA GAS RUMAH KACA DI INDONESIAMohammad Nasir Rofiq, Yenny Nur Anggraeny
  • BAB III EMISI GAS RUMAH KACA DARI SAPI PERAH DI INDONESIATeguh Wahyono, R. A. Yeni Widiawati
  • BAB IV KERBAU, RUMINANSIA YANG PERLU DIPERHITUNGKAN SEBAGAI PENYUMBANG GAS RUMAH KACA DI INDONESIANoor Hudhia Krishna, Yenny Nur Anggraeny
  • BAB V SUMBANGAN EMISI GAS RUMAH KACA DARI DOMBA DI INDONESIAR. A. Yeni Widiawati, Bess Tiesnamurti
  • BAB VI KOMPARASI EMISI GAS RUMAH KACA DARI KAMBING DI INDONESIA ANTARA METODE TIER 1 DAN TIER 2 IPCCRantan Krisnan, Simon P. Ginting
  • BAB VII KONTRIBUSI KUDA TERHADAP GAS RUMAH KACA DI INDONESIAMohammad Ikhsan Shiddique, Iif Syarifah Munawaroh, Bayu Arta Ramadhan
  • BAB VIII EMISI GAS RUMAH KACA DARI TERNAK BABI DI INDONESIARantan Krisnan, Teguh Wahyono
  • BAB IX UNGGAS DAN EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA (TIER 2 IPCC)Cecep Hidayat, Imas Sri Nurhayati
  • BAB X PENGGUNAAN DAN PENYEMPURNAAN METODE TIER-2 DALAM INVENTORI PETERNAKAN NASIONALR. A. Yeni Widiawati

Author Biographies

R. A. Yeni Widiawati, Kementerian Pertanian

Penulis lahir di Bandung pada 3 Juni 1968. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang peternakan pada 1993 dari Univeritas Padjadjaran Bandung. Bekerja di Balai Penelitian Ternak sejak 1993 sampai sekarang sebagai peneliti di bidang Nutrisi Ruminansia. Penulis menyelesaikan program Master dan Doktor di bidang Nutrisi dan Fisiologi Ternak Ruminansia di James Cook University Townsville Australia pada 1998–2003, dengan disertasi berjudul “Utilisation of shrub legumes Leucaena leucocepala, Gliricidia sepium and Calliandra callothyrsus as feed for Ruminant animals”. Sejak 2017, terlibat sebagai tim penyusunan Refinement Book IPCC 2019, yang diorganisasi oleh IPCC, juga menjadi anggota Tim Perubahan Iklim Kementerian Pertanian untuk bidang peternakan. Aktif menjadi delegasi Indonesia di Livestock Research Group (LRG) dan Global Research Alliance. Bekerja sama dengan AgResearch New Zealand untuk memperbaiki dan membangun sistem inventori nasional subsektor peternakan. 

Bess Tiesnamurti, Kementerian Pertanian

Bess Tiesnamurti dilahirkan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 24 Mei 1957. Gelar Master of Science (M.Sc.) diraih pada 1988 dari Department of Animal Science, University of California, Davis, Amerika Serikat, kemudian menyelesaikan Doktor di bidang Pemuliaan Ternak pada 2001 dari Institut Pertanian Bogor. Penulis memulai karier peneliti sejak 1983 di Balai Penelitian Ternak, Ciawi sebagai pemulia ternak ruminansia kecil. Jenjang jabatan peneliti utama di bidang pemuliaan ternak diperoleh pada 2016. Selain sebagai peneliti, Bess Tiesnamurti pernah menduduki jabatan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (2010–2016) dan pernah pula berperan sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Puslitbang Peternakan (2007–2010). Terkait profesi jabatan fungsional, yang bersangkutan melakukan pembimbingan dan pembinaan peneliti dan non-peneliti di lingkungan dan di luar kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Selain itu, juga mengulas karya tulis ilmiah peneliti untuk diterbitkan di prosiding seminar nasional, internasional maupun jurnal nasional lain. Tidak hanya itu, Bess Tiesnamurti aktif berperan dalam proses negosiasi bidang pertanian dalam pertemuan COP 22/2016, COP23/2017, SBSTA48/2018 terkait perubahan iklim, Council Meeting dalam Global Research Alliance on Climate Change (2017–2018), expert meeting tentang penanganan perubahan iklim ektor pertanian di FAO (2017–2018) maupun Kelompok Kerja Perubahan Iklim Kementerian Pertanian (2017–2018).

Cecep Hidayat, Kementerian Pertanian

Cecep Hidayat dilahirkan di Tasikmalaya pada 15 Maret 1983 Menyelesaikan gelar sarjana peternakan (S.Pt.) dari Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada 2006. Pada 2008, memulai karier sebagai calon peneliti di Balai Penelitian Ternak dengan penempatan di bidang Penelitian Nutrisi Ternak Unggas. Pada 2012–2015, mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi S2 di Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan pada Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dengan menggunakan dana dari DIPA Badan Litbang Pertanian. Setelah aktif kembali, Cecep Hidayat bekerja di Balai Penelitian Ternak dan pada 2015 terlibat sebagai Tim Peneliti Metana Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan dengan tugas meneliti jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kotoran ternak. Pada 2017, penulis kembali mendapat kesempatan melanjutkan studi S3 pada Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan di Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dengan menggunakan dana dari DIPA Badan Litbang Pertanian. Selama bekerja di Balai Penelitian Ternak, penulis aktif sebagai tim peneliti yang melakukan penelitian nutrisi pada komoditas ternak ayam lokal dengan topik penelitian selama ini lebih pada penentuan kebutuhan gizi ternak ayam lokal galur unggul hasil pemuliaan Badan Litbang Pertanian. Hasil-hasil penelitian yang melibatkan penulis sudah diterbitkan pada jurnal ilmiah nasional, prosiding seminar nasional dan internasional. Penulis juga aktif menulis tulisan populer bidang peternakan yang sudah dimuat dalam majalah dan tabloid peternakan.

Imas Sri Nurhayati, Kementerian Pertanian

Penulis lahir di Garut pada 1 Januari 1978. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang Kedokteran Hewan pada 2000 dari Institut Pertanian Bogor, dan lulus sebagai Dokter Hewan pada 2002. Bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan sejak 2002 sampai sekarang sebagai peneliti di bidang Kebijakan Pertanian. Penulis menyelesaikan program Master di bidang Kesehatan Masyarakat di Institut Pertanian Bogor pada 2010–2014, dengan tesis berjudul “Kajian Pengendalian Mastitis Subklinis melalui Pemberian Antibiotik pada saat Kering Kandang di KPSBU Lembang Jawa Barat”. Sejak 2016, terlibat sebagai anggota tim program aksi adaptasi dan mitigasi gas rumah kaca pada ternak di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan dan pada 2018 sebagai anggota tim kegiatan kerja sama dengan AgResearch New Zealand untuk memperbaiki dan membangun sistem inventori nasional subsektor peternakan.

Teguh Wahyono, BATAN

Penulis merupakan anak sulung dari dua bersaudara, dilahirkan di Yogyakarta pada 22 Januari 1986 dari
ayah Dedrek Sutarjo dan ibu Daliyah. Lulus S1 sebagai lulusan terbaik pada jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (Fapet UGM) tahun 2007. Lulus S2 pada Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (PS INP IPB) tahun 2015. Penulis bekerja sebagai Peneliti di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN sejak 2009 dan ditempatkan di Jakarta Selatan. Jabatan penulis adalah Peneliti Pertama (2011–2013) dan Peneliti Muda (2016–sekarang). Bidang penelitian yang menjadi tanggung jawab penulis adalah Nutrisi Ternak Ruminansia. Penelitian yang dilakukan adalah studi nutrisi pakan ternak menggunakan teknologi nuklir, baik dengan radiasi maupun radioisotop.
Penulis juga aktif menjadi dosen lapangan untuk mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir. Mahasiswa bimbingan penulis di antaranya berasal dari Univesitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Negeri Sebelas Maret, dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Aktif menulis artikel di berbagai jurnal ilmiah maupun majalah semipopuler khusus ilmu nuklir dan terapan (Nutech). Penulis pernah menerima penghargaan sebagai pemenang Atom Indonesia Best Paper Awards (AIBPA) pada 2015. Penulis juga aktif menjadi narasumber pada berbagai pelatihan di berbagai daerah. Saat ini, penulis sedang melanjutkan pendidikan S3 di Program Studi INP IPB.

Rantan Krisnan, Kementerian Pertanian

Lahir di Ciamis 7 Mei 1979. Pendidikan SD hingga SMA diselesaikan di kota kelahirannya, sedangkan pendidikan sarjana ditempuh di Program Studi Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran Bandung dan lulus pada 2002. Melalui beasiswa Badan Litbang Pertanian, dia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi program magister (2006–2008) dan program doktor (2017–sekarang) di Program Pascasarjana, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pengalaman kerjanya dimulai tahun 2003 sebagai tenaga detasering BPTP Jawa Barat pada kegiatan sistem integrasi padi-ternak, sedangkan kariernya sebagai peneliti diawali dengan menjadi staf peneliti bidang Nutrisi dan Pakan Ternak di Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih tahun 2004–2013. Kemudian, tahun 2013 sampai saat ini, tercatat sebagai peneliti muda di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor. Telah banyak penelitian dilakukannya sesuai dengan bidang kepakarannya. Sebagian besar penelitiannya terfokus pada pemanfaatan potensi pakan lokal yang berbasis limbah pertanian, perkebunan, dan hortikultura maupun limbah agro-industri yang terkait di dalamnya. Saat ini, yang bersangkutan aktif dalam penelitian feed additive dan feed suplement, baik untuk ruminansia maupun non ruminansia. Tidak kurang 40 makalah ilmiah pernah ditulisnya dalam jurnal maupun prosiding, baik sebagai penulis tunggal/utama maupun co-author.

Mohammad Nasir Rofiq, BPPT

M. Nasir Rofiq dilahirkan di Jakarta pada 15 Januari 1974. Menyelesaikan gelar Doktor bidang ilmu Ternak (Dr.) di Departemen Ilmu Ternak Institut Ilmu Sains, Cukurova University, Kota Adana, Turki. Penulis memulai karier sebagai Peneliti pertama pada 2003 di Direktorat Teknologi Budidaya Pertanian Deputi Bidang teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Jenjang jabatan peneliti madya saat ini di bidang Pakan dan Nutrisi Ternak diperoleh pada 2013. Selain sebagai peneliti, Nasir juga menduduki Kepala Bagian Program dan Anggaran (Kabag. ProA) Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP) Deputi Bidang TAB, BPPT dari 2016 sampai sekarang. Terkait dengan profesi dari jabatan fungsional ini telah diberi tugas sebagai Kepala Project dan Chief Enginer (CE) untuk kegiatan-kegiatan bidang ilmu ternak di BPPT, baik yang bersumber dari anggran DIPA maupun dari beberapa anggaran Iptekda atau Sinas Ristekdikti. Kegiatan peningkatan kapasitas keilmuan secara informal melalui pelatihandan pemagangan juga sudah dilakukan di beberapa lembaga atau perguruan tinggi internasional, yaitu di UMR-SAS, INRA Prancis dan University of Queensland Australia. Beberapa publikasi penulis terutama fokus pada bidang nutrisi ternak ruminansia dan pengaruh emisi gas rumah kaca dari ternak ruminansia terhadap produktivitasnya. Penulis juga aktif mengikuti seminar internasional yang berhubungan dengan profesi di bidang ilmu ternak, yaitu seminar ISTAP-UGM, ISAI-IPB, Asian Australasian Animal Production (AAAP) di Jepang, European Association Animal Production (EAAP) di Slovakia, dan Emission of Gas and Dust from Livestock (EMILI) di Prancis. Pembinaan karier pada peneliti muda dan pertama di lingkungan Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP), TAB-BPPT juga dilakukan melalui kegiatan memimpin penelitian-penelitian di bidang nutrisi ternak ruminansia dan emisi gas rumah kaca dari peternakan yang ada di BPPT.

Mohammad Ikhsan Shiddique, Kementerian Pertanian

Penulis lahir di Bandung pada 17 Februari 1985. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang peternakan Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan UNPAD. Saat ini, penulis sedang menyelesaikan studi Master of Animal Sciences di Wageningen University And Research, Belanda dengan tesis yang berjudul “Analysis of N2O Losses from Different Manure Applications for Cultivation of Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Taiwan)”. Bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan sejak 2014 sampai sekarang sebagai Staf Subbidang Evaluasi Puslitbangnak. Tahun 2016, penulis terlibat sebagai tim penyusunan buku Daya Dukung Produk Samping Tanaman Pangan sebagai Pakan Ternak Ruminansia di Daerah Sentra Ternak Berdasarkan Faktor Konversi. Tahun 2016, penulis terlibat dalam tim penyusunan buku Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan Metode Tier 2 IPCC dan Kalender Tanam.

Bayu Arta Ramadhan, Kementerian Pertanian

Penulis lahir di Jombang pada 28 Maret 1991. Penulis menyelesaikan program sarjana di bidang peternakan tahun 2014 dari Univeritas Brawijaya Malang dengan skripsi berjudul “Kualitas Semen Beku Kambing Boer dengan Tinggi Ekuilibrasi yang Berbeda Menggunakan 0,4 glutathion dalam Pengencer”. Bekerja di Pusat Penelitian  dan Pengembangan Peternakan sejak 2014 sampai sekarang sebagai Staf Pendayagunaan Diseminasi Hasil Penelitian (PDHP) Puslitbangnak. Tahun 2016, penulis terlibat sebagai tim penyusunan buku Daya Dukung Produk Samping Tanaman Pangan sebagai Pakan Ternak Ruminansia di Daerah Sentra Ternak Berdasarkan Faktor Konversi. Tahun 2016, penulis terlibat dalam tim penyusunan buku Emisi Gas Rumah Kaca dari Peternakan di Indonesia dengan Metode Tier 2 IPCC. Tahun 2017 sampai sekarang, penulis terlibat dalam kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Puslitbangnak dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Noor Hudhia Krishna, Kementerian Pertanian

Lahir di Yogyakarta pada 10 Maret 1976. Bekerja sebagai peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sejak 2003. Sarjana peternakan diperoleh dari Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan magister ditempuh di Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Setelah lulus sarjana, pernah bergabung pada perusahaan multinasional bidang peternakan terbesar di Indonesia beberapa tahun. Selama menjadi peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong, tergabung dalam kelompok peneliti Bidang Pakan dan Nutrisi Ternak, aktif menulis karya tulis ilmiah, menjadi penanggung jawab kegiatan penelitian serta penanggung jawab laboratorium lingkup Loka Penelitian Sapi Potong. Beberapa kali mengikuti training dan workshop, baik di dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya adalah 1) Workshop and Training Improvement of Researchers Competence and Knowledge on Calculation Greenhouse Gas Emissions from Livestock Using Alu Tool to Support Emissions Reduction Target by 2020, 2) Livestock and Climate Change: Measurement and Understanding of Greenhouse Gas Emissions from Agriculture, 3) Technical Training course of Measurement of Enteric Methane Emissions in Ruminants by SF6 for GRA Member in Asia.

Yenny Nur Anggraeny, Kementerian Pertanian

Lahir di Malang pada 18 April 1974. Bekerja sebagai peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sejak 2001. Sarjana Peternakan, Magister Pertanian (MP), dan Doktor Ilmu Ternak diperoleh di Fakultas Peternakan,
Universitas Brawijaya Malang. Setelah lulus dari program magister pertanian, bekerja sebagai peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong tergabung dalam kelompok peneliti Bidang Pakan dan Nutrisi Ternak, aktif menulis karya tulis ilmiah, menjadi penanggung jawab kegiatan penelitian serta pernah menjadi koordinator program penelitian pada 2007 hingga 2010, menjadi penanggung jawab bagian pelayanan teknis pada 2010 hingga 2016 dan menjadi ketua kelompok peneliti nutrisi dan pakan ternak lingkup Loka Penelitian Sapi Potong. Beberapa kali mengikuti training dan workshop, baik di dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya adalah 1) Regional Workshop on Development and Improvement of Country Specific Emission factor for Methane from Enteric Fermentation, 2) Improving GHG Inventories from Livestock in South and Southeast Asia, 3) Quality assurance/quality control for GHG inventories from livestock in South and Southeast Asia, 4) Workshop and Training Improvement of Researchers Competence and Knowledge on Calculation Greenhouse Gas Emissions from Livestock Using Alu Tool to Support Emissions Reduction Target by 2020.

Simon P. Ginting, Kementerian Pertanian

Simon P. Ginting lahir di Kabanjahe, Sumatra Utara pada 1955. Menyelesaikan pendidikan sarjana dari Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Mendapat gelar M.Sc. dalam bidang Ruminant Nutrition dari University of Missouri, Columnia, USA pada 1991 dan gelar Ph.D. dalam bidang Animal Nutrition dari North Carolina State University, Raleihg, USA pada 1996. Sebagai peneliti dalam bidang pakan dan nutrisi ternak di Balai Penelitian Ternak, Bogor pada tahun 1982–1985 dan di Subbalai Penelitian Ternak, Sungai Putih Sumatra Utara 1985–1996. Peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara tahun 1996–1990. Kepala Loka Penelitian Kambing Potong Sungai Putih tahun 1991–2011 dan peneliti nutrisi dan pakan ternak sampai sekarang.

Iif Syarifah Munawaroh, Kementerian Pertanian

Lahir di Bogor, 18 Oktober 1976. Penulis menyelesaikan program sarjana kedokteran hewan tahun 1998 dan dilanjutkan program dokter hewan dan lulus tahun 2000 dari Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Bekerja di Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian sejak 2009. Pada 2013, berpindah tugas ke Pusat penelitian dan Pengembangan Peternakan. Pada 2014 hingga sekarang, menjabat sebagai Kepala Subbidang Evaluasi. Tahun 2015 dan 2017, menjadi penanggung jawab kegiatan pengembangan adaptasi mitigasi Puslitbangnak. Penulis juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan lainnya serta telah menulis berbagai karya ilmiah, baik sebagai penulis utama maupun co-author.

References

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). 2006. “Emission from Livestock and Manure Management”. Dalam Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Diedit oleh H. S. Eggleston, K. Miwa, N. Srivastava, dan K. Tanabe. Kanagawa: Institute for Global Environmental Strategies, Intergovernmental Panel on Climate Change.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2012. Statistik Peternakan 2012. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016. Nationally Determined Contribution (NDC) Pertama Republik Indonesia. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Diakses pada http:// ditjenppi.menlhk.go.id/reddplus/images/resources/ndc/terjemahan_ NDC.pdf

Christiyanto, M., M. Soedjono, R. Utomo, H. Hartadi, dan B. P. Widyobroto. 2005. “Konsumsi dan Kecernaan Nutrien Ransum yang Berbeda Prekursor Protein-energi dengan Pakan Basal Rumput Raja pada Sapi Perah”. Journal of Indonesian Tropical Animal and Agriculture 30: 242– 247.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). 2015. Statistik Peternakan 2015. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

Elita, A. S. 2006. “Studi Perbandingan Penampilan Umum dan Kecernaan Pakan pada Kambing dan Domba Lokal”. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Hatton, V., L. V. Kinh, K. Boonyanuwat, S. Shanmugavelu, dan Y. Widiawati. 2013. “Livestock Greenhouse Gas Emissions from Four Countries in South East Asia: A Collaborative Approach to a Regional Problem”. Proceedings of the 5th Greenhouse Gasses and Animal Agriculture Conference 4, Part 2 (June): 587. Cambridge: Cambridge University Press. Diakses dari https://www.cambridge.org/core/services/aop-cambridge- core/content/view/368985EBED95BB10307CD68888EAFAE3/ S2040470013000125a.pdf/poster_presentations_wednesday.pdf.

Immig, I. 1996. “The Rumen and Hindgut as Source of Ruminant Methanogenesis”. Environmental Monitoring and Assessment 42: 57–72.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). 2006. Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Diedit oleh H. S. Eggleston, K. Miwa, N. Srivastava, dan K. Tanabe. Kanagawa: Institute for Global Environmental Strategies, Intergovernmental Panel on Climate Change.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). 2014. Climate Change 2014: Mitigation of Climate Change. Contribution of Working Group III to the Fifth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Diedit oleh O. Edenhofer, R. Pichs-Madruga, Y. Sokona, E. Farahani, S. Kadner, K. Seyboth, A. Adler, I. Baum, S. Brunner, P. Eickemeier, B. Kriemann, J. Savolainen, S. Schlömer, C. von Stechow, T. Zwickel and J.C.Minx. Cambridge: Cambridge Univeristy Press.

Khamseekhiew, B., J. B. Liang, C. C. Wong, dan Z. A. Zelan. 2001. “Ruminal and Intestinal Digestibility of Some Tropical Legume Forages”. Asian- Australasian Journal of Animal Sciences 14: 321–325.

Kouazounde, J. B., J. D. Gbenou, S. Babatounde, N. Srivastava, S. H. Eggleston, C. Antwi, J. Baah, dan T. A. McAllister. 2015. “Development of Methane Emission Factors for Enteric Fermenation in Cattle from Benin Using IPCC Tier 2 Methodology”. Animal 9: 526–533.

Liang, J. B., Y. Wang, dan M. F. Johromi. 2013. “Challenges of Mitigation Greenhouse Gases from Animal Agriculture in Third World Countries”. JIRCAS Working Report 79: 5–8.

McCrabb, G. J., dan R. A. Hunter. 1999. “Prediction of Methane Emissions from Beef Cattle in Tropical Production Systems”. Australian Journal of Agricultural Research 50: 1335–1340.

Metay, A. R. Oliver, L. E. Scope, J. Douzet, J. A. Moreira, F. Maraux, B. J. Feigl, dan C. Feller. 2007. “N2O and CH4 Emissions from Soils under Conventional and No-till Management Practices in Goiânia (Cerrados, Brazil)”. Geoderma 141: 78–88.

Nugroho, H. D., I. G. Permana, dan Despal. 2015. “Utilization of Bioslurry on Maize Hydroponic Fodder as a Corn Silage Supplement on Nutrient Digestibility and Milk Production of Dairy Cows”. Media Peternakan 38: 70–76.

Nurhayu, A., D. Pasambe, dan M. Sariubang. 2010. “Kajian Pemanfaataan Pakan Lokal dan UMB untuk Penggemukan Sapi Potong di Kabupaten Pinrang, Sulsel. Dalam Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, diedit oleh L. H. Prasetyo, L. Natalia, S. Iskandar, P. Puastuti, T. Herawati, Nurhayati, A. Anggraeni, R. Damayanti, N. L. P. I. Dharmayanti, dan S. E. Estuningsih. Bogor, 3–4 Agustus 2010. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Kementerian Pertanian.

Nurhayu, A., M. Sariubang, Nasrullah, dan A. Ella. 2011. “Respons Pemberian Pakan Lokal terhadap Produktivitas Sapi Bali Dara di Kabupaten Bantaeng”. Dalam Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, diedit oleh L. H. Prasetyo, R. Damayanti, S. Iskandar, T. Herawati, D. Priyanto, P. Puastuti, A. Anggraeni, S. Tarigan, A. H. Wardhana, dan N. L. P. I. Dharmayanti. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 7–8 Juni 2011. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Kementerian Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak). 2016.

National Green House Gasses Inventory from Livestock 2016: Using Tier 2. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Kementerian Pertanian.

Sariubang, M., dan A. Nurhayu. 2012. “Productivity Performance of Hormonal Synchronized Bali Cattle under Four Different Feed Regimes in Pinrang District South Sulawesi”. Dalam Proceedings International Conference on Livestock Production and Veterinary Technology, diedit oleh E. Wina, L. H. Prasetyo, I. Inounu, A. Priyanti, A. Anggraeni, D. Yulistiani, A. P. Sinurat, P. Situmorang, A. H. Wardhana, N. L. P. I. Dharmayanti, N. Ilham, P. James, dan Z. Asnan. Bogor, 1–4 Oktober 2012. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Suharti, S., D. A. Astuti, dan E. Wina. 2009. “Nutrient Digestibility and Beef Cattle Performance Fed by Lerak (Sapindus rarak) Meal in Concentrate Ration”. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 14: 200–207.

Thalib, A., P. Situmorang, I. W. Mathius, Y. Widiawati, dan W. Puastuti. 2011. “Utilization of the Complete Rumen Modifier on Dairy Cows”. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 36: 137–142.

Thalib, A., Y. Widiawati, dan B. Haryanto. 2010. “Penggunaan Complete Rumen Modifier (CRM) pada Ternak Domba yang Diberi Hijauan Pakan Berserat Tinggi”. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 15: 97–104.

Vlaming, J. B. 2008. “Quantifying Variation in Estimated Methane Emission from Ruminants Using the SF6 Tracer Technique”. Disertasi, Massey University.

Widiawati Y. 2013a. “Estimation of Methane Emission from Enteric Fermentation and Manure Management of Domestic Livestock in Indonesia”. Dalam Proceedings of the 5th Greenhouse Gasses and Animal Agriculture Conference 4, Part 2 (June): 443. Cambridge: Cambridge University Press. Diakses dari https:// www.cambridge.org/core/services/aop-cambridge-core/ content/view/8CE9B35EE62DB2092EAD3FC6B41B9CDE/ S2040470013000101a.pdf/poster_presentations_monday.pdf.

Widiawati, Y. 2013b. “Current and Future Mitigation Activities on Methane Emission from Ruminant in Indonesia”. Makalah disajikan pada International Workshop on Inventory Data and Mitigation of Carbon and Nitrogen Cycling from Livestock in Indonesia. Jakarta, 24 April 2013.

Widiawati, Y., M. Rofiq, dan B. Tiesnamurti. 2016. “Methane Emision Factor for Enteric Fermentation in Beef Cattle Using IPCC Tier 2 Method in Indonesia”. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 21 (2): 101–1012.

Wigih, Y. H., S. N. O. Suwandyastuti, dan M. Bata. 2013. “Peningkatan Kualitas Pakan Kerbau Ditinjau dari Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik”. Jurnal Ilmiah Peternakan 1: 768–773.

Scroll to Top
×