Domestikasi Ikan Air Tawar Asli Indonesia Mendukung Produksi Perikanan

Screenshot 2024-01-30 135146

Categories



Published

September 26, 2022

HOW TO CITE

Anang Hari Kristanto

Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.663

Keywords:

Domestikasi, Ikan Air Tawar, Produksi Perikanan, strategi pemanfaatan

Synopsis

Domestikasi ikan adalah penjinakan ikan liar melalui penguasaan siklus reproduksi diluar habitat aslinya. Kegiatan domestikasi ikan diawali dengan koleksi, pemilihan populasi yang akan didomestikasikan, pematangan gonad melalui modifikasi lingkungan, pemberian pakan, dan aplikasi hormonal, pendederan serta pembesaran. Permasalahan yang dihadapi dalam domestikasi ikan liar antara lain ketidakmampuan ikan dalam beradaptasi di penangkaran, sulitnya membedakan jenis kelamin jantan dan betina, ikan tidak dapat matang gonad sehingga tidak dapat dipijahkan didalam penangkaran, serta tingginya mortalitas larva pada saat pendederan. Tahapan penting untuk kegiatan domestikasi ikan diawali dengan pemilihan spesies yang tepat melalui  pendekatan analisis komoditas sehingga ikan yang sudah terdomestikasi merupakan ikan budidaya  baru yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan  potensial untuk dikembangkan. Dari rangkain kegiatan yang telah dilakukan, terhadap ikan air tawar dapat di simpulkan pelakanan domestikasi ikan air tawar asli Indonesia dapat dilakukan melalui modifikasi lingkungan mendekati habitat aslinya, pemberian pakan disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan gonad, memberikan hormon secara oral yang dicampurkan dalam pakan maupun melalui implant/suntikan. Dalam proses domestikasi analisa genotipe secara molekular maupun fenotipe melalui pengukuran meristik dan morphometrik pada populasi ikan perlu dilakukan untuk memilih populasi dengan variasi genetik yang tinggi. Pada ikan domestikasi secara alami, seperti ikan gurame, untuk meningkatkan produksi perlu dilakukan perbaikan terhadap teknologi budidayanya antara lain dalam pemilihan jenis kelamin induk yang tepat, penggunaan rasio pemijahan yang sesuai, lama penggunaan induk dalam pemijahan dan penanganan larva

Author Biography

Anang Hari Kristanto, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Menamatkan Sekolah Dasar Negeri 3 Pagi Jakarta, tahun 1972, Sekolah Menengah Pertama Negeri 16, Palmerah Jakarta, tahun 1975, dan Sekolah Menengah Atas Negeri XI Bulungan, Jakarta, tahun 1979-80. Memperoleh gelar Sarjana Perikanan dari Institut Pertanian Bogor, tahun 1984; memperoleh Magister dan Doktor bidang fish breeding dan genetic dari Auburn University, Auburn, Alabama, USA, tahun 1991 dan 2004. Menghasilkan 99 karya tulis ilmiah (KTI) dan karya tulis ilmiah lainnya, baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lain dalam bentuk buku, bagian dari buku, jurnal, dan prosiding. Sebanyak 45 KTI ditulis dalam bahasa Inggris. Ikut serta dalam pembinaan kader ilmiah, yaitu sebagai pembimbing jabatan fungsional peneliti pada Balai Riset Perikanan Budidaya dan Penyuluhan Perikanan, pembimbing tesis (S2) pada IPB dan UI, serta penguji disertasi (S3) di Institut Pertanian Bogor. Aktif dalam organisasi profesi ilmiah, antara lain anggota Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) (2017), anggota World Aquaculture Society (2018–2019), anggota Masyarakat Iktiologi Indonesia (2021–sekarang), serta sebagai anggota dan pengurus Persatuan Periset Indonesia (2019–sekarang). Menerima tanda penghargaan dalam pelepasan jenis ikan baru hasil domestikasi, antara lain ikan patin jambal (tahun 2000) dari Menteri Pertanian, ikan Tor soro (tahun 2011) dari Menteri Kelautan dan Perikanan, ikan tembakang Takashi (tahun 2018) dari Menteri Kelautan dan Perikanan, serta ikan mas radjadanu hasil pemuliaan (tahun 2016) dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Menerima tanda penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun (tahun 1998), XX Tahun (tahun 2010), dan XXX Tahun (tahun 2016) dari Presiden RI.

References

Hubert N, Kadarusman, Wibowo A, Busson F, Caruso D, Sulandari S, Nafiqoh N, Pouyaud L, Rüber L, Avarre JC, Herder F, Hanner R, Keith P, Hadiaty RK. DNA Barcoding Indonesian freshwater fishes: challenges and prospects. DNA Barcodes 2015; 3: 144–169

Produksi Perikanan. (t.t.). Statistik KKP. Diakses pada 10 Oktober 2021 https://statistik.kkp.go.id/home.php?m=prod_ikan_prov&i=2.

Kristanto AH. Teknologi pakan berbasis bahan baku lokal guna mendukung pengembangan perbenihan dan pembesaran ikan lokal di Kalimantan. Prosiding Lokakarya Nasional Hasil Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Palangka Raya 1999: 228–253.

Kristanto AH. Profil hormon estradiol pada induk ikan belida yang diimplan dengan konsentrasi LHRH yang berbeda. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengabdian Sekolah Perikanan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Jakarta 2013: (2): 43–46.

Kristanto AH, Hardjamulia A, Dharma L. Produksi benih ikan jelawat dengan suntikan hormone ovaprim di Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Perikanan Balai Budidaya Air Tawar, Bogor 1994: 189–191.

Sukadi MF, Nugroho E, Kristanto AH, Widiyati A, Winarlin, Djajasewaka H. Pengembangan komoditas perikanan budi daya air tawar di Provinsi Kalimantan Barat: Analisis komoditas lokal. Dalam: Sudradjat A, Rusastra IW, Budiharsono S, editor. Analisis kebijakan pembangunan perikanan budi daya. Pusat Riset Perikanan Budi Daya. Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, Jakarta 2008: 57–69.

Teletchea F, Fontaine P. Levels of domestication in fish: implications for the sustainable future of aquaculture. Fish and Fisheries 2014; 15: 181–195.

Kristanto AH, Kusrini E. Peranan faktor lingkungan dalam pemulian ikan. Media Akuakultur 2007; 2(1): 183–188.

Kristanto AH, Slembrouck J, Legendre M. First sexual maturation and breeding cycle of Pangasius hypophthalmus (Siluriformes, Pangasiidae) reared in pond. Indonesian Fisheries Research Journal 2005; 11: 53–57.

Sunarno MTD, Reksalegora O, Nurdawaty S. Penelitian pembenihan ikan jelawat (Leptobarbus hoeveni Blkr.) dengan cara hipofisasi. Bull. Penel. Perik. Darat 1988; 7(2): 102–108.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 21/PERMEN-KP/2021 tentang Jenis Ikan Baru yang akan dibudidayakan.

Kementerian Pertanian. Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 265/Kpts/IK.240/5/2000 tentang Pelepasan Jenis Ikan Patin Jambal sebagai Jenis Unggul.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keputusan Menteri Kelaut­an dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.66/MEN/2011 tentang Pelepasan Ikan TORSORO. https://www.djpb.kkp.go.id/public/upload/download/Perundangan/KEPMEN/KEPMEN%202011-66%20ttg%20Pelepasan%20Ikan%20TORSORO.pdf

Kementerian Kelautan dan Perikanan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 54/KEPMEN-KP/2018 tentang Pelepasan Ikan Tambakan Takhasi. https://jdih.kkp.go.id/peraturan/54%20KEPMEN-KP%202018.pdf

Kristanto AH, Subagja J, Cahyanti W, Arifin OZ. Evaluasi variasi fenotipe dan genotipe populasi ikan tambakan dari Kalimantan Tengah, Jawa Barat, dan Jambi dengan truss morfometrik dan Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Jurnal Riset Akuakultur 2017; 12(3): 203–211.

Arifin OZ, Subagja J, Asih S, Kristanto AH. Budi daya ikan dewa. Bogor: IPB Press; 2019.

Lestari S, Abinawanto, Bowolaksono A, Gustiano R, Kristanto AH. The Percentage of embryo viability after 48h sperm cryopreservation: Effect of various natural cryoprotectant. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 2020; 441(1): 012070.

Scroll to Top
×