Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan: Perspektif Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Screenshot (155)

Categories



Published

December 29, 2023

HOW TO CITE

Sri Widowati (ed)

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Rizki Amalia Nurfitriani (ed)

Politeknik Negeri Jember

https://orcid.org/0000-0002-8379-8614

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918

Keywords:

Teknologi Pangan, Diversifikasi Pangan, Pangan Lokal, Ketahanan Pangan

Synopsis

Diversifikasi pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2012 tentang Pangan. Diversifikasi pangan lokal menjadi peluang penting untuk mempromosikan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Diversifikasi juga dapat meningkatkan ketahanan pangan suatu wilayah dengan mengurangi risiko kekurangan pasokan akibat perubahan iklim atau krisis global.

Buku Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan: Perspektif Ekonomi, Sosial, dan Budaya membahas diversifikasi pangan dari perspektif ekonomi, sosial, budaya, dan hukum. Pada kenyataannya, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki variasi produk pangan lokal melimpah. Namun, belum semua variasi pangan lokal tersebut telah dibudidayakan secara optimal oleh masyarakat. Masalah utama yang dihadapi pemerintah adalah terkait pemerataan ketersediaan produk bahan pangan di seluruh wilayah Indonesia. Pengembangan produk-produk baru berbasis bahan pangan lokal juga dituntut untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi produsen lokal serta membantu mengurangi ketergantungan pada impor pangan.

Mengingat bahwa pangan adalah kebutuhan primer manusia, bahkan merupakan syarat keberlangsungan hidup, buku ini diharapkan bermanfaat bagi kalangan luas, di antaranya para akademisi, pengusaha, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan terkait ilmu pangan.

Prospek Pemanfaatan Pangan Lokal dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan

Sri Widowati

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c789

Bab 1

Keunikan dan Heterogenitas Bahan Pangan Lokal: Peluang dan Tantangan Diversifikasi

Eko Sutrisno

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c790

Bab 2

Pengembangan Pangan Lokal Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Dina Omayani Dewi, Mewa Ariani

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c791

Bab 3

Potensi dan Strategi Peningkatan Konsumsi Pangan Lokal: Lesson Learn di Provinsi Lampung

Wuryaningsih Dwi Sayekti, Dyah Aring Hepiana Lestari, Tyas Sekartiara Syafani

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c792

Bab 4

Diversifikasi Usaha Mina Padi Mendukung Ketahanan Pangan dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Riesti Triyanti, Rizki Aprilian Wijaya, Achmad Zamroni, Andrian Ramadhan, Tenny Apriliani, Hakim Miftakhul Huda, Radityo Pramoda, Luthfan Hadi Pramono, Sonny Koeshendrajana

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c793

Bab 5

Pakkat (Calamus sp.): Pangan Lokal Masyarakat di Kota Padangsidimpuan

Anisa Anggraeni, Ratna Yuniati, Marina Silalahi

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c794

Bab 6

Ketahanan Pangan Orang Mentawai di Bawah Tudung Saji Pembangunan

Ade Irwandi, Erwin, Ermayanti, Edi Indrizal

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c795

Bab 7

UMKM MoriGe: Komersialisasi Daun Kelor sebagai Produk Pangan Lokal

Hariany Siappa, Elisa Iswandono

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c796

Bab 8

Dinamika Hukum di Indonesia: Merawat Kearifan Lokal, Mencapai Ketahanan Pangan

Muhammad Nikmatullah, Titi Kalima, Mohammad Fathi Royyani, Linda Wige Ningrum, Ida Farida Hassanah

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c797

Bab 9

Menuju Diversifikasi Pangan Lokal Indonesia

Rizki Amalia Nurfitriani

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.918.c798

Bab 10

Author Biographies

Sri Widowati, Badan Riset dan Inovasi Nasional

lahir di Magelang, Jawa Tengah pada November 1959. Menyelesaikan pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di kota kelahirannya. Pada tahun 1983, memperoleh gelar sarjana (S-1) dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Kemudian melanjutkan studi S-2 bidang food technology di The University of New South Wales, Australia (1989–1990). Pada September 2003 mendapat kesempatan mengikuti pendidikan S-3 di Program Studi Ilmu Pangan IPB dengan beasiswa dari PAATP Badan Litbang Pertanian dan lulus pada bulan Juni 2007.

Jenjang karier sebagai peneliti diawali di Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukamandi (1984–1993), kemudian pada tahun 1993 alih tugas ke Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor, yang kemudian menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen). Pada tahun 2002 kembali alih tugas ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, dan dipercaya sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi (2012–2017). Sejak September 2022 sampai saat ini menjadi periset di Pusat Riset Agroindustri-Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, BRIN. Gelar Profesor Riset diperoleh setelah melakukan orasi dengan judul “Inovasi Teknologi Pangan Fungsional Berbasis Karbohidrat untuk Perbaikan Gizi Masyarakat” (31 Desember 2013).

Di samping sebagai peneliti, Prof. Sri Widowati juga merupakan dosen di Universitas Djuanda, Bogor (sejak 2016). Aktivitas lainnya adalah sebagai anggota Dewan Redaksi Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian (2008–2013), Jurnal AGROBIO (1999–2002), dan Indonesian Journal of Agricultural Science (2010–2012). Menjadi mitra bestari pada Jurnal AGRITECH, Jurnal Penelitian Tanaman Industri, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jurnal Mutu Pangan, serta Majalah Perspektif Review Penelitian Tanaman Industri dan Majalah PANGAN, serta editor berbagai buku berbasis pangan, termasuk book chapter, pada Penerbit BRIN.

 Berpengalaman menjadi Ketua Juri LKS-SMK tingkat Nasional Bidang Teknologi Hasil Pertanian (2006–2022) serta aktif dalam organisasi profesi, antara lain, Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI), Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), dan Aliansi Peneliti Pertanian Indonesia (APPERTANI). Kontak yang dapat dihubungi adalah sriw027@brin.go.id (surel) dan 08129974237 (ponsel).

Penghargaan yang diperoleh, antara lain, Ketahanan Pangan dari Departemen Pertanian (2007), Inovasi Paling Prospektif dari Kementerian Pertanian (2011), Inovator Luar Biasa dari Badan Litbang Pertanian (2011), dan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) dari Kementerian Ristekdikti (2014). Dalam kurun waktu tahun 2014 hingga 2023 telah menghasilkan 10 paten granted, 2 paten terdaftar, dan 1 lisensi.

Rizki Amalia Nurfitriani, Politeknik Negeri Jember

lahir di Ciamis pada tanggal 13 Desember 1995. Editor merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Asep Kurniawan dan Heni Komariah. Menyelesaikan program sarjana pada tahun 2016 melalui Program Studi Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Selama perkuliahan, editor aktif dalam kegiatan organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan 2014, Sekretaris Umum di Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Profesi Ternak Unggas, dan diberi amanah sebagai asisten laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak pada 2013–2016. Tahun 2016 editor diterima sebagai mahasiswa Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB). Selama masa perkuliahan di Sekolah Pascasarjana IPB, editor aktif dalam organisasi kegiatan mahasiswa. Ketua Divisi Akademik merupakan amanah editor dalam Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Nutrisi dan Pakan (HIWACANA INP). Editor menjadi presenter dalam seminar The 38th Annual Conference of the Malaysian Society of Animal Production and 4th Asean Regional Conference on Animal Prodution dengan judul “Effect of Probiotic Addition in Different Feed Formulation on Rumen Fermentation In Vitro” pada 30 Agustus 2017 di Johor Bahru, Malaysia. Tahun 2019 editor diterima sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil di Program Studi Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember (Polije). Jabatan yang saat ini diemban editor adalah Koordinator Program Studi Produksi Ternak, Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Polije, serta Manager Human Resource and General Affair (HRGA) Tim Task Force Teaching Factory (Tefa) Ultra Hight Temperature (UHT) Milk Polije.

Editor mengikuti beberapa organisasi himpunan seperti Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia (HILPI, Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI), Ikatan Senat Peternakan Indonesia (ISPI), dan Animal Feed and Nutrition Modeling (AFENUE) Research Group. Saat ini editor aktif sebagai reviewer Jurnal Nasional dan Internasional di Jurnal Agric, Celebes Agricultural, dan Advanced in Animal and Veterinary Sciences Journal. Editor juga aktif sebagai editor buku di Penerbit BRIN dan Polije Press. Selan itu, editor menjadi copyeditor pada pengelola Jurnal Ilmu Peternakan Terapan. Editor sejauh ini telah menghasilkan 28 Jurnal Nasional dan Internasional, 3 Sertifikat presenter seminar nasional dan internasional, 3 buku ilmiah, dan 17 karya hak cipta. Kontak yang dapat dihubungi adalah ranurfitriani@polije.ac.id (surel) dan 082240778032 (Whatsapp/ponsel).

Eko Sutrisno, Universitas Islam Majapahit

menetap di sebuah desa kecil wilayah Kabupaten Lamongan Jawa Timur, mengabdikan diri mengajar di Prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Islam Majapahit. Menyelesaikan gelar sarjana sains dari Biologi FMIPA Unisma Malang dan magister sains dari Prodi Ilmu Lingkungan Universitas Riau. Konsentrasi keilmuan yang dipelajarinya adalah tentang biologi lingkungan, sanitasi lingkungan, dan pengolahan hasil pertanian. Sejak 3 tahun terakhir aktif menulis berbagai buku yang berkolaborasi dengan dosen dari seluruh Indonesia, antara lain, Diversifikasi Pangan Lokal (2023), Rokok (2023), Disaster In Indonesia a Multidisciplinary Perspective (2023), Keamanan dan Ketahanan Pangan (2022), Kopi Indonesia (2021), Ekologi Pangan Dan Gizi Masyarakat (2021), Fisiologi tumbuhan (2021), Anatomi tumbuhan ( 2021), Metode Penelitian untuk Perguruan Tinggi (2021). Aktif di kegiatan Program Inovasi Desa, Penanggulangan Stunting dan Pendampingan Desa dari Kementerian Desa PDTT RI dan aktif pula sebagai reviewer pada beberapa jurnal nasional. Penulis dapat dihubungi via surel ekosudrun@yahoo.com dan nomor ponsel 085278607040.

Dina Omayani Dewi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

lahir di DI Yogyakarta, 7 November 1974. Menyelesaikan pendidikan S-1 di Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat (1998); S-2 pada Jurusan Agronomy/Farming System Universitas of Philippines, Los Banos (UPLB) (2004) dengan kepakaran sistem usaha tani (farming system). Saat ini bekerja sebagai periset pada Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR-EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak Juni 2022. Buku yang pernah ditulisnya adalah sebagai berikut: Kesuburan Tanah Rawa (diterbitkan pada 2022 oleh IPB Press, ISBN: 978-623-467-437-8), Konsep Ekonomi (diterbitkan pada 2023 oleh PT. Literasi Nusantara Abadi Grup, ISBN: 978-623-8301-82-9). Dapat dihubungi melalui surel malyaputri@yahoo.com.

Mewa Ariani, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

periset Peneliti Utama, lulus sarjana dan master dari Institut Pertanian Bogor pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Kajian dan topik tulisannya banyak bersentuhan dengan ketahanan pangan terutama pola konsumsi pangan dan diversifikasi pangan rumah tangga. Kajian lainnya adalah tentang sosial ekonomi pertanian perdesaan. Selain sebagai peneliti, penulis aktif pada berbagai forum terkait pangan dan gizi, juga aktif berkontribusi dalam penulisan buku, di antaranya Ekonomi Padi dan Beras IndonesiaEkonomi Jagung IndonesiaDiversifikasi Pangan dan Transformasi Pembangunan PertanianPangan LokalBudayaPotensidan Prospek PengembanganMemperkuat Kemampuan Swasembada PanganMemperkuat Daya Saing Produk Pertanian, dan yang terakhir (2020 dan 2021) dengan judul Manajemen Kebijakan Teknologi dan Kelembagaan Mendukung Pertanian Modern dan Pengelolaan Sumberdaya Menuju Pertanian Modern Berkelanjutan. Penulis dapat dihubungi via alamat surel mewa_tan@yahoo.com.

Wuryaningsih Dwi Sayekti, Universitas Lampung

lahir di Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1960. Saat ini penulis adalah dosen Lektor Kepala di Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (UNILA). Wuryaningsih menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan GMSK, Fakultas Pertanian, IPB Bogor, kemudian melanjutkan studi magister Sains di Fakultas Pertanian, IPB Bogor dan doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran, Bandung. Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dalam bidang ketahanan pangan, perilaku konsumen, manajemen sumberdaya manusia, dan manajemen agribisnis. Sejak tahun 2018 sampai sekarang, penulis menjadi auditor halal pada LPPOM MUI Provinsi Lampung. Buku yang pernah ditulis dan diterbitkan, yaitu berjudul Kebijakan Percepatan Diversifikasi Konsumsi PanganRekayasa Sosial dan Strategi Pemasaran Produk Pangan Olahan Berbahan Baku Pangan Lokal. Penulis dapat dihubungi pada alamat surel wuryaningsih.dwisayekti@fp.unila.ac.id.

Dyah Aring Hepiana Lestari, Universitas Lampung

lahir pada tahun 1962. Penulis adalah Lektor Kepala Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian UNILA. Dyah telah menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Sosial-Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB Bogor; magister sains di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran, Bandung; dan doktor di Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dyah melakukan banyak penelitian dalam bidang agribisnis/ekonomi pertanian dengan minat utama perkoperasian dan menjadi reviewer di beberapa jurnal terakreditasi nasional. Penulis juga pernah menulis buku berjudul Kebijakan Percepatan Diversifikasi Konsumsi Pangan: Rekayasa Sosial dan Strategi Pemasaran Produk Pangan Olahan Berbahan Baku Pangan Lokal.

Tyas Sekartiara Syafani, Universitas Lampung

lahir di Pringsewu pada tahun 1992. Penulis menyelesaikan pendidikan Sarjana (S-1) di Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada tahun 2014. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister (S-2) Agribisnis di kampus yang sama dan lulus pada tahun 2019. Saat ini, penulis bekerja dan mengabdi di Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung sebagai dosen sejak tahun 2021. Beberapa mata kuliah yang diampu berkaitan dengan gizi pangan, komunikasi penyuluhan, dan kelembagaan ekonomi pertanian. Selain sebagai tenaga pendidik, juga aktif sebagai editor pada Suluh Pembangunan–Journal of Extension and Development yang dikelola oleh Program Studi Magister Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Universitas Lampung. Penulis melakukan beberapa penelitian dan publikasi artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan perilaku petani dan pernah menulis buku yang berjudul Ekonomi Lada Hitam (Potensi, Agribisnis, dan Prospek di Provinsi Lampung). Penulis dapat dihubungi pada alamat surel tyas.sekartiara@fp.unila.ac.id.

Riesti Triyanti, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

lahir di Banyuwangi, Jawa Timur pada 26 April 1983. Menyelesaikan pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di tanah kelahiran, selanjutnya menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana sains dari Universitas Brawijaya, Malang (2001–2006). Gelar magister lingkungan diraihnya pada 2018 dari Universitas Diponegoro dengan minat khusus ekonomi sumber daya alam dan lingkungan.

Berkarier sebagai peneliti sejak tahun 2007 hingga bulan Mei 2022 di Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Kelompok Peneliti Dinamika Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Pada tanggal 1 Juni 2022 hingga sekarang menjadi peneliti di Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tergabung di Kelompok Riset Blue Economy. Topik penelitian yang ditekuni mencakup economic valuation, supply/value chain, fisheries management, coastal management, social ecologycal system, dan gender in fisheries

Pada tahun 2013 dan 2015, penulis berkesempatan mengikuti international course dengan beasiswa dari Pemerintah Belanda di Wageningen University and Research, Netherlands terkait market access for sustainable development: towards pro poor and smallholder inclusive market development dan ecosystem approach to fisheries. Pada tahun 2020, berkesempatan mengikuti training internasional dari University of Rhode Island dengan topik bioeconomy analysis to improve fisheries management practice. Aktif sebagai anggota organisasi profesi Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network (IMFISERN) tahun 2007–2022, sejak 2023 aktif menjadi pengurus pusat, selain itu juga aktif sebagai anggota Asian Fisheries Society (AFS) sejak tahun 2019, dan anggota PPI (Perhimpunan Periset Indonesia—dahulu Himpunan Peneliti Indonesia, HIMPENINDO) sejak didirikan hingga sekarang. 

Hingga saat ini, telah memublikasikan 53 karya ilmiah di berbagai jurnal ilmiah dan prosiding, baik nasional maupun internasional sebagai author/co-author serta menulis lebih dari 15 judul buku ilmiah dengan topik sosial ekonomi kelautan dan perikanan. Daftar publikasi bisa dilihat di tautan https://scholar.google.co.id/citations?user=MWsjew4AAAAJ&hl=id. Selain itu, penulis juga aktif sebagai editor dan reviewer di beberapa jurnal ilmiah nasional dan book chapter pada Penerbit BRIN. Alamat surel yang dapat dihubungi adalah ries005@brin.go.id dan triyanti.riesti@gmail.com.

Rizki Aprilian Wijaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

dilahirkan di Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 26 April 1986. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana perikanan (S.Pi) dari Program Studi Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas IPB, Magister Teknik (M.T) dari Program Studi Pembangunan (Development Studies) Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Penulis memulai karier sebagai PNS mulai Januari 2009 di Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) sebagai calon peneliti. Jenjang jabatan fungsional diperoleh pada tahun 2014 sebagai Peneliti Ahli Muda dan pada tahun 2020 sebagai Peneliti Ahli Madya di bidang sosial ekonomi kelautan perikanan. Pada tahun 2019, penulis menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun. Sejak tahun 2022, bergabung sebagai peneliti pada Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PREPS), Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penulis aktif terlibat dalam kegiatan ilmiah tingkat nasional, anggota jaringan riset sosial ekonomi kelautan dan perikanan (IMFISERN), dan anggota Himpunan Peneliti Indonesia (HIMPENINDO). Pengalaman risetnya terkait dengan topik valuasi sosial ekonomi kelautan perikanan, Panel Kelautan dan Perikanan Nasional (PANELKANAS), dampak perubahan iklim terhadap usaha perikanan, kajian konsep blue economy, subsidi perikanan, pengelolaan perikanan berbasis EAFM, pengelolaan perikanan rajungan berbasis open-closed season (OCS), kajian desa wisata bahari, kajian perikanan mina padi, dan sebagainya. Penulis juga aktif sebagai reviewer pada Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) Universitas Brawijaya Malang, mitra bestari pada Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan dan copy editor pada Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (JKSEKP). Penulis dapat dihubungi pada alamat surel rizk051@brin.go.id atau aprilianrizki@gmail.com

Achmad Zamroni, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

lahir di Jepara, 21 Agustus 1978. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana perikanan dari Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya (1978); magister of science (M.Sc) dari Hiroshima University, Jepang (2010); serta doctor of philosophy (Ph.D) dari Hiroshima University (2013) dan mendapatkan predikat Excellent Student. Ia meniti karier sebagai PNS mulai Desember 2002–2015 di Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (PRPPSE) sebagai Calon Peneliti bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Tahun 2015–pertengahan 2022 melanjutkan karier peneliti di Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Sejak pertengahan 2022 sampai saat ini melanjutkan berkarier di Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PREPS)-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jenjang Peneliti Ahli Pertama diperoleh pada tahun 2007 dan memperoleh kenaikan jenjang fungsional peneliti 2 tingkat ke Peneliti Ahli Madya sejak tahun 2014 sampai saat ini. Aktif terlibat dalam kegiatan ilmiah, antara lain, seminar internasional, seminar nasional, editor jurnal nasional terakreditasi, reviewer di jurnal internasional dan nasional, asosiasi keilmuan nasional dan internasional, memimpin kegiatan penelitian bidang sosial ekonomi kelautan dan perikanan, analisis kebijakan kelautan dan perikanan, pembimbing akademik mahasiswa, pengajar pelatihan, pengajar akademik bidang social ekonomi, komite penguji, dan penelaah proposal. Hasil karya ilmiah meliputi buku ilmiah, prosiding, jurnal nasional dan internasional, dan policy brief. Keahlian dan ketertarikan riset bidang economic development, fisheries socioeconomics, fisheries governance, seaweed fisheries, community development, fishery livelihoods sustainability, sustainable rural development, community empowerment, circular blue economy. Ia dapat dihubungi melalui surel achm051@brin.go.id. Publikasi yang telah dihasilkan bisa dilihat di tautan berikut.

https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=55347539400

http://scholar.google.co.id/citations?user=va9XGfcAAAAJ&hl=en

https://www.researchgate.net/profile/Achmad_Zamroni2

http://sinta2.ristekdikti.go.id/authors/detail?id=6685393&view=overview

Andrian Ramadhan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

adalah seorang Peneliti Ahli Madya di bidang ekonomi sosial dengan spesialisasi dalam perencanaan pesisir dan laut. Sejak tahun 2005 telah bekerja sebagai peneliti pada Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Saat ini bekerja di Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia. Perjalanan akademiknya dimulai dengan gelar sarjana yang diperolehnya dari IPB pada tahun 2004. Selanjutnya, ia mendapatkan gelar magister di Universitas Diponegoro pada Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota serta Université de la Rochelle, France pada Program Studi Aplikasi Geografi untuk Pengelolaan dan Pembangunan Wilayah Pesisir. Gelar doktor di bidang perencanaan wilayah dan kota diperoleh pada tahun 2023 dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sepanjang kariernya, Andrian telah memberikan kontribusi kepada komunitas akademik melalui berbagai penelitian dan publikasi yang selengkapnya tersaji pada tautan berikut.

https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=EKH4CYMAAAAJ&view_op=list_works

Tenny Apriliani, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

lahir pada tanggal 10 April 1982 di Jakarta. Pendidikan terakhir diperoleh dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) pada tahun 2009 dengan gelar magister science Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (SPL). Bekerja sebagai peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2003–2022, tepatnya di Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Sejak Juni 2022, ia bergabung sebagai peneliti pada Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia hingga saat ini. Penulis dapat dihubungi via alamat surel tenn001@brin.go.id

Publikasi yang telah diterbitkan dapat dilihat pada tautan https://www.researchgate.net/search/publication?q=tenny%2Bapriliani.

Hakim Miftakhul Huda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

mulai Juli 2022 bergabung dengan Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, Organisasai Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pendidikan terakhir diperoleh dari Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan, Institut Pertanian Bogor dengan gelar magister sains pada tahun 2015. Riset yang dilakukan sejak 2008 terutama terkait sosial ekonomi pada sumber daya kelautan dan perikanan. Penulis dapat dihubungi melalui surel di haki005@brin.go.id.

Radityo Pramoda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, pada tanggal 3 November 1974. Pendidikan terakhir diperoleh dari Universitas Padjadjaran Bandung, dengan gelar magister manajemen pada tahun 2003. Pengalaman bekerja sebelumnya, tahun 1999–2001 berprofesi sebagai pengacara dengan spesialisasi hukum ekonomi dan bisnis di Bandung, tahun 2004–2008 bekerja sebagai manajer Human Resource Development di perusahaan informasi dan teknologi-Jakarta, tahun 2008–2022 bekerja sebagai peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dan tahun 2022 sampai sekarang bekerja sebagai peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia dengan spesialisasi hukum dan kebijakan. Publikasi yang telah diterbitkan dapat dilihat pada tautan berikut: https://www.researchgate.net/profile/Radityo-Pramoda).

Luthfan Hadi Pramono, Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI)

lahir di Banyuwangi, Jawa Timur pada 3 April 1982. Menyelesaikan pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di kota kelahirannya, selanjutnya menempuh pendidikan sarjana sains terapan dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Surabaya (2003–2007). Gelar magister teknik diraih tahun 2014 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Elektro dengan jalur pilihan Media Digital dan Teknologi Game.

Berkarier sebagai dosen sejak tahun 2009 hingga sekarang. Pada tanggal 1 November 2016 menjadi dosen tetap di Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI, dahulu STMIK Akakom). Sejak tanggal 19 November 2021 sampai sekarang menjabat sebagai Ketua Prodi Teknik Komputer. Topik penelitian yang ditekuni mencakup cloud computing, parallel computing, distributed system, high performance computing. Aktif sebagai anggota organisasi profesi International Association of Engineers (IAENG) mulai Januari 2023 sampai sekarang. Selain itu juga aktif sebagai anggota Indonesian Computer Electronics and Instrumentation Support Society (INDOCEISS) sejak Januari 2023 hingga sekarang. Surel yang dapat dihubungi adalah luthfanhp@utdi.ac.id dan luthfanhp@gmail.com.

Sonny Koeshendrajana, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Lahir di Mojokerto (Jawa Timur), 24 April 1960. Ia menyelesaikan pendidikan formal sebagai sarjana sosial ekonomi perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) (1983/1984), M.Sc. in agricultural resource economics dari Kasetsart University, Bangkok-Thailand (1991), dan PhD in resource economics dari University of England Armidale, NSW-Australia (1997). Ia merintis penelitian sosial ekonomi pada Balai Penelitian Perikanan Air Tawar di Bogor (1984), kemudian bergabung sebagai peneliti sosial ekonomi
pada Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan tahun 1999–2005. Selanjutnya ia menjadi peneliti pada Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2006 sampai 2022. Pada pertengahan tahun 2022, penulis melanjutkan karier di Pusat Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, BRIN sebagai Ketua Kelompok Riset Ekonomi Biru. Ia ditetapkan sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) pada tahun 2009. Pada 29 September 2014, ia dikukuhkan sebagai Profesor Riset Bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Dalam perjalanan pengabdiannya, sampai saat ini, ia aktif sebagai ketua dewan redaksi tiga jurnal ilmiah (JPPI, JKRSEKP, dan JSEKP) serta sebagai anggota dewan redaksi (WP, JKPI, IFRJ, dan JKSEKP). Riwayat organisasinya, yaitu sebagai anggota Dewan Pakar (PPI dan ISPIKANI Pusat), anggota IMFISERN, anggota Masyarakat Akuakultur Indonesia, dan anggota Australian Agricultural Resource Economic Society serta Asian Fisheries Society. Aktif membimbing mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 pada IPB Bogor serta aktif sebagai Tim Penilai Peneliti. Ia juga memiliki pengalaman di lapangan yang relevan dengan materi bahasan dalam buku ini. Hingga saat ini, ia telah menghasilkan karya tulis ilmiah baik yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, prosiding dan makalah yang diseminarkan. Penulis bisa dihubungi melalui surel skoeshen@gmail.com.

Anisa Anggraeni, Perhimpunan Masyarakat Etnobiologi Indonesia

memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta dan gelar master pada program studi yang sama di Universitas Indonesia. Saat ini, ia aktif melakukan riset yang berkaitan dengan etnobiologi dan tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Etnobiologi Indonesia (PMEI). Ia dapat dihubungi via surel anisa.anggraeni11@ui.ac.id.

Ratna Yuniati, Universitas Indonesia

merupakan dosen di Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Biologi, Universitas Indonesia dan gelar master serta doktor pada Program Studi Biologi Tumbuhan, Institut Pertanian Bogor. Saat ini, ia aktif melakukan riset yang berkaitan dengan metabolomic and chemical ecology. Penulis dapat dihubungi via alamat surel ratnayuniati@sci.ui.id

Marina Silalahi, Universitas Kristen Indonesia

merupakan guru besar di Universitas Kristen Indonesia (UKI). Ia memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan; gelar master pada Program Studi Biologi, Institut Teknologi Bandung; dan gelar doktor pada Program Studi Biologi, Universitas Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UKI dan menjadi reviewer dari beberapa jurnal, baik nasional maupun internasional. Ia juga aktif menulis berbagai buku seperti Zingiberaceae (BotaniManfaat, dan Bioaktivitas), Tumbuhan Berbiji di Jakarta Jilid 2100 Jenis-Jenis Non Pohon TerpilihEtnobotani Suku Sanger, dan terbitan-terbitan lainnya. Penulis dapat dihubungi via alamat surel marina_biouki@yahoo.com.

Ade Irwandi, Universitas Andalas

pada saat ini tergabung dalam lembaga Jagadditha Nawasena Nusantara dan merupakan seorang yang fokus pada kajian-kajian sosial dan budaya. Menamatkan pendidikan sarjana (S-1) di jurusan Antropologi Sosial, Universitas Andalas dan lanjut pendidikan Magister (S-2) di universitas yang sama dengan fokus kajian Antropologi. Dengan latar belakang ilmu sosial, memiliki ketertarikan dengan kajian sosial budaya masyarakat. Ia dapat dihubungi via surel adeirwandi07@gmail.com.

Erwin, Universitas Andalas

merupakan seorang pengajar dan sekaligus guru besar pada Departemen Antropologi Sosial, Universitas Andalas, Padang. Fokus kajian yang diminati berkisar kajian sosial budaya masyarakat, kemiskinan, ketahanan pangan dan masalah pedesaan. Buku terakhir yang diterbitkan berjudul Kemiskinan di Mentawai tahun 2022 dan tengah menyelesaikan buku kedua dengan isu ketahanan pangan di Mentawai. Penulis dapat dihubungi via alamat surel erwin@soc.unand.ac.id

Ermayanti, Universitas Andalas

merupakan staf pengajar di Departemen Antropologi Sosial Universitas Andalas, Padang. Memiliki ketertarikan dengan isu masyarakat pedesaan dan masalah-masalah pedesaan. Penulis dapat dihubungi via alamat surel ermayanti@soc.unand.ac.id.

Edi Indrizal, Universitas Andalas

merupakan staf pengajar di Departemen Antropologi Sosial Universitas Andalas, Padang. Memiliki ketertarikan dengan masalah-masalah sosial budaya dan pembangunan partisipatif. Dapat dihubungi melalui alamat surel ediindrizal@soc.unand.ac.id

Hariany Siappa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Lahir pada tanggal 13 Februari 1978 di Palu. Merupakan anak kelima dari delapan bersaudara, dari pasangan Aries Siappa (ayah, almarhum) dan Debora Moga (ibu, almarhum). Sebelum menjadi peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK) pada tahun 2018, bekerja sebagai fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Sejak April 2022 bergabung sebagai peneliti di kelompok riset Etnoekologi Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menamatkan Pendidikan S-1 (2001) dari Fakultas Biologi Lingkungan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) di Yogyakarta. Pada tahun 2013, melanjutkan studi S-2 di IPB, Jurusan Konservasi Biodiversitas Tropika. Memiliki pengalaman sebagai narasumber, pemakalah/pemateri pada seminar nasional yang berkaitan dengan bidang kepakaran botani, konservasi, dan etnobotani. Beberapa judul publikasi yang berkaitan dengan kepakaran penulis adalah (1) “Komposisi Vegetasi, Pola Sebaran dan Faktor Habitat Nunu Pisang (Ficus magnoliifolia) di hutan Pangale, Desa Toro, Sulawesi Tengah”, (2) “Pemanfaatan Nunu Pisang (Ficus magnoliifolia Blume) oleh Masyarakat Suku Moma di Sulawesi Tengah”, dan (3) “Tumbuhan Pangan dan Obat Masyarakat Manggarai Sekitar Taman Wisata Alam Ruteng”. Penulis dapat dihubungi via alamat surel harianysiappa@gmail.com.

Elisa Iswandono, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT)

Lahir di Kediri tanggal 3 Maret 1976. Merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, dari pasangan Ibu Soeparmi (Almarhum) dan Bapak Soedigdo (Almarhum). Mengabdi sebagai tenaga fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 1999 di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Menyelesaikan pendidikan sarjana dari Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (1994–1998).

Delapan tahun kemudian, tahun 2006, melanjutkan studi master di IPB program studi Konservasi Keanekaragaman Hayati dan tamat tahun 2007. Pada tahun 2012, melanjutkan studi S-3 di IPB jurusan Konservasi Biodiversitas Tropika yang diselesaikan dalam waktu 4 tahun dan diwisuda pada Oktober 2016. Memiliki pengalaman sebagai narasumber dan presenter/pemakalah di bidang etnobotani dan kearifan lokal baik pada berbagai seminar nasional maupun internasional dalam dan luar negeri. Beberapa di antaranya adalah seminar internasional Proverbs Old Saying and Community Rule of Manggarai Communities di Seoul Nasional University (31 Oktober–3 November 2017) di Korea Selatan dan pelatihan Environmental Education of Sustainability Development Conservation for Lives of Local Communities” (2010) di Jepang. Memiliki dua paten (terdaftar/granted): (1) Peta Pembentukan Danau Ledulu, dengan nomor pencatatan 000385903 tanggal 29 September 2022; dan (2) Transformasi Data DNA Barcoding Tumbuhan Air dari Pulau Rote dengan Penanda Marka DNA Rbcl Menjadi Qr Code (Ai System) dengan nomor pencatatan EC00202332970, 5 Mei 2023. Memiliki tiga buku yang telah diterbitkan pada tahun 2018 yaitu Budaya Konservasi Orang ManggaraiTumbuhan Obat Orang Manggarai Sekitar Taman Wisata Alam Ruteng, dan Tabukah Cagar Alam Mutis Berubah Fungsi? Penulis dapat dihubungi via alamat surel eiswandono@gmail.com.

Muhammad Nikmatullah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

lahir 18 Oktober 1991 di Serang, Banten, Indonesia. Penulis telah menamatkan pendidikan Program Sarjana Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Program Magister Sains di Departemen Biologi, Universitas Indonesia. Ia merupakan alumni awardee beasiswa LPDP 2016. Terhitung 2019–2022, ia menjadi peneliti di Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), dan terhitung 2022 ia masuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai peneliti muda bidang etnobotani di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi. Sampai saat ini ia telah menulis hasil risetnya di beberapa jurnal dan buku. Penulis dapat dihubungi via alamat surel muhamad.nikmatullah@brin.go.id

Titi Kalima, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, dan gelar master pada Program Studi Biologi Tumbuhan, Universitas Indonesia. Saat ini, ia aktif melakukan riset yang berkaitan dengan etnobiologi dan aktif menulis berbagai buku seperti Atlas kayu Indonesia (Jilid 1-4), Atlas Rotan Indonesia (Jilid 1-4), Strategi Konservasi 12 Spesies Pohon Prioritas Nasional 2019–2029Akar Kuning Sebagai bahan Baku ObatBunga Rampai Jenis Liana Berkhasiat ObatStrategi Produksi Bibit Berkualitas untuk Pengembangan Rotan JernangDaftar Merah Tumbuhan Indonesia 150 Jenis Pohon Kayu Komersial, Identifikasi dan Pertelaan Jenis Rotan Pulau Jawa, Sanger, dan juga menjadi reviewer dan editor dari beberapa jurnal dan buku nasional. Penulis dapat dihubungi pada alamat surel titi028@brin.go.id.

Mohammad Fathi Royyani, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

adalah Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Topik utama riset-risetnya adalah mengenai etnobotani dan human ecology. Penulis menempuh pendidikan S-1 pada Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kemudian menyelesaikan jenjang S-2 dan S-3 di Jurusan Antropologi Universitas Indonesia. Hasil-hasil penelitiannya ditulis dalam bentuk laporan perjalanan. Selain itu, diterbitkan juga pada jurnal internasional serta jurnal nasional. Penulis juga aktif menulis karya tulis populer di berbagai media massa. Di antara buku yang telah diterbitkannya adalah Pandan of Java (IPB Press), Manusia KosmikRelasi Manusia dan Keanekaragaman Hayati dalam Isu Konservasi (Pustaka Compass). Biografi Kiai Abbas Buntet PesantrenLokomotif Perjuangan Kemerdekaan (LP3ES). Permainan TradisionalAntara Bentang Alam dan Budaya. Penulis dapat dihubungi via alamat surel fathi.royyani@gmail.com dan moha026@brin.go.id.

Linda Wige Ningrum, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

adalah Peneliti Ahli Muda Pada Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peneliti yang lahir di Banyuwangi pada tanggal 18 Desember 1988 ini menamatkan jenjang program sarjana pada bidang manajemen hutan dan program master pada bidang ilmu kehutanan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Beberapa beasiswa telah ia peroleh, antara lain, beasiswa BOP, Prestasi Akademik, Karya Salemba Empat, dan Beasiswa Master “Program in Search of Balance” dari Pemerintah Norwegia. Kini ia aktif dalam berbagai kegiatan eksplorasi tumbuhan baik di Jawa maupun di luar Jawa dan berbagai penelitian terkait potensi-potensi tumbuhan berguna yang dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Berbagai penelitian yang telah dilakukan telah ia publikasikan baik dalam bentuk jurnal nasional/internasional maupun dalam bentuk buku. Penulis dapat dihubungi via alamat surel lind009@brin.go.id dan lindawige18@gmail.com.

Ida Farida Hassanah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Teknisi Penelitian Litkayasa Penyelia di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pernah ikut terlibat dalam beberapa tulisan di karya tulis ilmiah pada jurnal nasional dan juga pernah terlibat dalam beberapa tulisan di karya tulis ilmiah lainnya. Pernah bekerja di koleksi Herbarium dan Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN). Menjadi tenaga teknis di koleksi Herbarium basah selama 9 tahun dan di koleksi herbarium kering selama 2 tahun. Bekerja di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN) selama 9 tahun dan pernah mengikuti beberapa pameran dalam rangka Hari Museum Nasional seperti di Bogor, Kota Tua Jakarta, dan di Museum Nasional Jakarta. Penulis dapat dihubungi via alamat surel idaf002@brin.go.id dan idafh1977@gmail.com.

References

BPS. (2023a). Laju pertumbuhan penduduk (persen), 2021-2023. https://www.bps.go.id/indicator/12/1976/1/laju-pertumbuhan-penduduk.html

BPS. (2023b). Jumlah penduduk pertengahan tahun (ribu jiwa), 2021–2023. https://www.bps.go.id/indicator/12/1975/1/jumlah-penduduk-pertengahan-tahun.html

Gafar, S. (2009). Diversifikasi pangan berbasis Tepung: Belajar dari pengelolaan kebijakan terigu. PANGAN, 18(4), 32–44. https://doi.org/10.33964/jp.v18i4.217

Hariyanto, B., Sugiatmi, Gantina, A., Tristiyanti, W. F., Riza., Wardhani, J., & Rusesta, R. R. (2021). Direktori perkembangan konsumsi pangan. Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian. https://ditjenpkh.pertanian.go.id/uploads/download/3e8f561f9e61f478b634605ccf1effb4.pdf

Widowati, S., & Damardjati, D.S. (2001). Menggali sumberdaya pangan lokal dalam rangka ketahanan pangan. Pangan, 10(36), 3–10

Widowati, S. (2020). Kajian teknologi tepung kasava: Prospek dan kendala pemanfaatan untuk industri pangan berbasis tepung. Jurnal Pangan Halal, 2(2), 73–78. https://ojs.unida.ac.id/JIPH/article/view/4611

Adrianto, H., Ulinniam, Purwanti, E. W., Yusal, M. S., Widyastuti, D. A., Sutrisno, E., Tamaela, K. A., Dailami, M., Purbowati, R., Angga, L. O., Hasibuan, A. K. H., Hariri, M. R., Nendissa, D. M., Nendissa, S. J., Noviantari, A., & Chrisnawati, L. (2021). Bioteknologi. CV Widina Media Utama.

Adisti, F. W. (2016). Karakterisasi pati sagu (Metroxylon Sp.) yang berasal dari Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan, Papua Barat [Skripsi tidak diterbitkan]. IPB University. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/86373

Agustina, L. (2011). Teknologi hijau dalam pertanian organik menuju pertanian berkelanjutan. Universitas Brawijaya Press.

Al Hakim, R. R., Pangestu, A., Hidayah, H. A., Faizah, S., & Nugraha, D. (2022). Pemanfaatan teknologi Iot untuk pertanian berkelanjutan. Dalam E-Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan (INOPTAN) (Vol. 1, 1–9).

Amanto, B. S., Umanailo, M. C. B., Wulandari, R. S., Taufik, T., & Susiati, S. (2019). Local consumption diversification. Int. J. Sci. Technol. Res, 8(8), 1865–1869.

Anatasya, A. (2023). Inovasi kemasan produk klanting sebagai makanan tradisional. Universitas Katholik Soegijapranata Semarang.

Ancok, D. (1994). Pemanfaatan organisasi lokal untuk mengentaskan kemiskinan. Unisia, 21, 25–30.

Andreani, G., Sogari, G., Marti, A., Froldi, F., Dagevos, H., & Martini, D. (2023). Plant-based meat alternatives: Technological, nutritional, environmental, market, and social challenges and opportunities. Nutrients, 15(2), 452.

Anita, A., & Sutrisno, E. (2022). Analisis persepsi masyarakat terhadap pengolahan pangan lokal untuk pencegahan stunting di jawa timur. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 456–466.

Anita, A., Sutrisno, E., Wiratara, P. R. W., & Ifadah, R. A. (2021). Pelatihan pembuatan kerupuk “debog pisang” dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di Desa Konang Kecamatan Glagah Lamongan Jawa Timur. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 197–204.

Annur, C. M. (2023, 20 April). Produksi padi Indonesia cenderung menurun dalam 10 tahun terakhir. Katadata. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/04/20/produksi-padi-indonesia-cenderung-menurun-dalam-10-tahun-terakhir

Arofani, P. (2020, 1 Maret). 10 jenis durian paling populer ini wajib masuk list kulineranmu. IDN Times. https://www.idntimes.com/food/dining-guide/prila-arofani/jenis-durian-paling-populer?page=all

Arwati, S. (2018). Pengantar ilmu pertanian berkelanjutan. Penerbit Inti Mediatama.

Athaillah, A., & Hutauruk, A. M. (2022). Formulasi dan evaluasi sediaan losion dari perasan buah belimbing manis (Averrhoa carambola L) sebagai antioksidan. Forte Journal, 2(1), 89–100.

azerbaijan_stockers. (2023). Free photo healthy raw rice with wooden spoon on a wooden table [Foto]. Freepik. https://www.freepik.com/free-photo/healthy-raw-rice-with-wooden-spoon-wooden-table_13340270.htm

Azlan Foodscapes [@azlanfoodscapes]. (2023, 22 November). JUICE OF THE DAY | 1555 hrs, Tuesday, 21 November 2023. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=zCUquI2Z_J0

azerbaijan_stockers. (2023). Free photo healthy raw rice with wooden spoon on a wooden table [Foto]. Freepik. https://www.freepik.com/free-photo/healthy-raw-rice-with-wooden-spoon-wooden-table_13340270.htm

Bantacut, T. (2011). Sagu: Sumberdaya untuk penganekaragaman pangan pokok. Jurnal Pangan, 20(1), 27–40.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Geoportal data bencana Indonesia. https://gis.bnpb.go.id/

Bryant, C. J. (2022). Plant-based animal product alternatives are healthier and more environmentally sustainable than animal products. Future Foods, 100174.

Budiarti, N. I. S., & Kintoko, K. (2021). Etnomedicine study: Katuk leaves (Sauropus androgynus (L.) Merr.) for breast milk booster in Sumberan Ngestiharjo Kasihan Bantul. International Journal of Islamic and Complementary Medicine, 2(2), 91–104.

Chikmawati, T., & Hartana, A. (2022). Keanekaragaman petai di Sumatra bagian tengah. Floribunda, 6(8), 301–314.

Dewantara, D. (2022). Studi kasus bahan pangan organik, proses produksi, dan penciptaan brand mie sehat produk mie Lemonilo. Dalam E-paper pengantar ilmu pertanian (119–128). UTP Surakarta. https://www.researchgate.net/publication/367221426_Studi_Kasus_Bahan_Pangan_OrganikProses_Produksidan_Penciptaan_Brand_Mie_Sehat_Produk_Mie_Lemonilo

Dwiartama, A., Tresnadi, C., Furqon, A., & Pratama, M. F. (2020). Membangun ketahanan pangan melalui inisiatif pangan lokal: Studi kasus di Kota Bandung dan sekitarnya. Jurnal Sosioteknologi, 19(1).

Ekafitri, R., & Faradilla, R. H. F. (2011). Pemanfaatan komoditas lokal sebagai bahan baku pangan darurat. Jurnal Pangan, 20(2), 153–162.

Erwin, L. T. (2008). Peta 100 tempat makan makanan khas Betawi di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang. Gramedia Pustaka Utama.

Feliana, F., Laenggeng, A. H., & Dhafir, F. (2014). Kandungan gizi dua jenis varietas singkong (Manihot esculenta) berdasarkan umur panen di Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal e-Jipbiol, 2(3), 1–14.

Fitrianti, T., & Partasasmita, R. (2020). Medicinal plants of Cintaratu Village, Pangandaran, West Java. Dalam Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (Vol. 6, No. 1). Masyarakat Biodiversitas Indonesia; Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Gere, A., Radványi, D., & Moskowitz, H. (2019). Consumer Perspectives about innovations in traditional foods. Dalam Innovations in Traditional Foods (53-84). Woodhead Publishing.

Geyzen, A., Ryckbosch, W., Scholliers, P., Teughels, N., & Leroy, F. (2019). Food innovation and tradition: interplay and dynamics. Dalam Innovations in Traditional Foods (27-51). Woodhead Publishing.

Griffiths, J. C., Abernethy, D. R., Schuber, S., & Williams, R. L. (2009). Functional food ingredient quality: Opportunities to improve public health by compendial standardization. Journal of Functional Foods, 1(1), 128–130.

Haka, N. B., Ansori, S., Dewi, N. K., Bilah, R. S., & Haryanto, A. P. (2020). Kegiatan e-marketing kewirausahaan produk makanan lokal Desa Sinar Petir Kabupaten Tanggamus. Adimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 13–21.

Hanas, D. F., Kriswiyanti, E., & Junitha, I. K. (2017). Karakter morfologi beras sebagai pembeda varietas padi. J. Leg. Forensic Sci, 1, 23–28.

Handri, Z. (2014). Analisis komparatif pendapatan petani penangkar benih dengan petani konsumsi pada usahatani cabai di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah [Disertasi tidak diterbitkan]. Universitas Mataram.

Hapsari, F. [@firtahapsariapsari]. (2023). Tempe kacang (bungkil) ini enak loh plus kaya nutrisi! Bahan utamanya bukan kedelai tapi kacang tanah [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/B2beFoig-T_/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

Harvian, K. A., & Yuhan, R. J. (2020). Kajian perubahan iklim terhadap ketahanan pangan. Dalam Seminar Nasional Official Statistics (Vol. 2020, No. 1, 1052–1061). Politeknik Statistika STIS.

Hermanto, A., Yasya, W., Kristanti, R., & Chrisye, M. (2021). Dampak akses terhadap sumber daya alam pada kemiskinan dan ketahanan pangan. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial Dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 7(2).

Homemadeindonesia. (2023). Ikan asin peda putih [Foto]. Diakses pada 23 November 2023, dari https://homemadeindonesia.com/marketplace/produk/detail/KFBADB15E33-Ikan-asin-peda

Ikhram, A., & Chotimah, I. (2022). Pemberdayaan masyarakat diversifikasi pangan masyarakat melalui inovasi pangan lokal dari singkong. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(1), 271–278.

Indriyanti, A. D. (2022). Management logistik dan supply chain terintegrasi Tasikmalaya. RCI Press.

Irpan, A., Sundawa, E., & Fahmiawati, N. A. (2017). Gerubi (Burger Ubi) inovasi pangan lokal sebagai alternatif makanan pokok yang kaya akan gizi. Jurma: Jurnal Program Mahasiswa Kreatif, 1(1).

Islam, M. S. (2021). Free photo tomatillo atau balon ceri juga dikenal sebagai husk tomat [Foto]. Istockphoto. https://www.istockphoto.com/id/foto/tomatillo-atau-balon-ceri-juga-dikenal-sebagai-husk-tomat-gm1327626448-411929279

Jamil, S. N. A., Sandra, L., Sutrisno, E., Purnamasari, S., Mardiyah, U., Fitriani, E., Saiya, H. G., Nurhayati, A., & Kamarudin, A. P. (2021). Ekologi pangan dan gizi masyarakat. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

Jatmiko, R. A. (2020). Uji aktivitas anti bakteri ekstrak biji keluak (Pangium edule) terhadap bakteri Salmonella typhi [Disertasi]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Karyaherbal1 [@karyaherbal1]. (t.t.). Pete china [Foto]. Tokopedia. Diakses pada 23 November 2023, dari https://www.tokopedia.com/karyaherbal1/pete-china-kupas-pete-cina-kupas-per-400-gram?extParam=src%3Dshop%26whid%3D10518314

Khair, N. (t.t). Ikan asin tenggiri /ikan asin telang tenggiri Banjarmasin [Foto]. Diakses pada 23 November 2023, dari https://shopee.co.id/Ikan-asin-tenggiri-ikan-asin-telang-tenggiri-Banjarmasin-i.39755091.1779679830

Kristanti. (2023). Free photo raw tempeh tempe slices on wooden [Foto]. Istockphoto. https://www.shutterstock.com/id/image-photo/raw-tempeh-tempe-slices-on-wooden-1937244775

Kurniawan, A. P., Husnayain, N., Puteri, L. K., Rosemarwati, T. U., & Pertama, C. (2021). Inovasi pangan lokal: Pembuatan tepung mocaf dari petani singkong. Forbil Institute.

KSM tour [@ksmtour]. (2017). Buah carica kecil namun kaya manfaat bagi kesehatan – oleh-oleh khas Wonosobo [Foto]. Pinterest. Diakses pada 23 November 2023, dari https://www.pinterest.com/pin/454300681147299461/

Kurniawan, S. (2023). Tips membawa tempe menjes khas malang sebagai oleh-oleh, lakukan ini agar awet sepanjang perjalanan. Diakses pada 23 November 2023, dari https://www.jatimnetwork.com/hiburan/438554613/tips-membawa-tempe-menjes-khas-malang-sebagai-oleh-oleh-lakukan-ini-agar-awet-sepanjang-perjalanan

Malau, L. R. E., Rambe, K. R., Ulya, N. A., & Purba, A. G. (2023). Dampak perubahan iklim terhadap produksi tanaman pangan di Indonesia. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(1), 34–46.

Marisa, M., Carudin, C., & Ramdani, R. (2021). Otomatisasi sistem pengendalian dan pemantauan kadar nutrisi air menggunakan teknologi NodeMCU ESP8266 pada tanaman hidroponik. Jurnal Teknologi Terpadu, 7(2), 127–134.

Mayur, N. (2023). 10 amazing mundu facts and health benefits. [Foto]. Diakses tanggal 25 November 2023, dari https://www.homenaturalcures.com/mundu-facts-and-health-benefits/

Mesin Packing Tempe [@mesinpackingtempe]. (2022). Coba tebak ini tempe apa? [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/Cga64P0pmeo/?igshid=MzRlODBiNWFlZA%3D%3D

Munialo, C. D., Stewart, D., Campbell, L., & Euston, S. R. (2022). Extraction, characterisation and functional applications of sustainable alternative protein sources for future foods: A review. Future Foods, 6, 100152.

Nasution, N., Lestari, S. U., & Hasan, M. A. (2021). Penerapan teknologi otomatisasi dalam pertanian agrotech farm system. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(6).

Novalbarosa. (2018). Jengkol (Archidendron pauciflorum) [Foto]. Diakses pada 23 November 2023, dari https://steemit.com/introduce/@novalbarosa/jengkol-archidendron-pauciflorum-2017917t182957414z

Ningrum, F. C., Turgarini, D., & Bridha, R. L. (2021). Pelestarian tradisi nyeruit sebagai warisan gastronomi Kota Bandar Lampung. The Journal Gastronomy Tourism, 1(2), 85–95.

Nilesh, N. (2023). Eggplant [Foto]. Pinterest. Diakses tanggal 25 November, dari https://id.pinterest.com/pin/962503751585986881/

Nirmagustina, D. E. (2021). Karaktersitik fisik dan kimia beras coklat germinasi 3 jenis varietas padi (mentik, susu, ciherang, pandan wangi). Jurnal Gizi Dan Pangan Soedirman, 5(2), 63–78.

Oktavianawati, P. (2017). Jajanan tradisional asli Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pangerang, F., & Rusyanti, N. (2018). Characteristics and quality of local rice in Bulungan District, North Kalimantan. Canrea Journal: Food Technology, Nutritions, and Culinary Journal, 107–117.

Pasarkan. (t.t.). Ikan asin jambrong Tarakan. Diakses pada 23 November 2023, dari https://pasarkan.kaltaraprov.go.id/detail/ikan-asin-jambrong-tarakan-1958

Pratiwi, R. (2021). 5 manfaat petai untuk kesehatan tubuh yang perlu anda tahu. Diakses pada 23 November 2023, dari https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-petai-untuk-kesehatan/

Putranto, R. R. (2023). Studi kasus bahan pangan organik, proses produksi, dan penciptaan brand mentega organik merk vegan butter Beorganik. Dalam E-paper pengantar ilmu pertanian (176–185). https://www.researchgate.net/publication/367238746_Studi_Kasus_Bahan_Pangan_Organik_Proses_Produksi_dan_Penciptaan_Brand_Mentega_Organik_Merk_Vegan_Butter_Beorganik

Puspaningtyas, D. E. (2013). The miracle of fruits. AgroMedia.

Rais, N. (2020, 3 Maret). Tahu Semarang beda dengan tlembuk Pemalang. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/sugengsuceng/5e5ddf10097f3602dc7ccfd2/tahu-semarang-beda-dengan-tlembuk-pemalang

Rahayu, P., Ernes, A., & Sari, P. D. (2018). Uji kadar vitamin A crackers perlakuan terbaik dari proporsi tepung terigu: Ubi jalar kukus dan penambahan tepung daun kelor. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 3(1), 2548–8023.

Rimawati, E., Kusumawati, E., Gamelia, E., Sumarah, S., Nugraheni, S. S. (2018). Food supplement interventions for increasing hemoglobin level on pregnant women. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3), 465063.

Rizki, F. (2013). The miracle of vegetables. Agromedia.

Rochman, D. A., Sutrisno, E., & Ernes, A. (2019). Karakteristik fisikokimia serbuk jamu daun beluntas (Pluchea indica L.). AGROMIX, 10(1), 58–66.

Rohimah, S., & Kurnia, T. (2021). Peningkatan ekonomi masyarakat melalui inovasi produk olahan keripik kulit singkong. ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 11–18.

Rohmah, Y. (2023). Cara memasak beras merah agar pulen, ini 8 langkahnya! [Foto]. Diakses pada 25 November 2023, https://id.theasianparent.com/cara-memasak-beras-merah

Roikah, S., Rengga, W. D. P., Latifah, L., & Kusumastuti, E. (2016). Ekstraksi dan karakterisasi pektin dari belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi, L). Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 5(1), 29-36.

Roswaty, A. (2013). All about jengkol & petai. Gramedia Pustaka Utama.

Rukmini, H. S., & Naufalin, R. (2015). Formulasi tiwul instan tinggi protein melalui penambahan lembaga serealia dan konsentrat protein kedelai . Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 25(3).

Sanaji, M. (2010). Wisata kuliner makanan daerah khas Lombok. PT Gramedia Pustaka Utama.

Saniah, K., & Rahani, Z. C. (2011). Acceptability and textural quality of Sri Pontian cassava nuggets using response surface methodology. Journal Tropical Agricultural and Food Science, 39(2), 131–139.

Santoso, Y. R., Yuwono, E. C., & Tanudjaja, B. B. (2021). Perancangan inovasi kemasan makanan takeaway eco-friendly untuk Yeobi Cafe Bali. Jurnal DKV Adiwarna, 1(18), 6.

Saras, T. (2023). Daun katuk: Manfaat kesehatan dan penggunaannya. Tiram Media.

Sarayuth3390. (2017). Free photo Tunas bambu di hutan-hujan [Foto]. Istockphoto. https://www.istockphoto.com/id/foto/tunas-bambu-di-hutan-hujan-gm652526504-118448389

Septiani, F. (2017). Apa jenis ikan asin favoritmu? Dimasak apa? Quora. https://id.quora.com/Apa-jenis-ikan-asin-favoritmu-Dimasak-apa

Simarmata, M. M. T., Sudarmanto, E., Kato, I., Nainggolan, L. E., Purba, E., Sutrisno, E., Chaerul, M., Faried, A. I., Marzuki, I., & Siregar, T. (2021). Ekonomi sumber daya alam. Yayasan Kita Menulis.

Sophia, H., Dahliaty, A., Nugroho, T. T., & Helianty, S. (2020). Inovasi produk olahan Singkong menjadi Singkong Frozen untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam Unri Conference Series: Community Engagement (Vol. 2, 488–493).

Sudjatmiko, D. P., Siddik, M., Anwar, A., Zaini, A., & Dipokusumo, B. (2023). Pengembangan agroindustri pengolahan hasil pertanian kelompok wanitatani di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Gema Ngabdi, 5(1), 56–67.

Surya, R., & Tedjakusuma, F. (2022). Diversity of sambals, traditional Indonesian chili pastes. Journal of Ethnic Foods, 9(1), 25.

Sutrisno, E. (2023a). Food and disaster. Dalam Disaster in Indonesia: A multidisciplinary perspective (Ed. 1, 103–111). Nuta Media.

Sutrisno, E. (2023b). Telur aneka rasa. Dalam Bunga rampai makanan khas Malang (Ed. 1, 48–57). Percetakan UB Media.

Sutrisno, E., Amilia, E., Nurdiana, Elfarisna, & Fangohoi, L. (2022). Pengantar pertanian organik. Nuta Media.

Sutrisno, E., Jannah, E. N., Koryati, T., Junairiah, J., Sari, R. N., Mursyid, M., Utami, S. W., Putri, S. K., Pade, S. W., & Defriyanti, W. T. (2023). Diversifikasi pangan lokal. Yayasan Kita Menulis.

Swadaya, T., & Muaris, H. J. (2013). Super sagu. Trubus Swadaya.

Syukur, M., & Rifianto, A. (2013). Jagung manis. Penebar Swadaya Grup.

Tia. (2023). 4 tips menghilangkan bau langu pada rebung. Diakses pada 23 November 2025, dari https://resepkoki.id/4-tips-menghilangkan-bau-pada-rebung/

Tobing, H. A. L. (2005). Camilan tradisional Indonesia: Serba goreng & panggang. Gramedia Pustaka Utama.

Tuhumury, H., Souripet, A., Moniharapon, E., & Horhoruw, W. (2023). Pelatihan pembuatan es krim durian dan emping biji durian di Desa Rutong Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 564–572.

Usdyana, N. F., Ahmad, I., & Yusuf, M. (2018). Diversifikasi jamur tiram sebagai pangan lokal pada kelompok wanita tani di Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang. Jurnal Dedikasi Masyarakat, 1(2), 59–68.

Utami, D. P. (2021). Strategi branding untuk membangun image positif pangan lokal bagi usaha mikro kecil dan menengah. Journal of Food Technology and Agroindustry, 3(1), 26–35.

Watrianthos, R., Sutrisno, E., Hasibuan, A., Chandra, E., Sudarso, A., Muliana, M., Tasnim, T., Silitonga, H. P., Purba, S., & Widyastuti, R. D. (2020). Kewirausahaan dan strategi bisnis. Yayasan kita menulis.

Wibisono, G. (2021). Ikan teri Medan ternyata dari Lampung [Foto]. Diakses pada 23 November 2023, dari https://seide.id/ikan-teri-medan-ternyata-dari-lampung-2/

Widiarti, A. (2013). Pengusahaan rebung bambu oleh masyarakat, studi kasus di Kabupaten Demak dan Wonosobo. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 10(1), 51–61.

Widjaja, E. A., & Kartikasari, S. N. (2001). Identifikasi jenis-jenis bambu di Jawa. Bogor: LIPI Seri Panduan Lapangan.

Widyastuti, L. A., Nugroho, W. A., & Rilianti, A. P. (2010). Oats-bekatul sebagai pangan fungsional. Pelita-Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY, 2.

Wiguna, I. N., Munif, D. H., Tuttazkiyah, U., Sejati, S. H. V., Mahmud, R., Yuliana, A., Nuraini, N., & Rumah, P. P. (2021). Pangan lokal kaya protein: Bandeng presto, mangut manyung, mangut beong, telur asin, ikan asin, sate ambal, kripik yutuk, & ikan asap. Penerbit Pustaka Rumah Cinta.

Widyawati, V. (2019). Buah, daun, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan biji-bijian tokcer demi momongan berkualitas. Laksana.

Widiyastuti, E. (2019). Beras hitam dan beras ketan hitam, apa bedanya? [Foto]. Diakses pada 25 November 2023, dari https://endeus.tv/artikel/beras-hitam-dan-beras-ketan-hitam-apa-bedanya

Widowati, S. (2012). Keunggulan jagung QPM (quality protein maize) dan potensi pemanfaatannya dalam meningkatkan status gizi (the advantage of quality protein maize and the potent of its utilization in improving nutritional status). Jurnal Pangan, 21(2), 171–184.

Yodtiwong, M. (2016). Free photo anacardiaceae buah thailand maprang marian plum [Foto]. Istockphoto https://www.istockphoto.com/id/foto/anacardiaceae-buah-thailand-maprang-marian-plum-gm522791660-91788329

Zahra, S., & Iskandar, Y. (2017). Review artikel: Kandungan senyawa kimia dan bioaktivitas Ocimum Basilicum L. Farmaka, 15(3), 143–152.

Ariani, M. (2016). Pergeseran konsumsi pangan lokal, suatu keprihatinan. Dalam E. Pasandaran, R. Heriawan, & M. Syakir (Ed.), Pangan lokal: Budaya, potensi dan prospek pengembangan (451–479). IAARD Press.

Ariningsih, E. & Ariani, M. (2012). Upaya peningkatan diversivikasi konsumsi pangan melalui pengembangan produk pangan olahan: Kasus pada komoditas jagung dan sagu. Jurnal Sosio Ekonomika (Journal of Socio Economics), 14(1).

Ashari, Saptana, & Purwantini, T. B. (2012). Potensi dan prospek pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 30(1), 13–30.

Badan Ketahanan Pangan. (2021). Direktori perkembangan konsumsi pangan. Dalam Kementerian Pertanian RI (Vol. 3).

Badan Ketahanan Pangan, & Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2019). Panduan penyusunan neraca bahan makanan. Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik (t.t.). Susenas. https://www.bps.go.id/index.php/subjek/81

Badan Pusat Statistik. (2021). Buku 2: Pedoman Pencacah Susenas Maret 2020. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistical Yearbook of Indonesia 2022.

Baser, K. H. C., & Buchbauer, G. (Ed.). (2015). Handbook of essential oils: Science, technology, and applications. CRC Press.

Boer, R. (2010). Ancaman perubahan iklim global terhadap ketahanan pangan Indonesia (the threats of global climate change on food security in Indonesia. Jurnal Agrimedia, 15, 16– 21.

Brody, A. L., Strupinsky, E. P., & Kline, L. R. (2012). Active Packaging for Food Applications. CRC Press.

Budijono, A., Yuniarti, Suhardi, Suharjo, & Istuti, W. (2010). Kajian pengembangan agroindustri aneka tepung di pedesaan. Bulletin Aqgroindustri Indonesia.

Bustaman, S., & Susanto, A. N. (2007). Prospek dan strategi pengembangan sagu untuk mendukung ketahanan pangan lokal di Provinsi Maluku. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan (JEP), XV(2), 169–202.

Cahyanto, A. B. (2012). Analisis variabel ekonomi makro terhadap penanaman modal asing di Indonesia tahun 2005 QI – 2011 QII [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Brawijaya.

Census Bureau. (2023). The International Database (IDB): World population day. Diakses pada 11 Juli 2023, dari https://www.census.gov/newsroom/stories/world-population-day.html

Damayanti, D. A., Wahyuni, W., & Wena, M. (2014). Kajian kadar serat, kalsium, protein, dan sifat organoleptik chiffon cake berbahan mocaf sebagai alternatif pengganti terigu. Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya, 37(1).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (2022). Tepung mocaf MOCAF sebagai tepung terigu. https://perindag.slemankab.go.id/berita/tepung-mocaf-sebagai-pengganti-tepung-terigu/

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2016). Program peningkatan produksi jagung nasional. Kementerian Pertanian.

Food and Agriculture Organization of the United Nations Rome, 2014, The water-energy-food nexus: A new approach in support of food security and sustainable agriculture. https://www.fao.org/3/bl496e/bl496e.pdf

Food and Agriculture Organization. (2017). The future of food and agriculture trend and challenges. https://www.fao.org/3/i6583e/i6583e.pdf

García-Cano, I., Peña, J. L., & Bárcenas, M. E. (2015). Optimization of the snack extrusion process of a mix of rice and corn flours using response surface methodology. LWT-Food Science and Technology, 61(2), 487–496. https://doi.org/10.1016/j.lwt.2014.12.007

Gumilang, R. R. (2019). Implementasi Digital Marketing terhadap Peningkatan Penjualan Hasil Home Industri. Coopetition: Jurnal Ilmiah Manajemen, 10(1), 9–14.

Hazelia D., A., Poespita W., N., Angkasa, D., Wulandari, Indah P., I. (2010). Cassava Vruitpao sebagai camilan sehat berbasis pangan lokal dalam mendukung upaya kampanye konsumsi sayur dan buah [Salindia presentasi]. Diakses pada 22 Agustus 2023, dari https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/444

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2007). Synthesis report. https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/2018/02/ar4_syr_full_report.pdf

Iqbal, A., Hasnain, A., Malik, A. U., & Naeem, M. A. (2017). Quality management practices in the food processing industry of Pakistan: A comparative analysis. Quality Management Journal, 24(2), 40–54. https://doi.org/10.1080/10686967.2017.1247994

Komarayanti, S. (2017). Ensiklopedia buah-buahan lokal berbasis potensi alam jember. Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 2(1).

Laila, F. N., & Santoso, E. B. (2014). Penentuan kawasan agroindustri berbasis komoditas unggulan sektor pertanian di kabupaten. Jurnal Teknik Pomits, 3(2), 2337–3520. https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/issue/view/13

Mujumdar, A. S. (2014). Handbook of industrial drying. CRC Press.

Mulyani, A., Kuncoro, D., Nursyamsi, D., & Agus, F. (2016). Analisis konversi lahan sawah: Penggunaan data spasial resolusi tinggi memperlihatkan laju konversi yang mengkhawatirkan. Jurnal Tanah dan Iklim, 40(2), 121–133). https://media.neliti.com/media/publications/133680-ID-konversi-lahan-sawahindonesia-sebagai-a.pdf

Mulyani, A., & Ritung, S., & Las, I. (2011). Potensi dan ketersediaan sumberdaya lahan untuk mendukung ketahanan pangan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 30(2), 73–80.

Nugraheni, M. (2017). Peningkatan citra pangan lokal [Makalah sosialisasi].

Nugroho, S. P., Mulyantari, E., & Prasetyanto, H. (2021). Potensi makanan tradisional mie lethek sebagai daya tarik wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam Seminar Nasional Kepariwisataan (Vol. 2, No. 1, 54–64). SENORITA.

Pangestika, W. (2022, 8 Juli). Pengertian, kelebihan, jenis dan strategi digital marketing. Mekari Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-digital-marketing-konsepdan-penerapannya/

Sanjaya, R., & Tarigan, J. (2009). Creative digital marketing: Tekonologi berbiaya murah, inovatif dan berdaya hasil gemilang. Elex Media Komputindo.

Setyorini, E. (2020). Potensi Pangan Lokal Indonesia: Vol. IV. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. (2013). Teknologi fermentasi pangan. Penerbit Andi.

Suryana. (2014). Kewirausahaan: Kiat dan proses menuju kesuksesan. Salemba Empat.

Suwarno, & Tomomatsu, H. (2008). Sistem benih kentang di Indonesia. Food Technology, 2(48), 61– 64. http://www.situshijau.co.id

Tomomatsu, H. (1994). Health effects of oligosacharrides. Food Technology, 2(48), 61–64.

Wanamarta, G. (1981). Produksi dan kadar protein umbi 5 varietas ubi jalar pada tingkat pemupukan NPK. Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian Institut Atlanta.

Widowati, S. (2020). Kajian Teknologi Tepung Kasava: Prospek Dan Kendala. Jurnal. Jurnal Pangan Halal, 2(2), 73–78.

Wijoyo, H., Sunarsi, D., Indrawan, I., & Cahyono, Y., (2020). Manajemen pemasaran di era globalisasi. Penerbit CV. Pena Persada.

Wohl, J. (2016, 2 Mei). Pepperidge farm puffs up pastry sales with help from videos. AdAge. http://adage.com/article/cmo-strategy/

Wyman Oliver. (2018). Pertanian 4.0: Masa depan teknologi pertanian. KTT Pemerintah Dunia Februari. https://www.oliverwyman.com/content/dam/oliver-wyman/v2/publications/2021/apr/agriculture-4-0-the-future-of-farming-technology.pdf

Yarlina, V. P., & Hunda, S. (2021). Strategi perluasan pasar produk pangan lokal UMKM dan industri rumah tangga melalui media sosial dan e-commerce. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(6), 3465–3475.

Aldhariana, S. F. (2016). Analisis keragaan agroindustri beras siger: Studi kasus pada agroindustri Toga Sari (Kabupaten Tulang Bawang) dan agroindustri Mekar Sari (Kota Metro) [Skripsi]. Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/22354/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Alkumairoh, A. F., & Warsitasari, W. D. (2022). Pengaruh modal usaha, jam kerja, dan lama usaha terhadap pendapatan usaha mikro kecil menengah pedagang Pasar Gambar Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial, Ekonomi, Dan Bisnis Islam (SOSEBI), 2(2), 202–219. https://doi.org/10.21274/sosebi.v2i2.6428

Ariesta, W. (2016). Strategi pengembangan usaha agroindustri beras siger (studi kasus pada agroindustri Tunas Baru di Kelurahan Pinang Jaya Kemiling Kota Bandar Lampung) [Skripsi]. Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/22348/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Badan Ketahanan Pangan. (2020). Road map diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat non beras (2020-2024) (1–49). Kementerian Pertanian Indonesia. https://badanpangan.go.id/storage/app/media/Bahan 2020/Roadmap Diversifikasi Pangan 2020-2024.pdf

Badan Ketahanan Pangan. (2021). Direktori perkembangan konsumsi pangan tahun 2021 (Vol. 3). Badan Ketahanan Pangan. https://ditjenpkh.pertanian.go.id/uploads/download/3e8f561f9e61f478b634605ccf1effb4.pdf

Badan Pangan Nasional. (2023). Situasi konsumsi pangan nasional tahun 2022. https://badanpangan.go.id/buku-digital

Bazai, F.I. (2017). Penerapan strategi pemasaran dan aksesibilitas rumah tangga terhadap bihun tapioka di Kota Metro. [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Dimitri, C., & Rogus, S. (2014). Food choices, food security, and food policy. Journal of International Affairs, 67(2), 19–31. https://www.jstor.org/stable/24461733

Economist Impact. (2022). Country report: Indonesia global food security index 2022. https://impact.economist.com/sustainability/project/food-security-index/explore-countries/indonesia

Handayani, M., Sayekti, W. D., & Ismono, R. H. (2019). Pola konsumsi pangan rumah tangga pada desa pelaksana dan bukan pelaksana Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (JIIA), 7(1), 113–119. https://doi.org/10.23960/jiia.v7i1.3328

Ikhram, A., & Chotimah, I. (2022). Pemberdayaan masyarakat diversifikasi pangan masyarakat melalui inovasi pangan lokal dari singkong. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(1), 271–278. https://doi.org/10.32832/abdidos.v6i1.1217.

Lantang, K., & Kirana, T. (2022). Pengaruh modal kerja, jam kerja, lama usaha terhadap pendapatan pedagang di ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Poso. Ekomen: Jurnal Ilmiah Ekomen, 22(2), 8–19. https://ojs.unsimar.ac.id/index.php/EkoMen/article/view/503

Lestari D. A. H. (2007). Analisis Nilai Tambah Agroindustri Mi Segar, Mi Basah, Bihun, danSoun di Provinsi Lampung. Jurnal Sosio Ekonomika, 13 (2),: 159-–165.

Murniningtyas. (2011). Pengembangan industri pangan: Jalan menuju swasembada beras dan penurunan kemiskinan. Dalam Wibowo, H. Siregar, & A. Daryanto (Ed.), Format baru strategi dan kebijakan pembangunan pertanian Indonesia 2010-2014 (167).

Oktrisa, T., Sayekti, W. D., & Listiana, I. (2015). Persepsi, preferensi dan pola konsumsi makanan jajanan berbasis singkong terhadap remaja: Kasus di SMAN 2 Bandar Lampung dan SMAN 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (JIIA), 3(2), 219–227. https://doi.org/10.23960/jiia.v3i2.1042

Parastry, A., Lestari, D. A. H., & Prasmatiwi, F. E. (2017). Pengambilan keputusan dan sikap konsumen rumah tangga dalam membeli beras siger Toga Sari dan Mekar Sari. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (JIIA), 5(2), 192–199. https://doi.org/10.23960/jiia.v5i2.1658

Putriasih, N. W., Sayekti, W. D., & Adawiyah, R. (2015). Pola permintaan dan loyalitas pedagang soto terhadap bihun tapioka Di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (JIIA), 3(4), 426–430. https://doi.org/10.23960/jiia.v3i4.1093

Rahmatulloh, A. (2016). Analisis kinerja dan lingkungan agroindutri bihun tapioka di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur [Skripsi]. Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/22107/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Rahmawati, A. N., Sayekti, W. D., & Adawiyah, R. (2018). Pengambilan keputusan dalam pemilihan pangan lokal olahan dan pola konsumsi pangan rumah tangga di Kota Metro. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (JIIA), 6(2), 187–195. https://doi.org/10.23960/jiia.v6i2.2785

Sayekti, W. D., Adawiyah, R., Indriani, Y., Tantriadisti, S., & Syafani, T. S. (2021). Pola pikir makan dan preferensi mahasiswa terhadap makanan dan minuman jadi: Studi kasus di kota bandar lampung saat pandemi Covid-19. AgriHealth: Journal of Agri-Food, Nutrition and Public Health, 2(2), 65–77. https://doi.org/10.20961/agrihealth.v2i2.54702

Sayekti, W. D., Lestari, D. A. H., & Ismono, R. H. (2020). Faktor determinan konsumsi pangan lokal rumah tangga di Provinsi Lampung. Jurnal Pangan, 29(2), 87–170. https://doi.org/10.33964/jp.v29i2.469

Sayekti, W. D., Lestari, D. A. H., & Ismono, R. H. (2021). Kontribusi beras siger dalam pola konsumsi pangan rumah tangga konsumen beras siger di Provinsi Lampung (beras siger contribution for food consumption pattern of household beras siger consumer in Lampung Province). Journal of Food System and Agribusiness, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.25181/jofsa.v5i1.1697

Sayekti, W. D., Lestari, D. A. H., & Ismono, R. H. (2022). Kebijakan percepatan diversifikasi konsumsi pangan: Rekayasa sosial dan strategi pemasaran produk olahan berbahan baku pangan lokal. Aura Publishing.

Sayekti, W. D., Prasmatiwi, F. E., & Adawiyah, R. (2007). Pola konsumsi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah konsumsi bihun tapioka di Kota Bandar Lampung. Dalam Prosiding Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Hari Pangan Sedunia 2007 (343–315). http://repository.lppm.unila.ac.id/10710/

Suharko, S. (2019). Mempertahankan budaya pangan lokal berbasis jagung: Studi kasus di Desa Pagerejo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 7(1), 57–64. https://doi.org/10.22500/sodality.v7i1.25458

Syafani, T. S., Lestari, D. A. H., & Sayekti, W. D. (2015). Analisis preferensi, pola konsumsi, dan permintaan tiwul oleh konsumen rumah tangga di Provinsi Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (JIIA), 3(1), 85–92. https://doi.org/10.23960/jiia.v3i1.1021

Syahpura, S. K., & Zulfahmi. (2019). Peningkatan kualitas beras siger berbasis teknologi ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal). Media Kontak Tani Ternak, 1(2), 21–26. https://doi.org/10.24198/mktt.v1i2.24926

Vidyaningrum, A., Sayekti, D. W., & Adawiyah, R. (2016). Preferensi dan permintaan konsumen rumah tangga terhadap bihun tapioka di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis (JIIA), 4(2), 200–208. https://doi.org/10.23960/jiia.v4i2.1238

Wahyuni, L., Susanto, H., & Manan, A. (2022). Pengaruh bantuan produktif usaha mikro (bpum), pemanfaatan e-commerce, dan lama usaha terhadap peningkatan pendapatan pengusaha mikro di Kecamatan Kopang. Ekonobis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 8(2), 232–244. https://doi.org/10.29303/ekonobis.v9i2.115

Yusty, G. T., Zakaria, W. A., & Adawiyah, R. (2014). Analisis pola konsumsi ubi kayu dan olahannya pada rumah tangga di Kota Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science (JIIA), 2(2), 190–195. https://doi.org/10.23960/jiia.v2i2.732

Ahmadian, I., Yustiati, A., & Andriani, Y. (2021). Produktivitas budidaya sistem mina padi untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia: A review. Jurnal Akuatek, 2 (1), 1–6. https://doi.org/10.24198/akuatek.v2i1.33647

Ahmed, M., & Lorica, M. H. (2002). Improving developing country food security through aquaculture development – Lessons from Asia. Food Policy, 27(2), 125–141. https://doi.org/10.1016/S0306-9192(02)00007-6

Ahmed, N., & Garnett, S.T. (2011). Integrated rice-fish farming in Bangladesh: Meeting the challenges of food security. Food Security 3: 81–92. https://doi.org/10.1007/s12571-011-0113-8

Ahmed, N., Hornbuckle, J., & Turchini, G. M., (2022). Blue–green water utilization in rice–fish cultivation towards sustainable food production. Ambio, 51, 1933–1948. https://doi.org/10.1007/s13280-022-01711-5

Akbar, A. (2017). Peran intensifikasi mina padi dalam menambah pendapatan petani padi sawah di Gampong Gegarang Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Sains Pertanian, 1 (1), 28 – 38. http://jurnal.umuslim.ac.id/index.php/JSP/article/view/779

Badan Ketahanan Pangan. (2021). Indeks ketahanan pangan 2021. Kementerian Pertanian

Badan Ketahanan Pangan. (2022). Indeks ketahanan pangan 2022. Kementerian Pertanian

Badan Pusat Statistik. (2023). Proyeksi penduduk Indonesia 2020-2050: Hasil Sensus Penduduk 2020.

Badan Pusat Statistik. (2017). PDB atas dasar harga konstan 2010 menurut lapangan usaha (miliar rupiah) 2016.

Carracelas, G., Hornbuckle, J., Rosas, J., & Roel, A. (2019). Irrigation management strategies to increase water productivity in Oryza sativa (rice) in Uruguay. Agricultural Water Management 222, 161–172. https://doi.org/10.1016/j.agwat.2019.05.049

Christian, A. I., Partini, & Andarwati, S. (2022). The role of actors in farmers’ socio-economic changes after the implementation of mina padi. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 29–39.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2014). Profil Bidang Perikanan Tahun 2015.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2015). Profil Bidang Perikanan Tahun 2016.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2016). Profil Bidang Perikanan Tahun 2017.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2017). Profil Bidang Perikanan Tahun 2018.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2018). Profil Bidang Perikanan Tahun 2019.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2019). Profil Bidang Perikanan Tahun 2020.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2020). Profil Bidang Perikanan Tahun 2021.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2021). Profil Bidang Perikanan Tahun 2022.

Fernando, C. H. (1993). Rice field ecology and fish culture: An overview. Hydrobiologia, 259, 91–113. https://link.springer.com/article/10.1007/BF00008375

Frei, M., & Becker, K. (2005). Integrated rice-fish culture: Coupled production saves resources. Natural Resources Forum, 29(2), 135–143. https://doi.org/10.1111/j.1477-8947.2005.00122.x

Guntoro, S. (2012). Saatnya menerapkan pertanian tekno-ekologis: Sebuah model pertanian masa depan untuk menyikapi perubahan iklim. Agromedia Pustaka.

Halwart, M., & Gupta., M. V. (2004). Culture of fish in rice fields. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/3/a0823e/a0823e00.htm

Hardjanto, K. (2021). Implementasi budi daya mina padi di Kota Magelang. Jurnal Chanos Chanos, 19(1), 115–124. http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/chanos2

Hu, L., Zhang, J., Ren, W., Guo, L., Cheng, Y., Li, J., Li, K., Zhu, Z., Zhang, J., Luo, S., Cheng, L., Tang, J., & Chen, X. (2016). Can the co-cultivation of rice and fish help sustain rice production? Scientific Reports 6, 28728. https://www.nature.com/articles/srep28728

Irawan, B. (2005). Konversi lahan sawah: Potensi dampak, pola pemanfaatannya, dan faktor determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 23(1), 1–18. https://media.neliti.com/media/publications/64383-none-ba3c246f.pdf

Johansson, E. L., Fader, M., Seaquist, J. W., & Nicholas, K. A. (2016). Green and blue water demand from large-scale land acquisitions in Africa. PNAS, 113, 11471–11476. https://doi.org/10.1073/pnas.152474111

kangpoer. (2022, 18 April). Mina wisata technopark Samberembe. Plesir Channel. https://kangpoer.staff.ugm.ac.id/2022/04/mina-wisata-technopark-samberembe/

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2023). Desa Wisata Samberembe. Diakses pada 13 Juni 2023, dari https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/samberembe

Kementerian Pertanian. (2021). Indeks ketahanan pangan Indonesia 2018.

Khoa, S. N., Lorenzen, K., Garaway, C., Chamsingh, B., Siebert, D., & Randone, M. (2005). Impacts of irrigation on fisheries in rain-fed rice-farming landscapes. Journal of Applied Ecology 42: 892–900. https://doi.org/10.1111/j.1365-2664.2005.01062.x

Lantarsih R. (2016). Pengembangan Minapadi kolam dalam di Kabupaten Sleman. Agraris, 2(1), 17–27. https://doi.org/10.18196/agr.2122

Lestari, S., & Bambang, A. N., (2017). Penerapan minapadi dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam Proceeding Biology Education Conference (Vol. 14, No. 7, 70–74). Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret. https://jurnal.uns.ac.id/prosbi/article/view/17616

Liu, J. & Savenije, H. H. G. (2008). Food consumption patterns and their effect on water requirement in China, Hydrol. Earth Syst. Sci., 12(3), 887–898. https://doi.org/10.5194/hess-12-887-2008

Making, F. H. (2020). Profil teknologi tajarwo mina padi solusi pertanian masa depan. P2MKP Kampung Mina Padi Samberembe.

Menzel, L., & Matovelle, A. (2010). Current state and future development of blue water availability and blue water demand: A view at seven case studies. Journal of Hydrology, 384(3), 245–263. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2010.02.018

Mishra, A., & Mohanty, R. K. (2004). Productivity enhancement through rice-fish farming using a two-stage rainwater conservation technique. Agricultural Water Management, 67(2), 119–131. https://doi.org/10.1016/j.agwat.2004.02.003

Mishra, A., James, B. K., Mohanty, R. K., & Anand, P. S. B. (2014). Conservation and efficient utilization of rainwater in the rainfed shallow lowland paddy fields of Eastern India. Paddy and Water Environment, 12,(1) 25–34. https://doi.org/10.1007/s10333-013-0355-5

Mohanty, R. K., Verma, H. N., & Brahmanand, P. S. (2004). Performance evaluation of rice-fish integration system in rainfed medium land ecosystem. Aquaculture, 230(1–4), 125–135. https://doi.org/10.1016/S0044-8486(03)00423-X

Mohanty, R. K., Jena, S. K., Thakur, A. K., & Patil, D. U. (2009). Impact of high-density stocking and selective harvesting on yield and water productivity of deepwater rice-fish systems. Agricultural Water Management, 96(12), 1844–1850. https://doi.org/10.1016/j.agwat.2009.08.006

Molden, D., (Ed.). (2007). Water for food, water for life: A comprehensive assessment of water management in agriculture. International Water Management Institute. https://www.routledge.com/Water-for-Food-Water-for-Life-A-Comprehensive-Assessment-of-Water-Management/Molden/p/book/9781844073962

Nnaji, J. C., Madu, C. T., & Raji, A. (2013). Profitability of rice-fish farming in Bida, North Central Nigeria. Journal of Fisheries and Aquatic Science. 8(1), 148–153. https://doi.org/10.3923/jfas.2013.148.153

Nurmala, T., Suyono, A., Rodjak, A., Suganda, T., Natasasmita, S., Simarmata, T., Salim, H., Yuwariah, Y., Sendjaja, T., Wiyono, S., & Hasani, S. (2012). Pengantar ilmu pertanian. Graha Ilmu.

Pengseng, P. (2013). On farm trial with rice fish cultivation in Nakhon Si Thammarat Southern Thailand. Walailak Journal of Science and Technology. 10(1), 67–75. https://wjst.wu.ac.th/index.php/wjst/article/view/261

Portz, D. E., Woodley, C. M., & Cech Jr., J. J. (2006). Stress-associated

impacts of short-term holding on fishes. Reviews in fish biology

and fisheries 16, 125–170. https://doi.org/10.1007/s11160-006-9012-z

Pusat Statistik, Data, dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2018). Satu data produksi kelautan dan perikanan tahun 2017.

Rachmawati., S., Kusnadi, N., & Tinaprilla, N. (2023). Dampak program pakan ikan mandiri terhadap kinerja usaha budidaya ikan [Tesis]. IPB University. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117789

Rockström, J., Lannerstad, M., & Falkenmark, M. (2007). Assessing the water challenge of a new green revolution in developing countries. PNAS, 104, 6253–6260. https://doi.org/10.1073/pnas.06057391

Rothuis, A.J., Nhan, D.K., Richter, C.J.J., & Ollevier, F. (1998). Rice with fish culture in the semi-deep waters of the Mekong Delta, Vietnam: A socio-economical survey. Aquaculture Research, 29(1), 47–57. https://doi.org/10.1046/j.1365-2109.1998.00952

Sudhir-Yadav, Humphreys, E., Kukal, S.S., Gill, G., & Rangarajan, R. (2011). Effect of water management on dry seeded and puddled transplanted rice: Part 2: Water balance and water productivity. Field Crops Research 120(1), 123–132. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2010.09.003

Sudoyo, W. (2015, 14 Desember). KKP – FAO kembangkan mina padi. Berita Satu. https://www.beritasatu.com/ekonomi/331409/kkp-fao-kembangkan-mina-padi

Sumiarsih, E., Kausar, Adriman, Eddiwan, & Hasibuan, I. F. (2019). Penerapan minapadi untuk mendukung ketahanan pangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Koto Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Unri Conference Series: Community Engagement, 1, 304-309. https://doi.org/10.31258/unricsce.1.304–309

Triyanti, R., Suryawati, S.H., Wijaya, R.A., Wardono, B., & Hafsaridewi, R. (2021). Assessment of the success factors influencing of rice-fish farming innovation village to support food security. (Vol. 892, No. 1, 012052). IOP Publishing. https://doi.org/10.1088/1755-1315/892/1/012052

Triyanti, R., Koeshendrajana, S., Zamroni, A., Suryawati, S. H., Wijaya, R. A., Huda, H. M., Apriliani, T., Pramoda, R., Ramadhan, A., & Pramono, L.H. (2022). Model pengembangan ekonomi desa mina padi berkelanjutan: Studi kasus di Desa Candibinangun, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta-Laporan akhir kegiatan Riset Rumah Program 3 (RRP3): Sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis blue and green economy [Laporan tidak diterbitkan]. Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Widhiningsih, D. F. & Kriska, M. (2021). Model inovasi minapadi dan peran aktor yang mendukung diseminasi inovasi minapadi di Kabupaten Sleman. Interdisciplinary Journal on Law, Social Sciences and Humanities, 2(1), 85–95. https://doi.org/10.19184/ijl.v2i1.23769

Ahmed, Z. U., Bithi, S. S., Khan, Md. M. R., Hossain, Md. M., Sharmin, S., & Rony, S. R. (2014). Phytochemical screening, antioxidant and cytotoxic activity of fruit extracts of Calamus tenuis Roxb. Journal of Coastal Life Medicine, 2(8), 645–650. https://doi.org/10.12980/jclm.2.201414d74

Anwar, W. S., Abdel-Maksoud, F. M., Sayed, A. M., Abdel-Rahman, I. A. M., Makboul, M. A., & Zaher, A. M. (2023). Potent hepatoprotective activity of common rattan (Calamus rotang L.) leaf extract and its molecular mechanism. BMC Complementary Medicine and Therapies, 23(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12906-023-03853-9

Arifin, Y. F. (2008). Inventarisasi jenis dan distribusi habitat rotan pada hutan dataran tinggi dan dataran rendah di Kalimantan Selatan. Jurnal Biota, 13(3), 141–146. https://ojs.uajy.ac.id/index.php/biota/article/view/2567/1457

Asra, R., Andryani, D., Adriadi, A., Fijridiyanto, I. A., Witono, J. R., & Gailing, O. (2021). Etnobotani rotan jernang (Calamus spp.) pada masyarakat Sarolangun, Jambi. Buletin Kebun Raya, 24(2), 76–84. https://doi.org/10.14203/bkr.v24i2.724

Atria, M., Van Mil, H., Baker, W. J., Dransfield, J., & Van Welzen, P. (2017). Morphometric analysis of the rattan Calamus javensis Complex (Arecaceae: Calamoideae). Systematic Botany, 42(3), 494–506. https://doi.org/10.1600/036364417X696168

Badan Pusat Statistik. (2021). Kota Padangsidimpuan dalam Angka 2023.

Bai, Y., Li, S., Liu, M., & Guo, Q. (2022). Assessment of vegetation change on the Mongolian Plateau over three decades using different remote sensing products. Journal of Environmental Management, 317, 115509. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.115509

Baitika, Dahlan, Z., & Yustian, I. (2018). Morphological diversity of rattan on three conservation areas in South Sumatra. Science and technology Indonesia, 3(2).

Béné, C. (2020). Resilience of local food systems and links to food security – A review of some important concepts in the context of COVID-19 and other shocks. Food Security, 12(4), 805–822. https://doi.org/10.1007/s12571-020-01076-1

Binh, B. My. (2009). Rattans of Vietnam: ecology, demography and harvesting. Printed by Ponsen & Looijen.

Campbell, R. (2009). The economic potential of rattan shoot production as a food crop in Lao PDR. April, WWF Greater Mekong.

Chotimah, H. E. N. C., Kresnatita, S., & Miranda, Y. (2013). Ethnobotanical study and nutrient content of local vegetables consumed in Central Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 14(2), 106–111. https://doi.org/10.13057/biodiv/d140209

Denrungruang, P. (2002). Rattan shoot processing technique [Laporan].

Elfrida, Tarigan, N. S., & Suwardi, A. B. (2021). Ethnobotanical study of medicinal plants used by community in Jambur Labu Village, East Aceh, Indonesia. Biodiversitas, 22(7), 2893–2900. https://doi.org/10.13057/biodiv/d220741

Evans, T. D., & Sengdala, K. (2002). The adoption of rattan cultivation for edible shoot production in Lao PDR and Thailand – From non timber forest product to cash crop. Economic Botany, 56(2), 147–153. https://doi.org/10.1663/0013-0001(2002)056[0147:TAORCF]2.0.CO;2

Fambayun, R. A., & Kalima, T. (2022). Rattan: Its role for food-alternative of the community near the peatland areas in Central Kalimantan. Dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 959, 012062). IOP Publishing. https://doi.org/10.1088/1755-1315/959/1/012062

Fathir, A., Haikal, M., & Wahyudi, D. (2021). Ethnobotanical study of medicinal plants used for maintaining stamina in Madura ethnic, East Java, Indonesia. Biodiversitas, 22(1), 386–392. https://doi.org/10.13057/biodiv/d220147

Fei, S., Ni, J., & Santini, G. (2020). Local food systems and COVID-19: an insight from China. Resources, Conservation, & Recycling, 162, 105022.

Ginting, N. (2016). Etnobotani tumbuhan obat di Desa Siharangkarang Hutaimbaru Padangsidimpuan Sumatera Utara. Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan, 3(1), 1–9.

Gupta, A. & Chaphalkar, S. R. (2017). Assessment of immunomodulatory activity of aqueous extract of Calamus rotang. Avicenna J Phytomed, 7(3), 199–205.

Indonesia Geospasial. (t.t.). Download Shapefile RBI Provinsi Sumatra Utara per Wilayah (Kabupaten/ Kota). Diakses pada 26 Juli 2023, dari https://www.indonesia-geospasial.com/2020/01/shp-rbi-provinsi-sumatera-utara.html

Irnawati, I., & Nanlohy, L. (2018). Morphology characteristics of rattan (Calamus sp.) tourism forest in Bariat the South Sorong Regency. Bioscience, 2(2), 09. https://doi.org/10.24036/0201822100827-0-00

Kakaei, H., Nourmoradi, H., Bakhtiyari, S., Jalilian, M., & Mirzaei, A. (2022). Effect of COVID-19 on food security, hunger, and food crisis. COVID-19 and the Sustainable Development Goals, January, 3–29. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-91307-2.00005-5

Kalima, T. (2022). Identifikasi dan klasifikasi spesies rotan di Indonesia. Dalam Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) (33–40). Universitas Muhammadiyah Surakarta. https://proceedings.ums.ac.id/index.php/snpbs/article/view/1739

Kalima, T., & Sumarhani. (2015). Identifikasi jenis-jenis rotan pada hutan rakyat di Katingan, Kalimantan Tengah dan upaya pengembangan. Dalam Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (Vol. 1, No. 2). Masyarakat Biodiversitas Indonesia.

Kementerian Pertanian. (2021). Indeks Ketahanan Pangan 2020.

Kumar, V. K. , Lalitha, K. G., & Kumar, R. S. (2021). Antidiabetic and antihyperlipidemic effects of Calamus rotang L leaves (Arecaceae) in streptozotocin-nicotinamide induced diabetic model. Journal of Pharmaceutical Research, 20(4), 80–87. https://doi.org/10.18579/jopcr/v20i4.kishore

Latuharhary, H. M., Fatimawali, & Kolondam, B. J. (2018). Isolasi dan Identifikasi Biomolekuler Bakteri Penyebab Pneumonia yang Resisten Seftriakson di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manadi. Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(3), 58–66.

Lechner, A. M., Foody, G. M., & Boyd, D. S. (2020). Applications in remote sensing to forest ecology and management. One Earth, 2(5), 405–412. https://doi.org/10.1016/j.oneear.2020.05.001

Li, J., Yan, G., Duan, X., Zhang, K., Zhang, X., Zhou, Y., Wu, C., Zhang, X., Tan, S., Hua, X., & Wang, J. (2022). Research progress and trends in metabolomics of fruit trees. Frontiers in Plant Science, 13(April). https://doi.org/10.3389/fpls.2022.881856

Longdan Home of Asia. (t.t.). Rattan. Diakses pada 26 Juli 2023, dari https://longdan.co.uk/

Mairida, D., Muhadiono, & Hilwan, I. (2016). Ethnobotanical study of rattans on suku Anak Dalam community in Bukit Duabelas Nasional Park. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 8(1), 64. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v8i1.5164

Majumder, S., Ghosh, A., Chakraborty, S., Saha, S., & Bhattacharya, M. (2021). Metabolomics affirms traditional alcoholic beverage raksi as a remedy for high-altitude sickness. Journal of Ethnic Foods, 8(1). https://doi.org/10.1186/s42779-021-00094-4

Mann, S., Chakraborty, D., & Biswas, S. (2022). An alternative perspective of an underutilized fruit tree Choerospondias axillaris in health promotion and disease prevention: A review. Food Bioscience, 47, 101609. https://doi.org/10.1016/j.fbio.2022.101609

Manohara, T. N. (2013). Notes on economic plants nutritional evaluation of shoots of two rattans of northeast. Economic Botany, 67(3), 263–268.

Mayasari, U. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak batang muda rotan manau (Calamus manan) terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia. KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan, 6(1), 9. https://doi.org/10.30821/kfl:jibt.v6i1.11762

Muralidharan, E. M., Sreekumar, V. B., & Kaam, R. (2020) Establishment of Rattan Plantations [Laporan teknis]. INBAR. https://www.researchgate.net/publication/344243777

Mishkin, M., & Pacheco, J. A. N. (2022). Rapid assessment remote sensing of forest cover change to inform forest management: Case of the monarch reserve. Ecological Indicators, 137, 108729. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2022.108729

Nahdi, M. S., & Kurniawan, A. P. (2019). The diversity and ethnobotanical study of medicinal plants in the southern slope of Mount Merapi, Yogyakarta, Indonesia. Biodiversitas, 20(8), 2279–2287. https://doi.org/10.13057/biodiv/d200824

Nasution, I. A., Sitanggang, K. D., Hartati, S., Saragih, Y., Dalimunthe, A., Agroteknologi, P. S., & Labuhanbatu, U. (2022). Morphological characterization of rattan in Labuhan Batu Sumatera Utara. Pertanian Agros, 24(2), 580–585.

Nugroho, Y., Soendjoto, M. A., Suyanto, Matatula, J., Alam, S., & Wirabuana, P. Y. A. P. (2022). Traditional medicinal plants and their utilization by local communities around Lambung Mangkurat Education Forests, South Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas, 23(1), 306–314. https://doi.org/10.13057/biodiv/d230137

Nurhalizah, Khairul, Hasibuan, R., & Dimenta, R. H. (2019). Keanekaragaman rotan di Desa Sababangunan Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus, 5(2), 6–11. https://doi.org/10.36987/jpbn.v5i2.1324

Pawera, L., Lipoeto, N. I., Khomsan, A., & Zuhud, E. A. M. (2016). Keanekaragaman hayati lokal untuk gizi dan kesehatan masyarakat (1–156).

Poudel, D., & Gopinath, M. (2021). Exploring the disparity in global food security indicators. Global Food Security, 29(70), 100549. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2021.100549

Prasitpan, N. (2005). Study chemical properties of rattan shoot from plantation in Thailand [Laporan teknis].

Pratama, A. M., Herawati, O., Nabila, A. N., Belinda, T. A., & Wijayanti, A. D. (2021). Ethnoveterinary study of medicinal plants used for cattle treatment in Bojonegoro District, East Java, Indonesia. Biodiversitas, 22(10), 4236–4245. https://doi.org/10.13057/biodiv/d221014

Putri, A. S., Johan, V. S., & Efendi, R. (2023). Addition of cinnamon extract in making edible film of sago starch as packaging for lempok durian. Dalam IOP Conference Series: Earth and Environment Science, (1182, 012062). IOP Publishing. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1182/1/012062

Renuka, C., Thomas, J. P., & Rugmini, P. (2007). Effects of light on the growth and production of edible shoots of rattan. Journal of Tropical Forest Science, 19(3), 164–167.

Robert Bueno, P. P., & Fe Yu, G. B. (2021). Evaluation of antioxidant activity and phytochemicals of selected methanol rattan shoot extracts from Morong. Philippine Journal of Health Research and Development, 25(2), 20–30.

Royal Botanic Garden Kew. (t.t.). Calamus. Diakses pada 26 Juli 2023, dari https://powo.science.kew.org/results?q=calamus

Salusu, H. D., Obeth, E., Zarta, A. R., Nurmarini, E., Nurkaya, H., Kusuma, I. W., & Arung, E. T. (2019). The toxicity and antibacterial properties of Calamus ornatus Bl. Rattan Fruit. agriTECH, 39(4), 350. https://doi.org/10.22146/agritech.46416

Santoso, B., & Rejo, A. (2007). Peningkatan masa simpan lempok durian ukuran kecil dengan menggunakan empat jenis kemasan. Jurnal Pembangunan Manusia, 1(3), 72–91.

Seca, A. M. L., & Trendafilova, A. (2021). Secondary metabolites in edible species: Looking beyond nutritional value. Foods, 10(5), 1–5. https://doi.org/10.3390/foods10051131

Silalahi, M., Asmara, K. T., & Nisyawati, N. (2021). The ethnobotany study of the foodstuffs by local communities in the Bulumario Village, North Sumatera. Jurnal Biodjati, 6(1), 45–58. https://doi.org/10.15575/biodjati.v6i1.10353

Silalahi, M., Supriatna, J., Walujo, E. B., & Nisyawati. (2015). Local knowledge of medicinal plants in sub-ethnic Batak Simalungun of North Sumatra, Indonesia. Biodiversitas, 16(1), 44–54. https://doi.org/10.13057/biodiv/d160106

Siregar, D. A., Siregar, R. A., & Siregar, N. (2017). Analisis fitokimia tumbuhan suku Euphorbiaceae sebagai tumbuhan berpotensi obat di Bukit Simarsayang Kota Padangsidimpuan. Jurnal Education and Development, 6(2), 97–100. http://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/272

Siregar, N. H. (2019). Identifikasi keanekaragaman jenis burung di Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Education and Development, 7(4), 1–5. https://doi.org/10.37081/ed.v7i4.1306

Sombun, K. (2005). Rattan plantation and management. http://www.itto.int/files/itto_project_db_input/2156/Technical/PD-24-00-R1-I-Rattan-Plantation-and-Management.pdf

Sreekumar, V. B., & Sasi, R. (2019). Predicting the geographical distribution of Calamus lakshmanae Renuka (Arecaceae), an endemic rattan in the Western Ghats, India. Journal of Bamboo and Rattan, 18(2), 24–30.

Stein, A. J., & Santini, F. (2022). The sustainability of “local” food: a review for policy-makers. Review of Agricultural, Food and Environmental Studies, 103(1), 77–89. https://doi.org/10.1007/s41130-021-00148-w

Thakur, P. K., Sheth, M., Kaur Bhambra, G., Nagar, P. S., Upadhyay, K., Devkar, R., & Thakur, K. (2016). Phytochemical composition and cytotoxic potential of edible rattan (Calamus Tenuis Roxb.) shoot extracts on Mcf7 and a549 cells. World Journal of Pharmaceutical Research, 5(3), 1738–1746.

Tolessa, E. S. (2018). Importance, nutrient content and factors affecting nutrient content of potato. American Journal of Food, Nutrition and Health, 3(3), 37–41.

Torres, C. S. (2010). Demonstration and Application of Production and Utilization Technologies for Rattan Sustainable Development in the ASEAN Member Countries, (1-96). International Tropical Timber Organization.

Tranggono, A., Wirman, C., Sulistiowati, A., & Avianto, T. (2019). Indonesian sustainable food system. Switchasia (1–72). https://panganbijak.org/wp-content/uploads/2020/10/Makalah-Strategi-SPBI-IND-0510-min.pdf

Triatmojo, M. R., Pamoengkas, P., & Darwo. (2022). Pengaruh tutupan tajuk terhadap pertumbuhan Dryobalanops lanceolata Burck pada umur 5 tahun di KHDTK Haurbentes, Jasinga. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 19(1), 47–57.

United States Geological Survey. (t.t.). Landsat 8-9 OLI/TIRS C2 L1. Diakses pada 26 Juni 2023, dari https://earthexplorer.usgs.gov/

Wong, Y., & Rahman, N. A. (2021). Pp7 harrowing ordeal: a delicacy turned toxic. M-JEM, 5(2), 2021.

Yu, G. F., Mulabagal, V., Diyabalanage, T., Hurtada, W. A., DeWitt, D. L., & Nair, M. G. (2008). Non-nutritive functional agents in rattan-shoots, a food consumed by native people in the Philippines. Food Chemistry, 110(4), 991–996. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2008.03.015

Amir, H., Basri. (1994). Persepsi orang Mentawai terhadap resettlement di Pulau Siberut (Proyek Peningkatan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat 055/P4 M/ DPPM/ L 3 3 1 1/9 3/881/ 190 3, 1–77) [Laporan penelitian]. Institut Keguruan dan Ilmu Pcndidikan Padang (IKIP Padang).

Azhari, R., Rusman, B., Kasim, M., Syarif, A., Reflinaldon, R., Yasin, S., Zainal, A., & Junaidi, J. (2017). Tantangan pengembangan padi dikabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal AGRISEP, 16(1), 41–56. https://doi.org/10.31186/jagrisep.16.1.41-56

Badan Pangan Nasional. (2022a). Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2022. https://badanpangan.go.id/infografis

Badan Pangan Nasional . (2022b). Indeks ketahanan pangan tahun 2022.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Mentawai. (2022). Kecamatan Siberut Selatan Dalam Angka 2022.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Mentawai. (2023). Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam angka 2023.

Bakker, L. (2007). Foreign images in Mentawai: Authenticity and the exotic. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 2(3), 263–288.

Baker, P., & Friel, S. (2016). Food systems transformations, ultra-processed food markets and the nutrition transition in Asia. Globalization and Health, 12(1), 80. https://doi.org/10.1186/s12992-016-0223-3

Baker, P., & Friel, S. (2014). Processed foods and the nutrition transition: Evidence from Asia: Processed foods and nutrition transition in Asia. Obesity Reviews, 15(7), 564–577. https://doi.org/10.1111/obr.12174

Bantacut, T. (2011). Sagu: Sumberdaya untuk penganekaragaman pangan pokok. Jurnal Pangan, 20(1), 27–40. https://doi.org/10.33964/jp.v20i1.6

Coronese, S. (1986). Kebudayaan suku Mentawai. Grafidian Jaya.

Darmanto. (2022). Good to Produce: Food, gardening, and valued persons in contemporary Mentawai society, Indonesia. Indonesia and the Malay World, 50(148), 289–312. https://doi.org/10.1080/13639811.2022.2089479

Darmanto. (2023). ‘Rice ambiguity’ and the taste of modernity on Siberut Island, Indonesia. Journal of Southeast Asian Studies, 54(1), 64–88. https://doi.org/10.1017/S0022463423000188

Darmanto, D., & Setyowati, A. B. (2012). Berebut Hutan Siberut: Orang Mentawai, kekuasaan dan politik ekologi. Kepustakaan Populer Gramedia.

Delfi, M. (2005). Dari desa ke Laggai: Resistensi dan identitas orang Mentawai di Muntei, Siberut Selatan, Sumatera Barat [Tesis, Universitas Gadjah Mada]. Repositori UGM. https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/27616

Delfi, M. (2012). Sipuisilam dalam selimut Arat Sabulungan penganut Islam Mentawai di Siberut. Al-Ulum, 12(1), 1–34.

Delfi, M. (2013a). Islam and Arat Sabulungan in Mentawai. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 51(2), 475–499. https://doi.org/10.14421/ajis.2013.512.475-499

Delfi, M. (2013b). Kaipa Pulaggajatnu: Wacana kementawaian di Bumi Sikerei [Disertasi, Universitas Gadjah Mada]. Repositori UGM. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/66571

Delfi, M. (2018). Food sovereignty of communities in the margins of the nation: Staple food and politics in Mentawai, West Sumatra. Dalam Proceedings of Social Sciences, Humanities and Economics Conference (SoSHEC 2017) (160–165). https://doi.org/10.2991/soshec-17.2018.32

Delfi, M. (2011, 29 Oktober). White rice or black sago? A road being made through a sago forest. Inside Indonesia, 106. https://www.insideindonesia.org/white-rice-or-black-sago

Delfi, M., Arifin, Z., & Pujiraharjo, S. (2022). The environment from an indigenous perspective in Mentawai Indonesia. Dalam Wasino, Triseptiana, B. Singh, & M. M. Noor (Ed.), Book Chapters on Asian Network and Social Change (203–225). Research and Community Service Institution Universitas Negeri Semarang.

Delfi, M., & Weintré, J. (2014a). A journey in Indonesian regional autonomy: The complications of “traditional” village revival in Mentawai, West Sumatra. Social Transformations: Journal of the Global South, 2(2), 3. https://doi.org/10.13185/1957

Delfi, M., & Weintré, J. (2014b). Mentawai demographic transition: From upstream ‘uma’ to settlement and sago to rice consumption. The International Journal of Social Sustainability in Economic, Social, and Cultural Context, 9(3), 37–52. https://doi.org/10.18848/23251115/CGP/v09i03/55236

Eindhoven, M. (2007). New colonizers? Identity, representation and government in the post-New Order Mentawai Archipelago. Dalam H. G. C. S. Nordholt, & G. van Klinken, Renegotiating boundaries: Local politics in post-Suharto Indonesia (67–89). BRILL. https://doi.org/10.1163/9789004260436

Eindhoven, M. (2009). The influences of history and politics on environmental and the future of the Mentawai Archipelago. Dalam H-M. Tsai, G. Persoon, & H-H. M. Hsiao (Ed.), Island environmental histories and management in the Asia-Pacific Region, Asia-Pacific Forum (Vol. 44, 55–82). Center for Asia Pacific Area Studies, RCHSS, Academia Sinica.

Erwin, E. (2017). Ketahanan pangan rumah tangga dan wilayah berbasis pangan lokal sagu, keladi dan pisang di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dalam Seminar Nasional Perencanaan Pembangunan Inklusif Desa-Kota, 373–380.

Erwin, E. (2022). Pembangunan dan kemiskinan pada masyarakat Mentawai. Andalas University Press.

Erwin, E., Irwandi, A., & Mitra, R. (2022). Mukop sagai: Menakar kadaulatan pangan orang Sarereiket di Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 11(2), 118–130. https://doi.org/10.15408/empati.v11i2.29282

Erwin, E., Isnarti, R., & Putri, A. (2019). Assessment and empowerment of poverty through local value in Mentawai Islands. Dalam Jendrius, Handoko, O. Sri, & R. Hafiz (Ed.), Proceedings of the International Conference on Social Sciences, Humanities, Economics and Law. EAI. https://doi.org/10.4108/eai.5-9-2018.2281077

Erwin, E., Mitra, R., & Irwandi, A. (2023). Availability and pride of Mentawai ethnic communities for local food on Sipora Island. Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 8(1), 11–18. https://doi.org/10.37149/jimdp.v8i1.249

Fahmid, I. M. (2004). Gagalnya politik pangan di bawah rezim Orde Baru: Kajian ekonomi politik pangan di Indonesia. Yayasan Sandi Kota.

Febrianti. (2019, 7 Mei). Mengorbankan hutan Pulau Siberut untuk energi biomassa. Ekuatorial. https://www.ekuatorial.com/2019/05/mengorbankan-hutan-pulau-siberut-untuk-energi-biomasa/

Flach, M. (1983). The Sagopalm: Domestication, exploitation and products. FAO.

Food and Agriculture Organization. (2020). Addressing the impacts of COVID-19 in food crises. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/3/ca8497en/CA8497EN.pdf

Glossanto, K. (2023). Sabulungan dalam tegangan identitas budaya: Kajian atas religi orang Mentawai di Siberut Selatan. Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora, 8(1), 10–23. https://doi.org/10.24071/ret.v8i1.4671

Hammons, C., S. (2010). Sakaliou: Reciprocity, mimesis, and the cultural economy of tradition in Siberut, Mentawai Islands, Indonesia [Disertasi tidak diterbitkan]. University of Southern California.

Ika, R. (2013). Kehidupan Arat Sabulungan dalam masyarakat tradisional Mentawai [Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia]. Repositori UPI. http://repository.upi.edu/

Irwandi, A., & Erwin, E. (2022). Pangan lokal non beras: Ketahanan pangan rumah tangga pada era pandemi Covid-19 di Mentawai. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 6(1), 101–113. https://doi.org/10.30743/mkd.v6i1.5013

Irwandi, A., & Saleleubaja, K. I. (2021). Dari sagu ke beras: Perubahan kehidupan sosial budaya orang Mentawai. Jurnal Masyarakat Indonesia, 47(2), 195–206. https://doi.org/10.14203/jmi.v47i2.985

Islami, M. Z., Nisa, A. K., Fitri, N. A., Wajdi, M. F., Situmorang, K., Sartini, S., & Selamat, I. L. B. (2023). Arat Sabulungan as a sacred ecology: Sustainable consumption and climate change adaptation among the mentawai tribe. Sosial Budaya, 20(1), 24–36. http://dx.doi.org/10.24014/sb.v20i1.22248

Mardanas, I. (1992). Adat dan upacara perkawinan Mentawai. Pengembangan Media Kebudayaan Jakarta.

Merari, G., Sanene, P., & Sagurung, B. (2021a). Indigenous groups in Mentawai Islands resist the exploitation of theirn territories. Ekuatorial. https://www.ekuatorial.com/en/2021/10/indigenous-groups-in-mentawai-islands-resist-the-exploitation-of-their-territories/

Merari, G., Sanene, P., & Sagurung, B. (2021b). Orang Mentawai lawan eksploitasi hutan dan wilayah adatnya. Ekuatorial. https://www.ekuatorial.com/2021/10/orang-mentawai-yang-bertahan-dari-eksploitasi-wilayah-adatnya/

Mitchell, A. J., & Tilson, R. L. (1986). Restoring the balance: Traditional hunting and primate conservation in the Mentawai Islands, Indonesia. Dalam Primate Ecology and Conservation (Vol. 2, hlm. 249–260). Cambridge University Press.

Mitra, R., & Erwin, E. (2022). Etnis Mentawai dan kondisi ketahanan pangan lokal pada masa pandemi Covid-19. Aceh Anthropological Journal, 6(1), 1. https://doi.org/10.29103/aaj.v6i1.5782

Nugroho, W. B. (2018). Social construction of green revolution in the Orde Baru. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 12(1), 54–62. https://doi.org/10.24843/SOCA.2018.v12.i01.p04

Numberi, F. (2002). Sagu potensi yang masih terabaikan. Bhuana Ilmu Popular.

Nur, M. (2019). Sikerei dalam cerita: Penelusuran identitas budaya Mentawai Sikerei in the story: Tracing Mentawai cultural identity. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 21(1), 89. https://doi.org/10.14203/jmb.v21i1.535

Persoon, G. (1992). From sago to rice: Changes in cultivation in Siberut, Indonesia. Dalam E. Croll, & D. Parkin (Ed.), Bush base: Forest farm: Culture, environment and development. Routledge. https://hdl.handle.net/1887/12319

Persoon, G., & Schefold, R. (1985). From sago to rice: Changes in cultivation in Siberut, Indonesia. Bhratar Karya Aksara.

Pradipta, L. (2019). Peralihan pangan pokok dari sagu ke beras: Sebuah kajian ketahanan pangan dan masyarakat adat. Society, 7(1), 39–51.

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (2017). Sagu sebagai makanan pokok fungsional.

Reeves, G. (1999). History and ‘Mentawai’: Colonialism, scholarship and identity in the Rereiket, West Indonesia. The Australian Journal of Anthropology, 10(1), 34–55. https://doi.org/10.1111/j.1835-9310.1999.tb00011.x

Ridwan, R., Effendi, N., Tanjung, F., & Asmawi, A. (2019). The success and failure of new rice fieldprint program in Mentawai Island Regency. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 9(6), 2055. https://doi.org/10.18517/ijaseit.9.6.9723

Roza, J. (1997). Uma dalam kehidupan masyarakat Mentawai di Sumatera Barat [Tesis tidak diterbitkan]. Universitas Padjadjaran.

Rozi, S., & Taufik, Z. (2020). Adaptation of religion and local wisdom in global environmental issues in Indonesia. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 4(3), 191–203. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v4i3.9593

Rudito, B. (2013). Bebetei uma kebangkitan orang Mentawai: Sebuah etnografi. Gading dan Indonesia Center for Subtainable Development (ICSD).

Rudito, B., & Sunarseh. (2013). Masyarakat dan kebudayaan orang Mentawai. UPTD Museum Nagari.

Sabaggalet, Y. (2023). Dinamika kapital sosial dan budaya uma dalam pembangunan berkelanjutan di Pulau Siberut. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(1), 117. https://doi.org/10.25077/jantro.v25.n1.p117-129.2023

Sabaggalet, Y., Helmi, H., Elfindri, E., & Asrinaldi, A. (2023). The influence of foreign cultural discourse on the uma settlement in Mentawai, Indonesia. Journal of Pragmatics and Discourse Research, 3(1), 70–80. https://doi.org/10.51817/jpdr.v3i1.357

Salamanang, S. Y., Rianto, S., & Setriani, L. (2022). Persepsi masyarakat tentang perubahan makanan pokok dari sagu ke beras di Desa Matobe Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 1(3), 856–870. https://doi.org/10.58344/jmi.v1i3.78

Saleleubaja, K. I. (2020). Kineiget mukop bera’: Perubahan pola konsumsi makanan pokok pada masyarakat Mentawai [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Andalas.

Samaloisa, R. (2020). Pemerintahan Laggai paham “Arat Sabulungan” di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta), 1(1), 84–110. https://doi.org/10.47431/governabilitas.v1i1.82

Samaloisa, R., Ahmad, M., Qudus, A. A., & Tatubeket, H. N. (2023). Tinungglu’s governing: Traditional food buffer system in Mentawai as governance. GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta), 4(1), layouting. https://doi.org/10.47431/governabilitas.v4i1.299

Schefold, R. (1985). Kebudayaan tradisional Siberut. Dalam G. Parsoon, & R. Schefold (Ed.), Pulau Siberut. Bharata Karya Aksara.

Schefold, R. (1991). Mainan bagi roh: Kebudayaan Mentawai. Balai Pustaka.

Schefold, R. (2001). Three sources of ritual blessings in traditional Indonesian societies. Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 157(2), 359–381. https://doi.org/10.1163/22134379-90003812

Schulte Nordholt, H. G. C., & van Klinken, G. (2007). Renegotiating boundaries: Local politics in post-Suharto Indonesia. BRILL. https://doi.org/10.1163/9789004260436

Sihombing. (1979). Mentawai. Pradnya Paramita.

Sihombing, U. P., Yonesta, F., Trisasongko, D., A. M, F., Arianingtyas, R., & Putra, T. A. (2008). Menggugat BAKOR PAKEM: Kajian hukum terhadap pengawasan agama dan kepercayaan di Indonesia. Resource Center-ILRC.

Soemarwoto, O. (1985). Constancy and change in agroecosystems. Dalam K. L. Hutterer, A. T. Rambo, & G. Lovelace, Cultural values and human ecology in Southeast Asia (hlm. 205–248). University of Michigan.

Sulthani, A. F. (2019). Proses agenda setting kebijakan hutan adat di Kabupaten Mentawai. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 4(1), 67–73. https://doi.org/10.25077/jakp.4.1.67-73.2019

Syafrudin, I., & Telaumbanua, R. (2021). Gerakan perlawanan atas penguasaan sumber daya hutan masyarakat adat Mentawai di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 21(1), 1–7. https://doi.org/10.21009/jimd.v21i1.21386

Tohari, A. (2022). Mentawaian and their land: Local tenurial system, regional development, and cash economy. JPW (Jurnal Politik Walisongo), 4(1), 91–114. https://doi.org/10.21580/jpw.v4i1.12621

Tulius, J. (2013). Family stories; oral tradition, memories of the past, and contemporary conflicts over land in Mentawai – Indonesia. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, 15(1), 180. https://doi.org/10.17510/wjhi.v15i1.110

Tulius, J. (2018). Book review: Toys for the souls; Life and art on the Mentawai Islands. Wacana, 19(2), 459. https://doi.org/10.17510/wacana.v19i2.710

Tulius, J., & Burman-Hall, L. (2022). Primates and birds of “sabulungan”: Roles of animals in sculptures, shamanic songs and dances, and the belief system of traditional Mentawaians. Wacana, 23(2), 451. https://doi.org/10.17510/wacana.v23i2.1090

Vinolia. (2016, 13 Oktober). Kala wilayah kelola warga Mentawai makin menyempit. Mongabay. https://www.mongabay.co.id/2016/10/13/kala-wilayah-kelola-warga-mentawai-makin-menyempit/

Vinolia. (2020, 9 Mei). Banjir di Siberut, izin pengusahaan hutan harus ditinjau ulang. Mongabay. https://www.mongabay.co.id/2020/05/09/banjir-di-siberut-izin-pengusahaan-hutan-harus-ditinjau-ulang/

Weintré, J. (2006). Perubahan sosial di Mentawai penyesuaian diri pada marginalitas dan ekonomi uang: studi kebudayaan dan sejarah masyarakat Mentawai di Sumatera Barat [Tesis tidak diterbitkan]. Universitas Negeri Semarang.

Yolanda, F., & Willis, R. (2018). Kearifan lokal Arat Sabulungan dalam pengelolaan hutan (studi kasus hutan adat suku Saerajendan suku Samongilailaidi Desa Malacan Kecamatan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai). Jurnal Buana, 2(3), 794–805.

Yulia, R. Z., & Kaksim. (2017). Dampak tato dalam tradisi Arat Sabulungan: Studi kasus masyarakat Desa Sioban Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Dalam Mulyati, A. Afza, & L. Meriko (Ed.), Prosiding Seminar Nasional Edukasi 2017: Semnas Bio-Edu. STKIP PGRI Sumbar.

Yulia, R. Z., & Naldi, H. (2018). Improving the government policy on the Arat Sabulungan tradition in Mentawai Islands. TAWARIKH: Journal of Historical Studies, 10(1), 59–74. https://doi.org/10.2121/tawarikh.v10i1.1060

Zakaria, Y. (1996). Pembangunan yang Melumpuhkan: Pelajaran dari Kepulauan Mentawai. Dalam Kisah dari kampung halaman, masyarakat suku, agama resmi dan pembangunan. Dian/Inferdei.

Adisakwattana, S., & Chanathong, B. (2011). Alpha-glucosidase inhibitory activity and lipid-lowering mechanisms of Moringa oleifera leaf extract. European Review for Medical and Pharmacological Sciences, 15(7), 803–808.

Agoyi, E.E., Assogbadjo, A.E., Okou, F. A. Y., & Sinsin, B. (2014). Ethnobotanical assesment of Moringa oleifera Lam. in Southern Benin (west Africa) (551–560).

Ajeng, R. G. (2016). Uji organoleptic dan antioksidan teh daun kelor dan kulit jeruk purut dengan berbagai suhu pengeringan [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Akbar, C. T. 2018. Panen dan pascapanen kelor (Moringa oleifera Lam.) organik di PT. Moringa Organik Indonesia Blora, Jawa Tengah [Skripsi tidak diterbitkan]. Institut Pertanian Bogor.

Al-Asmari A. K., Albalawi, S. M., Athar, M. T., Khan, A. Q., Al-Shahrani, H., & Islam, H. (2015). Moringa oleifera as an anticancer agent against breast and colorectal cancer cell lines. PLos One, 10(8), e0135814.

Bahriyah, I., Hayati, A., & Zayadi, H. (2015). Studi etnobotani tanaman kelor (Moringa oleifera) di Desa Somber Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang Madura. E-Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Biosciences Tropic), 1(1), 61–67.

Bashir, K. A., Waziri, A. F., & Musa D. D. (2016). Moringa oleifera, a potential miracle tree: A review. IOSR Journal of Pharmacy and Biological Sciences (IOSR-JPBS), 11(6), 25–30.

Batool, S., Khan, S., & Basra, S. M. A. (2019). Foliar application of moringa leaf extract improves the growth of moringa seedlings in winter. South African Journal of Botany, 129, 347–353.

Bellé, L. P., Bitencourt, P. E. R., Abdalla, F. H., Guerra, R. B., Funchal, C., & Moretto, M. B. (2011). An in vitro comparison of a new vinyl calcogenide and sodium selenate on adenosine deaminase activity of human luekocytes. Chemico-Biological Interactions, 189(3), 141–145.

Bere, S. M. (2020, 10 Februari). Tanaman kelor jadi solusi Gubernur NTT tekan kasus stunting. Kompas. https://regional.kompas.com/read/2020/02/10/10364751/tanaman-kelor-jadi-solusi-gubernur-ntt-tekan-kasus-stunting.

Broin. (2010). Growing and processingmoringa leaves. Imprimerie Horizon

Dani, B. Y. D., Wahidah, B. F., & Syaifudin, A. (2019). Etnobotani tanaman kelor (Moringa oleifera) di Desa Kedungbulus Gembong Pati. Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology, 2(2), 44–52.

Destrina, A., & Diliarosta, S. (2021). Ethnomedicine of Moringa oleifera at Perumahan Unand Kecamatan Pauh Padang. Science Education Journal, 4(1), 49–56.

Dewi F. K. (2016). Pembuatan cookies dengan penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada berbagai suhu pemanggangan [Disertasi tidak diterbitkan]. Universitas Pasuruan.

Doerr, B. & Cameron, L. (2005). Moringa leaf powder. ECHO Technical Note. USA.

Emongor, V. E. (2011). Moringa (Moringa oleifera Lam.): A review. Dalam J. Wesonga, & R. Kahane (Ed.), Proceedings of the First All African Horticultural Congress, Nairobi, Kenya, August 31–September 3, 2009 (497–508). ISHS.

Florensia, W. (2020). Pengaruh pemberian suplemen ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) plus royal jelly terhadap kadar hormon kortisol dan tingkat stres pada ibu hamil di Kabupaten Takalar [Tesis tidak diterbitkan]. Universitas Hasanuddin.

Gadzirayi, C. T., Mudyiwa, S. M., Mupangwa, J. F., , & Gotosa, J. (2013). Cultivation practices and utilisation of Moringa oleifera provenances by small holder farmers: Case of Zimbabwe. Asian Journal of Agricultural Extension, Economics & Sociology, 2(2), 152–162.

Gandji, K., Chadare, F. J., Idohou, R., Salako, V. K., Assogbadjo, A. E., R. L., Glèlè Kakaï. 2018. Status and utilisation of Moringa oleifera Lam: A review. African Crop Science Journal, 26(1), 137–156.

Gopalakrishnan, L., Doriya. K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2),49–56.

Hardiyanthi, F. (2015). Pemanfaatan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam sediaan hand and body cream [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Helingo, Z., Liputo, S. A., & Limonu, M. (2022). Pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kualitas roti dengan berbahan dasar tepung sukun. Jambura Journal of Food Technology (JJFT), 4(2).

Isnan, W., & Nurhaedah, M. (2017). Ragam manfaat tanaman kelor (Moringa oleifera) bagi masyarakat. Buletin Eboni, 14(1), 63–75.

Kaminsky, Y., & Kosenko, E. (2010). AMP deaminase and adenosine deaminase activities in liver and brain regions in acute ammonia intoxication and subacute toxic hepatitis. Brain Research, 1311, 175–181.

Kelorina. (2019). Katalog produk kelorina. http://kelorina.com/produk-produk-daun-kelor/

Kholis, N., & Hadi, F. (2010). Pengujian bioassay biskuit balita yang displementasi konsentrat protein daun kelor (Moringa oleifera) pada model tikus malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian, 11(3),144–151.

Koul, B., & Chase, N. (2015). Moringa oleifera Lam: Panacea to several maladies. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 7(6), 687–707.

Kurniasih. (2015). Khasiat dan manfaat daun kelor untuk penyembuhan berbagai penyakit. Pustaka Baru Press.

Labbé, D., Araya-Farias, M., Tremblay, A., & Bazinet, L. (2005). Electromigration feasibility of green tea catechins. Journal of Membrane Science, 254, 101–109.

Liyanti, P. R., Budhi, S., & Yusro, F. (2015). Studi etnobotani tumbuhan yang dimanfaatkan di Desa Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Jurnal Hutan Lestari, 3(3), 421–433.

Marhaeniyanto E., Rusmiwari., S., & Susanti, S. (2015). Pemanfaatan daun kelor untuk meningkatkan produksi ternak kelinci new zealand white. Buana Sains, 15(2), 119–126.

Melo, V., Vargas, N., Quirino, T., & Calvo, C. M. C. (2013). Moringa oleifera L. Anunderutilized tree with macronutrients for human health. Emir J. Food Agric, 25 (10): 785–789

Mensah, J. K., Ikhajiagbe, B., Edema, N. E., Emokhor, J. (2012). Phytochemical, nutritional and antibacterial properties of dried leaf powder of Moringa oleifera (Lam.) from Edo Central Province, Nigeria. J. Nat. Prod. Plant Resour., 2(1), 107–112.

Morton, J. F. (1991). The horsedish tree, Moringa pterygosperma (Moringaceae)-A boon to arid lands? Economic Botany, 45, 318–333.

Moyo, B., Masika, P. J., Hugo, A. Muchenje V. (2011). Nutritional characterization of moringa (Moringa oleifera Lam.) leaves. African Journal of Biotechnology, 10(60), 12925–12933.

Nurhayati. (2019). Pengaruh pemberian kapsul dan the daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar asam urat lansia [Tesis tidak diterbitkan]. IPB.

Oktafiani, R. (2018). Etnobotani tumbuhan obat pada masyarakat Desa Rahtawu di Lereng Gunung Muria Kudus [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Oyewo, E. B., Adewale, A., Ayoade, A. A., & Akanji, M. A. 2013. Repeated oral administration of aqueous leaf extract of Moringa oleifera modulated immunoactivities in wistar rats. Journal of Natural Sciences Research, 3, 100–109.

Palada, M. C., & Chang, L. C. (2003). Suggested cultural practices for Moringa [Panduan]. Asean Vegetable Research Development Center (AVRDC).

Parrotta, J. A. (2014.) Moringa oleifera Lam. Dalam A. Roloff, H. Weisgerber, U. Lang, & B. Stimm (Ed.), Enzyklopädie der Holzgewächse, Handbuch und Atlas der Dendrologie (1–8). WILEY-VCH Verlag GmbH & Co.

Prasetya, R. (2018). Pengaruh suhu penyeduhan the daun kelor (Moringa oleifera) terhadap respon glikemik pada dewasa sehat [Skripsi tidak diterbitkan]. Institut Pertanian Bogor.

Ri, K. (2018). Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.

Ribaudo, G., Povolo, C. & Zagotto, G. (2019). Moringa oleifera Lam.: A rich source of phytoactives for the health of human being . Dalam J. A. Takahashi (Ed.), Studies in natural products chemistry (Vol. 62, 179–210). Elsevier Ltd.

Rockwood, J., Anderson, B., & Casamatta, C. (2013). Potential uses of Moringa oleifera and an examination of antibiotic efficacy conferred by Moringa oleifera seed and leaf extracts using crude extraction techniques available to underserved indigenous populations. International Journal Phytotherapy Research, 3(2), 61–71.

Rohmawati, N., Moelyaningrum, A. D., & Witcahyo, E. (2019). Es krim kelor: Produk Inovasi sebagai upaya pencegahan stunting dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Randang Tana-Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 10–20.

Saini, R. K., Shetty, N. P., & Giridhar, P. (2014). Carotenoid content in vegetative and reproductive parts of commercially grown Moringa oleifera Lam. cultivars from India by LC-APCI-MS. European Food Research and Technology, 238, 971–978.

Saluk, K. (2022, 30 September). Gubernur NTT imbau masyarakat tanam 100 pohon kelor per kepala keluarga. Victory news. https://www.victorynews.id/ntt/pr-3314962693/gubernur-ntt-imbau-masyarakat-tanam-100-pohon-kelor-per-kepala-keluarga

Sasikala, V., Rooban, B. N., Priya, S. G. S., Shahasranaman, V., & Abraham A. (2010). Moringa oleifera prevents selenite-induced cataractogenesis in rat pups. Journal Of Ocular Pharmacology and Therapeutics, 26(5), 441–447.

Satria, E. W., Sjofjan, O., & Djunaidi, I. H. (2016). Respon pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada pakan ayam petelur terhadap penampilan produksi dan kualitas telur. Buletin Peternakan, 40(3), 197–202.

Sauveur, A. d. S., Broin, M. Noamesi, S., Amaglo, N., Adevu, M., Glover-Amengor, M. Dosu, G., Adjepong, P., Adam, S., & Attipoe, P. (2010). Growing and processing moringa leaves. Moringanews/Moringa Association of Ghana. https://moringatrees .org/moringa-doc/moringa_book_growing_and processing_moringa_leaves.pdf

Sembiring J. P. (2016). Strategi komunikasi pemasaran objek wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 2(1).

Sharma V., Gulati A., & Ravindranath S. D., (2005). Extractbility of tea cathecins as a function of manufacture procedure and temperature of infusion. Food Chemistry 93(1), 141–148.

Shiriki, D., Igyor, M. A., & Gernah D. I. (2015). Nutritional evaluation of complementary food formulations from maize, soybean and peanut fortifoed with Moringa oleifera leaf powder. Food and Nutrition Sciences, 6, 494–500.

Siemonsma, J. S., & Piluek, K. (1994). Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) No. 8: Vegetables. Prosea Foundation.

Silalahi, M. (2020). Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera Lam) sebagai bahan obat tradisional dan bahan pangan. Majalah Sainstekes, 7(2), 107–116.

Singh, A. K., Rana, H. K., Tshabalala, T., Kumar, R., Gupta, A., Ndhlala, A., & Pandey, A. K. (2020). Phytochemical, nutraceutical and pharmacological attributes of a functional crop Moringa oleifera Lam: an overview. South African Journal of Botany, 129, 209–220.

Soekotjo, R. A. (2010). Pengaruh konsentrasi yeast dan jenis emulsifier pada frozen dough [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.

Sofyani, W. O. W. (2019). Sistem klasifikasi kelor dalam etnobotani masyarakat Wolio. Jurnal Sosiologi Walisongo, 3(1), 49–64.

Soliman, G. Z. A. (2013). Anti-diabetic activity of dried Moringa oleifera leaves in normal and streptozocin (Stz)-induced diabetic male rats. Indian Journal of Applied Research, 3(9), 18–23.

Sreelatha, S., & Padma, P. R. (2009). Antoixidant activity and total phenolic concent of Moringa oleifera leaves in two stages of maturity. Plant Foods Human Nutrition, 64(4), 303–311.

Srinivasamurthy, S., Yadav, U., Sahay, S., & Singh, A. (2017). Development of muffin by incorporation of dried Moringa oleifera (drumstick) leaf powder with enhanced micronutrient content. International Journal of Food Science and Nutrition 2(4), 173–178.

Sugianto, A. K. (2016). Kandungan gizi daun kelor (Moringa oleiferra) berdasarkan posisi daun dan suhu penyeduhan [Skripsi tidak diterbitkan]. Institut Pertanian Bogor.

Susilawati, S., Lathifah, N. S., Astriana, A., & Yantina, Y. (2020). Agar-agar daun kelor memperbanyak asi pada ibu nifas 0-3 hari di RSIA Santa Anna. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 3(2), 352–356.

Taib, G., Santosa, Djalal, M., & Helmi. (2014). Evaluation In component technology small scale food industry cluster in West Sumatera. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 4(2), 60–63.

Tetteh, O. N. A., Ulrichs, C., Huyskens-Keil, Mewis, I., Amaglo, N. K., Oduro, I. N. Adarkwah, C. Obeng-Ofori, D., & Förster, N. (2019). Effects of harvest techniques and drying methods on the stability of glucosinolates in Moringa oleifera leaves during post-harvest. Scientia Horticulturae, 246, 998–1004.

United Nations Children’s Fund. (2018). Malnutrition rates remain alarming: Stunting Is declining too slowly while wasting still impacts the lives of far too many young children.

Venditti, E., Bacchetti, T., Tiano, L., Carloni, P., Greci, L., & Damiani, E. (2010). Hot vs. cold water steeping of different teas: Do they affect antioxidant activity? Food Chemistry, 4, 1597–1604.

Vuong, Q. V., Golding, J. B., Stathopoulos, C. E., Nguyen, M. H., & Roach, P. D. (2011). Optimizing conditions for the extraction of catechins from green tea using hot water. Journal of Separation Science, 34(21), 3099–3106.

Wahyuni, A. L., & Masyitoh, F. D. (2017). Profil protein daun Moringa oleifera Mataram dan Madura dengan Metode Sds-Page. Research Report, 54–59.

Yulianti, R. (2008). Pembuatan Minuman jeli daun kelor (Moringa oleifera Lamk) sebagai sumber vitamin C dan B-Karoten [Skripsi tidak diterbitkan]. Institut Pertanian Bogor.

Zhang, Y., Cui, Y., Li, X. A., Li, L. J., Xie, X., Huang, Y. Z., Deng, Y. H., Zeng, C., & Lei, G. H. (2017). Is tea consumption associated with the serum uric acid level, hyperuricemia or the risk of gout? A systematic review and meta-analysis. BMC musculoskeletal disorders, 18(1), 95.

Ziani, B. E., Rached, W., Bachari, K., Alves, M. J., Calhelha, R. C., Barros, L., & Ferreira, I. C. (2019). Detailed chemical composition and functional properties of Ammodaucus leucotrichus Cross. & Dur. and Moringa oleifera Lamarck. Journal of Functional Foods, 53, 237–247.

Alfarisy, F. K. (2019). Inspecting resources management through model residue pesticide on soil and crop quality (Sucopangepok Case). Dalam Prosiding Seminar Nasional Perteta 2018. Institut Pertanian STIPER. http://journal.instiperjogja.ac.id/index.php/PTT/article/view/170

Azis, S., Zubaidah, S., Mahanal, S., Batoro, J., & Sumitro, S. B. (2020). Local knowledge of traditional medicinal plants use and education system on their young of Ammatoa Kajang tribe in South Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas, 21(9), 3989–4002. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210909

Baiquni, M. (2009). Revolusi Industri, ledakan penduduk dan masalah lingkungan. Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan, 1(1), 38–59. https://doi.org/10.20885/jstl.vol1.iss1.art3

Food and Agriculture Organization. (2015). Sustainable agriculture A tool to strengthen food security and nutrition in Latin America and the Caribbean.

Gandhi, P. (2022, 8 November). Swasembada pangan dan protein. Republika. https://www.republika.id/posts/34127/swasembada-pangan-dan-protein

Hamid, R. (2022). Penerapan Presisi dalam meningkatkan karakter mandiri, literasi, dan numerasi pada siswa. Journal of Indonesian Teachers for Science and Technology, 1(2), 1–11. https://jurnal.pgrisulsel.or.id/jit-st/article/view/2%0Ahttps://jurnal.pgrisulsel.or.id/jit-st/article/download/2/8

Hapsari, W. O. N. (2022). Penerapan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman padi di Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara [Laporan aktualisasi].

Hasnawati. (2006). Influence of y-chain family cytokines on phenotypes of T cells in ex vivo culture. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 3(1), 53–62.

Kalsim, D. K. (2010). Pembangunan infrastruktur pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2010). Satu dasawarsa kelembagaan ketahanan pangan di Indonesia 1990–2009.

Kim, K-H., Kabir, E., & Jahan, S. A. (2017). Exposure to pesticides and the associated human health effects. Science of the Total Environment, 575, 525–535. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2016.09.009

Knapp, C. N., & Fernandez-Gimenez, M. E. (2009). Knowledge in practice: Documenting rancher local knowledge in Northwest Colorado. Rangeland Ecology and Management, 62(6), 500–509. https://doi.org/10.2111/08-175.1

Kole, R. K., Roy, K., Panja, B. N., Sankarganesh, E., Mandal, T., & Worede, R. E. (2019). Use of pesticides in agriculture and emergence of resistant pests. Indian Journal of Animal Health, 58(2-SPL), 53–70. https://doi.org/10.36062/ijah.58.2spl.2019.53-70

Kurnia, L. A., & Iskandar, D. D. (2019). Determinants Self Sufficiency of Rice in Supporting Food Independence. Ekuilibrium: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 14(2), 152–166. https://doi.org/10.24269/ekuilibrium.v14i2.1647

Lodhi, S., & Mikulecky, P. (2010). Management of indigenous knowledge for developing countries. Dalam Proceedings of the 2010 International Conference on Communication and Management in Technological Innovation and Academic Globalization, November 2010 (94–98).

Marasabessy, D. A. (2017). Teknik budidaya tanaman sukun (Artocarpus communis) di negara tengah-tengah Pulau Ambon. Jurnal Agroekoteknologi, 1(1), 9–19.

Mardiana, L. (2012). Daun ajaib tumpas penyakit: Kanker, diabetes, ginjal, hepatitis, Kolesterol, dan Jantung. PT Penebar Swadaya.

Marzali, A. (2002). Strategi peisan Cikalong dalam menghadapi kemiskinan. Yayasan Obor Indonesia

McGregor, D. (2004). Coming full circle: Indigenous knowledge, environment , and our future. American Indian Quarterly, 28(3), 385–410.

Mulyadi, Milasari, L. A., & Doviyanto, R. (2022). Analisis kebutuhan infrastruktur jalan pada sektor pertanian di Kabupaten Paser. Kurva S: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Teknik Sipil, 10(1), 42–48. https://doi.org/10.31293/teknikd.v10i1.6485

Nazarea, V. D. (2006). Local knowledge and memory in biodiversity conservation. Annual Review of Anthropology, 35, 317–335. https://doi.org/10.1146/annurev.anthro.35.081705.123252

Nugroho, A. D., Fadlilah, C. U., Astuti, R. P., Irmania, L. V., Lestari, C., Pinardi, S. T., Anjarwati, N., Anjarwati, A., Wisnu B., E., & Pratama, D. A. (2018). Pelaksanaan Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 2(2), 287–296.

Nuroso, A. (2012). Pengolahan tepung dan mie sukun. Jurnal Teknologi Pertanian, 1(1), 38–50. https://doi.org/10.32520/jtp.v1i1.35

O’Brien, C. M. (2010). Do they really “know nothing”? An inquiry into ethnobotanical knowledge of students in Arizona, USA. Ethnobotany Research and Applications, 8(Stross 1973), 35–48. https://doi.org/10.17348/era.8.0.35-47

Octaviani, A. P., Sugiyanto, & Sutjitro. (2014). Dinamika agroindustri tape di Kabupaten Bondowoso Tahun 1960-2014 [Artikel ilmiah mahasiswa]. Universitas Jember.

Pasha, Y. (2018, Oktober 12). Air di Waduk Jatiluhur menyusut drastis, listrik Jawa-Bali terancam. iNews Jabar. jabar.inews.id/berita/air-di-waduk-jatiluhur-menyusut-drastis-listrik-jawa-bali-terancam.

Purwantoyo, E. (2007). Budi daya dan pascapanen sukun. Aneka Ilmu.

Puspitojati, T. (2013). Kajian kebijakan pengembangan pangan di areal hutan tanaman untuk mendukung swasembada pangan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 10(2), 134–148. https://doi.org/10.20886/jakk.2013.10.2.134-148

Rao, G. V. R., Kumari, B. R., Sahrawat, K. L., & and Wani, S. P. (2015). Integrated Pest Management (IPM) for Reducing Pesticide Residues in Crops and Natural Resources. Dalam A. K. Chakravarthy (Ed.), New horizons in insect science: Towards sustainable pest management (397-412). https://doi.org/10.1007/978-81-322-2089-3

Reyes-García, V., Broesch, J., Calvet-Mir, L., Fuentes-Peláez, N., McDade, T. W., Parsa, S., Tanner, S., Huanca, T., Leonard, W. R., & Martínez-Rodríguez, M. R. (2009). Cultural transmission of ethnobotanical knowledge and skills: an empirical analysis from an Amerindian society. Evolution and Human Behavior, 30(4), 274–285. https://doi.org/10.1016/j.evolhumbehav.2009.02.001

Rhofita, E. I. R. (2022). Optimalisasi sumber daya pertanian Indonesia untuk mendukung Program Ketahanan Pangan dan energi Nasional. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(1), 82–100. https://doi.org/10.22146/jkn.71642

Rondhi, M., Khasan, A. F., Mori, Y., & Kondo, T. (2019). Assessing the role of the perceived impact of climate change on national adaptation policy: The case of rice farming in Indonesia. Land, 8(5). https://doi.org/10.3390/land8050081

Sari, D., & Yusnita Arvianti, E. (2018). Pembangunan pertanian. Deepublish (CV Budi Utama). https://doi.org/10.2139/ssrn.3110561

Sarmin, Widiyono, I., & Widiyanto, S. (2016). Pembangunan infrastruktur pertanian dan sosial dalam rangka mempersiapkan selopamioro mandiri sejahtera berbasis potensi lokal. Indonesian Journal of Community Engagement, 2(1), 30–38. https://doi.org/10.22146/jpkm.22090

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003).

Setyawati, V. A. V., & Setyowati, M. (2015). Karakter gizi remaja putri urban dan rural di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 43–52. https://doi.org/10.15294/kemas.v11i1.3463

Suardi, S., Amir, A., & Mappangara, S. (2022). Pertanian dan irigasi kolonial di Bone, 1911–1942. Fajar Historia, Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 7(1), 77–93. https://doi.org/10.29408/fhs.v7i1.11146

Subroto, Z. W., & Sapha, D. (2016). Pengaruh infrastruktur terhadap sektor pertanian di pulau Sumatera. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(2), 589–601.

Suharyanto, H. (2011). Ketahanan pangan. Sosial Humaniora, 4(2), 186–194. http://iptek.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/633/355

Sulaiman, A. A., Simatupang, P., Suwandi, Setiawan, B. I., Andayani, A., Hermanto, Herodian, S., & Hakim, M. L. (2017). Merah putih swasembada pangan: Menghapus ego sektoral (Vol. 2, Ed. 1). IAARD Press.

Supriyati. (2010). The dynamic of agricultural employment economy: Problems and policy development strategy. Analisis Kebijakan Pertanian, 8(1), 49–65.

Sutomo, H. (2020). Filsafat ilmu kealaman dan etika lingkungan. Universitas Negeri Malang (UM Press).

Tamalene, M. N., Henie, M., Al Muhdhar, I., Suarsini, E., & Rochman, F. (2014). The Practice of Local Wisdom of Tobelo Dalam (Togutil) Tribal Community in Forest Conservation in Halmahera, Indonesia. International Journal of Plant Research, 2014(4A), 1–7. https://doi.org/10.5923/s.plant.201401.01

Tanyanyiwa, V. I., & Chikwanha, M. (2011). The role of indegenous knowledge systems in the management of forest resources in Mugabe Area, Masvingo, Zimbabwe. Journal of Sustainable Development in Africa, 13(3), 132–149.

Tjondronegoro, S. M. P. (2013). An agricultural development legacy unrealised by five presidents, 1966–2014. Masyarakat Indonesia, 39(2), 379–395.

Triono, A. L. (2020, 18 Oktober). Pesantren Ekologi Ath-Thaariq Garut: Terapkan kurikulum bertani dan berkebun. NU Online. https://www.nu.or.id/opini/pesantren-ekologi-ath-thaariq-garut-terapkan-kurikulum-bertani-dan-berkebun-7PNB4

Trizelia, N., & Ernawati, D. (2013). Virulensi berbagai isolat jamur entomopatogen. J. HPT Tropika, 13(2), 151–158.

Vanessa, R., Purwijantiningsih, L. M. E., & Aida, Y. (2010). Pemanfaatan minuman serbuk instan kayu manis (Cinnamomum burmanii BI.) Untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Total Darah pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Wagiyana, Habriantono, B., & Alfarisy, F. K. (2021). Biological control of white grubs (Lepidiota stigma L; Coleoptera; Scarabaeidae) with entomopathogenic nematodes and fungus Metharizium anisopliae (Metsch). Dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, (Vol. 759). https://doi.org/10.1088/1755-1315/759/1/012023

Wattimena, L. (2015). Wisata Kampung Adat Huaulu di Pulau Seram, Maluku. Kapata Arkeologi, 11(1), 67–74. https://doi.org/10.24832/kapata.v11i1.282

Wibowo, L., Sudarsono, H., Hariri, A. M., Yasin, N., & Susilo, F. X. (2018). Uji virulensi beberapa isolat Metarhizium sp. terhadap larva Oryctes rhinoceros L. Dalam S. Herlinda, Y. Pujiastuti, A. Meilin, N. Nelly, A. H. Wardhana, B. Sahari, L. Budiarti, & M. I. Syafutri (Ed.), Prosiding Seminar Nasional PEI Cabang Palembang 2018, Palembang 12-13 Juli 2018 “Serangga untuk Pertanian Berkelanjutan dan Kesehatan Lebih Baik (1–13). Unsri Press.

Widoyoko, Y. (2010). Sukun: solusi alternatif atasi krisis pangan dan mitigasi dampak perubahan iklim. Gibon Media Group.

Yanti, L., & Novalinda, D. (2015). Teknologi pengolahan sukun sebagai sumber pangan alternatif pendamping beras di Provinsi Jambi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi.

Yilmaz, I. G., Aygun, D., & and Tanrikulu, Z. (2017). Social media’s perspective on Industry 4.0: A Twitter analysis. Social Networking, 6(4).

Litbang Kompas. (t.t). Tantangan ketahanan pangan di Indonesia. Kompasdata. https://data.kompas.id/data-detail/kompas_statistic/650b0214b7712ccfc8309500

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2022). Analisis ketahanan pangan tahun 2022. Kementerian Pertanian. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Analisis_Ketahanan_Pangan_Tahun_2022.pdf

Scroll to Top
×