Adaptasi–Peningkatan Ketahanan Air Tawar di Kepulauan Aru

Screenshot (252)

Series



Categories



Published

October 6, 2020

HOW TO CITE

Wahyoe Soepri Hantoro, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI; Muhamad Rahman Djuwansah, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI; Eko Soebowo, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI; Ida Narulita, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI; Mochamad Furqon Azis Ismail, Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI; Heri NurochmanEngkos Kosasih,, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI; Suyatno, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

DOI: https://doi.org/10.14203/press.279

Keywords:

ketahanan air, kawasan pesisir, kepulauan aru

Synopsis

Kerentanan di Pulau Aru terhadap kejadian ekstrem menjadi ancaman terhadap neraca air, terutama di kawasan pesisir landai. Diperlukan strategi adaptasi guna meningkatkan daya dukung lingkungan sekaligus daya dukung neraca air sehingga terbangun sistem pengelolaan-penyimpanan air secara lestari dan bijaksana.

Kerangka kerentanan, mitigasi, dan adaptasi coba disajikan melalui pendekatan pemulihan dan penguatan lingkungan sehingga bisa menjadi alternatif solusi permasalahan di Pulau Aru. Oleh karena itu, buku ini dapat menjadi acuan cara menganalisis dan menentukan teknologi yang sesuai untuk memperkuat ketahanan air bersih di gugusan pulau datar dalam menghadapi kerentanan kejadian ekstrem alam.

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pengambil kebijakan dan masyarakat luas, utamanya mereka yang tinggal di daerah pesisir landai.

 Selamat membaca!

Author Biographies

Wahyoe Soepri Hantoro, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Kegiatan akademis lain adalah bimbingan program S1, S2 dan S3
di berbagai perguruan tinggi (ITB, IPB, Master Course Asean), pelatihan
GIS (COREMAP) dan komunikasi maupun melayani konsultasi sejumlah
LSM dan institusi yang bergerak di bidang lingkungan dan kelautan.
Sebagai peneliti senior, aktif pada pembimbingan dan nara sumber
pada kegiatan penelitian di berbagai institusi lain, seperti dengan P3GL
(Perairan Berau – Tarakan, Kalimantan Timur), BRKP (Selat Sunda) dan
beberapa perguruan tinggi.
Aktif sebagai kelompok penelitian Austronesia pada Pusat Penelitian
Arkeologi Nasional.

Muhamad Rahman Djuwansah, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Penulis memperoleh gelar Sarjana
Pertanian dari Universitas Padjadjaran,
Bandung, tahun 1980; memperoleh gelar
Diplome d’etude Approfondie pada tahun
1986; dan memperoleh gelar Doctor pada
tahun 1990 dari Universite Louis Pasteur, di
Strasbourg, Perancis.
Penulis bekerja di Lembaga Geologi dan
Pertambangan Nasional (LGPN, sekarang
Pusat Penelitian Geoteknologi) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa sejak
1982, dan pernah menduduki jabatan struktural
sebagai Kepala Balai
Penelitian Air dan Tanah (1997–2001). Penulis memperoleh jabatan Peneliti
Utama golongan IV/e bidang Ilmu-ilmu Air dan Tanah pada tahun
2013. Lebih dari tujuh puluh publikasi ilmiah telah dihasilkan, baik yang
ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk bagian buku,
jurnal, prosiding, dan makalah yang diterbitkan dan disampaikan dalam
pertemuan ilmiah nasional dan internasional. Sebanyak
30 karya tulis ilmiah di antaranya dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Eko Soebowo, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Beberapa kegiatan penelitian yang dilakukan oleh penulis di antaranya
adalah kondisi geologi dan geologi teknik di daerah Banda Aceh, Sibolga,
Padang, Bengkulu, Lampung, Banten, Bandung, Purwakarta, Cianjur,
Subang, Indramayu, Jawa Barat, Cilacap, Gombong, Banjarnegara,
Semarang,
Jogjakarta, Bojonegoro, Tuban, Bali Selatan, Kalimantan Barat,
Kalimantan Timur, Palu, Kendari, Ambon, Saumlaki, Kepulauan Aru,
Halmahera, Nabire, Jayapura, Timika dan Wamena, Papua; serta beberapa
kegiatan penelitian lainnya berkaitan dengan potensi dan ancaman bahaya
geologi, khususnya longsoran, amblesan dan likuefaksi. Penulis juga
melakukan
penelitian mengenai Potensi Sumber Daya Mineral Pesisir Selatan
dan Utara Jawa Tengah. Pengembangan SDM dan Air di Kepulauan
Karimun Kepri.

Ida Narulita, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Penulis menamatkan Sekolah Dasar
SDK St. Franciscus 1 di Lawang pada tahun
1981, Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 di Lawang pada 1984, dan Sekolah
Menegah Atas Negeri di Lawang pada tahun 1987. Penulis memperoleh
gelar Sarjana Geofisika dan Meteorologi dari Institut Teknologi
Bandung
pada tahun 1993. Saat ini penulis sedang menempuh Pascasarjana
di Departemen Geografi, Universitas Indonesia.
Penulis bekerja di Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI sejak tahun
1994 dan Jabatan Peneliti diawali sebagai Ajun Peneliti Muda III/A pada
tahun 1997, Ajun Peneliti Madya III/B pada tahun 1999, Peneliti Muda
III/C pada tahun 2003, Peneliti Madya IV/B pada tahun 2008, Peneliti
Madya IV/C pada tahun 2012, dan Peneliti Ahli Utama IV/D pada tahun
2018.

Mochamad Furqon Azis Ismail, Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI

Sejak 2004 hingga kini penulis bergabung sebagai staf peneliti bidang
Oseanografi Fisik dan Dinamika Iklim pada Pusat Penelitian Oseanografi-
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Topik penelitian yang
ditekuni penulis adalah interaksi laut dan atmosfer serta pengaruhnya terhadap
dinamika sirkulasi lintas paparan/kontinen dan samudra. Menjadi
penulis, reviewer dan editor bidang ilmu oseanografi dan iklim telah dilakoni
penulis, baik itu di dalam maupun luar negeri. Penulis juga telah melakukan
penelitian oseanografi kawasan kepulauan kecil di Biak Padaido,
Kep Aru.

References

Aldrian, E., & Susanto, R. D. (2003). Identification of three dominant

rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface

temperature. Int J. Climatol, 23, 1435–1452.

Anwar, H., & Harjono, H. (2011). Pengurangan risiko bencana alam dan

degradasi lingkungan di Indonesia. Dalam Perspektif terhadap kebencanaan

dan lingkungan di Indonesia: Studi kasus dan pengurangan dampak resiko,

Herryal Z. Anwar & Herry Harjono (eds). Bandung: Pusat Penelitian

Geoteknologi LIPI.

Azis, M. F. (2014). Komunikasi pribadi: Wind rose set diagram Kepulauan

Aru. Analisis data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Aru.

Kepulauan Aru dalam angka.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Aru. (2011). Kepulauan Aru

dalam angka.

Bappeda Kabupaten Kepulauan Aru. (2010). Rencana tata ruang wilayah

Kabupaten Kepulauan Aru. Laporan.

Bappeda Kab. Kepulauan Aru. (2011). Rencana tata ruang wilayah Kabupaten

Kepulauan Aru. Laporan.

BMKG Dobo. (2011). Data meteorologi bandara Dobo. [Pers. Comm].

BMKG. (2011a). Peta jenis hujan di Indonesia.

BMKG. (2011b). Metsat enhance: Satelit cuaca wilayah Indonesia dan

sekitarnya.

BMKG. (2015). Metsat enhance: Satelit cuaca wilayah Indonesia dan sekitarnya.

BMKG. (2018). Metsat enhance: Satelit cuaca wilayah Indonesia dan

sekitarnya.

CDIAC IGOSS. (2012). Data curah hujan perairan Laut Arafura. https://

irildeo.columbia.edu/SOURCES/.CDIAC/.msu/.precipitation/. Diakses

pada 2 Agustus 2014.

GHCN. (2018). Global historical climate network 2018.

Google. (2018). [Google maps of Indonesia 2018]. https://www.google.com/

maps/@6.1990245,133.55739,249634m/data=!3m1!1e3. Diakses pada

Agustus 2018.

Halpert, M. S., & Ropelewski, C. F. (1992) Temperature patterns associated

with the Southern oscillation. J Climate, 5, 577–593.

Hantoro, W.S., & Soeprapto, T.A. (2003). Siltasi-Sedimentasi alamiah dan

anthropogenik di perairan: Kasus pada rehabilitasi terumbu karang di

perairan Senayang Lingga, Riau Kepulauan. Makalah pada Seminar

RIPTEK Kelautan Nasional, Jakarta 30–31 Juli 2003.

Hantoro, W. S., & Suharsono. (2004). Anthropogenic and natural pressure

from the land to the coral reef ecosystem: On off coral reef building.

Proceedings IGCP 495 meeting, Maine USA, October 2004.

Hantoro, W.S., Latief H., Susilohadi, Gusman, A., Hidayat, A., Suminar,

A., & Airlangga A. Y. (2006). Volcanic tsunami hazard of Krakatau:

Run up and travel time model for its mitigation in Sunda Strait.

Geological Hazard and Its Mitigation. International Proceedigs, Mei

, Yogyakarta, Indonesia.

Hantoro, W. S. (2006). Climate-environment and extreme event since the

last glacial maximum: Human occupation and dispersal pattern in

Indonesian maritime island. Dalam Simanjuntak, T., Hisyam, M.,

Prasetyo, B., dan Nastiti, T. S. (Ed). Archeology: Indonesian perspective.

Jakarta: LIPI Press dan Yayasan Obor Indonesia.

Hantoro, W. S., Suprapto, T. A., Hadiwisastra, S., Latif, H., Airlangga, A.

Y., Handayani, L., … Kosasih. (2008a). Perubahan muka air laut global

di Indonesia: Ancaman bencana bagi wilayah pesisir dan pulau kecil.

Dalam Kumpulan naskah kenaikan muka laut relatif dan kerentanan

wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Pusat Riset Wilayah

Laut dan Sumber Daya Non-hayati. Jakarta: BRKP-DKP.

Hantoro, W. S., Hadiwisastra, S., Arsadi, E. M., Masduki, A., Latif, H.,

Suyatno, & Kosasih. (2008b). Air tawar di pulau kecil terumbu karang

Derawan di Kalimantan Timur: Contoh masalah dan antisipasi terhadap

kenaikan muka laut global. Dalam Kumpulan naskah kenaikan muka laut

relatif dan kerentanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia.

Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumberdaya Nonhayati. Jakarta: BRKPDKP.

Hantoro, W.S. Soeprapto T.A. (2009). Kerentanan pesisir rencana situs

pembangkit listrik tenaga nuklir di pesisir utara Jawa. Dalam KAK

survei tapak-tapak potensial secara terintegrasi meliputi aspek kebumian

dan sosekbudling untuk PLTN: Tahap analisis regional di Jawa Barat dan

Banten. Kluster banjir pantai: Studi tapak pembangkit listrik tenaga

nuklir. BATAN. Laporan Studi.

Hantoro, W. S. (2012). Konsep bencana, rehabilitasi, adaptasi dan peningkatan

ketahanan wilayah pesisir dan pulau kecil di Indonesia menghadapi

ancaman kejadian ekstrem muka laut tinggi. Dalam Ketahanan wilayah:

Demi terwujudnya percepatan pembangunan ekonomi yang berwawasan

lingkungan, Sugiarto, A. T., Wibowo, M., dan Andriyani D.S. (eds).

Jakarta: LIPI Press.

Hantoro, W. S., Djuwansah, M. R., Sebowo, E., Azis, M. F., Soeprapto, T.

A., Fadhilah A., Suyatno. (2013). Kerentanan pesisir pulau kecil landai

Kepulauan Aru terhadap muka laut tinggi kejadian ekstrem. Prosiding

Geoteknologi 2012. Bandung: Puslit Geoteknologi LIPI.

Hantoro, W. S., & Djuwansah, M. R. (2014). Peningkatan ketahanan

masyarakat serta lingkungan kawasan landai pesisir pulau kecil dan

terdepan terhadap kondisi ekstrem atau bencana gangguan iklim dan

geologi: Konsep adaptasi melalui pendekatan alamiah. Membangun

strategi adaptasi perubahan iklim, Heru Santosa (ed). Bandung: Pusat

Penelitian Geoteknologi LIPI.

Hantoro, W. S. (2014). Kerentanan dan ketahanan wilayah landai pesisir dan

pulau-pulau kecil terhadap kejadian ekstrem dinamika cuaca dan iklim:

Adaptasi dan Peningkatan ketahanan sumber daya alam-lingkungan pada

keanekaragaman ancaman. Bandung: Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.

Hantoro, W. S., Situmorang, A., Subehi, L., Soehardjono, & Irianto, F.

(2014). Laporan program kegiatan kompetitif LIPI. Puslit Geoteknologi

LIPI.

Hantoro, W. S., Djuwansah, M. R., Sebowo, E., Aziz, M. F., Soeprapto, T.

A, Fadhilah, A., … Suyatno. (2015). Kerentanan pesisir pulau kecil landai

Kepulauan Aru terhadap muka laut tinggi kejadian ekstrem geologi dan

gangguan cuaca. Bandung: Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.

Hantoro, W. S., & Yoganingrum, A. (2016). Penguatan ketersediaan air

tanah dangkal dan dalam. Rekayasa peningkatan kapasitas air tanah

melalui injeksi air hujan (R. Djuwansah & H. Permana, eds). Bandung:

Penerbit Halima.

Hantoro, W. S., Arsadi, M. E., Suherman, D., Aziz, M. F., Suyatno, &

Kosasih, E. (2017a). Mitigasi, adaptasi, dan peningkatan ketahanan

wilayah pesisir dan pulau kecil landai terhadap bahaya kejadian ekstrem

geologi serta gangguan iklim: Kasus Pulau Biak dan Kepulauan Padaido.

Bandung: Penerbit Halima.

Hantoro W. S., Subehi L, Situmorang A., Firmansyah, Syamsi D.,

Yoganingrum A., Munadar D. (2017b). Ketahanan dan daya saing

sumber daya alam-lingkungan masyarakat pesisir landai pulau kecil

terhadap kejadian ekstrem alamiah dan antropogen: Sintesa kawasan

strategis. laporan kumulatif kegiatan unggulan LIPI tahun 2015–2017.

Hantoro, W. S., Djuwansah, M. R., Soebowo, E., Suherman, D., Aziz, M.

F., Soeprapto, T. A., Kosasih, E. (2017c). Kerentanan-ketahanan pesisir

dan pulau kecil landai: Adaptasi dan peningkatan ketahanan serta daya

saing (Kepulauan Aru). Bandung: Penerbit Halima.

Hantoro, W. S., Djuwansah, R., Subowo, E, Azis, M. F., Kosasih, E., &

Suyatno. (2018). Kerentanan-ketahanan pesisir dan pulau kecil landai:

Adaptasi dan peningkatan ketahanan-daya saing (Kepulauan Aru), Herry

H, Hamzah L, Susilohadi, & Haryadi P (eds). Bandung: Penerbit

Halima.

Hartono, U,. & Ratman, N. (1992). Geologi Lembar Aru, Maluku Tenggara.

Dep. Pertambangan dan Energi Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber

Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Hastenrath, S. (1997). Climate dynamics of the tropics. New York: Kluwer

Academic Publisher.

Hehanussa, P. E., & Haryani, G. (2001). Kamus limnologi (perairan darat).

IHP UNESCO & Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

IPCC. (2017). Academic Report. Bali, Indonesia.

KNMI. (2018). Time series monthly TUAL (METEO) GHCN v2

precipitation (all). http://climexp.knmi.nl/getprcpall.cgi?id=someone@

somewhere&WMO=97810&STATION=TUAL_(METEO)&extraargs=.

Diakses pada 10 Agustus 2010.

IGOSS NMC, SSTA (2017). Sea Surface Temparature Anomaly.

IRI, LDGO Columbia EDU (2004). Climatic and oceanographic data.

Landsat. (2007). Aru terrain map. https://landsat.usgs.gov/july-25-2007-usgsand

-nasa-release terralook data. Diakses pada 4 Maret 2010.

https://citrasatelit.wordpress.com/jual-citra-satelit/resolusi-menengah-10-

meter-20-meter/landsat-8/.

Latif H. (2014a). Peta rata-rata ketinggian gelombang di Indonesia Timur.

[Komunikasi Pribadi].

Latif, H. (2014b). Peta perspektif kenaikan muka laut estatik di Indonesia

Timur. [Komunikasi Pribadi].

Menne, M. J., Durre, I., Vose, R. S., Gleason, B. E., & Houston, T. G.

(2012). An overview of the global historical climatology network-daily

database. Journal of Atmospheric and Oceanic Technology, 29, 897–910

doi:10.1175/JTECH-D-11-00103.1.

Narulita, I., Santosa, H., Hantoro, W. S., & Djuwansah, M. R. (2005).

Pengaruh pasang surut laut terhadap posisi dan kualitas air tanah di

Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dalam P. E Hehanussa &

Hendra Bakti (eds), Sumber daya air di pulau kecil. Jakarta: LIPI Press.

NASA-SRTM. (2007). NASA shuttle radar topography mission (SRTM)

version 3.0 global 1 arc second data released over Asia and Australia.

-0-global-1-arc-second-data-released-over-asia-and-australia.

Diakses pada 15 April 2010.

Prawirowardoyo, S. (1996). Meteorologi. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Pusat Survei Geologi. (2007). Atlas: Pengelompokan pulau kecil berdasarkan

tektonogenesis untuk perencanaan tata ruang darat laut dan dirgantara

nasional. PSG Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya

Mineral.

Rasmusson, E. M., & Carpenter, T. H. (1982). Variation in tropical sea

surface temperature and surface wind field associated with the Southern

Oscillations/El Nino. Mom/ Wea. Rev.110, 364–384.

Ropelewski, C. F., & Halpert, M. S. (1997). Global and regional scale

precipitation patterns associated with the El Niño/Southern Oscillation.

Mon. Wea. Rev.115, 1606–1626.

Samodra, H. (2006). Geologi batuan karbonat dan bentang alam karst.

Manajemen bioregional: Karst, masalah dan pemecahannya. Dilengkapi

kasus Jabodetabek. Pusat Penelitian Biologi Lembaga Imu Pengetahuan

Indonesia.

Soeprapto T. A. (2017). Komunikasi pribadi.

Yoganingrum, A., Maryati, I., Rezaldi, M. Y., & Hantoro, W. S. (2012).

Kebutuhan dan media informasi pengelolaan air tawar masyarakat pulau

kecil di Kabupaten Kepulauan Seribu. Jurnal IPTEK KOM, 14(2),

–164.

Scroll to Top
×