Biodiversitas Satwa Liar di Hutan Lembonah

Screenshot (174)

Series



Categories



Published

May 16, 2023

HOW TO CITE

Tri Atmoko, Badan Riset dan Inovasi Nasional; Mukhlisi, Badan Riset dan Inovasi Nasional; Ike Mediawati, Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja; Suryanto, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam; Angga Prayana, PT FAP Agri, Tbk.; Mardi Tofani Rengku, Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja; Suhardi, Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja.

DOI: https://doi.org/10.55981/brin.504

Keywords:

Spesies, Perlindungan, Keanekaragaman Jenis, Deskripsi satwa, Satwa Liar

Synopsis

Hutan Lembonah adalah salah satu areal High Conservation Value Forest (HCVF) yang ada di areal perkebunan sawit PT. Borneo Surya Mining Jaya (PT. BSMJ). Arealnya seluas 340 ha kondisinya masih relatif kompak dengan struktur dan komposisi penyusun vegetasinya mencirikan hutan sekunder tua. Areal tersebut dapat dikatakan sebagai miniatur hutan yang tersisa setelah areal di sekitarnya dibuka menjadi perkebunan kelapa sawit. Komitmen perusahaan untuk terus menjaga dan melestarikan areal tersebut perlu didukung oleh berbagai pihak.  Buku ini berusaha merekam keanekaragaman satwa liar yang ada di hutan Lembonah, mulai dari mamalia, burung, dan serangga. Hutan Lembonah dapat diibaratkan sebagai kantong habitat satwa liar yang tersisa dalam areal perkebunan kelapa sawit. Satwa liar yang awalnya menyebar di areal hutan yang luas, saat ini menjadi terkonsentrasi pada petak hutan yang tersisa di Hutan Lembonah. Oleh karena peranannya sangat penting sebagai rumah terakhir satwa liar yang ada. Dalam buku ini juga disajikan berbagai foto satwa liar hasil bidikan para peneliti dan teknisi Balitek KSDA. Selain itu beberapa satwa yang cukup sulit dijumpai secara langsung terekam secara otomatis menggunakan kamera.

Author Biographies

Tri Atmoko, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Penulis adalah Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Zoologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak awal 2022. Sebelum bergabung bersama BRIN, penulis merupakan peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi KSDA (Balitek KSDA) (2005–2022). Pendidikan sarjana kehutanan diselesaikan pada Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Malang tahun 2003. Gelar Master Primatologi diperoleh tahun 2012 dan Doktor tahun 2020 pada Program Studi Primatologi IPB. Pernah mengikuti Kursus Inventarisasi Flora dan Fauna di TN Alas Purwo dan TN Meru Betiri tahun 2000, Training Survei Kelelawar (2005), The field Course Primate Conservation Biology and Global Health (2011), Diklat SIG bagi Analis (2015), dan Training of Occupancy Model (2018). Penulis adalah Pengurus Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia (PERHAPPI), Koordinator Colobinae, dan Ketua Himpunan Mahasiswa dan Alumni Primatologi (HIMAPRIMA) IPB, menjadi editor empat buku, dan reviewer Jurnal Media Konservasi, maupun Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa. Penulis juga merupakan Tenaga Ahli terkait survei dan pengelolaan satwa liar di beberapa lembaga dan perusahaan. Penulis telah menghasilkan berbagai publikasi, berupa buku, book chapter, jurnal nasional dan internasional, prosiding seminar, makalah popular, serta menjadi editor buku.

Mukhlisi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Lahir di Bandar Lampung pada tanggal 18 Desember 1983. Menyelesaikan pendidikan dasar sampai jenjang Strata 1 (S1) di kota kelahirannya. Gelar Sarjana Sains (S.Si) didapatkan dari Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung pada tahun 2006. Sejak tahun 2008 hijrah ke Samboja (Kalimantan Timur) dan menjalani karier sebagai fungsional peneliti pada sebuah instansi yang sekarang bernama Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi KSDA (Balitek KSDA). Sejak tahun 2022 penulis menjadi peneliti di BRIN. Insert setelahnya: Penulis adalah peneliti di Pusat Riset Zoologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, BRIN. Pendidikan S2 diselesaikan di Universitas Diponegoro pada tahun 2014 pada Program Studi Ilmu Lingkungan. Memiliki ketertarikan pada area penelitian yang berkaitan dengan ekologi, konservasi biodiversitas, dan pengelolaan lingkungan. Sampai saat ini telah menghasilkan puluhan karya tulis baik dalam bentuk buku, prosiding, majalah, serta jurnal nasional maupun jurnal internasional.

Ike Mediawati, Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja

Lahir di Bandung pada tanggal 10 Mei 1986. Memperoleh gelar Sarjana (S1) dari Institut Teknologi Bandung pada Jurusan Biologi Fakultas MIPA tahun 2009. Gelar Master of Science diperoleh dari Sungkyunkwan University, Korea Selatan, dan lulus pada tahun 2020. Bekerja sebagai peneliti pada Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam sejak tahun 2014 hingga tahun 2021. Sejak Maret 2022 menjadi Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama di Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja. Pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Teknik Perencanaan Inventarisasi Hutan (2017), Pendidikan dan Pelatihan Aplikasi GPS untuk Survey dan Pemetaan (2016), dan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Era Digital (2015).

Suryanto, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam

Lahir di Padang, 31 Agustus 1973. Memperoleh gelar Sarjana Kehutanan dari Fakultas Kehutanan IPB tahun 1997 dan melanjutkan ke jenjang S2 pada Fakultas yang sama lulus tahun 2010. Saat ini, penulis sedang menempuh pendidikan doctoral di kampus yang sama. Pernah bekerja sebagai peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kalimantan dan Balai Penelitian Dipterokarpa tahun 1999–2011, sebagai peneliti di Balai Penelitian Kehutanan Palembang pada tahun 2014, dan hingga tahun 2022 sebagai peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam. Pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana Penelitian Pada Balai Penelitian Kehutanan Palembang Tahun 2013–2014. Kursus yang pernah diikuti adalah Aplikasi GIS (2002), Metodologi Riset (2000), dan Pelatihan Tenaga Pendamping Program Aksi Pemberdayaan Masyarakat Tani (1997). Mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 dan 20 tahun pada tahun 2013 dan 2020 dari Presiden RI.

Angga Prayana, PT FAP Agri, Tbk.

Lahir di Bondowoso pada tanggal 30 November 1988. Penulis diterima di IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) dan masuk ke dalam mayor departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata dan lulus tahun 2012. Pernah aktif dalam Kelompok Pemerhati Goa (KPG) dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) periode 2008–2010. Pada tahun 2009, penulis mengikuti Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) di Cagar Alam Gunung Sawal – Taman Wisata Alam Pangandaran dan Praktik Pengelolaan Hutan (P2H) di Hutan Pendidikan Gunung Walat pada tahun 2010. Penulis adalah staf di Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja. Pada tahun 2011, penulis melakukan Praktik Kerja Lapang Profesi di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Penulis melakukan penelitian terkait Teknik Penangkaran dan Aktivitas Harian Mambruk Victoria (Goura victoria Fraser, 1844) di Mega Bird and Orchid Farm Bogor, Jawa Barat. Penulis bekerja pada Divisi Sustainability di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Borneo Surya Mining Jaya, terutama dalam pengelolaan area NKT. Saat ini, penulis bekerja sebagai Environment and Compliance Specialist pada Divisi Sustainability di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT FAP Agri, Tbk.

Mardi Tofani Rengku, Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja

Lahir di Kembes, 9 Maret 1975. Lulus Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) Ujung Pandang pada tahun 1994. Pernah mengikuti kursus Pelaksana Pemetaan (1999), Stek Pucuk dan Kebun Pangkas (2004), Budi daya Tanaman Kehutanan Non Kayu (2005), Pengenalan Jenis Pohon (2015), Pelatihan Jungle Survival (2017), Pelatihan Sistem Informasi Geografis (2018), Pelatihan Pengenalan dan Penggunaan Aplikasi GPS Berbasis Android (2018), dan Pelatihan Monitoring Reduced Impact Logging-Carbon (RIL-C) (2018). Pernah menjadi Teknisi Litkayasa sejak tahun 2000 hingga 2022 pada Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kalimantan, Loka Litbang Satwa Primata, BPTP Samboja, dan Balitek KSDA. Sejak pertengahan tahun 2022 menjadi Pengendali Ekosistem Hutan Mahir pada Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja.

Suhardi, Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja.

Lahir di Balikpapan, 7 Januari 1964. Lulus SMAN 2 Balikpapan pada tahun 1985. Pernah mengikuti Diklat Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (2006). Bekerja sebagai Teknisi Litkayasa sejak tahun 2002 pada Loka Penelitian dan Pengembangan Satwa Primata, Balai Perbenihan Teknologi Perbenihan Samboja, dan Balai Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam hingga tahun 2022. Sejak 1 Januari 2022 sebagai Pengendali Ekosistem Hutan pada Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samboja.

References

Atmoko, T., Rifqi, M. A., Mukhlisi, Muslim, T., Purnomo, & Maruf, A. (2018). Warisan alam Wehea Kelay. Forda Press.

Atmoko, T., Jinarto, S., Muslim, T., Nuryani, A., Putra, D. A., Aripama, D., & Fauzi, R. (2021). Laporan survei inventarisasi dan verifikasi potensi fauna di KHDTK Loa Haur. Tim Inventarisasi dan verifikasi potensi di Tahura Bukir Suharto.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Statistik kelapa sawit Indonesia 2020.

Bibby, C., Jones, M., & Marsden, M. (1998). Expedition field techniques: Bird surveys. Expedition Advisory Centre.

Boer, C., & Rustam, R. (2020). Observasi jenis-jenis burung pada kawasan bernilai konservasi tinggi PT Gunung Gajah Abadi. Jurnal Pertanian Terpadu, 8(2), 154–163. https://doi.org/10.36084/jpt..v8i2.222

Borror, D. J., Triplehorn, C. A., & Johnson, N. M. (1996). Pengenalan pelajaran serangga (S. Partosoedjono, Penerj.). Gadjah Mada University Press. (Karya original diterbitkan tahun 1954).

Cassola, F. (2016). Thick-spined porcupine Hystrix crassispinis. The IUCN Red List of Threatened Species 2016. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T10750A22232051.en

Cisneros-Heredia, D. F., & Panaherrera-Romero, E. (2020). Invasion history of Harmonia axyridis (Pallas, 1773) (Coleoptera: Coccinellidae) in Ecuador. PeerJ 8, 8:e10461. https://doi.org/10.7717/peerj.10461

CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). (2022). Checklist of CITES species. Diakses pada 12 Agustus, 2022, dari https://checklist.cites.org/#/en

Collins, N. M., & Morris, M. G. (1985). Threatened swallowtail butterflies of the world: The IUCN red data book. IUCN. https://portals.iucn.org/library/sites/library/files/documents/RD-1985-002.pdf.

Cowlishaw, G. & Dunbar, R. (2000). Primate conservation biology. University of Chicago Press.

Eggleton, P. (2020). The state of the world’s insects. Annual Review of Environment and Resources, 45(2020), 8.1–8.22.

Fauvelot, C., Cleary, D. F. R., & Menken, S. B. J. (2006). Short-term impact of disturbance on genetic diversity and structure of Indonesian populations of the butterfly Drupadia theda in East Kalimantan. Molecular Ecology, 2006(15), 2069–2081.

Fleishman, E., Mcdonal, N., Mac Nally, R., Murphy, D. D., Walters, J., & Floyd, T. (2003). Effects of floristics, physiognomy and non-native vegetation on riparian bird communities in a Mojave. Journal of Animal Ecology, 72(3), 484–490. https://doi.org/10.1046/j.1365-2656.2003.00718.x

Francis, C. M. & Waldien, D. L. (2021). Rousettus spinalatus. The IUCN Red List of Threatened Species 2021: e.T19751A22002553. Diakses pada 21 September, 2022, dari https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2021-2.RLTS.T19751A22002553.en

Goulet, H., & Huber, J. T. (1993). Hymenoptera of the world: An identification guide to families. Canada Communication Group-Publishing.

Herlinda, S., Pujiastuti, Y., Irsan, C., Riyanto, Arsi, Anggraini, E., Karenina, T., Budiarti, L., Rizkie, L., & Oktavia, D. M. (2021). Pengantar ekologi serangga. Unsri Press.

IUCN. (2021). The IUCN red list of threatened species version 2021-3. Diakses pada 5 September, 2022, dari https://www.iucnredlist.org/.

Konsorsium Revisi HCV Toolkit Indonesia. (2008). Panduan identifikasi kawasan bernilai konservasi tinggi di Indonesia. Tropenbos International Indonesia Programme.

Lambert, F. R., & Collar, N. J. (2002). The future for sundaic lowland forest birds: Long-term effects of commercial logging and fragmentation. Forktail, 18(2002), 127–146.

MacKinnon, K., Phillips, K., & Balen, B. V. (2000). Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Pusat Litbang Biologi LIPI.

Nakanishi, K., Jalil, M. F., & Wahid, N. (2004). Catalogue of swallowtail butterflies (Lepidoptera: Papilionidae) at Borneensis. Institute for Tropical Biology & Conservation.

Payne, J., Francis, C. M., Phillips, K., & Kartikasari, S. N. (2000). Panduan lapangan mamalia di Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunai Darusalam. WCS-Indonesia Program, The Sabah Society, WWF Malaysia.

Peggie, D., & Amir, M. (2006). Panduan praktis kupu-kupu di Kebun Raya Bogor. Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/ 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. (2018). https://jdih.maritim.go.id/cfind/source/files/permen-lhk/permenlhk-nomor-p.106-tahun-2018.pdf

Rautner, M., Hardiono, M., & Alfred, R. J. (2005). Borneo: Treasure island at risk: Status of forest, wildlife and related threats on the island of Borneo. WWF Germany.

Re.Mark Asia. (2013). High conservation value (Peer Review Report of PT Borneo Surya Mining Jaya Oil Palm Plantation Area).

Robinson, G. S., Ackery, P. R., Kitching, I. J., Beccaloni, G. W., & Hernández, L. M. (2010). HOSTS – a database of the world’s lepidopteran hostplants. Natural History Museum. http://www.nhm.ac.uk/hosts

Shalaby, H. A., El Khateeb, R. M., El Namaky, A. H., Ashry, H. M., Kandil, O. M., & El Dobal, S. K. A. A. (2015). Larvicidal activity of camphor and lavender oils against sheep blowfly, Lucilia sericata (Diptera: Calliphoridae). Journal of Parasitic Diseases, 40(4), 1475–1482.

Smetacek, P. (2010). Subspecific status of the southern Indian population of Nyctemera coleta (Lepidoptera: Arctiidae). Journal of Threatened Taxa, 2(4), 835–836.

Srinivasulu, B., Srinivasulu, C. & Kruskop, S. V. (2019). Pipistrellus tenuis. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T186170680A186174039. Diakses pada 21 September, 2022, dari https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T186170680A186174039.en

Stoddart, D. M. (1979). Ecology of small mammals. Chapman and Hall Ltd.

Stork, N. E. (2018). How many species of insects and other terrestrial arthropods are there on earth? Annual Review of Entomology, 2018(63), 31–45.

Subyanto, A. S. (1991). Kunci determinasi serangga. Kanisius.

Thomas J. W., Maser, C. & Rodiek, J. E. (1979). Wildlife habitats in managed rangelands the great basin of Southeastern Oregon: Riparian zones. Gen. Tech. Rep. PNW-GTR-080. Pacific Northwest Forest and Range Experiment Station, US Department of Agriculture, Forest Service.

UCMP. (t.t.). Introduction to Odonoata. Diakses pada 29 September, 2015, dari http://www.ucmp.berkeley.edu/arthropoda/uniramia/odonatoida.html

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. (1990). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/46710/uu-no-5-tahun-1990.pdf.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. (1999). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/45373/uu-no-41-tahun-1999.pdf.

Van Herwaarden, H. C. M. (1998). A guide to the genera of stick- and leaf- insects of New Guinea and the surrounding islands. Science in New Guinea, 24(2), 55–117.

Waldien, D. L., Bates, P. J. J., Bumrungsri, S., Suyanto, A., Francis, C. M., Kingston, T. & Maryanto, I. (2020). Penthetor lucasi. The IUCN Red List of Threatened Species 2020: e.T16563A22055450. Diakses pada 21 September, 2022, dari https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T16563A22055450.en.

Wielstra, B., Boorsma, T., Pieterse, S. M., & de Longh, H. H. (2011). The use of avian feeding guilds to detect small-scale forest

disturbance: a case study in East Kalimantan, Borneo. Forktail, 27(2011), 55–62.

Wilson, D. E. & Reeder, D. M. (2005). Mammal species of the world: A taxonomic and geographic reference (3rd edition). The Johns Hopkins University Press.

Scroll to Top
×