Alternatif Penanggulangan Tuberkulosis (TBC): Wilayah Indonesia di Luar Sumatra dan Jawa-Bali

Screenshot 2024-02-07 135617

Categories



Published

February 8, 2021

HOW TO CITE

Maria Holly Herawati

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Balitbangkes, Kemenkes RI

DOI: https://doi.org/10.14203/press.319

Keywords:

TBC Combat, health system strengthening;

Synopsis

Buku Alternatif Penanggulangan Tuberkulosis (TBC): Wilayah Indonesia di Luar Sumatra dan Jawa–Bali ini hadir sebagai bentuk tanggung jawab untuk menyebarluaskan upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia, khususnya di luar Sumatra dan Jawa–Bali. Buku ini juga menunjukkan bahwa masih perlunya perbaikan dan tindak lanjut, baik dalam hal penemuan kasus, penegakan diagnosis, maupun karena rendahnya angka kesembuhan bagi penderita tuberkulosis.

Selain itu, buku ini juga memetakan sistem pelayanan kesehatan di luar Sumatra dan Jawa-Bali yang berperan, baik langsung maupun tidak langsung dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC).

Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan tentang cara penanggulangan TBC, khususnya di luar Sumatra dan Jawa-Bali, dan menjadi panduan terutama bagi pelaksana program dan pendukung program penanggulangan TBC di Indonesia. Selain itu, juga membantu para penentu kebijakan untuk memperkaya kebijakan-kebijakan penanggulangan TBC yang sudah diterapkan

Selamat membaca!

References

Badan Litbangkes Kemenkes RI. (2004). Survey Prevalensi Tuberculosis di

Indonesia 2004. Jakarta: Badan LitBangKes Kemenkes RI, WHO, GF

ATM.

Badan Litbangkes Kemenkes RI. (2008). Riset kesehatan dasar. 2008. Jakarta:

Depkes RI.

Badan Litbangkes Kemenkes RI. (2010). Laporan Riskesdas 2010. Jakarta:

Kemenkes RI.

Badan Litbangkes Kemenkes RI. (2013). Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta:

Kemenkes RI.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2013). Target. Diakses pada

tanggal 1 Desember 2015 dari https://kbbi.web.id/target

Bappenas RI. (2012). Laporan pencapaian tujuan pembangunan millenium

di Indonesia 2011. Jakarta: Bappenas.

Bappenas RI. (2014). Penyusunan Pembangunan Jangka Menengah Nasional

(RPJMN) 2015–2020. Belitung: Bappenas.

Barry, C.E. (2012). Post-2015 goals, target and indicators. Paris: The Center

For International Governance Innovation (CIGI).

Blok, L., van den Hof, S., Mfinanga, S. G., Kahwa, A., Ngadaya, E., Oey, L.,

& Dieleman, M. (2012). Measuring workload for tuberculosis service

provision at primary care level: a methodology. Human Resources for

Health, 10(1), 11.

Blum, Hendrik L. 1974. Planning for Health, Development and Aplication

of Social Changes Theory. New York: Human Sciences Press.

Boerma, T. (2012). WHO framework for measurement of service coverage

dimension of universal health coverage measuring and monitoring

country progress toward UHC concepts, indicator and experience.

Washington: WHO.

BPS. (2018). Indeks pembangunan manusia 2018. Jakarta: BPS.

BPS.(2020). Indeks Pembangunan Manusia 2019. Berita Resmi Statistik

BPS. No. 21/02/Th. XXIII, 17 Februari 2020.

BPS. (2020). Statistical yearbook of Indonesia 2020. Jakarta: BPS

Buchbinder, S.B., & Shanks, N.H. (Ed.). (2015). Understanding healthcare

management understanding chapter 2. Jones & Bartlett Learning. Diakses

pada 1 Desember 2015 dari www.59643_CHO2_5289managemen

HSO.pdf

Dirjen Bina Pelayanan Medik Kemenkes dan KARS. (2011). Standart

akreditasi rumah sakit. Jakarta: Kemenkes.

Dirjen BUK. (2012). Pedoman pencegahan dan penanggulangan infeksi

tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kementerian

Kesehatan.

Dirjen P2PL. (2014). Pedoman nasional penanggulangan tuberculosis.

Jakarta: Kemenkes.

DPR RI. (2009). UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

DPR RI. (2011a). UU No.24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara

Jaminan Sosial.

DPR RI. (2011b). UU No. 24 Republik Indonesia tahun 2011 tentang Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial. Jakarta: Republik Indonesia.

DPREfendi, N. (2015). Evaluasi program penemuan kasus TBC dengan promosi

aktif TBC melalui diseminasi informasi berbasis lokal kedaerahan

di Kabupaten HSU, Provinsi KalSel. Dalam National TBC Research

Parade Commemorating The World TBC Day 2015 The 4th Indonesia

TBC research Parade. Jakarta: TORG, Kemenkes RI, P2PL, Subdit TBC.

Farmani, I.P. (2015). Gambaran Ketidakteraturan Minum ObatTuberculosis

Di Puskesmas Kota Denpasar Tahun 2011-2012. National Tuberculosis

Research Parade Comemorating The World TB Day 2015The 4th

Indonesia TB Research Parade (hlm. 57). Jakarta: Kemenkes.

Febriani, E. (2015). The effectiveness of contact tracing in increasing

active TBC case finding. Dalam National TBC Research Parade

Commemorating The World TBC Day 2015 The 4th Indonesia TBC

research Parade. Jakarta: TORG, Kemenkes RI, P2PL Subdit TBC.

Fitriangga, A., Nasip, M., Siswani, A. N., Surjana, N. T., Simon, S., & Riono,

P. (2015). The procedure of empowering former TBC patients to

improve detection of presumptive tbc cases: Case study in Kubu Raya

District, West Kalimantan Province. Dalam National TBC Research

Parade Comemorating The World TBC Day 2015 The 4th Indonesia

TBC Research Parade. Jakarta: TORG, Kemenkes RI, P2PL subdit TBC.

Hadisaputro, S., Nizar, M., & Suwandono, A. (2011). Epidemiologi

managerial, teori dan aplikasi. Semarang: Universitas Diponegoro.

Herawati, M.H. (2005). Kejadian TBC pada anak setelah imunisasi BCG

di 5 wilayah puskesmas Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur Tahun

–2002. Buletin Penelitian Kesehatan, 33(1), 32–40.

Herawati, M.H. (2016). Model penanggulangan TBC di Indonesia. (Disertasi

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok).

Human Development Report 2013 Team UNDP. (2017). Human development

report 2017, the rise of the South: human progress in a diverse world.

New York: United Nations Development Programme (UNDP).

Human Development Report 2019 Team UNDP. (2019). Human development

report 2019, Beyond income, beyond average, beyond today: Inequalities

in human development in the 21st century. New York: United Nations

Development Programme (UNDP).

Ida Leida, A. K. (2009). Efek promosi kesehatan pada kelompok masyarakat

informal dalam mendeteksi suspek TB di kabupaten Gowa. Dalam

T. R. Group, Kumpulan naskah Riset Operasional Tuberkulosis tahun

–2009 (hlm. 31–37). Jakarta: Kemenkes.

Iljanto, S. (2012). Penguatan kebijakan dalam penanggulangan kesenjangan

ketidakmerataan kesehatan di Indonesia. Depok: Fakultas Kesehatan

Masyarakat Universitas Indonesia.

Kelompok Kerja Riset Operasional Tuberkulosis. (2009). Kumpulan hasil

riset operasional tuberkulosis tahun 2005–2009 (pp. 105–110). Jakarta:

Kementerian Kesehatan.

Kemenkes RI. (2008). Hasil rapat koordinasi bidang kesehatan. Tidak

dipublikasikan.

Kementerian Kesehatan. (2010). KMK No. 1087/Menkes/SK/2010 tentang

Standart keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit. Jakarta:

Depkes.

Kemenkes RI. (2010). Standard keamanan dan keselamatan kerja di rumah

sakit. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes BUK dan KARS. (2011). Standar akreditasi rumah sakit. Jakarta:

Kemenkes.

Kemenkes Badan Litbangkes. (2012). Peningkatan sistem registrasi kematian

dan penyebab kematian di 15 kabupaten/kota di Indonesia. Jakarta:

Kemenkes Balitbangkes.

Kemenkes P2PL. (2012). Buku pedoman penanggulangan tuberkulosis

nasional. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes P2PL. (2014). Buku pedoman penanggulangan tuberkulosis

nasional. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2012). Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI

Kemenkes RI. (2013). Profil Indonesia tahun 2012. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2015). Indonesia survei prevalensi tuberkulosis 2013–2014.

Jakarta: Badan Litbangkes.

Kemenkes RI. (2016). PMK RI No. 67 Tahun 2016. Penanggulangan TBC

dengan lampiran Pedoman Penanggulangan TBC tahun 2016. Jakarta:

Kementerian Kesehatan

Kirgia, & Muthuri. (2016). Productivity losses associated with TBC deaths

in the WHO African Region. Infections Diseases of Poverty, 5: 43.

Laksono T. (2013). Analisis kebijakan menuju universal coverage 2014:

Sejarah kebijakan jaminan kesehatan, ideologi dan aktor penyusun

kebijakan, serta peran perguruan tinggi. Diakses dari http://www.

kebijakankesehatanindonesia.net/sites/default/files/file/Pembiayaan/

abstrak/prof.Lasono_Pleno%201.pdf pada 8 Desember 2013.

Lalombo, A.Y., Palandeng, H., & Kallo, V.D. (2015). Hubungan kebiasaan

merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Siloam

Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ejornal

Keperawatan (e-Kep), 3(2), 7. Diakses pada 1 Januari 2017 dari https://

ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/viewFile/7529/7081.

MacKian, S. (2003). A review of health seeking behaviour: problems and

prospects. Health Systems Development Programme. HSD/WP/05/03.

United Kingdom: Departement of International Development (DFID).

Hlm. 1–27.

Menteri Kesehatan. (1990). PMK No. 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang

Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air

Menteri Kesehatan. (2004). Kepmenkes. No. 128 No. 128/MENKES/SK/

II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesesehatan Masyarakat.

Menteri Kesehatan. (2009). Kepmenkes No. 364 tentang Pedoman

Penanggulangan TBC.

Menteri Kesehatan. (2009). PMK No. 971 Tahun 2009 tentang Standar

Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan.

Menteri Kesehatan. (2010a). PMK No. HK.02.02 Tahun 2010 tentang

Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasyankes Pemerintah.

Menteri Kesehatan. (2010b). PMK No. 340 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2010c). PMK No. 411 tentang Laboratorium Klinik.

Menteri Kesehatan. (2011a). Kepmenkes No. 1435 tentang Komite

Akreditasi Laboratorium Kesehatan Tingkat Pusat.

Menteri Kesehatan. (2011b). Kepmenkes No. 417 tentang Susunan

Keanggotaan Komisi Akreditasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2011c) Kirgia, & Muthuri. (2016). Productivity losses associated with TBC deaths

in the WHO African Region. Infections Diseases of Poverty, 5: 43.

Laksono T. (2013). Analisis kebijakan menuju universal coverage 2014:

Sejarah kebijakan jaminan kesehatan, ideologi dan aktor penyusun

kebijakan, serta peran perguruan tinggi. Diakses dari http://www.

kebijakankesehatanindonesia.net/sites/default/files/file/Pembiayaan/

abstrak/prof.Lasono_Pleno%201.pdf pada 8 Desember 2013.

Lalombo, A.Y., Palandeng, H., & Kallo, V.D. (2015). Hubungan kebiasaan

merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Siloam

Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ejornal

Keperawatan (e-Kep), 3(2), 7. Diakses pada 1 Januari 2017 dari https://

ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/viewFile/7529/7081.

MacKian, S. (2003). A review of health seeking behaviour: problems and

prospects. Health Systems Development Programme. HSD/WP/05/03.

United Kingdom: Departement of International Development (DFID).

Hlm. 1–27.

Menteri Kesehatan. (1990). PMK No. 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang

Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air

Menteri Kesehatan. (2004). Kepmenkes. No. 128 No. 128/MENKES/SK/

II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesesehatan Masyarakat.

Menteri Kesehatan. (2009). Kepmenkes No. 364 tentang Pedoman

Penanggulangan TBC.

Menteri Kesehatan. (2009). PMK No. 971 Tahun 2009 tentang Standar

Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan.

Menteri Kesehatan. (2010a). PMK No. HK.02.02 Tahun 2010 tentang

Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasyankes Pemerintah.

Menteri Kesehatan. (2010b). PMK No. 340 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2010c). PMK No. 411 tentang Laboratorium Klinik.

Menteri Kesehatan. (2011a). Kepmenkes No. 1435 tentang Komite

Akreditasi Laboratorium Kesehatan Tingkat Pusat.

Menteri Kesehatan. (2011b). Kepmenkes No. 417 tentang Susunan

Keanggotaan Komisi Akreditasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2011c)Kirgia, & Muthuri. (2016). Productivity losses associated with TBC deaths

in the WHO African Region. Infections Diseases of Poverty, 5: 43.

Laksono T. (2013). Analisis kebijakan menuju universal coverage 2014:

Sejarah kebijakan jaminan kesehatan, ideologi dan aktor penyusun

kebijakan, serta peran perguruan tinggi. Diakses dari http://www.

kebijakankesehatanindonesia.net/sites/default/files/file/Pembiayaan/

abstrak/prof.Lasono_Pleno%201.pdf pada 8 Desember 2013.

Lalombo, A.Y., Palandeng, H., & Kallo, V.D. (2015). Hubungan kebiasaan

merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Siloam

Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ejornal

Keperawatan (e-Kep), 3(2), 7. Diakses pada 1 Januari 2017 dari https://

ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/viewFile/7529/7081.

MacKian, S. (2003). A review of health seeking behaviour: problems and

prospects. Health Systems Development Programme. HSD/WP/05/03.

United Kingdom: Departement of International Development (DFID).

Hlm. 1–27.

Menteri Kesehatan. (1990). PMK No. 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang

Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air

Menteri Kesehatan. (2004). Kepmenkes. No. 128 No. 128/MENKES/SK/

II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesesehatan Masyarakat.

Menteri Kesehatan. (2009). Kepmenkes No. 364 tentang Pedoman

Penanggulangan TBC.

Menteri Kesehatan. (2009). PMK No. 971 Tahun 2009 tentang Standar

Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan.

Menteri Kesehatan. (2010a). PMK No. HK.02.02 Tahun 2010 tentang

Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasyankes Pemerintah.

Menteri Kesehatan. (2010b). PMK No. 340 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2010c). PMK No. 411 tentang Laboratorium Klinik.

Menteri Kesehatan. (2011a). Kepmenkes No. 1435 tentang Komite

Akreditasi Laboratorium Kesehatan Tingkat Pusat.

Menteri Kesehatan. (2011b). Kepmenkes No. 417 tentang Susunan

Keanggotaan Komisi Akreditasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2011c). Kepmenkes No. 2500 tentang Daftar Obat

Esensial Nasional 2011.

Menteri Kesehatan. (2011). PMK No. 28 Tahun 2011 tentang Klinik.

Menteri Kesehatan. (2012a). PMK No. 001/20 tentang Sistem Rujukan

Pelayanan Kesehatan Perorangan.

Menteri Kesehatan. (2012b). PMK No. 12 tentang Akreditasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2012c). PMK No. 029 tentang Tarif Peserta Askes.

Menteri Kesehatan. (2012d). PMK 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan

Laboratorium Puskesmas.

Menteri Kesehatan. (2013a). Kepmenkes No. 455 tentang Asosiasi Fasilitas

Kesehatan.

Menteri Kesehatan. (2013b). PMK No. 6 Tahun 2013 tentang Kriteria

Kesehatan yang Tidak Diminati Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Terpencil, Sangat Terpencil, dan Fasilitas Pelayanan.

Menteri Kesehatan. (2013c). PMK No.12 tentang Pola Tarif BLU Rumah

Sakit.

Menteri Kesehatan. (2013d). PMK No. 13 Tahun 2013 tentang

Penanggulangan Tuberculosis Resistan Obat.

Menteri Kesehatan. (2013e). PMK 71 tahun 2013 tentang Pelayanan

Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Menteri Kesehatan. (2013e). PMK No.84 tentang Petunjuk Teknis Dana

Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun 2014.

Menteri Kesehatan. (2014a). PMK No. 19 tentang Penggunaan Dana

Kapitasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Indonesia.

Menteri Kesehatan. (2014b). PMK 24 tahun 2014 tentang Rumah Sakit

Kelas D Pratama.

Menteri Kesehatan. (2016). PMK No. 67 Tahun 2016 tentang

Penanggulangan Tuberkulosis.

Menteri Kesehatan. (2017). PMK No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman

Pencegahan Pengendalian Infeksi di Pelayanan Kesehatan.

Menteri Kesehatan. (2018). PMK No. 15 Tahun 2018 tentang

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer.

Mills, Anne adn Gilson, Lucy, (1988). Health Economics or Developing

Countries: A Survival Kit. London: Evaluation and Planning Center

for Health Care (EPC) Publication. Number 17.

Menteri Kesehatan. (2011). PMK No. 28 Tahun 2011 tentang Klinik.

Menteri Kesehatan. (2012a). PMK No. 001/20 tentang Sistem Rujukan

Pelayanan Kesehatan Perorangan.

Menteri Kesehatan. (2012b). PMK No. 12 tentang Akreditasi Rumah Sakit.

Menteri Kesehatan. (2012c). PMK No. 029 tentang Tarif Peserta Askes.

Menteri Kesehatan. (2012d). PMK 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan

Laboratorium Puskesmas.

Menteri Kesehatan. (2013a). Kepmenkes No. 455 tentang Asosiasi Fasilitas

Kesehatan.

Menteri Kesehatan. (2013b). PMK No. 6 Tahun 2013 tentang Kriteria

Kesehatan yang Tidak Diminati Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Terpencil, Sangat Terpencil, dan Fasilitas Pelayanan.

Menteri Kesehatan. (2013c). PMK No.12 tentang Pola Tarif BLU Rumah

Sakit.

Menteri Kesehatan. (2013d). PMK No. 13 Tahun 2013 tentang

Penanggulangan Tuberculosis Resistan Obat.

Menteri Kesehatan. (2013e). PMK 71 tahun 2013 tentang Pelayanan

Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Menteri Kesehatan. (2013e). PMK No.84 tentang Petunjuk Teknis Dana

Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun 2014.

Menteri Kesehatan. (2014a). PMK No. 19 tentang Penggunaan Dana

Kapitasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Indonesia.

Menteri Kesehatan. (2014b). PMK 24 tahun 2014 tentang Rumah Sakit

Kelas D Pratama.

Menteri Kesehatan. (2016). PMK No. 67 Tahun 2016 tentang

Penanggulangan Tuberkulosis.

Menteri Kesehatan. (2017). PMK No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman

Pencegahan Pengendalian Infeksi di Pelayanan Kesehatan.

Menteri Kesehatan. (2018). PMK No. 15 Tahun 2018 tentang

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer.

Mills, Anne adn Gilson, Lucy, (1988). Health Economics or Developing

Countries: A Survival Kit. London: Evaluation and Planning Center

for Health Care (EPC) Publication. Number 17.

Romlah, L. (2015). Hubungan kejadian merokok dengan kejadian tuberkulosis

paru di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. (Skripsi,

UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta). Diakses pada 1 Januari 2017 dari

http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/28918/1/LA

ILA%20ROMLAH-FKIK.pdf

Rosiska, M. (2015). Pelaksanaan program penanggulangan TBC dengan

menggunakan strategi DOTS di Puskesmas Siulak Mukai Kabupaten

Kerinci. National TBC Research Parade Comemorating The World TBC

Day 2015 The 4th Indonesia TBC research Parade (hlm. 54). Jakarta:

TORG, Kemenkes RI, P2PL, Subdit TBC.

Ruslan, R. (2000). Manajemen public relation dan media komunikasi,

konsepsi dan aplikasi. Jakarta: Rajawali Press.

Awusi, R. Y. E., Saleh, Y. D., & Hadiwijoyo, Y. (2009). Faktor-faktor yang

memengaruhi penemuan penderita TBC paru di Kota Palu Provinsi

Sulawesi Tengah. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(2), 59–68.

Sampana, E. (2009). Deskripsi implementasi strategi DOTS pada rumah sakit

di Provinsi Kalsel 2007–2009. Jakarta: Kemenkes P2PL.

Varkevisser, C.P. (2003). Designing and conduct health system research

projects, volume 1 proposal development and fieldwork. USA: Canadian

International Development Reserch Center.

Saifuddin, Anwar. (2010). Penyusunan Skala Psikologi, Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Sugiyono, P.D. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan

D. Bandung: Alfabeta.

Weinerman, E.R. (1971). Organization and quality of service in a national

health program. Yale Journal of Biology and Medicine, 44(1), 133–152.

World TB day. (2017, Maret 23). VOA. Diakses pada 1 Januari 2017 dari

https://editorials.voa.gov/a/world-TBC-day-2017/3777504.html

WHO. (1981). Health program evaluation. Geneva: WHO.

WHO. (2006). The World Health report 2006, working together for health.

Geneva: WHO.

Wijanto, S.H. (2008). Structural equation modelling dengan Lisrel 8.8 konsep

dan tutorial. Jakarta: Graha Ilmu

WHO. (2010). A conceptual framework for action on the social determinants

of health social determinant of health discussion paper 2, debates, policy

and practice, case study. Geneva Switzerland: WHO.

WHO. (2011). Report of joint monitoring mission. India: WHO and Revised

National Tuberculosis Control Programme (RNTCP) India.

WHO. (2013). Definition and report framework for TBC. Diakses pada 1

Maret 2015 dari https://www.who.int/tb/publications/definitions/en/

WHO. (2013). Service available delivery and readiness assessment (SARA)

An annual monitoring system for service. Switzerland: WHO.

WHO. (2015). Global Tuberculosis report 2015 20th edition. Diakses

pada 1 Oktober 2015 dari https://apps.who.int/iris/bitstream/hand

le/10665/191102/9789241565059_eng.pdf;jsessionid=3247FEA557B0

D12B88BBA909A959?sequence=1

Ke, X., Saksena, P., & Holly, A. (2011). The determinants of health

expenditure: a country-level panel data analysis. Geneva: World Health

Organization, 26, 1–28.

Scroll to Top
×